• Tidak ada hasil yang ditemukan

KLMPK 3 Metodologi

N/A
N/A
12@Ni Nyoman Kesuma Dewi

Academic year: 2025

Membagikan "KLMPK 3 Metodologi"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PAPER

”KERANGKA BERPIKIR, HIPOTESES, DAN METODE PENLITIAN”

Mata Kuliah : Metodologi Penelitian

Dosen Pengempu : Dr. Ni Made Dwi Puspitawati,SE.,MM

Disusun Oleh : Kelompok 3 Manajemen D Malam

1. I Putu Perdi Saputra (2302612010454) 2. Komang Liana Tristina (2302612010455) 3. I Made Ari Puja Utama (2302612010456) 4. Ni Nyoman Kesuma Dewi (2302612010457)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR

2025

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya lah penulis dapat menyelesaikan paper metodologi penelitian ini dengan tepat waktu. Pada paper ini topik yang penulis bahas adalah Kerangkar Berpikir, Hipoteses, Dan Metode Penelitian. Adapun tujuan dari penulisan paper ini adalah untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Metodologi Penelitian. Penulis berharap paper ini dapat membawa pemahaman dan pengetahuan bagi kita semua Penulis menyadari dalam penulisan paper ini tidak terlepas dari bantuan banyak pihak sehingga paper ini dapat terselesaikan. Untuk itu penulis ucapkan terima kasih kepada :

1. Dr. Ni Made Dwi Puspitawati,SE.,MM selaku dosen yang mengajar.

2. Orang tua atas dukungan dan doanya untuk memotivasi penulis dalam menyelesaikan paper ini.

3. Teman-teman yang telah memberikan dukungan, motivasi dan masukannya dalam pembuatan makalah ini.

Dalam penulisan paper ini penulis menyadari bahwa di dalam paper ini masih banyak memiliki kekurangan karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan yang penulis miliki.

Oleh karena itu, penulis mengharapkan pembaca dapat memberikan saran dan masukan yang membangun demi kesempurnaan paper ini.

Denpasar, 1 July 2025

Penyusun

I

(3)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI... II

BAB 1 PRNDAHULUAN... 1

1.1 Latar Belakang...1

1.2 Rumusan Masalah... 2

BAB II PEMBAHASAN...3

2.1 Kerangka Berpikir... 3

2.2 Hipotesis Penelitian...4

(4)

BAB 1 PRNDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Dalam proses menyusun skripsi atau karya ilmiah, ada beberapa bagian penting yang sering jadi penilaian utama dosen, yaitu kerangka berpikir, hipotesis, dan metode penelitian.

Ketiganya bukan hanya sebagai syarat formal, tapi benar-benar menentukan arah dan kualitas penelitian yang kita buat.

Kerangka berpikir adalah gambaran alur logika peneliti dalam melihat dan menjelaskan masalah. Biasanya disusun berdasarkan teori-teori yang relevan, hasil penelitian sebelumnya, dan kondisi nyata di lapangan. Setelah kerangka berpikir jelas, biasanya akan muncul hipotesis , yaitu dugaan sementara terhadap hasil penelitian yang akan diuji melalui data. Sementara itu, metode penelitian adalah langkah-langkah teknis yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data.

Secara sederhana, ketiga hal ini saling berkaitan. Kerangka berpikir menyusun alur logika, hipotesis menjadi dugaan awal yang diuji, dan metode adalah cara untuk membuktikan semuanya. Oleh karena itu, mahasiswa yang sedang melakukan penelitian wajib memahami dan menyusun ketiganya dengan baik agar penelitian yang dibuat tidak hanya selesai, tapi juga punya nilai ilmiah dan bisa dipertanggung jawabkan.

3

(5)

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah di uraikan di atas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana cara dan teknik membuat kerangka pemikiran suatu penelitian?

