• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN AKHIR+LAMPIRAN

N/A
N/A
Rismawati Meisya Siagian

Academic year: 2025

Membagikan "LAPORAN AKHIR+LAMPIRAN"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

Daun pandan memiliki duri pada bagian tepi dan tulang daun utama pada bagian bawah daun. Daun pandan memiliki stomata yang terdiri dari 4 sel tetangga yang disebut tetrasitik, pada bagian sel penutupnya terdapat papilla. Papilla sel epidermis bawah pada daun pandan terdiri dari 2-6 papila yang tersusun dalam satu baris (Dila et al., 2021).

Metabolit sekunder pada daun pandan menyebabkan daun pandan memiliki aktivitas antioksidan yang mampu melawan radikal bebas.

Hasil Uji Mikroskopik Sampel Segar

Hasil Uji Mikroskopik Serbuk

PEMBAHASAN

Hasil yang didapatkan sesuai dengan literatur yang menyebutkan morfologi daun pandan yaitu berbentuk memanjang bangun pita spirositik, berwarna hujau, rasanya kelat, dan berbau khas pandan (Dila et al., 2021). Hasil yang didapatkan pada pengamatan makroskopik haksel daun pandan yaitu berbau khas, berwarna hijau pudar, rasanya kelat, dengan karakteristik haksel berbentuk rajangan tidak beraturan memiliki tekstur yang kasar, dan rapuh. Hasil yang didapatkan pada pengamatan makroskopik serbuk simplisia daun pandan yaitu daun berwarna hijau pudar, berbau khas, rasanya kelat, dengan.

Hasil yang didapatkan sesuai dengan literatur yang menyebutkan tentang karakteristik simplisa serbuk daun pandan yaitu berwarna hijau, berbau khas, dan tidak berasa (Kemenkes, 2022). Hasil yang didapatkan pada pengamatan mikroskopik daun pandan segar secara melintang yaitu struktur kutikula, jaringan bunga karang, epidermis, dan berkas pembuluh. Hasil yang didapatkan sesuai dengan literatur yang menyebutkan tentang karakteristik mikroskopik daun pandan segar yaitu struktur berupa berkas pembuluh, epidermis bawah berpapila, epidermis atas berkutikula, hipodermis atas, hipodermis bawah, dan kutikula (Dila et al., 2021).

Hasil yang didapat sesuai dengan literatur yang menyebutkan tentang struktur membujur daun pandan segar yaitu epidermis, hipodermis, parenkim, dan sel minyak (Mursyida et al., 2021). Hasil yang didapatkan pada pengamatan mikroskopik serbuk daun pandan yaitu struktur berupa berkas pembuluh, epidermis bawah, dan mesofil. Hasil yang didapatkan sesuai dengan literatur yang menyebutkan tentang struktur serbuk daun pandan yaitu mesofil, epidermis bawah, berkas pembuluh, dan epidermis atas (Pratiwi & Amananti, 2021).

KESIMPULAN

Hasil yang didapatkan pada pengamatan mikroskopik daun segar secara membujur yaitu stuktur berupa epidermis dan jaringan bunga karang.

DAFTAR PUSTAKA

The VOSViewer application version 1.6.17 using to analyze the relationship between research topics, trends, and the most frequently researched research topics. The latest topics based on data from articles in this study, namely plants, traditional medicine, and medicinal plants, were the most published in 2017-2019. The most published topic was Indonesia, followed by topics such as medicine, analysis, and areas.

Menurut Tukiman (dalam Suryanto & . Setiawan, 2013) tanaman obat telah dimanfaatkan sejak jaman dahulu dalam kehidupan masyarakat Indonesia, salah satunya dengan mengenal yang namanya jamu dan TOGA (Taman Obat Keluarga). Luasnya pemanfaatan tanaman obat di Indonesia ini karena ketersediaan sumber keanekaragaman hayati berupa tumbuhan obat di hutan Indoensia tergolong sangat tinggi (Nugroho, 2017). Selain itu, bahan-bahan aktif yang terkandung pada tanaman obat dapat digunakan sebagai pembuatan obat sintetik (WHO dalam Pribadi, 2009).

