• Tidak ada hasil yang ditemukan

laporan akhir penelitian kompetitif unggulan perguruan tinggi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "laporan akhir penelitian kompetitif unggulan perguruan tinggi"

Copied!
81
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 1

LAPORAN AKHIR

PENELITIAN KOMPETITIF UNGGULAN PERGURUAN TINGGI

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PEER TUTORIAL BERBASIS APLIKASI ANDROID UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN WARGA BELAJAR PAKET C PADA PKBM DI DKI

JAKARTA

Ketua :

Dr. Anan Sutisna, M.Pd/NIDN: 0019046604 Anggota:

1. Dr. Elais Retnowati, M.Si/ NIDN: 0004036707 2. Adi Irvansyah, M.Pd/ NIDN: 0026088602

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

DESEMBER 2018

792/PEND. LUAR SEKOLAH

(6)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 2

LEMBAR PENGESAHAN

1. Judul Penelitian : Pengembangan Media Pembelajaran Peer Tutorial Berbasis Aplikasi Android untuk Peningkatkan

Kemandirian Warga Belajar Paket C Pada PKBM Di Provinsi DKI Jakarta

2. Kode/Bidang Ilmu : 792/Pendidikan Luar Sekolah 3. Identitas Ketua Peneliti

a. Nama Lengkap : Dr. Anan Sutisna, M.Pd

b. NIDN : 0019046604

c. Jabatan Fungsional : Lektor Kepala

d. Program Studi : Pedidikan Luar Sekolah e. Nomor HP : 0816 1947 175

f. Alamat Surel (e-mil) : [email protected] atau [email protected] 4. Identitas Anggota Peneliti 1

a. Nama Lengkap : Dr. Elais Retnowati, M.Si b. NIDN : 0004036707

c. Jabatan Fungsional : Lektor Kepala

d. Program Studi : Pedidikan Luar Sekolah 5. Identitas Anggota Peneliti 2

a. Nama Lengkap : Adi Irvansyah, M.Pd b. NIDN : 0026088602

c. Jabatan Fungsional : Asisten Ahli

d. Program Studi : Pedidikan Luar Sekolah 5. Biaya Keseluruhan : Rp. 50.000.000,-

Mengetahui: Ketua Peneliti,

Dekan FIP,

Dr. Sofia Hartati, M.Si Dr. Anan Sutisna, M.Pd NIP. 196204221998032001 NIP. 196604191993031003

Menyetujui , Ketua LPPM UNJ,

Dr. Ucu Cahyana, M.Si NIP. 196608201994031002

(7)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 3

DAFTAR ISI

Hal LEMBAR PENGESAHAN ………...

DAFTAR ISI ……….……….

RINGKASAN ………

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ……….

B. Rumusan Masalah Penelitian ………...

C. Tujuan Penelitian………..

D. Luaran Penelitian ……….

E. Urgensi Penelitian ………...

BAB II. RENSTR DAN ROADMAP PENELITIAN

A. Rencana Strategi Penelitian ...

B. Roadmap (Peta Jalan) Penelitian ...

BAB III. TINJUAN PUSTAKA

A. State of The Art Bidang yang Diteliti ………...

B. Hakekat Aplikasi Android dalam Pembelajaran ...

C. Pembelajaran Peer Tutorial ....………....

D. Kemandirian dalam Belajar ....………...

E. Efektivitas Media Pembelajaran Peer Tutorial Berbasis Android.

F. Pendidikan Kesetaraan ...………

BAB IV. METODE PENELITIAN

A. Metode Penelitian ………

B. Prosedur Penelitian ………..

C. Lokasi dan Subyek Penelitian ………..

D. Teknik Analisis Data ………

BAB V. HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Hasil Studi Pendahuluan ...

B. Penyusunan Model Konseptual ………...

BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan ...

B. Saran...

DAFTAR PUSTAKA ………...

LAMPIRAN-LAMPIRAN ………

i ii iii

1 2 3 3 3

5 6 8 8 10 12 13 14 16 16 18 18 21 30

41 43 44 45

(8)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 4

RINGKASAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran peer tutorial berbasis aplikasi android yang dapat meningkatkan kemandirian warga belajar program paket C. Alternatif yang ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan menerapkan media pembelajaran peer tutorial berbasis aplikasi android yang media berbasis aplikasi android menitikberatkan pada kemandirian warga belajar dalam pembelajaran keterampilan hidup. Pengembangan media pembelajaran ini dilandasi oleh fakta dan pemikiran bahwa proses pembelajaran yang selama ini dilaksanakan cenderung belum menggunakan media berbasis aplikasi android dan pola pelaksanaan sangat konvensional dimana pembelajaran belum mengoptimal potensi warga belajar untuk sharing dalam memenuhi kebutuhan belajar. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang meliputi kegiatan (1) studi pendahuluan untuk meneliti dan mengumpulkan informasi dan literatur demi kebutuhan pengembangan media pembelajaran, (2) menyusun konseptual media pembelajaran yang akan dikembangkan dalam bentuk prototipe dan (3) melakukan uji coba terbatas terhadap media pembelajaran tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemahnya penggunaan media pembelajaran oleh tutor dikarenakan sangat terbatasnya sarana media berbasis aplikasi android yang dimiliki oleh PKBM dengan indikator (a). 47% tidak pernah membuat media pembelajaran berbasis aplikasi android yang sesuai dengan karakteristik warga belajar.(b) 85% tidak pernah melakukan pengorganisian warga belajar dalam penggunaan media pembelajaran, (c). 60% tidak pernah menggunakan media sesuai dengan tujuan pembelajaran. Kondisi ini menunjukkan perlunya pengembangan media pembelajaran peer tutorial berbasis aplikasi android sebagai sebuah model pembelajaran yang menggunakan media HP pada proses belajar mengajarnya, dan sekaligus merupakan sebuah intervensi pembelajaran untuk meningkatkan kemandirian belajar warga belajar kesetaraan paket C pada PKBM,

Kata Kunci : Media Pembelajaran Peer Tutorial Berbasis Android, Kemandirian Belajar.

(9)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 5 BAB I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sejak pendidikan untuk semua di deklarasikan oleh UNESCO, maka secara konseptual merupakan suatu falsafah penyelenggaraan pendidikan yang memberikan semangat kepada semua orang agar terus belajar, tanpa pandang usia dan status yang disandang, serta tidak dibatasi oleh demensi ruang dan waktu (Croopley, 1987; Waiyakoon, Khlaisang, & Koraneekij, 2015). Semua orang berhak belajar dan berkembang melalui pendidikan, baik pada jalur pendidikan formal maupun nonformal. Dalam kegiatan pendidikan tidak terlepaskan dari proses pembelajaran yang merupakan proses pengalihan pengetahuan dan keterampilan dari pengajar kepada warga belajar.

Muncul berbagai masalah pembelajaran yang mengakibatkan warga belajar tidak memiliki kemandirian, antara lain (1) warga belajar kurang mendapatkan informasi yang jelas tentang bagaimana strategi belajar yang benar pada kelompok belajar, (2) warga belajar kurang memahami tentang tujuan pembelajaran yang memiliki karakterismedia berbasis aplikasi android berbeda antara satu dengan yang lainnya , (3) warga belajar kurang mendapat kesempatan untuk menentukan model dan strategi belajar sesuai dengan karakterismedia berbasis aplikasi android, (4) media pembelajaran yang selama ini diterapkan ternyata kurang memberikan peluang kepada warga belajar untuk melakukan sharing secara optimal dalam interaksi terhadap berbagai sumber belajar yang ada di lingkungannya, (Martono &

Nurhayati, 2014).

Dalam mengatasi masalah tersebut, diperlukan media pembelajaran yang lebih inovatif dan bahkan harus berani melakukan terobosan pembelajaran yang dapat memberikan kesempatan kepada warga belajar untuk mengatasi masalah yang dihadapi dalam pembelajaran. Inovasi pembelajaran yang akan diterapkan dalam kegiatan pendidikan kesetaraan paket C (setara SMU) ini adalah media pembelajaran peer tutorial berbasis aplikasi andorid. Media Pembelajaran peer tutorial (pembelajaran tutor sebaya) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang

(10)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 6 mengguanakan media pembelajaran yang berbasis teknologi informasi dimana yang menggunaannya adalah warga belajar dalam satu kelompok, untuk melakukan perubahan pemahaman, pemaknaan, dan perilaku warga belajar dalam melaksanakan tugas belajar di lingkungan kelompok belajar pada PKBM. Proses belajar dan pembelajaran yang akan diimplementasikan dengan menggunakan media pembelajaran peer tutorial berbasis aplikasi android pada kelompok belajar yang menjadi tutornya itu adalah teman satu kelompoknya terutama dalam mata pelajaran keterampilan, (Siddiqui, 2017).

