• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakteristik Audit Kinerja-1

N/A
N/A
Rahayu Nur anggraeni

Academic year: 2025

Membagikan "Karakteristik Audit Kinerja-1"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Karakteristik Audit Kinerja

Audit kinerja adalah proses sistematis dan objektif yang bertujuan untuk menilai efektivitas, efisiensi, dan ekonomi dari suatu program, kegiatan, atau organisasi. Audit ini berbeda dari audit keuangan karena berfokus pada bagaimana sumber daya dikelola dan digunakan untuk mencapai tujuan organisasi.

Penekanan kegiatan audit pada ekonomi, efisiensi dan efektivitas suatu organisasi memberikan ciri khusus yang membedakan audit kinerja dengan audit jenis lainnya. Berikut ini adalah karakteristik audit kinerja yang merupakan gabungan antara audit manajemen dan audit program :

1. Audit Ekonomi dan Efisiensi

Konsep yang pertama dalam pengelolaan organisasi sektor publik adalah ekonomi, yang berarti pemerolehan input dengan kualitas dan kuantits tertentu pada harga yang terendah. Ekonomi merupakan perbandingan input dengan input value yang dinyatakan dalam satuan moneter.

Ekonomi berarti meminimalkan biaya perolehan input untuk digunakan dalam proses, dengan tetap menjaga kualitas sejalan dengan prinsip dan praktik administrasi yang sehat dan kebijakan

manajemen.

Pemeriksaan atas aspek ekonomi dapat memberikan jawaban atas pertanyaan berikut.

1. Apakah input yang diperlukan telah diperoleh dengan menggunakan dana publik secara ekonomi?

2. Apakah input telah digunakan secara ekonomi?

3. Apakah kegiatan manajemen dilaksanakan sesuai dengan prinsip administrative dan kebijakan manajemen yang baik?

Contoh : Untuk menilai penggunaan dana publik dalam rangka perolehan input yang dibutuhkan adalah: Barang A dapat dibeli di toko B seharga Rp200.000.000,00. Dengan cara pembayaran, kualitas dan layanan purnajual yang sama Barang A dapat dibeli di toko C denganharga Rp180.000.000,00. Jika entitas membeli di toko B maka dikatakan entitas tersebut telah melakukan pemborosan atau ketidakekonomisan sebesar Rp20.000.000,00

Konsep kedua dalam pengelolaan organisasi sektor publik adalah efisiensi, yang berarti pencapaian output yang maksimum dengan input tertentu atau penggunaan input yang terendah untuk mencapai output tertentu. Efisiensi merupakan perbandingan output/input yang dikaitkan dengan standar kinerja atau target yang telah ditetapkan.

Efisiensi merupakan hubungan yang optimal antara input dan output. Suatu entitas dikatakan efisien apabila mampu menghasilkan output maksimal dengan jumlah input tertentu atau mampu menghasilkan output tertentu (kuantitas maupun kualitas) dengan memanfaatkan input minimal.

Untuk menilai efisiensi, maka pertanyaan-pertanyaan berikut perlu dipertimbangkan dalam melakukan pemeriksaan:

1. Apakah input yang tersedia telah dipakai secara optimal?

2. Apakah output yang sama dapat diperoleh dengan lebih sedikit input?

(2)

3. Apakah output yang terbaik dalam ukuran kuantitas dan kualitas dapat diperoleh dari input yang digunakan?

Temuan atas efisiensi dapat dirumuskan menggunakan perbandingan dengan aktivitas/industri yang sejenis, periode lain, standar, dan best practices yang secara tegas telah diadopsi oleh entitas.

� Contoh audit efisiensi Untuk memproduksi suatu jenis output tertentu dengan jumlah tertentu yang sama terdapat tiga cara:

1. Cara 1 membutuhkan 5 unit material A dan 2 jam kerja sebagai input.

2. Cara 2 membutuhkan 6 unit material A dan 3 jam kerja sebagai input.

3. Cara 3 membutuhkan 7 unit material A dan 4 jam kerja sebagai input.

� Maka dikatakan bahwa cara 1 lebih efisien dari cara 2 dan 3. Karena rasio input dan output (i/o) pada cara 1, lebih kecil dibandingkan dengan rasio input dan output (i/o) pada cara 2 dan cara 3.

