Penulis telah lama menulis buku ini sejak mengajar mata kuliah Sosiologi Pariwisata pada Program Studi Sosiologi Agama UIN Mataram. Buku ini bermula dari banyaknya pertanyaan dari mahasiswa, ketika penulis memaparkan materi pada mata kuliah Sosiologi Pariwisata “Mengapa tidak ada mata kuliah Sosiologi Budaya?”.
Cultural Acculturation
Konsep Akulturasi Budaya
Asumsi pertama adalah kelompok tidak dominan dan anggotanya mempunyai kebebasan memilih cara bercocok tanam. Ketika tingkat konflik yang lebih besar berkembang dan pengalaman terkait permasalahan akulturasi dipahami sebagai suatu permasalahan (namun masih dapat dikendalikan), maka paradigma stres akulturasi adalah sesuatu yang tepat.
Faktor-faktor utama dalam akulturasi
Yang pertama adalah konsep akulturasi yang mencoba memahami berbagai fenomena yang dihasilkan oleh kelompok individu yang mempunyai budaya berbeda ketika kelompok individu tersebut memasuki budaya baru, sehingga menyebabkan perubahan pola budaya aslinya. Berdasarkan konsep ini, akulturasi berbeda dengan perubahan budaya dan juga asimilasi.
Masalah Akulturasi
Perbedaan-perbedaan yang disebutkan di atas akan berkaitan erat dengan strategi akulturasi (lihat Bagian D untuk “Strategi Akulturasi menurut John W. Berry”). Berry membedakan antara orientasi kelompok seseorang dan orientasi terhadap kelompok lain.
Dampak dan Faktor
Konsekuensi
Dalam hal perubahan perilaku, perubahan yang paling kecil terjadi akibat strategi pemisahan, sedangkan perubahan yang paling besar diakibatkan oleh strategi asimilasi. Terkait permasalahan tekanan akulturasi, jelas pula bahwa proses pencarian strategi integrasi merupakan model yang paling sedikit menimbulkan tekanan, sedangkan marginalisasi merupakan model yang paling banyak menimbulkan tekanan.
Perbandingan Dengan Tokoh Lain
- Penutup
Sebagai contoh akulturasi budaya terlihat pada resepsi pernikahan adat Jawa, pengantin wanita biasanya mengenakan kebaya dengan motif yang sesuai. Ketika budaya ini masuk dan mempengaruhi adat istiadat busana pengantin Jawa, terlihat bahwa saat ini rata-rata dalam pernikahan Jawa, pengantin wanita tidak lagi mengenakan kebaya khas masyarakat Jawa jaman dulu, melainkan memakai kebaya yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa. jauh. sehingga terlihat lebih modern dan kekinian.
CULTURAL AS A RELIGION
- Biografi Singkat
- Konsep Cultural as a Religion
- Faktor-faktor dan dampak
- Bandingkan dengan tokoh lain
Semua karyanya ini bermula dari penelitiannya terhadap agama dan budaya di Indonesia, khususnya Bali dan Jawa. Dalam uraian konsep yang dikemukakan Geertz, agama dan budaya menjadi satu kesatuan dalam masyarakat.
CULTURAL AWARENESS
Konsep Cultural Awareness
Implikasi dari kesadaran budaya untuk memahami perlunya mempertimbangkan budaya, faktor penting dalam menghadapi situasi tertentu. Pada tingkat dasar, kesadaran budaya adalah informasi, memberikan makna bagi umat manusia untuk mengetahui tentang budaya. Prinsip tugas memperoleh pemahaman tentang kesadaran budaya adalah mengumpulkan informasi tentang budaya dan mentransformasikannya melalui penambahan agar dapat dimaknai secara progresif sebagai pemahaman tentang budaya.
