Kurikulum Merdeka
Biologi
Fase E Kelas 10
Keanekaragaman Hayati dan Peranannya Bagian 1
Keanekaragaman Flora di Indonesia
Mendeskripsikan keanekaragaman flora di Indonesia dan peranannya.
Quipperian, apakah kamu tahu bahwa Indonesia dijuluki sebagai salah satu Paru-paru Dunia?
Faktor utama pemberian julukan ini karena Indonesia memiliki hutan hujan tropis yang sangat luas, bahkan terluas ketiga di dunia setelah Brasil dan Republik Demokratik Kongo. Hebat, kan? Lalu, apa hubungannya keberadaan hutan hujan tropis dengan keanekaragaman hayati?
Perhatikan bagan berikut ini.
Quipperian, bagan tersebut menggambarkan bahwa hutan hujan tropis disusun oleh beraneka ragam jenis tumbuhan, mulai dari yang berukuran kecil dan pendek hingga yang berukuran besar dan tinggi. Artinya, hutan hujan tropis memiliki keanekaragaman tumbuhan yang sangat tinggi. Namun, keanekaragaman flora tidak hanya ditemukan pada hutan hujan tropis, melainkan juga di ekosistem lain seperti padang rumput, sabana, hutan gugur, bahkan di perairan. Selain menyumbang keanekaragaman tumbuhan yang tinggi, kanopi atau tudung yang dibentuk oleh pepohonan di hutan hujan tropis menjadi tempat hidup yang nyaman bagi beraneka ragam fauna. Nah, dalam topik ini kita akan membahas lebih dulu tentang keanekaragaman flora, khususnya di wilayah Indonesia. Sebelum kita membahas lebih jauh, menurutmu, bagaimanakah persebaran flora di Indonesia?
Keanekaragaman Flora di Indonesia dan peranannya
Wilayah negara Indonesia yang terletak di sekitar garis khatulistiwa memiliki keanekaragaman flora yang sangat tinggi. Uniknya, persebaran floranya berbeda-beda antara daerah satu dengan daerah lainnya dan dapat menjadi ciri khas bagi daerah tertentu. Oleh sebab itu, pada tahun 2009, dua orang botanis berkebangsaan Belanda, van Welzen dan Silk, membagi wilayah persebaran flora Indonesia menjadi tiga wilayah, yaitu wilayah flora dataran Sunda (asiatis), flora di daerah peralihan, dan flora dataran Sahul (australis). Berikut ini adalah penjelasan tentang masing-masing wilayah.
• Wilayah flora dataran Sunda (asiatis) meliputi Pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali.
Wilayah ini memiliki ciri-ciri antara lain curah hujan yang tinggi dan kelembapan yang tinggi, sehingga banyak dijumpai hutan hujan tropis. Flora dataran Sunda memiliki ciri-ciri bersifat heterogen, selalu hijau sepanjang tahun, dan didominasi oleh tumbuhan berkayu yang tinggi.
Contoh flora di kawasan ini antara lain jati (Tectona grandis), keruing (Dipterocarpus sp.), dan pohon gaharu (Aquilaria sp.).
Pohon jati
greencleanguide.com
Pohon gaharu
kompasiana.com Gambar 1. Beragam flora dataran Sunda
Berdasarkan contoh-contoh tumbuhan yang ditunjukkan, coba identifikasi contoh tumbuhan lain yang dapat hidup dan tumbuh dengan baik di wilayah Sunda (asiatis).
• Wilayah flora di daerah peralihan meliputi Pulau Sulawesi dan Kepulauan Nusa Tenggara.
Wilayah ini memiliki iklim yang cenderung kering dan panas dengan curah hujan yang lebih rendah. Oleh sebab itu, wilayah ini didominasi oleh sabana dan padang rumput. Flora memiliki ciri-ciri tersusun atas tumbuhan yang berukuran kecil dengan daun kecil-kecil dan pendek. Contoh flora di kawasan ini antara lain cengkih (Syzygium aromaticum), pala (Myristica fragrans), dan lontar (Borassus flabellifer).
Pohon cengkih
agrotek.id
Pohon pala
agrotek.id Gambar 2. Beragam flora di daerah peralihan
Setelah mengetahui contoh-contoh flora di daerah peralihan, coba kamu identifikasi contoh flora lain yang dapat hidup dan tumbuh dengan baik di wilayah tersebut.
