KATA PENGANTAR
Alhamdullilah,puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa berkat rahmay dan hidayah Allah SWT kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya.Makalah ini berisikan tentang Tasawuf dan Akhlaq.
Solawat serta salam semoga senantiasa tercurah untuk junjungan kita nabi besar
Muhammad SAW,beserta keluarga dan sahabatnya hingga akhir zaman,dengan diiringi upaya meneladani akhlaknya yang mulia.
Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan,petunjuk maupun pedoman dan berguna juga untuk menambah pengetahuan bagi para pembaca .
Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki masih sangay kurang.Oleh karena itu,kami harapkan kepada para pembaca unyuk
memberikan masukan - masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...1
DAFTAR ISI ...2
BAB I PENDAHULUAN...3
A.Latar Belakang...3
B.Rumusan Masalah...3
C.Tujuan Masalah...3
D.Sistematika penulisan...3
BAB II PEMBAHASAN...4
A.Pengertian Tasawuf dan Akhlaq...4
B.Macam-Macam Tasawuf...5
C.Hubungan Tasawuf dan Akhlaq...6
D.Tujuan akhlaq dalam sehari-hari...7
BAB III PENUTUP...8
A.Kesimpulan...8
DAFTAR PUSTAKA...9
BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang
Kata tasawuf sudah di kenal,namun bersamaan dengan hal itu pengertian terhadap kata ini kabur dalam beragam makna yang ada kalanya bertentengan.Hal ini terjadi karena tasawuf atau mistitisme telah jadi semacam milik bersama berbagai agama,filsafat,dan kebudayaan dalam berbagai kurun masa. Tasawuf adalah ilmu untuk mengetahui
bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlaq, membangun dhahir dan batin serta untuk memperoleh kebahagian yang abadi. Tasawuf pada awalnya merupakan gerakan zuhud (menjauhi hal duniawi) dalam Islam, dan dalam perkembangannya
melahirkan tradisi mistisme Islam.
Akhlak secara terminologi berarti tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik..Akhlak merupakan bentuk jamak darikata khuluk, berasal dari bahasa Arab yang berarti perangai, tingkah laku, atau tabiat. Kata tersebut mengandung segi-segi persesuaian dengan perkataan khalqun yang berarti kejadian, yang juga erat hubungannya dengan khaliq yang berarti pencipta; demikian pula dengan makhluqun yang berarti yang diciptakan.
B.Rumus Masalah 1.Apa definisi tasawuf ? 2.Ada berapa macam tasawuf?
3.Apa Hubungan tasawuf dan akhlaq?
C.Tujuan Masalah
Tujuan penulisan makalah ini untuk menyelesaikan tugas dari mata kuliah Agama Islam 4 dan untuk lebih memahami pengertian akhlaq dan tasawuf .
D. Sistematika Penulisan
Untuk menjelaskan dari uraian-uraian yang terdapat pada rumusan masalah, makalah ini dituangkan dalam sistematika penulisan yang meliputi pendahuluan, isi atau pembahasan dan penutup/ kesimpulan.
BAB II PEMBAHASAN A.Pengertian Tasawuf Dan Akhlaq
Tasawuf adalah bagian dari perkembangan ajaran islam dari para sufi. Dalam rukun islam dan rukun iman mengenai tasawuf memang tidak terdapat secara eksplisit. Ajaran tasawuf sendiri dianggap berasal dari berbagai pengaruh ajaran agama atau filsafat lain yang akhirnya diadopsi dan disesuaikan dengan konsep islam. Untuk itu terdapat pro kontra mengenai hal tersebut.Pengertian tasawuf menurut terminologi dari para ahli sufi juga terdapat varian-varian yang berbeda salah satunya adalah Menurut Syeikh Ahmaz Zorruq yang berasal dari Maroko, Tasawuf adalah ilmu yang dapat memperbaiki hati dan menjadikannya semata-mata untuk Allah dengan menggunakan pengetahuan yang ada tentang jalan islam. Pengetahuan ini dikhususkan pada pengetahuan fiqh dan yang
memiliki kaitan untuk mempebaiki amalan dan menjaganya sesuai dengan batasan syariah islam. Hal ini ditujukan agar kebikjasanaan menjadi hal yang nyata.