Perbandingan Dengan Tokoh Lain
Berdasarkan tingkat kesadaran budaya di atas, maka perlu adanya pemahaman bagi konselor dalam menggunakan tingkatan tersebut untuk memahami budaya. Tingkatan ini dapat digunakan untuk menggambarkan penerapan untuk memahami ciri-ciri utama perbedaan budaya.
Contoh Bentuk Kesadaran Budaya Bangsa Indonesia Jika kita mendengar kata budaya, maka yang terpikir
CULTURAL BEHAVIOR
Konsep Cultural Behavior
Perilaku budaya adalah penerapan, adaptasi dan implementasi aturan-aturan organisasi sosial, nilai-nilai, adat istiadat, gagasan, keyakinan, dan lain-lain, dalam bentuk yang lebih konkrit, budaya, kata Malinowski, bersifat komprehensif. Oleh karena itu, pola perilaku khas ini tidak dapat dipahami jika tinjauan dilakukan hanya dari sudut pandang fisiologis.
Contoh
Jadi “kebudayaan” (culture) pada tataran pertama adalah alat atau “instrumen”; alat yang muncul untuk memenuhi kebutuhan psikobiologis manusia. Pandangan Evans-Pritchard menyatakan bahwa struktur sosial bukanlah suatu jaringan hubungan yang terdiri dari individu-individu, melainkan terdiri dari kelompok-kelompok sosial yang mempunyai sifat-sifat yang lebih bertahan lama (konstan) dan bersifat diskrit (discrete).
CAPITAL
COMMODIFICATION CONFLICT
CULTURAL CAPITAL
Konsep Cultural Capital
Modal budaya mempunyai beberapa dimensi; Pertama, pengetahuan objektif tentang seni dan budaya; Kedua, selera dan preferensi budaya; Ketiga, kualifikasi formal (seperti gelar universitas dan ujian musik); Keempat, kemampuan budaya (cultural skill) dan pengetahuan praktis (savoir-faire atau know how seperti kemampuan memainkan alat musik) serta; Kelima, kemampuan membedakan dan membedakan yang baik dan yang buruk. Modal budaya mempunyai beberapa dimensi; Pertama, pengetahuan objektif tentang seni dan budaya; Kedua, selera dan preferensi budaya; Ketiga, kualifikasi formal (seperti gelar universitas dan ujian musik); Keempat, kemampuan budaya (cultural skill) dan pengetahuan praktis (savoir-faire atau know how seperti kemampuan memainkan alat musik) serta; Kelima, kemampuan membedakan dan membedakan yang baik dan yang buruk Menurut Bourdieu, modal budaya merupakan dimensi habitus yang lebih luas, sekaligus menunjukkan lingkungan sosial pemiliknya.
Perbandingan Tokoh Lain
Contoh
Dengan demikian jika menyikapi pendatang melalui nilai-nilai politik pesinggiri dalam hubungan multikultural dapat dijadikan model dalam hubungan antaretnis di Indonesia yaitu perlawanan dapat dilakukan secara halus dan tanpa disadari sehingga konflik dapat dihilangkan. Berbeda dengan modal ekonomi dan modal sosial, modal budaya terbentuk selama bertahun-tahun sehingga terinternalisasi dalam diri seseorang.
CULTURAL COMMODIFICATION
Konsep Komodifikasi Budaya
Dalam konteks media massa saat ini, menurut Adorno, media mempunyai kemampuan untuk menghasilkan industri budaya, yaitu budaya yang mengalami komodifikasi karena produk budaya pertama yang dihasilkan tidak asli, sedangkan budaya yang dihasilkan secara mandiri/murni. tidak lagi diproduksi oleh orang atau masyarakat pemiliknya, tetapi ada campur tangan industri. Produk budaya yang dihasilkan oleh industri budaya tidak hanya memanipulasi masyarakat berdasarkan konsumsi, tetapi juga mengubah seluruh artefak budaya menjadi produk dan komoditas industri.