Secara luas, pemanfaatan tanaman obat di Indonesia relative beragam, diantaranya digunakan sebagai bahan untuk membuat jamu, obat herbal, makanan penambah daya tahan tubuh, produk kecantikan, bahan spa, dan bahan mentah untuk jasa pangan (Pribadi, 2009). Penggunaan tanaman obat secara tradisional dinilai lebih aman untuk digunakan jika dibandingkan dengan obat modern yang beredar di pasaran, karena tumbuhan obat yang bersifat alami tidak mengandung zat kimia berbahaya seperti zat-zat yang bisa bersifat toksik atau racun pada tubuh sehingga memiliki konsekuensi hasil yang lebih kecil jika dibandingkan dengan konsekuensi hasil dari obat modern dan juga mudah diperoleh di sekitar lingkungan tempat tinggal bahkan dibudidayakan di rumah dan pengolahannya juga tidak rumit sehingga dapat diolah sendiri di rumah tanpa memerlukan peralatan khusus, sehingga tidak memerlukan biaya yang besar. Saat ini evaluasi yang lebih terstruktur sangat dibutuhkan untuk rencana penelitian lebih lanjut di masa mendatang, apalagi melihat banyaknya peneliti di Indonesia yang telah mengkaji tentang tumbuhan obat.

New Information

SRIBIOS: SRIWIJAYA BIOSCIENTIA

MORFOLOGI DAN ANATOMI ORGAN VEGETATIF PANDAN WANGI BESAR (Pandanus amaryllifolius Roxb.) DI DAERAH RAWA

Pendahuluan

Walaupun banyak pendekatan yang dipakai dalam menyusun system klasifikasi, namun semuanya berpangkal pada karakter morfologi (Davis dan Heywood 1963). Karakter morfologi mudah dilihat sehingga varia- sinya dapat dinilai dengan cepat jika dibandingkan dengan karakter-karakter lainnya (Rahayu dan Hamdayani,2008). Pendekatan anatomi dapat menunjukkan korelasi anatara karakter anatomi dan karakter -karakter yang lain, oleh karena itu data anatomi digunakan untuk menguatkan batasan-batasan takson, terutama untuk bukti-bukti taksonomi seperti karakter morfologi yang masih meragukan (Stone, 1976).

METODE PENELITIAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

Bentuk daun bangun pita (ligulatus) B. Duri tepi daun berwarna putih pucat C. Duri permukaan bawah berwarna putih pucat D. Duri tepi di daerah ujung berwarna hijau. bw = duri permukaan bawah daun tu = duri tepi ujung daun. Morfologi akar tunjang Pandanus amaryllifolius muncul dari permukaan batang. ca = cabang akar ta = tudung akar. Berdasarkan hasil yang didapatkan pada preparat paradermal Sayatan epidermis atas terdapat stomata dan hasil sekresi berupa kristal prisma berbentuk persegi yang tersebar. 2011) menyatakan, stomata spesies-spesies Pandanus. Penampang paradermal epidermis atas daun Pandanus amaryllifolius metode whole mount (perbesaran 10x40). Stomata yang teramati pada epidermis bawah Pandanus amaryllifolius ini memiliki empat sel tetangga sehingga disebut dengan tetrasitik, terdapat papilla pada sel penutupnya. 2011) menyatakan, semua spesies pandan termasuk Pandanus amaryllifolius yang diamati memiliki tipe stomata tetrasitik. Penampang paradermal daun Pandanus amaryllifolius diamati memiliki papilla pada epidermis bawahnya. Papila yang diamati pada sel epidermis bawah terdiri dari 2-6 papila yang tersusun dalam satu baris. 2011) papila yang terlihat pada sel tetangga selalu tersusun pada empat hingga lima baris lurus seperti yang ditemukan pada Pandanus amaryllifolius. Saat melakukan pengamatan Pandan yang di amati memiliki aroma yang wangi Menurut Liew (2013) serta Setyowati dan Siemonsma (2016), Pandanus amaryllifolius adalah satu-satunya spesies Pandanacae yang daunnya beraroma wangi. 2007), Pandanus amaryllifolius mem- iliki papila pada epidermis bawah daun, secara his- tokimia diketahui mengandung senyawa 2-acetyl-1- pyrroline yang memberikan bau khas pada daun pan- dan ini.