Media pembelajaran tutor sebaya berbasis aplikasi android ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemandirian sebagai komunitas pembelajar agar terjadi perubahan pada diri peserta didik dalam setiap aktivitas belajar. Sentra pembelajaran dengan media tutor sebaya berbasis aplikasi android ini lebih menekankan pada upaya peningkatan kemandirian peserta didik dengan jalan memberikan peluang kepada peserta didik untuk berbagi tentang materi belajar.

Media pembelajaran tutor sebaya berbasis aplikasi android diharapkan mampu mendorong peserta didik untuk mandiri. Oleh karena itu sedikitnya ada tiga landasan penting dalam penggunaan media pembelajaran tutor sebaya berbasis aplikasi android tersebut, yaitu belajar menjadi bermakna, belajar bagaimana belajar, dan belajar bagaimana untuk hidup bersama (Sharp, Brien, & A, 2018).

Kemajuan teknologi membuat munculnya berbagai aplikasi berbasis Android mulai dari game hingga media pembelajaran. Aplikasi ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak-anak, yang tidak dapat dicegah, dan itu berjalan secara alami. Hasil penelitian (Prameswari, 2017) menunjukkan pentingnya menyamakan orang tua persepsi dengan hobi anak-anak, karena minat anak-anak terhadap aplikasi sebagai media baru dalam belajar, dapat memberikan motivasi belajar bagi anak-anak. Pentingnya penyamaan persepsi antara orang tua dan anak-anak, karena minat anak-anak terhadap aplikasi sebagai media baru dalam pembelajaran, dapat memberikan motivasi dan pengembangan diri bagi anak-anak.

Untuk itu penggunaan media pembelajaran berbasis android diperlukan pengaturan waktu, terutama dalam analisis pembelajaran seluler di belajar mandiri,

(11)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 7 sebagai mana hasil penelitian mengungkapkan efek positif dari pelacakan waktu keterampilan manajemen waktu. Variasi saluran, konten, dan waktu dari pemberitahuan seluler untuk mendorong praktik reflektif diselidiki, dan time logging pola dijelaskan. Hasil ini tidak hanya memberikan bukti manfaat dari mencatat waktu belajar, tetapi juga menyarankan isyarat yang relevan tentang bagaimana ponsel pemberitahuan harus dirancang dan diminta untuk diatur sendiri belajar siswa dalam kursus online (Tabuenca, Kalz, Drachsler, & Specht, 2015).

Media pembelajaran peer tutorial berbasis aplikasi android ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemandirian sebagai komunitas pembelajar agar terjadi perubahan pada diri warga belajar dalam setiap aktivitas belajar. Sentra pembelajaran dengan media peer tutorial berbasis aplikasi android ini lebih menekankan pada upaya peningkatan kemandirian warga belajar dengan jalan memberikan peluang kepada warga belajar untuk melakukan sharing tentang materi belajar. Media pembelajaran peer tutorial berbasis aplikasi android diharapkan mampu mendorong warga belajar untuk mandiri. Oleh karena itu sedikitnya ada tiga landasan penting dalam penggunaan media pembelajaran peer tutorial berbasis aplikasi android tersebut, yaitu learning to be (belajar menjadi), learning how to learn (belajar bagaimana belajar), dan learning how to live together atau belajar bagaimana untuk hidup bersama (Harefa , 2005).

Berdasarkan landasan tersebut di atas, maka keberhasilan warga belajar harus diupayakan melalui peningkatan kemandirian belajar yaitu melalui penggunaan media pembelajaran peer tutorial berbasis aplikasi android dimana peran warga belajar dalam merancang dan melaksanakan strategi belajar secara efektif dan efisien serta mendayagunakan seluruh potensi yang ada di lingkungannya, baik di kelompok belajar maupun di masyarakat (Astra, Nasbey, & Nugraha, 2015).

B. Rumusan Masalah Penelitian

Berdasarkan uraian latar belakang tersebut di atas, maka masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

(12)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 8 1. Bagaimana konseptual media pembelajaran peer tutorial berbasis aplikasi android yang dapat meningkatkan kemandirian warga belajar paket C dalam pelajaran keterampilan?

2. Bagaimana penerapan media pembelajaran peer tutorial berbasis apliaksi android yang dapat meningkatkan kemandirian warga belajar paket C dalam pelajaran keterampilan?

3. Apakah efektif media pembelajaran peer tutorial berbasis aplikasi android yang dapat meningkatkan kemandirian warga belajar paket C dalam pelajaran keterampilan?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah penelitian tersebut di atas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

Untuk menyusun konseptual media pembelajaran peer tutorial berbasis aplikasi android yang dapat meningkatkan kemandirian warga belajar paket C dalam pelajaran keterampilan.

1. Untuk menerapkan media pembelajaran peer tutorial berbasis aplikasi android yang dapat meningkatkan kemandirian warga belajar paket C dalam pelajaran keterampilan.

2. Untuk melihat efektivitas media pembelajaran peer tutorial berbasis aplikasi android yang dapat meningkatkan kemandirian warga belajar paket C dalam pelajaran keterampilan.

D. Luaran Penelitian

Luaran penelitian ini adalah menghasilkan (1) media pembelajaran peer tutorial berbasis aplikasi android secara konseptual, dan (2) Publikasi pada jurnal internasional dan (3) seminar International.

E. Urgensi/Keutamaan Penelitian

1. Bagi Universitas Negeri Jakarta

Sebagai pemegang otoritas pengembangan kependidikan dan pembelajaran, hasil pengembangan media pembelajaran ini dapat memberikan bekal yang kuat bagi perguruan tinggi, jurusan dan dosen dalam

(13)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 9 membangun sistem belajar yang lebih mandiri, baik dalam menentukan tujuan belajar, memilih bahan belajar, menentukan jadwal belajar, memilih strategi belajar dan mengukur keberhasilan belajar tanpa harus bergantung secara langsung kepada tutor inti mata pelajaran.

2. Bagi Tutor Paket C

Hasil media pembelajaran ini akan bermanfaat sebagai bahan pengembangan pembelajaran yang benar-benar sesuai dengan semangat pemberdayaan warga belajar sebagai subjek pebelajar dan tutor sebagai fasilitator belajar. Di samping itu, penerapan hasil penelitian ini juga akan memberikan peluang kepada warga belajar untuk melakukan sharing dalam aktifitas belajarnya untuk mengeksplorasi sumberdaya lingkungan sebagai modal belajar yang potensial untuk kemandirian.

3. Bagi Warga Belajar Paket C (Setara SMU)

Warga belajar dapat memanfaatkan hasil pembelajaran ini sebagai strategi pengembangan sistem pembelajaran di kelompok belajar yang berakar pada potensi warga belajar sebagai subjek, tutor sebagai fasilitator dan lingkungan belajar sebagai media dan sumber belajar. Hasil penelitian ini juga memberikan bekal yang kuat pada performa warga belajar sebagai anggota masyarakat yang memiliki kemandirian di lingkungannya

(14)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 10 BAB II

RENSTRA DAN ROADMAP PENELITIAN

A. Rencana Strategis Penelitian

Rencana Induk Penelitian Universitas Negeri Jakarta, yang disingkat (RIP 2016–2020) merupakan rencana strategis bidang penelitian di lingkungan Universitas Negeri Jakarta, sekaligus menjadi pedoman atau acuan bagi penyelenggaraan penelitian. RIP ini disusun berdasarkan visi Lembaga Penelitian yang merupakan kristalisasi cita-cita dan komitmen bersama tentang kondisi ideal masa depan yang ingin dicapai dengan mempertimbangkan potensi yang dimiliki, permasalahan yang dihadapi dan berbagai kecenderungan perubahan lingkungan baik internal maupun eksternal yang sedang dan akan datang. RIP ini juga merupakan bagian rencana pengembangan Universitas Negeri Jakarta untuk periode 2016-2020. Prioritas penelitian Universitas Negeri Jakarta sangat berkaitan dengan agenda riset nasional, riset dasar, resources, inklusif dan representative.

Tema-tema penelitian yang dikembangkan oleh Lembaga Penelitian Universitas Negeri Jakarta merupakan payumg utama yang memayungi isu- isu strategis. Dalam bidang pendidikan berfokus pada teknologi pendidikan;

pendidikan lingkungan; neuro pedagogik; pendidikan bahari; pendidikan perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan. Pada tahun 2018 ada skema Penelitian Kompetitif Unggulan Perguruan Tinggi, maka peneliti mengajukan topik pengembangan model pembelajaran peer tutorial yang berbasis aplikasi Android dalam meningkatka kemandirian warga belajar (peserta didik).