2. Bagaimana cara membuat hipotesis suatu penelitian?

(6)

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Kerangka Berpikir

Kerangka berpikir merupakan bagian dari penelitian yang menggambarkan alur pikiran peneliti, dalam memberikan penjelasan kepada orang lain, mengapa dia mempunyai anggapan seperti yang diutarakan dalam hipotesis. kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah didefinisikan sebagai masalah yang penting. Kerangka pemikiran merupakan penjelasan terhadap gejala-gejala yang menjadi obyek permasalahan. Jadi, kerangka berpikir ini merupakan sintesis tentang hubungan antar variabel yang disusun dari berbagai teori yang telah dideskripsikan (Hasan, 2002).

Kerangka berpikir biasanya menjelaskan hubungan dua peubah, yaitu hubungan asimetrik atau hubungan simetrik. Selain itu, pada kerangka berpikir dapat diajukan hubungan antar beberapa peubah, sehingga memungkinkan diajukan peubah kontrol atau peubah antara (intermediate variable) yang dapat memperjelas hubungan antara peubah bebas dengan peubah terikat. Kerangka berpikir dilengkapi dengan skema untuk memperjelas dan mempermudah pemahaman dan cara kerja peneliti. Kerangka berpikir dalam suatu penelitian diperlukan, apabila penelitian tersebut berkenaan dengan dua variabel atau lebih. (Priatna, 2017).

Menurut Hasan (2002) dan Ngatno (2015) Sebuah kerangka berpikir dikatakan baik, apabila memuat beberapa hal sebagai berikut:

1. Paparan sistematis tentang variabel-variabel yang diteliti.

2. Paparan sistematis yang menunjukkan dan menjelaskan pertautan/hubungan antar variabel yang diteliti, dan ada teori yang mendasar.

3. Paparan sistematis yang menunjukkan dan menjelaskan hubungan antar variabel apakah positif atau negatif, berbentuk simetris, kausal atau timbal balik.

4. Paparan sistematis dari variabel pada penelitian kuantitatif, menyertakan penjelasan terukur berupa indikator-indikator masing-masing variabel.

5. Kerangka berpikir tersebut, selanjutnya perlu dinyatakan dalam bentuk skema berpikir (model penelitian), sehingga cara kerja teorits penelitian dapat dipahami. Kerangka berpikir dapat berupa kerangka teori.

Kerangka teori merupakan uraian ringkas tentang teori yang digunakan dan cara menggunakan teori itu dalam menjawab pertanyaan penelitian. Kerangka berpikir itu bersifat operasional, yang berasal dari satu atau beberapa teori. Kerangka berpikir sangat erat kaitannya dengan maslaah penelitian dan menjadi pedoman dalam perumusan hipotesis yang akan diajukan (Bisri, 1999).

5 Pengaruh kepuasan konsumen

Lawar Plek di Bali terhadap keputusan pembelian

Warung Plek Ganas merupakan salah satu perushaan yang memproduksi

Lawar Plek di Bali

(7)

2.2 HIPOTESIS

DEFINISI HIPOTESIS

Hipotesis berasal dari kata “hypo” yang berarti “di bawah” dan “thesa” yang berarti “kebenaran”.

Jadi secara etimologis hipotesis merupakan sesuatu yang kurang (hypo) dari sebuah pendapat tentang kebenaran (tesis). Dengan kata lain hipotesis adalah sebuah simpulan yang belum final karena harus

(8)

diuji kebenarannya atau bisa disebut juga sebagai jawaban sementara terhadap masalah yang sedang diteliti. Hipotesis bisa juga dipahami sebagai teori sementara (jawaban tentatif) yang dijadikan pedoman oleh peneliti sebagai petunjuk sementara ke arah pemecahan masalah.

Teori sementara atau hipotesis ini diperoleh dari deduksi teori yang kemudian diturunkan sebagai hipotesis. Hipotesis inilah yang harus diuji kebenarannya melalui pengumpulan bukti empirik (data).

Jika kemudian data yang terkumpul memperlihatkan bahwa hipotesis itu benar, maka hipotesis itu berubah kedudukannya menjadi tesa (kesimpulan pendapat yang diperoleh dari pengamatan empiris melalui proses dan kerja metodologis tertentu).