Ada dua pendekatan untuk mendefenisikan akhlak, yaitu pendekatan linguistik
(kebahasaan) dan pendekatan terminologi (peristilahan). Kata “Akhlak” berasal dari bahasa arab, jamak dari khuluqun yang menurut bahasa berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. Kata tersebut mengandung segi-segi persesuaian dengan perkataan khalqun yang berarti kejadian, yang juga erat hubungannya dengan khaliq yang berarti pencipta demikian pula dengan makhluqun yang berarti yang diciptakan.
B. Macam – Macam Tasawuf 1.Tasawuf Akhlaqi(sunni)
Tasawuf akhlaqi adalah tasawuf yang berkonstrasi pada teori-teori perilaku, akhlaq atau budi pekerti atau perbaikan akhlaq.Dengan metode-metode tertentu yang telah dirumuskan, tasawuf seperti ini berupaya untuk menghindari akhlaq mazmunah dan mewujudkan akhlaq mahmudah. Tasawuf seperi ini dikembangkan oleh ulama’ lama sufi.
2.Tasawuf Falsafi
Tasawuf Falsafi adalah tasawuf yang didasarkan kepada gabungan teori-teori tasawuf dan filsafat atau yang bermakana mistik metafisis, karakter umum dari tasawuf ini sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Al-Taftazani bahwa tasawuf seperti ini: tidak dapat
dikatagorikan sebagai tasawuf dalam arti sesungguhnya, karena teori-teorinya selalu dikemukakan dalam bahasa filsafat, juga tidak dapat dikatakan sebagai filsafat dalam artian yang sebenarnya karena teori-teorinya juga didasarkan pada rasa. Hamka menegaskan juga bahwa tasawuf jenis tidak sepenuhnya dapat dikatakan tasawuf dan begitu juga sebaliknya.
Tasawuf seperti ini dikembangkan oleh ahli-ahli sufi sekaligus filosof. Oleh karena itu, mereka gemar terhadap ide-ide spekulatif.Dari kegemaran berfilsafat itu, mereka mampu menampilkan argumen-argumen yang kaya dan luas tentang ide-ide ketuhanan.
3. Tasawuf Syi’i
Paham tasawuf syi’i beranggapan, bahwa manusia dapat meninggal dengan tuhannya karena kesamaan esensi dengan Tuhannya karena ada kesamaan esensi antara
keduanya.Menurut ibnu Khaldun yang dikutip oleh Taftazani melihat kedekatan antara tasawuf falsafi dan tasawuf syi’i.Syi’i memilki pandangan hulul atau ketuhanan iman-iman mereka.Menurutnya dua kelompok itu mempunyai dua kesamaan.
C.Hubungan Tasawuf dan Akhlaq
Dalam islam terdapat istilah akhlak dan tasawuf. Akhlak dan Tasawuf memiliki beragam pendapat dan hubungan yang saling melengkapi. Ajaran mengenai tasawuf, sebetulnya bukanlah ajaran yang baku dalam islam dan disepakati oleh berbagai kalangan ulama. Terdapat berbagai pandangan dan pemikiran yang memberikan sumbangsih pada tasawuf.Dalam ajaran akhlak islam dan tasawuf tentu tidak ada yang bertentangan secara substansi. Akhlak islam menginginkan umat islam mendapatkan kemuliaan akhlak
berdasarkan agama sedangkan tasawuf pun menuju kepada hal tersebut. Titik tekan akhlak islam berlandaskan 3 hal yang telah disebutkan di atas, sedangkan tasawuf pada kecintaan dan kebersihan jiwa. Penerapannya mungkin tasawuf memiliki hal yang berbeda, namun secara tujuan tidaklah bertentangan. Ajaran Tasawuf dan akhlak sama-sama tidak
menginginkan keburukan dan kerusakan yang terjadi.
Hal ini dapat dirangkum dalam hal berikut mengenai Hubungan Akhlak dan Tasawuf :
Sama-sama berorientasi kepada kecintaan dan ketaatan kepada Allah SWT
Sama-sama berorientasi kepada kemuliaan akhlak dan kebersihan jiwa
Sama-sama mengarahkan kepada terciptanya kebaikan di dunia dan akhirat
Untuk memuliakan akhlak sejatinya kita juga bisa kembali melaksanakan sunnah rasul.
