• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEBIJAKAN AKADEMIK TAHUN 2003/2004 UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "KEBIJAKAN AKADEMIK TAHUN 2003/2004 UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

1

KEBIJAKAN AKADEMIK TAHUN 2003/2004 UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

1

Oleh SUWITO

2

IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 31 Tahun 2002 tanggal 20 Mei 2002 telah berubah bentuk menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan telah diresmikan oleh Wakil Presiden Hamzah Haz pada tanggal 8 Juni 2002.

Perlu disadari bahwa UIN yang ada sekarang masih jauh dari ideal. Berbagai Jurusan/Program Studi yang ada sebetulnya masih jauh dari persyaratan yang ditetapkan oleh SK Mendiknas Nomor 234/U/2002 dan SK Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional No. 108/DIKTI/Kep./2002 tentang Pendirian Jurusan/Program Studi.

Sehubungan dengan hal tersebut rapat Senat kali ini perlu merekomendasikan beberapa hal kepada Rektor untuk menindaklajuti hal-hal seperti berikut.

1. Pencanangan Program Go Nasional dan Internasional Jurusan/Program Studi

Upaya ini antara lain dirintis melalui keikutsertaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) yang dahulunya bernama Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN). Sekarang ini anggota SPMB ada 46 Perguruan Tinggi Negeri. Dengan ikut paguyuban ini UIN Syarif Hidayatullah Jakarta akan memperoleh beberapa keuntungan sebagai berikut:

a. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah sejajar, berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan perguruan tinggi negeri lain yang ada di Indonesia. UIN tidak lagi sebagai perguruan tinggi kelas II atau di bawahnya.

b. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi setara dengan perguruan tinggi negeri lain dan dapat memasuki kancah persaingan di arena perguruan tinggi. Selama ini IAIN dan STAIN tidak dapat dikategorikan sebagai perguruan tinggi negeri.

c. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta akan memperoleh input calon mahasiswa yang lebih baik dari sebelumnya karena penerimaan calon menjadi lebih selektif dibanding yang sekarang ada.

d. Calon peminat/pendaftar dapat berasal dari seluruh Indonesia dan bahkan yang ada di luar Indonesia dan dengan biaya yang relatif ringan karena mereka tidak harus ke Jakarta. Tempat seleksi relatif dekat dengan tempat tinggal mereka.

e. Merubah image bahwa umat Islam - yang dalam hal ini tergambar pada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta - juga memiliki kemampuan yang setara dengan perguruan tinggi negeri lain dalam menyelenggarakan perguruan tinggi.

Upaya keikutsertaan sebagai anggota SPMB telah dilakukan dan telah mendapat jawaban lisan bahwa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dapat diterima. Direktur Perguruan Tinggi Islam Departemen Agama dan Dirjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional juga telah memberi persetujuan dan memberikan apresiasi yang sangat positif. Ketentuan lebih detil akan dibahas bulan Januari 2003 dan Maret 2003 sudah dipublikasikan.

1Bahan Rapat Senat 30 Desember 2002. Diterbitkan dalam Buku "Menulis Gagasan Mempercepat Keberhasilan: Alih Status IAIN Menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2002" Penerbit Young Progressive Muslim (YPM) tahun 2019

2Pembantu Rektor Bidang Akademik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

(2)

2

Diharapkan semua Jurusan/Program Studi dapat diikutsertakan dalam SPMB ini. Sekretaris Eksekutif SPMB telah memberikan beberapa penjelasan bahwa nanti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta diminta mengajukan Jurusan/Program Studi apa saja berikut jumlah yang akan diterima (kuotanya).

Selain penerimaan secara nasional melalui SPMB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta juga masih menerima pendaftaran calon mahasiswa secara lokal di kampus.

2. Pembukaan Program Studi Ilmu Kesehatan dan Kedokteran

Kedua Jurusan/Program Studi ini akan dijadikan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Kedokteran.

Upaya untuk merealisasikan pembukaan ini telah dilakukan antara lain penetapan penganggaran, audensi dan bahkan telah memperoleh persetujuan prinsip lisan dari Menteri Pendidikan Nasional, Dirjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, Direktur Perguruan Tinggi Islam Departemen Agama, Rektor Universitas Indonesia, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan beberapa tokoh dan Guru Besar seperti Tarmizi Taher, Sujudi (mantan Menkes), Soelarto dan Arlis serta para dokter lain yang memiliki komitmen besar terhadap pengembangan Ilmu Kesehatan dan Kedokteran yang bernuansa keislaman. Perolehan izin pembukaan kedua Jurusan/Program Studi ini diharapkan paling lambat telah terbit akhir tahun 2003. Sarana dan prasarana untuk ini tidak terlalu masalah karena telah ada gambaran positif bagi pengadaannya apalagi telah pula ditopang adanya laboratorium terpadu yang telah disiapkan oleh Fakultas Sains dan Teknologi.

