• Tidak ada hasil yang ditemukan

kemampuan menulis kalimat efektif siswa kelas viii smp

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "kemampuan menulis kalimat efektif siswa kelas viii smp"

Copied!
76
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

GREGORIUS SILVESTER TAMI 4512 102 010

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS BOSOWA 2017

(2)

ii SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

Oleh

GREGORIUS SILVESTER TAMI 4512 102 010

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS BOSOWA 2017

(3)
(4)
(5)

iv

Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bosowa Makassar. (dibimbing oleh Lutfin Ahmad, M.Hum dan A.Vivit Angreani, S.Pd., M.Pd ).

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan serta memproleh data dan informasi lengkap tentang kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 35 Makassar menulis kalimat efektif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 35 Makassar berjumlah 294 siswa. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 29 siswa. Tehnik yang dilakukan untuk mengumpulkan data yaitu tes menulis kalimat efektif.

Hasil penelitian menunjukan bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa adalah 85 yang dicapai oleh tiga orang siswa dan skor terendah adalah 65 yang diperoleh empat orang siswa. Hasil analisis data menunjukan bahwa siswa yang mendapat nilai 75 keatas sebanyak 13 orang siswa (45%), sedangkan siswa yang mendapat 75 kebawah sebanyak 16 orang siswa (55%). Hal ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis kalimat efektif siswa kelas VIII SMP Negeri 35 Makassar hasilnya cukup karena tidak mencapai kriteria yang telah ditentukan.

Kata kunci: Menulis, Kalimat, Kalimat efektif

(6)

v

Tuhan Yang Maha Esa sumber hikmat dan pengetahuan, atas kasih- NYA sehingga penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.

Skripsi yang berjudul “Kemampuan Menulis Kalimat Efektif Siswa Kelas VIII SMP Negeri 35 Makassar” diajukan sebagai salah satu syarat untuk memproleh gelar sarjana pendidikan pada program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Penyusunan skripsi ini, penulis banyak mengalami hambatan dan rintangan, bahkan tak jarang menuntut pengorbanan dalam berbagai hal.

Namun demikian, penulis berusaha mengambil hikmahnya bahwa semua itu merupakan proses yang sudah menjadi keharusan bagi penulis agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Penulis menyadari bahwa dalam keberhasilan penyusunan skripsi ini tidak mungkin terwujud tanpa bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, sepatutnya penulis mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada:

1. Prof. Dr. Ir. Muhammad Saleh Pallu, M.Eng. selaku Rektor Universitas Bosowa Makassar.

2. Dr. H. Mas’ud Muhammadiah. M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bosowa Makassar.

(7)

vi dalam menyelesaikan skripsi.

4. Drs. Lutfin Ahmad, M.Hum. dan Ibu A. Vivit Anggreani, S.Pd., M.Pd.

selaku Pembimbing I dan pembimbing II yang telah bersedia dengan sabar meluangkan waktunya untuk membimbing dan membagi ilmu.

5. Para Dosen dan Staf FKIP yang penuh dedikasi membimbing penulis.

6. Terkhusus untuk kedua orang tua tercinta Ayahanda Siprianus Etor dan Ibunda Wihelmina Jina yang sangat saya cintai. Terima kasih setulus-tulusnya atas doa, cinta, kasih sayang dan kesabaran membesarkan serta mendidik saya dengan penuh kasih sayang.

7. Saudaraku tercinta, Kakak tercinta Quirinus Efendi, Adiku tercinta Sirilus Sangsun dan Valentina Estuti

8. Teman-teman seperjuangan FKIP angkatan 2012, terima kasih telah menjadi bagian dari pengalaman hidup saya.

Semoga segala bantuan dan kebaikan dari semuanya mendapat imbalan rahmat dari Tuhan yang Maha Esa. Penulis menyadari bahwa meskipun skripsi ini telah dibuat dengan usaha yang maksimal, tidak menutupi kemungkinanan masih ada kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran kostruktif sangat diharapkan untuk menyempurnakan skripsi ini.

(8)

vii

Makassar, Maret 2017

Gregorius Silvester Tami

(9)

viii

ABSTRAK ... iv

KATA PENGANTAR ... v

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR GAMBAR ... xi

DAFTAR LAMPIRAN. ... Xii BAB I. PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 4

C. Tujuan Penelitian ... 5

D. Manfaat Penelitian ... 5

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ... 7

A. Pengertian Menulis ... 7

B. Tujuan Menulis ... 10

C. Bentuk-Bentuk Tulisan ... 12

D. Pengertian Kalimat ... 13

E. Unsur-unsur kalimat ... 15

F. Kalimat Efektif ... 17

G. Ciri-Ciri Kalimat Efektif ... 19

H. Kerangka Pikir ... 26

(10)

ix

C. Populasi dan Sampel ... 29

D. Tehnik Pengumpulan Data ... 31

E. Teknik Analisis Data ... 31

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 33

A. Deskripsi Hasil Penelitian ... 33

B. Pemahasan ... 38

BAB V. PENUTUP ... 53

A. Simpulan ... 53

B. Saran. ... 54

DAFTAR PUSTAKA ... 55

LAMPIRAN ... 57

RIWAYAT HIDUP ... 62

(11)

x

2. Keadaan Sampel Penelitian ... 30 3. Kategori Penilaian Tes Kemampuan Menulis

Kalimat Efektif ... 32 4. Kriteria Penilaian Kemampuan Menulis Kalimat Efektif ... 32 5. Skor Penilaian Tes Kemampuan Menulis Kalimat Efektif

SiswaKelas VIII SMP Negeri 35 Makassar ... 34 6. Distribusi Frekuensi Skor Kemampuan Menulis Kalimat Efektif

SiswaKelas VIII SMP Negeri 35 Makassar ... 35 7. Kategori Tingkat Kemampuan Menulis Kalimat Efektif

SiswaKelas VIII SMP Negeri 35 Makassar ... 36 8. HasilTes Kemampuan Menulis Kalimat Efektif Siswa

Kelas VIII SMP Negeri 35 makassar ... 37

(12)

xi

(13)

xii

1. Lampiran Kerja Siswa ... 58 2. Aktivitas siswa dan Guru Peneliti ... 61 3. Lampiran Surat izin Penelitian ... 62

(14)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Pada hakikatnya keterampilan berbahasa merupakan salah satu tujuan pembelajaran bahsa Indonesia. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa diarahkan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam berkomunikasi dengan bahasa Indonesia yang dipelajari, baik secara lisan maupun secara tertulis. Menurut Tarigan (2013), pembinaan dan pengembangan kemampuan berbahasa yang diupayakan di Sekolah berorientasi pada empat aspek keterampilan berbahasa, yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Keempat keterampilan berbahasa tersebut berhubungan erat satu dengan yang lain.

Dengan kata lain, pengajaran keterampilan berbahasa tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh.

Pengajaran keterampilan berbahasa mendorong siswa sepenuhnya pada pelatihan dan praktik pemakaian bahasa sebagai alat komunikasi sehingga ia kelak mahir berkomunikasi secara nyata di masyarakat. Untuk dapat berkomunikasi dengan baik dibutuhkan adanya komunikasi yang efektif, baik komunikasi dalam bentuk tulisan maupun lisan.

Keterampilan menulis sebagai salah satu cara berkomunikasi dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam menyusun dan mengunakan

1

(15)

bahasa secara tertulis dengan baik dan benar sehingga apa yang ditulis, apa yang hendak disampaikan kepada orang lain bisa diterima oleh pembaca.

Keterampilan menulis dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain. Selain itu, keterampilan menulis tidak datang secara otomatis, melainkan harus secara latihan dan praktik kontinyu. Komunikasi secara tidak langsung dapat dilakukan dengan mengunakan bahasa tulis.

Kegiatan menulis tidak lepas dari kegiatan berbahasa. Menulis merupakan kegiatan yang produktif dan ekspresif. Kegiatan menulis bertujuan untuk mengungkapkan fakta, perasaan, sikap, dan isi pikiran secara jelas dan efektif kepada para pembacanya (Keraf, 1980:34). Siswa dapat mengungkapkan pengalaman, gagasan, pendapat, dan pernyataan secara sistematis, logis, dan kreatif yang sesuai dengan konteks dan situasi.

Agar tulisan itu mudah dipahami oleh pembaca, harus dituangkan dalam kalimat yang baik, hal ini merupakan cara untuk mencapai penulisan yang efektif. Keterampilan menyusun kalimat merupakan hal yang esensial dalam menulis. Kalimat dikatakan efektif apabila kalimat tersebut mampu mewakili gagasan atau perasaan pembicara dan sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti apa yang dipikirkan oleh penulis.

Tulisan yang efektif ditentukan oleh kalimat yang digunakan.

Betatapun bagus pikiran, gagasan, atau pengalaman yang dipaparkan dalam

(16)

sebuah tulisan, belum menjamin sepenuhnya mempunyai daya persuasif bagi pembaca. Sebaliknya, sebuah tulisan yang isi dan kualitasnya tidak terlalu bagus tetapi mempunyai daya tarik bagi pembaca. Hal ini disebabkan karena mampu menghidangkan gagasannya tersebut kedalam kalimat yang efektif.

