• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komunikasi dan Etika Bisnis

N/A
N/A
Chriscalia Rewah

Academic year: 2024

Membagikan "Komunikasi dan Etika Bisnis"

Copied!
85
0
0

Teks penuh

(1)

KOMUNIKASI DAN ETIKA BISNIS

Suyatni

Dosen Program Studi Akuntansi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ibnu Sina

Email: [email protected]

(2)

BAB I

Komunikasi & Etika Bisnis

(3)

Pengertian Komunikasi Bisnis

komunikasi bisnis merupakan salah satu hal yang penting

dalam menjalankan suatu bisnis atau perusahaan. Komunikasi ini bisa diartikan sebagai suatu komunikasi yang dilakukan secara verbal maupun non verbal. Dimana dalam komunikasi ini berisi pendapat, ide, gagasan, maupun informasi.

Komunikasi ini dapat dilakukan secara personal maupun

impersonal

(4)

Unsur Dalam Berkomunikasi

Komunikasi meliputi 5 unsur, yang dikenal dengan formula 5 W + 1 H, yaitu:

Komunikator = who [communicator, source, sender]

Pesan = says what [message]

Media = in which channel [channel, media]

Komunikan = to whom [communicant, communicatee, reciever, recipient]

Efek [effect, impact, influence]

(5)

unsur-unsur komunikasi bisnis

Terdapat tujuan, setiap komunikasi tersebut memiliki tujuan yang telah ditentukan dan sejalan dengan tujuan organisasi.

Ada pertukaran, setiap komunikasi melibatkan setidaknya dua orang atau lebih (komunikator dan komunikan).

Berisi informasi, gagasan, opini, instruksi, ini adalah isi dari pesan yang terdapat dalam komunikasi dimana bentuknya bisa beragam

tergantung situasi, kondisi, dan tujuannya.

Memanfaatkan saluran personal atau impersonal, setiap komunikasi dapat dilakukan dengan bertatap muka, memanfaatkan media khusus, atau media massa jika ingin menjangkau banyak orang.

Memakai simbol atau sinyal, maksudnya adalah metode atau alat yang digunakan untuk berkomunikasi sehingga dapat dimengerti oleh penerima pesan.

Pencapaian target atau tujuan organisasi, dimana tujuan tersebut telah ditetapkan sebelumnya oleh manajemen.

(6)

Tujuan Komunikasi Bisnis

ada empat fungsi dari komunikasi di dalam bisnis, yaitu; yaitu memberi informasi (informing), melakukan persuasi

(persuading), melakukan kolaborasi (collaborating), dan

melakukan integrasi (intgrative) dengan audiens.

(7)

Teknik dalam Komunikasi Bisnis

Teknik komunikasi verbal

Berikut ini beberapa kegiatan yang membutuhkan komunikasi secara verbal:

Rapat

Telepon resmi

Meeting proyek

Presentasi

(8)

Teknik Komunikasi non-verbal

Menurut data laporan psikologi komunikasi bahwa lebih dari 90% pesan disampaikan melalui komunikasi non-verbal, yaitu 55% bahasa tubuh, 38% nada bicara, dan 7% adalah kata yang disampaikan, data ini menunjukkan bahwa bahasa tubuh

adalah hal penting ketika berinteraksi dengan rekan bisnis.

(9)

Komunikasi tertulis

Audience

Formalitas

Gaya

(10)

Hambatan dalam komunikasi bisnis dibagi menjadi tiga yakni

Hambatan Teknis. Hambatan ini timbul umumnya karena lingkungan yang memberikan dampak pencegahan terhadap kelancaran dalam pengiriman dan penerimaan pesan. ...

Hambatan semantik.

Hambatan manusiawi

(11)

BAB II

TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN

INFORMASI BISNIS

(12)

Jenis Teknologi dalam Komunikasi Bisnis

Komunikasi yang dilakukan melalui tulisan seperti yang dilakukan dalam kegiatan surat menyurat melalui pos, telegram, faximile, e-mail dan sebagainya.

Komunikasi lisan dapat dilakukan melaui alat berupa

komputer yang dilengkapi dengan fasilitas konferensi jarak

jauh (computer teleconference) ataupun video conference.