SIFAT-SIFAT HIPOTESIS

Adapun sifat-sifat penting hipotesis adalah sebagai berikut:

 Setiap hipotesis merupakan kemungkinan jawaban terhadap permasalahan yang tengah diteliti.

 Hipotesis harus muncul dan ada hubungannya dengan teori dan masalah yang akan diteliti.

 Hipotesis harus dapat diuji tersendiri untuk dapat menetapkan hipotesis yang paling besar kemungkinannya untuk didukung data empiris yang dikumpulkan menurut prosedur tertentu.

JENIS-JENIS HIPOTESIS Jenis-jenis hipotesis, yaitu:

A. Hipotesis nol (H0)

Hipotesis nol adalah hipotesis yang ingin menguji tidak adanya hubungan antar variabel, yaitu antara variabel independen (X) dan variabel dependen (Y).

B. Hipotesis kerja (H1)

Hipotesis kerja adalah hipotesis yang menyatakan adanya hubungan antara variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y). Karena itu, jenis hipotesis ini ingin menguji kebenaran adanya hubungan antar variabel.

C. Hipotesis deskriptif

Hipotesis deskriptif merupakan hipotesis yang menggambarkan karakter sebuah kelompok atau variabel tanpa menghubungkannya dengan variabel yang lain.

D. Hipotesis asosiatif

Hipotesis asosiatif merupakan jenis hipotesis yang menjelaskan hubungan antar variabel (minimal dua variabel).

E. Hipotesis komparatif

Hipotesis komparatif merupakan hipotesis yang menyatakan perbandingan antara satu variabel dengan variabel lainnya.

SYARAT HIPOTESIS

Hipotesis yang baik harus dibuat berdasarkan beberapa syarat berikut: (Martono, 2010; Moleong, 2007;

Hadjar, 1999)

A. Hipotesis harus menyatakan hubungan atau perbedaan antara dua variabel atau lebih.

B. Hipotesis harus dapat diuji.

7

(9)

C. Hipotesis harus menawarkan penjelasan sementara berdasarkan teori atau hasil penelitian sebelumnya.

D. Hipotesis harus singkat dan jelas.

E. Hipotesis harus spesifik. Hipotesis harus bersifat spesifik yang menunjuk kenyataan sebenarnya. Peneliti harus bersifat spesifik yang menunjuk kenyataan yang sebenarnya.

F. Hipotesis harus menyatakan perbedaan atau hubungan antar variabel. Satu hipotesis yang memuaskan adalah salah satu hubungan yang diharapkan di antara variabel dibuat secara eksplisit.

G. Hipotesis menyatakan variasi nilai sehingga dapat diukur secara empiris dan memberikan gambaran mengenai fenomena yang diteliti. Untuk hipotesis deskriptif berarti hipotesis secara jelas menyatakan kondisi, ukuran, atau distribusi suatu variabel atau fenomenanya yang dinyatakan dalam nilai-nilai yang mempunyai makna.

Pada umumnya tidak semua penelitian memerlukan hipotesis, misalnya pada penelitian histori, grounded research, penelitian kualitatif dan eksploratif tidak memerlukan hipotesis. Terdapat perbedaan dalam perumusan hipotesis antara penelitian kuantitatif dan kualitatif. Hipotesis dalam penelitian kuantitatif hipotesis harus dirumuskan sejak awal sebelum penelitian dilakukan berdasarkan teori yang ada. Hipotesis inilah yang nanti akan diuji melalui uji empirik berdasarkan data yang diperoleh di lapangan. Sementara dalam penelitian kualitatif hipotesis tidak dibuat dari awal penelitian, tetapi dibangun ketika peneliti mengumpulkan data di lapangan dan dari situlah kemudian hipotesis akan diuji.

Sedangkan hipotesis dalam penelitian kualitatif adalah sesuatu yang disarankan (Moleong, 2006).

