KONTRIBUSI KETERAMPILAN MENYIMAK TEKS EKSPLANASI TERHADAP KETERAMPILAN MENULISKAN KEMBALI
TEKS EKSPLANASI SKRIPSI
diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan
BELLA KARTIKA NIM 20016065 Dosen Pembimbing
Dr. Nursaid, M. Pd.
NIP 196112041986021001
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DEPARTEMEN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2024 0
ABSTRAK
Bella Kartika. 2024. “Kontribusi Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi terhadap Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi.” Skripsi.
Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang.
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan hal-hal sebagai berikut.
Pertama, mendeskripsikan keterampilan menyimak teks eksplanasi. Kedua, mendeskripsikan keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi. Ketiga, menjelaskan kontribusi keterampilan menyimak teks eksplanasi terhadap keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain kontribusi. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Padang yang terdaftar pada tahun ajaran 2023/2024, yaitu sebanyak 236 siswa. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan simple random sampling, yaitu 42 orang siswa. Variabel dalam penelitian ini ada dua, yaitu keterampilan menyimak teks eksplanasi sebagai variabel bebas dan keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi sebagai variabel terikat.
Data penelitian ini berupa skor hasil tes keterampilan menyimak teks eksplanasi dan skor hasil tes keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi. Data tersebut diperoleh melalui dua jenis tes yaitu tes objektif untuk mengukur keterampilan menyimak teks eksplanasi dan tes unjuk kerja untuk mengukur keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi.
Hasil penelitian ini ada tiga. Pertama, keterampilan menulis teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Padang berada pada kualifikasi Lebih dari Cukup (LdC) dengan nilai rata-rata 74,80. Kedua, keterampilan menyimak teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Padang berada pada kualifikasi Lebih dari Cukup (LdC) dengan nilai rata-rata 75,56. Ketiga, keterampilan menyimak teks eksplanasi berkontribusi sebesar 15,29% terhadap keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Padang.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa untuk mengembangkan keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi kembangkanlah keterampilan meyimaknya terlebih dahulu.
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Allah yang Maha Berilmu, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Kontribusi Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi terhadap Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi”. Skripsi ini diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S1) di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang.
Penulisan skripsi ini tidak terlepas dari bimbingan dan motivasi dari berbagai pihak sehingga dapat diselesaikan dengan baik. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada: (1) Dr. Nursaid, M.Pd., selaku Pembimbing Skripsi, (2) Dra. Emidar, M.Pd. dan Dra. Ermawati Arief, M.Pd., selaku Dosen Pembahas, (3) Farel Olva Zuve, M.Pd., selaku Koordinator Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, (4) Dr. Zulfadli, S.S., M.A., selaku Kepala Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia, (5) pihak sekolah SMP Negeri 20 Padang yang telah membantu terlaksananya penelitian ini, dan (6) siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri 20 Padang yang telah bersedia meluangkan waktu demi terlaksananya penelitian ini.
Penulis telah berusaha semaksimal mungkin dalam menyelesaikan skripsi ini. Namun, kemungkinan terdapat kesalahan dalam skripsi ini tentu masih ada.
Untuk itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca.
Padang, Maret 2024
Penulis
ii
DAFTAR ISI
Halaman ABSTRAK
...
...
i
KATA PENGANTAR
...
...
ii
DAFTAR ISI
...
...
iii
DAFTAR TABEL
...
...
v
DAFTAR GAMBAR
...
...
vii
DAFTAR LAMPIRAN
...
...
viii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
...
...
1
B. Identifikasi Masalah
...
...
6
C. Batasan Masalah
...
...
7
D. Rumusan Masalah
...
...
7
E. Tujuan Penelitian
iii
...
...
7
F. Manfaat Penelitian
...
...
8
G. Definisi Operasional
...
...
8
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori
...
...
11
1. Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi
...
...
11
2. Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi
...
...
21
3. Kontribusi Keterampilan Menyimak terhadap Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi
...
...
25
B. Penelitian yang Relevan
...
...
26
C. Kerangka Konseptual
...
...
28
D. Hipotesis Penelitian
...
...
29
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Metode Penelitian
...
...
31
B. Populasi dan Sampel
...
...
31
C. Variabel dan Data
...
...
32
D. Instrumen Penelitian
...
...
33
E. Teknik Pengumpulan Data
...
...
35
F. Uji Persyaratan Analisis Data
...
...
36
G. Teknik Penganalisisan Data
...
...
38
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data
...
...
42
1. Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang ...
...
42
2. Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII
SMP Negeri 20 Padang
...
...
44
B. Analisis Data
...
...
46
1. Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang Keseluruhan Indikator ...
...
47
2. Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang Keseluruhan Indikator ...
...
61
3. Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang untuk Indikator Struktur Teks Eksplanasi
...
...
64
4. Kontribusi Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi terhadap Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang ...
...
72 C. Pembahasan
...
...
75
1. Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII
SMP Negeri 20 Padang
...
...
76
2. Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII
SMP Negeri 20 Padang
...
...
77
3. Kontribusi Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi terhadap Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi
Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang ...
...
78 BAB V PENUTUP
A. Simpulan
...
...
81 B. Saran
...
...
81
DAFTAR PUSTAKA 83
LAMPIRAN 86
DAFTAR TABEL
Halaman Tabel 1 Indikator Penilaian Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi Siswa
Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang
...
...
20
Tabel 2 Indikator Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas
VIII SMPN 20 Padang
...
...
24
Tabel 3 Populasi dan Sampel Penelitian
...
...
32
Tabel 4 Rubrik Penilaian Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang
...
...
38
Tabel 5 Patokan dengan Perhitungan Persentase untuk Skala 10
...
...
40
Tabel 6 Skor Hasil Tes Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang ...
...
43
Tabel 7 Skor, Frekuensi, dan Persentase Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20
Padang per Indikator Penilaian
...
...
43
Tabel 8 Skor Hasil Tes Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa
Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang
...
...
45
Tabel 9 Skor, Frekuensi, dan Persentase Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang per
v
Indikator
...
...
45
Tabel 10 Distribusi Frekuensi Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang untuk
Keseluruhan Indikator
...
...
47
Tabel 11 Pengklasifikasian Nilai Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang untuk
Keseluruhan Indikator
...
...
49
Tabel 12 Distribusi Frekuensi Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang untuk
Indikator Struktur Teks Eksplanasi
...
...
54
Tabel 13 Pengklasifikasian Nilai Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang untuk
Indikator Struktur Teks Eksplanasi
...
...
55
Tabel 14 Distribusi Frekuensi Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang untuk
Indikator Isi Teks Eksplanasi
...
...
56
Tabel 15 Pengklasifikasian Nilai Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang untuk
Indikator Isi Teks Eksplanasi
...
...
58
Tabel 16 Distribusi Frekuensi Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang untuk
Indikator Kebahasaan Teks Eksplanasi
...
...
59
Tabel 17 Pengklasifikasian Nilai Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi untuk Indikator Kebahasaan Teks Eksplanasi ...
...
60
Tabel 18 Distribusi Frekuensi Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang untuk Keseluruhan Indikator
...
...
62
Tabel 19 Pengklasifikasian Nilai Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang untuk Keseluruhan Indikator
...
...
63
Tabel 20 Distribusi Frekuensi Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang untuk Indikator
Struktur Teks Eksplanasi
...
...
65
Tabel 21 Pengklasifikasian Nilai Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang untuk Indikator
Struktur Teks Eksplanasi
...
...
66
Tabel 22 Distribusi Frekuensi Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang untuk Indikator Isi Teks Eksplanasi
...
...
67
Tabel 23 Pengklasifikasian Nilai Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang untuk Indikator Isi Teks Eksplanasi
...