Topik penelitian Kompetitif Unggulan Perguruan Tinggi ini diangkat berdasarkan kepada hasil kajian peneliti sebelumnya yaitu pada tahun 2009- 2016, yaitu: (1) Pengembangan model pelatihan Berbasis kinerja; (2) Pengembangan model pembelajaran berbasis IT; (3) Pengembangan Instrumen praktek profesi pendidik orang dewasa; (4) Pengembangan Model Bimbingan Teknis Berkelanjutan (Bimtekber); dan (5) Model-model pelatihan atau Bimtekber dalam peningkatan kompetensi guru/tutor.

(15)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 11 Berdasarkan topik dan hasil kajian tersebut di atas, maka rencana strategis penelitian sebagai berikut:

1. Melakukan studi pendahuluan dengan langkah-langkah: (1) mengidenmedia berbasis aplikasi androidasi media pembelajaran yang ada sekarang di lembaga penyelenggara program paket C (PKBM); (2) metode dan strategi pembelajaran yang dilakukan oleh tutor, (3) bagaimana aktivitas peserta didik dalam Pembelajaran, (4) peranan tutor dalam pengelolaan dan pengendalian pembelajaran, (5) kegiatan pembelajaran yang diinginkan oleh peserta didik , (6) kegiatan penilaian dalam pembelajaran, (6) tindak lanjut pembelajaran.

2. Penyusunan Model Konseptual tentang media pembelajaran peer tutorial berbasis aplikasi Android dengan prosedur (1) penentuan prototipe media berdasarkan informasi teori media berbasis aplikasi android, dan (2) validasi ahli sebelum implementasi pembelajaran untuk memantapkan bangunan media secara keseluruhan.

3. Implementasikan media pembelajaran dilakukan dengan prosedur (1) menyiapkan perangkat dan substansi media, dan (2) uji-coba perangkat media dilakukan dengan metode limited field-trial dengan bekerjasama dengan beberapa lembaga penyelenggara pembelajaran program paket C yang ada di provinsi DKI Jakarta

B. Roadmap (Peta jalan) Penelitian

Arah roadmap penelitian bidang pendidikan berfokus pada teknologi pendidikan; pendidikan lingkungan; neuro pedagogik; pendidikan bahari;

pendidikan perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan. Di bawah ini adalah roadmap penelitian yang menghasilkan penelitian unggulan dari masing-masing tema yang menjadi acuan penelitian di Universitas Negeri Jakarta sbb.

Isu 2016-2-17 2018-2019 2019-2020

R & D Teknologi Produk/Market Mutu,

akses,efesien si, dan relevansi pendidikan

Penelitian &

pengembang an pengajar profesional

Pengembangan prototipe Model pengajar

profesional

Implementasi / pemasaran Model pengajar

profesional ke masyarakat

(16)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 12 Penelitian &

pengembang an model pembelajara n

Pengembangan Prototipe Model Pembelajaran

Implementasi/pemas aran

media pembelajaran Penelitian

pengembangan Bah

an ajar

Pengembangan Prototipe bahan ajar

Implementasi/pemas aran

Produk dan kerjasama dengan stake holder

Berdasarkan roadmap penelitian Universitas Negeri Jakarta pada bidang teknologi pendidikan di atas, maka penelitian PKUPT yang sedang diusulkan ini yakni: dengan mengambil judul “Pengembangan model pembelajaran peer tutorial yang berbasis aplikasi Android dalam meningkatka kemandirian warga belajar (peserta didik) program paket C pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Provinsi DKI Jakarta.” merujuk kepada roadmap penelitian Universitas Negeri Jakarta. Isu yang diangkat adalah mutu, akses, efesiensi, dan relevansi pendikian, dengan bidang fokus teknologi pendidikan. Secara spesisik pada tahapan tahun 2017-2019 memfokuskan kepada Pengembangan Media Pembelajaran. Roadmap peneliti seperti di bawah ini.

R & D

Pengembangan model pelatihan Berbasis kinerja

Teknologi 1. Pengembangan model

pembelajaran berbasis IT 2. Pengembangan Instrumen praktek profesi pendidik orang dewasa

Produk

1. Pengembangan Model Bimbingan Teknis

Berkelanjutan 2. Model-model pelatihan/

Bimtekber dalam peningkatan kompetensi guru/tutor

Market Pengembangan Media

Pembelajaran berbasis Aplikasi Android dalam meningkatkan kemandirian warga belajar

2008-2010

2011-2013

2014-2016

2017-2019

(17)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 13 BAB III

TINJAUAN PUSTAKA

Pada penelitian ini, akan dikembangkan media pembelajaran andragogi dengan menggunakan aplikasi android demi untuk meningkatkan kemandirian warga belajar dan kualitas pembelajaran dalam bentuk peer tutorial pada pendidikan nonformal. Sebagai kajian teorit maka disusunlah.

A. State Of The Art Bidang Yang Diteliti

Media pembelajaran peer tutorial berbasis aplikasi android menjadi sangat penting, mengingat peserta didik Pendidikan nonformal program Pendidikan kesetaraan Paket C memiliki keterbatasan waktu pembelajaran tatap muka di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, dikarenakan mayoritas peserta didik ialah orang dewasa yang telah memiliki pekerjaan. Untuk menciptkan suasana saling membelajarkan antar peserta didik orang dewasa, teknologi informasi berupa aplikasi android sangatlah penting untuk mendukung iklim pembelajaran orang dewasa secara kondusif.

Selain itu, pesatnya teknologi informasi dan perangkat smart phone yang merupakan kebutuhan komunikasi yang sangat vital mengarahkan masyarakat untuk memiliki smart phone untuk kebutuhan komunikasi. Hal ini sesuai dengan pendapat (Gorgiev,dkk, 2004). Yang menyebutkan bahwa teknologi bergerak semakin perlu digunakan di dalam proses pembelajaran yang selanjutnya disebut sebagai mobile learning (m-learning) . Hasil penelitian Lilik Subaryanto (2015) yang berjudul Pengembangan Model Bejibun Berbasis Aplikasi Android Pada Program Keaksaraan Dasar di Provinsi DKI Jakarta ,bahwa aplikasi android sangat cocok diterapkan untuk mempermudah pembelajaran, Karena melalui pengembangan modul berbasis aplikasi android peserta didik dapat belajar dimanapun dan kapan pun, kondisi ini sangat relevan dengan karakterismedia berbasis aplikasi android belajar orang dewasa.

B. Hakikat Aplikasi Android dalam Pembelajaran

(18)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 14 Kebutuhan komunikasi menggunakan perangkat smart phone sangat lah tinggi, sehingga system operasi pada alat komunikasi terus meningkat.

Perkembangan teknologi informasi ini sejalan dengan perkembangan bahan ajar yang terintegrasi dengan smartphone. Bertambah banyaknya masyarakat pengguna perangkat mobile menjadikan makin terbukanya peluang penggunaan perangkat teknologi bergerak (mobile device) ini dalam proses pembelajaran yang selanjutnya disebut sebagai mobile learning (m-learning) (Gorgiev, dkk, 2004). O’Malley (2003:6) menjelaskan bahwa mobile learning adalah suatu pembelajaran yang pembelajar (learner) tidak diam pada satu tempat atau kegiatan pembelajaran yang terjadi kemedia berbasis aplikasi androida pembelajar memanfaatkan perangkat teknologi bergerak.

Kehadiran android membawa manfaat dalam prakmedia berbasis aplikasi android pendidikan, dengan android yang dikemas dalam bentuk bahan ajar akan mengarhkan peran pendidik tidak terlalu dominan dan peserta didik lebih intensfi kemedia berbasis aplikasi androida belajar untuk mencapai kompetensinya. Dilihat secara historis bahwa Sistem operasi android sudah berjalan jauh sejak pertama kali memperkenalkan Open Handset Alliance pada akhir tahun 2007.

Android merupakan sistem operasi terbuka yang secara agresif dipolulerkan oleh Google. Safaat (2012:1) menjelaskan android adalah sistem operasi untuk perangkat mobile berbasis linux yang mencakup sistem operasi, middleware dan aplikasi. Android adalah platform terbuka yang memungkinkan pengembang menciptakan aplikasi mereka. Android di distribusikan dengan dua jenis. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari google atau Google Mail Service (GMS).

Kedua adalah yang tidak mendapatkan dukungan langsung dari google atau Open Handset Distribution (OHD).Terdapat berbagai pilihan kemedia berbasis aplikasi androida membuat aplikasi yang berbasis android. Sebagian besar pengembang memilih menggukanan Eclipse yang tersedia bebas untuk merancang aplikasi android. Dengan demikian, aplikasi android sangat relevan untuk dikembangkan pada proses pembelajaran orang dewasa, yang sangat memudahkan terjadinya proses pembelajaran pada program Pendidikan nonformal.

