NAMA : MUH RIZKY PRATAMA NIM : 044873339
1. Dalam kasus tersebut, tidak terjadi jual beli antara penjual (Dadap) dan pembeli (Waru). Hal ini disebabkan oleh prinsip "res perit domino" dalam hukum perdata, yang berarti risiko barang jatuh kepada pemiliknya. Sebelum barang diserahkan dan pembayaran dilakukan, sapi masih menjadi milik Dadap. Namun, ketika sapi tersebut hanyut dalam banjir sebelum diserahkan kepada Waru, risiko kerugian juga tetap ditanggung oleh Dadap sebagai pemilik sahnya. Oleh karena itu, tidak ada transaksi jual beli yang terjadi karena objek yang dijual belum diserahkan kepada pembeli.
2. Jika pembeli telah membayar sebagian dari harga beli sebelum barang diserahkan, penyelesaiannya dapat dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip "res perit creditori" dalam hukum perdata. Hal ini berarti risiko kerugian jatuh kepada kreditur (pembeli) setelah barang diterimanya sebagian atau seluruhnya. Dalam konteks ini, Dadap sebagai penjual tidak lagi bertanggung jawab atas kerugian yang dialami oleh pembeli setelah pembayaran sebagian telah diterima. Namun, pembeli berhak atas pengembalian pembayaran sebagian yang telah dilakukannya. Jadi, Dadap seharusnya mengembalikan sebagian pembayaran yang telah diterima oleh Waru.
Dalam kedua kasus di atas, dasar hukumnya terletak pada prinsip-prinsip hukum perdata dalam sistem hukum Indonesia, seperti yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) dan prinsip-prinsip umum hukum perdata yang berlaku. Prinsip-prinsip ini mengatur hak dan kewajiban antara para pihak dalam transaksi jual beli serta menetapkan siapa yang bertanggung jawab atas risiko kerugian terkait dengan barang yang dijual.