...
68
Tabel 24 Distribusi Frekuensi Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang untuk Indikator
Kebahasaan Teks Eksplanasi
...
...
69
Tabel 25 Pengklasifikasian Nilai Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang untuk Indikator
Kebahasaan Teks Eksplanasi
...
...
71
Tabel 26 Simpulan Hasil Normalitas Data
...
...
72
Tabel 27 Simpulan Hasil Uji Homogenitas Data
...
...
73
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1 Struktur Teks Eksplansi (ruang guru)
...
...
14
Gambar 2 Diagram Batang Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang untuk
Keseluruhan Indikator
...
...
49
Gambar 3 Teks Eksplanasi Karya Siswa
...
...
50
Gambar 4 Teks Eksplanasi Karya Siswa (Sampel 011) ...
...
52
Gambar 5 Diagram Batang Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang untuk
Indikator Struktur Teks Eksplanasi
...
...
56
Gambar 6 Diagram Batang Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang untuk
Indikator Isi Teks Eksplanasi
...
...
58
Gambar 7 Diagram Batang Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang untuk
Indikator Kebahasaan Teks Eksplanasi
...
...
61
Gambar 8 Diagram Batang Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang untuk Keseluruhan Indikator
...
...
64
vii
Gambar 9 Diagram Batang Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang untuk Indikator
Struktur Teks Eksplanasi
...
...
66
Gambar 10 Diagram Batang Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang untuk Indikator Isi
Teks Eksplanasi
...
...
69
Gambar 11 Diagram Batang Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang untuk Indikator
Kebahasaan Teks Eksplanasi
...
...
71
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman Lampiran 1 Pedoman Wawancara dalam Rangka Prapenelitian
...
...
86
Lampiran 2 Identitas sampel Tes uji coba Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang ...
...
89
Lampiran 3 Kisi-kisi Tes Uji Coba Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang ...
...
90
Lampiran 4 Instrumen Tes Uji Coba Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang ...
...
91
Lampiran 5 Lembar Jawaban Tes Uji Coba Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang ...
...
99
Lampiran 6 Kunci Jawaban Tes Uji Coba Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang ...
...
100
Lampiran 7 Data Tes Uji Coba Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang ...
...
101
Lampiran 8 Perolehan Skor Tes Uji Coba Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang ...
...
104
Lampiran 9 Analisis Butir Soal Tes UJi Coba Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang
viii
...
...
105
Lampiran 10 Analisis Validitas Butir Soal Tes Uji Coba Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang
...
...
107
Lampiran 11 Tabel Analisis Reliabilitas Tes Uji Coba Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang
...
...
109
Lampiran 12 Tabel Harga Kritik dari Product Moment ...
...
110
Lampiran 13 Kode dan Identitas Sampel Penelitian
...
...
111
Lampiran 14 Kisi-kisi Tes Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang ...
...
113
Lampiran 15 Instrumen Tes Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang ...
...
114
Lampiran 16 Lembar Jawaban Tes Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang ...
...
120
Lampiran 17 Kunci Jawaban Tes Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang ...
...
121
Lampiran 18 Data Tes Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang
...
...
122
Lampiran 19 Perolehan Skor Tes Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang
Keseluruhan Indikator
...
...
128
Lampiran 20 Perolehan Skor Tes Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang
Indikator Struktur Teks Eksplanasi
...
...
129
Lampiran 21 Perolehan Skor Tes Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang
Indikator Isi Teks Eksplanasi
...
...
131
Lampiran 22 Perolehan Skor Tes Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang
Indikator Kebahasaan Teks Eksplanasi
...
...
133
Lampiran 23 Instrumen Penelitian Tes Unjuk Kerja Keterampilan Menuliskan kembali Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP
Negeri 20 Padang
...
...
135
Lampiran 24 Lembar Validasi Tes Unjuk Kerja Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang
...
...
139
Lampiran 25 Data Tes Unjuk Kerja Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang ...
...
141
Lampiran 26 Perolehan Skor dan Nilai Tes Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20
Padang Keseluruhan Indikator ...
...
146
Lampiran 27 Perolehan Skor dan Nilai Tes Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang Indikator Struktur Teks Eksplanasi ...
...
147
Lampiran 28 Perolehan Skor dan Nilai Tes Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20
Padang Indikator Isi Teks Eksplanasi
...
...
149
Lampiran 29 Perolehan Skor dan Nilai Tes Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang Indikator Kebahasaan Teks Eksplanasi ...
...
151
Lampiran 30 Uji Normalitas Data Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang ...
...
153
Lampiran 31 Uji Normalitas Data Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang ...
...
155
Lampiran 32 Tabel Uji Normalitas
...
...
157
Lampiran 33 Nilai Kritis L untuk Uji Normalitas (Uji Lilliefors) ...
...
158
Lampiran 34 Tabel Uji Homogenitas Data Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi (X) terhadap Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi (Y) Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang
...
...
159
Lampiran 35 Nilai Persentil Distrbusi F (pada taraf nyata 0,05) untuk Uji Homogenitas
...
...
161
Lampiran 36 Uji Hipotesis Kontribusi Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi terhadap Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang ...
...
162
Lampiran 37 Tabel Harga Kritik dari r Product Moment ...
...
164
Lampiran 38 Dokumentasi Penelitian
...
...
165
Lampiran 39 Surat Izin Penelitian dari Fakultas
...
...
167
Lampiran 40 Surat Izin Penelitian dari Dinas Penanaman Modal dan
Layanan Terpadu Satu Pintu
...
...
168
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Keterampilan berbahasa pada kurikulum sebelumnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia terdiri dari keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis, sedangkan keterampilan berbahasa pada Kurikulum Merdeka dikembangkan menjadi keterampilan menyimak, membaca, memirsa, berbicara, mempresentasikan, dan menulis (Eka, 2023). Salah satu aspek berbahasa yang dipelajari dalam keterampilan berbahasa adalah menulis. Keterampilan menulis dikenal sebagai kegiatan yang amat penting di dalam pembelajaran bahasa Indonesia (Syafitri dan Nursaid, 2019).
Terampil dalam menulis tidak cukup hanya dengan menguasai teorinya saja, tetapi juga harus diiringi dengan latihan dan praktik yang rutin. Latihan menulis ini nantinya akan membantu meningkatkan keterampilan menulis. Dalam artian, keterampilan menulis tidak muncul secara instan atau otomatis. Pembelajaran menulis memang sudah lama diajarkan mulai dari bangku sekolah dasar, namun tidak menjadi patokan untuk mengetahui kemampuan menulis seseorang, sehingga perlu ditelusuri lebih lanjut (Putri, 2019).
Berdasarkan keterampilan menulis, peneliti fokus pada keterampilan siswa dalam menuliskan kembali teks eksplanasi yang sudah dipelajari. Melalui keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi siswa dapat menerangkan atau menjelaskan mengenai suatu proses atau fenomena alam, sosial, budaya, ilmu pengetahuan, dan lainnya. Kenyataan yang terjadi pada siswa kelas VIII SMP
1
Negeri 20 Padang berdasarkan peninjauan hasil belajar, sebagian siswa beranggapan bahwa keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi yang sudah dipelajari sangat sulit. Penyataan tersebut disebabkan oleh kurangnya keterampilan siswa dalam menulis teks eksplanasi. Sejalan dengan penelitian Salfera (2017) menunjukkan bahwa ketika siswa ditugaskan menulis teks eksplanasi dengan kata-kata sendiri, mereka masih mengalami kesulitan. Hal ini dapat dilihat dari latihan siswa, bahwa siswa kurang mampu dalam mengorganisasikan ide dengan baik, pengembangan kerangka karangan, dan penyusunan kalimat yang sesuai.