Kemampuan menulis kalimat efektif merupakan salah satu tujuan yang akan dicapai dalam pengajaran bahasa Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut salah satu cara yang dapat diterapkan di sekolah adalah melalui usaha meningkatkan kemampuan menyusun unsur kalimat. Guru dapat memberi pelatihan kepada siswa agar menguasai unsur kalimat. Pelatihan ini diberikan secara bertahap dan terus menerus. Kemampuan siswa atas unsur kalimat merupakan salah satu modal untuk menyusun kalimat yang efektif, sehingga siswa mampu mengkomunikasikan gagasan, perasaan, atau pendapatnya dengan baik melalui tulisan.

Dalam pembelajaran menulis kalimat efektif Siswa Kelas VIII SMP Negeri 35 Makassar masih mengalami kendala. hal yang menyebabkan keterampilan menulis siswa masih kurang, tidak lepas dari latar belakang siswa, kurangnya metode yang digunakan guru dalam pembelajaran menulis kalimat, materi yang disampaikan guru tidak tersampaikan dengan baik, siswa tidak memahami bagaimana penulisan kalimat efektif, kurangnya pemahaman siswa dalam menyampaikan ide, gagasan, dan pikirannya,

(17)

siswa belum mampu menimbulkan kesan pembaca dalam penulisan kalimatnya.

Berdasarkan uraian yang telah dijabarkan mengenai menulis kalimat efektif, maka pembelajaran bahasa dalam wujud menulis kalimat efektif tersebut memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan keterampilan menulis siswa. Inilah kemudian penelitian tentang kemampuan menulis kalimat efektif siswa kelas VIII SMP Negeri 35 makassar dipandang penting untuk diteliti.

Sehubungan dengan kalimat banyak hal yang bisa diteliti, seperti pengetahuan tentang kalimat, kemampuan membuat kalimat, dan kemampuan menyusun kalimat. Agar siswa dapat memiliki kemampuan mengorganisasikan untaian kata-kata menjadi kalimat yang efektif tentunya siswa harus memahami dan menguasai pengetahuan tentang kalimat efektif.

Pengetahuan mengenai kalimat efektif tersebut harus men-dapat kajian yang lebih mendalam dalam pengajaran bahasa indonesia di Sekolah.

Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, penulis ingin meneliti

“Kemampuan Menulis Kalimat Efektif Siswa kelas VIII SMP Negeri 35 Makassar tahun pelajaran 2016/ 2017”

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang, dapat dirumuskan masalah yakni, bagaimana Kemampuan Menulis Kalimat Efektif Siswa Kelas VIII SMP Negeri 35 Makassar ?

(18)

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan menulis kalimat efektif pada siswa kelas VIII SMP Negeri 35 Makassar.

D. Manfaat Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti mempunyai dua manfaat yaitu, manfaat teoretis dan manfaat praktis.

1. Manfaat Teoretis

Hasil penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan manfaat teoretis, yaitu dapat memberikan sumbangan pemikiran yang positif dalam rangka memperbaiki mutu pendidikan dan mempertinggi interaksi belajar mengajar, khususnya dalam pembelajaran menulis kalimat efektif. Manfaat teoretis lainnya adalah mengembangkan teori pembelajaran menulis kalimat efektif.

2. Manfaat Praktis

Secara praktis manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini dibagi menjadi tiga yaitu: bagi siswa, guru, dan sekolah.

a. Manfaat bagi siswa

Dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis pada umumnya dan menulis kalimat efektif pada khususnya, dan dapat meningkatkan kemampuan intelek.

b. Manfaat bagi guru

Untuk memperkaya khasanah metode dan strategi dalam pembelajaran menulis, untuk dapat memperbaiki metode mengajar yang

(19)

selama ini digunakan, agar dapat menciptakan kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan dan tidak membosankan, dan dapat menerapkan pembelajaran menulis sebagai alternatif mengembangkan kemampuan menulis.

c. Manfaat bagi sekolah

Dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam rangka memajukan dan meningkatkan prestasi sekolah yang dapat disampaikan dalam pembinaan guru ataupun kesempatan lain bahwa pembelajaran menulis khususnya menulis kalimat efektif dapat menggunakan sebagai bahan pencapaian hasil belajar yang baik dan dapat meningkatkan dan dapat mengembangkan potensi yang dimiliki siswa.

(20)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA A. Keterampilan Menulis.

Menulis merupakan salah satu kemampuan berbahasa. Dalam pembagian kemampuan berbahasa, menulis selalu diletakkan paling akhir setelah kemampuan menyimak, berbicara, dan membaca. Meskipun selalu ditulis paling akhir, bukan berarti menulis merupakan kemampuan yang tidak penting. Dalam menulis semua unsure keterampilan berbahasa harus dikonsentrasikan secara penuh agar mendapat hasil yang benar-benar baik.

Tarigan (1986: 21) menyatakan bahwa menulis menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu.

Menurut Akhadiah dkk (1998:13) menulis adalah suatu aktivitas bahasa yang menggunakan tulisan sebagai mediumnya. Tulisan itu sendiri atas rangkaian huruf yang bermakna dengan segala kelengkapan lambang tulisan seperti ejaan dan pungtuasi. Menulis sebagai suatu kegiatan penyampaian pesan mengandung makna bahwa menulis merupakan salah satu bentuk komunikasi verbal (bahasa). Pesan adalah isi atau muatan yang terkandung dalam suatu tulisan. Adapun tulisan merupakan sebuah sistem komunikasi antar manusia yang menggunakan simbol atau lambang bahasa

7

(21)

yang dapat dilihat dan disepakati pemakainya. Di dalam komunikasi tertulis terdapat empat unsur yang terlibat. Keempat unsur itu adalah (1) penulis sebagai penyampai pesan, (2) pesan atau isi tulisan, (3) saluran atau medium tulisan, dan (4) pembaca sebagai penerima pesan.

Pernyataan Akhadiah di atas, pada hakikatnya menyatakan bahwa menulis adalah keseluruhan rangkaian kegiatan seseorang dalam mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada pembaca seperti yang dimaksud oleh pengarang. Agar komunikasi lewat lambang tulis dapat tercapai seperti yang diharapkan, penulis hendaklah menuangkan ide atau gagasannya kedalam bahasa yang tepat, teratur, dan lengkap. Dengan demikian, bahasa yang dipergunakan dalam menulis dapat menggambarkan suasana hati atau pikiran penulis. Sehingga dengan bahsa tulis seseorang akan dapat menuangkan isi hati dan pikiran.

Syafi’ie (1998:45) menyatakan bahwa menulis adalah menuangkan gagasan, pendapat, perasaan, keinginan, dan kemauan, serta informasi ke dalam tulisan dan kemudian “mengirimkannya” kepada orang lain. Hal ini berarti menulis mengandung makna menyampaikan pikiran, perasaan, atau pertimbangan melalui tulisan. Alatnya adalah bahasa yang terdiri atas kata, frasa, klausa, kalimat, paragraf, dan wacana. Pikiran yang disampaikan kepada orang lain harus dinyatakan dengan kata yang mendukung makna secara tepat dan sesuai dengan apa yang ingin dinyatakan. Kata kata itu harus disusun secara teratur dalam klausa dan kalimat agar orang dapat

(22)

menangkap apa yang ingin disampaikan itu. Makin teratur bahasa yang digunakan, makin mudah orang menangkap pikiran yang disalurkan melalui bahasa itu.Oleh karena itu, keterampilan menulis di sekolah sangatlah penting.

Menulis pada hakikatnya adalah suatu proses berpikir yang teratur, sehingga apa yang ditulis mudah dipahami pembaca. Sebuah tulisan dikatakan baik apabila memiliki ciri ciri, antara lain bermakna, jelas, bulat dan utuh, ekonomis, dan memenuhi kaidah gramatika. Kemampuan menulis adalah kemampuan seseorang untuk menuangkan buah pikiran, ide, gagasan, dengan mempergunakan rangkaian bahasa tulis yang baik dan benar.

Dilihat dari sudut pandang di atas, kegunaan menulis menurut Fachrudin (1994:3) dapat dirinci sebagai berikut:

a. Menulis menolong kita menemukan kembali apa yang pernah kita ketahui.

menulis mengenai suatu topik merangsang pemikiran kita mengenai topik tersebut dan membantu kita membangkitkan pengetahuan pengalaman yang tersimpan dalam bawah sadar.

b. Menulis menghasilkan ide-ide baru. Tindakan menulis merangsang pikiran kita untuk menandakan hubungan, mencari pertalian, dan menarik persamaan (analogi) yang tidak pernah terjadi seandainya kita tidak memulai menulis.