FUNGSI DAN TAHAPAN HIPOTESIS

Hipotesis merupakan elemen penting dalam penelitian ilmiah, khususnya penelitian kuantitatif (Uma, 1992). Kerlinger. (2006) menerangkan terdapat tiga alasan utama yang mendukung pandangan ini, di antaranya:

A. Hipotesis dapat dikatakan sebagai piranti kerja teori. Hipotesis ini dapat dilihat dari teori yang digunakan untuk menjelaskan permasalahan yang akan diteliti. Misalnya, sebab dan akibat dari konflik dapat dijelaskan melalui teori mengenai konflik.

B. Hipotesis dapat diuji dan ditunjukkan kemungkinan benar atau tidak benar atau di falsifikasi.

C. Hipotesis adalah alat yang besar dayanya untuk memajukan pengetahuan karena membuat ilmuwan dapat keluar dari dirinya sendiri. Artinya, hipotesis disusun dan diuji untuk menunjukkan benar atau salahnya dengan cara terbebas dari nilai dan pendapat peneliti yang menyusun dan mengujinya.

Fungsi penting hipotesis di dalam penelitian, yaitu:

a) Untuk menguji teori.

b) Mendorong munculnya teori.

c) Menerangkan fenomena social.

d) Sebagai pedoman untuk mengarahkan penelitian.

e) Memberikan kerangka untuk menyusun kesimpulan yang akan dihasilkan.

Judul Penelitian Sementara:

Analisis Pengaruh Persepsi Harga, Kualitas Produk, dan Pelayanan terhadap Kepuasan Konsumen pada Warung Plek Ganas di Bali

1. Variabel Penelitian

(10)

Variabel Independen (X):

X1: Persepsi Harga

 Keterjangkauan harga

 Kesesuaian dengan kualitas

 Daya saing harga

X2: Kualitas Produk

 Bentuk produk

 Rasa produk

 Ketahanan produk

X3: Pelayanan

 Keandalan (reliability)

 Keramahan

 Daya tanggap

Variabel Dependen (Y): Kepuasan Konsumen

 Kesesuaian harapan

 Minat membeli kembali

 Kesediaan merekomendasikan

 Penciptaan citra merek

2. Hipotesis Penelitian

Hipotesis Utama (Hipotesis Asosiatif):

 H1: Terdapat pengaruh yang signifikan antara persepsi harga terhadap kepuasan konsumen pada Warung Plek Ganas.

 H2: Terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas produk terhadap kepuasan konsumen pada Warung Plek Ganas.

 H3: Terdapat pengaruh yang signifikan antara pelayanan terhadap kepuasan konsumen pada Warung Plek Ganas.

 H4: Terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara persepsi harga, kualitas produk, dan pelayanan terhadap kepuasan konsumen pada Warung Plek Ganas.

Hipotesis Nol (Ho):

 Ho1: Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara persepsi harga terhadap kepuasan konsumen.

 Ho2: Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas produk terhadap kepuasan konsumen.

 Ho3: Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pelayanan terhadap kepuasan konsumen.

9

(11)

 Ho4: Tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara persepsi harga, kualitas produk, dan pelayanan terhadap kepuasan konsumen

3. Jenis Hipotesis

 Hipotesis Asosiatif: Menjelaskan hubungan antara dua atau lebih variabel.

 Hipotesis Kausal: Menunjukkan bahwa variabel independen secara langsung mempengaruhi variabel dependen.

4. Bentuk Pengujian Hipotesis

 Pengujian dilakukan secara parsial (uji t) untuk H1, H2, dan H3.

 Pengujian secara simultan (uji F) untuk H4.

 Signifikansi pengaruh diuji melalui pengolahan data kuantitatif dengan software statistik seperti SPSS atau lainnya.

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 KESIMPULAN

(12)

Kerangka berpikir adalah fondasi logis yang menghubungkan teori-teori dengan fenomena empiris yang ingin diteliti. Penyusunannya harus sistematis dan berbasis teori yang relevan agar mampu menggambarkan hubungan antar variabel penelitian secara operasional dan konseptual.