Contoh Komodifikasi Budaya
Kelayakan ini ditandai dengan banyaknya pengiklan yang mampu menarik setiap penayangan suatu program tertentu. Apa yang dihasilkan industri budaya tidak mengandung nilai estetika dan menjadikan model konsumsi menjadi pasif.
CULTURAL CONFLICT
Konsep the Culture Conflict
Oberg menyatakan bahwa gegar budaya adalah kecemasan yang terjadi akibat hilangnya simbol-simbol hubungan sosial yang akrab (dalam Frandawati, 2009). Menurut Ward (2001), proses aktif menghadapi perubahan di lingkungan yang asing merupakan salah satu bentuk kejutan budaya.
CULTURAL CONSUMER
- Konsep Budaya Konsumen
- Faktor dan Dampak
- Bandingkan Budaya Konsumen Don Slater (1997) Berdasarkan pemaparan Slater bahwa terdapat
- Contoh
Budaya konsumen ini tidak hanya disebabkan oleh kepribadian dan perilaku konsumen saja, namun juga dipengaruhi oleh lingkungan sosial khususnya di perkotaan, seperti hadirnya pusat perbelanjaan. Featherstone tidak hanya berfokus pada budaya konsumen dalam bukunya Consumer Culture and Postmodernism, tetapi juga gaya hidup, perubahan budaya, dan budaya perkotaan.
DEPRIVATION DOMINATION
CULTURAL DEPRIVATION
Konsep Cultural Deprivation
Konsep perampasan budaya muncul di Amerika Serikat pada tahun 1950an sebagai strategi perang yang unggul untuk memerangi kemiskinan. Konsep deprivasi budaya yang digunakan untuk menggambarkan fenomena pendidikan di Amerika sama dengan analisis Pierre Bourdieu terhadap lembaga pendidikan di Perancis yang menurut analisisnya telah melakukan kekerasan simbolik.
CULTURAL DOMINATION
Konsep Cultural Domination
Aliran budaya Barat dalam menguasai teknologi, informasi, sumber daya manusia, dan sumber daya keuangan di wilayah pinggiran seringkali dianggap sebagai proses dominasi budaya. Kita ambil contoh dominasi budaya dari generasi muda Indonesia saat ini, banyak diantaranya yang lebih mendominasi budaya Barat dibandingkan budaya Indonesia itu sendiri, misalnya dalam hal berpakaian, bertingkah laku, dan berbicara yang terkadang bersifat Barat karena ada yang berpendapat bahwa budaya Barat cenderung lebih dominan. modern.
FEMINISM
FUNCTIONAL THEORYS
CULTURAL FEMINISM
Konsep Cultural Feminism
Pada tahun 1972, feminis sosialis Elizabeth Diggs menggunakan label "feminisme budaya" untuk semua feminisme radikal. Bentuk separatisme dalam feminisme budaya ini dikritik karena mengabaikan patriarki struktural dan menyalahkan laki-laki sebagai individu atas penindasan terhadap perempuan.
Faktor-faktor dan dampak
Teori feminis budaya muncul pada tahun 1970an untuk menjelaskan bagaimana konstruksi “perempuan” yang didefinisikan oleh laki-laki merendahkan nilai sifat-sifat perempuan. 34;kemandulan laki-laki" Adrienne Rich menegaskan bahwa biologi perempuan memiliki potensi "radikal" yang telah ditekan oleh pengurangan potensi tersebut oleh laki-laki.
Perbandingan Tokoh Lain
34;"Pembelaan Hak-Hak Perempuan" karya Mary Wollstonecraft dan aktivitas serta tulisan Gimike Sisters (Amerika Serikat) yang berpuncak pada pemilu tahun 1920. Gelombang kedua feminisme dimulai pada tahun 1960-an ketika Gerakan Pembebasan Perempuan tumbuh sebagai demonstrasi radikal yang tersebar luas di kalangan pelajar, pekerja, kulit hitam dan perempuan, terutama di Amerika Serikat dan Perancis.