(13)

PengaruhTeknologiTerhadap Komunikasi Bisnis

Perkembangan teknologi yang sangat pesat memberikan dampak positif bagi kelangsungan suatu bisnis terutama dalam bidang komunikasi. Hal tersebut ditandai dengan adanya penggunaan berbagai teknologi canggih yang

digunakan suatu perusahaan bisnis untuk mengembangkan perusahaannya dan menjaga kepercayaan relasinya.

Pernyataan tersebut merupakan bukti bahwa teknologi

mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap komunikasi

bisnis yang yang berlangsung pada suatu perusahaan.

(14)

Manfaat Teknologi Terhadap Bisnis

1.Munculnya peluang bisnis baru yakni E-Business 2.Memperluas pangsa pasar

3.Mengurangi biaya produksi dan operasional 4.Mempermudah proses rekrutmen karyawan 5.Mempermudah proses

komunikasi dan monitoring setiap karyawan

(15)

Penerapan Teknologi Komunikasi dan Informasi dalam Dunia Bisnis

Pengaruh Digital Informasi

Perjalanan Dinas Kecepatan dalam

mengambil keputusan

(16)

Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Dampak Positif

-Mempercepat arus informasi

-Mempermudah akses terhadap informasi terbaru -Media sosial

-Membantu individu dalam mencari informasi

-

Media hiburan

-

Mempermudah komunikasi dengan individu

lainnya yang jauh

(17)

Dampak Negatif

Individu menjadi malas untuk bersosialisasi secara fisik

Meningkatnya penipuan dan juga kejahatan cyber

Cyber Bullying

Konten negative yang berkembang pesat

Fitnah dan juga pencemaran nama baik secara luas

Menjauhkan yang dekat

Mengabaikan tugas dan juga pekerjaan

Mebuang-buang waktu untuk hal yang tidak berguna

(18)

Perkembangan teknologi yang sangat pesat memberikan dampak positif bagi kelangsungan suatu bisnis terutama dalam bidang komunikasi. Hal tersebut ditandai dengan adanya penggunaan berbagai teknologi canggih yang

digunakan suatu perusahaan bisnis untuk mengembangkan

perusahaannya dan menjaga kepercayaan relasinya. Selain itu,

teknologi komunikasi dan informasi sangatlah berpengaruh

terhadap kecepatan pengambilan keputusan dan pelaksanaan

perjalanan bisnis

(19)

B A B I I I

KOMUNIKASI LINTAS

BUDAYA

(20)

PENGERTIAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA

• Komunikasi lintas budaya adalah proses pertukaran pikiran dan makna antara orang-orang yang

berbeda budaya. Ketika komunikasi tersebut terjadi antara orang-orang berbeda

bangsa(international), antaretnik(interethnical), kelompok ras(interracial), atau komunikasi

bahasa(intercommunal), disebut komunikasi lintas budaya.

(21)

FUNGSI KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA

• komunikasi lintas budaya berfungsi untuk

mengurangi ketidakpastian komunikasi antarorang, antarsuku, dan antarbangsa yang berbeda

budayanya. Ketika memasuki wilayah(daerah)

orang lain, seseorang dihadapkan dengan orang- orang yang sedikit atau banyak berbeda, ditinjau dari aspek sosial, budaya, ekonomi dan status

lainnya.

(22)

DEFINISI BUDAYA

• Secara etimologi, budaya berasal dari bahasa sanskerta. Buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal). Selanjutnya, budaya diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Berbudaya berarti mempunyai budaya, mempunyai pikiran dan akal budi untuk memajukan diri. Kebudayaan diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan manusia sebagai hasil pemikiran dan akal budi.

(23)

KARAKTERISTIK BUDAYA DAN KOMUNIKASI

• Kebudayaan itu Dipelajari

• Kebudayaan itu Dipertukarkan

• Kebudayaan Tumbuh dan Berkembang

(24)

DIMENSI DAN UNSUR BUDAYA

• Sistem religi (agama) dan upacara keagamaan

• Sistem pengetahuan

• Bahasa

• Kesenian

• Sistem mata pencarian

• Sistem teknologi dan peralatan

(25)

FUNGSI DASAR DARI BUDAYA

• “Budaya membuat segala sesuatu jadi mudah”.