Hipotesis penelitian merupakan dugaan sementara mengenai hubungan antar variabel yang dapat diuji secara empiris. Hipotesis menjadi titik tolak penting dalam penelitian kuantitatif karena menjadi dasar dalam menentukan metode pengumpulan dan analisis data.

Dalam penelitian mengenai “Warung Plek Ganas”, kerangka berpikir dibangun berdasarkan hubungan antara persepsi harga (X1), kualitas produk (X2), dan pelayanan (X3) terhadap kepuasan konsumen (Y).

Hipotesis yang diajukan menjelaskan adanya pengaruh baik secara parsial maupun simultan antara ketiga variabel bebas terhadap variabel terikat.

Pemahaman mendalam terhadap perumusan hipotesis memungkinkan peneliti untuk mengarahkan jalannya penelitian sesuai dengan tujuan dan ruang lingkup yang telah ditentukan. Hipotesis juga menjadi alat uji bagi kebenaran teori dan realitas di lapangan.

Metode pengujian hipotesis seperti uji t (parsial) dan uji F (simultan) adalah teknik statistik yang digunakan untuk mengetahui signifikansi pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, dan sangat penting dalam validitas hasil penelitian.

3.2 SARAN

Bagi mahasiswa dan peneliti pemul, disarankan untuk memahami secara komprehensif konsep dasar kerangka berpikir dan hipotesis, karena hal ini akan menentukan arah, fokus, dan keberhasilan penelitian. Dalam menyusun hipotesis, hendaknya selalu berpijak pada teori-teori yang relevan dan penelitian terdahulu, agar hipotesis yang diajukan bukan hanya logis tetapi juga memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Peneliti disarankan mengembangkan model kerangka berpikir yang visual seperti diagram atau skema, agar hubungan antar variabel lebih mudah dipahami baik oleh peneliti sendiri maupun oleh pembaca laporan penelitian. Untuk penelitian kuantitatif seperti yang dilakukan dalam makalah ini, disarankan untuk menggunakan alat bantu statistik seperti SPSS, untuk mendapatkan hasil yang akurat dalam menguji hipotesis yang telah diajukan.

Penelitian serupa dapat ditindaklanjuti dengan menambahkan variabel baru, misalnya kepuasan berdasarkan layanan digital atau tren konsumen, agar diperoleh gambaran yang lebih luas tentang faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pelanggan di era digital saat ini.

DAFTAR PUSTAKA

11

Referensi

Dokumen terkait

Pengujian hipotesis menggunakan uji t menunjukkan bahwa nilai signifikansi pada variabel bebas (Persepsi Pengembangan Karir) terhadap variabel terikat (intensi turnover)

Pengujian hipotesis menggunakan uji t menunjukkan bahwa nilai signifikansi pada variabel bebas (Persepsi Pengembangan Karir) terhadap variabel terikat (intensi turnover)

Uji t digunakan mengetahui apakah masing-masing variabel bebas secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Pengujian ini dilakukan dengan cara

Penelitian ini menyimpulkan bahwa dari hasil secara simultan signifikansi variabel bebas mempengaruhi variabel terikat , akan tetapi secara uji parsial bahwa secara

dalam penelitian ini. Uji F bertujuan untuk menguji hipotesis yang menyatakan variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat secara simultan. Langkah-langkah uji

Uji F digunakan untuk mengetahui tingkat signifikansi dari pengaruh secara simultan variabel terikat dan variabel bebas dengan menggunakan Derajat bebas (df). Ha:

Hasil Uji Hipotesis Uji Simultan Uji F Penggunaan Uji F statistik dilakukan untuk melihat secara bersama-sama simultan apakah ada pengaruh signifikan dari variabel bebas sebagai

Uji Hipotesis secara Parsial Pengujian menggunakan uji t yang bertujuan untuk dapat mengetahui ada atau tidaknya pengaruh parsial sendiri variabel bebas X terhadap variabel terikat Y