CULTURAL OF FUNCTIONAL THEORY
Konsep Teori Fungsionaisme Budaya
Dan juga fungsi unsur kebudayaan adalah kemampuannya dalam memenuhi beberapa kebutuhan dasar atau beberapa kebutuhan yang berasal dari kebutuhan dasar yaitu kebutuhan sekunder warga masyarakat.Kebutuhan dasar atau mendasar itu seperti pangan, reproduksi, kenyamanan jasmani. , keamanan dan pertumbuhan. Ketika kebutuhan dasar tersebut terpenuhi, muncul pula jenis kebutuhan lain (kebutuhan turunan), yaitu kebutuhan sekunder yang juga harus dipenuhi oleh budaya.
Perbandingan Tokoh
Selain itu, Malinowski (1939) juga menyatakan: bahwa individu mempunyai kebutuhan fisiologis (reproduksi, pangan, tempat tinggal) dan lembaga sosial ada untuk memenuhi kebutuhan tersebut, ada juga kebutuhan yang berasal dari budaya dan empat “kebutuhan instrumental” dasar (ekonomi, sosial. kontrol, pendidikan dan organisasi politik), yang memerlukan perlengkapan kelembagaan (bahwa individu mempunyai kebutuhan fisiologis (reproduksi, pangan, papan) dan pranata sosial untuk memenuhi kebutuhannya, ada juga kebutuhan turunan dan empat. Misalnya saja kasus seperti Unsur budaya yang Pemenuhan kebutuhan pangan menimbulkan kebutuhan sekunder yaitu kebutuhan kerjasama dalam mengumpulkan pangan atau memproduksi pangan tersebut.
IDENTITY INDUSTRIAL
CULTURAL IDENTITY
Konsep Cultural Identity
Selanjutnya pada cara kedua, Stuart Hall tidak lagi memandang identitas budaya sebagai sesuatu yang esensial, melainkan sebagai sesuatu yang akan selalu berubah seiring berjalannya waktu. Contoh identitas budaya adalah penggunaan salat qunut pada salat subuh yang diidentikkan dengan "Nahdatul Ulama (NU)".
CULTURAL INDUSTRIAL
Perbandingan Tokoh
Menurut Walter Benjamin dalam bukunya The Work of Art in the Age of Mechanical Reproduction menjelaskan pesatnya perubahan dalam industri budaya, industri budaya mengalami perubahan nilai seni yang sebenarnya, dimana perubahan tersebut terlihat dari segi reproduksi. Contoh situasi yang muncul dari industri budaya ini dapat dilihat bagaimana Horkeimer dan Adorno menjelaskan dalam kehidupan masyarakat bagaimana film atau majalah yang berbeda diberi label, A dan B dimana harga yang berbeda diatur dan diberi label oleh konsumen. Bagaimana musik jazz asli atau palsu? Murahnya, bagaimana novel-novel Tolstoy tercampur dalam naskah film, simfoni-simfoni Beethoven diubah secara kasar, yang semuanya dituntut oleh keinginan spontan masyarakat.
CULTURAL LAG
Konsep Cultural Lag
Munculnya ketertinggalan budaya (cultural disparity), kondisi ini terjadi ketika unsur-unsur budaya tidak berkembang secara bersamaan. Munculnya ketertinggalan budaya disebabkan ketika unsur budaya material dan non material tidak berkembang secara bersamaan.
Perbandingan Tokoh lain
Jika budaya adaptif x berhubungan dengan bagian lain dari budaya adaptif y dan juga dengan budaya material z, maka jika z berubah dan y tidak berubah, x akan berubah lebih lambat dibandingkan jika tidak berhubungan dengan y. Contoh ketertinggalan/kesenjangan budaya antara budaya materi dan non materi adalah seperti saat ini dimana teknologi komunikasi berkembang sangat pesat sehingga memunculkan berbagai macam fitur media sosial. Perkembangan media sosial yang semakin maju dan banyak digunakan tidak diimbangi dengan perkembangan sikap masyarakat, sehingga bermunculan berbagai macam berita bohong di media sosial yang pada akhirnya menimbulkan konflik di masyarakat.