Pada Kurikulum Merdeka, salah satu jenis teks yang dipelajari dan diajarkan kepada siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kelas VIII yaitu keterampilan menulis teks eksplanasi. Hal ini terdapat pada capaian pembelajaran fase D kurikulum merdeka. Pertama, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai tujuan, konteks sosial, dan akademis. Kedua, peserta didik mampu memahami, mengolah, dan menginterpretasi informasi paparan dalam karya sastra. Ketiga, peserta didik mampu berpartisipasi aktif dalam diskusi, mempresentasikan, dan menanggapi informasi nonfiksi dan fiksi yang dipaparkan. Keempat, peserta didik mengembangkan konpetensi diri melalui pajanan berbagai teks untuk penguatan karakter. Hal ini diperjelas melalui tujuan pembelajaran menulis teks eksplanasi yaitu, peserta didik diharapkan mampu menyusun teks eksplanasi dengan memperhatikam struktur, isi, dan kebahasaan (istilah teknis, kata kerja, rujukan, konjungsi, ejaan, dan tanda baca).
Teks eksplanasi menurut Kosasih (2017: 129) adalah “Teks yang menjelaskan hubungan peristiwa atau proses terjadinya sesuatu.” Teks eksplanasi dibuat untuk menjelaskan proses tentang mengapa dan bagaimana sesuatu terjadi baik kejadian alam maupun kejadian sosial yang terjadi di sekitar manusia.
Pertanyaan mengapa membutuhkan jawaban berupa penjelasan proses sebab- akibat, sedangkan pertanyaan bagaimana membutuhkan jawaban berupa deskripsi yang berisi sebuah pemaparan ataupun sebuah bentuk penggambaran dari suatu kejadian.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Alifa & Setyaningsih, 2020) menyampaikan bahwa keterampilan menyimak memberikan dampak yang baik dan siginifikan terhadap keterampilan menulis siswa. Salah satu keterampilan berbahasa yang perlu diajarkan dan dilatihkan dalam dunia pendidikan adalah keterampilan menyimak. Sebab menyimak merupakan keterampilan yang harus dimiliki semua siswa agar dapat memahami bahasa yang digunakan orang lain secara lisan. Tanpa kemampuan menyimak yang baik dimungkinkan terjadi kesalahpahaman dalam komunikasi antara sesama pemakai bahasa yang dapat menyebabkan berbagai hambatan dalam pelaksanaan tugas dan kegiatan sehari- hari. Oleh karena itu, kemampuan menyimak merupakan bagian yang penting dan tidak dapat diabaikan dalam pengajaran bahasa.
Keterampilan berbahasa yang dipakai pada saat proses pembelajaran sebagian besar adalah keterampilan menyimak. Hal ini berlaku untuk semua bidang studi. Menyimak dapat memberi informasi dan menambah pengetahuan siswa. Hal tersebut pernah diteliti oleh Setiawati (2016). Berdasarkan hasil
penelitiannya, disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara keterampilan menyimak berita dengan keterampilan menulis berita. Siswa yang terampil menyimak juga terampil dalam menulis. Begitu juga sebaliknya, siswa yang bermasalah dalam keterampilan menyimak juga akan bermasalah dalam keterampilan menulis. Keterampilan ini harus dilatih agar ditemukan hubungan yang signifikan dari kedua keterampilan itu. Semakin baik dan semakin fokus peserta didik dalam menyimak pembelajaran, maka tujuan dan kompetensi yang diharapkan akan tercapai dengan baik.
Demikian pula halnya dengan menyimak teks eksplanasi. Teks eksplanasi merupakan salah satu pembelajaran bahasa Indonesia pada kelas VIII.
Pembelajaran menyimak yang terdapat dalam bidang studi bahasa Indonesia pada siswa SMP kelas VIII merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik. Yaitu mampu menemukan struktur, isi dan kebahasaan yang ada dalam teks eksplanasi yang diperdengarkan. Menyimak adalah unsur yang sangat penting dalam kegiatan berbicara, membaca, dan menulis. Di samping kenyataan yang ditemui dalam kehidupan seharihari memperlihatkan frekuensi kegiatan menyimak adalah kegiatan tertinggi yang dilakukan oleh seseorang dalam berkomunikasi, baik langsung maupun tidak langsung (Tarigan, 1985:22).
Menurut Sabarti Akhadi-at dalam Sutary, dkk (1997:18-19) menyimak ialah suatu proses yang mencakup kegiatan mendengar bunyi bahasa, mengidentifikasi, dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya.
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 20 Padang. SMP ini dipilih sebagai tempat penelitian karena berdasarkan hasil observasi peniliti masih
ditemukan permasalahan dalam menulis dan menyimak teks eksplanasi.
Pembelajaran menyimak sudah didukung dengan sarana dan prasarana berupa laptop, infocus, dan speaker yang menunjang proses pembelajaran. Namun penggunaanya belum diterapkan oleh guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia.
Pembelajaran menyimak dilakukan dengan cara guru membacakan sebuah teks dan siswa harus mendengarkan dan menyimak dengan baik apa yang dibacakan.
Tidak diterapkannya sarana dan prasarana tersebut membuat proses pembelajaran keterampilan menyimak belum terlaksana dengan baik. Siswa belum menaruh perhatian lebih terhadap pembelajaran menyimak di kelas. Siswa merasa bosan dan melakukan hal lain seperti mengerjakan tugas lain dan mengobrol dengan teman sebangkunya. Oleh sebab itu, siswa belum mampu memahami apa yang diperdengarkan atau dikatakan oleh guru ketika proses pembelajaran menyimak berlangsung. Selain itu, ketidakmampuan siswa dalam menyimak karena siswa kurang fokus saat proses pembelajaran berlangsung. Hal tersebut sejalan dengan masalah yang ditemukan oleh Lamere (2021) bahwa penyebab rendahnya kemampuan menyimak ini bisa dikarenakan minat siswa yang kurang dan persiapan guru dalam pembelajaran yang kurang baik juga dapat mempengaruhi rendahnya kemampuan menyimak siswa.
Selanjutnya hal yang melatarbelakangi penulis dalam melakukan penelitian ini, Pertama, melihat kemampuan siswa yang masih rendah dalam menyimak teks eksplanasi. Kedua, siswa kurang memahami isi, struktur, dan kebahasan teks eksplanasi sehingga susah dalam menuliskan kembali teks eksplanasi. Ketiga, belum ada penelitian tentang keterampilan menyimak teks eksplanasi terhadap
keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Padang. Untuk memecahkan permasalahan tersebut, digunakan teori keterampilan menulis untuk variabel bebas dan teori keterampilan menyimak untuk variabel terikat.
Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa dengan adanya kegiatan menyimak, seseorang akan memberikan dorongan untuk melahirkan sebuah imajinasi sehingga ide-ide akan tercipta dengan sendirinya. Ketika menuliskan kembali sebuah teks eksplanasi, seseorang akan menemukan ide-ide, gagasan, dan imajinasi baru dari hasil pengalaman menyimak dan kemampuannya memahami teks eksplanasi yang disimak. Berdasarkan masalah yang diungkapkan, penelitian ini penting dilakukan. Melalui penelitian ini, peneliti bertujuan untuk (1) mendeskripsikan keterampilan menyimak teks eksplanasi, (2) mendeskripsikan keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi, dan (3) menganalisis kontribusi keterampilan menyimak teks eksplanasi terhadap keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, hasil pengidentifikasian tersebut adalah sebagai berikut ini.
Pertama, kemampuan menyimak teks eksplanasi siswa yang masih rendah sehingga siswa mengalami kesulitan dalam menuliskan kembali teks eksplanasi.
