• Tidak ada hasil yang ditemukan

KULIAH ILMU UKUR TANAH - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "KULIAH ILMU UKUR TANAH - Spada UNS"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

KULIAH

ILMU UKUR TANAH

FEBRUARI 2020

PROGRAM D3 GEDUNG

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

(2)

PENDAHULUAN

Surveying : Suatu ilmu untuk menentukan posisi suatu titik di permukaan bumi

Plane Surveying

Kelas pengukuran di mana permukaan bumi dianggap sebagai bidang datar, artinya adanya faktor kelengkungan bumi tidak diperhitungkan

Geodetic Surveying

Kelas pengukuran di mana permukaan bumi dianggap sebagai bola, artinya adanya faktor kelengkungan bumi harus diperhitungkan

(3)

Ruang Lingkup Ilmu Ukur Tanah, meliputi :

1. Pengukuran mendatar (horizontal)

 penentuan posisi suatu titik secara mendatar

2. Pengukuran tinggi (vertikal)

 penentuan beda tinggi antar titik

(4)

Manfaat Praktis pada Pekerjaan Teknik Sipil :

Bangunan Gedung

Irigasi dan Bangunan Air

Jalan Raya

Jalan Kereta Api

Bandar Udara/Lap. Terbang

Pelabuhan

dan lain-lain

(5)

Secara umum, lingkup tugas juru ukur

(surveyor) dapat dibagi menjadi lima bagian, sebagai berikut :

1. ANALISIS PENELITIAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN meliputi pemilihan metode pengukuran,

prosedur, peralatan, dan sebagainya.

2. PEKERJAAN LAPANGAN ATAU PENGUMPULAN DATA melaksanakan pengukuran dan mencatat data

di lapangan.

(6)

4. PENYAJIAN DATA ATAU PEMETAAN menggambarkan hasil-hasil ukuran &

hitungan untuk menghasilkan peta, gambar rencana, dsb.

5. PEMANCANGAN/PEMATOKAN

untuk menentukan batas-batas atau

pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan.

3. MENGHITUNG DAN PEMROSESAN DATA melaksanakan hitungan berdasarkan data

yang diperoleh

(7)

BENTUK BUMI

Permukaan bumi secara fisik

sangatlah tidak teratur, sehingga untuk keperluan analisis dalam

surveying, kita asumsikan bahwa permukaan bumi dianggap

sebagai permukaan matematik yang mempunyai bentuk dan ukuran mendekati geoid, yaitu

permukaan air laut rata-rata (MSL

=

mean sea level) dalam keadaan

tenang.

(8)

Menurut akhli geologi, secara umum geoid tersebut lebih

mendekati bentuk permukaan sebuah ellipsoida (ellips putar).

Ellipsoida dengan bentuk dan

ukuran tertentu yang digunakan untuk perhitungan dalam

geodesi disebut ellipsoida referensi.

BENTUK BUMI

(9)

Geoid (permukaan air laut rata2)

Ellipsoida Referensi

A’

B’

C’

C B

A

Permukaan bumi fisis

ELLIPSOIDA BUMI

(10)

Pengukuran-pengukuran dilakukan pada dan diantara titik-titik dipermukaan bumi, titik-titik tersebut adalah sebagai berikut :

B’

A’

C’

B

A

C

Permukaan bumi fisis

Ellipsoida Referensi

TITIK-TITIK PADA ELLIPSOIDA REFERENSI

(11)

Untuk keperluan pemetaan titik-titik A’, B’, dan C’

diproyeksikan secara orthogonal kepada permukaan ellipsoida referensi menjadi titik-titik A, B, dan C.

Apabila titik-titik A’, B’ dan C’ cukup berdekatan, yaitu terletak dalam suatu wilayah yang luasnya mempunyai ukuran <55 km, maka permukaan ellipsoida nya dapat dianggap sebagai bidang datar.

Pada keadaan inilah kegiatan pengukuran dikatego- rikan pada

plane surveying

.

(12)

Sedangkan apabila titik A’,B’ dan C’ terletak

pada ukuran >55 km, permukaan elllipsoidanya dianggap permukaan bola.

Pada keadaan ini kegiatan pengukurannya termasuk ke dalam geodetic surveying.

Adapun dimensi-dimensi yang diukur adalah

jarak, sudut dan ketinggian.