(19)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 15 C. Pembelajaran Peer Tutorial

Pembelajaran peer tutorial berbasis aplikasi android ini dapat diartian media pembelajaran sebagai proses pengalihan pengetahuan dan keterampilan melalui pemanfaatan handphone, dalam meningkatkan kemandirian warga belajar.

Dalam hal ini tutor kelompok belajarnya adalah teman sebaya ( peer tutorial) tersebut. Dalam penelitian yang akan dilakukan nanti, strategi pembelajaran berpusat pada keaktifan dan dinamika kelompok teman sebaya (peer tutorial) tersebut atas pengendalian dan pengawasan tutor inti. Sehingga berhasil atau tidaknya kegiatan pembelajaran tersebut tentu saja akan bergantung pada ada atau tidaknya dinamika kelompok itu.

Adapun bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan adalah sesuai tahapan- tahapan dalam kegiatan pembelajaran mulai dari merumuskan tujuan, memilih materi pelajaran, menentukan metode, menyusun strategi pembelajaran, mengelola kelompok, dan melakukan evaluasi. Prosedur dalam pembelajaran peer tutorial ini ialah dengan memilih dan melatih satu orang warga belajar yang diambil dari kelompok belajar tersebut yang dianggap potensial, lebih baik dan mampu dari anggota kelompok yang lain untuk menjadi tutor dan sekaligus melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam. kelompok belajarnya.

1. Pengertian Peer Tutorial

Peer tutorial adalah kelompok teman sebaya yang sukses dimana ia dapat berinteraksi” ( Santoso,1999:85 ). Dalam kelompok teman sebaya ( peer tutorial ), individu merasakan adanya kesamaan satu dengan yang lainya seperti di bidang usia, kebutuhan dan tujuan yang dapat memperkuat kelompok itu. Di dalam peer tutorial tidak dipentingkan adanya struktur organisasi, namun di antara anggota kelompok merasakan adanya tanggung jawab atas keberhasilan dan kegagalan kelompoknya.. Dalam kelompok teman sebaya (Peer tutorial) akan memungkinkan individu untuk saling berinteraksi, bergaul dan memberikan semangat dan motivasi terhadap teman yang lain secara emosional. Adanya ikatan secara emosional dalam kehidupan peer tutorial akan mendatangkan berbagai manfaat dan pengaruh yang besar bagi individu yang berada dalam kelompok tersebut.

(20)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 16 Sehingga dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peer tutorial adalah pembelajaran teman sebaya yang mempunyai ikatan emosional yang kuat dan mereka dapat berinteraksi, bergaul, bertukar pikiran dan pengalaman dalam memberikan perubahan dan peningkatan kemandirian dalam belajar dengan menggunakan media handphone android.

2. Fungsi Peer Tutorial dalam Pembelajaran Paket C

Sebagaimana suatu kelompok pada umumnya, maka peer tutorial juga mempunyai fungsi:(1) mengajarkan kebudayaan., dalam peer tutorial ini diajarkan kebudayaan yang berada di tempat itu, (2) mengajarkan mobilitas sosial, mobilitas sosial adalah perubahan status yang lain, (3) membantu peranan sosial yang baru.

Peer tutorial memberikan kesempatan bagi anggotanya untuk mengisi peranan sosial yang baru, (4) Peer tutorial sebagai sumber informasi bagi orangtua dan tutor bahkan untuk masyarakat, (5) Dalam peer tutorial, individu dapat merasakan kebersamaan dalam kelompok, mereka saling tergantungan satu sama lainnya, (6) Peer tutorial mengajarkan moral orang dewasa, bersikap dan bertingkah laku seperti orang dewasa, (7) Di dalam peer tutorial, individu dapat mencapai kebebasan untuk berpendapat, bertindak atau menemukan identitas diri, (8) Di dalam peer tutorial, akan memberikan ruang dan waktu kepada individu untuk berubah dan berkembang sesuai dengan tingkat usia dan perkembangan pribadinya dalam aspek kehidupan sosialnya. (Santoso :1999: 85-87).

Dengan demikian peer tutorial akan bersikap lebih dewasa dan berusaha untuk dapat setara dan memberikan sesuatu yang bermanfaat dalam kelompok, seperti belajar untuk menjadi pemimpin kelompok yang baik, memberikan konstribusi dan pengaruh terhadap kelompok dengan suasana yang menyenangkan dan penuh dengan keleluasaan dalam meningkatkan kemandirian belajar.

3. Ciri-ciri Peer Tutorial

Adapun ciri-ciri peer tutorial adalah sebagai berikut (1) tidak mempunyai struktur organisasi yang jelas, maksudnya kelompok teman sebaya terbentuk secara spontan. Diantara anggota kelompok mempunyai kedudukan yang sama, tetapi ada satu di antara anggota kelompok yang dianggap sebagai pemimpin (tutor sebaya)

(21)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 17 yang dianggap oleh semua anggota bahwa dia memang pantas dijadikan sebagai tutor. Pemimpin/tutor biasanya adalah orang yang disegani dalam kelompok itu. (2) Bersifat sementara karena tidak ada struktur organisasi yang jelas, kelompok ini bisa bertahan selama diperlukan. (3) Peer tutorial mengajarkan individu tentang kebudayaan yang luas, misalnya teman sebaya dalam kelampok belajar, mereka umumnya terdiri dari individu yang berbeda-beda lingkungannya, yang mempunyai aturan atau kebiasaan yang berbeda-beda. Lalu mereka memasukkannya dalam kelompok sebaya sehingga mereka saling belajar secara tidak langsung tentang kebiasaan itu dan dipilih yang sesuai dengan kelompok, kemudian dijadikan kebiasaan kelompok. (4) Anggotanya adalah individu yang sebaya, contoh konkretnya pada peserta didik atau warga belajar ( Santoso,1999: 87-88 )

D. Kemandirian dalam Belajar

Kemandirian dalam belajar menjadi fokus dalam media pembelajaran peer tutorial berbasis aplikasi android. Warga belajar diberi peluang yang luas untuk menggali strategi belajar yang telah disepakti tutor sebaya ini. Oleh karena itu, proses belajar harus dibangun dengan landasan saling percaya dan saling menghargai masing-masing warga belajar. Pembelajaran peer tutorial dengan menggunakan media pembelajaran berbasis aplikasi android dirumuskan dan diimplementasikan dalam pembelajaran paket C sebagai upaya untuk meningkatkan kemandirian warga belajar di PKBM sebagai satuan Pendidikan Luar Sekolah terdepan di masyarakat. Menurut Mastuhu (2003), ada beberapa pilar pendidikan yang harus diperhatikan media berbasis aplikasi android dalam penguunaan pembelajaran yang tepat untuk membangun kemandirian belajar warga belajar, yaitu learning to know, learning to do, learning to be, learning to life together, learning how to learn, dan learning throughout life.

Jika pendapat Mastuhu tersebut disikapi dalam satu sistem pembelajaran, maka media pembelajaran yang tepat untuk menjawabnya adalah media pembelajaran peer tutorial berbasis aplikasi android, yaitu media pembelajaran yang menekankan pada penggunaan aplikasi android pada aktivitas pembelajaran secara optimal dengan fokus membangun kemandirian warga belajar tentang

(22)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 18 bagaimana cara belajar yang benar, efektif, efisien, atau dengan istilah pembelajaran yang bertumpu pada belajar mandiri.

Untuk menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran, proses belajar harus dimulai dari pemberian stimulasi kepada peserta belajar dan diakhiri dengan balikan tentang performansi yang dicapai oleh peserta didik. Jadi belajar tidak bisa hanya diukur dari penguasaan pengetahuan saja, akan tetapi perlu dilihat performansi atau keseluruhan penampilan peserta belajar baik yang berkenaan dengan kemampuan akademik maupun kepribadiannya. Dijelaskan lebih lanjut oleh Gagne, bahwa jenis-jenis kemampuan yang harus dipelajari oleh peserta belajar untuk memperoleh keutuhan pencapaian hasil belajar meliputi intellectual skills, verbal information, cognitive strategies, motor skills, dan attitudes (Gagne, 1985). Pemikiran tersebut di atas memberikan inspirasi bahwa proses pembelajaran harus bisa menghasilkan pebelajar menjadi lebih mandiri dan bukan sekedar menerima pengetahuan yang diberikan oleh tutor tetapi juga terjadi sharing antara warga belajar dengan dengan warga belajar dan warga belajar dengan tutor inti.