Kedua, siswa kurang memahami isi, struktur, dan kebahasan teks eksplanasi sehingga susah dalam menuliskan kembali teks eksplanasi yang sudah dipelajari.
Ketiga, belum ada penelitian tentang keterampilan menyimak teks eksplanasi terhadap keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Padang.
C. Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah, penulis membatasi masalah yang diteliti pada tiga hal. Pertama, keterampilan menyimak teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Padang. Kedua, keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Padang.
Ketiga, kontribusi keterampilan menyimak teks eksplanasi terhadap keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Padang.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah, masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut. Pertama, bagaimanakah keterampilan menyimak teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Padang? Kedua, bagaimanakah keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Padang?
Ketiga, adakah kontribusi keterampilan menyimak teks eksplanasi terhadap keterampilan menuliskan kemballi teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Padang.
E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah, penelitian ini memiliki tiga tujuan. Pertama, mendeskripsikan keterampilan menyimak teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP
Negeri 20 Padang. Kedua, mendeskripsikan keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Padang. Ketiga, menganalisis kontribusi keterampilan menyimak teks eksplanasi terhadap keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Padang.
F. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat baik secara teoritis maupun secara praktis. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan dalam bidang menulis teks, terutama dalam menuliskan kembali teks eksplanasi.
Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pihak-pihak berikut. Pertama, untuk guru khususnya guru bahasa Indonesia di SMP Negeri 20 Padang, sebagai bahan referensi dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia khususnya pembelajaran menulis teks eksplanasi.
Kedua, bagi siswa SMP Negeri 20 Padang, sebagai umpan balik yang berguna untuk memotivasi diri dan selalu meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan keterampilan menulis teks eksplanasi. Ketiga, bagi peneliti lain, sebagai bahan rujukan dan pedoman untuk melakukan penelitian selanjutnya.
G. Definisi Operasional
Untuk mencegah salah penafsiran pada pembaca dalam memahami penelitian ini, perlu dijelaskan beberapa istilah yang digunakan dalam proses penulisan. Istilah yang dimaksud adalah sebagai berikut.
1. Kontribusi
Kontribusi adalah besarnya sumbangan yang diberikan variabel bebas terhadap variabel terikat. Dalam penelitian ini, kontribusi yang dimaksud adalah keterampilan menyimak teks eksplanasi terhadap keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Padang. Sumbangan tersebut dapat diketahui dengan rumus koefisien determinan (KD= r² x 100%).
2. Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi
Keterampilan menyimak teks eksplanasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kegiatan yang menuntut siswa mampu memahami, memikirkan, dan menafsirkan suatu ide pokok, gagasan, atau makna yang terdapat dalam suatu teks. Keterampilan menyimak teks eksplanasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah keterampilan siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Padang dalam menyimak teks eksplanasi yang akan diukur melalui tes. Keterampilan ini diukur dengan menggunakan tes objektif berupa pilihan ganda. Indikator keterampilan menyimak teks eksplanasi yang telah ditetapkan adalah : (1) struktur teks eksplanasi, (2) isi teks eksplanasi, dan (3) kebahasaan yang ada dalam teks eksplanasi.
3. Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi
Keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi dalam penelitian ini adalah keterampilan siswa dalam menuangkan ide dan gagasan yang dimiliki oleh peserta didik dengan cara menuliskan kembali hasil simakan yang dipahami dari teks ekplanasi yang diperdengarkan oleh guru. Menulis teks eksplanasi dapat
dinilai dari stuktur, isi, dan kebahasaan teks eksplanasi yang dapat diukur dengan melakukan tes menulis teks eksplanasi. Indikator penilaian menuliskan kembali teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Padang ada tiga yaitu, (1) struktur teks eksplanasi, (2) isi teks eksplanasi, dan (3) kebahasaan teks eksplanasi. Dari beberapa indikator yang telah dipaparkan dapat menjadi acuan dalam melakukan penilaian terhadap keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Padang
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
Berdasarkan masalah penelitian, teori-teori yang berhubungan dengan penelitian ini adalah teori: (1) Keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi, (2) keterampilan menyimak teks eksplanasi, dan (3) Kontribusi keterampilan menyimak teks eksplanasi terhadap keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi.
1. Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi
Pada bagian ini, diuraikan beberapa teori yang berhubungan dengan keterampilan menulis teks eksplanasi, yaitu (a) pengertian teks eksplanasi, (b) struktur teks eksplanasi, (c) kebahasaan teks eksplanasi, (d) penerapan EYD dalam teks eksplanasi, (e) contoh teks eksplanasi, (f) indikator keterampilan menulis teks eksplanasi.
a. Pengertian Teks Eksplanasi
Materi Teks Eksplanasi dalam kurikulum merdeka ini akan mempelajari bagaimana mengevaluasi gagasan dan pandangan, serta menulis gagasan dan pandangan dalam teks eksplanasi. Dalam buku bahasa Indonesia kurikulum merdeka mengenai materi teks eksplanasi dipaparkan dan dijelaskan secara rinci dalam muatan materinya. Salah satu isi materinya yaitu mencakup tentang menulis teks eksplanasi.
11
Teks meliputi wacana tulis ataupun lisan yang ada dalam kehidupan.
Disebut teks tulis, bila mengacu pada ungkapan pikiran manusia. Disebut teks lisan, apabila ungkapan pikiran yang diucapkan. Alwi (dalam Imawati, 2017) mengatakan bahwa teks selama ini diartikan sebagai wacana tertulis. Sejalan dengan itu, Mahsun (dalam Agustina, 2017) mengatakan bahwa teks adalah ungkapan pikiran manusia yang lengkap yang didalamnya ada situasi dan konteks.
Dalam pembelajaran bahasa Indonesia terdapat beberapa jenis teks salah satunya adalah teks eksplanasi. Teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan tentang suatu proses fenomena alam, sosial, maupun budaya. Azkiya dan Romi (2018:96) dalam penelitiannya menyatakan bahwa teks eksplanasi adalah teks yang berisi penjelasan tentang proses terjadinya suatu fenomena atau peristiwa, baik fenomena alam maupun sosial serta budaya secara ilmiah.
Rahman (2018:37-38) mengemukakan bahwa teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan terjadinya atau terbentuknya suatu fenomena alam atau sosial.
Pada teks eksplanasi, sebuah peristiwa timbul karena ada peristiwa sebelumnya, dan peristiwa tersebut mengakibatkan peristiwa lain lagi sesudahnya, jadi teks eksplanasi menguraikan rentetan peristiwa yang memiliki fungsi sosial, yaitu memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang proses terjadinya sesuatu, disusun menurut prinsip sebab akibat.
Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan pengertian teks eksplanasi adalah teks yang berisi penjelasan terjadinya suatu fenomena baik itu alam, sosial, budaya, dan lainnya secara ilmiah yang disusun menurut prinsip sebab akibat b. Struktur Teks Eksplanasi
Setiap teks dalam pembelajaran bahasa Indonesia memiliki struktur termasuk teks eksplanasi. Sebelum menulis, terlebih dahulu harus mengetahui struktur dari teks eksplanasi tersebut agar dapat menulis teks eksplanasi dengan benar. Kokasih (2017:62-63) membagi struktur teks eksplanasi menjadi tiga bagian. Pertama, identifikasi fenomena yaitu mengidentifikasi sesuatu yang akan diterangkan. Hal itu terkait dengan fenomena alam, sosial, budaya, dan fenomena lainnya. Kedua, penggambaran rangkaian kejadian yaitu merincikan proses kejadian yang relevan dengan fenomena yang diterangkan sebagai pernyataan atas bagaimana dan mengapa. Rincian yang berpola atas pernyataan "bagaimana" akan melahirkan uraian yang tersusun secara kronologis. Dalam hal ini fase-fase kejadiannya disusun berdasarkan hubungan sebab akibat. Ketiga, ulasan yaitu berupa komentar atau penilaian tentang konsekuensi atas kejadian yang dijelaskan sebelumnya.