3. Akreditasi Internal dan Eksternal untuk Penguatan Jurusan/Program Studi

Setiap Jurusan/Program Studi yang telah ada perlu dikuatkan posisinya sehingga menjadi sangat laik sebagai Jurusan/Program Studi yang ideal. Penguatan itu meliputi banyak komponen antara lain: a) Kejelasan kompetensi lulusannya, b) Keahlian dosen tetapnya sesuai jenis Jurusan/Program Studinya dan jumlahnya harus mencukupi ketentuan minimal, c) Sarana dan prasarananya (terutama perpustakaan dan laboratorium) harus memadai dan tidak cukup dengan modal bangku dan papan tulis, d) Kegiatannya memadai, e) Dapat menghasilkan ide-ide dan lain sebagainya.

Upaya penguatan Jurusan/Program Studi ini hendaknya dibakukan dengan adanya akreditasi internal fakultas dan universitas yang dilakukan setiap tahun bahkan setiap semester dan akreditasi nasional serta internasional yang waktunya sesuai ketentuan. Kini, beberapa Jurusan/Program Studi sedang menyusun berbagai kelengkapan untuk akreditasi.

4. Pembukaan Jurusan/Program Studi Baru

Khusus pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Syari’ah dan Hukum, Adab dan Humaniora, Ushuluddin dan Filsafat, dan Dakwah dan Komunikasi perlu membuka Jurusan/Program Studi baru yang menginduk ke Dirjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Hal ini dilakukan karena fakultas-fakultas tersebut menggunakan nomenklatur yang ada pada Departemen Pendidikan Nasional.

5. Penutupan Jurusan/Program Studi Lama

Beberapa Jurusan/Program Studi yang ada dapat dipertimbangkan untuk ditutup/digabung dengan Jurusan/Program Studi tertentu karena beberapa alasan misalnya:

a. Jumlah calon mahasiswa yang mendaftar dalam lima (5) tahun terakhir kurang dari dua kali (2X) jumlah daya tampung minimal. Daya tampung minimal adalah 30 orang mahasiswa.

b. Tidak adanya kejelasan kompetensi utama sebagai pembeda antara Jurusan/ Program Studi satu dengan lainnya sebagaimana terlihat pada kurikulum yang diberlakukan.

(3)

3

c. Jumlah dan kualifikasi Tenaga Pengajar Tetap (PNS dan/atau Kontrak) tidak mencapai batas minimal yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

d. Sarana dan prasarana minimal untuk mendukung proses belajar mengajar tidak tersedia.

e. Proses kegiatan belajar mengajar tidak mencapai target minimal yang ditetapkan.

f. Dinyatakan tidak terakreditasi sampai batas waktu yang ditoleransi oleh badan akreditasi resmi.

g. Dinyatakan ditutup dan dilarang beroperasi oleh pihak yang berwenang.

h. Habis masa kerja dan tidak diperpanjang lagi oleh pihak mitra kerja sama (bagi Jurusan/Program Studi yang dasar penyelenggaraannya didasarkan atas pelaksanaan proyek atau dilakukan atas kerja sama dengan pihak lain).

Penetapan adanya penutupan Jurusan/Program Studi sebagaimana dimaksud di atas dilakukan oleh Tim yang dibentuk untuk itu.

6. Pemberlakuan Kurikulum Berbasis Kompetensi

Selambat-lambatnya mulai September 2003 semua Jurusan/Program Studi hendaknya memberlakukan kurikulum berbasis kompetensi sesuai yang ditentukan dalam SK Mendiknas Nomor 232/U/2000 dan No. 045/U/2002. Konsep yang akan diberlakukan secara nasional sedang dalam pengkajian. Mulai minggu ketiga Januari 2003 diharapkan semua Ketua Jurusan/ Program Studi dikumpulkan oleh Dirjen Bagais Depag untuk membicarakan konsep yang telah ada.

Sehubungan dengan hal tersebut semua Jurusan/Program Studi harus mempersiapkan dengan baik dan dengan berpedoman pada rambu-rambu yang ditetapkan oleh SK yang telah disebut di atas.