Mudah, karena budaya melindungi orang dari

yang tidak diketahui dengan menawarkan mereka suatu gambaran tentang semua aktivitas hidup.

(26)

POLA BUDAYA

• Pola Budaya (cultural pattern) atau arketipe, dapat dideskripsikan sebagai “gambaran yang sangat

luas dari susunan dunia dan hubungan seseorang dengan susunan tersebut. Maksudnya, hubungan seseorang dengan kebudayaan yang lebih besar menjadi relevan ketika menginterprestasikan

makna. Tindak tutur, episode hubungan, dan naskah kehidupan dapat dipahami dalam level budaya.

(27)

HUBUNGAN KOMUNIKASI DENGAN BUDAYA

• Dalam komunikasi lintas budaya terjadi pertukaran antara satu budaya dan budaya lainnya. Titik tekan budaya dalam konteks komunikasi lintas budaya

lebih banyak berkaitan dengan aspek-aspek budaya immaterial, seperti bahasa, tradisi,

kebiasaan, adat istiadat, norma, serta nilai moral, etika, gagasan, religi, kesenian, kepercayaan, dan sebagainya

(28)

PROBLEMATIKA KEBUDAYAAN INDONESIA

• Problem kebudayaan saat ini antara lain, terjadinya pemahaman budaya yang cenderung keliru. Hal tersebut akibat miskomunikasi budaya

antargenerasi yang terus menerus terjadi

(29)

MEMAHAMI PERBEDAAN-PERBEDAAN BUDAYA

• Komunikasi dan Bahasa Sistem komunikasi

• Pakaian dan Penampilan

• Makanan dan Kebiasaan Makan

• Penghargaan dan Pengakuan

• Nilai dan Norma

• Proses mental dan Belajar

• Kepercayaan dan Sikap

(30)
(31)

etika dalam sebuah bisnis adalah termasuk suatu hal yang penting, karena seorang business yang punya banyak mitra tidak terlepas dari etika yang baik”. Maksudnya adalah jika kita ingin

mendapatkan seorang mitra dalam suatu hal bisnis, maka kita harus beretika yang baik agar seorang mitra tertarik untuk berbisnis dengan kita.

(32)

HAL YANG PERLU KITA TANAMKAN AGAR KITA MEMPUNYAI ETIKA YANG BAIK ADALAH :

Kejujuran Integritas

Memenuhi janji serta komitmen yang dibuat Loyalitas

Keadilan Kepedulian

Memenuhi Aturan Jiwa Kepemimpinan Menjaga Reputasi.

(33)

APA SAJA BENTUK DARI ETIKA YANG BURUK DALAM DUNIA MODERN SAAT INI

Memproduksi barang-barang yang merugikan orang lain.

Melakukan penimbunan barang, sehingga menjadikan orang lain sulit untuk mendapatkan suatu barang itu sendiri.

Memberikan produk yang tidak sesuai dengan apa yang di pesan seorang konsumen.

Menutupi kecacatan dari barang-barang yang di produksinya.

Melakukan penipuan dalam jual beli online

(34)

TEORI ETIKA BISNIS

Etika Deontologi Etika Teleologi Teori Hak

Teori Keutamaan

(35)

PRINSIP-PRINSIP ETIKA BISNIS:

1. Prinsip otonomi

Otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadaran sendiri tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.

2. Prinsip Kejujuran

a. Kejujuran dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak

b. Kejujuran dalam penawaran barang dan jasa dengan mutu dan harga sebanding c. Kejujuran dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan

3. Prinsip Keadilan

Prinsip keadilan menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai dengan kriteria yang rasional objektif dan dapat dipertanggung jawabka.

4. Prinsip saling menguntungkan

Menuntut agar bisnis menguntungkan semua pihak.

5. Integritas moral

Prinsip ini dihayati sebagai tuntutan internal dalam pelaku bisnis.

6. Tanggung jawab

Tanggung jawab mensyaratkan bahwa orang yang melakukan tindakan tertentu memang mau dan bersedia melakukan tindakan itu.

