KETERAMPILAN MENULIS NARASI BERDASARKAN LIRIK LAGU DAERAH SISWA KELAS X MADRASAH ALIYAH (MA)
MIFTAHULJANNAH KECAMATAN PERANAP KABUPATEN INDARGIRI HULU
PROVINSI RIAU
Irma Handayani1, Trisna Helda2, Titiek Fujita Yusandra3 1) Mahasiswa STKIP (PGRI) Sumatera Barat
2) Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 3) STKIP PGRI Sumatera Barat
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan keterampilan menulis narasi berdasarkan lirik lagu daerah siswa kelas X Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Jannah Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Jenis penelitiaan ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X1 Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Jannah Kecamatan Peranap yang terdaftar pada tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 27 orang. Pengambilan kelas tersebut disebabkan karena kelas X1 merupakan kelas yang heterogen, karena siswa di kelas tersebut memilki kemampuan akdemik yang beragam.
Data dalam penelitian ini adalah hasil kerja siswa kelas X Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Jannah Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa keterampilan menulis narasi berdasarkan lirik lagu daerah siswa kelas X Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Jannah Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau untuk gabungan ketiga indikator tergolong baik (B) rata-rata tingkat penguasaannya 81,89 yang berada pada rentangan 76-85% pada skala 10. Masing-masing indikator akan dijabarkan sebagai berikut. Pertama, keterampilan menulis narasi untuk indikator 1 (tokoh) tergolong lebih dari cukup (LdC) dengan rata-rata tingkat 74,07 dengan rata-rata tingkat penguasaan 66-75% pada skala 10. Kedua, keterampilan menulis narasi untuk indikator 2 (latar) tergolong sempurna (S) dengan rata-rata tingkat penguasaannya 96,29 berada pada rentangan 96-100% pada skala 10.
Ketiga, keterampilan menulis narasi untuk indikator 3 (alur) tergolong lebih dari cukup (LdC) dengan rata-rata tingkat penguasaanya 75,31 berada pada rentangan 66-75% pada skala 10.
Kata Kunci : Menulis, Narasi, beradsarkan lirik lagu
KETERAMPILAN MENULIS NARASI BERDASARKAN LIRIK LAGU DAERAH SISWA KELAS X MADRASAH ALIYAH (MA)
MIFTAHULJANNAH KECAMATAN PERANAP KABUPATEN INDARGIRI HULU
PROVINSI RIAU
Irma Handayani1, Trisna Helda2, Titiek Fujita Yusandra3 1) Student STKIP (PGRI) West Sumatera 2) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
3) STKIP PGRI Sumatera Barat ABSTRACT
This study aimed to describe the skill of writing a narrative based on the lyrics area of class X Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Jannah Peranap Indragiri Hulu District of Riau Province.
This research is a quantitative research using descriptive method. The sample in this research is class student X1 Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Jannah District of Peranap enrolled in the academic year 2014/2015, amounting to 27 people. Making the grade is because class X1 is a heterogeneous class, because students in the class have the ability academics diverse. The data in this study is the work of students of class X Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Jannah Peranap Indragiri Hulu District of Riau Province. Based on the analysis of data, it is known that the narrative writing skills based on the lyrics area class X Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Jannah Peranap Indragiri Hulu District of Riau Province for a combined three indicators are classified as good (B) the average level of mastery 81.89 which is in the 76-85% range on a scale of 10. Each indicator will be described as follows. First, narrative writing skills for indicator 1 (figure) is lower than enough (LDC) with an average level of 74.07 with an average of 66-75% mastery level on a scale of 10. Second, narrative writing skills for indicators 2 (background ) pertained perfect (S) with an average of 96.29 mastery level is at 96-100% range on a scale of 10. Third, narrative writing skills for indicator 3 (groove) relatively more than enough (LDC) with an average rate of penguasaanya 75.31% are in the 66-75 range on a scale of 10.
Keywords: Writing, Narrative, based lyrics
PENDAHULUAN
Menulis merupakan salah satu kegiatan dalam menyampaikan suatu pesan secara tertulis kepada pihak lain. Dalam proses belajar, pemahaman atau gagasan siswa dapat terlihat dari hasil tulisannya. Hasil tulisan siswa dalam proses belajar mengajar, dapat membuktikan apakah siswa mengerti atau tidak dengan pemahaman atau gagasan tersebut.
