Penerapan update ini juga sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan rendahnya minat belajar siswa Paket B Kelas VII pada mata pelajaran matematika. Hasil dari kegiatan pemutakhiran dan pembiasaan yang dilakukan adalah 100% karena seluruh kegiatan terlaksana dan diperoleh hasil/output akhir sesuai dengan yang diharapkan yaitu meningkatkan minat belajar siswa dengan metode demonstrasi yang didukung dengan alat peraga. Penulis mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat melengkapi Laporan Update dengan judul “Penggunaan Metode Demonstrasi untuk Meningkatkan Minat Belajar Warga Belajar Paket B Kelas VII Mata Pelajaran Matematika di UPT Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Kabupaten Purworejo” untuk memenuhi syarat mengikuti Diklat Prajabatan Kelas III XXXIII Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) provinsi Jawa Tengah.
Segenap Widyaiswara yang telah memberikan ilmunya pada Kegiatan Diklat Dasar CPNS Kelas III Angkatan XXXIII; Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu telah membantu dalam penyusunan Laporan Update ini.
PROFIL ORGANISASI DAN TUGAS PESERTA
Gambaran Umum Organisasi
- Dasar Hukum Organisasi
- Tugas Fungsi Organisasi a. Tugas
- Susunan/Struktur Organisasi dan Tata Kerja Dasar a. Struktur Organisasi
- Visi – Misi Kepala Daerah
- Tujuan Organisasi
- Nilai – Nilai Budaya Organisasi
Pada tahun 2001, seiring dengan diberlakukannya otonomi daerah, UPTD SKB Kabupaten Purworejo berubah nama menjadi UPTD BPLS Kabupaten. Purworejo dan telah tergabung dalam jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Purworejo sebagai Unit Pelaksana Teknis Pelayanan (UPTD) bidang pendidikan ekstrakurikuler, pemuda dan olah raga berdasarkan Keputusan Bupati Purworejo Nomor: 9 Tahun 2001 tentang pendiriannya organisasi dan tata kerja Balai Pendidikan Luar Sekolah (BPLS) UPTD Kabupaten Purworejo. Pada tahun 2004 terjadi perubahan SOT dan UPTD SKB Kabupaten Purworejo berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 6 Tahun 2004 Pasal 32 ayat (1) tanggal 3 Februari 2004 tentang Uraian Tugas.
Pada tahun 2009 telah diterbitkan Peraturan Bupati Kabupaten Purworejo, Nomor 21 Tahun 2009 tanggal 5 Januari 2009 tentang Kedudukan, Tugas Pokok, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) SKB Kabupaten Purworejo, pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo. Kantor Kebudayaan. Selanjutnya SKB UPT tersebut berubah pada tahun 2016 menjadi UPT Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) dengan Peraturan Bupati Purworejo, Nomor 91 Tahun 2016 tanggal 31 Desember 2016 tentang Formasi, Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Dan Fungsi, Serta Tata Kerja Unit Pendidikan Non Formal (SPNF). Unit Pelaksana Teknis Satuan Pendidikan Nonformal pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Purworejo.
Tupoksi Jabatan Peserta Latsar
- Tugas Aparatur Sipil Negara (ASN)
- Jabatan Fungsional Pamong Belajar
- Tugas Pokok dan Tugas Fungsional Pamong Belajar
Pamong Belajar adalah pendidik yang tugas utamanya melaksanakan kegiatan belajar mengajar, mengkaji program dan mengembangkan model pendidikan nonformal dan informal (PNFI) pada unit pelaksana teknis (UPT)/unit pelaksana teknis daerah (UPTD) dan unit PNFI . Pamong Belajar mempunyai kedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional bidang belajar mengajar, evaluasi program, pengembangan model PNFI. Tugas utama Petugas Pembelajaran adalah melaksanakan kegiatan belajar mengajar, mengkaji program dan mengembangkan model di bidang PNFI.
Beban kerja petugas pengajar dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, mengkaji program dan mengembangkan model lapangan paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam dalam 1 (satu) minggu. Pada tahun 2006 diangkat menjadi Pejabat Pengajar pertama di UPT SPNF Kabupaten Purworejo dan selalu melaksanakan tugasnya dengan jujur, tanggung jawab, peduli, disiplin dan integritas yang tinggi.
RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI
Identifikasi Isu dan Deskripsi Isu
Kurangnya minat warga untuk mempelajari mata pelajaran Matematika pada program kesetaraan kelas VII paket B Sanggar Melati UPT SPNF Kabupaten Purworejo. Kurangnya pemerataan fasilitas pembelajaran bagi siswa dalam pelaksanaan pembelajaran online paket B UPT SPNF Kabupaten Purworejo. Kurangnya minat warga untuk mempelajari mata pelajaran Matematika pada program kesetaraan kelas VII paket B Sanggar Melati UPT SPNF Kabupaten Purworejo.
