LAPORAN CASE METHOD
MANAGEMENT PENDIDIKAN
“ ANALISIS PERMASALAHAN MANAGEMENT PENDIDIKAN DALAM KAJIAN KENDALA PENGGUNAAN IT SEBAGAI MEDIA BELAJAR MENGAJAR STUDI KASUS
DI SMKS HANG TUAH BELAWAN”
Dosen Pengampu:
Prof .Restu,M.S
Eni yuniastuti,S.Pd,M.Sc
PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2023 Nama Zainah
Nim 3212131007
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha pengasih lagi Maha penyanyang, karena berkat rahmad dan hidayah-Nya sehingga kelompok kami dapat menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya. Tugas “Case Method ” Bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah management Pendidikan
Saya menyadari bahwa dalam penyusunan tugas ini masih banyak terdapat kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami menerima kritikan serta saran yang membangun guna menyempurnakan tugas ini dan dapat menjadi acuan dalam menyusun tugas-tugas selanjutnya.
Saya juga memohon maaf apabila dalam penulisan tugas ini terdapat kesalahan pengertian dan keliruan sehingga membingungkan pembaca dalam memahami maksud saya.
Medan,21 oktober 2023
Zainah
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...2
DAFTAR ISI...3
BAB I PENDAHULUAN...4
1.1 LATAR BELAKANG...4
1.2. RUMUSAN MASALAH...6
1.3 UJUAN...6
1.4 MANFAAT...6
BAB II TINJAUN PUSTAKA...7
A. Pengertian Management Pendidikan...7
B. Permasalah manajemen Pendidikan di sekolah...7
C. Penggunaan IT Dalam Media Belajar...8
BAB III METODE PENELITIAN...10
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN...11
BAB V KESIMPULAN...13
A. KESIMPULAN...13
DAFTAR PUSTAKA...14
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini mengalami kemajuan yang pesat. Pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan khususnya dalam kegiatan pembelajaran di kelas juga semakin digalakkan. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran membantu dalam proses pembelajaran (Kristiawan, 2014).
Sayangnya, tujuan pendidikan negara yang lebih besar, yaitu menyediakan pengajaran dan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa, belum berjalan sesuai rencana. Untuk mewujudkan pembelajaran tersebut, guru harus menghadapi berbagai tantangan. Kajian ini berangkat dari konteks dimana terdapat berbagai keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran. Sejak diberlakukannya KTSP dan kelanjutan kurikulum 2013 saat ini, guru diberi kewenangan lebih besar untuk mengembangkan desain pembelajaran agar pembelajaran di kelas dapat terlaksana sesuai dengan karakteristik siswa.
Guru dapat memanfaatkan media IT untuk menyiapkan perangkat pembelajaran yang diperlukan dan menyajikan pembelajaran. Observasi pertama yang dilakukan di SMK Hang Tua Belawan pada 12 Oktober 2023 menemukan bahwa proses pembelajaran di sekolah masih cenderung bergantung pada guru. Oleh karena itu, siswa selalu menerima apa yang diberikan guru dan hanya menghafalkannya tanpa berusaha memahami sumber, materi, dan media pembelajaran. Salah satu penyebab siswa kurang terlibat dalam proses pembelajaran adalah media. Beberapa guru dalam proses pengajaran cenderung menggunakan metode ceramah dan kurang mampu menggunakan media pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran. Era globalisasi mendorong perubahan dan inovasi dalam dunia pendidikan.
Selalu ada aspek negatif dan positif terhadap dampak dan perubahan teknologi, dan dampak teknologi tidak dapat dihindari. Menurut Aka (2017), pemanfaatan TI dalam pendidikan dilakukan dengan menggunakan teknologi seperti komputer dan laptop, telepon genggam dan telepon pintar jaringan internet, proyektor, dan alat bantu sebagai sumber dan media belajar bagi siswa. Rusman dkk (2013) menjelaskan bahwa pendidikan perlu beradaptasi terhadap peningkatan mutu pendidikan dengan berkembangnya teknologi, dan khususnya pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Tatan dan Sumati (2011) menyatakan bahwa pemanfaatan TI dalam praktik pendidikan merupakan
kemajuan baru yang patut mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan pendidikan.
Menurut Gegne (1970) dalam Asyar (2012), media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang memegang peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar.
Menurut Jalius (2009), media merupakan alat penunjang proses pembelajaran, karena penggunaan media membuat pesan yang disampaikan menjadi lebih jelas. Kehadiran media pembelajaran dalam proses pembelajaran memegang peranan yang sangat penting.