(36)

Profesionalisme &

Kode Etik Profesi

BAB V

(37)

PROFESIONALISME

Profesionalisme merupakan sikap dari seorang profesional, dan profesional berarti melakukan sesuatu sebagai pekerjaan pokok yang d isebut profesi, artinya pekerjaan tersebut bukan pengisi waktu luang atau sebagai hobi belaka

(38)

CIRI PROFESIONALISME

Punya ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi

Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam

menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan

(39)

KODE ETIK PROFESIONAL

Kode Etik Profesi

Kode etik profesi merupakan sarana untuk membantu para pelaksana sebagai seseorang yang professional supaya tidak dapat merusak etika profesi.

(40)

Ada tiga hal pokok yang merupakan fungsi dari kode etik profesi:

Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. Maksudnya bahwa dengan kode etik profesi, pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal yang boleh

dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan.

Kode etik profesi merupakan sarana control social bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. Maksudnya bahwa etika profesi dapat

memberikan suatu pengetahuan kepada masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu profesi, sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan kerja (kalanggan social).

Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atau

perusahaanyang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi dilain instansi atau perusahaan.

(41)

Objektifitas & Independensi

Definisi Objektivitas

Objektivitas adalah suatu hal yang langka dan hendaknya tidak dikompromikan. Seorang audior hendaknya tidak pernah

menempatkan diri atau ditempatkan dalam posisi di mana

objektivitas mereka dapat dipertanyakan. Kode etik dan standar auditor internal telah menetapkan aturan-aturan tertentu yang harus diikuti agar terhindar dari kemungkinan pandangan akan kurangnya objektivitas atau munculnya bias

(42)

Definisi Independensi

Independensi dalam audit berarti cara pandang yang tidak memihak di dalam pelaksanaan pengujian, evaluasi hasil pemeriksaan, dan penyusunan laporan audit. Sikap mental independen tersebut harus meliputi Independece in

fact dan independence in appearance”.

(43)

Etika Dan Budaya

Organisasi

BAB VI

(44)

Budaya Organisasi

nilai dan keyakinan bersama yang mendasari identitas

organisasi/perusahaan.Budaya Organisasi adalah seperangkat nilai-nilai pokok,

asumsi, pemahaman dan cara berfikir yang dimiliki bersama oleh anggota organisasi dan diajarkan kepada

anggota baru

(45)

FUNGSI UTAMA BUDAYA ORGANISASI

SEBAGAI PROSES INTEGRASI INTERNAL

SEBAGAI PROSES ADAPTASI EKSTERNAL

(46)

SIFAT BUDAYA ORGANISASI

BUDAYA ORGANISASI YG ADAPTIF

BUDAYA ORGANISASI YG TIDAK ADAPTIF

(47)

Jenis Budaya Organisasi

Budaya communal :Memberikan rasa memiliki bagi anggota

Budaya networked :Anggota

diperlakukan sebagai teman dan keluarga

Budaya mercenary :Fokus langsung pada tujuan

Budaya fragmented :Rasa memiliki sangat rendah

(48)

TIGA TINGKAT BUDAYA ORGANISASI

1. Budaya Organisasi yg tampak (Visible)

cara berpakaian, simbol fisik,

perayaan/seremonial, dan tata ruang kantor.

2. Budaya Organisasi yg tidak tampak (Invisible) “ disiplin dan makna prestasi.

3. Keyakinan yg paling dalam atau asumsi- asumsi yg tersembunyi adanya keyakinan bahwa atasan tdk pernah salah-anak buah selalu salah atau konsumen adalah raja.

(49)

ETIKA ORGANISASI

sistem nilai pribadi yang digunakan

memutuskan apa yang benar, atau apa yang paling tepat, dalam suatu situasi

tertentu; memutuskan apa yang konsisten dengan sistem nilai yang ada dalam

organisasi dan diri pribadi.

(50)

Norma Etika

Jujur (ketulusan hati, keikhlasan, tidak berbohong, tidak curang dll)

Adil (arif, bijak, tenggang rasa, tidak diskriminatif, tidak memihak dll).

Tepati Janji (sumpah, ikrar, komitmen, pakta integritas dll).

Taat Aturan ( mentaati dan mematuhi peraturan per-UU-an)

Tanggung jawab ( tanggung hasil dan resiko, memperbaiki diri dll.)