Untuk mengetahui tingkat efisiensi suatu entitas, pemeriksa juga dapat menggunakan konsep cost-effectiveness sebagai alat analisis dalam melakukan pemeriksaan.

� Pemeriksaan atas efisiensi meliputi aspek, apakah:

1. Program, aktivitas, fungsi, dan kegiatan telah dikelola, diatur, diorganisasikan, dan dilaksanakan secara efisien;

2. Jasa yang diberikan pemerintah telah ditentukan waktunya dengan memadai.

Audit ekonomi dan efisiensi bertujuan untuk menentukan bahwa suatu entitas telah memperoleh, melindungi, menggunakan sumber dayanya (karyawan, gedung, ruang dan peralatan kantor) secara ekonomis dan efisien. Selain itu juga bertujuan untuk menentukan dan mengidentifikasi penyebab terjadinya praktik-praktik yang tidak ekonomis atau tidak efisien, termasuk ketidakmampuan organisasi dalam mengelola sistem informasi, prosedur administrasi dan struktur organisasi.

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam audit ekonomi dan efisiensi, yaitu dengan mempertimbangkan apakah entitas yang diaudit :

a. mengikuti ketentuan pelaksanaan pengadaan yang sehat;

b. melakukan pengadaan sumber daya (jenis, mutu dan jumlah) sesuai dengan kebutuhan pada biaya terendah;

c. melindungi dan memelihara semua sumber daya yang ada secara memadai;

d. menghindari duplikasi pekerjaan atau kegiatan yang tanpa tujuan atau kurang jelas tujuannya;

e. menghindari adanya pengangguran sumber daya atau jumlah pegawai yang berlebihan;

f. menggunakan prosedur kerja yang efisien;

g. menggunakan sumber daya (staf, peralatan dan fasilitas) yang minimum dalam menghasilkan atau menyerahkan barang/jasa dengan kuantitas dan kualitas yang tepat;

h. mematuhi persyaratan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perolehan, pemeliharaan dan penggunaan sumber daya Negara;

i. melaporkan ukuran yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai kehematan dan efisiensi

(3)

Untuk dapat mengetahui apakah organisasi telah menghasilkan output yang optimal dengan sumber daya yang dimilikinya, auditor dapat membandingkan output yang telah dicapai pada periode yang bersangkutan dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, kinerja tahun-tahun sebelumnya dan unit lain pada organisasi yang sama atau pada organisasi yang berbeda.

� Ekonomi berarti meminimalkan biaya perolehan input untuk digunakan dalam proses, dengan tetap menjaga kualitas sejalan dengan prinsip dan praktik administrasi yang sehat dan kebijakan manajemen.

� Pemeriksaan atas aspek ekonomi dapat memberikan jawaban atas pertanyaan berikut.

1. Apakah input yang diperlukan telah diperoleh dengan menggunakan dana publik secara ekonomi?

2. Apakah input telah digunakan secara ekonomi?

3. Apakah kegiatan manajemen dilaksanakan sesuai dengan prinsip administrative dan kebijakan manajemen yang baik?

2. Audit Efektivitas

Audit efektivitas bertujuan untuk menentukan tingkat pencapaian hasil atau manfaat yang diinginkan, kesesuaian hasil dengan tujuan yang ditetapkan sebelumnya dan menentukan apakah entitas yang diaudit telah mempertimbangkan alternatif lain yang memberikan hasil yang sama dengan biaya yang paling rendah. Secara lebih rinci, tujuan pelaksanaan audit efektivitas atau audit program adalah dalam rangka:

● menilai tujuan program, baik yang baru maupun yang sudah berjalan, apakah sudah memadai dan tepat;

