• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONSEP PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI

N/A
N/A
Shaifff

Academic year: 2023

Membagikan "KONSEP PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

PEMAIN 2 PEMAIN 1

Gissela amanda putri arifianto

KONSEP PSIKOLOGI INDUSTRI DAN

ORGANISASI

PSIKOLOGI INDUSTRI

luthfansyah

(2)

01 07 12

pengertian psikologi industri dan organisasi

sejarah psikologi industri dan organisasi

fokus utama psikologi industri dan organisasi

psikologi industri dan organisasi di masa

depan

TOPIK PEMBAHASAN

1

(3)

PENGERTIAN PSIKOLOGI INDUSTRI DAN

ORGANISASI

2

(4)

Psikologi industri dan organisasi adalah cabang psikologi yang menerapkan prinsip-prinsip psikologis di tempat

kerja. Tujuan dari psikologi industri dan organisasi adalah untuk “meningkatkan martabat dan kinerja orang-orang dan organisasi di mana mereka bekerja, dengan memajukan ilmu pengetahuan dan pengetahuan

mengenai perilaku manusia” (Rucci, 2008).

01 07 12

APA SIH PSIKOLOGI INDUSTRI DAN

ORGANISASI ITU?

3

(5)

KARAKTERISTIK

Tujuan jangka panjang

Meningkatkan produktivitas organisasi, kesejahteraan karyawan, efektivitas manajemen, budaya organisasi yang positif, kualitas hidup pekerjaan, manajemen perubahan yang baik, pengukuran kinerja yang akurat, inklusi, dan perkembangan penelitian dan praktik terbaru dalam dunia kerja.

sistem sosial

Fokus pada interaksi sosial, hubungan antarindividu di tempat kerja, serta pengaruh faktor sosial dan psikologis terhadap

perilaku dan kinerja organisasi.

4

(6)

KARAKTERISTIK

sistem budaya

Pemahaman dan analisis terhadap nilai-nilai, norma, dan budaya organisasi yang memengaruhi perilaku, motivasi, dan kinerja individu di lingkungan kerja.

sistem formal

Studi tentang struktur organisasi, peraturan, kebijakan, dan prosedur formal yang memengaruhi dinamika

kerja, manajemen sumber daya manusia, serta pengambilan keputusan di dalam organisasi.

5

(7)

SEJARAH

PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI

6

(8)

pra perang dunia (1900 - 1916)

01 07 12

perang dunia 1 (1917 - 1918)

transisi perang dunia 1 dan 2 (1918 - 1940) perang dunia 2 (1941 - 1945)

pasca perang (1946 - 1963) Masuk ke Indonesia

7

(9)

Dalam periode pra Perang Dunia (1900-1916), bidang Psikologi Industri dan Organisasi masih dalam tahap perkembangan awal.

Pada masa itu, perhatian utama adalah pada upaya

meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam lingkungan kerja industri yang semakin berkembang. Beberapa perkembangan

awal dalam Psikologi Industri dan Organisasi melibatkan:

Pengukuran dan Penilaian Kinerja

Penggunaan Psikotes

Studi tentang Faktor Kepuasan Kerja

Meskipun bidang Psikologi Industri dan Organisasi masih terbatas dalam periode ini, kerangka dasar dan konsep awal

yang diperkenalkan pada masa itu menjadi dasar untuk perkembangan lebih lanjut dalam pengelolaan sumber daya

manusia dan psikologi organisasi selama abad ke-20.

PEMAIN 1

8

PRA PERANG

DUNIA

(10)

TOKOH TOKOH

PRA PERANG DUNIA

Lilian moller Gilberth

Walter dill Scott Frederick Taylor

Hugo

Munsterbreg

9

(11)

Selama Perang Dunia I (1917-1918), Psikologi Industri dan Organisasi mengalami perkembangan signifikan. Perang ini menghadirkan tantangan besar dalam pengelolaan sumber daya manusia,

mobilisasi tenaga kerja, dan efisiensi produksi. Beberapa perkembangan kunci dalam Psikologi Industri dan Organisasi selama periode ini melibatkan:

• Seleksi dan Penempatan Militer

• Studi Kelelahan dan Stres

• Peran Wanita di Industri Perang

• Manajemen Produksi

Perang Dunia I memberikan momentum signifikan bagi perkembangan Psikologi Industri dan Organisasi karena menyoroti pentingnya manajemen sumber daya manusia dalam situasi yang mendesak. Setelah

perang, penggunaan prinsip-prinsip psikologi ini terus berkembang dalam berbagai aspek kehidupan industri dan organisasi

PERANG DUNIA 1

10

(12)

TRANSISI

PERANG DUNIA 1 DAN 2

Transisi dari Perang Dunia I ke Perang Dunia II memengaruhi perkembangan Psikologi Industri dan Organisasi dengan signifikan:

• Pengembangan Metodologi

• Pengaruh Perang Dunia II

• Studi Ergonomi

• Perkembangan Ilmu Organisasi

Transisi antara Perang Dunia I dan II memperkuat peran psikologi dalam dunia kerja dan

manajemen sumber daya manusia. Psikologi Industri dan Organisasi menjadi semakin penting dalam membantu organisasi mengelola karyawan dan meningkatkan efisiensi dalam periode

pasca-perang.

PEMAIN 2

11

(13)

PERANG DUNIA 2

Selama Perang Dunia II, Psikologi Industri dan Organisasi memainkan peran kunci dalam berbagai aspek konflik global ini:

Seleksi dan Penempatan Personel

Motivasi dan Kepuasan Kerja

Psikologi Penerbangan

Penggunaan Wanita dalam Tenaga Kerja

Psikologi Organisasi

Perang Dunia II memperkuat posisi Psikologi Industri dan Organisasi sebagai disiplin yang penting dalam mengelola sumber daya manusia dan memahami aspek psikologis dalam lingkungan kerja, serta

menerapkan pengetahuan ini untuk mencapai tujuan militer dan industri yang krusial pada saat itu.

12

(14)

01 07 12

Pasca Perang Dunia II, Psikologi Industri dan Organisasi mengalami perkembangan signifikan dalam berbagai aspek:

• Rekonstruksi Ekonomi

• Pengembangan Sumber Daya Manusia

• Pemahaman Kepemimpinan

• Psikologi Organisasi

• Inovasi Teknologi

• Manajemen Stres

Pasca Perang Dunia II, Psikologi Industri dan Organisasi berperan penting dalam membentuk praktik manajemen sumber daya manusia yang modern dan membantu organisasi dalam

menghadapi tantangan ekonomi, teknologi, dan sosial yang terus berkembang.

PASCA PERANG DUNIA 2

13

(15)

Psikologi industri dan organisasi di Indonesia masih merupakan ilmu terapan dengan kegiatan utamanya pada pelaksanaan pemeriksaan psikologis (psikotes) dengan tujuan seleksi dan penempatan, penyuluhan, bimbingan

kejuruan dan pengembangan karir.

Psiklogi industri yang dulunya bagian dari psikologi yang hanya menerapkan penggunaan tes dalam rangka seleksi dan penjurusan sekolah kemudian berubah menjadi ilmu yang dpat dkembangkan teorinya melalui penelitian

Jurusan kedokteran di universitas Indonesia berkembang menjadi jurusan psikologi dan di tahun 1960 menjadi fakultas psikologi universitas Indonesia

Pada tanggal 3 maret 1953, dibawah pimpinan prof. Dr. Slamet imam santoso, didirikan lembaga pendidikan Asisten psikologi, dan balai psychotecniek dari kementrian pendidikan pengajaran dan kebudayaan RI dilebur kedalamnya

menjadi bagian psikologi kejuruan dan perusahaan.

01 07 12

MASUK KE INDONESIA

14

(16)

FOKUS UTAMA

PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI

15

(17)

PEMBAHASAN

PENERAPAN

KEPUASAN KERJA MOTIVASI

16

(18)

PENERAPAN PSIKOLOGI

INDUSTRI DAN ORGANISASI

PADA DUNIA KERJA

rekrutmen

proses memilih karyawan berdasarkan prinsip-prinsip psikologi untuk meningkatkan produktivitas dan

kesejahteraan di lingkungan kerja. Ini melibatkan analisis kebutuhan, profil karyawan ideal, pengiklanan lowongan, dan penilaian kandidat sesuai dengan posisi yang tersedia.