Responsif (cepat tanggap, meantisipasi dan ambil tindakan segera)

Hati-hati ( jaga harmonisasi, cegah keresahan atau kerugian masy.)

Sopan santun ( sikap perilaku, tindakan dan ucapan secara etis, bertata kerama, saling hormat, beradab & berbudi pekerti dlm berhub.)

(51)

MENGEMBANGKAN ETIKA DI TEMPAT KERJA

Menerapkan tingkah laku etis (pemimpin/mgr sebagai model peran)

Penyaringan karyawan dalam seleksi awal

Mengembangkan kode etikMenyediakan pelatihan etika

Memberikan dukungan terhadap perilaku etis

Menerapkan etika dalam praktek sehari-hari

(52)

ETIKA KERJA

Mengatur hubungan individu dalam organisasi bersikap, berperilaku,

berinteraksi dan melakukan proses kerja dengan pihak-pihak di dalam dan di luar perusahaan dalam membangun budaya kerja dan budaya perusahaan

(53)

B A B V I I

LAPORAN BISNIS &

PROPOSAL BISNIS

(54)

LAPORAN BISNIS

• laporan bisnis adalah suatu pesan yang objektif disusun secara teratur dan digunakan untuk

menyampaikan informasi berupa hasil evaluasi kegiatan bisnis ke perusahaan untuk membantu pengambilan keputusan atau pemecahan

masalah.

(55)

PROPOSAL BISNIS

• Kata proposal dalam bahasa Inggris artinya dalam mengusulkan mengemukakan atau menawarkan.

Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia arti kata proposal adalah suatu rencana yang

dituangkan dalam bentuk rancangan kerja.

Proposal bisnis biasanya dibuat sebelum bisnis

dimulai atau dirintis, ini memungkinkan pemilik Hotel dapat melihat kegiatan bisnis secara terperinci

termasuk biaya dan omset.

(56)

PERBEDAAN LAPORAN BISNIS DAN PROPOSAL BISNIS

• Laporan bisnis dibuat setelah bisnis sudah dijalankan dalam beberapa rentang waktu,

sementara proposal bisnis dibuat ketika pertama kali memulai bisnis. Apabila ditinjau dari tujuan penggunaannya laporan bisnis digunakan untuk memonitor atau mengawasi operasional kegiatan bisnis operasional dan personal untuk membantu mengimplementasikan kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan perusahaan.

(57)

PERSAMAAN LAPORAN BISNIS DAN PROPOSAL BISNIS

Baik laporan bisnis maupun proposal bisnis sama-sama dibuat oleh pelaku bisnis untuk mengembangkan

usahanya serta memperoleh keuntungan yang maksimal. Walaupun keduanya berbeda secara

struktural, sifatnya sama-sama penting dan dibutuhkan untuk kepentingan bisnis dalam jangka panjang.

Proposal bisnis yang baik tentunya akan menghasilkan laporan bisnis yang memuaskan. Begitu juga dengan laporan bisnis yang transparan dan akuntabel, haruslah diawali dengan proposal bisnis yang berkualitas, dan diterima oleh pihak yang terlibat dalam bisnis tersebut.

(58)

LAPORAN FORMAL

• Laporan formal adalah laporan yang memenuhi persyaratan- persyaratan tertentu sebagai yang akan disebutkan dibawah ini, sedangkan nadanya bersifat impersonal dan materinya disajikan dalam suatu pola struktur seperti yang terdapat dalam buku- buku

(59)

FUNGSI LAPORAN

• 1. Pertanggung jawaban oleh orang yang diberi tugas,

• 2. Bahan/landasan bagi pemimpin

lembaga/perusahaan dalam mengambil kebijakan/keputusan,

• 3. Alat bagi pemimpin untuk melakukan pengawasan,

• 4. Dokumen untuk bahan studi bagi yang memerlukan,

• 5. Sumber pengalaman bagi orang lain

(60)

BAB VIII

Penanganan Keluhan Pelanggan

(61)

Langkah Menangani Keluhan Pelanggan dengan Efektif

Menjadi Pendengar yang Baik

Hal yang pertama kali menjadi kewajiban ketika mendapatkan keluhan adalah menjadi pendengar yang baik. Semua pelanggan yang komplain didengar tanpa memotong pembicaraan. Biarkan semua permasalahan disampaikan dan Anda terima, jangan lupa catat semua poin yang

disampaikan. Jangan sampai pelanggan harus mengulang apa yang dikatakan. Itu akan menambah permasalahan.