Rahman (2018:38) membagi struktur teks eksplanasi menjadi tiga, yaitu pernyataan umum, deretan penjelas, dan interpretasi. Pernyataan umum, berisi tentang informasi singkat tentang apa yang dibicarakan, yang akan dijelaskan proses keberadaannya, proses terjadinya, dan proses terbentuknya. Pembukaan harus bersifat singkat, menarik, dan jelas. Deretan penjelas, berisi urutan untaian atau penjelasan tentang peristiwa yang terjadi. Paragraf ini sangat relatif untuk menjawab pertanyaan "bagaimana", yang jawabannya berupa pernyataan. Bagian ini harus dijelaskan secara bertahap atau berurut. Interpretasi, berisi pendapat singkat penulis tentang peristiwa yang terjadi, berisikan kesimpulan atau pernyataan tentang topik dan proses yang dijelaskan.
Struktur Teks Eksplanasi
Pernyataan Umum
Urutan Sebab-Akibat
Interpretasi
Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa struktur teks eksplanasi terdiri atas pernyataan umum, urutan sebab akibat, dan interpretasi.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 1 berikut.
Gambar 1
Struktur Teks Eksplansi (ruang guru) c. Contoh Teks Eksplanasi
Proses Erupsi Gunung Berapi
Salah satu peristiwa alam yang dapat terjadi kapan saja adalah gunung meletus atau yang sering dikenal dengan istilah erupsi. Gunung berapi adalah gunung yang memiliki dapur magma yang masih aktif. Bencana gunung meletus sendiri adalah meletusnya gunung berapi karena dapur magma dalam perut bumi (gunung) tidak lagi bisa menahan banyaknya magma yang ada. Magma adalah cairan pijar yang memiliki suhu yang sangat tinggi. Cairan yang keluar dari perut bumi melalui gunung merapi ini disebut dengan lava. Magma keluar dari perut bumi karena adanya dorongan gas yang bertekanan tinggi.
Tanda-tanda yang dapat dilihat atau dirasakan bahwa sebuah gunung berapi akan meletus adalah suhu yang ada di sekitar gunung berapi akan meningkat menjadi lebih panas. Karena suhunya meningkat, mata air yang terletak dekat gunung menjadi kering, banyak tumbuhan yang layu, bahkan mati, dan banyaknya
hewan yang tinggal di lereng Gurung mulai menjauhi gunung tersebut. Tanda yang paling mudah untuk dikenal semakin seringnya terjadi gempa berkekuatan kecil.
Gunung berapi memiliki empat bagian yang memiliki peran berbeda saat meletusnya gunung tersebut. Keempat bagian tersebut adalah struktur kawah (bagian ini terletak di bagian puncak gunung), kaldera (bagian gunung yang berbentuk seperti kawah), rekahan dan graben (bagian dari badan gunung, rekahan bisa mencapai kedalaman ribuan meter), dan depresi volkano tektonik.
Aktivitas gunung akan tampak secara signifikan di bagian-bagian ini. Proses terjadinya gunung meletus diawali dengan adanya peningkatan suhu kawah dan getaran-getaran gempa vulkanik. Naiknya suhu menandakan adanya aktivitas magma dalam perut bumi dan menyebabkan air menjadi panas. Selanjutnya, mulai terjadi letusan hidrovolkanik yang terjadi akibat air yang bocor ke dalam gunung sangat banyak dan akan menimbulkan letusan, suara dentuman, dan longsor di dinding-dinding gunung. Setelah itu, terjadi pula letusan semi magnetik yaitu bercampurnya air danau dengan magma panas dan berubah menjadi uap panas secara mendadak dan menyebabkan terjadinya perubahan tekanan.
Temperatur magma ini dapa mencapai 600 derajat Celcius hingga 1,170 derajat Celcius. Tekanan uap yang sangat tinggi tersebut akan mampu menggetarkan dan melempar material-material yang ada di dalam perut gunung berapi tersebut.
Kemudian, terjadilah letusan magmatik yaitu letusan yang terjadi bersamaan dengan aktivitas magmatik. Setelah aktifitas gunung berapi meningkat sampai tahap ini, gunung berapi itu akan siap meletus dan besar kemungkinannya akan menyebabkan letusan yang sangat dasyat.
Gunung meletus adalah salah satu peristiwa alam yang terjadi secara alamiah. Kita sebagai manusia tidak dapat mencegah sebuah gunung berapi untuk tidak meletus. Kita hanya dapat mengantipasi agar kerugian secara meteriil dan immateriil dapat diminimalisir. Kita perlu mewaspadai dampak negatif dari letusan gunung berapi, seperti tercemarnya udara akibat abu vulkanik, aktivitas penduduk sekitar akan terganggu untuk sementara, dan lain- lain. Meski demikian, ada juga beberapa dampak positif yang dapat kita ambil setelah
terjadinya letusan gunung berapi, yaitu tanah yang dilalui abu vulkanik menjadi lebih subur, membuka mata pencaharian bagi penambang pasir, munculnya mata air panas, dan lain-lain.
( Diadaptasi dari Modul Ajar Guru SMP Negeri 20 Padang )
d. Kebahasaan Teks Eksplanasi
Yustinah (2016:34) mengemukakan bahwa terdapat lima kebahasaan teks eksplanasi. Pertama, menggunakan kata benda yang bersifat umum, misalnya sepeda, gunung merapi, mobil, sapu, dan buku. Kedua, menggunakan kata kerja, misalnya berlari, menyapu, dan memasak. Ketiga, menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana dalam mengungkapkan proses. Keempat, menggunakan fakta, misalnya negara Indonesia terdiri dari pulau besar dan kecil. Kelima, menggunakan bentuk kalimat pasif, misalnya energi berasal dari matahari.
Rahman (2018:38) mengemukakan bahwa terdapat enam ciri kebahasaan teks eksplanasi. Pertama, fokus pada hal umum (generik) menjelaskan mengenai fenomena alam atau sosial. Kedua, lebih banyak menggunakan kata kerja material dan relasional. Ketiga, menggunakan konjungsi waktu dan kausal misalnya jika, maka, sehingga, sebelum, pertama dan kemudian. Keempat, menggunakan kalimat pasif. Kelima, menggunakan istilah ilmiah. Keenam, bahasanya ringkas, menarik, dan jelas.
Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat lima ciri kebahasaan teks eksplanasi. Pertama, fokus pada hal bersifat umum yang menjelaskan mengenai suatu fenomena. Contoh proses terjadinya banjir, proses
terjadinya hujan, proses terjadinya gunung meletus, dan lain-lain. Kedua, menggunakan kata kerja material. Contoh berlari, bermain, menendang, dan memasak. Ketiga, menggunakan konjungsi waktu dan kausal. Contoh konjungsi waktu (ketika, sebelum, sesudah, dan lain-lain) dan konjungsi kausal (maka, lalu, karena, sehingga, oleh sebab itu). Keempat, menggunakan fakta. Contoh masjid adalah tempat ibadah bagi umat islam. Kelima, menggunakan bentuk kalimat pasif, misalnya korban banjir telah diselamatkan oleh warga sekitar.
e. Penerapan EYD dalam Teks Eksplanasi
Ejaan adalah keseluruhan peraturan melambangkan bunyi ujaran dan hubungan antara lambang-lambang itu (pemisahan dan penggabungannya dalam suatu bahasa). Secara teknis, ejaan ialah penulisan huruf, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca (Arifin, 2008:164). Menurut Suyanto (2011:90) ejaan adalah ilmu yang mempelajari tentang ucapan atau apa yang dilisankan oleh seseorang ditulis dengan perantara lambang-lambang atau gambar-gambar bunyi.