(23)

c. Menulis membantu mengorganisasikan pikiran kita, dan menempatkannya dalam suatu bentuk yang berdiri sendiri. Ada kalanya kita dapat menjernihkan konsep yang kabur atau kurang jelas untuk diri kita sendiri, hanya karena kita menulis mengenai hal itu.

d. Menulis menjadikan pikiran seorang siap untuk di lihat dan di evaluasi kita dapat membuat jarak dengan ide kita sendiri dan melihatnya lebih obyektif pada waktu kita menuliskannya.

e. Menulis membantu kita menyerap dan menguasai informasi baru. kita akan memahami banyak materi lebih baik dan menyimpannya lebih lama jika kita menulis tentang hal itu.

f. Menulis membantu kita memecahkan masalah dengan jalan meperjelas unsur-unsurnya dan menempatkan dalam suatu konteks visual, sehingga ia dapat diuji. Para ahli ilmu jiwa budaya telah menemukan bahwa masyarakat yang buta huruf tertinggal jauh dibelakang dibandingkan dengan masyarakat yang melek huruf, terutama dalam hal yang menyangkut keterampilan kognitif.

1. Tujuan Menulis

Menulis merupakan suatu proses kreatif memindahkan gagasan ke dalam lambang-lambang tulisan. (Semi, 1996:15). Setiap orang hendak menulis tentu mempunyai niat atau maksud didalam hati atau pikiran apa yang hendak dicapainya dengan menulis itu. Niat atau maksud itulah yang dinamakan tujuan menulis.

(24)

Tujuan penulisan dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

a. Untuk menceritakan sesuatu.

Setiap orang mempunyai pengalaman hidup. Selain itu, orang juga mempunyai pemikiran, perasaan, imajinasi, dan intuisi.

b. Untuk memberikan petunjuk atau pengarahan

Tujuan menulis yang kedua adalah untuk memberikan petunjuk atau pengarahan.bila seorang mengajari orang lain bagaiman mengerjakan sesuatu dengan tahapan yang benar, berarti dia sedang memberi petunjuk atau pengarahan.

c. Untuk menjelaskan sesuatu

Apabila kamu hadapi atau membaca berbagai buku pelajaran sehari-hari, baik itu buku pelajaran bahasa Indonesia, matematika, PMP, biologi, maupun mata pelajaran agama, tentu kamu akan merasakan bahwa buku itu berisi berbagai penjelasan.

d. Untuk meyakinkan

Ada kalanya orang menulis untuk meyakinkan orang lain tentang pendapat atau pandangannya mengenai sesuatu. Mengapa seseorang perlu meyakinkan orang lain tentang pandangan atau buah pikirannya.

e. Untuk merangkum

Ada kalanya orang menulis semacam ini, umumnya dijumpai pada kalangan murid sekolah baik yang berada di sekolah dasar, menengah, maupun para mahasiswa yang berada diperguruan tinggi.

(25)

2. Bentuk-Bentuk Tulisan

Berdasarkan tujuannya tulisan dapat dibedakan beberapa jenis (Darwis ,dkk .2011: 70):

a. Tulisan ilimiah adalah bentuk tulisan yang berisi uraian tentang ilmu pengetahuan. sifatnya baku dan mengandung makna pasti.

karanganilimiah selalu masuk akal (logis) dan menghindari pengaruh (pengungkapan) emosional.

b. Tulisan nonilimiah adalah bentuk tulisan yang tidak baku dan mungkin berupa campuran antara fiktif (khayalan) dan cerita biasa.

c. Tulisan narasi adalah bentuk tulisan yang berupa paparan (cerita) dan bersifat fiktif (khayalan). Dalam tulisan narasi biasanya terdapat cerita yang berkesinambungan. Disajikan dalam gambaran yang jelas.

d. Eksposisi adalah tulisan berbentuk paparan tetapi dilengkapi dengan data- data kesakasian seperti gambar, grafik, foto-foto dengan tujuan memperjelas informasi kepada pembaca tentang suatu masalah.

e. Argumentasi adalah bentuk tulisan yang sarat dengan gagasan yang bersifat pendapat dari penulis. Pembaca diharapkan mau menerima pendapat yang diungkapkan dalam bacaan tersebut. argumentasi adalah tulisan yang bersifat mempengaruhi pembaca agar menerima/setuju dengan pendapat penulis yang disajikan. untuk memperkuat gagasan atau pendapat maka biasanya tulisan argumentasi disertai data-data dan alasan-alasan yang logis.

(26)

f. Persuasif adalah jenis tulisan yang disampaikan dengan cara tertentu secara ringkas, menarik dan berusaha mempengaruhi pembaca, biasanya pembaca akan terhanyut dalam tulisan jenis yang lain.

B. Kalimat

Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki subjek (S) dan predikat (P). Kalau tidak memiliki unsur subjek dan unsur predikat, pernyataan itu bukanlah kalimat. Dengan kata yang seperti itu hanya dapat disebut sebagai frasa. Inilah yang membedakan kalimat dengan frasa.

Kalimat disebut juga gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan pola intonasi akhir. Kalimat dalam bentuk lisan biasanya diucapkan dengan suara naik turun dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Dalam bentuk tulisan, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.), tanda tanya (?), atau tanda seru (!). Selain itu, didalamnya dapat disertakan tanda baca seperti koma (,), titik dua (:), pisah (-), dan spasi. Tanda titik, tanda tanya, dan tanda seru pada wujud tulis sepadan dengan intonasi akhir pada wujud lisan (Yamin, 2009:166).

Menurut Skinner dalam Zainurrahman ( 2011:111), kalimat adalah satu set dari respon-respon terhadap objek ( kata benda, keta kerja, kata sifat, dan kata keterangan) dalam sebuah kerangka. Melalui defenisi ini kita dapat

(27)

memahami bahwa kalimat adalah sekumpulan respon terhadap objek dalam bentuk kata yang terangkai dalam sebuah struktur.

Menurut Zainurrahman (2011), sebuah kalimat disebut gramatikal jika kalimat tersebut memenuhi persyaratan-persyaratan struktural sehingga kalimat tersebut bisa memiliki sebuah ide utuh, bukan hanya sekedar selaras dengan makna yang ingin disampaikan.

Kalimat merupakan satuan yang terkecil; dalam analisis gramatikal, satuan yang terbesar, disamping yang lebih kecil: frasa dan klausa (Alek dan Achmad, 2011:244). Kalimat adalah ucapan bahasa yang mempunyai arti penuh dan batasan keseluruhanya ditentukan oleh turunnya suara” (Alwi, 1999:11). Senada juga disampaikan Foker (1983) kalimat ialah ucapan bahasa yang mempunyai arti penuh dan batas keseluruanya ditentukan oleh turunya suara.

Putrayasa (2012) kalimat merupakan hubungan dua kata atau lebih yang paling renggang. Karena renggangya hubungan kata yang membangun suatu kalimat bisa dibalik susunanya tanpa membawa perubahan arti.

Kalimat dapat dijelaskan sebagai satuan kata terkecil yang mengandung pengertian lengkap, batasan tersebut dapat dibedakan atas dua bagian besar, yaitu:

1. Dari segi bentuk atau struktur

Kalimat ialah satuan kata terkecil. Maksutnya kalimat dapat dibangun minimal duah buah kata.

(28)

2. Dari segi makna ,Kalimat harus mengandung pengertian lengkap. Satu satuan kata terkecil yang mengandung pengertian yang lengkap apabila didalamya sudah sudah terdapat subjek (s) dan predikat (p)

Selanjutnya, menurut Ramlan (1986: 27) kalimat adalah suatu gramatik yang dibatasi oleh adanya jeda panjang yang disertai nada turun atau naik.

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa kalimat merupakan satuan terkecil yang mempunyai arti penuh dan batasan keseluruhannya ditentukan oleh turunnya suara yang dibatasi oleh adanya jeda panjang yang disertai nada turun atau naik.

1. Unsur-Unsur Kalimat

Keefektifan suatu kalimat ditentukan pula oleh unsur kalimat yang dikembangkan serta kejelasan setiap unsur kalimat. Unsur- unsur kalimat yang dimaksudkan adalah sebagaimana dikemukakan oleh Razak (1992:37) seperti dibawah ini:

a. Subjek

Subjek adalah unsur yang diperkatakan dalam sebuah kalimat. Lebih lanjut, bagian subjek kehadiranya ada yang berupa kata ada pula yang berupa kelompok kata (frasa).

Contoh subjek berupa kata:

Anto membaca buku S P O

(29)

Contoh subjek berupa frasa:

Seekor serigala tiba-tiba muncul dihadapanku.

S P Pel b. Predikat

Predikat adalah bagian kalimat yang berfungsi memberitahukan apa, mengapa, atau bagaimana subjek itu. Seperti halnya juga subjek, kehadiran predikat ada ynag berupa kata, ada juga yang berupa frasa.

Contoh predikat yang berupa kata:

Budi mengangkat sebuah batu besar dengan tangannya.