Tunjukkan Rasa Empati

Tetap menjaga komunikasi dengan lemah lembut dan minta maaf jika memang terjadi masalah dengan produk atau jasa Anda. Jangan

menghindar, ini hanya akan menambah masalah. Ketika Anda

menunjukkan rasa empati, pelanggan pastinya sudah menaruh rasa percaya kepada perusahaan atau bisnis Anda.

(62)

Ambil Keberanian untuk Bertanggung Jawab

Penanganan komplain di setiap perusahaan berbeda-beda. Jika di perusahaan kecil, maka penanganan bisa terjadi langsung ke staff bukan ke layanan keluhan pelanggan. Jika Anda seorang staff dan diberi komplain yang sebenarnya

dilakukan oleh staf lain, tetap ambil tanggung jawab dan selesaikan masalah bersama staff tersebut. Karena ini menyangkut kredibilitas perusahaan, jangan saling lembar penyelesaian masalah, selesaikan bersama.

Tidak Perlu Panik

Sederhana, namun ini paling penting. Tunjukkan kepedulian terhadap

pelanggan, tetap menjaga sikap dan perlu memahami definisi komplain. Yang menjadi catatan penting di awal artikel ini, semua perusahaan baik itu

perusahaan kecil dan besar pasti memiliki keluhan pelanggan.

Bersikap Luwes, Jangan Kaku

Berhati-hati jika menghadapi pelanggan yang sedang emosi terhadap

keluhannya. Tetap tenang dan luwes. Terkadang sikap kaku keluar karena grogi terhadap keluhan pelanggan. Perlakukan pelanggan seperti saudara atau teman, dengan batasan-batasan tertentu.

(63)

Berikan Solusi Cerdas dan Tepat

Paling dibutuhkan pelanggan adalah solusi yang cerdas dan tepat. Jika pelanggan sudah meluapkan semua keluhan dan emosi sudah mereda.

Sampaikan beberapa solusi yang mungkin bisa dilakukan.

Sepakati Solusi

Jika sudah ada solusi yang diambil maka jadikan sebuah kesepakatan bersama. Jangan lupa untuk menjadwalkan pengerjaan solusi tersebut dan segera dikerjakan. Kesalahan besar jika Anda menyetujui solusi yang tidak dapat Anda kerjakan.

Obati Kekecewaan Pelanggan

Jika perlu, tawarkan beberapa paket khusus atau hadiah tertentu, voucher diskon dan produk lain yang lebih baik untuk mengobati keluhan

pelanggan.

(64)

Berdayakan Semua Karyawan untuk mengatasi Keluhan

Yang terakhir, jika sudah dievaluasi kemudian berdayakan

semua karyawan untuk mengatasi setiap keluhan. Jadi keluhan merupakan tanggung jawab setiap karyawan dan menjadi

evaluasi bersama.

Kesimpulannya, ketika keluhan pelanggan dapat diselesaikan dengan baik berdasarkan solusi yang telah disepakati dan

dijadwalkan berjalan sesuai dengan target. Maka sebuah nilai

plus untuk perusahaan.

(65)

kepuasan pelanggan

pelanggan merasa puas maka kemungkinannya pelanggan ini akan bertahan dengan produk Anda dalam waktu lama.

Begitu pula sebaliknya. Kepuasan pelanggan juga menjadi

salah satu tolok ukur keberhasilan yang juga berdampak pada

tingkat penjualan.

(66)

Faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan

Produk yang dihasilkan

Pelayanan

Faktor emosional

Iklan yang menarik

Memberikan kemudahan

(67)

Cara Tepat Membangun Kepuasan Pelanggan

Berikan penawaran menarik

Menjaga kualitas produk

Tanamkan selalu nilai kejujuran

Sikapi keluhan pelanggan dengan ramah

Pelayanan yang prima

(68)

Good Corporate Governance

BAB IX

(69)

Good Corporate Governance

konsep untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dengan tujuan untuk menjamin agar tujuan rumah sakit

tercapai dengan penggunaan sumberdaya se-efisien mungkin.