Untuk itu tutor diharapan menjadi agen perubahan (change agent) dalam pembelajaran dengan prinsip dasar kemandirian, dan pemberdayaan warga belajar yang harus disiapkan dan dibangun sedini mungkin melalui pembelajaran sehari- hari tentang prinsip-prinsip dan filosofi pemberdayaan sebagai upaya untuk menciptakan kemandirian dalam setiap tindakan. Oleh karena itu tutor dituntut dapat berbuat dan bertindak profesional sesuai dengan keahlian keilmuan yang dimiliki yaitu sebagai catalisator, resources lingker, process helper, dan solution giver dalam setiap program pembelajaran, (Huvelock: 1988).

E. Efektivitas Media Pembelajaran Peer Tutorial Berbasis aplikasi android dalam Meningkatkan Kemandirian

Bagi warga belajar dalam pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran peer tutorial berbasis aplikasi android sangatlah bermanfaat karena melalui kegiatan tersebut mereka akan saling berinteraksi antar anggota kelompok dengan menggunakan handphone sebagai medianya. Di samping itu mereka juga

(23)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 19 akan berusaha untuk memenuhi beberapa kebutuhan psikologis, seperti kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan teman-teman sebaya dan diterima oleh mereka, kebutuhan untuk bertukar pikiran dan berbagi perasaan, kebutuhan menemukan nilai-nilai kehidupan sebagai pegangan hidup, dan kebutuhan untuk menjadi lebih mandiri.

Dalam suasana pembelajaran mereka akan merasa lebih mudah membicarakan topik atau persoalan-persoalan yang mereka hadapi dalam kelompok belajarnya, dimana mereka akan dapat leluasa dan saling terbuka dalam membahas persoalan melalui bentuk diskusi yang hangat dan akrab, sehingga mereka akan dapat saling memberikan dukungan, motivasi dan juga saling bertukar pikiran, pendapat dan pengalaman yang nantinya akan bermanfaat bagi mereka sendiri dalam mengembangkan dan meningkatkan kemandirian dalam belajar.

Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran peer tutorial berbasis aplikasi android dipandang efektif dan tepat dalam meningkatkan kemandirian warga belajar paket C, karena dalam kegiatan tersebut terdapat bentuk interaksi dan dinamika kelompok yang akan memberikan kehidupan dan warna dalam kelompok belajar yang dibantu dengan media. Di samping itu melalui media pembelajaran peer tutorial berbasis aplikasi android, individu atau anggota kelompok akan memperoleh dan merasakan adanya: (1) Interaksi dan hubungan dengan orang lain terjadinya dinamika kelompok dan (2). Dukungan motivasi dan kohesivitas dalam kelompok belajar akan semakin kuat

Berdasarkan beberapa penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran peer tutorial berbasis aplikasi android dianggap efektif dalam meningkatkan kemandirian warga belajar, karena dalam media pembelajaran peer tutorial terdapat beberapa faktor yang dapat dijadikan sebagai wahana untuk meningkatkan kemandirian anggota kelompoknya, yaitu melalui interaksi dan dinamika kelompok, hubungan secara interpersonal dengan orang lain, adanya unsur motivasi, dukungan dan kebersamaan yang tercipta di dalam kegiatan pembelajaran peer tutorial tersebut.

F. Pendidikan Kesetaraan (Kelompok belajar Paket C)

(24)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 20 Pendidikan kesetaraan yaitu program paket A, B dan C disediakan bagi warga masyarakat yang karena berbagai situasi, kondisi dan alasan tidak bisa menempuh pendidikan melalui jalur sekolah. Cikal bakal dari program Paket adalah program pemberantasan buta huruf (PBH) yang kemudian dikembangkan menjadi program Kejar Paket A dengan buku paket yang berlabel “Aksara dan Angka” pada tahun 1980-an. Seiring dengan perkembangan kebutuhan, melalui Keputusan Mendiknas Nomor 0131/U/1994, program Paket A dan ditambah program Paket B ditingkatkan peran dan fungsinya sebagai jalur alternative dalam penuntasan wajib belajar 9 tahun. Dalam status baru ini derajat kelulusan program paket diakui setara dengan lulusan sekolah SD/MI dan SMP/MTs. Akhirnya program ini disebut sebagai program pendidikan kesetaraan. Pada tingkat SMTA diluncurkan program Paket C dengan payung hukum berupa Keputusan Mendiknas Nomor 132/U/2004.

Dengan dengan program paket C tersebut, maka layanan tutor seperti apa dalam pendidikan kesetaraan supaya peserta didik atau warga belajar paket C dapat lulus ujian nasional pendidikan kesetaraa (UNPK). Di samping itu juga muncul pertanyaan model pembelajaran seperti apa yang dapat meningkatkan kemadirian warga belajar dalam belajar Sebagai jawaban terhadap pertanyaan tersebut adalah melalui model pembelajaran peer tutorial berbasis aplikasi Android. Model pembelajaran ini relevan dengan visi dan misi program pendidikan keseataraan khususnya paket C (setara SMU) yaitu untuk menghasilkan lulusan yang mandiri dan mampu meningkatkan kemandirian dalam kehidupan di masyarakat.

(25)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 21 BAB IV

METODE PENELITIAN

A. Metode Penelitian

Untuk mencapai tujuan penelitian ini ditempuh pendekatan penelitian dan pengembangan pendidikan (educational research and development) sebagaimana yang ditulis oleh Borg dan Gall (2003). Educational research and development (R

& D) adalah proses untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan yang berupa tujuan belajar, metode, kurikulum, evaluasi, baik perangkat keras, lunak maupun cara atau prosedurnya. Tujuan akhir dari R & D pendidikan adalah lahirnya produk baru untuk meningkatkan performa kerja pendidikan dan pembelajaran. Dengan demikian proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan/atau lebih efisien, serta sesuai dengan tuntutan kebutuhan.

B. Prosedur Penelitian

Berdasarkan guide-line Borg dan Gall tersebut ada sepuluh tahapan yang harus ditempuh dalam R & D. Kesepuluh langkah itu secara sederhana adalah: (1) meneliti dan mengumpulkan informasi, termasuk membaca literatur, mengobservasi kelas, dan menyiapkan laporan tentang kebutuhan pengembangan;

(2) Merencanakan prototype komponen yang akan dikembangkan; (3) mengembangkan prototipe awal; (4) melakukan uji coba terbatas terhadap model awal; (5) merevisi model awal; (6) melakukan ujicoba lapangan. (7) melakukan revisi produk; (8) melakukan ujicoba lapangan secara operasional. (9) melakukan revisi akhir terhadap model, dan (10) melakukan diseminasi dan penyebaran kepada berbagai pihak.

Dalam penelitian ini kesepuluh langkah tersebut dimodifikasi menjadi empat tahapan yaitu sebagai berikut:

1. Studi Pendahuluan.

Studi pendahuluan dilakukan untuk mengetahui dan mendalami media pembelajaran yang ada sekarang di lembaga penyelenggara program paket C (PKBM). Persoalan yang dieksplorasi dalam studi pendahulaun tersebut meliputi (1) media pembelajaran program paket C yang yang dilakukan sekarang. (2)

(26)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 22 metode dan strategi pembelajaran yang dilakukan penyelenggara maupun tutor, (3) aktivitas peserta dalam mengikuti kegiatan Pembelajaran, (4) peranan tutor dalam pengelolaan dan pengendalian pembelajaran, (5) kegiatan pembelajaran yang diinginkan oleh peserta didik , (6) kegiatan penilaian dalam pembelajaran, (6) tindak lanjut pembelajaran.

Untuk kepentingan studi pendahuluan, metode pengumpul data terutama adalah observasi partisipasi dan nonpartisipasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Untuk teknik analisis data menggunakan deskripmedia berbasis aplikasi android yaitu memaparkan fenomena pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan sekarang di lembaga penyelenggara pembelajaran.

2. Penyusunan Model Konseptual

Pengembangan media pembelajaran konseptual dilakukan dengan prosedur (1) penentuan prototipe media berdasarkan informasi teoremedia berbasis aplikasi android, dan (2) validasi ahli dan praktisi. Penentuan rancangan media dilakukan dengan cara mengkaji secara kritis hasil-hasil studi pendahuluan dan ekplorasi lapangan terdahulu, menarik preskripsi dari kajian literatur tentang media Pembelajaran, khususnya teori dan prakmedia berbasis aplikasi android pembelajaran di lembaga penyelenggara program paket C. Hasil temuan media tersebut selanjutnya dilakukan uji akhurasi dan implementasi dengan melibatkan ahli di media pembelajaran peer tutorial untuk memantapkan bangunan media secara keseluruhan. Komponen model yang dikembangkan terdiri dari (1) Rencana Program Pembelajaran, (2) Materi pembelajaran, dan (3) Media pembelajaran, dan (4) pengelolan pembelajaran pembelajaran yang meliputi peran peserta didik, peran tutor dalam pembelajaran, strategi, media, penilaian dan bentuk tindak lanjut kegiatan pembelajaran.