S P O Pel Contoh predikat yang berupa frasa:

Siswa-siwa itu mencoba memehami penjelasan pak guru S P O

c. Objek

Kalau bagian subjek dan predikat kebanyakan muncul secara eksplisit dalam kalimat, bagian objek tidakalah demikian halnya.tergantung pada jenis predikat kalimat.

Contoh objek yang berupa kata:

Saya sedang menimba ilmu di Sekolah ini S P O K

(30)

Contoh objek berupa frasa:

Kami ditugasi membaca majalah sastra.

S P O d. Pelengkap

Pelengkap pada dasranya mirip dngan objek, yaitu sama-sama terletak dibagian belakang predikat dan berkelas kata nomina. Perbedaanya objek dapat beruabah menjadi subjek sehinnga predikatnya berawalan pelengkap tidak dapat menjadi subjek.

Contoh:

Lewis memukul Tyson = objek.

S P O

Hal itu merupakan masalah besar= pelengkap S P Pel

2. Kalimat Efektif

Kalimat efektif dapat diartikan sebagai kalimat yang dapat mengkomunikasikan pikiran, perasaan penulis atau pembicara atau pendengar tidak akan menghadapi keraguan atau salah komunikasi. Banyak pengertian tentang kalimat efektif yang dikemukakan oleh para ahli bahasa diantaranya:

Wijono (2007:160) mengungkapkan kalimat efektif adalah kalimat yang singkat, padat, jelas, lengkap, dan dapat menyampaikan informasi secara tepat. Hal senada juga diungkapkan Wiyanto (2004:49) kalimat efektif

(31)

adalah kalimat yang dapat menyampaikan pesan atau informasi secara singkat, lengkap, dan mudah diterimah oleh pendengar.

Razak (1986) menyebutkan kalimat dikatakan efektif bila mampu membuat proses penyampaian dan penerimaan itu berlangsung dengan sempurna. Kalimat yang efektif mampu membuat isi atau maksut yang disampaikan tergambar lengkap dalam pikiran penerima atau pembaca persis seperti apa yang disampaikan. Pengertian lain diungkapkan Zainal Arifin dan Tasai ( 2006:99) mengatakan bahwa kalimat efektif adalah kalimatyang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan pada pikiran pembaca atau pendengar seperti apa yang ada dalam pikiran penulis.

Mulyono (2012), Kalimat efektif ialah jenis kalimat yang menyatakan informasi secara tajam dengan bentuk pengungkapan yang menarik. Secara tajam artinya informasi itu tersampaikan tidak hanya dengan jelas, melainkan lebih dari itu. kalimat efektif juga mengandung unsur keindahan.

Hakim (2010) berpendapat bahwa kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan, pikiran, dan perasaan dengan dapat ditinjau dari segi struktur, diksi, dan logikanya. Dari definisi ini Hakim melihat kalimat efektif itu ditinjau dari segi struktur, diksi, dan logikanya.

Selanjutnya menurut Keraf (1994:36) dalam bukunya menyatakan pengertian kalimat efektif ialah:

1. Kalimat yang secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan penulis atau pembicara.

(32)

2. Sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran pembaca sepeti yang dipikirkan oleh pembaca

Berdasarkan pengertian kalimat efektif yang dipaparkan para pakar diatas dapat disimpulkan bahwa kalimat efektif adalah kalimat yang mempunyai potensi untuk menyampaikan pesan, ide, gagasan atau informasi secarah utuh, jelas dan tepat, sehingga pembaca dapat memahami maksut yang diungkapkan oleh penulis.

3. Ciri-Ciri Kalimat Efektif

Zaenal Arifin dan Junaiya (2009:74) mengemukakan bahwa kalimat efektif tidak sekedar menghadirkan subjek, predikat, objek, dan keterangan tetapi menghendaki tataran yang lebih tinggi dan lebih luas daripada itu, yaitu kesepadanan struktur, kepararelan bentuk, ketegasan makna, kehematan kata, kecermatan pernalaran, kepaduan gagasan, dan kelogisan bahasa Ciri-ciri kalimat efektif:

a. Kesepadanan Struktur

Yang dimaksut dengan kesepadanan struktur ialah kesepadanan antara pikiran (gagasan) dan sruktur bahasa yang digunakan. Kesepadanan pikiran diperlihatkan oleh keutuhan gagasan atau ide.Kesepadanan struktur diperlihatkan oleh hadirnya subjek dan predikat, tidak hadirnya subjek ganda, tidak hadirnya kata penghubung intrakalimat pada kalimat tunggal, dan tidak hadirnya yang didepan predikat.

(33)

a) Hadirnya subjek dan predikat

Telah dijelaskan pada bagian terdahulu bahwa sebuah kalimat harus memilki subjek dan predikat yang jelas. Tidak jelasnya subjek dan predikat akan mengakibatkan tidak jelas gagasan yang disampaikan.

Tidak jelasnya subjek karena adanya kata depan (di, ke, dari, daripada, kepada, untuk, dengan, bagi, oleh, tentang, sebagai, dan menurut )

Misalnya:

Bagi mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah pada ahkir bulan September. (salah)

Seharusnya:

Mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah pada akhir bulan September. ( benar)

Subjek kalimat itu adalah mahasiswa perguruan tinggi ini. Namun hadirnya kata depan bagi didepan subjek menyebabkan bagi mahasiswa perguruan tinggi ini berfungsi sebagai keterangan kalimat. Akibatnya tuturan itu menjadi kalimat yang salah karena tanpa subjek.

b) Tidak hadirnya subjek ganda

Kalimat efektif hendaknya memiliki subjek tunggal pada kalimat tunggal. Setiap klausa membutuhkan satu dan hanya satu subjek. Jika terdapat subjek ganda tentu kalimat itu menjadi kalimat ynag tidak efektif.Oleh karena itu untuk memperjelas subjek tambah kata dalam didepan subjek.

(34)

Misalnya:

Pemeriksaan soal-soal itu kami di bantu oleh para mahasiswa (salah).

Subjek kalimat diatas adalah pemeriksaan soal-soal itu dan kami. Subjek ganda itu menjadi sesuatu yang tidak logis.

Kalimat di atas dapat diperbaiki sebagai berikut:

Dalam pemeriksaan soal-soal itu kami dibantu oleh para mahasiswa.(benar).

c) Tidak hadirnya kata penghubung intrakalimat pada kalimat tunggal

Kata penghubung intra kalimat yang dimaksut adalah sedangkan dan sehingga.Kata penghubung itu tidak boleh hadir didalam kalimat tunggal karena kata penghubung itu hanya digunakan pada kalimat majemuk.

Misalnya:

(1) Kami datang agak terlambat. Sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama (salah)

(2) Kamar mandi dibangun disebelah timur. Sedangkan kamar rias dibangun disebelah barat (salah)

Perbaikan kalimat di atas dapat dilakukan dengan dua cara, pertama, kalimat itu diubah menjadi kalimat majemuk. Kedua, kata penghubung sehingga dan sedangkan diganti dengan ungkapan penghubung antarkalimat. Lihat hasil diperbaikan berikut ini:

(1) a. Kami datang agak terlambat sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama.

(35)

b. Kami datang agak terlambat oleh sebab itu kami tidak dapat mengikuti acara pertama.

(2) a. Kamar mandi dibangun disebelah timur sedangkan kamar rias dibangun disebelah barat.

b. Kamar mandi dibangun disebelah timur Sebaliknya, kamar rias dibangun disebelah barat.

d) Tidak hadirnya kata yang di depan predikat

Hadirnya kata yang didepan predikat mengakibatkan kalimat akan kehilangan predikat. Misalnya:

(1) Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa melayu. (salah) (2) Sekolah kami yang terletak dekat pasar minggu.(salah )

Kalimat diatas dapat diperbaiki sebagai berikut:

(1) Bahasa Indonesia berasal dari bahasa melayu. (benar) (2) Sekolah kami terletak dekat pasar minggu. (benar) 1. Kepararelan Bentuk

Kapararelan bentuk adalah kesejajaran atau kesamaaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu. Artinya kalau bentuk pertama menggunakan nomina, bentuk kedua, dan seterusnya harus menggunakan nomina. Kalau bentuk pertama menggunakan verba, bentuk kedua, dan bentuk seterusnya harus menggunakan verba. Misalnya:

a) Kebobrokan perusahan itu tersembunyi dengan rapi dan penutupanya dengan sangat cermat. (salah)

(36)

b) Ketika memasuki ruang kerjanya, ia segera mamasang lampu, dan pengaktifan jalur internet. (salah)

Kalimat di atas dapat diperbaiki sebagai berikut:

a) Kebobrokan perusahan itu tersembunyi dengan rapi dan tertutup dengan sangat cermat. (benar)

b) Ketika memasuki ruang kerjanya, ia segera mamasang lampu, dan mengaktifan jalur internet. (benar)

2. Ketegasan Makna

Ketegasan makna ditentukan oleh beberapa unsur. Dalam bahasa Indonesia bagian yang ditegaskan sering diletakan dipangkal kalimat.