Berdasarkan sesi tanya jawab dengan warga yang mempelajari Paket B, mereka merasa kurang tertarik dengan pelajaran matematika karena dianggap sulit dan banyak perhitungan. Selain itu, rendahnya minat belajar terlihat dari rendahnya daftar kehadiran siswa di bawah 50%.
Analisis Isu
Berdasarkan tanya jawab siswa mengenai kendala pembelajaran daring, ditemukan beberapa siswa kurang menggunakan telepon seluler dengan layar rusak dan berkedip-kedip. Pemanfaatan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sebagai sarana peningkatan literasi di UPT SPNF Kabupaten Purworejo Sumber Permasalahan : Satker belum maksimal. Matematika pada Program Kesetaraan Kelas VII Paket B Sanggar Melati UPT SPNF Kabupaten Purworejo Sumber Edisi : Satuan Kerja.
Pemanfaatan Taman Bacaan Masyarakat (CRGs) sebagai sarana peningkatan literasi di UPT SPNF Kabupaten Purworejo belum optimal. Berdasarkan analisis permasalahan dengan menggunakan USG diperoleh permasalahan yang paling prioritas yaitu “Kurangnya minat warga untuk mempelajari mata pelajaran matematika di Program Setara Paket B Sanggar Melati UPT SPNF Kabupaten Purworejo”.
Analisis Penyebab Isu
Berdasarkan diagram tulang ikan ditentukan permasalahan yang menjadi prioritas adalah belum digunakannya metode pembelajaran yang tepat untuk menunjang proses pembelajaran Paket B UPT SPNF Kabupaten Purworejo.
Dampak Bila Isu Tidak Diselesaikan
Selain itu, dengan menggunakan perangkat pembelajaran, siswa akan lebih mudah memahami materi pembelajaran sehingga pembelajaran lebih menarik.
Gagasan Pemecahan Isu
Menggunakan metode demonstrasi pada materi himpunan dengan menggunakan alat peraga papan diagram Venn (sumber kegiatan : inovasi). Sumber belajar saya ciptakan untuk meningkatkan kompetensi guna menjawab tantangan yaitu meningkatkan minat atau minat belajar siswa. Saya sedang mencari referensi untuk membuat sumber ajar persamaan linear satu variabel agar bisa cepat selesai.
Warga belajar menggunakan alat peraga Blok Warna untuk mempelajari persamaan linier dalam satu variabel (checklist aktivitas dan dokumentasi foto/video). Berorientasi Pelayanan Saya melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan alat peraga untuk mencoba memahami dan memenuhi kebutuhan belajar masyarakat.
Jadwal Kegiatan
PELAKSANAAN AKTUALISASI
Perubahan Kegiatan dari Rancangan Awal
Pelaksanaan Aktualisasi dan Habituasi 1. Kegiatan 1
- Kegiatan 2 a. Nama Kegiatan
- Kegiatan 3 a. Nama Kegiatan
- Kegiatan 4 a. Nama Kegiatan
- Kegiatan 5 a. Nama Kegiatan
Jika saya tidak menerapkan nilai-nilai berorientasi pelayanan pada kegiatan 1, saya tidak akan melakukan perbaikan sehingga mengakibatkan kualitas materi pembelajaran menjadi buruk. Jika saya tidak menerapkan nilai Akuntabilitas pada Kegiatan 1, saya akan kurang hati-hati dan tidak bertanggung jawab, sehingga materi pembelajaran yang dihasilkan tidak sesuai dengan materi pembelajaran. Jika saya tidak menerapkan nilai Kompetensi pada kegiatan 1, maka saya akan enggan untuk mengembangkan kompetensi dalam melaksanakan pembelajaran yaitu dengan membuat alat peraga.
Jika saya tidak menerapkan nilai Setia pada kegiatan 1, maka saya tidak akan bersungguh-sungguh, tidak akan mengerahkan seluruh tenaga dan pikiran untuk menyelesaikan penopang. Jika saya tidak menerapkan nilai-nilai kerjasama pada kegiatan 1, kemudian saya tidak berkonsultasi dengan atasan, maka kualitas alat peraga yang dibuat tidak akan baik karena tidak mempunyai sudut pandang atau sudut pandang orang lain. Jika saya tidak menerapkan nilai-nilai adaptif pada kegiatan 2, maka tidak akan ada inovasi yang mendukung kegiatan pembelajaran.