Menurut Alwi dkk. (2014: 16) ejaan merupakan tata cara menulis bahasa Indonesia dengan huruf latin. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) adalah ejaan bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 2015. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, yaitu Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) edisi revisi tahun 1987.
Menurut Sriyanto (2015:6), ejaan adalah hal-hal yang berkaitan dengan penulisan yang meliputi penggunaan huruf, penulisan kata, termasuk penulisan kata atau istilah pinjaman, dan penggunaan tanda baca. Senada dengan itu Putrayasa (2010:21) menjelaskan bahwa secara teknis yang dimaksud dengan
ejaan adalah (1) penulisan huruf, (2) penulisan kata, dan (3) penggunaan tanda baca. Ketiga hal tersebut akan dijelaskan sebagai berikut.
Pertama, kaidah penulisan huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama kata pertama kalimat, huruf petik langsung, huruf pertama dalam ungkapan yang berkaitan dengan masalah agama, kitab suci, dan nama tuhan. Huruf kapital juga digunakan sebagai huruf pertama gelar kehormatan, keturunan, dan agama diikuti nama orang. Selain itu, huruf kapital juga digunakan pada huruf pertama nama bangsa, suku, bahasa, bulan, hari raya, dan peristiwa sejarah. Huruf kapital juga digunakan pada huruf pertama nama-nama khas dalam geografi, nama lembaga resmi, nama dokumen resmi, buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan kecuali artikel yang tidak terletak pada posisi awal. Selain itu, huruf kapital juga dipakai sebagai singkatan gelar, sapaan, huruf pertama kata penunjuk keakraban yang dipakai dalam sapaan.
Kedua, huruf miring. Huruf miring biasanya dikenali dalam bahan cetak.
Dalam tulisan tangan setiap kata yang harus dicetak miring digarisbawahi. Huruf miring digunakan untuk (1) menulis nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam karangan, (2) menekankan atau menentukan huruf, bagian kata, atau kelompok kata, dan (3) menulis nama atau ungkapan ilmiah kecuali yang telah disesuaikan dengan ejaan.
Ketiga, kata. Kata terdiri dari empat, yaitu kata dasar, kata turunan, kata berulang, dan kombinasi kata. Penjelasan aturan penulisan setiap kelompok kata adalah sebagai berikut. Pertama, metode dasar menulis adalah kata yang ditulis dalam satuan, seperti buku, meja, lemari dan sebagainya. Kedua, ada empat cara
penulisan kata turunan, yaitu afiks (awalan, sufiks, dan sisipan) yang ditulis secara seri dengan kata dasarnya, awalan atau sufiks yang ditulis secara seri dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya, bentuk kata dalam bentuk dari gabungan kata yang juga mendapat awalan dan akhiran ditulis deret, dan jika salah satu unsur kombinasi kata itu hanya digunakan dalam kombinasi, maka kombinasi kata tersebut ditulis deret. Ketiga, kaidah penulisan ulang ada dua macam, yaitu (1) penulisan ulang yang ditulis menggunakan konjungsi antar unsur, dan (2) awalan dan akhiran ditulis seri dengan bentukan ulang. Keempat, kaidah penulisan kata majemuk dibagi menjadi tiga, yaitu (1) kombinasi kata yang biasa disebut kata majemuk, termasuk istilah khusus yang bagian-bagiannya ditulis tersendiri, (2) kombinasi kata yang mengandung istilah khusus yang dapat menimbulkan salah membaca dapat ditulis dengan tanda penghubung. untuk menegaskan hubungan antara unsur-unsur yang bersangkutan, dan (3) kombinasi kata-kata yang dianggap kata-kata ditulis secara seri.
Keempat, tanda baca. Tanda baca yang secara umum digunakan dalam menulis, yaitu (1) tanda titik, (2) koma, dan (3) titik dua. Pertama, aturan penulisan tanda titik. Tanda titik biasanya digunakan di akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Tanda titik juga digunakan setelah angka, huruf di bagian, ikhtisar, atau daftar. Titik digunakan untuk memisahkan jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu. Tanda titik digunakan dalam daftar pustaka antara nama penulis, judul artikel, dan tempat publikasi. Tanda titik juga digunakan untuk memisahkan angka dalam ribuan atau kelipatannya untuk menunjukkan angka tersebut. Kedua, penulisan tanda koma. Tanda koma dipakai di antara
unsurunsur dalam suatu perincian atau pembilangan. Tanda koma juga dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya.
Kemudian didahului dengan kata, seperti tetapi, melainkan, sedangkan, dan kecuali. Selain itu, tanda koma juga dipakai dibelakang kata atau ungkapan konjungsi antar kalimat yang terjadi di awal kalimat, seperti oleh karena itu, jadi, demikian, sehubungan dengan itu, dan bahkan begitu. Ketiga, penulisan tanda titik dua digunakan pada akhir pernyataan lengkap yang diikuti dengan rangkaian atau penerimaan. Misalnya, "Saya butuh peralatan alat tulis seperti: pena, buku, dan kertas". Tanda titik dua juga digunakan dalam teks drama setelah kata yang menunjukkan aktor dalam percakapan. Misalnya, "Bapak : cepat bawa kertasnya!".
f. Indikator Penilaian Keterampilan Menuliskan kembali Teks Eksplanasi Tes merupakan alat yang digunakan untuk mengukur keterampilan menulis teks eksplanasi. Berdasarkan teori yang telah dikembangkan sebelumnya indikator penilaian yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui keterampilan menulis teks eksplanasi. Pertama, siswa mampu menulis struktur teks eksplanasi (pernyataan umum, urutan sebab akibat, interpretasi). Kedua, mengembangkan isi teks eksplanasi.
Ketiga, siswa mampu menulis kebahasaan teks eksplanasi (menggunakan kata benda yang bersifat umum, menggunakan kata kerja, banyak menggunakan konjungsi, menggunakan kalimat yang bersifat fakta, dan menggunakan kalimat pasif).
Tabel 1.
Indikator Penilaian Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang
No Indikator Penilaian Deskriptor 1 Struktur Teks Eksplanasi a. Pernyataan umum
b. Urutan sebab akibat c. Interpretasi/penutup 2 Mengembangkan Isi Teks
Eksplanasi Gagasan utama pada teks eksplanasi 3 Kebahasaan Teks Eksplanasi a. Menggunakan fakta
b. Konjungsi (kausalitas dan kronologi) c. Kata istilah
d. Kata kerja material
e. Menggunakan kalimat pasif 2. Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi
Pada bagian ini, penulis akan membahas mengenai (a) pengertian keterampilan menyimak, (b) jenis-jenis menyimak, (c) pengertian keterampilan menyimak teks eksplanasi.
a. Pengertian Keterampilan Menyimak
Keterampilan menyimak merupakan salah satu aspek dalam keterampilan berbahasa. Keterampilan menyimak tidak kalah pentingnya untuk dikuasai karena memiliki dampak bagi penguasaan keterampilan berbahasa lainya. Menurut Suci (2021:23) menyimak adalah kegiatan yang erat kaitanya dengan mendengar.
Tarigan (2008:31) berpendapat bahwa menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan konsentrasi penuh, pemahaman apresiasi, dan interpretensi demi memperoleh informasi, mengambil isi, dan dapat memahami makna yang disampaikan penutur melalui ujaran atau bahasa lisan.