Siswa dapat menggambarkan pola pikirannya terhadap ide dan gagasan yang dihasilkan dengan keterampilan menulis. Selain itu, keterampilan menulis juga menuntut kreativitas. Hal ini dapat menjadi tolak ukur kemampuan dalam berbahasa. Dalam proses belajar mengajar, siswa dituntut terampil dalam menulis serta menuangkan ide dan gagasan pada sebuah tulisan.
Hal ini sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk Sekolah Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Jannah pada kelas X semester I yang berlaku sekarang ini.
Pengembangan keterampilan menulis dalam Standar Kompetensi (SK) 4 yang berbunyi
“mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif, deskriptif, ekspositif)”, dijabarkan dalam Kompetensi Dasar (KD) 4.1 yang berbunyi “menulis gagasan dengan menggunakan pola urutan waktu dan tempat dalam bentuk paragraf naratif”.
Berdasarkan observasi dan pengamatan yang telah dilakukan pada guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Jannah Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau, diperoleh informasi bahwa keterampilan menulis narasi siswa kelas X masih tergolong rendah. Kurangnya minat siswa dalam menulis narasi merupakan suatu permasalah dalam pembelajaran. Kurangnya minat siswa dalam menulis narasi disebabkan oleh media pembelajaran yang kurang bervariasi dan kurang efektif.
Salah satu media yang dapat diterapkan dalam pembelajaran menulis narasi adalah berdasarkan lirik lagu daerah. Lirik lagu merupakan ekspresi sesorang tentang suatu hal yang sudah dilihat, didengar maupun dialaminya. Berdasarkan hal itu maka penting dilakukan penelitian mengenai keterampilan menulis narasi beradasarkan lirik lagu daerah siswa kelas X madrasah aliyah (MA) Miftahul Jannah Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau.
Menurut Thahar (2008:12), kegiatan menulis adalah kegiatan intelektual dengan mengekspresikan jalan pikiran seseorang melalui tulisan dengan media bahasa yang sempurna.
Menurut semi (2003:29) narasi merupakan bentuk percakapan atau tulisan yang bertujuan menyampaikan atau menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman manusia berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu. Tujuan dari tulisan narasi adalah untuk menyampaikan suatu proses kejadian peristiwa kepada pemabaca. Keraf (2007:145) mengemukakan bahwa stuktur narasi dapat dilihat dari komponen-komponen yang membentuknya: perbuatan, penokohan, latar, dan sudut pandang. Tetapi dapat juga dianalisis berdasarkan alur (plot) narasi. Muhardi dan Hasanuddin WS (1992:24) mengemukakan dalam hal penokohan termasuk masalah penamaan, pemeranan, keadaan fisik, keadaan psikis, dan karakter. Wellek dan Waren (dalam Budianta, 2002:86) menyatakan bahwa latar merupakan segala keterangan mengenai waktu, ruang, dan suasana terjadinya lakuan dalam karya sastra. Sudjiman (dalam Budianta, 2002:86) unsur yang sangat penting adalah lakuan dan peristiwa yang membentuk kerangka cerita yang disebut alur.
Rangkaian peristiwa direka dan dijalin dengan seksama membetuk alur yang menggerakan jalannya cerita melalui rumitan ke arah klimaks dan penyelesaian. Menurut Keraf (2007:190), sudut pandang dalam sebuah narasi mempersoalkan bagaimana pertalian antara seseorang yang mengisahkan tentang narasi itu dengan tindak-tanduk yang berlangsung dalam kisah itu. Sudut pandang dibagi menjadi 2 yaitu, (1) sudut pandang orang pertama, dan (2) sudut pandang orang ketiga. Gaya bahasa merupakan cara mengunkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dari kepribadian penulis (Keraf, 2009:3).
METODE
Jenis penelitan ini termasuk penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Menurut Arikunto (2010:27), penelitian kuantitatif adalah penelitian yang banyak menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dan hasil.
Penelitian ini dilakukan pada 20 September 2015 pada siswa kelas X Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Jannah Kecamatan Peranap yang terdaftar pada tahun ajaran 2015/2016. Siswa kelas X sebanyak 112 yang tersebar pada 4 kelas. Penarikan sampel secara purposive sampling dari 112 siswa maka dipilih 1 kelas dari 4 kelas dan sampel berjumlah 27 orang. Data penelitian ini adalah
lembar kerja yang berisi keterampilan menulis narasi siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes unjuk kerja tentang keterampilan menulis narasi berdasarkan lirik lagu daerah.
Analisis data dilakukan dengan langkah sebagai berikut. Pertama, membaca narasi yang ditulis siswa. Kedua, memeriksa hasil tulisan narasi siswa berdasarkan aspek yang akan dinilai.