Tujuannya adalah mencocokkan karyawan dengan perusahaan untuk mencapai tujuan bersama.

seleksi

proses pemilihan karyawan berdasarkan aspek-aspek

psikologi seperti kompetensi, kepribadian, dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Tujuannya adalah memastikan bahwa karyawan yang dipilih memiliki

kemampuan dan karakteristik yang tepat untuk posisi yang ada dalam organisasi.

orientasi

proses untuk membantu karyawan baru memahami budaya organisasi, tugas mereka, dan harapan dalam pekerjaan. Ini melibatkan pengenalan terhadap nilai, norma, dan prosedur organisasi serta penerapan prinsip-prinsip psikologi untuk memfasilitasi adaptasi karyawan ke lingkungan kerja mereka.

Tujuannya adalah memastikan bahwa karyawan baru dapat berfungsi dengan efektif dalam organisasi.

17

(19)

PENERAPAN PSIKOLOGI

INDUSTRI DAN ORGANISASI

PADA DUNIA KERJA

pengembangan karyawan

proses untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kinerja karyawan. Ini melibatkan pembuatan program

pelatihan, pembinaan, dan pengembangan karir berdasarkan prinsip-prinsip psikologi, sehingga karyawan dapat mencapai potensi penuh mereka dan berkontribusi lebih baik pada organisasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan

produktivitas dan kepuasan kerja karyawan

karir kerja

Peningkatan jabatan sesuai dengan

penempatan kerjanya dan syarat peningkatan jabatan yang ada. Tujuannya adalah sukses organisasi dan perkembangan individu di lingkungan kerja.

pengupahan

proses menentukan gaji dan insentif berdasarkan penilaian kompetensi, kinerja, dan kontribusi karyawan. Ini

memanfaatkan prinsip-prinsip psikologi untuk memastikan sistem penggajian yang adil dan motivasi bagi karyawan.

Tujuannya adalah memberikan insentif yang sesuai dan mendukung produktivitas serta kesejahteraan mereka.

18

(20)

kepuasan kerja dalam Psikologi Industri dan Organisasi adalah bidang penelitian yang memeriksa faktor-faktor yang memengaruhi bagaimana individu merasa puas atau tidak puas dengan

pekerjaan mereka dalam lingkungan kerja. Ini merupakan konsep penting dalam manajemen sumber daya manusia dan organisasi karena dapat berdampak pada produktivitas, retensi

karyawan, dan kesejahteraan karyawan.

Dalam konteks dunia kerja, beberapa faktor yang memengaruhi kepuasan kerja meliputi:

• Gaji dan Kompensasi

• Lingkungan Kerja

• Kepemimpinan

• Kesempatan Pengembangan

• Keseimbangan Kerja-Hidup

• Pekerjaan Itu Sendiri

KEPUASAN KERJA

19

(21)

Motivasi dalam Psikologi Industri dan Organisasi adalah konsep yang memeriksa faktor-faktor yang mendorong individu untuk bertindak, bekerja, dan mencapai tujuan mereka dalam lingkungan kerja.

Memahami motivasi karyawan adalah penting karena dapat memengaruhi produktivitas, kinerja, dan keberhasilan organisasi. Beberapa teori dan faktor yang relevan dalam motivasi dalam dunia kerja

meliputi:

• Teori Motivasi Klasik

• Teori Motivasi Kontemporer

• Reward dan Pengakuan

• Tujuan dan Umpan Balik

• Kepemimpinan

• Kepuasan Kerja

• Pengembangan Karir

MOTIVASI

20

(22)

PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI

DIMASA DEPAN

21

(23)

Teknologi dan

Automasi: Kemajuan teknologi seperti

kecerdasan buatan dan otomatisasi akan

mengubah cara kerja dan struktur organisasi.

Psikolog industri dan

organisasi perlu mengkaji dampak teknologi ini

terhadap tenaga kerja, perubahan budaya

organisasi, dan perubahan dalam tugas dan tanggung jawab pekerja.