Menyimak adalah kegiatan mendengarkan bunyi bahasa dalam proses menginterpretasikan dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya hal
ini disampaikan oleh Sabari (dalam Jumiran, 2014:4). Menyimak dapat dikualifikasikan sebagai proses mendengarkan, serta menginterpretasikan lambang-lambang lisan yang disampaikan pembicara. Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa menyimak merupakan sebuah proses, atau peristiwa yang dilakukan dengan perhatian penuh, pemahaman, serta interpretasi untuk memperoleh informasi dan pesan semaksimal mungkin berdasarkan ujaran yang disampaikan pembicara.
b. Jenis-jenis Menyimak
Menyimak dapat diklasifikasikan atas beberapa jenis. Taringan (dalam Suci, 2021:23) memaparkan bahwa jenis menyimak dibagi atas dua, yaitu menyimak intensif dan ekstensif. (1) menyimak intensif merupakan kegiatan menyimak yang bersifat lebih bebas dan umum serta memerlukan bimbingan langsung oleh guru.
Menyimak intensif lebih diarahkan pada kegiatan mengontrol dan mengawasi suatu objek tertentu. Menyimak intensif juga dibagi lebih rinci menjadi enam bagian. Pertama, menyimak kritis yang merupakan penelusuran kesalahan pada poin-poin yang disampaikan oleh pembicara dalam ujaranya secara hati-hati dan teliti, serta dilandaskan dengan bukti serta alasan yang kuat. Kedua, menyimak kreatif merupakan kegiatan menyimak yang mengikutsertakan imajinasi penyimak dalam mendengarkan ujaran, maupun melihat gerakan serta perasaan kinestatik terhadap objek yang disimak. Ketiga, menyimak konsentratif atau dikenal sebagai menyimak sejenis telaah, merupakan menyimak dengan menelusuri lebih mendalam terhadap bahan yang disimak. Keempat, menyimak eksplorasif merupakan kegiatan menyimak yang bersifat menelusuri suatu hal dengan arah
yang jelas dan spesifik. Kelima, menyimak selektif adalah menyimak dengan cara mengumpulkan aspirasi dari pembicara dengan menyaring informasi yang disimak secara relevan dan teliti. Keenam, menyimak interogatif adalah kegiatan menyimak yang lebih banyak menuntut konsentrasi dan seleksi, serta fokus penyimak dalam mencerna butir-butir ujaran yang disampaikan pembicara.
Jenis menyimak selanjutnya (2) menyimak ekstensif (extensive listening) merupakan kegiatan menyimak yang berkaitan dengan hal yang bersifat umum dan bebas namun tidak memerlukan bimbingan langsung oleh guru. Menyimak ekstensif juga dibagi lebih rinci menjadi empat bagian, sebagai berikut. Pertama, menyimak sosial umumnya terjadi pada keadaan situasi sosial di tempat umum, seperti dalam perbincangan yang cukup menarik intensitas orang di sekelilingnya.
Kedua, menyimak sekunder merupakan menyimak yang dilakukan dengan tidak sengaja atau kebetulan. Ketiga, menyimak estetik dengan cara kebetulan dilakukan pada tahapan akhir. Keempat, menyimak pasif merupakan kegiatan menyimak sebuah bahasa lisan tanpa sadar dan tidak dengan fokus yang tinggi, dalam hal ini biasanya dapat terjadi pada saat belajar menguasi suatu bahasa, menghafal dengan tergesa dan luar kepala.
c. Pengertian Menyimak Teks Eksplanasi
Menyimak merupakan sebuah kegiatan berbahasa yang dilakukan secara berulang kali oleh setiap penggunanya, dimana kegiatan ini terjadi secara sengaja dengan tujuan untuk mendapatkan pengetahuan serta poin penting dalam sebuah ujaran. Menyimak dengan baik dan benar dapat memberikan manfaat yang besar, penyimak dapat mendapatkan banyak gagasan dan informasi terkait hal yang
ingin diketahui dari pembicara yang didengar. Sejalan dengan pemaparan tersebut Taringan (dalam Suci, 2021:23) menyampaikan bahwasanya menyimak adalah kegiatan memperhatikan secara teliti lambang-lambang lisan, memahami, mengapresiasi, serta menginterpretasikan dengan tujuan memperoleh gagasan, ide, dan makna komunikasi yang disampaikan pembicara dalam bahasa lisan atau ujaran pada objek tertentu. Salah satu bahan simakan yang dipelajari adalah teks eksplanasi.
Berdasarkan pemaparan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa keterampilan menyimak teks eksplanasi merupakan sebuah kegiatan mendengarkan beragam lambang bahasa lisan yang disampaikan oleh pembicara guna memperoleh informasi berupa penjelaskan mengenai suatu proses atau fenomena alam, sosial, budaya, ilmu pengetahuan, dan lainnya.
d. Indikator keterampilan menyimak teks eksplanasi
Indikator penilaian keterampilan menyimak teks eksplanasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, memahami struktur teks eksplanasi yang mencakup pernyataan umum, proses sebab akibat, interpretasi.
Kedua, memahami isi teks eksplanasi yang mencakup pertanyaan yang berhubungan dengan teks eksplanasi. Ketiga, memahami kebahasaan teks eksplanasi.
Tabel 2.
Indikator Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMPN 20 Padang
No Indikator Penilaian Rincian
1 Memahami Struktur dalam
Teks Eksplanasi Pernyataan umum, deretan penjelas, dan interpretasi
2 Memahami Informasi dalam Teks Eksplanasi
Ide pokok dari teks eksplanasi 3 Memahami Kebahasaan Teks
Eksplanasi
Menggunakan konjungsi
kausalitas, konjungsi kronologi, kata istilah, kata benda, kata kerja, dan kalimat pasif
3. Kontribusi Keterampilan Menyimak Teks Eksplanasi terhadap Keterampilan Menuliskan Kembali Teks Eksplanasi
Keterampilan menyimak dan keterampilan menulis merupakan keterampilan berbahasa yang saling berkaitan satu dengan lainya. Penulis yang baik adalah seorang penyimak yang baik pula. Hal ini disampaikan oleh Semi (2003:4).
Pendapat ini dapat disejui dengan pemahaman bahwa setiap lambang-lambang tulisan yang dituangkan penulis kedalam karyanya tidak lain juga bersumber dari hasil fikiran, emosi, dan imajinasi yang bersumber oleh kegiatan menyimak.
Sehingga menyimak menjadi bekal awal untuk dapat menjadi bahan utama dalam menghasilkan sebuah karya tulis.
Menurut Hedge dalam (Eliyanti et al., 2020) “keterampilan menulis pada dasarnya diperlukan oleh peserta didik karena peserta didik membutuhkannya, baik bagi pendidikannya, kehidupan sosialnya, maupun pada kehidupan profesionalnya nanti.” Menurut Semi (2009:2) Menulis merupakan proses pemindahan ide serta pemikiran kedalam bentuk tulisan melalui lambang- lambang bahasa, menulis menggunakan intelektual yang menjadi penanda seseorang yang memiliki kemampuan dalam mengekspresikan isi pikirannya
melalui media aksara (tulisan) dengan bahasa yang terstruktur dan bisa dimengerti. Untuk dapat menulis teks eksplanasi dengan terampil siswa perlu mendapatkan pengalaman menyimak dan memahami teks eksplanasi terlebih dahulu, agar mampu melahirkan sebuah teks eksplanasi yang baik dan sesuai dengan struktur, isi, serta kebahasaanya.