GCG secara definitive merupakan sistem yang mengatur dan mengendalikan perusahaan untuk menciptakan nilai tambah (value added) untuk semua stakeholder

(70)

Prinsip-prinsip good corporate governance

Transparansi

Kemandirian

Akuntabilitas

Pertanggung jawaban

Kewajaran

(71)

Tujuan-tujuan good corporate governance

a. Untuk dapat mengembangkan dan meningkatkan nilai perusahaan.

b. Untuk dapat mengelola sumber daya dan resiko secara lebih efektif dan efisien.

c. Untuk dapat meningkatkan disiplin dan tanggung jawab dari organ perusahaan demi menjaga kepentingan para shareholder dan

stakeholder perusahaan.

d. Untuk meningkatkan kontribusi perusahaan (khusunya perusahaan- perusahaan pemerintah) terhadap perekonomian nasional.

e. Meningkatkan investasi nasional; dan

f. Mensukseskan program privat-isasi perusahaan-perusahaan pemerintah.

(72)

PERSEROAN TERBATAS

Perseroan Terbatas, yang selanjutnya disebut Perseroan, adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Undang- Undang ini serta peraturan pelaksanaannya.

(73)

Organ Pendukung Perseroan Terbatas

RUPS : RUPS adalah organ Perseroan Terbatas yang memiliki kewenangan eksklusif yang tidak diberikan kepada Direksi dan Dewan Komisaris.

Direksi : Direksi mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk menjalankan perseroan sesuai dengan tujuan dan maksud di dirikannya perseroan.

Komisaris :Komisaris mempunyai tugas untuk melakukan pengawasan atas kebijakan pengursan, jalannya pengurusan pada umumnya kepada Perseroan ataupun usaha Perseroan kepada Direksi

(74)

Pelaksanaan Good Corporate Governance di Institusi

Keuangan

Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) nomor

8/4/PBI/2006, pengertian GCG Perbankan adalah suatu tata kelola bank yang menerapkan prinsip

keterbukaan (transparency), akuntabilitas (accountability), pertanggungjawaban (responsibility),

independensi (independency), dan kewajaran (fairness)

(75)

Untuk memastikan berjalannya GCG dalam sebuah lembaga bank, Bank Indonesia mewajibkan setiap

lembaga bank melakukan self assesment dan melaporkan hasilnya. Penilaian tersebut terangkum dalam sebelas

faktor penilaian yaitu:

Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab dewan komisaris

Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab direksi

Kelengkapan dan pelaksanaan tugas komite

Penanganan benturan kepentingan

Penerapan fungsi kepatuhan bank

Penerapan fungsi audit intern

Fungsi audit ekstern

Penerapan manajemen risiko termasuk sistem pengendalian intern

Penyediaan dana kepada pihak terkait (related party) dan penyediaan dana besar (large exposure)

Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan bank, laporan pelaksanaan good corporate governance serta pelaporan internal

Rencana strategis bank (PBI nomor 8/14/PBI/2006)

(76)

Etika Persaingan Bisnis

BAB X

(77)

ETIKA DALAM PERSAINGAN BISNIS

• untuk melakukan bisnis yang mencakup

seluruh aspek berkitan dengan individu dan perusahaan industry dan juga masyarakat.

Kesemuannya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil dengan

mengubah pandangan dunia tentang etika

berbisnia. Nilai – nilai etika berbisnis inilah

dapat kiranya berhasil dengan baik. Terdapat

hubungan yang erat antara etika bisnis dan

persaingan usaha.

(78)

CARA SEHAT BERSAING DALAM BISNIS

• Memiliki produk yang unik

• Produk sesuai sasaran pasar

• Menjaga kualitas

(79)

Sosialisme pasar

• adalah jenis sistem ekonomi yang melibatkan

kepemilikan bersama, koperasi, dan sosial atas

alat produksi dalam kerangka ekonomi pasar

(80)

Prinsip-prinsip Etika Pasar Bebas

Pertama, system ekonomi pasar bebas menjamin keadilan melalui jaminan perlakuan yang sama dan fair bagi semua pelaku ekonomi.