Jika saya tidak menerapkan nilai-nilai kerjasama pada kegiatan 2, kemudian saya tidak berkonsultasi dengan atasan saya, maka kualitas alat peraga yang dibuat tidak akan baik, karena tidak mempunyai sudut pandang atau sudut pandang orang lain. Jika saya tidak menerapkan nilai Akuntabilitas pada kegiatan 3, maka saya kurang hati-hati dan tidak bertanggung jawab sehingga alat peraga yang dihasilkan tidak sesuai dengan bahan ajar. Jika saya tidak menerapkan nilai kompetensi pada kegiatan 3, maka saya akan enggan mengembangkan kompetensi dalam menerapkan pembelajaran yaitu dengan membuat alat peraga.
Jika saya tidak menerapkan nilai-nilai kerjasama pada kegiatan 3, kemudian saya tidak berkonsultasi dengan atasan, maka kualitas alat peraga yang dibuat tidak akan baik karena tidak mempunyai sudut pandang atau sudut pandang orang lain. Jika saya tidak menerapkan nilai Setia pada kegiatan 4, maka saya tidak akan bersungguh-sungguh, tidak akan mengerahkan seluruh tenaga dan pikiran untuk menyelesaikan alat peraga. Jika saya tidak menerapkan nilai-nilai kerjasama pada kegiatan 4, kemudian saya tidak berkonsultasi dengan atasan saya, maka kualitas alat peraga yang dibuat tidak akan baik karena tidak mempunyai sudut pandang atau sudut pandang orang lain.
Jika saya tidak menerapkan nilai Loyalitas pada kegiatan 5 maka saya tidak akan bersungguh-sungguh, tidak akan mengerahkan seluruh tenaga dan pikiran untuk menyelesaikan alat peraga. Jika saya tidak menerapkan nilai-nilai kerjasama pada kegiatan 5, tidak berkonsultasi dengan atasan, maka kualitas alat peraga yang dibuat tidak akan baik karena tidak mempunyai cara pandang atau sudut pandang orang lain.
Tabel Kondisi Sebelum dan Sesudah
SIMPULAN
Riwayat Pendidikan
RiwayatPekerjaan
Beliau merupakan peserta Diklat Dasar CPNS Angkatan III Angkatan 33, berkomitmen dalam tindak lanjut aktualisasi dan pembiasaan nilai-nilai dasar Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kooperatif (BerAKHLAK) sesuai terhadap kedudukan dan peranannya sebagai PNS dalam mendukung Smart Governance. Timeline Implementasi 2. Buatlah video tutorial.. pembuatan dan petunjuk penggunaan alat peraga papan diagram Venn.
Alat dan bahan
Langkah pembuatan
Potong plastik mika warna merah dan biru menjadi bentuk lingkaran, lalu tempelkan kedua lingkaran tersebut pada styrofoam menggunakan spindel. Buatlah rumus panel diagram Venn, lalu beri label pada panel tersebut dengan selembar kertas manila lainnya.
Prinsip / cara kerja 1. Ambil kartu soal
Setelah proses pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan dengan menggunakan diagram Venn. Setelah proses pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan operasi massa. Tutor memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan terkait bacaan dan gambar yang disajikan.
Setelah mengikuti proses pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu menentukan keliling dan luas persegi, persegi panjang, belah ketupat, jajar genjang, trapesium, dan layang-layang. Setelah mengikuti proses pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu menentukan himpunan penyelesaian persamaan linear satu variabel. Setelah mengikuti proses pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan sehari-hari dengan menggunakan konsep persamaan linear satu variabel.
Instruktur mengizinkan siswa untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan terkait dengan bacaan yang disajikan. Kemudian, secara berkelompok, warga belajar menyelesaikan soal-soal persamaan linear satu variabel dan mengolah data hasil observasinya dengan cara: berdiskusi, mengolah informasi, dan mengerjakan lebih banyak soal persamaan linear satu variabel. Setelah mengikuti proses pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu mengumpulkan data melalui hasil pengukuran dan penghitungan.
Setelah mengikuti proses pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu membuat tabel distribusi frekuensi dari hasil pengukuran. Orientasi : Diawali dengan salam dan doa, kemudian mengecek kehadiran siswa dan memberikan motivasi. Kemudian secara berkelompok warga belajar menyelesaikan soal-soal persamaan linear suatu variabel dan mengolah data hasil observasinya dengan cara: mendiskusikan informasi, mengolah dan menjawab berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan
Langkah – langkah pembuatan
Buatlah dua catatan tempel, satu untuk menggantikan variabel dan satu lagi untuk menggantikan konstanta. misalnya: merah muda untuk menggantikan x dan kuning untuk menggantikan konstanta). Apabila pada sisi kanan atau kiri terdapat warna yang sama, eliminasi dilakukan dengan cara mengambil sticky note dalam jumlah yang sama pada kedua sisinya. Apakah mata pelajaran matematika menjadi lebih mudah dipahami melalui metode demonstrasi (latihan) dan penggunaan materi pembelajaran?