(13)

HUBUNGAN ANTARA PROYEK TEKNIK SIPIL

DENGAN

PENGUKURAN DAN PEMETAAN

(14)

HUBUNGAN ANTARA PROYEK TEKNIK SIPIL DENGAN PENGUKURAN DAN PEMETAAN

SURVAI

PENDAHULUAN

Studi pengaruh ekonomi, dan studi kelayakan proyek termasuk luasnya daerah dengan peta topografi skala

1:250.000 sampai 1 : 100.000

Persiapan rencana pokok proyek dengan menggunakan peta Topografi

dan peta Geologi skala 1: 50.000 sampai 1 : 25.000 peta Tata Guna

Lahan dan bahan lainnya RENCANA

POKOK

(15)

RENCANA

KASARAN Penyelidikan di lapangan dan di peta,

pemasukan garis batas proyek, perbandingan dan pemeriksaan rencana alternatif dengan

menggunakan peta Topografi skala 1: 50.000 sampai 1 : 25.000

RENCANA PENDAHU-

LUAN

Lokasi batas proyek di peta, persiapan potongan memanjang dan melintang

serta pengukuran tambahan dengan menggunakan peta skala

1:10.000 sampai 1 : 5.000

(16)

Persiapan potongan memanjang, potongan melintang, penentuan tanah, penentuan akhir

garis batas proyek, perhitungan biaya proyek dengan perhitungan konstruksi dan rencana

fasilitas, dengan menggunakan peta skala 1: 500 sampai 1 : 1.000

RENCANA PELAKSANAAN

Pemasangan patok, sipat datar memanjang, sipat datar melintang,

propil, pengukuran tanah, dan pengukuran konstruksi

PELAKSANAAN PEKERJAAN PENGUKURAN

PELAKSANAAN

(17)

DIAGRAM URUTAN PEKERJAAN PENGUKURAN

UNTUK PEMBANGUNAN JALAN

RENCANA PENGEMBANGAN JARINGAN JALAN

PENYELIDIKAN : EKONOMI – SOSIAL - DAN TEKNIS

RENCANA KASARAN

Gambar lokasi route dengan menggunakan peta topografi, peta geologi, peta tata guna

lahan, dan lain-lain dengan skala 1: 50.000 sampai 1 : 25.000

(18)

RENCANA PENDAHU-

LUAN

Gambar penempatan garis sumbu dan titik-titik kontrol, membuat potongan

memanjang, dan lain-lain, dengan

menggunakan peta topografi atau peta foto dengan skala 1 : 5.000

PENGUKURAN PENDAHULUAN RENCANA

PELAKSA- NAAN

Penentuan terakhir garis sumbu dengan menggunakan peta situasi/peta teknis berskala 1:500 sampai 1:1.000 yang dibuat

dengan cara pemetaan situasi dan pemetaan fotogrametri, pembuatan potongan memanjang, penentuan lebar jalan, dan daerah milik jalan, garis sumbu, sudut-sudut persilangan, jari-

jari belokan, panjang-panjang tangen, panjang-panjang belokan, tercantum dalam peta planimetri.

(19)

PENGUKURAN PELAKSANAAN

Penentuan patok-patok sumbu, patok-patok silang, sipat datar

propil/memanjang, propil melintang, pengukuran lokasi, pengukuran penempatan rangka

pengarah untuk teknik sipil

PEKERJAAN PELAKSANAAN

Pengukuran yang langsung dibutuhkan untuk

pelaksanaan konstruksi (Stake Out di lapangan)

(20)

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh garis bidik yang sejajar dengan garis arah nivo akan hilang dengan membuat jarak alat ukur ke rambu muka sama dengan jarak alat ukur ke rambu belakang 2.6.2 Kesalahan

Karena untuk menentukan koordinat titik yang lain diperlukan sudut mendatar dan jarak mendatar, maka pada pengukuran di lapangan data yang diambil adalah data sudut mendatar dan

Yang dimaksud dengan sentering adalah bahwa sumbu I (sumbu vertikal) teodolit segaris dengan garis gaya berat yang melalui tempat berdiri alat (paku atau titik silang di atas

Prinsip ukur adalah mudah. Untuk menghasilkan pelan atau peta, dua titik di atas permukaan bumi dipilih dan jarak diantaranya diukur. Jarak di antara dua titik yang telah

Buat garis lurus dengan memasang patok diantara kedua titik tersebut dengan jarak kurang dari pita ukur (dengan bantuan

Mistar ukur adalah sebuah pita ukur yang ditopang vertikal dan digunakan untuk mengukur jarak vertikal antara garis bidik dan sebuah titik tertentu yang berada

Pokok bahasannya meliputi pengertian survei, pengetahuan peta, keandalan dan kesalahan pengukuran, jarak, sudut, azimut, bearing, poligon, pengukuran dengan pita

Pembuatan Digital Landscape Model DLM Digital Landscape Model DLM dalam proses pembuatan peta secara digital merupakan abstraksi kenampakan permukaan bumi yang dibuat dalam bentuk