Kesulitan bahan ajar yang ingin disampaikan guru kepada siswa dapat diatasi dengan menggunakan teknologi media pembelajaran, namun selain itu media pembelajaran juga dapat digunakan untuk membuat materi menjadi menarik. Meskipun penggunaan media dapat membantu guru dan siswa dalam proses pembelajaran, namun keberadaan media pembelajaran yang tidak tepat di sekolah menjadi kendala bagi guru, dan pembuatan media pembelajaran memerlukan banyak waktu. Seringkali media pembelajaran yang digunakan bukanlah bahan pembelajaran yang sesuai.
Semua ini dapat menghambat kelancaran dan kualitas proses pembelajaran. Guru masih menggunakan metode pembelajaran tradisional, yaitu siswa diam-diam mencatat dan mendengarkan, sedangkan guru harus berperan aktif sehingga membuat proses pembelajaran menjadi monoton dan menurunkan motivasi belajar siswa sehingga berujung pada kemunduran. Masih banyak siswa yang kurang memperhatikan apa yang dijelaskan guru. Hal ini disebabkan kurangnya induksi konsentrasi dan daya tarik metode/model pembelajaran yang diterapkan guru kepada siswanya.
Guru hendaknya menggunakan media pembelajaran yang dapat membuat anak tetap fokus. Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas, maka perlu dilakukan kajian mengenai kendala IT sebagai media pembelajaran di SMK Hang Tua Belawan dan mendapatkan gambaran apa saja kendala tersebut. Apa saja kendala yang dihadapi guru dalam menggunakan teknologi sebagai media pembelajaran di SMK Hang Tuah Belawan? Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru dalam menggunakan teknologi sebagai media pembelajaran di SMK Hang Tuah Belawan sesuai dengan rumusan masalah. Hal ini bertujuan untuk menjelaskan kendala yang dihadapi guru.
1.2. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penelitan tentang kendala IT sebagai media belajar di Smks Hang Tuah Belawan perlu dilakukan untuk memberikan gambaran apa saja kendala kendala tersebut Sedangkan rumusan masalahnya adalah apa sajakah kendala yang dihadapi guru dalam penggunaan teknologi sebagai media belajar di Smks Hang Tuah Belawan? Sesuai dengan permasalah yang telah dirumuskan, serta merumuskan solusi terkait permasalahan yang telah di rumuskan .
1.3 TUJUAN
penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kendala kendala yang dihadapi guru dalam penggunaan teknologi sebagai media belajar di Smks Hang Tuah Belawan serta merumuskan solusi terkait permasalahan yang telah di rumuskan .
1.4 MANFAAT
Artikel ini akan membantu siswa mengembangkan wawasannya terhadap permasalahan dan mencari solusi terkait manajemen sekolah, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam media pembelajaran di sekolah, sehingga siswa dapat langsung menghasilkan atau merumuskan permasalahan yang ada di sekolah. Hal ini akan memberikan Anda wawasan yang lebih luas mengenai pola berpikir siswa setelah melihat langsung permasalahan administrasi sekolah.
BAB II
TINJAUN PUSTAKA A. Pengertian Management Pendidikan
Manajemen pendidikan adalah suatu disiplin ilmu dan praktik yang berkaitan dengan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, koordinasi, dan pengawasan berbagai aspek sistem pendidikan. Hal ini mencakup pengelolaan sumber daya manusia, keuangan, fisik, dan informasi untuk mencapai tujuan dan hasil pendidikan yang diinginkan. Manajemen pendidikan mencakup pengambilan keputusan strategis, perencanaan program, evaluasi, dan pengembangan sistem pendidikan untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan yang efisien dan efektif.
Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan siswa dan mencapai standar pendidikan yang telah ditetapkan.
B. Permasalah manajemen Pendidikan di sekolah
Permasalahan pengelolaan pendidikan di sekolah berbeda-beda tergantung konteks, ukuran sekolah, dan lokasi. Permasalahan umum yang mungkin ditemui dalam manajemen pendidikan sekolah antara lain:
1. Pengelolaan sumber daya keuangan:
- Terbatasnya anggaran pendidikan.
- Penggunaan dana sekolah yang tidak efisien.
・Sulit mengumpulkan dan mengelola biaya sekolah.
2. Manajemen sumber daya manusia:
・Kualifikasi guru tidak memadai.
- Kesulitan merekrut dan mempertahankan guru yang berkualitas.
- Konflik dalam tim pengajar.
3. Kurikulum dan pembelajaran:
-Kurikulum yang tidak memenuhi kebutuhan siswa.
- Metode pengajaran yang tidak konsisten.
・Kualitas bahan ajar rendah.
4. Infrastruktur dan teknologi:
- Fasilitas fisik seperti ruang kelas dan perpustakaan terbatas.
- Terbatasnya akses terhadap teknologi pendidikan.
5. Manajemen sekolah:
- Manajemen sekolah yang tidak efisien.