● menentukan tingkat pencapaian hasil suatu program yang diinginkan;

● menilai efektivitas program dan atau unsur-unsur program secara terpisah;

● mengidentifikasi faktor yang menghambat pelaksanaan kinerja yang baik dan memuaskan;

● menentukan apakah manajemen telah mempertimbangkan alternatif untuk melaksanakan program yang mungkin dapat memberikan hasil yang lebih baik dan dengan biaya yang lebih rendah;

● menentukan apakah program tersebut saling melengkapi, tumpang-tindih atau bertentangan dengan program lain yang terkait;

● mengidentifikasi cara untuk dapat melaksanakan program tersebut dengan lebih baik;

● menilai ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk program tersebut;

● menilai apakah sistem pengendalian manajemen sudah cukup memadai untuk mengukur, melaporkan dan memantau tingkat efektivitas program;

(4)

● menentukan apakah manajemen telah melaporkan ukuran yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai efektivitas program.

Efektivitas merupakan tingkat pencapaian hasil program dengan target yang ditetapkan. Efektivitas berkaitan dengan hubungan antara output yang dihasilkan dengan tujuan yang dicapai (outcome). Efektivitas berarti output yang dihasilkan telah memenuhi tujuan yang telah ditetapkan.

� Contoh: Pemerintah Daerah X memiliki program pelayanan bus yang bertujuan untuk mengurangi tingkat penggunaan kendaraan pribadi di dalam kota. Outputnya pelayanan bus yang diukur dengan jumlah kilometer pelayanan bus. Dalam rangka pelaksanaan program tersebut, Pemerintah Daerah X melakukan pembelian bus baru.

� Misalnya, Biaya pengoperasian setahun bus merek A Rp1.000.000.000, sedangkan biaya pengoperasian bus merek B juga Rp1.000.000.000. Kilometer yang dilayani bus A 250.000 km setahun, sedangkan bus B 225.000 km setahun. Tetapi, dengan bus A penggunaan kendaraan pribadi turun sebesar 10%. Sedangkan dengan bus B, penggunaan kendaraan pribadi turun sebesar 30%.

� Kesimpulannya dari sisi efektivitas (hubungan antara output dan outcome) penggunaan bus B lebih efektif (tetapi tidak lebih efisien)

� Untuk melakukan pemeriksaan atas efektivitas suatu entitas, maka pertanyaanpertanyaan berikut perlu dipertimbangkan:

� Apakah output yang dihasilkan telah dimanfaatkan sebagaimana diharapkan?

� Apakah output yang dihasilkan konsisten dengan tujuan?

� Apakah dampak yang dinyatakan berasal dari output yang dihasilkan dan bukan dari pengaruh lingkungan luar?

DAFTAR PUSTAKA Mardiasmo, 2006, Akuntansi Sektor Publik bab 12

Referensi

Dokumen terkait

Pengukuran kinerja digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan program dan kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan

Komite audit, antara lain memiliki tanggung jawab sebagai berikut: memantau proses pelaporan keuangan, memantauan efektivitas pengendalian internal atau audit

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pelaksanaan audit operasional terhadap efektivitas peningkatan kinerja karyawan pada P.T

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan audit internal, pelaksanaan pengendalian atas penjualan, dan peranan audit internal dalam menunjang efektivitas

Misalnya, tujuan audit operasional atas efektivitas pengendalian internal untuk kas kecil akan sangat berbeda dengan audit operasional untuk efisiensi

Tahap pelaksanaan pengujian audit ini juga disebut dengan pekerjaan lapangan. Tujuan utama pelaksanaan pengujian audit adalah untuk memperoleh bukti audit tentang efektivitas

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan dari audit operasional adalah untuk mengevaluasi efisiensi, efektivitas, dan keekonomisan kegiatan dan juga menilai apakah

Stambuk/ NIM : 105721115318 Program Studi : Manajemen Judul Penelitian : Penerapan Audit Manajemen Sebagai Sarana Menilai Efektivitas Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia Badan Amil