Tujuanya dalah agar pembaca dapat dengan mudah mengetahui informasi yang ditegaskan yang hendak disampaikan lewat kalimat itu.

Contoh:

Harapan Presiden ialah agar kita semua membangun bangsa dan Negara ini dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.

Unsur yang ditegaskan dalam kalimat itu adalah harapan Presiden 3. Kehematan Kata

Kehematan kata adalah hemat dalam menggunakan kata, frase, atau bentuk lain yang tidak menggunakan apapun yang dianggap yidak perlu.

Hemat menggunakan kata diartikan hemat menggunakan kata yang tidak menyalahi kaidah tata bahasa.

(37)

a) Penghilangan subjek yang sama pada anak kalimat.

Penghilangan subjek anak kalimat (telah dibicarakan pada bagian terdahulu), seperti kalimat berikut ini.

Karena dia tidak diundang, dia tidak datang kepesta perpisahan itu. (salah) Perbaikan kalimat itu sebagai berikut:

Karena tidak diundang, dia tidak datang kepesta perpisahan itu. (benar) b) Penghindaran pemakaian superordinat pada hiponimi

Penghematan itu dilakukan, seperti cukup menggunakan kata merah muda karena sudah mencakupi kata warna merah muda

Contoh:

Ia memakai baju merah muda

Kalimat itu tidak perlu lengkap seperti berikut Ia memakai baju warna merah muda

c) Penghindaran pemakaian sinonim pada satu kalimat

Penghematan dengan cara ini, misalnya, dilakukan pada kata naik dan ke atas atau pada kata turun dan ke bawa, seperti pada kalimat berikut.

(1) Anda dipersilakan naik untuk beristirahat

(2) Hati-hati ketika anda turun lewat tangga yang licin itu

Kata kata didalam kalimat itu terasa mubazir jika dilengkapi menjadi (1) Anda dipersilakan naik Ke atas untuk beristirahat

(2) Hati-hati ketika Anda turun Ke bawah lewat tangga yang licin itu

(38)

4. Kecermatan Pernalaran

Kecermatan adalah bahwa kalimat yang tidak menimbulkan tafsiran ganda dan tepat dalam pilihan kata.

Contoh:

Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal menerima hadiah.

Seharusnya:

Mahasiswa yang terkenal di perguruan tinggi itu menerima hadiah.

5. Kepaduan Gagasan

Kepaduan adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat sehingga inormasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah. Kepaduan adalah adanya hubungan yang terpadu (koheren) antar unsur kalimat. Satu unsur dengan unsur lain tidak boleh diselingi sebuah kata yang tidak penting dan letak kata dalam kalimat tidak boleh dipertukarkan.

Sebuah kalimat dikatakan padu biasa ditempuh dengan jalan:

a) Hindari kalimat yang panjang dan bertele-tele.

b) Kalimat yang padu menggunakan pola aspek+agen+verba secara tertib.

c) Kalimat yang padu tidak perlu menyisipkan sebuah kata seperti “daripada”

atau “tentang” antara predikat kata kerja dan obyek penderita.

Contoh:

Pembangunan desa daripada kita bertujuan untuk memakmurkan rakyat daripada desa, bukan segelintir orang tersebut.(salah).

(39)

Seharusnya:

Pembangunan desa kita bertujuan untuk kemakmuran rakyat desa, bukan segelintir orang.(benar)

6. Kelogisan Bahasa.

Ide kalimat itu dapat di terima oleh akal dan penulisnya sesuai dengan ejaan yang berlaku. Kemampuan sebuah kalimat untuk menyatakan sesuatu dengan logika. Sebuah kalimat memiliki kelogisan jika masuk akal.

Contoh:

Waktu dan tempat kami persilahkan.(salah) Seharusnya:

Bapak Menteri kami silakan.(benar) C. Kerangka Pikir

Keterampilan yang diajarkan di SMP terdiri atas empat aspek dan salah satu keterampilan tersebut adalah menulis. Agar dapat meningkatkan kemampuan menulis sisiwa tentu perlunya bimbingan dan latihan rutin terlebih khususnya kemampuan menulis kalimat efektif. Karena dengan menguasai teori menulis, bentuk-bentuk tulisan, tujuan menulis, unsure-unsur kalimat, pengertian kalimat, kalimat efektif, dan ciri-ciri kalimat efektif dapat mempermudah siswa dalam menulis kalimat efektif.

Melihat betapa pentingnya kalimat efektif dan pilihan kata yang tepat bagi seorang penulis dalam membuat sebuah tulisan maka di sekolah- sekolah siswa harus menguasai kalimat efektif dan pilihan kata. Karena

(40)

Membaca

dengan kalimat efektif dan pilihan kata yang tepat dapat membantu pula dalam menempuh studi yang sedang dijalaninya. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam proses belajar mengajar sebuah informasi akan lebih mudah diterima orang lain apabila diungkapkan dalam bentuk kalimat dengan menggunakan kata-kata yang tepat. Untuk lebih jelasnya perhatikan bagan dibawa ini

Bagan Kerangka Pikir KTSP

Keterampilan Berbahasa

Menulis Berbicara

Menyimak

kalimat

Kalimat Efektif

Analisis

Temuan

Mampu Tidak Mampu

(41)

BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Lokasi Penelitian

1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode ini disebut metode deskriptif kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka.

Metode deskriptif adalah prosedur pemecahan masalah dengan menampakkan keadaan objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang ada.

2. Lokasi Penelitian

Penelitan ini dilaksanakan pada siswa SMP Negeri 35 Makassar.

Objek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 35 Makassar.

SMP Negeri 35 Makassar merupakan salah satu sekolah unggulan, yang terletak di Jalan Telegraf Utama No.1 Komp Telkomas Makassar.

B. Variabel Penelitian

Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah variabel tunggal, yaitu kemampuan menulis kalimat efektif siswa kelas VIII SMP Negeri 35 Makassar.

28

(42)

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 35 Makassar yang berjumlah 294 siswa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 3.1 berikut ini:

Tabel 3.1

Jumlah Siswa Kelas VIII SMP Negeri 35 Makassar.

No Kelas Jenis Kelamin Jumlah

Laki-laki perempuan

1 VIII-1 13 20 33

2 VIII-2 14 19 33

3 VIII-3 13 19 32

4 VIII-4 15 17 32

5 VIII-5 11 21 32

6 VIII-6 15 18 33

7 VIII-7 17 16 33

8 VIII-8 12 21 33

9 VIII-9 13 20 33

Jumlah 123 171 294

Sumber: Pegawai tata usaha SMP Negeri 35 Makassar tahun Ajaran 2016/2017

2. Sampel

Teknik pengambilan sampel yang dilakukan dalam penelitian ini adalah teknik random sampling (acak). Banyaknya sampel dalam penelitian ini yaitu 10% dari jumlah siswa kelas VIII SMP Negeri 35 Makassar.

(43)

Penentuan proporsi sampel dalam penelitian ini berpedoman pada pendapat yang dikemukakan oleh Arikunto (2010) bahwa apabila subjek penelitian kurang dari 100 orang, lebih baik diambil semuanya, sehingga penelitian merupakan penelitian populasi. Jika subjek besar diambil antara 10%-15%

atau antara 20%-25%. Berdasarkan pendapat di atas, maka penulis menetapkan untuk mengambil sampel penelitian dengan menggunakan teknik random sampling (acak). Untuk lebih jelasnya dapat diperhatikan tabel

Tabel 3.2

Keadaan Sampel Penelitian

No kelas Jenis Kelamin Jumlah

Laki-Laki Perempuan

1 VIII-1 2 2 4

2 VIII-2 3 1 4

3 VIII-3 2 2 4

4 VIII-4 1 2 3

5 VIII-5 2 1 3

6 VIII-6 2 1 3

7 VIII-7 1 2 3

8 VIII-8 2 1 3

9 VIII-9 1 1 2

Jumlah 16 13 29

Tabel 3.2 di atas memperlihatkan bahwa jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 29 siswa sudah dianggap dapat mewakili populasi.

(44)

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah tes tulis.Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan tes tulis yaitu kemmampuan menulis kalimat efektif siswa kelas VIII SMP Negeri 35 Makassar. Tes yang dimaksut berupa tes tulis yaitu menulis karangan dalam sebuah paragraf.

Tes yang diberikan kepada siswa dikerjakan dalam waktu 2 X 45 menit. Waktu yang dipergunakan tersebut disesuaikan dengan jam pelajaran bahasa Indonesia di Sekolah.

E. Teknik Analisis Data

Skala penilaian yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0-100.