ORGANIZATIONAL ORIENTATION
CULTURAL ORGANIZATIONAL Edgar H. Schein
Konsep Cultural of Organization/Organizational Culture
Menurut Schein (2004:26), ada tiga tingkatan budaya organisasi, yaitu: a) artefak adalah hasil budaya yang terlihat dan mudah diamati oleh seseorang atau sekelompok orang, baik di dalam maupun di luar organisasi; b) keyakinan dan nilai-nilai yang dianutnya berupa cita-cita, tujuan, nilai, ambisi, ideologi, dan rasionalisasi; dan c) menggunakan asumsi-asumsi dasar seperti teori yang sulit dibedakan dan dipahami. Menurut Schein (2004), pendiri dan pemimpin organisasi membawa asumsi dasar, nilai, perspektif, atau artefak yang mereka miliki ke dalam organisasi, yang kemudian menjadi budaya organisasi.
Bandingkan dengan Tokoh Lain
Dalam konteks ini, para manajer berbicara tentang mengembangkan 'budaya yang tepat, budaya kualitas' atau 'budaya layanan pelanggan', yang menunjukkan bahwa budaya ada hubungannya dengan nilai-nilai, yaitu manajer mencoba menanamkan budaya dalam organisasinya. Industri minyak dan minyak bumi di pasar lokal tidak dikuasai oleh Shell melainkan oleh produk lokal seperti di Indonesia yaitu Produk Pertamina.
CULTURAL ORIENTATION
Konsep Cultural Orientation
Menurut Ralph Linton, orientasi budaya berkaitan dengan kepentingan dan nilai masing-masing orientasi budaya yang ditentukan melalui proses abstraksi. Perbandingan dengan tokoh lain: Dalam bukunya The Study of Man, konsep orientasi budaya Ralph Linton berfokus pada orientasi budaya yang menjadi titik sentral dalam pembahasannya.
POVERTY PARTICIPATION
POLLUTION POPULER
CULTURAL OF POVERTY Oscar Lewis
Faktor-faktor dan Dampak
Ciri-ciri utama budaya kemiskinan digambarkan dalam empat dimensi sistem: hubungan antara subkultur dan masyarakat luas; Sifat kawasan kumuh; Ciri-ciri keluarga, sikap, nilai-nilai dan struktur karakter individu. Individu yang tumbuh dalam budaya kemiskinan memiliki perasaan fatalisme, ketidakberdayaan, ketergantungan, dan inferioritas yang kuat.
Perbandingan dengan Tokoh lain
Lewis, sementara itu, mengutip contoh masyarakat miskin yang tidak hidup dalam budaya kemiskinan, seperti komunitas kasta rendah di India, di mana mereka tetap terintegrasi ke dalam masyarakat luas dan memiliki lembaga pemerintahan sendiri yang independen.
CULTURAL PARTICIPATION Ralph Linton
Konsep Participation Of Culture
Konsep partisipasi budaya mempunyai karakter kemasyarakatan dan menyadari betul bahwa budaya dan masyarakat saling bergantung. Meskipun mereka yang menggunakan jalur alternatif kurang berpengaruh dalam memantapkan budaya partisipasi kelompok.
Faktor dan dampak
Penting untuk disadari bahwa masyarakat sendirilah yang mampu menstabilkan kebudayaan melalui proses reintegrasi, sejauh ini keberhasilannya bagi kebudayaan tidak dapat diragukan lagi.
