PEMILIHAN TAPAK
TUJUAN :
Konsep pemilihan Tapak bertujuan untuk menentukan tapak yang dapat mendukung kegiatan pada Pusat Perbelanjaan di Kabupaten Pasangkayu.
DASAR PERTIMBANGAN : Regulasi/peruntukan lahan
Pencapaian Infrastruktur Topografi Luas
A N A L I S I S
I N - P U T O U T - P U T
Dasar Pertimbangan Alternatif
I II III
Letak sesuai PERDA Pasangkayu Nomor 3 Tahun 2024,
sebagai pusat kegiatan perdagangan. 3 3 3
Akses menuju tapak mudah dijangkau kendaraan, pejalan kaki
dan transportasi umum 3 3 3
Terdapat infrastruktur yang mendukung di sekitar tapak seperti
jalan raya, jaringan utilitas kota dan sebagainya. 3 1 2
Kondisi topografi relatif datar 3 3 3
Luas tapak yang relatif luas 3 1 2
Jumlah 15 11 13
Berdasarkan tabel pertimbangan pemilihan lokasi tapak di atas, maka lokasi alternatif yang terpilih yaitu alternatif lokasi 1 yang berada di Jl. Andi Depu, Pasangkayu, pada Kawasan pertokoan di Kota Pasangkayu.
Berdasarkan PERDA Pasangkayu Nomor 3 Tahun 2024 pada Ketentuan Umum Zonasi (KUZ) kawasan perindustrian untuk kegiatan perdagangan berada di Kota Pasangkayu yang di bagi atas 3 alternatif lokasi sebagai tapak
perancangan, yaitu sebagai berikut.
Pemilihan lokasi tapak ditentukan berdasarkan beberapa pertimbangan yaitu
sebagai berikut.
Keterangan : 1 : Kurang Tepat 2 : Tepat 3 : Sangat Tepat
LOKASI TAPAK
Lokasi Tapak berada pada Kawasan pertokoan di Jalan Andi Depu, Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, Indonesia.
Terletak pada titik koordinat 1°10'28"S dan 119°22'05"E.
BATAS-BATAS TAPAK
Sebelah Utara : Jalan Andi Depu (Jalur 2), Pemukiman dan Pertokoan
Sebelah Timur : Permukiman dan Pertokoan
Sebelah Selatan : Lahan kosong Sebelah Barat : Permukiman dan Pertokoan
UKURAN TAPAK Luas Area tapak perecanaan pusat perbelanjaan di Kota Pasangkayu adalah 16.800 m (meter persegi) atau seluas 1,68 ha(hektar).
2
TOPOGRAFI
Dari data kontur di atas di dapatkan bahwa kontur tanah titik tertinggi adalah 7mdpl, sedangkan titik terendah berada pada titik 6mdpl, beda ketinggian kedua titik 1m dengan jarak secara horizontal kedua titik tersebut adalah 10m, Maka, kondisi
kemiringan lereng pada tapak terpilih adalah 0,1% dengan klasifikasi Datar.
PROGRAM STUDI S1 ARSITEKRUR
JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULATAS TEKNIK UNIVERSITAS TADULAKO
UJIAN SARJANA SEMESTER GANJIL
TAHUN AJARAN 2024/2025
DOSEN PEMBIMBING NAMA & STAMBUK JUDUL TUGAS AKHIR NAMA GAMBAR SKALA NO. LEMBAR KETERANGAN
Khaerunnisa, S.T., M.T.
NIP. 198708192020122006 Fratika Julia, S.T., M.T.
AKBAR
F 221 18 136 PUSAT PERBELANJAAN (MALL)
DI KOTA PASANGKAYU KONSEP MAKRO
-
02 Ketua Tim Akselerasi III 2024/ 2025 Prodi S1 Arsitektur, Universitas Tadulako
JML. LEMBAR
AKSES/SIRKULASI DAN VIEW
A N A L I S I S
I N - P U T O U T - P U T
TUJUAN :
Analisis akses dan Sirkulasi bertujuan untuk mengetahui akses keluar masuk kendaraan dan pejalan kaki.
DASAR PERTIMBANGAN : Jenis dan Lebar Jalan Kepadatan lalu lintas Akses dan sirkulasi kendaraan
Sirkulasi pedestrian
Jalur Masuk (Entrance) berada disebelah timur tapak, berhadapan langsung dengan Jl. Andi Depu.
Jalur Keluar berada disebelah barat tapak, berhadapan langsung dengan Jl. Andi Depu.
Jalur Kendaraan Service berada disebelah barat tapak yang langsung mengarah ke Jl. Imam Bonjol.
Jalur Pendestrian/pejalan kaki berada di kedua sisi kiri dan kanan pada jalur kendaraan di dalam tapak.
Jalur Disabilitas bersamaan dengan keberadaan jalur pedestrian pejalan kaki.
Dari data eksisting, lokasi tapak yang
berhadapan langsung dengan jalan lingkungan sekunder yaitu jalan Andi Depu yang berupa jalan raya dengan dua jalur memiliki kepadatan lalu lintas yang tinggi utamanya disiang hari ketika aktifitas niaga berlangsung.
Pada jalan Dr. Sam Ratulangi disebelah kanan berupa jalan 2 jalur yang memiliki intensitas cukup tinggi dan jalan Imam Bonjol di sebelah kiri tapak juga memiliki intensitas lalu lintas yang cukup tinggi terutama diwaktu pagi dan sore hari waktu kerja, namun karena posisi tapak agak jauh dari jalan tersebut, sehingga intensitas lalu lintas terhadap tapak termasuk dalam kondisi sedang.
Sedangkan pada jalan Lingkungan arus lalu lintas cukup rendah, karena merupakan jalan alternatif lingkungan sekitar.
V I E W
TUJUAN :
Menentukan orientasi bangunan sehingga pengunjung
mendapatkan view yang menarik dari dalam maupun luar tapak.
DASAR PERTIMBANGAN :
Jalur kendaraan dan pejalan kaki dan Kondisi sekitar tapak.
Berdasarkan eksisting tapak, view pada tapak dapat di jelaskan sebagai berikut:
View arah Utara, berhadapan langsung pada jalan raya jalur dua Jl. Andi Depu, dan bangunan pertokoan dan ruko diseberang jalan.