Jadi, pemberian nilai minimal yang harus dicapai siswa dalam menulis kalimat efektif adalah 75 keatas dengan nilai klasikal 85% dari keseluruhan sampel. Untuk mengelola skor mentah menjadi skor digunakan rumus sebagai berikut:

Skor yang diperoleh siswa

Skor = x 100

Jumlah sampel (Kusmiati, 2007:27)

(45)

Tabel 3.3

Kategori Penilaian Tes Kemampuan Menulis Kalimat Efektif

No Kategori Interval Skor

1 2

Sangat Baik Baik

85- 100

75- 84 Mampu

3 4 5

Cukup Kurang

Sangat Kurang

65- 74 51- 64 0- 50

Tidak Mampu

Kunandar (2011:234)

tabel 3.4

Kriteria Kemampuan Menulis Kalimat Efektif

No Kriteria Penilaian Bobot

1 Kesepadanan struktur 15

2 Kepararelan bentuk 15

3 Ketegasan makna 15

4 Kehematan kata 15

5 Kecermatan penalaran 15

6 Kepaduan gagasan 15

7 Kelogisan bahasa 10

Jumlah 100

(46)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Hasil Penelitian

Pada bagian ini dibahas secara rinci hasil penelitian tentang kemampuan menulis kalimat efektif siswa kelas VIII SMP Negeri 35 Makassar. Untuk memudahkan dan mamahami hasil yang diperoleh dalam penelitian yang dilaksanakan di SMP Negeri 35 Makassar, penulis kembali memaparkan masalah penelitian yakni: bagaimana kemampuan menulis kalimat efektif siswa kelas VIII SMP Negeri 35 Makassar?

Hasil penelitian disajikan dalam bentuk kuantitatif yakni gambaran tentang kemampuan menulis kalimat efektif pada siswa kelas VIII SMP Negeri 35 Makassar yang dinyatakan dengan angka.

Berikut ini tes soal esai yang diberikan oleh peneliti untuk mengetahui tes kemampuan menulis kalimat efektif. Yaitu tulislah karangan dalam sebuah paragraf.

Sesuai dengan judul penelitian ini, teknik yang digunakan dalam mengolah dan menganalisis data adalah teknik statistik ragam persentase.

Adapun data yang diperoleh di lapangan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

33

(47)

Tabel 4.1

Skor Kemampuan Menulis Kalimat Efektif Siswa Kelas VIII SMP Negeri 35 Makassar

NO NAMA SISWA NILAI

1 Ari Afendi 75

2 Alfito Aldo 70

3 A. Silvi Silviana 80

4 Brigita Leja L 70

5 Andi Ananda Widrasista 80

6 Ewin 70

7 Ejoti Marsendra 70

8 Witriah Widyan Sari 75

9 Makdalena Widra Julianti 85

10 Rafly 70

11 Zaskia Dwi Hanifa 75

12 Syahiatul Ami 80

13 Muliati 80

14 Siti Nur Fatima 65

15 Risky Amalia Putri 65

16 Nurul Hadhija. R 75

17 Siti Khadyah 65

18 Nurfhia 70

19 Ruth Natasya 85

20 Harlina Putri A 70

21 Sufia Sri Muliawaty 65

22 Stevani Tandi Kamban 70

23 Fitri 70

24 Dhini Firdhasari 70

25 Muh. Fadhillah A S 70

26 Reza Abrian 80

27 Narotama 70

28 A. Khairum Nisa 85

29 Ainur Mutmainnah 75

Jumlah 2130

Rata-rata 73,44

(48)

Data pada tabel 4.1 diatas memperlihatkan bahwa dari keseluruhan data tersebut yang memperoleh skor 85 sebagai skor tertinggi yaitu dengan nama Ruth Natasya, Makdalena Widra Julianti, A. Khairum Nisa. Skor 80 dengan nama A Silvi Silviana, Andi Ananda Widrasista, Syahiatul Ami, Reza Abrian, Muliati. Skor 75 dengan nama Ari Afendi, Witriah Widyan Sari, Zaskia DwiHanifa, Nurul Hadhija. R, Ainur Mutmainnah. Skor 70 dengan nama Brigita Leja L, Stevani Tandi Kamban, Alfito Aldo, Ewin, Ejoti Marsendra, Rafly, Nurfhia, Harlina Putri A, Fitri, Dhini Firdhasari, Muh. Fadhillah A S, Narotama. Dan skor 65 dengan nama Risky Amalia Putri, Siti Nur Fatima, SitiKhadyah, Sufia Sri Muliawaty. Maka dapat diketahui distribusi kemampuan menulis kalimat efektif siswa kelas VIII SMP Negeri 35 Makassar. Distribusi frekuensi itu terlihat pada tabel 4.2 berikut.

Tabel 4.2

Distribusi Frekuensi Skor Kemampuan Menulis Kalimat Efektif Siswa Kelas VIII SMP Negeri 35 Makassar.

No Nilai Frekuensi Presentase %

1 85 3 10%

2 80 5 17%

3 75 5 17%

4 70 12 42%

5 65 4 14%

Jumlah 29 100%

(49)

Tabel 4.2 Di atas menentukan bahwa siswa kelas VIII SMP Negeri 35 Makassar memperoleh skor 85 sebagai skor tertinggi dengan jumlah 3 orang, skor 80 dengan jumlah 5 orang, skor 75 dengan jumlah 5 orang, skor 70 dengan jumlah 12 orang, dan skor 65 dengan jumlah 4 orang.

Setelah mengetahui distribusi frekuensi skor kempuan menulis kalimat efektif siswa kelas VIII SMP Negeri 35 Makassar dapat diketahui nilai keseluruhan dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 4.3

Kategori Tingkat Kemampuan Menulis Kalimat Efektif Siswa Kelas VIII SMP Negeri 35 Makassar

No Kategori Interval Frekuensi Persentase %

1 Sangat baik 85-100 3 10,3%

2 Baik 75-84 10 34,5%

3 Cukup 65-74 16 55,2%

4 Kurang 51-64 -

5 Sangat kurang 0-50 -

Jumlah 29 100%

Tabel 4.3 Diatas menunjukkan bahwa kemampuan menulis kalimat efektif siswa kelas VIII SMP Negeri 35 Makassar dapat dikatakan cukup.Hal ini terlihat dari rata-rata nilai klasikal yang mencapai 75 dan termasuk kategori baik, rincian data tersebut dijelaskan sebagai berikut.Dari jumlah keseluruhan siswa 29 siswa. 3 diantaranya sebesar 10,3% termasuk kategori sangat baik dengan nilai antara 85-100, kategori baik dengan nilai antara 75-

(50)

84 dicapai oleh 10 siswa sebesar 34,5%, kategori cukup dengan nilai 65-74 dicapai oleh 16 siswa sebesar 55,2%.

Secara umum, hasil tes kemampuan menulis kalimat efektif pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut ini:

Tabel 4.4

Hasil Tes Kemampuan Menulis Kalimat Efektif Siswa Kelas VIIISMP Negeri 35 Makassar

No Interval nilai Kategori Frekuensi Persentase%

1 Nilai 75 keatas Baik 13 45%

2 Nilai 74 kebawa cukup 16 55%

Jumlah 29 100%

Berdasarkan hasil hasil analisis data yaitu skor nilai minimal yang harus dicapai siswa, dari 34 siswa dan yang memproleh skor 75 ke atas tergolong status baik ada 13 (45%) responden dan yang memproleh skor 74 ke bawah tergolong status cukup ada 16 (55%) responden.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis kalimat efektif siswa kelas VIII SMP Negeri 35 Makassar hasilnya cukup 55%

siswa yang tidak mencapai nilai 75 ke atas.

(51)

B. Pembahasan

Untuk mengetahui Kemampuan Menulis Kalimat Efektif Siswa Kelas VIII SMP Negeri 35 Makassar maka digunakan teknik test menulis kalimat efektif dengan kriteria penilaian dalam penelitian ini meliputi (1) kesepadanan struktur, (2) kepararelan bentuk, (3) ketegasan makna, (4) kehematan kata, (5) kecermatan penalaran, (6) kepaduan gagasan, (7) kelogisan bahasa.

Analisis data dalam penelitian ini melalui beberapa tahapan yaitu seleksi data dan analisis data. pada analisis data, langka pertama yang dilakukan adalah seleksi data. Kegiatan yang dilakukan oleh peneliti adalah menyeleksi data dan diiringi data yang diinginkan. Data yang tidak diinginkan akan diabaikan.

Berikut ini ditampilkan hasil kerja siswa menulis kalimat efektif siswa kelas VIII SMP Negeri 35 Makassar.

1. Nama: Ruth Natasya

Perpustakaan sekolah

Perpustakaan sekolah adalah tempat menyimpan buku-buku pelajaran di Sekolah. semua siswa dapat membaca buku di perpustakaan sekolah. Setiap hari banyak siswa yang membaca buku dan meminjam buku di perpustakaan sekolah. Perpustakaan sekolah dilengkapi dengan meja dan bangku seagai tempat duduk siswa –siswa yang membaca buku.

Dalam menganalisis hasil kerja siswa diatas yang dilakukan oleh peneliti adalah menyeleksi data yang diiringi oleh pegutipan data yang diinginkan ,menganalisis data, dan penilaian. Data yang dianalisis meliputi (1)

(52)

kesepadanan struktur, (2) kepararelan bentuk, (3) ketegasan makna, (4) kehematan kata, (5) kecermatan penalaran, (6) kepaduan gagasan, (7) kelogisan bahasa

a. Kesepadanan struktur

Kesepadanan struktur diperlihatkan oleh hadirnya subjek dan predikat, tidak hadirnya sujek ganda, tidak hadirnya kata penghuung intrakalimat pada kalimat tunggal, dan tidak hadirnya yang didepan predikat.