Perbandingan Linton dan tokoh lain
CULTURAL POLLUTION
Konsepsi Cultural Pollution
Konsep pencemaran budaya merupakan perpaduan antara kebijakan dan tindakan antara industri multinasional (korporasi) sebagai faktor penyebab dan kondisi masyarakat modern yang semakin berisiko, seperti yang diungkapkan oleh Ulrich Beck. Mcdonalisasi atau semacam sistem pasar yang memiliki jaringan koordinator dalam skala raksasa mampu menyalahgunakan masyarakat berisiko yang menyebabkan pencemaran budaya.
Perbandingan Dengan Tokoh Lain
Penyebaran sampah visual dapat menimbulkan kerusakan lingkungan dan tatanan sosial khususnya pada lanskap perkotaan (Nicholson. Masyarakat modern di India pernah mengalami pencemaran budaya akibat dari westernisasi dengan atau atas nama modernisasi yang menyebabkan terkikisnya nilai-nilai budaya India.
CULTURAL POPULER
Konsep Populer Culture
Budaya pop” juga diartikan sebagai sesuatu yang “diabaikan” ketika kita memutuskan apa yang disebut dengan “budaya tinggi”. Storey menekankan bahwa budaya populer muncul dari urbanisasi sebagai akibat dari revolusi industri, mengidentifikasi istilah umum dengan definisi "budaya massa".
Faktor-Faktor dan Dampak
Dominic Strinati mendefinisikan budaya pop sebagai "sebuah tempat perjuangan di mana banyak dari makna-makna ini (perebutan kekuasaan atas makna-makna yang dibentuk dan diedarkan dalam masyarakat) ditentukan dan diperdebatkan. Tidaklah cukup hanya mereduksi budaya pop dan sekadar berfungsi sebagai sistem pelengkap bagi kapitalisme." dan patriarki yang memungkinkan kesadaran palsu mematikan masyarakat.
RELATIVISM – ETHICAL THEORY REPRESENTATION
REPRODUCTION REVOLUTION
CULTURAL RELATIVISM – ETHICAL THEORY William Graham Sumner
Konsep Cultural Relativism–Ethical Theory
Etika adalah seperangkat gagasan tentang apa yang “benar” dan “salah”; ia ingin.. menjadi universal, absolut dan abadi; dan hal-hal yang disebut moral, atau hal-hal yang berhubungan dengan etika umum, digunakan oleh beberapa pihak sebagai otoritas atas pandangannya sendiri. Apa yang dianggap 'baik', 'benar', atau 'seharusnya' dalam suatu kebudayaan bersifat relatif... faktor-faktor ini menimbulkan relativisme budaya.
CULTURAL REPRESENTATION Stuart Hall
Konsep Representasi Budaya
Oleh karena itu, untuk dapat melakukan hal tersebut diperlukan latar belakang pemahaman konsep, gambaran, dan gagasan (kode budaya) yang sama. Kode inilah yang menjadikan orang-orang yang berada dalam kelompok budaya yang sama memahami dan menggunakan nama yang sama, yang telah melalui proses konvensi sosial.
Perbandingan Tokoh lain
Makna terhadap sesuatu bisa sangat berbeda pada budaya atau kelompok masyarakat yang berbeda karena setiap budaya atau kelompok masyarakat mempunyai cara tersendiri dalam menafsirkan sesuatu. Kelompok masyarakat yang mempunyai latar belakang berbeda dalam memahami kode budaya tertentu tidak akan mampu memahami makna yang dihasilkan oleh kelompok sosial lainnya.
CULTURAL REPRODUCTION
“Sistem pendidikan mereproduksi dengan lebih sempurna struktur distribusi modal budaya antar kelas (dan pembagian kelas), dimana budaya yang ditransmisikannya lebih dekat dengan budaya dominan dan cara penanamannya memiliki jalur yang sedikit berbeda dengan cara. penanaman yang dilakukan oleh keluarga" (Bourdieu, 1977). Konsep reproduksi budaya dan sosial tentunya berkaitan dengan konsep Bourdieu yang lain yaitu modal budaya.Bourdieu menjelaskan modal budaya sebagai berikut.