Penampang paradermal epidermis bawah daun Pandanus amaryllifolius metode whole mount (perbesaran 10x40). plst = papila pada sel tetangga stomata. Berkas pembuluh terdapat pada jaringan mesofil, kemudian ada hipodermis bawah. Pada lapisan paling bawah preparat daun melintang teramati epidermis bawah yang berpapila dan ter- dapat stomata. 2011) menyatakan, karakter-karakter yang digunakan dalam pengamatan anatomi daun pandan adalah lapisan sel epidermis, stomata, kristal dan ikatan pembuluh. Berdasarkan hasil pengamatan pada preparat melintang daun Pandanus amaryllifolius, diketahui pandan ini memiliki hipodermis pada kedua epidermisnya yang berbentuk persegi. Penelitian dimulai dari pengambilan sampel, determinasi, pembuatan simplisia, karakterisasi yang meliputi uji makroskopik, uji mikroskopik, penetapan kadar air, kadar sari larut etanol, kadar sari larut air, kadar air, kadar abu, kadar abu tidak larut asam dan skrining fitokimia.

Uji mikroskopik terdapat rambut penutup, berkas pembuluh, berkas pembuluh bentuk tangga, epidermis atas dan epidermis bawah dengan stomata tipe bidiastik, kadar dari larut etanol 12%, kadar sari larut air 15%. Penetapan Kadar Sari Larut Etanol 5 gram serbuk simplisia dimaserasi dengan menggunakan 100 ml etanol (70%) selama 24 jam menggunakan erlenmeyer sambil sesekali dikocok selama 6 jam pertama, kemudian diamkan selama 18 jam, disaring. Penetapan Kadar Sari Larut Air 5 gram simplisia dimaserasi dengan menggunakan 100 ml air kloroform (2,5 ml kloroform dalam air suling 97,5 ml) selama 24 jam dalam wadah tertutup sambil sesekali dikocok selama 6 jam pertama dan diamkan selama 18 jam kemudian disaring.

IDENTIFIKASI SENYAWA ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK ETANOL DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius)

DENGAN METODE 2,2-Diphenyl-1-Picryl-Hydrazyl ( DPPH )

IDENTIFICATION OF ANTIOXIDANT COMPOUNDS FROM ETHANOL EXTRACT OF PANDAN WANGI LEAVES (Pandanus

Cara untuk mendapatkan antioksidan pada daun pandan wangi dengan melakukan proses ekstraksi memakai pelarut etanol. Pandan berbau harum (Pandanus amaryllifolius Roxb) memiliki perakaran serabut, akar tunjang yang dapat menompang pada tanaman lainnya.Pada perakaran daun pandan yang berbau harum (Pandanus amaryllifolius Roxb) memiliki panjang 30-40 bahkan lebih, pada batang pandan wangi memiliki warna kecoklatan. Pandanus amaryllifolius Roxb ialah batang perdu atau tanamanperdu yang dapat meneduhkan sekitar tanaman daun pandan tersebut.

Daun pandan yang berbau harum (Pandanus amaryllifolius Roxb.) bagian tertata dengan rapi tanpa celah yang berantakan. Pada daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) merupakan dau tunggal, panjang serta tanpa ruang dengan ujung pada daunnya yang ukuran halus dan kecil sama rata dan berduri. Sedangkan, pengamatan mikroskopik ini dengan melakukan irisan membujur melalui daun pandan wangi yang terdapat fragmen penyusun.

