• Tidak ada hasil yang ditemukan

KLA MENCACU KONVENSI HAK ANAK DI ERA OTONOMI DAERAH

N/A
N/A
abasa watawalla

Academic year: 2024

Membagikan "KLA MENCACU KONVENSI HAK ANAK DI ERA OTONOMI DAERAH"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

5 KLASTER MENGACU PADA KONVENSI HAK ANAK di Era Otda Diwujudkan dalam “KLA”

KLASTER I

HAK SIPIL DAN KEBEBASAN

KLASTER II

LINGKUNGAN KELUARGA DAN PENGASUHAN ALTERNATF

KLASTER III

KESEHATAN DASAR DAN KESEJAHTERAAN

KLASTER IV

PENDIDIKAN, PEMANFAATAN WAKTU LUANG, DAN KEGIATAN BUDAYA

KLASTER V

PERLINDUNGAN KHUSUS

Pemenuhan Hak Anak

Perlindungan Khusus Anak

PERLINDUNGAN ANAK

KLA

1

(2)

Hak Sipil Kebebasan

Lingkungan Keluarga &

Pengasuhan Alternatif

Kesehatan Dasar &

Kesejahteraa n

Pendidikan, Pemanfaata

n Waktu Luang &

Kegiatan Budaya Perlindunga

n Khusus

Kelembagaan

1. Perda KLA; 2. Terlembaga KLA; 3. Keterlibatan Masyarakat, Dunia Usaha & Media 4. Akta Kelahiran

5. Informasi Layak Anak

6. Partisipasi Anak 7. Perkawinan Anak 8. Lembaga Konsultasi bg

Ortu/Keluarga 9. Lembaga Pengasuhan

Alternatif 10. PAUD-HI 11. Infrastruktur Ramah

Anak

12. Persalinan di Faskes 13. Prevalensi Gizi 14. PMBA 15. Faskes dgn

Pelayanan Ramah Anak 16. Air Minum dan

Sanitasi 17. KTR dan Iklan,

Promosi dan Sponsor Rokok 18. Wajar 12 Th

19. SRA 20. PKA

21. Korban

Kekerasan &

Eksploitasi 22. Korban

Pornografi &

Situasi Darurat 23. Penyandang

Disabilitas 24. ABH,

Terorisme, Stigma

24 Indikator Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA)

Kluster I

Kluster II

Kluster III Kluster IV

Kluster V

2

(3)

3 Dunia Layak Anak (World Fit for Children) 2000

Dunia Layak Anak (World Fit for Children) 2000 Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2010 Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2010

Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2006, revitalisasi 2010 Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2006, revitalisasi 2010

Klaster I

Klaster I Klaster IIKlaster II Klaster IIIKlaster III Klaster IVKlaster IV

5 KLASTER HAK ANAK *) 5 KLASTER HAK ANAK *)

Media Media

Lembaga Yudikatif Lembaga Yudikatif Lembaga

Legislatif Lembaga Legislatif

Dunia Usaha Dunia Usaha Pemerintah:

K/L, SKPD Prov, SKPD Kab/Kota Pemerintah:

K/L, SKPD Prov, SKPD Kab/Kota

KELUARGA KELUARGA

ANAKANAK PEMENUHAN HAK ANAK

PEMENUHAN HAK ANAK PERLINDUNGAN KHUSUS ANAKPERLINDUNGAN KHUSUS ANAK Provinsi Layak Anak (PROVILA) 2006, revitalisasi 2010

Provinsi Layak Anak (PROVILA) 2006, revitalisasi 2010

Desa/Kelurahan Layak Anak (DEKELA) 2014 Desa/Kelurahan Layak Anak (DEKELA) 2014

*)

Klaster I: Hak Sipil dan Kebebasan

Kalster II: Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif Klaster III: Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan

Klaster IV: Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang dan Keg. Budaya Klaster V: Perlindungan Khusus

Kecamatan Layak Anak (KELANA) 2014 Kecamatan Layak Anak (KELANA) 2014

Klaster V: 15 Kategori AMPK

Klaster V: 15 Kategori AMPK

PERAN

STAKEHOLDERS

Lembaga Masyarakat

Lembaga Masyarakat

RWRW RTRT Forum

Anak Forum

Anak

PT (PSW/G/A)

PT (PSW/G/A)

(4)

No Unsur Peranannya Keteranga

1 Sekretaris

n

Daerah

 Menggalang sumber daya dan mitra potensial, merencanakan, mengem-bangkan,

mengimplementasikan dan memonitor program pengembangan KLA

Koordinasi

2 BAPPEDA  Mengkoordinasikan perencanaan program yang terkait dengan anak dari masing-masing dinas

 Mengkoordinasikan program untuk anak yang pendanaannya bersumber dari dunia usaha dan lembaga internasional

Ketua Gugus Tugas

 

3 Badan

Pemberdayaan Perempuan

 Mengkoordinasikan pelaksanaan program di bidang perlindiungan anak

Sekretariat

4 Badan

Keuangan Daerah

Mengkoordinasikan penganggaran

program-program untuk anak di masing- masing dinas

 

(5)

No Unsur Peranannya Keterangan 5 Dinas

Kesehatan

 Melaksanakan pelayanan di bidang

kesehatan dan pengendalian penyakit

 Melaksanakan monitoring dan evaluasi

Ketua Gugus Tugas Bidang

Kesehatan 6 Dinas/

Institusi Sosial  

 Melaksanakan pelayanan di bidang sosial

 Melaksanakan monitoring dan evaluasi

Ketua Gugus Tugas Bidang Sosial 9 Dinas

pendidikan  

 Melaksanakan pelayanan di bidang pendidikan dasar dan menengah

 Melaksanakan monitoring dan evaluasi

Ketua Gugus Tugas Bidang

Pendidikan 10 Dinas

Pekerjaan Umum

 