7. Penerbitan Buku Pedoman Akademik oleh Fakultas/Jurusan/ Program Studi

Mulai September 2003 hendaknya setiap Fakultas/Jurusan/Program Studi sudah harus menerbitkan buku pedoman akademik. Buku ini harus spesifik Fakultas/Jurusan/ Program Studi dan tidak overlapp dengan buku pedoman yang diterbitkan Universitas. Rincian tentang ini sedang dibuat konsepnya. Akan sangat baik jika menjadi keputusan Rektor.

8. Komputerisasi Administrasi Akademik

Perangkat lunak dan keras untuk ini telah disiapkan tinggal realisasinya karena masih ada kendala pembangunan gedung. Kebijakan ini sangat terkait dengan penguatan Jurusan/Program Studi terutama dalam hal pengambilan program double degree, kuliah lintas, sandwich dan lainnya.

Sebaiknya pelatihan SDM untuk komputerisasi bidang akademik ini sudah dimulai dari Pebruari 2003 sampai dengan Juni 2003 secara bergantian pada semua bagian (akademik pada biro, Fakultas dan Jurusan/Program Studi).

9. Kelas Internasional

Mulai tahun akademik 2003/2004 akan dibuka kelas internasional Program Studi Islamic Studies dengan menggunakan pengantar bahasa Arab dan Inggris yang ditempatkan pada Fakultas Dirasat Islamiyah. Program Studi ini diharapkan diikuti oleh orang-orang asing yang ada di Indonesia (khususnya di Jakarta) dan para anak orang-orang yang mampu secara finansial karena menggunakan tarif dolar.

10. Pembukaan Program Studi pada Program Pascasarjana

Mulai tahun 2003 hendaknya Program Pascasarjana menyiapkan pembukaan Program Studi baru yang menggunakan nomenklatur Departemen Pendidikan Nasional. Program Studi yang dibuka sebaiknya linier dengan Jurusan/Program Studi pada Program Sarjana (S1) agar calon mahasiswanya jelas.

(4)

4 11. Internasionalisasi Kampus

Selain penyelenggaraan khutbah Jum’at dalam bahasa Arab dan/atau Inggris, upaya lain yang dilakukan dalam hal ini adalah labelisasi papan-papan nama dalam tiga bahasa (Indonesia, Arab dan Inggris). Persiapan untuk ini telah dilakukan dengan mempersiapkan terjemahannya. Secara bertahap labelisasi ini segera dilakukan terutama pada gedung-gedung baru. Setiap Jurusan/Program Studi/Fakultas seharusnya juga menyelenggarakan berbagai kegiatan dan/atau kebijakan yang mengarah terciptanya lingkungan berbahasa asing.

12. Etika Akademik

Setiap Jurusan/Program Studi/Fakultas perlu mengambil langkah-langkah strategis dalam upaya peningkatan mutu dan etika akademik dosen dan mahasiswa yang dituangkan dalam buku pedoman akademik masing-masing. Jika diperlukan dapat membentuk Tim yang khusus bertugas untuk ini.

Hal-hal lain yang sifatnya kebijakan dan belum pernah ditetapkan sebelumnya dapat ditambahkan.

Referensi

Dokumen terkait

Jumlah seluruh sitiran yang disitir pada seluruh skripsi Program Sarjana (S1) Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang menjadi sampel

Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi, yang menggambarkan secara umum etos belajar mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Namun, penulis mempunyai asumsi

Harapannya, temuan dari penelitian ini dapat memaparkan tingkat kepuasan pengguna AIS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan menunjukkan faktor-faktor penting yang

Faktor yang memengaruhi tingkat kepuasan konsumen civitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terhadap kantin unit usaha Dharma Wanita UIN Syarif Hidayatullah

Jurnal Kimia VALENSI merupakan Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang terbit pertama kali pada

Suwito, M.A., Supardi, M.Kom., , dkk Alamat : UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Dki Jakarta, 15412 Kewarganegaraan : Indonesia Pemegang Hak Cipta Nama : Supardi, M.Kom., Nashrul

Dokumen ini menyatakan penerimaan skripsi yang berjudul "Tanggung Jawab Hukum Penilai Publik Terhadap Laporan Penilaiannya Dalam Kegiatan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum" sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana di Program Studi Ilmu Hukum UIN Syarif Hidayatullah

Terindeks di Jurusan Teknik Informatika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 1 9-29 1 1 https://doi.org10.15408/jti.v9i1.5574 http://joumal.uinjkt.ac.id/index.php/ti/article/view/5574