Dengan demikian untuk mampu menguasai keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi, siswa hendaknya terlebih dahulu mampu memahami dan mengetahui isi dari teks eksplanasi berdasarkan proses menyimak yang dilakukan dengan penuh perhatian dan sunguh-sungguh. Jika proses menyimak teks eksplanasi dapat dilakukan secara maksimal tentu akan memberikan dampak baik bagi kemampuan menuliskan kembali teks eksplanasi yang berkualitas dan sesuai dengan struktur, isi, dan kebahasaan yang benar.
B. Penelitian yang Relevan
Berdasarkan studi kepustakaan yang dilakukan, penelitian yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan ini adalah sebagai berikut.
Pertama, Maharani Dwi Puteri Arbi (2018) dengan judul penelitian
"Kontribusi Keterampilan Membaca Pemahaman terhadap Keterampilan Menulis Teks Eksposisi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 25 Padang". Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan tiga hal sebagai berikut. Pertama, keterampilan membaca pemahaman siswa kelas VIII SMP Negeri 25 Padang berada pada kualifikasi baik. Kedua, keterampilan menulis teks eksposisi siswa kelas VIII SMP Negeri 25 Padang berada pada kualifikasi baik. Hal ini disebabkan karena siswa masih kurang mampu menuangkan gagasan dan
pendapatnya ke dalam bentuk tulisan. Selain itu, jarangnya latihan untuk menulis saat proses belajar juga mempengaruhi keterampilan menulis siswa. Ketiga, keterampilan membaca pemahaman memiliki kontribusi sebesar 43,03% terhadap keterampilan menulis teks eksposisi siswa kelas VIII SMP Negeri 25 Padang dan selebihnya (56,97%) dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Kedua, penelitian yang dilakukan oleh Rosa Andria Syafitri (2019) dengan judul penelitian "Kontribusi Penguasaan Kosakata Bidang Lingkungan Hidup terhadap Keterampilan Menulis Teks Berita Siswa Kelas VIII SMP Negeri 6 Pariaman" di jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Padang. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahawa terdapat kontribusi penguasaan kosakata bidang lingkungan hidup terhadap keterampilan menulis teks berita perserta didik kelas VIII SMP Negeri 6 Pariaman yaitu, variabel penguasaan kosakata bidang lingkungan hidup (x) berkontribusi dengan keterampilan menulis teks berita (y) sebesar 0,589. Berdasarkan interpretasi koefisien korelasi nilai r, maka korelasi bidang lingkungan hidup dengan keterampilan menulis teks berita tergolong cukup. Selanjutnya, besar sumbangan variabel penguasaan kosakata bidang lingkungan hidup terhadap keterampilan menulis teks berita adalah sebesar 32,79% oleh penguasaan kosakata bidang lingkungan hidup, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi penguasaan kosakata, maka semakin tinggi keterampilan menulis teks berita kelas VIII SMP Negeri 6 Pariaman.
Ketiga, Pratiwi (2022) dengan penelitian berjudul “Kontribusi Kemampuan Memahami Cerpen dan Motivasi Belajar terhadap Keterampilan Menulis Cerpen.”
Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan, diperoleh beberapa kesimpulan.
Pertama, terdapat kontribusi yang signifikan antara kemampuan memahami cerpen terhadap keterampilan menulis cerpen siswa kelas IX MTsN sekota Payakumbuh. Kedua, terdapat kontribusi yang signifikan antara motivasi belajar terhadap keterampilan menulis cerpen siswa kelas IX MTsN se-Kota Payakumbuh. Ketiga, terdapat kontribusi yang signifikan kemampuan memahami cerpen dan motivasi belajar secara bersama-sama terhadap keterampilan menulis cerpen siswa kelas IX MTsN se-Kota Payakumbuh.
Persamaan ketiga penelitian di atas dengan penelitian yang akan dilakukan adalah sama-sama memiliki dua variabel, yaitu variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Penelitian yang dilakukan oleh Maharani Dwi Puteri Arbi (2018) memiliki variabel bebas (X) keterampilan membaca pemahaman dan variabel terikat (Y) keterampilan menulis teks eksposisi. Penelitian yang dilakukan oleh Rosa Andria Syafitri (2019) memiliki variabel bebas (X) penguasaan kosakata bidang lingkungan hidup dan variabel terikat (Y) keterampilan menulis teks berita. Penelitian yang dilakukan oleh Pratiwi (2022) memiliki variabel bebas (X) kemampuan memahami cerpen dan motivasi belajar dan variabel terikat (Y) keterampilan menulis cerpen. Penelitian yang dilakukan oleh penulis sendiri memiliki variabel bebas (X) keterampilan menyimak teks eksplanasi dan variabel terikat (Y) keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi.
C. Kerangka Konseptual
Menulis teks eksplanasi adalah salah satu keterampilan yang dituntut dalam kurikulum mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 20 Padang. Dalam menuliskan kembali teks eksplanasi, (a) siswa harus mengetahui apa itu teks eksplanasi, (b) struktur teks eksplanasi, (c) kebahasaan teks eksplanasi.
Hal ini dipengaruhi oleh beberapa kendala diantaranya rendahnya tingkat keterampilan memahami siswa melalui proses menyimak teks eksplanasi.
Sehingga siswa sulit untuk mengulang kembali hasil simakan yang dipahami dari teks eksplanasi. Oleh sebab itu, keterampilan menyimak pada penelitian ini dijadikan sebagai variabel bebas yang menyebabkan munculnya variabel terikat, yakni keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi
Bagan 1
Kerangka Konseptual Keterangan :
Variabel X : Keterampilan menyimak teks eksplanasi Variabel Y : Keterampilan menulis teks eksplanasi : Kontribusi
D. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kajian teori dan kerangka konseptual yang telah dikemukakan sebelumnya, hipotesis penelitian ini dirumuskan sebagai berikut.
Keterampilan menuliskan kembali
teks eksplanasi Y
Keterampilan menyimak teks eksplanasi
X
H0 : Keterampilan menyimak teks eksplanasi tidak berkontribusi terhadap keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi siswa kelas VIII SMPN 20 Padang. Hipotesis diterima jika rhitung < rtabel dengan dk = n-1 pada taraf kepercayaan 95%.
H1 : Keterampilan menyimak teks eksplanasi berkontribusi terhadap keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Padang. Hipotesis diterima jika rhitung > rtabel dk = n-1 pada taraf kepercayaan 95%.
Pada penelitian ini, hasil yang diharapkan yaitu H1, yang berarti bahwa terdapat kontribusi keterampilan menyimak teks eksplanasi terhadap keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi siswa kelas VIII SMPN 20 Padang.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis dan Metode Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif.
Penelitian ini dikatakan sebagai penelitian kuantitatif karena penelitian ini bersumber dari numerik (angka) dalam sajian data, dan pemerolehan informasinya, baik pengumpulan data, pemerolehan terhadap data serta tampilan hasil akhirnya (Arikunto, 2010). Penelitian ini juga menggunakan tes sebagai instrumennya yaitu tes uji coba keterampilan menyimak teks eksplanasi dan tes unjuk kerja keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Padang.
Berdasarkan hasil tes unjuk kerja akan didapatkan sampel dari beberapa populasi yang akan dirangkap menjadi data dalam melakukan penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskriptif berisikan penganalisisan, pendeskripsian, dan interprestasi data berupa angka berdasarkan variabel yang telah diteliti terlebih dahulu. Sehingga berdasarkan data yang diperoleh dapat menjadi acuan untuk mengetahui kontribusi keterampilan menyimak teks eksplanasi terhadap keterampilan menuliskan kembali teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Padang.
B. Populasi dan Sampel
Populasi dan Sampel adalah salah satu aspek penting didalam pelaksanaan penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 20
31