Metode pengumpul data yang diterapkan adalah angket dan wawancara mendalam serta Focus Tutorial Discussion (FGD). Untuk tehnik analisis data menggunakan triangulasi dan verifikasi teknik delphi dengan pihak sumber data dan auditor data yang dinilai kredibel. Tahapan ini dilakukan pada tahun pertama dengan target luaran menghasilkan model konseptual pembelajaran untuk peningkatan kemandirian belajar.

(27)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 23 3. Perangkat dan Substansi Media Pembelajaran untuk Diimplementasikan

Pengembangan perangkat dan substansi media pembelajaran dilakukan dengan prosedur (1) identifikasi perangkat dan isi media, (2) pengembangan perangkat dan substansi media, dan (3) validasi ahli dan uji-coba perangkat media.

Identifikasi perangkat dan substansi model dilakukan dengan cara menganalisis karakterismedia berbasis aplikasi android media pembelajaran, dan secara simultan dikaitkan dengan peningkatan kemandirian warga belajar. Uji-coba perangkat media dilakukan dengan metode limited field-trial dengan bekerjasama dengan beberapa lembaga penyelenggara pembelajaran program paket C yang ada di provinsi DKI Jakarta

Metode pengumpul data yang diterapkan adalah angket dan wawancara, serta Focus Tutorial Discussion (FGD). Untuk teknik analisis data menggunakan triangulasi dan verifikasi dengan teknik delphi dengan pihak sumber data dan auditor data yang dinilai kredibel. Target luaran menghasilkan media pembelajara peer tutorial berbasis aplikasi android, dalam meningkatkan kemandirian warga belajar paket C yang telah dicobakan dalam kalangan terbatas.

C. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi

Pusat Kegiatan Belajat Masyarakat di Provinsi DKI Jakarta (Dinas Pendidikan / Sudin Dikmen Kota Jakarta Pusat )

2. Subjek Penelitian

Warga Belajar dan Tutor Paket C aktif melaksanakan pembelajaran pada tahun 2018/2019

D. Teknik Analisis Data

Tahapan dalam proses penelitian dan pengembangan dikenal sebagai siklus research and development sebagaimana yang diungkapkan oleh Borg & Gall (2003), terdiri atas langkah: (1) meneliti hasil penelitian berkaitan dengan produk yang akan dikembangkan, (2) mengembangkan produk berdasarkan hasil penelitian, (3) uji

(28)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 24 lapangan, dan (4) mengurangi devisiensi yang ditemukan dalam tahap uji coba lapangan.

Merujuk pada tahapan dari Borg & Gall tersebut maka dalam penelitian ini, analisis data yang digunakan dibagi ke dalam beberapa tahap yaitu: (1) pekerjaan menuliskan data, (2) mengedit, (3) mengklasifikasikan data, (4) mereduksi, dan (5) interpretasi. Berdasakan pada rencana analisis data tersebut, maka teknik analisis data dilakukan dalam tiga tahap, yaitu:

1. Analisis Data Tahap Pertama

Analisis data penelitian tahap pertama, terkait dengan studi pendahuluan, dilakukan secara kualitatif, dan kuantitatif. Analisis data secara kualitatif yang dimaksudkan di atas, secara keseluruhan untuk mendeskripsikan hasil studi pendahuluan sebagai salah satu komponen penting untuk terumuskannya model Pembelajaran yang dikembangkan. Sedangkan analisis data kuantitatif pada studi pendahuluan untuk memotret hasil belajar warga belajar, sebagai komponen penting yang akan dijadikan dasar dalam pengembangan media pembelajran peer tutorial berbasis aplikasi android.

2. Analisis Data Tahap Kedua

Analisis data pada tahap ini digunakan prosedur kualitatif, dan bentuknya adalah menelaah faktor-faktor yang secara konseptual akan menjadi kendala dalam menerapkan media pembelajaran yang dirancang. Analisis data pada tahap ini untuk melihat kondisi obyektif atas pandangan warga belajar, tutor, dan para pakar.

Hasil analisis ini dapat dijadikan pedoman, dalam memvalidasi media pembelajaran awal untuk meningkatkan kemandirian warga belajar paket C.

3. Analisis Data Tahap Ketiga

Analisis data pada tahap ini dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif, terhadap implementasi penggunaan media pembelajaran. Analisis kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan hasil penelitian pendahuluan, analisis kuantitatif terkait dengan keterlaksanaan dan pengaruh media pembelajaran yang dikembangkan. Analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis perbedaan (gain) peningkatan kemandirian belajar sesuai komponennya sebelum implementasi media

(29)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 25 (pretest), dengan peningkatan kemandirian setelah implementasi media (posttest).

Selanjutnya dikomparasikan hasil pretest dan posttest antara warga belajar kelompok treatment dengan warga belajar kelompok kontrol. Dengan demikian akan dapat ditentukan besarnya "perbedaan murni" (net gain), gain dimaknai besarnya peningkatan kemandirian belajar yang lebih meyakinkan sebagai pengaruh dari implementasi penggunaan media pembelajaran yang dikembangkan. Pengaruh implementasi penggunaan media pembelajaran ini terhadap peningkatan kemandirian warga belajar ditunjukkan berdasarkan perbandingan gain skor kelompok treatment dengan gain skor kelompok kontrol yaitu sebagai net gain (Kirkpatrick, 1996: 44).

Hasil analisis ini selanjutnya dapat dijadikan sebagai dasar untuk melihat efektivtidaknya media pembelajaran yang diimplentasikan, seberapa besar pengaruhnya terhadap peningkatan kemandirian belajar. Di samping itu hasil analisis tersebut juga menjadi landasan utama merumuskan media pembelajaran yang dikembangkan, yaitu sebagai "media pembelajaran yang direkomdasikan"

untuk peningkatan kemandirian warga belajar program paket C.

(30)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 26 BAB V

HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Hasil Studi Pendahuluan

Studi pendahuluan bertujuan untuk mengumpulkan berbagai informasi yang dianggap relevan mendukung pengembangan model media pembelajaran berbasis aplikasi android untuk peningkatan kemandirian warga belajar paket C. Kegiatan studi pendahuluan ini dilakukan melalui pengumpulan informasi berkaitan dengan:

(1) hasil-hasil penelitian lain yang relevan dengan model pembelajaran yang akan dikembangkan, (2) teori-teori yang mendukung terhadap pengembangan model pembelajaran, dan (3) analisis kondisi ideal dalam media pembelajaran yang dihadapi tutor dalam melaksanakan tugas pembelajaran sehari-hari.

Kegiatan studi pendahuluan ini dilakukan dengan menggunakan teknik survei terhadap tutor paket C dalam melakukan kegiatan pembelajaran yang menggunakan media berbasis aplikasi android di PKBM sebagai penyelenggara program pendidikan kesetaraan khususnya paket C di Provinsi DKI Jakarta.

Dimana PKBM tersebut yang ditentukan sebagai sampel penelitian. Survei yang dilakukan pada PKBM di DKI Jakarta tersebut bertujuan untuk mengetahui gambaran program pendidikan kesetaraan paket C, khususnya terkait dengan kegiatan pembelajaran yang menggunakan media berbasis aplikasi android.

Secara keseluruhan kegiatan studi pendahuluan yang dilakukan melalui kegiatan pengumpulan informasi dan kajian teori serta hasil penelitian lain, maka untuk memperoleh gambaran tentang kegiatan studi pendahuluan melakukan survei terhadap 10 orang tutor yang melakukan pembelajaran dengan menggunakan media berbasis aplikasi android, yaitu dalam pelajaran keterampilan (life skill) pada PKBM di DKI Jakarta. Deskripsi data tentang media pembelajaran berbasis aplikasi android diperoleh melalui observasi terhadap empat aspek yaitu (1) aspek perencanaan pembelajaran yang menggunakan media berbasis aplikasi android, (2) aspek pengorganisasian pembelajaran yang menggunakan media berbasis aplikasi android, (3) aspek pelaksanaan proses pembelajaran yang menggunakan media berbasis aplikasi android dan (4)aspek penilaian hasil belajar yang menggunakan media berbasis aplikasi android.