• Wilayah flora dataran Sahul (australis) meliputi Kepulauan Maluku dan Pulau Papua serta pulau-pulau lain di sekitarnya. Sama seperti wilayah dataran Sunda, wilayah dataran Sahul juga memiliki curah hujan tinggi sehingga wilayah ini juga didominasi oleh hutan hujan tropis yang lebat. Flora dataran Sahul (australis) memiliki ciri-ciri bersifat heterogen, selalu hijau sepanjang tahun, umumnya tumbuhan berkayu, serta didominasi oleh tumbuh-tumbuhan palem dan konifer. Contoh flora di kawasan ini antara lain sagu (Metroxylon sagu), kayu putih (Melaleuca sp.), dan damar (Agathis dammara).
Pohon sagu
disbun.kaltimprov.go.id
Pohon kayu putih
krcibodas.brin.go.id Gambar 3. Beragam flora dataran Sahul
Setelah mengetahui contoh-contoh flora di dataran Sahul, coba kamu cari contoh-contoh tumbuhan lain yang dapat tumbuh dengan baik di wilayah ini.
mempelajari tentang persebaran flora di pulau Jawa. Menurut Junghuhn, wilayah pulau Jawa dapat dibagi menjadi empat zona berdasarkan ketinggian tempat dari permukaan laut, yaitu zona iklim panas, zona iklim sedang, zona iklim sejuk, dan zona iklim dingin. Adapun ciri-ciri setiap zona adalah sebagai berikut.
• Zona iklim panas terletak di ketinggian 0 – 600 mdpl dan memiliki kisaran suhu 26,3oC – 22oC. Pada zona ini flora yang tumbuh dengan baik antara lain karet, tebu, dan kelapa.
• Zona iklim sedang terletak di ketinggian 600 – 1.500 mdpl dan memiliki kisaran suhu 22oC – 17,1oC. Pada zona ini flora yang tumbuh dengan baik antara lain kina, kopi, dan teh.
• Zona iklim sejuk terletak di ketinggian 1.500 – 2.500 mdpl dan memiliki kisaran suhu 17,1oC – 11,1oC. Zona ini ditumbuhi tumbuh-tumbuhan seperti sayur-sayuran dan pinus.
• Zona iklim dingin terletak di ketinggian > 2.500 mdpl dan memiliki kisaran suhu 11,1oC – 6,2oC. Pada zona ini flora yang dapat tumbuh adalah jenis-jenis lumut.
Berikut ini adalah gambar pembagian wilayah persebaran flora oleh Junghuhn.
Gambar 4. Pembagian wilayah persebaran flora di Indonesia menurut Junghuhn Sumber: www. geografi.org
Nah, selain tumbuhan yang sudah dicontohkan, coba kamu cari lagi contoh tumbuhan yang dapat hidup pada masing-masing zona.
Quipperian, kamu sudah mengetahui bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman flora yang sangat tinggi sehingga Indonesia berperan sebagai salah satu paru-paru dunia. Lalu, apakah peranan lain dari keanekaragaman flora ini?
• Berperan dalam siklus materi dan aliran energi. Siklus materi, baik berupa rantai makanan maupun jaring-jaring makanan sangat memerlukan peranan tumbuhan, sebab tumbuhan berperan sebagai produsen di dalam suatu ekosistem. Saat berlangsung siklus materi, terjadi
pula aliran energi. Energi cahaya yang bersumber dari matahari akan diubah menjadi energi kimia melalui proses fotosintesis oleh tumbuhan. Selanjutnya, energi tersebut akan mengalir melalui rantai makanan dan jaring makanan.
• Berperan dalam siklus biogeokimia. Siklus biogeokimia adalah siklus unsur atau senyawa kimia yang berasal dari komponen abiotik menuju komponen biotik dan kembali ke komponen abiotik. Tumbuhan sebagai produsen akan menggunakan unsur atau senyawa kimia anorganik dari dalam tanah, kemudian mengolahnya menjadi senyawa organik.
Selanjutnya jika tumbuhan mati, senyawa organik di dalam tubuhnya akan diuraikan oleh organisme dekomposer menjadi senyawa anorganik kembali.
• Berperan sebagai sumber plasma nutfah. Plasma nutfah adalah semua informasi genetik yang terdapat di dalam tubuh organisme, termasuk tumbuhan. Keanekaragaman flora yang dimiliki Indonesia merupakan sumber plasma nutfah yang sangat penting untuk membantu pengembangan ilmu pengetahuan.