View arah Timur dan Barat, berhadapan langsung dengan bangunan, berupa rumah, ruko dan pertokoan, sedangkan View arah Selatan, merupakan hamparan lahan kosong.
Pada analisi view pada tapak, apabila skala gambar diperbesar dan titik view ditinggikan kisaran di lantai 3 dan 4 bangunan, maka view di arah utara akan
menghadap langsung ke arah lautan.
MATAHARI, ARAH ANGIN DAN CURAH HUJAN
A N A L I S I S
I N - P U T O U T - P U T
M A T A H A R I
TUJUAN :
Menentukan orientasi bangunan pada tapak serta respon tapak terhadap radiasi sinar matahari.
DASAR PERTIMBANGAN : Jalur matahari Intensitas cahaya matahari
TUJUAN :
Menentukan arah bukaan pada bangunan serta menentukan letak pemecah laju angin.
DASAR PERTIMBANGAN : Arah datangnya angin Penghawaan alami
A R A H A N G I N
Untuk orientasi bangunan pusat perbelanjaan menghadap ke arah barat, agar cahaya berlebih tidak mengakibatkan silau dalam bangunan, maka akan difilter melalui Penggunaan shading dan penempatan vegetasi sekitaran bangunan.
Dengan adanya vegetasi pada bagian sisi luar bangunan, dapat menahan angin yang akan langsung masuk ke dalam ruang bangunan.
Sehingga angin yang masuk kedalam
bangunan hanya berdampak positif terhadap ruang dalam. Pada bagian tengah bangunan yang dilintasi angin akan terus mengarah lurus karena adanya ruang kososng pada bagian transisi yang dapat dilalui oleh angin.
Menurut BMKG tahun 2024 Kabupaten Pasangkayu, data kecepatan angin rata-rata 10 km /jam. Arah angin di Kabupaten Pasangkayu dominan berasal dari utara, barat laut, barat, tenggara dan timur.
2
Bangunan yang ada disekitar tapak merupakan bangunan tingkat rendah dan sedang sehingga bisa diasumsikan sinar matahari masuk ke tapak sepanjang hari. Karena Kota Pasangkayu berada di iklim tropis maka insensitas sinar matahari perlu dibatasi untuk menciptakan
kenyamanan bagi pengguna dan pengunjung.
Intensitas curah hujan beragam setiap bulannya. Curah hujan rata-rata dalam satu tahun mencapai 252 mm. Potensi curah hujan yang cukup tinggi dapat dimanfaatkan dengan cara, air hujan dari atap dialirkan ke pipa peresapan di sekeliling bangunan kemudian diolah menjadi Rainwater Harvesting.
Pada area luar tapak terdapat drainase kota yang bertujuan untuk aliran air hujan agar tidak menyebabkan air tergenang.
H U J A N
TUJUAN :
pengendalian intensitas curah hujan tinggi pada tapak.
DASAR PERTIMBANGAN : Ketinggian tanah Drainase kota
Pada tapak mengalirkan air hujan yang di tampung menggunakan pipa peresapan kemudian dialirkan untuk multi tujuan seperti menyiram tanaman, kegunaan pada toilet, cuci tangan pada area kuliner, dan untuk air berwudhu pada musholla.
PROGRAM STUDI S1 ARSITEKRUR
JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULATAS TEKNIK UNIVERSITAS TADULAKO
UJIAN SARJANA SEMESTER GANJIL
TAHUN AJARAN 2024/2025
DOSEN PEMBIMBING NAMA & STAMBUK JUDUL TUGAS AKHIR NAMA GAMBAR SKALA NO. LEMBAR KETERANGAN
Khaerunnisa, S.T., M.T.
NIP. 198708192020122006 Fratika Julia, S.T., M.T.
AKBAR
F 221 18 136 PUSAT PERBELANJAAN (MALL)
DI KOTA PASANGKAYU KONSEP MAKRO
-
04 Ketua Tim Akselerasi III 2024/ 2025 Prodi S1 Arsitektur, Universitas Tadulako
JML. LEMBAR
PARKIR, ZONING DAN LANSEKAP
A N A L I S I S
I N - P U T O U T - P U T
TUJUAN :
Menentukan pola parkir yang efisien serta mudah di akses oleh pengunjung.
DASAR PERTIMBANGAN : Pola parkir kendaraan, Kondisi eksisting pada tapak
Kemudahan pencapaian.
P A R K I R
Berdasarkan fungsi bangunannya, parkir pada tapak dibagi menjadi dua yakni parkir pengunjung dan parkir khusus pengelola. Sedangkan jenis pola parkir terdiri dari Pola Parkir Paralel dan Pola Parkir Menyudut
Berdasarkan pola parkir di atas, pola parkir yang akan diterapkan pada perancangan pusat perbelanjaan yaitu pola parkir menyudut 90° karena tipe pola parkir ini memberikan ruang parkir yang lebih banyak dengan akses keluar masuk parkir yang cukup baik.
Pada pola parkir 30°,45° dan 60° dapat menampung lebih banyak kendaraan serta lebih mudah saat keluar masuk pada area parkir.
Sedangkan pada pola parkir 90° memiliki daya tampung yang lebih banyak dari pola parkir paralel, 30°, 45° dan 60° dan untuk keluar masuk kendaraan pada pola parkir 90° cukup baik.
TUJUAN :
Zoning pada tapak bertujuan untuk mengetahui letak zona-zona pada tapak berdasarkan jenis kegiatannya untuk menentukan letak
bangunan, parkir hingga area service.
DASAR PERTIMBANGAN : Kondisi eksisting tapak, Aksesibilitas keluar masuk dan service pada tapak.
Berdasarkan sirkulasi keluar masuk kendaraan dan pedestrian, peletakkan bangunan berada sedikit di kanan bawah pada tapak sehingga sirkulasi kendaran hanya berada di depan dan kiri pada tapak.