Ketiga, memberikan skor tulisan siswa berdasarkan aspek yang akan diteliti. Keempat, mengubah skor mentah menjadi nilai. Menurut Purwanto (2011:207), untuk mengubah skor menjadi nilai digunakan rumus berikut ini.
Keterangan:
N = Tingkat Penguasaan SM = Skor yang diperoleh
SI = Skor yang harus dicapai dalam satu tes Smaks = Skala yang digunakan (100%)
Kelima, menafsirkan keterampilan menulis narasi siswa berdasarkan rata-rata hitung.
Menurut Nurgiyantoro (2001:400), digunakan rumus sebagai berikut.
Keterangan:
= Mean (rata-rata)
= Jumlah nilai seluruh siswa N = Jumlah siswa
Keenam, membahas hasil analisis data siswa. Ketujuh, mengelompokkan keterampilan menulis narasi siswa dengan menggunakan skala 10. Kedelapan, membuat histogram (grafik batang) kemampuan menulis narasi siswa. Kesembilan, menyimpulkan hasil penelitian.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Setelah data diola dengan menggunakan rumus persentase, tingkat penguasaan tertinggi yang diperoleh siswa 100 dan yang terendah 55,56. Gambaran keterampilan menulis narasi berdasarkan lirik lagu daerah kelas X Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Jannah Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau secara berurutan sebagai berikut. Pertama, siswa dengan tingkat penguasaanya 100 berjumlah 6 orang (22,22%). Kedua, siswa dengan tingkat penguasaanya 88,89 berjumlah 6 orang (22,22%). Ketiga, siswa dengan tingkat penguasaanya 77,78 berjumlah 8 orang (29,63%). Kempat, siswa dengan tingkat penguasaanya 66,67 berjumlah 6 orang (22,22%). Kelima, siswa dengan tingkat penguasaanya 55,56 berjumlah 1 orang (3,07%).
Siswa yang tingkat penguasaan (a) sempurna (S) sebanyak 6 orang (22,22%) ,(b) baik sekali (BS) sebanyak 6 orang (22,22%), (c) baik (B) sebanyak 8 orang (29,63%), (d) lebih dari cukup (LC) sebanyak 6 orang (22,22%), (e) hampir cukup (HC) sebanyak 1 orang (3,70%).
Keterangan: S : Sempurna BS: Baik Sekali B : Baik
Ldc: Lebih dari cukup C : Cukup HC: Hampir Cukup K : Kurang KS : Kurang Sekali B : Buruk
BS : Buruk Sekali
KESIMPULAN DAN SARAN
. Hasil penelitian untuk gabungan ketiga indikator tergolong baik (B) rata-rata tingkat penguasaannya 81,89 yang berada pada rentangan 76-85% pada skala 10. Indikator1 (tokoh) tergolong lebih dari cukup (LdC) dengan rata-rata tingkat 74,07 dengan rata-rata tingkat penguasaan 66-75% pada skala 10. Indikator 2 (latar) tergolong sempurna (S) dengan rata-rata tingkat penguasaannya 96,29 berada pada rentangan 96-100% pada skala 10. Indikator 3 (alur) tergolong lebih dari cukup (LdC) dengan rata-rata tingkat penguasaanya 75,31 berada pada rentangan 66-75% pada skala 10.
Berdasarkan hasil kesimpulan di atas, maka peneliti mengemukakan tiga saran sebagai berikut. Pertama, disarankan kepada siswa kelas X untuk lebih banyak latihan menulis agar keterampilan menulis narasi dapat berkembang lebih baik. Kedua, disarankan kepada guru mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X untuk lebih baik memilih media atau teknik pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran menulis narasi. Hal tersebut disebabkan teknik pembelajaran sangat berperan penting untuk mewujudkan tujuan pembelajaran. Ketiga, peneliti lain dapat dijadikan bahan masukan dan perbandingan dalam melakukan penelitian yang berkaitan dengan skripsi ini.
DAFTAR PUSTAKA
Budianta, Melani dkk. 2002. Pengantar Memahami Sastra Untuk Perguruan Tinggi:Membaca Sastra. Depok: Indonesia Tera.
Keraf, Gorys. 2007. Argumentasi dan Narasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Muhardi dan Hasanuddin WS. 1992. Prosedur Ananlisis Fiksi. Padang: IKIP Padang Semi, Atar. 2003. Menulis Efektif. Padang: UNP Press.
Thahar, Harris Effendi. 2008. Kiat Menulis Cerita Pendek. Bandung: Angkasa.