Tasawuf tentu tidak dilarang secara praktik jika tidak ada hal yang bertentangan dengan Al-Quran, Sunnah, rukun iman, rukun islam, dan fungsi agama. Hal ini dapat diperkuat misalnya dengan cara melaksanakan Sunnah Sebelum Tidur , Adab Ziarah Kubur , Cara Makan Rasulullah , melaksanakan Cara Mandi Dalam Islam , Zikir Sebelum Tidur , melaksanakan Macam Macam Shalat Sunnah, melaksanakan Proses Pemakaman Jenazah Menurut Islam, dsb.
D.Tujuan Akhlaq Dalam Kehidupan Sehari-hari
Sebagai makhluk sosial manusia yang dalam kehidupan kesehariannya selalu
berinteraksi dengan sesamanya sudah barang tentu membutuhkan sebuah tatacara atau cara berkomunikasi dengan baik supaya hubungan yang terjalin menjadi hubungan yang harmonis, tidak merugikan orang lain dan diri sendiri dan inilah tujuan dari keberadaan akhlaq.
Seperti sempat disinggung diatas, bahwa manusia merupakan makhluk terbaik ciptaan Allah SWT terdapat dalam surah At-Tin, tentunya ia memiliki ciri khas tertentu yang kemudian akan membedakannya dengan makhluk lain yang Allah ciptakan. Manusia sangat khas dengan akal yang dimilikinya sampai rosulullah pernah
bersabda ”sesungguhya seluruh kebaikan itu dapat dikenali dengan akal”, karena
kemudian akal ini akan digunakan oleh manusia sebagai alat timbangan/ penimbang untuk melakukan sebuah perbuatan. Tujuan inti dari akhlak adalah untuk membentuk kehidupan yang harmonis antar sesama manusia.
Sebagian manfaat dan tujuan dari mempelajari ilmu akhlaq adalah untuk meningkatkan derajat kehidupan manusia, menuntun kepada kebaikan, memenuhi kebutuhan keluarga, mengatur tata cara hidup bertetangga, mengatur adab pergaulan berbangsa dan bernegara,
.
BAB III PENUTUP A.Kesimpulan
Berdasarkan dari yang telah dibahas pada bab-bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa tasawuf dan akhlaq memiliki hubungan satu sama lain. Adapun pengertian akhlak secara umum yakni suatu hal yang telah tertanam di hati entah itu bernilai baik maupun buruk sekalipun karena akhlak timbul tanpa perlu dipikirkan dan dipaksa terlebih dahulu.
Sedangkan yang disebut Tasawuf ialah suatu cara dalam proses untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya. Jadi, dapat ditarik benang merah yakni pengertian Akhlak Tasawuf ialah salah satu disiplin ilmu yang terdapat dalam ajaran agama Islam yang mempelajari tata cara berprilaku yang baik dan mulia serta tentunya sesuai aturan Islam sehingga kita bisa mendekatkan diri kita kepada Allah dengan sepenuhnya dan memiliki rasa tenang saat berada di dekat-Nya. Akhlak Tasawuf memiliki kaitan yang sangat erat dalam kehidupan sehari-hari yakni untuk mencapai akhlak yang mulia diperlukan proses-proses yang biasanya dilakukan oleh pengamal tasawuf.
Begitupun sebaliknya, belum dikatakan bertasawuf dengan benar apabila pencapaian akhlak yang mulia belum terpenuhi. Didalamnya juga terdapat ruang lingkup akhlak, sumber kajian tasawuf, dan manfaat mempelajari Akhlak Tasawuf.
Secara etimologis, kata akhlak berasal dari bahasa Arab alakhlaq yang merupakan bentuk jamak dari kata khuluq yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku, atau tabiat (Hamzah Ya’qub, 1988: 11). Sinonim dari kata akhlak ini adalah etika dan moral.
Imam Ghazali
“Akhlaq adalah sesuatu yang tertanam dalam jiwa yang dari padanya timbul perbuatan- perbuatan dengan mudah dengan tidak memerlukan pertimbangan pikiran (terlebih dahulu)
DAFTAR PUSTAKA
Anwar, Rosihon. 2015. Ulum Al-Qur’an. Bandung, CV. PUSTAKA SETIA.
Djatnika, Rachmat. 1985.Sistem Etika Islam (Akhlak Mulia). Surabaya, Pustaka Islami.
http://zhebaulil.blogspot.com/2013/03/pengertian-dan-manfaat-mempelajari.html, diakses pada Senin, tanggal 14 Maret 2016.
Mahjudin.2009. Akhlak Tasawuf I. Jakarta, Kalam Mulia.
Ya’kub Hamzah. Etika Islam. Bandung, Diponegoro