・Ada masalah pada pengelolaan data siswa.
- Tidak ada sistem pelaporan yang tepat.
6. Disiplin dan kepatuhan siswa:
- Masalah kedisiplinan siswa.
- Tingginya angka ketidakhadiran dan putus sekolah.
7. Keterlibatan Orang Tua:
- Partisipasi orang tua dalam pendidikan rendah.
・Koordinasi antara sekolah dan orang tua sulit dilakukan.
8. Meningkatkan reputasi dan kinerja:
- Tidak ada mekanisme evaluasi yang tepat.
- Kurangnya upaya menuju perbaikan berkelanjutan.
9. Perubahan sosial dan budaya:
- Dampak perubahan sosial dan budaya terhadap sistem pendidikan.
- Kesenjangan pendidikan antar kelompok sosial.
10. Manajemen krisis:
- Menghadapi situasi krisis seperti bencana alam atau perubahan kebijakan pendidikan.
Untuk mengatasi masalah ini, sekolah perlu menerapkan manajemen yang efisien dan strategi perbaikan berkelanjutan. Hal ini memerlukan perencanaan yang tepat, penggunaan data yang akurat, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk guru, staf sekolah, orang tua, dan otoritas setempat.
C. Penggunaan IT Dalam Media Belajar
Media pembelajaran merupakan sarana penyampaian pesan dan informasi pembelajaran. Media pembelajaran yang dirancang dengan baik dapat sangat membantu siswa dalam mencerna dan memahami isi pelajaran. Dengan berkembangnya teknologi informasi di era globalisasi dan informasiisasi, perkembangan media pembelajaran pun semakin canggih. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai media pembelajaran sudah menjadi hal yang penting. Merancang media dengan menggunakan TIK memerlukan keahlian khusus, namun hal ini tidak berarti kita harus menghindari atau meninggalkan media.
Media pembelajaran berbasis TIK antara lain internet, intranet, telepon seluler, dan ruang CD/flash disk. Kemajuan teknologi informasi telah mendorong banyak perubahan, termasuk dalam bidang pendidikan sehingga memunculkan konsep e-learning. E-learning menjadikan penyampaian pembelajaran lebih efektif dan efisien. E-learning memungkinkan siswa untuk aktif dan kreatif.
E-learning menawarkan banyak manfaat bagi peserta didik, pendidik, dan penyelenggara pendidikan, antara lain program yang lebih menarik dan berkesan serta fleksibilitas materi pembelajaran. Integrasi teknologi informasi dalam pendidikan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Belajar merupakan proses kompleks yang terjadi pada semua orang sepanjang hidupnya. Proses belajar terjadi melalui interaksi antara seseorang dengan lingkungannya.
Oleh karena itu, pembelajaran dapat berlangsung kapan saja dan dimana saja.
Media secara umum diartikan sebagai alat komunikasi yang menyampaikan pesan dari sumber kepada penerima. Pemahaman ini mengarah pada pemahaman yang lebih spesifik tentang media. Secara lebih luas, media adalah alat yang berisi pesan-pesan dan memungkinkan orang-orang dan siswa untuk secara langsung fokus pada pesan-pesan tersebut. Pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif
Penggunaan media pembelajaran berupa gambar dan video mampu menarik perhatian siswa dibandingkan dengan penjelasan verbal. Guru dapat menciptakan berbagai kegiatan dan memotivasi siswa melalui gambar dan foto dari objek yang dibicarakan.
Proses pembelajaran dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun Audio, video dan program komputer (offline dan online) merupakan media pembelajaran yang dapat digunakan kapanpun dan dimanapun sesuai dengan kondisi dan situasi guru dan siswa.
Menumbuhkan sikap positif siswa terhadap proses pembelajaran. Penggunaan media yang dirancang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa akan menimbulkan sikap positif dikalangan siswa terhadap proses belajar mengajar.
BAB III
Berdasarkan masalah yang diteliti, metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Menurut Sugiyono (2012), penelitian kualitatif adalah suatu metode penelitian yang berlandaskan filsafat post-positivisme dan digunakan untuk mempelajari keadaan objek ilmu pengetahuan, yang alat utamanya adalah peneliti. Dalam penelitian ini, peneliti mendeskripsikan kendala-kendala yang dihadapi pendidik ketika menggunakan IT sebagai media pembelajaran di SMA Hang Tua Belawan.
Penelitian ini dilakukan di SMK Hang Tuah Belawan yang berlokasi di Jl. Selma Hanafia No. 5, Belawan Kota Medan. Pada saat peneliti melakukan penelitian ini, tanggal 15 Oktober 2023 awal bulan Oktober merupakan semester ganjil.