(31)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 27 Dengan masing-masing indikator dari setiap aspek sebagai berikut: Pertama aspek perencanaan pembelajaran indikatornya meliputi: (1) Mengidentifikasi topik mata pelajaran yang akan diberikan, (2) Melakukan pembuatan rencana persiapan sebelum pembelajaran, (3) Menentukan strategi pembelajaran sesuai karakteristik warga belajar, (4) Ketepatan pemilihan materi pembelajaran, (5) Sistematika penyusunan materi pembelajaran, (6) Ketepatan rumusan tujuan yang akan dicapai dan (7) Kesesuaian media pembelajaran berbasis aplikasi android dengan karakteristik warga belajar. Kedua aspek pengorganisasian pembelajaran indikatornya meliputi: (1) Pengorganisasian warga belajar dalam penggunaan media pembelajaran, (2) Pengaturan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media berbasis aplikasi android.

Ketiga aspek proses pembelajaran indikatornya meliputi: (1)Penyampaian tujuan yang akan dicapai dalam membuka pelajaran, (2) Penyajian materi secara sistematis dalam pembelajaran, (3) Ketetapan penggunaan media dalam pembelajaran, (4) Kesesuaian media dengan kebutuhan warga belajar, (5) Penggunaan media sesuai dengan tujuan pembelajaran, (6) Penggunakan metode sesuai dengan media pembelajaran yang digunakan, (7) Penggunaan media sesuai dengan karakteristik warga belajar, (8) Pengunaan waktu secara proporsional untuk pembukaan, inti dan penutup, (9) Kesesuaian materi pelajaran dengan pengalaman yang dimiliki warga belajar, (10) Warga belajar terlibat secara aktif dalam pembelajaran, (11) Adanya penguatan secara bervariasi dengan waktu yang tepat dan konsisten, (12) Pemberian kesimpulan pada akhir pembelajaran, (13) Penggunaan bahasa dalam media pembelajaran mudah dipahami, (14) Media mengandung substansi materi mata pelajaran yang akan diajarkan, (15) Suasana pembelajaran dengan menggunakan media sangat dinamis dan (16) Media pembelajaran membantu memperjelas materi belajar.

Keempat aspek penilaian pembelajaran indikatornya meliputi: (1) Ketepatan prosedur dan jenis penilaian hasil belajar, (2) Kesesuaian alat penilaian dengan materi yang disampaikan, (3) Penulisan butir soal dijabarkan dalam kisi-kisi dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami, (4) Melaksanakan penilaian hasil belajar dalam proses pembelajaran dan (5) Melaksanakan penilaian pada akhir pembelajaran. Indikator –indikator pembelajaran yang menggunakan media berbasis

(32)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 28 aplikasi android dapat diketahui, didasarkan pada hasil analisis data yang dilakukan pada studi pendahuluan sebagaimana telah dijelaskan di atas.

Berdasarkan hasil pengumpulan data tentang pembelajaran tutor yang menggunakan media berbasis aplikasi android pada program paket C di PKBM.

Maka diperoleh informasi sebagai berikut: Pertama aspek perencanaan pembelajaran yang meliputi tujuh indikator hasilnya dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 1

Perencanaan Pembelajaran

Item Hasil Observasi Tdk Pernah

(%)

Kadang2 (%)

Selalu (%) Tdk Pernah Kadang2 Selalu

1 2 5 3 20 50 30

2 0 4 6 0 40 60

3 0 5 5 0 50 50

4 0 3 7 0 30 70

5 0 2 8 0 20 80

6 3 4 3 30 40 30

7 2 3 5 20 30 50

Berdasarkan tabel tersebut di atas, maka dapat dideskripsikan sebagai berikut:

1. Mengidentifikasi topik mata pelajaran yang akan diberikan. Hal ini dari data survei menunjukan bahwa tutor melakukan identifikasi topik mata pelajaran 20%

tidak pernah, 50% kadang-kadang dan 40% selalu melakukan identifikasi topik mata pelajaran yang diampunya.

2. Melakukan pembuatan rencana persiapan sebelum pembelajaran, Terbukti dari jumlah tutor yang disurvei dalam studi awal, sebesar 40% yang menyatakan selalu berupaya membuat rencana pembelajaran yang diajarkannya, dan 60%

menyatakan hanya kadang-kadang membuat rencana persiapan sebelum pembelajaran.

3. Menentukan strategi pembelajaran sesuai karakteristik warga belajar, Dari jumlah tutor yang disurvei dalam studi awal, 50% yang menyatakan selalu menentukan strategi pembelajaran sesuai karakteristik warga belajar dan 50%

menyatakan kadang-kadang.

4. Ketepatan pemilihan materi pembelajaran, dari jumlah tutor yang disurvei pada studi awal, hanya 70% yang menyatakan selalu tepat dalam pemilihan materi

(33)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 29 pelajaran dan 30% menyatakan kadang-kadang.

5. Sistematika penyusunan materi pembelajaran yang menggunakan media berbasis aplikasi android, Dari jumlah tutor yang disurvei pada studi pendahuluan, 80% menyatakan selalu menyusun materi mata pelajaran secara sistematis dan 20% menyatakan hanya kadang-kadang menyusun materi pembelajarannya.

6. Ketepatan rumusan tujuan yang akan dicapai. Dari jumlah tutor yang di survei dari studi pendahuluan hanya 30% menyatakan selalu memiliki ketepatan dalam rumusan tujuan pembelajaran. 40% menyatakan hanya kadang-kadang, dan 30% menyatakan tidak pernah tepat dalam merumuskan tujuan yang akan dicapai.

7. Kesesuaian media pembelajaran dengan karakteristik warga belajar. Dari jumlah tutor yang di survei pada studi awal, 50% menyatakan selalu membuat media yang sesuai dengan karakteris warga belajar, 30% kadang-kadang dan 20% tidak pernah membuat media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik warga belajar.

Sesuai dengan uraian data perencanaan pembelajaran tersebut, maka dapat digambarkan secara visual dalam grafik di bawah ini:

Grafik 1. Perencanaan Pembelajaran

Kedua aspek pengorganisasian pembelajaran terdiri dari dua indikator hasilnya dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

0 10 20 30 40 50 60 70 80

1 2 3 4 5 6 7

Tidak Pernah Kadang-Kadang Selalu

(34)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 30 Tabel 2

Pengorganisasian Pembelajaran

Item Hasil Observasi Tdk Pernah

(%)

Kadang2 (%)

Selalu (%) Tdk Pernah Kadang2 Selalu

1 2 6 2 20 60 20

2 3 6 1 30 60 10

Berdasarkan tabel tersebut di atas, maka dapat dideskripsikan sebagai berikut:

1. Pengorganisasian warga belajar dalam penggunaan media pembelajaran, Hanya 20% yang menyatakan tidak pernah, 60% menyatakan kadang-kadang melakukan, dan 20% selalu melakukan pengorganisian warga belajar dalam penggunaan media pembelajaran.

2. Pengaturan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran berbasis Aplikasi Android. Dari jumlah tutor yang diobservasi, 10%

menyatakan selalu melakukan pengaturan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan Media pembelajaran berbasis Aplikasi Android. 60% kadang- kadang melakukan dan 30% tidak pernah melakukan pengaturan.

Sesuai dengan uraian data pengorganisasian pembelajaran tersebut, maka dapat digambarkan secara visual dalam grafik di bawah ini:

Grafik 2. Pengorganisasian Penggunaan Media

Ketiga aspek pelaksanaan proses pembelajaran terdiri daei enam belas indicator, hasilnya dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

0 10 20 30 40 50 60

1 2

Tidak Pernah Kadang-Kadang Selalu

(35)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 31 Tabel 3

Pelaksanaan Proses Pembelajaran

Item Hasil Observasi Tdk Pernah

(%)

Kadang2 (%)

Selalu (%) Tdk Pernah Kadang2 Selalu

1 5 3 2 50 30 20

2 1 5 4 10 50 40

3 4 4 2 40 40 20

4 3 5 2 30 50 20

5 3 4 3 30 40 30

6 3 3 4 30 30 40

7 1 5 4 10 50 40

8 2 3 5 20 30 50

9 2 4 4 20 40 40

10 0 3 7 0 30 70

11 1 5 4 10 50 40

12 2 4 4 20 40 40

13 2 5 3 20 50 30

14 2 3 5 20 30 50

15 0 4 6 0 40 60

16 0 5 5 0 50 50

Berdasarkan tabel tersebut di atas, maka dapat dideskripsikan sebagai berikut:

1. Penyampaian tujuan yang akan dicapai dalam membuka pelajaran, Dari jumlah tutor yang di observasi, 20% menunjukan selalu menyampaikan tujuan yang akan dicapai, 30% yang menunjukkan kadang-kadang. dan sisianya 50% tidak pernah menyampaikan tujuan yang akan dicapai dalam membuka pelajaran.