Adapun beberapa sifat dan jenis kegiatan pada penzoningan tapak pusat Perbelanjaan yaitu :
Zona Publik, yaitu zona yang berhubungan secara langsung dengan pengunjung dan dapat di akses oleh semua orang seperti area parkir, lobby dan mushola
Zona Semi Publik, yaitu zona pertemuan antara pengunjung dan pengelola bangunan
Zona Servis, adalah zona yang difungsikan sebagai penunjang kegiatan dalam bangunan seperti loading dock, Gudang, dan ruang mekanikal.
Z O N I N G
L A N S E K A P
TUJUAN :
Analisis lansekap pada pusat perbelanjaan bertujuan untuk mendesain lingkungan yang fungsional dan estetis.
DASAR PERTIMBANGAN : Jenis
Fungsi Perletakkan
Pengolahan soft material merupakan pengolahan elemen yang bersifat lembut seperti pemilihan jenis tanaman atau pepohonan.
M a t e r i a l L u n a k ( S o f t m a t e r i a l )
M a t e r i a l K e r a s ( H a r d m a t e r i a l )
Pengolahan hard material yaitu dengan tidak menutupi seluruh tapak dengan pekerasan. Hal ini disebabkan pekerasan akan menaikkan suhu disekitar bangunan.
Dalam desain landscape, perancangan ruang luar terdiri dari:
Jenis Fungsi Perletakkan
Vegetasi Eksisting Pohon Kiara Payung
Sebagai penaungan pada area parkir kendaraan dan Pejalan
Kaki
Diletakan pada area parkiran dan area pinggiran pedestrian Glodokan
Sebagai vegetasi pembatas kawasan sekaligus mengontrol hembusan angin
Diletakan di sepanjang tepi pagar Vegetasi Tambahan
Pohon Pucuk Merah
Sebagai penghijauan yang mengelilingi bangunan
Diletakan pada tepi bangunan Pohon Palem
Sebagai pengarah pada area keluar masuk tapak
Diletakan pada area sirkulasi jalan Rumput Jepang
Penutup tanah, sebagai penambahan estetika
Diletakan pada bidang tanah
Jenis Material Lunak (Soft material) yang digunakan
Jenis Material Keras (Hard material) yang digunakan
Jenis Fungsi Perletakkan
Paving Blok
Sebagai material penutup tanah Diletakan pada jalur sirkulasi pejalan kaki Pagar Beton Sebagai material untuk
memisahkan tapak dengan tanah sekitarnya
Diletakkan disekeliling tapak Lampu Taman
Sebagi penerang pada malam hari
Diletakan pada titik tertentu di pedestrian,
parkiran dan taman Kursi Taman
Sebagai tempat duduk pada area
taman Diletakan pada area taman Tempat Sampah
Sebagai wadah sampah yang dibedakan berdasarkan jenisnya
Diletakan pada titik tertentu pada area
bangunan TPS (Tempat sampah
Sementara)
Sebagai tempat penampungan sampah sementara
Diletakan pada area belakang bangunan
PROGRAM RUANG DAN KEBUTUHAN RUANG
A N A L I S I S
I N - P U T O U T - P U T
TUJUAN :
Program ruang bertujuan untuk mengetahui pelaku kegiatan pada pusat perbelanjaan yang dirancang yang kemudian mengidentifikasi aktivitas yang akan dilakukan.
P E L A K U
Berdasarkan jenis bangunannya, pelaku aktivitas utama pada pusat perbelanjaan sebagai bangunan komersial dapat
dikelompokkan menjadi:
Pengelola merupakan penanggung jawab terhadap segala bentuk aktivitas pada pusat perbelanjaan. Pengelola pada pusat perbelanjaan dibagi menjadi dua yaitu:
Pengelola bangunan (Building Management)
Aktivitas pengelola bangunan pada pusat perbelanjaan meliputi manajemen Mekanikal, Elektrikal dan Plumbing (MEP), menjaga keamanan, cleaning servis dan penjaga parkir.
Pengelola administrasi
Pengelola administrasi pada bangunan pusat perbelanjaan seperti Direktur Utama, Operasional, Keuangan, Marketing, hrd dan karyawan.
P e n g u n j u n g
P e n y e w a
P e n g e l o l a
Penyewa pada pusat perbelanjaan adalah sebuah badan usaha atau sekelompok orang yang menyewa ruang atau fasilitas pada pusat perbelanjaan untuk melakukan kegiatan usaha jual beli atau perdagangan. Penyewa sendiri terdiri atas penyewa permanen dan penyewa sementara, karyawan, penjaga dan kasir.
Pengunjung pada pusat perbelanjaan merupakan individu atau sekelompok individu yang melakukan kegiatan berbelanja, rekreasi, bersaantai dan mencari hiburan.
TUJUAN :
Analisis aktivitas pelaku dan kebutuhan ruang bertujuan untuk menentukan ruang yang dibutuhkan pada pusat perbelanjaan berdasarkan analisis aktivitas dan pelaku pada pusat perbelanjaan.