1) Seleksi data

Semua siswa dapat membaca buku di Perpustakaan sekolah.

S P O K 2) Analisis data

Kalimat diatas memiliki subjek (semua siswa) dan predikat (dapat membaca) yang jelas, tidak terdapat subjek ganda, tidak hadirnya yang didepan predikat. Oleh karena itu kalimat di atas tergolong efektif.

3) Penilaian

Peneliti memberi skor 15 b. Kepararelan bentuk

Kepararelan bentuk diperlihatkan oleh kesejajaran atau kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu. Artinya kalau bentuk pertama menggunakan nomina bentuk kedua dan seterusnya menggunakan nomina dan kalau bentuk pertama menggunakan verba bentuk kedua dan seterusnya menggunakan verba.

(53)

1) Seleksi data

Setiap hari banyak siswa yang membaca buku dan meminjam buku diperpustakaan sekolah

2) Analisis data

Kalimat diatas memiliki kesejajaran bentuk, karena bentuk pertama menggunakan verba (membaca) dan bentuk kedua menggunakan verba (meminjam). Kalimat di atas tergolong efektif

3) Penilaian

Peneliti memberi skor 15 c. Ketegasan makna

Suatu perlakuan penonjolan pada ide pokok kalimat dan bagian yang ditegaskan sering diletakan dipangkal kalimat.

1) Seleksi data

Semua siswa dapat membaca buku di perpustakaan sekolah.

2) Analis data

Kalimat di atas tidak memiliki ketegasan makna karena tidak hadirnya kata yang mempertegaskan informasi. Agar kalimat di atas memiliki ketegasan makna, kalimat di atas diperaiki seagai berikut;

Semua siswa diperbolehkan membaca buku di perpustakaan sekolah 3) Penilaian

Peneliti memberi skor 5

(54)

d. Kehematan kata

Penghematan yang dimaksutkan adalah tidak menggunakan subjek yang sama pada anak kalimat, penghindaran pemakaian supordinat pada hiponimi, dan penghindaran pemakaian sinonim pada suatu kalimat.

1) Seleksi data

Semua siswa dapat membaca buku di perpustakaan sekolah 2) Analisis data

Kalimat diatas merupakan kalimat efektif karena tidak mengunakan subjek yang sama pada anak kalimat, tidak ada pemakaian supordinat pada hiponimi, dan tidak ada pemakaian sinonim pada suatu kalimat.

3) Penilaian

Peneliti memberi skor 15 e. Kecermatan penalaran

Kalimat yang tidak menimbulkan tafsiran ganda 1) Seleksi data

Semua siswa dapat membaca buku di perpustakaan sekolah 2) Analisis data

Kalimat diatas tergolong efektif, karena tidak menimbulkan tafsiran ganda.

3) Penilaian

Peneliti memberi skor 15

(55)

f. Kepaduan gagasan

Kalimat yang tidak bertele-tele, adanya hubungan yang terpadu (koheren) antar unsur kalimat.

1) Seleksi data

Perpustakaan adalah tempat menyimpan buku-buku pelajaran di sekolah 2) Analisis data

Kalimat di atas memperlihatkan kepaduan karena tidak ertele-tele, dan kalimat di atas memiliki kepaduan antar unsur kalimat.

3) Penilaian

Peneliti memberi skor 10 g. Kelogisan bahasa

Kalimat yang dapat diterima oleh akal atau bertentangan dengan akal 1) Seleksi data

Semua siswa dapat membaca buku di perpustakaan sekolah 2) Analisis data

Kalimat diatas efektif karena penulisanya sesuai dengan ejaan yang berlaku dan masuk akal`

3) Penilain

Peneliti memberi skor 10

(56)

2. Brigita Leja. L

Linngkungan sekolah

Smp negeri 35 makassar mempunyai lingkungan yang bersih dan sejuk. Lingkungan Smp Negeri 35 Makassar penuh dengan bunga dan pepohonan. Di taman bunga terdapat banyak macam bunga, ada bunga mawar berwarna merah, bunga anggrek berwarna ungu, dan lain-lain.

Pohonyapun beraneka ragam yaitu pohon nanggka, pohon mangga, pohon jeruk, dan lain-lain. Semua siswa wajib memungut sampah dan siram tanaman sebelum masuk kelas agar lingkungan serkolah tetap bersih dan sejuk.

Dalam menganalisis hasil kerja siswa di atas yang dilakukan oleh peneliti adalah menyeleksi data yang diiringi oleh pegutipan data yang diinginkan dan menganalisis data. Data yang dianalisis meliputi (1) kesepadanan struktur, (2) kepararelan bentuk, (3) ketegasan makna, (4) kehematan kata, (5) kecermatan penalaran, (6) kepaduan gagasan, (7) kelogisan bahasa

a. Kesepadanan struktur

Kesepadanan struktur diperlihatkan oleh hadirnya subjek dan predikat, tidak hadirnya subjek ganda, tidak hadirnya kata penghuung intrakalimat pada kalimat tunggal, dan tidak hadirnya yang didepan predikat.

1) Seleksi data

Semua siswa wajib memungut sampah S P O

(57)

2) Analisis data

Kalimat di atas memiliki subjek (semua siswa) dan predikat (wajib memungut) yang jelas, tidak terdapat subjek ganda, tidak hadirnya yang didepan predikat. Oleh karena itu kalimat di atas tergolong efektif.

3) Penilaian

Peneliti memberi skor 15 b. Kepararelan bentuk

Kepararelan bentuk diperlihatkan oleh kesejajaran atau kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu. Artinya kalau bentuk pertama menggunakan nomina bentuk kedua dan seterusnya menggunakan nomina dan kalau bentuk pertama menggunakan verba bentuk kedua dan seterusnya menggunakan verba.

1) Seleksi data

Semua siswa wajib memungut sampah dan siram tanaman sebelum masuk kelas agar lingkungan sekolah tetap bersih dan sejuk.

2) Analisis data

Kalimat di atas tidak memperlihatkan kesejajaran bentuk, karena bentuk pertama menggunakan verba prefiks me- (memungut) dan bentuk kedua menggunakan verba tapi tidak diberi prfiks me- (siram). Kalimat di atas tidak efektif. Agar kalimat di atas efektif diperaiki sebagai berikut:

Semua Siswa wajib memungut sampah dan menyiram tanaman sebelum masuk kelas agar lingkungan serkolah tetap bersih dan sejuk.

(58)

3) Penilaian

Peneliti memberi skor 5 c. Ketegasan makna

Suatu perlakuan penonjolan pada ide pokok kalimat dan bagian yang ditegaskan sering diletakan dipangkal kalimat.

1) Seleksi data

SMP Negeri 35 Makassar mempunyai lingkungan yang bersih dan sejuk 2) Analis data

Kalimat di atas memiliki ketegasan makna karena hadirnya kata yang mempertegaskan informasi (mempunyai).

3) Penilaian

Peneliti memberi skor 15 d. Kehematan kata

Penghematan yang dimaksutkan adalah tidak menggunakan subjek yang sama pada anak kalimat, penghindaran pemakaian supordinat pada hiponimi, dan penghindaran pemakaian sinonim pada suatu kalimat.

1) Seleksi data.

Di Taman bunga terdapat banyak macam bunga, ada bunga mawar berwarna merah, bunga anggrek berwarna ungu, dan lain-lain

2) Analisis data

Kalimat diatas tidak efektif karena adanya pemakaian supordinat pada hiponimi pada frasa (bunga anggrek, bunga mawar, warna merah, warna

(59)

ungu) karena mawar dan anggrek sudah mengandung kelompok bunga dan merah sudah mengandung kelompok warna. Agar kalimat di atas menjadi efektif, kalimat di atas diperbaiki sebagai berikut:

Di taman bunga terdapat banyak macam bunga, ada mawar merah, anggrek ungu, dan lain-lain

3) Penilaian

Peneliti memberi skor 5 e. Kecermatan penalaran

Kalimat yang tidak menimbulkan tafsiran ganda 1) Seleksi data

Smp negeri 35 makassar mempunyai lingkungan yang bersih dan sejuk 2) Analisis data

Kalimat diatas tergolong efektif, karena tidak menimbulkan tafsiran ganda.

3) Penilaian

Peneliti memberi skor 15 f. Kepaduan gagasan

Kalimat yang tidak bertele-tele, adanya hubungan yang terpadu (koheren) antar unsur kalimat.

1) Seleksi data

Di taman bunga terdapat banyak macam bunga, ada bunga mawar berwarna merah, bunga anggrek berwarna ungu, dan lain-lain.