2. Penyajian materi secara sistematis dalam pembelajaran, Dari jumlah tutor yang diobservasi, Hanya 40% yang menunjukkan selalu menyajikan materi secara sistematis dalam pembelajaran, 50% menunjukkan kadang-kadang, dan sisanya 10% tidak pernah menyajikan materi secara sistematis.

3. Kesesuaian media pembelajaran dengan karakteristik warga belajar. Dari jumlah tutor yang di observasi, hanya 20% yang menunjukkan selalu menggunakan media pembelajaran berbasis aplikasi android sesuai dengan karakteristik warga belajar, 40% menyatakan kadang-kadang dan sisanya 40% tidak pernah menggunakan media pembelajaran berbasis aplikasi android yang sesuai dengan karakteristik warga belajar.

4. Ketetapan penggunaan media dalam pembelajaran. Dari jumlah tutor yang di

(36)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 32 observasi, menunjukkan 30% tidak pernah menggunakan media dalam pembelajaran, 50% kadang-kadang dan 20% yang menunjukan selalu menggunakan media dalam pembelajaran oleh tutor.

5. Kesesuaian media dengan kebutuhan warga belajar. Dari jumlah tutor yang diobservasi, 30% menunjukkan selalu memperhatikan kesuaian media belajar dengan kebutuhan warga belajar, 40% menunjukan hanya kadang-kadang saja, dan 30%

menunjukkan tidak pernah memperhakan kesesuai media belajar dengan kebutuhan warga belajar.

6. Penggunaan media sesuai dengan tujuan pembelajaran, dari data survei menunjukkan bahwa tutor dalam kegiatan pembelajaran, 40% selalu menggunakan media sesuai dengan tujuan pembelajaran, kemudian 30%

kadang-kadang dan 30% tidak pernah menggunakan media sesuai dengan tujuan pembelajaran.

7. Penggunakan metode sesuai dengan media pembelajaran yang digunakan, Dari jumlah tutor yang diobservasi, hanya 40% menunjukan selalu menggunakan metode sesuai dengan media pembelajaran, 50% menyatakan hanya kadang- kadang dan 10% menunjukkan tidak pernah menggunakan metode sesuai dengan media pembelajaran.

8. Penggunaan media berbasis aplikasi android sesuai dengan karakteris warga belajar. Dari jumlah tutor yang diobservasi, menunjukkan 50% selalu menggunakan media berbasis aplikasi android sesuai dengan karakteris warga belajar, 30% kadang-kadang, dan sisanya 20% menggunakan media berbasis aplikasi android sesuai karakteristik warga belajar

9. Pengunaan waktu secara proporsional untuk pembukaan, inti dan penutup.

Dari jumlah tutor yang diobsevasi, 20% tidak pernah, 40% kadang-kadang saja menggunakan waktu secara proporsional untuk pembukaan, inti dan penutup.

Kemudian sisanya sebesar 40% yang menunjukkan selalu menggunakan waktunya secara proporsional.

10. Kesesuaian materi pelajaran dengan pengalaman yang dimiliki warga belajar, Dari jumlah tutor yang diobservasi, 30% menyatakan kadang-kadang sesuai materi pelajaran dengan pengalaman yang dimiliki warga belajar. Sedangkan sisanya 70% yang menunjukkan selalu memperhatikan kesesuaian materi pelajaran

(37)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 33 dengan pengalaman warga belajar.

11. Warga belajar terlibat secara aktif dalam pembelajaran, Dari jumlah tutor yang diobservasi, 40% menunjukan selalu terlibat secara aktif, 50% menunjukan hanya kadang-kadang saja aktif warga belajarnya dan 10% menunjukkan warga belajar tidak pernah terlibat secara aktif dalam pembelajaran.

12. Adanya penguatan secara bervariasi dengan waktu yang tepat dan konsisten, hasil observasi menunjukkan, 20% tidak pernah memberikan penguatan, 40% kadang- kadang dan 40% selalu menunjukkan adanya pemberian penguatan secara bervariasi dengan waktu yang tepat dan konsisten.

13. Pemberian kesimpulan pada akhir pembelajaran, Dari jumlah tutor yang diobservasi hanya 30% menunjukkan selalu melaksanakan pemberian kesimpulan pada akhir pembelajaran, 50% menunjukkan kadang-kadang dan sisanya 20% tidak pernah melaksanakan pemberian kesimpulan pada akhir pembelajaran.

14. Penggunaan bahasa dalam media pembelajaran mudah dipahami, Dari jumlah tutor yang diobservasi, 30% menyatakan kadang-kadang penggunaan bahasa dalam media mudah dipahami. Hanya 50% yang menyatakan bahwa penggunaan bahasa dalam media pembelajaran selalu mudah dipahami, dan 20% menyatakan tidak pernah menggunakan bahasa dalam media pembelajaran yang mudah dipahami.

15. Media mengandung substansi materi mata pelajaran yang akan diajarkan, Dari jumlah tutor yang diteliti, hanya 60% menyatakan selalu menggunakan media yang mengandung substansi materi pelajaran. Sisanya 40% menyatakan kadang-kadang saja mengunakan media yang mengandung substansi materi pelajaran.

16. Suasana pembelajaran dengan menggunakan media sangat dinamis. Dari jumlah tutor yang diteliti, hanya 50% menyatakan selalu terjadinya suasana pembelajaran yang dinamis dengan penggunaan media. Sedangkan sisanya 50%

menyatakan hanya kadang-kadang saja terjadi suasana pembelajaran yang dinamis.

Sesuai dengan uraian data pelaksanaan proses pembelajaran tersebut, maka dapat digambarkan secara visual dalam grafik di bawah ini:

(38)

Laporan Unggulan Perguruan Tinggi 34 Grafik 3. Pelaksanaan Proses Pembelajaran

Keempat aspek penilaian pembelajaran terdiri dari lima indikator, hasilnya dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4

Penilaian Pembelajaran

Item Hasil Observasi Tdk Pernah

(%)

Kadang2 (%)

Selalu Tdk Pernah Kadang2 Selalu (%)

1 2 4 4 20 40 40

2 0 4 6 0 40 60

3 0 2 8 0 20 80

4 0 4 6 0 40 60

5 0 3 7 0 30 70

Berdasarkan tabel tersebut di atas, maka dapat dideskripsikan sebagai berikut:

1. Media pembelajaran membantu memperjelas materi belajar. Dari jumlah tutor yang diobservasi menunjukkan bahwa 40% menyatakan selalu menbantu memperjelas materi belajar. Sedangkan 40% tutor menunjukan kadang-kadang membantu memperjelas materi belajar serta 20% menunjukkan tidak pernah membantu memperjelas materi belajar walaupun menggunakan media pembelajaran.

2. Ketepatan prosedur dan jenis penilaian hasil belajar, dari hasil survei menunjukkan bahwa, 40% kadang-kadang dan 60% selalu menunjukkan adanya ketepatan prosedur

0 10 20 30 40 50 60 70

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

Tidak Pernah Kadang-Kadang Selalu

Gambar

Grafik 1. Perencanaan Pembelajaran
Grafik 2. Pengorganisasian Penggunaan Media
Grafik 4. Penilaian Pembelajaran  B.  Penyusunan Model Konseptual

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingan antioksidan -karoten dan glutation dengan berbagai konsentrasi yang ditambahkan ke dalam pengencer tris kuning telur

Adapun besarnya nilai enthalpi dinyatakan dengan suatu tabel dan persamaan enthalpi yang tergantung pada temperatur pirolisis serta kondisi spesifik yang lain,

Perubahan LUC bersifat dinamis dan tidak linear, artinya, konversi dari penggunaan lahan tidak diikuti pola yang serupa karena faktor alam atau antropogenik

Posisi cacat pada struktur grafena oleh adanya dekorasi N diklasifikasikan sebagai piridin, pirolik, grafitik dan oksida piridin, dengan memiliki sifat-sifat yang

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai alternative metode non-destructive field soil investigation menggunakan ERT/GPR yang bila dipadukan dengan hasil

Jumlah korespondensi fitur-fitur SIFT antara setiap citra template dan citra query yang telah disimpan diproyeksikan ke ruang Hough dan menghasilkan cluster yang merupakan hasil

Namun, konsekuensi dari polimorfisme REN C-5391T pada perubahan kadar angiotensin II sebagai respon terapi Angiotensin Receptor Blocker ( ARB ) masih belum jelas

Tujuan dan Manfaat Khusus Tujuan utama penelitian secara umum adalah menghasilkan model atau cetak biru pengembangan SDM pertanian sebagai basis untuk meningkatkan daya saing bangsa