 Melaksanakan pelayanan di bidang PU

 Melaksanakan monitoring dan evaluasi

 

(6)

No Unsur Peranannya Keterangan 11 Dinas Tata

Kota

 Merencanakan Tata Kota yang Layak Anak

 Menyediakan Ruang bagi Taman Bermain dan Rekreasi Anak dan Keluarga

 

12 Dinas

Perhubungan – DLLAJ-AL

 Melaksanakan pelayanan di bidang perhubungan / transportasi

 Melaksanakan monitoring dan evaluasi  

13 Dinas Tenaga Kerja

 

 Melaksanakan pelayanan di bidang Ketenaga kerjaan

 Melaksanakan monitoring dan evaluasi  

14 Dinas

Informasi dan

Komunikasi

 Melaksanakan pelayanan di bidang informasi dan komunikasi

 Melaksanakan monitoring dan evaluasi

 

(7)

No Unsur Peranannya Keteranga

15 Kantor

n

Kementerian Agama

Provinsi

 Melaksanakan pelayanan di bidang Moral &

Agama

 Melaksanakan monitoring dan evaluasi

 

16 Bagian

Pemerintahan dan Otda

 

 Melaksanakan pelayanan di bidang pemerintahan

 Melaksanakan monitoring dan evaluasi

 

17 Kantor Polisi Daerah

 Melaksanakan pelayanan di bidang keamanan dan ketertiban

 Melaksanakan monitoring dan evaluasi

 

18 Kejaksaan Tinggi

 Melaksanakan pelayanan di bidang penahanan dan penuntutan perkara

 Melaksanakan monitoring dan evaluasi

 

(8)

N

o Unsur Peranannya Keteranga

19 Pengadilan n

Tinggi

 Melaporkan putusan pengadilan

 Mempertimbangkan penerapan Restroactive Justice

 

20 Lapas dan Rutan

 Melaksanakan pelayanan di bidang HukHam dan Lapas dan Rutan

 Melaksanakan monitoring dan evaluasi  

21 LSM dan Ormas di

Bidang Anak

 Melaksanakan pelayanan di bidang informasi dan advokasi hak anak dan

melakukan penggalangan sumber untuk program pengembangan KLA

 

22 Perguruan Tinggi

 Melakukan pengkajian dan pengembangan KLA serta

mempublikasikan hasil kajian

 

(9)

No Unsur Peranannya Keterangan

23 Organisasi Profesi

 Melakukan pengkajian dan pengembangan KLA serta mempublikasikan hasil kajian

  24 KPAID  Melakukan pengawasan pelaksanaan

kebijakan KLA

 Memberikan laporan dan pertimbangan kepada Gubernur

 

25 Dunia usaha  Memberikan konstribusi pendanaan dan memberdayakan LSM untuk program KLA

  26 Lembaga Donor  Membuka akses pendanaan dan memperluas

akses/relasi bagi Ormas /LSM untuk program KLA

 

27 Wadah

Partisipasi Anak

 Mensosialisasikan KLA kepada teman sebaya

 Menggali kebutuhan anak

 Mengkonsultasikan kebutuhan dan keinginan anak kepada mitra dari sektor terkait

 

(10)

9 KOMPONEN KUNCI YANG DIEVALUASI DI SETIAP INDIKATOR KLA

1.ADANYA PERATURAN/KEBIJAKAN DAERAH TENTANG KLA 2.PERSENTASE ANGGARAN YANG DIALOKASIKAN UNTUK KLA 3.SDM TERLATIH KONVENSI HAK ANAK

4.KETERLIBATAN FORUM ANAK/KELOMPOK ANAK

5.KEMITRAAN ANTAR OPD DALAM PENGEMBANGAN KLA 6.KETERLIBATAN LEMBAGA MASYARAKAT DALAM KLA 7.KEMITRAAN DENGAN DUNIA USAHA DALAM KLA

8.KEMITRAAN DENGAN MEDIA DALAM KLA

9.INOVASI DALAM KLA

(11)

SEKIAN DAN

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Fernando Edwin Silaen: Pengukuran Kinerja Pemerintah Daerah Dalam Era Otonomi Daerah, 2006... Fernando Edwin Silaen: Pengukuran Kinerja Pemerintah Daerah Dalam Era Otonomi

Hak-hak anak diatur didalam Konvensi Hak Anak yang menjadi acuan perlindungan hak anak secara internasional.Di Indonesia perlindungan terhadap hak-hak anak diatur dalam UU No 23

Hak-hak anak diatur didalam Konvensi Hak Anak yang menjadi acuan perlindungan hak anak secara internasional.Di Indonesia perlindungan terhadap hak-hak anak diatur dalam UU No 23

pendapatan sehingga kurang memperhatikan keberlanjutan pembangunan. Di era otonomi, konsep pengembangan kapasitas daerah diwujudkan dengan kemandirian daerah dan

Pada Pasal 22 Konvensi Hak Anak menyatakan bahwa pengungsi anak maupun anak-anak yang sedang mengusahakan status pengungsi berhak mendapat perlakuan yang layak dan

Artikel ilmiah ini membahas tentang Pemenuhan Hak Menyampaikan Keluhan Bagi Anak di Lembaga Pemasyarakatan Anak Blitar, dikaitkan dengan Prinsip Perlindungan Anak yang terdapat

Jadi dapat diartikan bahwa imple- mentasi pengarusutamaan hak anak di kabupaten Jombang dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) ini pada prinsipnya adalah cara agar

III.PELAYANAN PUBLIK DI ERA OTONOMI DAERAH Di era otonomi daerah saat ini, seharusnya pelayanan publik menjadi lebih responsif terhadap kepentingan publik, di mana paradigma