Pelaku Aktivitas Kebutuhan Ruang Sifat Ruang
Pengunjung
Belanja
Toko Retail
Publik Departemen Store
Supermarket
Transaksi Kasir Semi Publik
Jalan-jalan dan istirahat Atrium
Publik Taman
Menonton Atrium Semi Publik
Bermain Area Bermain Publik
Pengelola Bangunan (Building Management)
Penyiapan peralatan Gudang Servis
Menyimpan barang dan ganti
pakaian R. Karyawan Privat
Pengecekan dan pemeliharaan sistem bangunan
R. Genset
Servis R. Baterai
R. Peralatan Loket Parkir R. Bongkar Muat R. panel kontrol R. CCTV
R. Cleaning Service Pos Jaga
R. Kompresor (Outdoor)
Menerima dan memeriksa tamu Pos Jaga Servis
Mengatur parkir Loket Karcis Servis
Membersihkan Bangunan Seluruh Fasilitas Bangunan Publik
Pelaku Aktivitas Kebutuhan Ruang Sifat Ruang
Pengelola Administrasi
Belanja
R. Direktur Utama (CEO) R. Manjer Penyewa
Privat R. Direktur Operasional R. Staf Administrasi R. Manajer Keuangan R. Staf Kebersihan R. Manajer Pemasaran R. Staf Keamanan R. Manajer Sumber daya
manusia (SDM) Menerima dan Melayani
Tamu R. Tamu Resepsionis Semi Publik
Rapat dan Diskusi R. Rapat Privat
Menyimpan Dokumen R. Arsip Privat
Penyewa
Bekerja, Melayani Pengunjung dan memajang produk
R. Toko Retail Foodcourt
Publik
Atrium Restoran
Departemen Store Cafe
Mengambil Barang Area Bongkar Muat Servis
Semua Pelaku
Parkir Kendaraan Tempat Parkir Publik
Makan dan Minum
Foodcourt
Publik Restoran
Cafe
Memasak Pantry Privat
Ibadah Musolah Publik
Buang Air WC Publik
Transaksi keuangan ATM Servis
Berpindah Lantai
Bangunan Lift Servis
Kelompok Ruang Nama Ruang KEBUTUHAN RUANG
Fasilitas Perbelanjaan
Retail
Departemen Store Fasilitas Hiburan
dan Rekreasi
Bioskop Foodcourt Restoran Cafe
Game Zone Playground Atrium
Kantor Pengelola
Ruang Direktur Utama (CEO) Ruang Direktur Operasional Ruang Manajer Keuangan Ruang Manajer Pemasaran
Ruang Manajer Sumber Daya Manusia (SDM) Ruang Manajer Penyewa
Ruang Staf Administrasi Ruang Staf Kemanan Ruang Staf Kebersihan Ruang Tamu Ruang Rapat Pantry
Fasilitas Teknis
Ruang Panel Kontrol Ruang CCTV
Ruang Cleaning Service Ruang Kompresor (Outdoor)
Ruang Genset Ruang Baterai Ruang Peralatan Ruang Bongkar Muat Fasilitas
Penunjang
ATM Toilet Musolah
Lift
Tangga Darurat Lobby Parkir
Ruang Parkir Pos Jaga Loket Parkir
K E B U T U H A N R U A N G
PROGRAM STUDI S1 ARSITEKRUR
JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULATAS TEKNIK UNIVERSITAS TADULAKO
UJIAN SARJANA SEMESTER GANJIL
TAHUN AJARAN 2024/2025
DOSEN PEMBIMBING NAMA & STAMBUK JUDUL TUGAS AKHIR NAMA GAMBAR SKALA NO. LEMBAR KETERANGAN
Khaerunnisa, S.T., M.T.
NIP. 198708192020122006 Fratika Julia, S.T., M.T.
AKBAR
F 221 18 136 PUSAT PERBELANJAAN (MALL)
DI KOTA PASANGKAYU KONSEP MIKRO
-
06 Ketua Tim Akselerasi III 2024/ 2025 Prodi S1 Arsitektur, Universitas Tadulako
JML. LEMBAR
BESARAN RUANG
A N A L I S I S I N - P U T
TUJUAN :
Analisisi besaran ruang bertujuan untuk
menentukan dimensi atau ukuran ruang-ruang pada pusat perbelanjaan.
DASAR PERTIMBANGAN : Jumlah pelaku kegiatan
Standar Luas ruang Flow/sirkulasi dan dimensi perabot.
1. FASILITAS PERBELANJAAN Ruang/
Perabotan Sumber Standar Kapasitas Perhitungan Luas RETAIL
Retail A EN/AS 36 m² 40 Unit 36 x 40 1.440 m²
Retail B EN/AS 60 m² 10 Unit 60 x 20 60 m²
Retail C EN/AS 80 m² 10 Unit 80 x 10 80 m²
DEPARTEMEN STORE
Area Belanja EN 2.000 m² 1 Unit 2.000 x 1 2.000 m² Ruang service,
kasir dan gudang AS
30% dari area belanja
- 2.000 x 30% 600 m²
Jumlah 5.440 m² Flow Sirkulasi 30% 1.632 m² Jumlah Total Keseluruhan 7.072 m² 2. FASILITAS HIBURAN DAN REKREASI
Ruang/Perabotan Sumber Standar Kapasitas Perhitungan Luas
BIOSKOP
R. Penonton RG 0,65 x 1,20 = 0,78 m² 110 Kursi
0,78 x 110 x 4 343,2 m² 4 Unit
R. Proyektor TS 20 m² 4 Unit 20 x 4 80 m²