TANTANGAN DALAM PENERAPAN

22

Penerapan psikologi industri dan organisasi di masa depan mungkin akan dihadapkan pada berbagai tantangan yang memerlukan adaptasi dan inovasi. Beberapa tantangan tersebut termasuk:

Keseimbangan Kerja-Hidup Tuntutan kerja yang

semakin tinggi dapat

mengganggu keseimbangan antara pekerjaan dan

kehidupan pribadi. Psikolog harus membantu organisasi menciptakan lingkungan

yang mendukung

keseimbangan ini agar

pekerja lebih produktif dan bahagia.

Diversity and Inclusion (D&I)

Organisasi semakin

memahami pentingnya diversitas dan inklusi dalam tenaga kerja

mereka. Psikolog industri dan organisasi perlu

membantu organisasi dalam mengelola

diversitas, mendorong inklusi, dan mengurangi bias dalam kebijakan dan praktik .

(24)

TANTANGAN DALAM PENERAPAN

23

Fleksibilitas Kerja

Masa depan mungkin akan melibatkan lebih banyak pekerjaan jarak jauh atau fleksibel. Psikolog perlu merancang strategi

pengelolaan dan evaluasi kinerja yang sesuai dengan model kerja yang berbeda ini

Data Analytics

Kemajuan dalam analitik data dapat membantu psikolog dalam

mengumpulkan dan

menganalisis data yang relevan untuk mendukung pengambilan keputusan organisasi. Namun,

tantangan termasuk privasi data dan etika dalam

penggunaan data ini.

Pendidikan dan Pengembangan Keterampilan

Perubahan cepat dalam lingkungan kerja akan memerlukan upaya berkelanjutan dalam pendidikan dan

pengembangan

keterampilan. Psikolog perlu berkontribusi dalam

merancang program

pelatihan yang efektif dan relevan

(25)

Penerapan psikologi industri dan organisasi di masa depan akan

memberikan banyak manfaat yang penting bagi organisasi, individu, dan masyarakat secara umum. Beberapa manfaat di masa depan dapat

mencakup:

• Peningkatan Produktivitas

• Pengembangan Kepemimpinan yang Lebih Baik

• Peningkatan Kesejahteraan Karyawan

• Meningkatkan Kualitas Kehidupan Kerja

PEMAIN 1

24

MANFAAT DI MASA DEPAN

(26)

TERIMA KASIH!

(27)

1.Contoh factor social dan psikologis

2.Jelaskan teori dan strategi psikologi yang

mendasari desain organisasi yang fleksibel dan adaptif.

3.Contoh program yang efektif dan relevan

dalam psikologi industri

Referensi

Dokumen terkait

• Menunjukkan peningkatan pemahaman yang tinggi.. MK Psikologi Industri dan Organisasi | Kode awal: PSW 371 | Kode Puskom: PG 325.. • Aktivitas di

Munandar (1994), Psikologi industri organisasi adalah ilmu yg mempelajari perilaku manusia dalam peranannya sebagai tenaga kerja & konsumen baik secara perorangan maupun

Sekarang, perilaku manusia dalam kaitan dengan kegiatan industri dan organisasi dipelajari untuk perkembangan teori, aturan dan prinsip psikologi baru yang berlaku

Penalaran analogi telah memainkan suatu peran kunci didalam teori psikologi seperti juga di dalam praktik kehidupan sehari-hari, (Sternberg, 1977). Para ahli psikologi

Akan tetapi, penjelasan yang lebih detail disampaikan oleh Cascio dalam Rothmann dan Cooper, 2008 bahwa Psikologi Industri dan Organisasi adalah suatu cabang terapan dari ilmu psikologi

Sejarah Psikologi Industri & Organisasi PIO • Penelitian mulai mengarah ke motivasi & kepuasan karyawan 1970’s 1970’s • Melibatkan metode statistika dalam penelitian

PIO mempelajari perilaku manusia 25% 25% 25% 25% Terdapat beberapa kajian yang berada dalam ruang lingkup psikologi industri dan Organisasi, antara lain: Psikologi indutri dan

Dokumen ini membahas tentang berbagai topik yang terkait dengan psikologi organisasi dan