(60)

2) Analisis data

Kalimat di atas tidak memperlihatkan kepaduan karena kalimat diatas bertele-tele, dan kalimat di atas tidak memiliki kepaduan (koheren) antar unsur kalimat. kalimat di atas tidak efektif.

3) Penilaian

Peneliti memberi skor 5 g. Kelogisan bahasa

Kalimat yang dapat diterima oleh akal atau bertentangan dengan akal 1) Seleksi data

SMPNegeri 35 Makassar mempunyai lingkungan yang bersih dan sejuk 2) Analisis data

Kalimat diatas efektif karena penulisanya sesuai dengan ejaan yang berlaku dan masuk akal.

3) Penilaian

Peneliti memberi skor 10

(61)

3. Nama: A. Khairum Nisa

Taman Bunga

Taman bunga merupakan tempat perkembang biakan tanaman jenis bunga di sekolahku. Taman bunga itu terletak didepan ruangan kantor sekolah. Taman itu terlihat indah karena terdapat banyak jenis bunga yang tumbuh segar dan berwarna-warni, ada bunga melati, ada bunga asoka, ada bunga mawar, dan lain-lain. Taman itu selalu dirawat oleh petugas kebersihan dan siswa-siswa disekolahku.

Dalam menganalisis hasil kerja siswa diatas yang dilakukan oleh peneliti adalah menyeleksi data yang diiringi oleh pegutipan data yang diinginkan dan menganalisis data. Data yang dianalisis meliputi (1) kesepadanan struktur, (2) kepararelan bentuk, (3) ketegasan makna, (4) kehematan kata, (5) kecermatan penalaran, (6) kepaduan gagasan, (7) kelogisan bahasa

a. Kesepadanan struktur

Kesepadanan struktur diperlihatkan oleh hadirnya subjek dan predikat, tidak hadirnya sujek ganda, tidak hadirnya kata penghuung intrakalimat pada kalimat tunggal, dan tidak hadirnya yang didepan predikat.

1) Seleksi data

Taman itu selalu dirawat oleh petugas kebersihan S P O

(62)

2) Analisis data

Kalimat diatas memiliki subjek (taman itu) dan predikat (selalu dirawat) yang jelas, tidak terdapat subjek ganda, tidak hadirnya yang didepan predikat. Oleh karena itu kalimat diatas tergolong efektif

3) Penilaian

Peneliti memberi skor 15 b. Kepararelan bentuk

Kepararelan bentuk diperlihatkan oleh kesejajaran atau kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu. Artinya kalau bentuk pertama menggunakan nomina bentuk kedua dan seterusnya menggunakan nomina dan kalau bentuk pertama menggunakan verba bentuk kedua dan seterusnya menggunakan verba.

1) Seleksi data

Taman itu terlihat indah karena terdapat banyak jenis bunga yang tumbuh segar dan berwarna-warni

2) Analisis data

Kalimat diatas memperlihatkan kesejajaran bentuk, karena bentuk pertama menggunakan verba prefiks ter- (terlihat) dan bentuk kedua menggunakan verba prfiks ter- (terdapat). Kalimat diatas efektif.

3) Penilaian

Peneliti memberi skor 15

(63)

c. Ketegasan makna

Suatu perlakuan penonjolan pada ide pokok kalimat dan bagian yang ditegaskan sering diletakan dipangkal kalimat.

1) Seleksi data

Taman bunga merupakan tempat perkembang biakan tanaman jenis bunga di sekolahku

2) Analis data

Kalimat diatas memiliki ketgasan makna karena hadirnya kata yang mempertegaskan informasi (merupakan).

3) Penilaian

Peneliti memberi skor 15 d. Kehematan kata

Penghematan yang dimaksutkan adalah tidak menggunakan subjek yang sama pada anak kalimat, penghindaran pemakaian supordinat pada hiponimi, dan penghindaran pemakaian sinonim pada suatu kalimat.

1) Seleksi data

Taman itu terlihat indah karena terdapat banyak jenis bunga yang tumbuh segar dan berwarna-warni, ada bunga melati, ada bunga asoka, ada bunga mawar, dan lain-lain.

(64)

2) Analisis data

Kalimat diatas tidak efektif karena adanya pemakaian supordinat pada hiponimi pada frasa (bunga melati, bunga mawar, dan bunga asoka).

Karena mawar, melati, dan asoka sudah mengandung kelompok bunga.

Agar kalimat diatas menjadi efektif, kalimat diatas diperbaiki sebagai berikut:

Taman itu terlihat indah karena terdapat banyak jenis bunga yang tumbuh segar dan berwarna-warni, ada melati, asoka, mawar, dan lain-lain.

3) Penilaian

Peneliti memberi skor 5 e. Kecermatan penalaran

Kalmat yang tidak menimulkan tafsiran ganda 1) Seleksi data

Taman bunga itu terletak didepan ruangan kantor sekolah.

2) Analisis data

Kalimat diatas tergolong efektif, karena tidak menimbulkan tafsiran ganda.

3) Penilaian

Peneliti memberi skor 15 f. Kepaduan gagasan

Kalimat yang tidak bertele-tele, adanya hubungan yang terpadu (koheren) antar unsur kalimat.

(65)

1) Seleksi data

Taman bunga merupakan tempat perkembang biakan tanaman jenis bunga di sekolahku

2) Analisis data

Kalimat di atas memperlihatkan kepaduan karena kalimat diatas tidak bertele-tele, dan kalimat di atas memiliki kepaduan (koheren) antar unsur kalimat. kalimat di atas efektif

3) Penilaian

Peneliti memberi skor 15 g. Kelogisan bahasa

Kalimat yang dapat diterima oleh akal atau ertentangan dengan akal 1) Seleksi data

Taman bunga itu terletak didepan ruangan kantor sekolah.

2) Analisis data

Kalimat diatas efektif karena masuk akal dan secara keseluruhan kalimat pada karangan diatas bisa diterima oleh akal.

3) Penilaian

Peneliti memberi skor 10

(66)

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dari pembahasan penelitian ini, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut:

1. Dari jumlah 29 siswa yang memperoleh skor 75 ke atas tergolong status baik ada 13 (45%) responden, dan yang memproleh skor 75 kebawah tergolong status cukup ada 16(55%) responden.

2. Kemampuan menulis kalimat efektif siswa kelas VII SMP Negeri 35 Makassar setelah diadakan penelitian hasilnya cukup 55% siswa yang tidak mampu mencapai nilai 75 keatas.

3. Kesiapan siswa dalam tes kemampuan menulis klimat efektif sangat baik, sehingga peneliti dapat menjalankan penelitian dengan baik karena respon siswa sangat bagus.

B. Saran

Penelitian ini dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran kemampuan menulis kalimat efektif dan mengatasi masalah-masalah yang dialami siswa. Beberpa saran yang dapat dikemuakan berkaitan dengan penelitian menulis kalimat efektif.

53

(67)

1. Bagi siswa, disarankan aktif mengikuti kegiatan pembelajaran dan selalu berlatih mengolah pikiran kedalam bahasa tulis dengan kalimat yang efektif.

2. Bagi guru bahasa indonesia, dalam pemelajaran bahasa indonesia hendaknya guru dapat memangkitkan minat /motivasi dan kreativitas murid, khususnya dalam pemelajaran menulis kalimat efektif.

Gambar

Tabel 4.2 Di atas menentukan bahwa siswa kelas VIII SMP Negeri 35  Makassar memperoleh skor 85 sebagai skor tertinggi dengan jumlah 3 orang,  skor  80  dengan  jumlah  5  orang,  skor  75  dengan  jumlah  5  orang,  skor  70  dengan jumlah 12 orang, dan sk

Referensi

Dokumen terkait

Kemampuan menulis kalimat efektif siswa kelas XI SMA Negeri 1 Rambah pada aspek koherensi secara klasikal dikategorikan sangat mampu karena memperoleh presentase nilai

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan menulis surat dinas siswa Kelas VIII SMP Negeri 36 Pekanbaru, dalam aspek kepala surat, tanggal surat,

Maka dapat disimpulkan bahwa tingkat penguasaan kemampuan menulis surat resmi dengan teknik pemodelan siswa kelas VIII SMP Negeri 18Padang berada pada tingkat penguasaan

Sejalan dengan pendapat Kosasih, ada 29 orang siswa kelas VIII D yang menulis iklan dengan memenuhi semua kriteria penilaian aspek pernyataan dalam teks

Selain pembahasan secara umum, keterampilan menulis naskah drama satu babak siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Padang sesudah menggunakan teknik pemodelan dapat dilakukan dengan

Hasil Tingkat Kemampuan Siswa Kelas VIII SMP Negeri 19 Makassar dalam Mengidentifikasi Bentuk Interjeksi Kalimat Bahasa Indonesia Nilai Frekuensi Persentase 7,0 ke atas 16 51,55 % Di

KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian pada bab IV, dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis berita siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan dengan

2 keterampilan menulis puisi bebas siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan berdasarkan teknik mengembangkan kata kunci untuk indikator majas tergolong lebih