R. Tiket EN 3 m² 1 Unit 3 x 1 3 m2
Lobby EN 0,80 m² 150 Orang 0,80 x 150 120 m2
R. Pengelola EN 15 m² 2 Unit 15 x 2 30 m²
Stan Makan dan Minuman AS 12 m² 2 Unit 12 x 2 24 m²
Jumlah 601 m² Flow Sirkulasi 40% 240,4 m²
Total 841,4 m²
Ruang/Perabotan Sumber Standar Kapasitas Perhitungan Luas
RESTORAN (8 Unit)
R. Makan Pengunjung
EN 2,89 m²/ 1 meja 4 kursi 14 2,89 x 14 = 40,46 m²
77,46 m² 3,1875 m²/ 1 Meja 6 kursi 6 13,1875 x 6 =9,125 m²
Jumlah 59,585 m²
Flow 30% 17,87 m²
Kasir EN 3 m² 1 Unit 3 x 1 3 m²
Dapur EN 30% dari R. makan 1 Unit 77,46 x 30% 23,24 m²
R. Karyawan EN 10% dari R. makan 1 Unit 77,46 x 10% 7,75 m²
Jumlah 111,45 m² Jumlah R. Restoran x Jumlah Unit Restoran = 111,45 x 8 891,6 m²
Total 891,6 m² CAFE (4 Unit)
Area Makan dan Minum TS 1,2 m² / Orang 1 Unit
40 Orang 1,2 x 40 48 m²
Perabot Meja dan Kursi AS 40% dari Area Makan dan Minum - 48 x 40% 19,2 m²
Area Servis AS 20% dari Area Makan dan Minum 1 Unit 48 x 20% 9,6 m²
Area Counter TS 3,7 m² 1 Unit 3,7 x 1 3,7 m²
Jumlah 80,5 m² Flow Sirkulasi 30% 24,15 m² Total 104,65 m² Total Luasan Cafe x Jumlah Unit Cafe = 104,65 x 4 418,6 m²
FOODCOURT
R. Makan EN 2,125 m² / Meja dan
kursi
60 Meja dan Kursi
2,125 x 60
=127,5 m² 216,75 m²
127,5 m² x Flow 70 % 89,25 m²
Stan Makanan AS 18 Gerai/ 18 m² 10 Unit 18 x 10 180 m²
Booth Makanan AS 4 m² 10 Unit 4 x 10 40 m²
Jumlah 436,75 m² Flow Sirkulasi 30% 131 m²
Total 567,8 m²
GAME ZONE (4 Unit)
Area Permainan EN 300 m² 1 Unit 300 x 1 300 m²
Gudang Peralatan EN 15 m² 1 Unit 15 x 1 15 m²
Kasir AS 10% area permainan 1 Unit 300 x10% 30 m²
R. Pegawai EN 6 m² 1 Unit 6 x 1 6 m²
Jumlah 351 m² Flow Sirkulasi 40% 140,4 m²
Total 491,4 m² Total Luasan Game Zone x Jumlah Unit Game Zone = 470,4 x 4 1.965,6 m²
PLAYGROUND
Indoor Playground (L) HPI 2,4 x 10,8 = 25,92 m² 2 Unit 25,92 x 2 51,84 m²
Indoor Playground (M) HPI 2,4 x 6 = 14,4 m² 1 Unit 14,4 x 1 14,4 m²
Kasir AS 6 m² 1 Unit 6 x 1 6 m²
Loker Penyimpanan
Sepatu AS 0,51 m² 3 Rak
Sepatu 1,51 x 3 = 4,53 m²
9,33 m²
0,8 m² 6 Orang 0,8 x 6 = 4,8 m²
Jumlah 81,57 m² Flow Sirkulasi 70% 57,1 m²
Total 138,7 m²
Ruang/Perabotan Sumber Standar Kapasitas Perhitungan Luas
ATRIUM R. Informasi
EN 1,6 3 Orang 1,6 x 3 = 4,8 m²
4,8 m² x Flow 30 % 1,44 m² 6 m²
Atrium EN 0,8 1000 Orang 1,8 x 1000 = 800 m²
1.600 m²
800 m² x Flow 100 % 800 m²
Jumlah 1.606 m² Flow Sirkulasi 30% 481,8 m² Total 2.087,8 m² Jumlah Total Keseluruhan 6.466 m² 3. FASILITAS KANTOR PENGELOLA
Ruang Sumber Standar Kapasitas Perhitungan Luas
Direktur
Utama (CEO) EN 27,89 m² 1 Unit 27,89 x 1 27,89 m²
Manajer
Operasional EN 13,40 m² 1 Unit 13,40 x 1 13,40 m²
Manajer
Keuangan EN 9,30 m²/ Org 1 Unit 9,30 x 1 9,30 m²
Manajer
Pemasaran EN 9,30 m²/ Org 1 Unit 9,30 x 1 9,30 m²
Manajer Sumber Daya Manusia (SDM)
EN 9,30 m²/ Org 1 Unit 9,30 x 1 9,30 m²
Manajer
Penyewa EN 9,30 m²/ Org 1 Unit 9,30 x 1 9,30 m²
Ruang Staff EN 4,50 m²/ Org 1 Unit
20 Orang 4,50 x 1 x 20 90 m²
Ruang Tamu EN 2 m²/ Org 1 Unit
4 Orang 2 x 1 x 4 8 m²
Ruang Rapat EN 2,4 m²/ Org 1 Unit
10 Orang 2,4 x 1 x 10 24 m²
Pantry AS 9 m² 1 Unit 9 x 1 9 m²
Jumlah 209,5 m² Flow Sirkulasi 30% 62,85 m² Jumlah Total Keseluruhan 272 m²
BESARAN RUANG
A N A L I S I S O U T - P U T
4. FASILITAS TEKNIS
Ruang Sumber Standar Kapasitas Perhitungan Luas
R. Kontrol
Panel AS 30 m² 1 Unit 30 x 1 30 m²
R. CCTV
EN
1,22 m² 2 Meja 1,22 x 2 = 2,44 m²
8,12 m² 0,2025 m² 2 Kursi 0,2025 x 2 = 0,405 m²
0,2604 m² 2 Lemari Kecil 0,2604 x 2 = 0,5208 m²
0,8 m² 3 Orang 0,8 x 3 = 2,4 m²
Jumlah 5,8 m²
Flow 40% 2,32 m²
R. GENSET
SB 9,87 m² 1 mesin Genset (1000
KVA) 9,87 x 1 = 9,87 m²
18,4 m²
EN 0,8 m² 3 Orang 0,8 x 3 = 2,4 m²
Jumlah 12, 27 m²
Flow 50% 6,135 m²
R. Cleaning
Service AS 8 m² 1 Unit 8 x 1 8 m²
R. Peralatan AS 9 m² 1 Unit 9 x 1 9 m²