Tujuan dari pengamatan mikroskopik irisan membujur pada daun pandan wangi ini untuk melihat fragmen-fragmen penyusun dan sifat pada khas daun pandan tesebut. Skrinning pada cara ajian yang dilaksanakan pada esential daun pandan yang berbau harum (Pandanus amaryllifolius Roxb.) bermanfaat untuk menemukan informasi yang disimpan oleh daun pandan yang berbau. Pada uji tanin ekstrak daun pandan wangi di teteskan dengan larutan FeCl 5% terdapat hasil positif tanin dengan perubahan warna menjadi hijau kehitaman.

PEMANFAATAN CARBOXY METHYL CELLULOSE DAN PATI SINGKONG SEBAGAI SUSPENDING AGENT PADA SEDIAAN

SUSPENSI DAUN PANDAN

Berdasarkan hasil uji kualitatif, daun pandan mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan terpenoid sehingga memiliki efek farmakologis sebagai tonikum,. Evaluasi Fisik Suspensi Daun Pandan Hasil evaluasi fisik suspensi daun Pandan dapat dilihat pada Tabel 5. Simplisia merupakan bahan alam yang digunakan sebagai bahan obat tradisional yang merupakan bahan yang belum mengalami pengolahan apapun juga, masih berupa bahan alami yang dikeringkan (Depkes RI, 1977).

Jika kadar air tidak sesuai dengan persyaratan simplisia maka pada waktu penyimpanan simplisia akan rentan ditumbuhi oleh bakteri dan jamur. Pengeringan tidak dapat dilakukan dengan sinar matahari langsung, karena sinar ultraviolet dari sinar matahari dan suhu yang terlalu tinggi dapat menimbulkan kerusakan pada kandungan kimia. Metode yang dapat digunakan dalam pengeringan simplisia diantaranya adalah pengeringan dengan sinar matahari tidak langsung dan pengeringan oven.

Dari hasil penelitian uji kadar air dapat dilihat hubungan kadar air dengan lama pengeringan menunjukan semakin lama pengeringan yang diberikan maka semakin rendah nilai kadar air bunga kamboja, nilai rata-rata kadar air yang tertinggi adalah 50, 30% yaitu pada perlakuan dengan lama pengeringan 4 jam, sedangkan kadar air terendah adalah 20, 91% dengan perlakuan lama pengeringan 16 jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kadar air dari ekstrak bunga kamboja dengan beberapa literature sebelumnya. Kata Kunci: Kadar air, simplisia, metode gravimetri, simplisia bahan alam (*) Corresponding Author: [email protected].

PENANGANAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI PASCAPANEN TANAMAN OBAT

Referensi

Dokumen terkait

a) Menetapkan profil karakteristik makroskopik dan mikroskopik dari daun segar tanaman mangga (Mangifera indica) varietas gadung yang diperoleh kebun bibit. b) Menetapkan

kimiawi, daun bereaksi terhadap masing-masing pereaksi ( menghasilkan warna sesuai teori (+)).Dan untuk pengamatan makroskopik di dapatkan hasil  pengamatan, daun jati

Hasil pemeriksaan mikroskopik serbuk simplisia biji kelor (perbesaran 10x40)..

Hasil Pemeriksaan Mikroskopik Serbuk Simplisia Rumput Laut Merah Kappaphycus

a) Menetapkan profil karakteristik makroskopik dan mikroskopik dari daun segar tanaman mangga (Mangifera indica) varietas gadung yang diperoleh kebun bibit. b) Menetapkan

Hasil Persen Kadar Air Serbuk Simplisia, Ekstrak dan Fraksi.. Hasil persen kadar air

Hasil pengamatan secara makroskopik dan mikroskopik isolat fungi endofit dari kulit batang langsat didapatkan 2 jenis isolat murni dengan karakteristik yang

Hasil Pemeriksaan Karakterisasi dan Skrining Fitokimia Serbuk Simplisia dan Ekstrak Etanol Daun Ceremai..