Kedua, ada aturan yang jelas dan fair, dan k arena itu etis. Aturan ini diberlakukan juga secara fair,transparan,konsekuen, dan objektif.

Maka, semua pihak secara objektif tunduk dan dapat merujuknya secara terbuka.

Ketiga, pasar member peluanyang optimal, kendati belum sempurna, bagi persingan bebas yang sehat dan fair.

Keempat, dari segi pemerataan ekonomi, pada tingkat pertama ekonomi pasar jauh lebih mampu menjamin pertumbuhan

ekonomi.

Kelima, pasar juga memberi peluang yang optimal bagi terwujudnya kebebasan manusia.

(81)

Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI)

• Hak Atas Kekayaan Intelektual adalah hak eksklusif yang diberikan suatu hukum atau

peraturan kepada seseorang atau sekelompok orang atas karya ciptanya. Menurut UU yang telah disahkan oleh DPR-RI pada tanggal 21

Maret 1997, HaKI adalah hak-hak secara hukum yang berhubungan dengan permasalahan hasil penemuan dan kreativitas seseorang atau

beberapa orang yang berhubungan dengan perlindungan permasalahan reputasi dalam bidang komersial (commercial reputation) dan

tindakan / jasa dalam bidang komersial (goodwill)

(82)

Prinsip-prinsip Hak Kekayaan Intelektual

• Prinsip Ekonomi

• Prinsip Keadilan

• Prinsip Kebudayaan

• Prinsip Sosial

(83)

Dasar Hukum Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia

Undang-undang Nomor 7/1994 tentang Pengesahan Agreement Establishing the World Trade Organization (WTO)

Undang-undang Nomor 10/1995 tentang Kepabeanan

Undang-undang Nomor 12/1997 tentang Hak Cipta

Undang-undang Nomor 14/1997 tentang Merek

Undang-undang Nomor 13/1997 tentang Hak Paten

Keputusan Presiden RI No. 15/1997 tentang Pengesahan Paris Convention for the Protection of Industrial Property dan Convention Establishing the World

Intellectual Property Organization

Keputusan Presiden RI No. 17/1997 tentang Pengesahan Trademark Law Treaty

Keputusan Presiden RI No. 18/1997 tentang Pengesahan Berne Convention for the Protection of Literary and Artistic Works

Keputusan Presiden RI No. 19/1997 tentang Pengesahan WIPO Copyrights Treaty

Berdasarkan peraturan-peraturan tersebut maka Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) da

(84)

Klasifikasi Hak Atas Kekayaan Intelektual

• Hak Cipta

• Hak Kekayaan Industri, yang meliputi :

– Hak Paten – Hak Merek

– Hak Desain Industri

– Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu – Hak Rahasia Dagang

– Hak Indikasi

(85)

Referensi

Dokumen terkait

• Perusahaan cenderung menyesuaikan dengan etika dan tanggung jawab bisnis dalam kerangka internasional, sehingga mereka dapat membangun reputasi global untuk menjalankan roda

Salah satu gagasan Al-Ghazali yang paling penting mengenai urusan ekonomi dan bisnis ialah bahwasannya segala kerja keras yang dilakukan di dunia ini bukan hanya untuk

ANALISIS ETIKA DAN KOMUNIKASI BISNIS. PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP

PESAN BISNIS DISUSUN UNTUK LEBIH DARI.

• Komunikasi ke bawah adalah komunikasi yang mengalir dari satu tingkatan ke suatu tingkatan yang lebih rendah, mengikuti garis perintah dalam organisasi. • Tujuan

Sebaiknya bentuk komunikasi yang digunakan memiliki struktur yang teratur dan terorganisasi dengan baik.Karena komunikasi pesan bisnis merupakan gambaran dari

Komunikasi bisnis adalah pertukaran gagasan, pendapat, informasi, instruksi yang memiliki tujuan tertentu yang disajikan secara personal atau impersonal melalui symbol-simbol

Rencana pembelajaran mata kuliah Komunikasi Bisnis untuk semester VII di Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi Universitas Islam Kadiri Kediri, dengan tujuan mahasiswa mampu memahami dasar-dasar Komunikasi Bisnis dan menerapkannya di