R. Baterai (100 Kwh)
SB 1,6 m² 20 Unit 1,6 m² x 20 = 32 m²
70 m²
EN 0,8 m² 3 Orang 0,8 x 3 = 2,4 m²
Jumlah 34,4 m²
Flow 100% 34,4 m²
R. Kompresor
SB 1,94 m² 40 Unit 1,94 m² x 40 = 77,76 m²
104,2 m²
EN 0,8 m² 3 Orang 0,8 x 3 = 2,4 m²
Jumlah 80,16 m²
Flow 30% 24,05 m²
R. Bongkar
Muat EN 12 m² 3 Unit 12 x 3 36 m²
Jumlah 283,7 m² Flow Sirkulasi 30% 85,12 m² Jumlah Total Keseluruhan 369 m²
5. FASILITAS PENUNJANG
Ruang Sumber Standar Kapasitas Perhitungan Luas
TOILET
Toilet Pria (3 Unit)
EN
0,96 m²/unit 3 wastafel 0,96 x 3
= 2,88 m²
75 m² 0,6 m² / unit 5 urinal 0,6 x 5 = 3 m²
1,8 m²/unit 5 kloset 1,8 x 5 = 9 m²
3m² / Unit 1 kloset Difabel 3 x 1 = 3 m²
Jumlah 17,88 m²
Flow 40% 7,2 m²
Total Luasan x Jumlah Unit 25 m² x 3
Toilet Wanita (3 Unit)
EN
0,96 m²/unit 5 wastafel 0,96 x 2 = 4,8 m²
71 m²
1,8 m²/unit 5 kloset 1,8 x 5 = 9 m²
3m² / Unit 1 kloset Difabel 3 x 1 = 3 m²
Jumlah 16,8 m²
Flow 40% 6,72 m²
Total Luasan x Jumlah Unit 23,5 m² x 3 ATM
Ruang ATM
AS 0,52 m² 6 Unit ATM 0,52 x 6 = 3,12 m²
17 m²
1,6 m² 6 Orang 1,6 x 6 = 9,6 m²
Jumlah 12,7 m²
Flow 30% 3,8 m²
LIFT
Lift Barang EN 12,2 m² 2 Unit 12,2 x 2 24,4 m²
Lift EN 7,2 m² 1 Unit 7,2 7,2 m²
MUSHOLAH
R. Sholat EN 0,7 m² 30 Orang 0,7 x 20 = 21 m²
38 m²
R. Imam AS 9 m² 1 Unit 9 x 1= 9 m²
R. Wudhu EN 0,8 m² 5 Orang
0,8 x 5 = 4 m² 2 Unit
Toilet AS 2 m²/ Unit 1 WC Pria & 1 WC Wanita 2 x 2 = 4 m²
Jumlah 232,6 m² Flow Sirkulasi 40% 93,04 m² Jumlah Total Keseluruhan 326 m² 6. FASILITAS PARKIR
Ruang Sumber Standar Kapasitas Perhitungan Luas
Pos Jaga AS 4 m² 5 Unit 4 x 5 20 m²
Loket Penjaga AS 3 m² 4 Unit 3 x 4 12 m²
Jumlah Total Keseluruhan 32 m²
No Kelompok Fasilitas Luas
1 Fasilitas Perbelanjaan 7.072 m²
2 Fasilitas Hiburan dan Rekreasi 6.466 m²
3 Fasilitas Kantor Pengelola 272 m²
4 Fasilitas Teknis 369 m²
5 Fasilitas Penunjang 326 m²
6 Fasilitas Parkir 32 m²
Total 14.537 m²
Ketentuan Perhitungan
KDB
(Koefisien Dasar Bangunan)
Luas lahan terbangun = Luas tapak x KDB = 16.800 m² x 70%
= 11.760 m²
KLB
(Koefisien Lantai Bangunan)
Jumlah lantai
= Total luas bangunan/Luas lahan bangunan
= 14.537 m²/ 11.760 m² = 1,2 m²
Maka, total jumlah lantai terbangun adalah 2 lantai.
KDH
(Koefisien Dasar Hijau)
Luas tidak terbangun = Luas tapak x KDH = 16.800 m² x 30%
= 5.040 m²
Berdasarkan perhitungan building coverage pada Pusat Perbelanjaan di Kota Pasangkayu, luas lahan terbangun yaitu 11.760 m² dengan jumlah lantai yaitu 2 lantai.
KEBUTUHAN AREA PARKIR
Diketahui :
Total luas lantai efektif = 11.177 m²
SRP Mobil = 12,5 m² SRP Motor = 1,5 m² Luas Parkir Mobil
= 11.177 m² / 100 m² x 1 mobil
= 112 mobil x 12,5 m²
= 1.400 m²
Flow Sirkulasi 50%
= 700 m²+ 1.400 m²
= 2.100 m²
Luas Parkir Motor
= 11.177 m² / 100 m² x 2 motor
= 224 motor x 1,5 m²
= 336 m²
Flow Sirkulasi 50%
= 168 m²+ 336 m²
= 504 m² Jadi, berdasarkan perhitungan kebutuhan lahan parkir, total parkir pada Pusat Perbelanjaan di Kota Pasangkayu yaitu 2.604 m².
Perhitungan Building Coverage
Berdasarkan Peraturan Daerah Pasangkayu Nomor 3 Tahun 2024 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pasangkayu Tahun 2024-2043, Ketentuan intensitas pemanfaatan ruang dalam kawasan peruntukan industri untuk kegiatan Perdagangan yaitu sebagai berikut:
KDH minimum sebesar 10%
KDB maksimum sebesar 70%
KLB maksimum sebesar 1,8
Tinggi bangunan maksimum 3 lantai atau maksimum 18 m GSB minimum sebesar 0,5 x rumija
PROGRAM STUDI S1 ARSITEKRUR
JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULATAS TEKNIK UNIVERSITAS TADULAKO
UJIAN SARJANA SEMESTER GANJIL
TAHUN AJARAN 2024/2025
DOSEN PEMBIMBING NAMA & STAMBUK JUDUL TUGAS AKHIR NAMA GAMBAR SKALA NO. LEMBAR KETERANGAN
Khaerunnisa, S.T., M.T.
NIP. 198708192020122006 Fratika Julia, S.T., M.T.