• Berperan sebagai bioprospekting yang berpotensi menghasilkan nilai ekonomi. Banyak tumbuhan di Indonesia yang memiliki prospek untuk dijadikan sebagai devisa negara.
Ingat, yuk!
• van Welzen dan Silk membagi persebaran flora Indonesia menjadi 3 daerah persebaran, yaitu flora dataran Sunda, flora daerah peralihan, dan flora dataran Sahul.
• Franz Wilhelm Junghuhn membagi persebaran flora di Pulau Jawa berdasarkan ketinggian tempat dari permukaan laut.
Aktivitas, yuk!
Quipperian, agar kamu semakin paham tentang topik ini, coba kamu lakukan aktivitas berikut ini secara berkelompok. Amati gambar tumbuhan pada tabel 1, tuliskan ciri-cirinya, dan tentukan wilayah persebarannya. Contohnya seperti baris pertama tabel berikut ini.
No. Nama Tumbuhan Ciri-ciri Wilayah Persebaran
1.
Bunga bangkai (Amorphophallus
titanium)
id.wikipedia.org.
• Bunga berukuran besar dan tinggi.
• Bunga memiliki daun pelindung berbentuk lonceng terbalik.
Dataran Sunda
2. Buah merah
(Pandanus conoideus)
m.fimela.com
3.
Lontar
(Borassus flabellifer)
intisari.grid.id
4
Kantong semar (Nepenthes sp.)
www.pinterest.com
No. Nama Tumbuhan Ciri-ciri Wilayah Persebaran
5.
Anggrek serat (Dendrobium utile)
wanaswara.com
Tabel 1. Ciri-ciri tumbuhan endemik dan daerah persebarannya
Ayo, Berlatih!
1. Perhatikan infografik berikut ini.
Pernyataan berikut ini yang benar terkait infografik tersebut adalah ….
A . Provinsi Kalimantan Tengah memiliki mangrove jarang
B. DKI Jakarta merupakan provinsi yang memiliki sebaran mangrove paling kecil
C. Maluku memiliki sebaran mangrove lebat lebih luas dibanding Kalimantan
Jawaban dan Pembahasan:
Berdasarkan infografik tersebut dapat diperoleh beberapa informasi sebagai berikut.
• Provinsi Kalimantan Tengah hanya memiliki sebaran mangrove lebat dan mangrove sedang.
• DKI Jakarta bukan provinsi yang memiliki sebaran mangrove yang paling sedikit, melainkan D.I. Yogyakarta.
• Provinsi Maluku memiliki sebaran mangrove lebat yang luas dan sedikit sekali sebaran mangrove sedang, sedangkan Kalimantan Barat hanya memiliki sebaran mangrove lebat.
• Provinsi Jawa Timur memiliki sedikit sekali sebaran mangrove jarang, serta memiliki sebaran mangrove sedang dan lebat yang hampir berimbang.
• Provinsi Banten hanya memiliki sedikit sebaran mangrove lebat.
Kesimpulan:
Pernyataan yang benar adalah C, yaitu Maluku memiliki sebaran mangrove lebat lebih luas dibanding Kalimantan Barat.
2. Klasifikasikan jenis-jenis flora berikut ini berdasarkan daerah persebarannya.
NamaTumbuhan Daerah Persebaran
• Matoa
• Kayu eboni
• Cendana
• Araucaria
• Rotan
• Dataran Sahul
• Dataran Sunda
• Daerah peralihan
Jawaban dan Pembahasan:
Berdasarkan tabel di atas, pengelompokan yang benar adalah sebagai berikut.
No. Nama Tumbuhan
Daerah Persebaran Dataran
Sunda
Daerah Peralihan
Dataran Sahul
1. Matoa - -
2. Pohon eboni - -
3. Cendana - -
4. Araucaria - -
5. Rotan - -
No. Pada Topik Ini Sudah Bisa Masih perlu belajar lagi 1. Saya dapat menyebutkan pembagian
wilayah persebaran flora di Indonesia.
2.
Saya dapat memahami persebaran flora di Indonesia berdasarkan pembagian oleh van Welzen dan Silk
3.
Saya dapat memahami persebaran flora di Indonesis berdasarkan pembagian oleh Franz Wilhelm Junghuhn
4. Saya dapat mengetahui peranan keanekaragaman flora di Indonesia.