AKBAR
F 221 18 136 PUSAT PERBELANJAAN (MALL)
DI KOTA PASANGKAYU KONSEP MIKRO
-
08 Ketua Tim Akselerasi III 2024/ 2025 Prodi S1 Arsitektur, Universitas Tadulako
JML. LEMBAR
HUBUNGAN DAN PERSYARATAN RUANG
I N - P U T
a. Pencahayaan Alami dan BuatanNama Ruang Pencahayaan
Alami
Pencahayaan Buatan
Retail + +
Departmen Store - +
Bioskop - +
Foodcourt + +
Restoran + +
Cafe + +
Game Zone - +
Playground - +
Atrium + +
R. Direktur Utama (CEO) + +
R. Direktur Operasional + +
R. Manajer Keuangan + +
R. Manajer Pemasaran + +
R. Manajer Sumber daya
manusia (SDM) + +
R. Manjer Penyewa + +
R. Staf Administrasi + +
R. Staf Kebersihan + +
R. Staf Keamanan + +
R. Tamu + +
R. Rapat + +
Pantry - +
R. Panel Kontrol - +
R. CCTV - +
R. Cleaning Service - +
Kompresor (Outdoor) + -
R. Genset + +
R. Baterai + +
R. Peralatan + +
R. Bongkar Muat + +
R. ATM + +
Toilet - +
Musolah + +
Lift - +
Tangga Darurat - +
Lobby + +
Pos Jaga + +
Loket Parkir + +
Ruang Parkir + -
b. Penghawaan Alami dan Buatan
Nama Ruang Penghawaan
Alami
Penghawaan Buatan
Retail - +
Departmen Store - +
Bioskop - +
Foodcourt + -
Restoran - +
Cafe + +
Game Zone - +
Playground - +
Atrium + -
R. Direktur Utama (CEO) + +
R. Direktur Operasional + +
R. Manajer Keuangan + +
R. Manajer Pemasaran + +
R. Manajer Sumber daya
manusia (SDM) + +
R. Manjer Penyewa + +
R. Staf Administrasi + +
R. Staf Kebersihan + +
R. Staf Keamanan + +
R. Tamu + +
R. Rapat + +
Pantry + +
R. Panel Kontrol + -
R. CCTV - +
R. Cleaning Service + -
Kompresor (Outdoor) + -
R. Genset + -
R. Baterai + -
R. Peralatan + -
R. Bongkar Muat + -
R. ATM - +
Toilet - +
Musolah - -
Lift - +
Tangga Darurat - +
Lobby + -
Pos Jaga + -
Loket Parkir + -
Ruang Parkir + -
Pencahayaan Alami merupakan pencahayaan yang berasal langsung dari alam seperti cahaya matahari yang dapat diperoleh melalui bukaan seperti jendela, dinding transparan maupun Skylight. Sedangkan pencahayaan buatan adalah system pencahayaan yang berasal dari perangkat buatan manusia seperti Lampu yang
beroperasi dengan bantuan energi berupa Listrik. Adapun analisis system pencahayaan yang digunakan pada tiap ruang yaitu sebagai berikut.
Penghawaan Alami merupakan proses pertukaran udara secara alami didalam bangunan melalui ventilasi atau bukaan pada bangunan. Sedangkan penghawaan Buatan adalah proses pergantian atau udara di dalam bangunan menggunakan alat bantu buatan seperti Air Conditioner (AC) dan Kipas Angin.
K e t e r a n g a n :
K u r a n g P e r l u : -
P e r l u : +
P O L A H U B U N G A N R U A N G L A N TA I D A S A R
P O L A H U B U N G A N R U A N G L A N TA I 1
P O L A H U B U N G A N R U A N G L A N TA I 2
TUJUAN :
Analisis hubungan ruang bertujuan untuk
menentukan peletakan dan penataan ruang-ruang pada pusat perbelanjaan.
DASAR PERTIMBANGAN : Sifat Ruang
Fungsi Ruang Jenis Ruang
Berdasarkan jumlah lantai bangunan dari perhitungan building coverage diketahui bangunan dibagi menjadi 2 lantai. maka digunakan pola hubungan ruang untuk membantu dalam mengorganisir ruang-ruang yang saling berhubungan secara visual. Berikut pola hubungan ruang tiap lantai bangunan Pusat Perbelanjaan di Kota Pasangkayu.
Pola Hubungan Ruang Lantai 1
Pola Hubungan Ruang Lantai 2 Pola Hubungan Ruang Lantai Dasar
H U B U N G A N R U A N G
P E R S Y A R A T A N R U A N G
UTILITAS
A N A L I S I S I N - P U T
TUJUAN :
Analisis Utilitas bertujuan sebagai suatu fasilitas pelengkap pada perencanaan bangunan untuk menunjang kenyamanan, kesehatan, keselamatan, kemudahan komunikasi dan mobilisasi dalam bangunan.
Skema Saluran Drainase
Sumber energi pada bangunan Pusat Perbelanjaan (mall) di Kota Pasangkayu adalah melalui PLTS Hybrid. Sistem PLTS hybrid merupakan sistem PLTS yang tersambung dengan PLN, baik menggunakan tambahan baterai maupun genset sebagai sumber energi cadangan.
Saluran drainase pada bangunan berfungsi untuk menyalurkan kelebihan air pada permukaan tanah seperti air kotor dan air hujan menuju saluran pembuangan utama
perkotaan. Sistem drainase untuk bangunan Pusat Perbelanjaan (mall) di Kota Pasangkayu yaitu menggunakan sumur resapan. Sumur resapan dapat menampung kelebihan air permukaan sebagai bentuk konservasi air tanah.
Jaringan Air Bersih
Bangunan Pusat Perbelanjaan memiliki kebutuhan air dengan jumlah yang besar sehingga sistem penyediaan air bersih yang digunakan adalah Down Feed System.
S i s t e m J a r i n g a n A i r
Jaringan Air Kotor
Jaringan Air Hujan
Sistem pembuangan air kotor pada bangunan Pusat Perbelanjaan menggunakan sistem pembuangan terpisah dimana air kotor dan air bekas dialirkan secara terpisah menggunakan saluran yang berbeda.
Skema Sistem Distribusi Down feed
1.Pengolahan limbah black water,
menggunakan sistem Sewage Treatment Plant (STP) yang dapat menghasilkan air buangan yang lebih bersih untuk dibuang ke saluran kota.
2.Pengolahan limbah gray water,
menggunakan sistem Water Treatment Plant (WTP) yaitu instalasi pengolahan air untuk mendapatkan air yang sesuai dengan standar baku mutu dan memisahkannya dari kontaminan agar lebih bersih dan aman untuk digunakan kembali.
Skema Pengolahan Limbah Black Water
Skema Pengolahan Limbah Gray Water
S i s t e m J a r i n g a n L i s t r i k
Sumber sampah berasal dari dalam dan luar bangunan Pusat Perbelanjaan (mall) di Kota Pasangkayu dikumpulkan melalui tempat sampah 3 jenis untuk memudahkan proses penyortiran sampah oleh petugas kebersihan. Setelah itu sampah diangkut menuju Tempat Pembuangan Sementara (TPS) pada bangunan untuk selanjutnya diangkut dengan truk sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada di Kota Pasangkayu.
S i s t e m J a r i n g a n P e r s a m p a h a n
Alat Luas Pelayanan Jarak Keterangan
Alarm kebakaran (Smoke Detector) 75 m2
< 12 m dalam ruangan dan 18 m dalam koridor.
Dapat mendeteksi adanya kebakaran dan terhubung
dengan alarm Sprinkle system
25 m2
Jarak min. antara 2 kepala sprinkler tidak
Fire sprinkle akan menyala otomatis
Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
200 m2 Maks. 25 m2
APAR berguna untuk memadamkan api kecil pada
saat terjadi kebakaran Hydrant
800 m2 Maks. 38 m2 Hydrant sebagai alat pencegah kebakaran
Alat Jarak Keterangan
Tangga Darurat
·Lebar tangga maks. 2,5 𝑚 Lebar Bordes min. 1,2 𝑚 Antrade min. 0,28 𝑚 Oprade maks. 0,20 𝑚
Dilengkapi pencahayaan darurat, cerobong asap, material anti api Koridor
Lebar min. 1,8 𝑚
Jarak dari koridor ke pintu darurat maks.
25 𝑚
Koridor bebas hambatan Pintu Darurat
Lebar min. 0,9 𝑚
Pintu darurat selalu tertutup dan tidak diperkenankan dalam posisi terbuka setiap saat dan harus menutup sendiri
atau menutup otomatis Titik kumpul (Assembly Point)
Kondisi area aman, mudah dijangkau, dan
cukup luas untuk menampung seluruh orang (min 0,3 m/orang).
Terdapat tempat berhimpun atau titik kumpul setelah jalan evakuasi.
Menurut klasifikasi bangunan menurut standar utamanya terhadap api, bangunan Pusat Perbelanjaan termasuk dalam kelas A yaitu struktur utamanya harus tahan api sekurang- kurangnya 3 jam. Sistem Proteksi dan Pemadam Kebakaran untuk bangunan Pusat Perbelanjaan (mall) di Kota Pasangkayu terbagi atas 2 yaitu sebagai berikut:
S i s t e m P r o t e k s i K e b a k a r a n
Sistem Proteksi Aktif
Sistem Proteksi Pasif
O U T - P U T
PROGRAM STUDI S1 ARSITEKRUR
JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULATAS TEKNIK UNIVERSITAS TADULAKO
UJIAN SARJANA SEMESTER GANJIL
TAHUN AJARAN 2024/2025
DOSEN PEMBIMBING NAMA & STAMBUK JUDUL TUGAS AKHIR NAMA GAMBAR SKALA NO. LEMBAR KETERANGAN
Khaerunnisa, S.T., M.T.
NIP. 198708192020122006 Fratika Julia, S.T., M.T.
AKBAR
F 221 18 136 PUSAT PERBELANJAAN (MALL)
DI KOTA PASANGKAYU KONSEP MIKRO
-
10 Ketua Tim Akselerasi III 2024/ 2025 Prodi S1 Arsitektur, Universitas Tadulako
JML. LEMBAR
STRUKTUR DAN BENTUK
A N A L I S I S
O U T - P U T I N - P U T
Jenis Pondasi Kelebihan
Pondasi Tapak
1.Mudah dalam pelaksanaan 2.Daya dukung cukup baik 3.Relatif lebih murah
4.Dapat digunakan pada bangunan yang ringan hingga sedang
Pondasi Bore Pile
1.Mengurangi penurunan tanah 2.Dapat menahan beban yang lebih besar 3.Cocok untuk bangunan tinggi dan struktur
berat
4.Biaya lebih mahal
5.Efektif pada tanah lunak dan kurang stabil
Jenis Atap Kelebihan
Rangka Atap Baja
1.Kuat menahan beban berat seperti panel surya dan HVAC
2.Fleksibel untuk dirancang dalam berbagai bentuk atap 3.Tahan terhadap korosi (jika dilapisi cat anti karat) Rangka Atap Beton Bertulang
1.Stabil untuk bangunan di area gempa.
2.Tahan terhadap cuaca ekstrem dan kebakaran.
3.Atap datar dapat dimanfaatkan untuk taman, panel surya, atau rooftop café.
4.Isolasi termal yang baik yaitu mampu mengurangi panas di dalam bangunan.
Berdasarkan kedua jenis struktur atap di atas, maka struktur atap yang digunakan adalah beton bertulang. Namun, struktur rangka baja tetap digunakan sebagai kanopi pada area drop off dan Atrium.
TUJUAN :
Analisis struktur bertujuan untuk menentukan sistem struktur yang efektif pada bangunan Pusat
Perbelanjaan di Kota Pasangkayu.
DASAR PERTIMBANGAN : menyesuaikan dengan kondisi disekitar tapak dan bentuk bangunan
Sub-struktur (struktur bawah) Middle-struktur (Struktur tengah) Super-struktur (struktur atas)
Berdasarkan analisis struktur bawah di atas, jenis pondasi yang digunakan pada bangunan pusat perbelanjaan di kota bungku yaitu pondasi Bore Pile yang sesuai dengan dasar pertimbangan.
Jenis material struktur yang dapat diterapkan pada bangunan Pusat Perbelanjaan di Kota Pasangkayu yaitu menggunakan beton bertulang dan baja untuk kolom dan balok.
Sedangkan system structural untuk dinding menggunakan Sistem Shear Wall, yaitu dinding beton bertulang untuk menahan gaya lateral seperti angin atau gempa.
S T R U K T U R
B E N T U K
TUJUAN : Analisis bentuk bertujuan untuk memperoleh bentuk desain bangunan yang fungsional, estetika, penyederhanaan bentuk, serta menyesuaikan dengan lingkungan dan iklim disekitarnya.
DASAR PERTIMBANGAN:
Bentuk yang mendukung aktifitas dan fungsi pusat perbelanjaan dan prinsip desain arsitektur modern.
Bentuk dasar dari bangunan pusat perbelanjaan (mall) di kota Pasangkayu adalah bentuk persegi, hal ini sesuai dengan prinsip arsitektur penyederhanaan bentuk. Selain itu, bentuk persegi juga berpotensi untuk mendapatkan pencahayaan alami dan ventilasi silang dengan lebih baik.