Data atau informasi yang dikumpulkan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Dalam penelitian ini observasi dilakukan dengan cara mengamati langsung dan mencatat pokok bahasan pembelajaran, yaitu dengan mengamati proses pembelajaran yang dilakukan guru dengan menggunakan IT sebagai media pembelajaran. Selanjutnya amati kesulitan dan kendala apa saja yang dialami guru dalam menggunakan media IT selama kegiatan pembelajaran.
Sedangkan pada penelitian ini dilakukan wawancara untuk mengumpulkan data mengenai kendala-kendala yang dihadapi guru dalam menggunakan dan memanfaatkan media pembelajaran berbasis IT. Dan setelah melihat peneliti merumuskan solusi masalah atau memberikan solusi terhadap masalah yang dirumuskan, maka peneliti tidak hanya menjadi instrumen penelitian utama saja, namun juga menentukan fokus penelitian, Anda juga akan menjadi perencana penelitian yang akan memilih informan. di lapangan dan mengumpulkan data. , mengolahnya dan menarik kesimpulan sementara, serta menganalisis data yang diperoleh di lapangan (Djaelani, 2013)
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian mengenai kendala guru penggunaan IT sebagai media belajar di Smks Hang Tuah Belawan dapat dideskripsikan sebagai berikut:
a. Kendala guru dalam penggunaan komputer sebagai media pembelajaran Berdasarkan hasil observasi/pengamatan yang dilakukan terhadap 5 orang guru SMK Hang Tuah Belawan yaitu YS, EL, DW, FD, ML, 3 orang belum mampu menggunakan komputer sebagai media pembelajaran sedangkan sisanya Dua orang yaitu YS sudah menunjukkan . Komputer sudah dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran meskipun tidak digunakan secara rutin.
Hal ini didukung dengan data wawancara dengan YS (15 Oktober 2023). YS mengatakan, “Kalau hanya ingin dijadikan media pembelajaran saja bisa, tapi tetap perlu banyak pelatihan IT.” Lebih lanjut ia menambahkan, ``Sejauh ini tidak ada kendala dalam penggunaan laptop sebagai media proses pembelajaran. Permasalahannya adalah jaringan internet yang kurang karena internet hanya tersedia di ruang dosen. Masing-masing terlalu jauh. pergi untuk terhubung ke kelas, ”tambahnya. .
. Berdasarkan wawancara dengan YS (15 Oktober 2023), ia merasa kesulitan mempelajari fungsi alat-alat pada laptop dan LCD yang ada, serta enggan menggunakan media tersebut untuk belajar. Baginya, pembelajaran bisa dilakukan dengan media lain, seperti gambar yang digambar di karton atau cetakan. FD juga menyampaikan bahwa meskipun di beberapa sekolah jumlah laptop dan LCD mencukupi, namun distribusinya tidak merata sehingga menyebabkan kurangnya konsentrasi di sekolah, sehingga beberapa sekolah lebih memilih untuk tetap mengajar dengan cara tradisional. dia menambahkan. Di sekolah kejuruan, kegiatan belajar menggunakan media kurang penting, karena siswa lebih memilih praktik langsung di lapangan atau workshop dibandingkan belajar di kelas.
b. Kendala guru menggunakan powerpoint sebagai media pembelajaran
Berdasarkan observasi ditemukan tiga responden yaitu guru berinisial EL, DW, dan ML tidak mampu menggunakan PowerPoint sebagai media pembelajaran. Selain ketiga responden tersebut, terdapat tiga responden lainnya. Yakni guru yang berinisial YS, FD, dan KD.
Meskipun mereka dapat menggunakan PowerPoint, mereka masih mengalami beberapa masalah dengan animasi, desain, dan penyesuaian warna teks dengan warna latar belakang. . Hal ini didukung oleh data wawancara dengan responden EC yang menyatakan: “Ada beberapa kendala yang dialami orang dalam membuat media menggunakan PowerPoint, salah satunya adalah saat mengatur background agar sesuai dengan teks. Anak-anak lebih menyukai background dengan gambar atau animasi, kami kesulitan menyesuaikan teks
mengalami kendala dalam mengatur warna background agar sesuai dengan teks, dan kendala guru dalam membuat media pembelajaran, terlihat kurang kreatifnya.
c. Ketersediaan infokus dan printer
Berdasarkan data observasi, kami menemukan bahwa ketersediaan infocus dan printer di sekolah kurang memadai dan tidak selalu tersedia pada saat dibutuhkan. Hal ini dibuktikan dengan saya hanya memiliki satu infocus yang berfungsi dan satu printer. Artinya guru yang menggunakannya harus diganti.
d. jangkauan layanan internet ke semua kelas
Dari hasil observasi diketahui bahwa tidak semua kelas mempunyai akses internet, dan hanya satu kelas yang mempunyai akses internet karena letaknya yang dekat dengan ruang guru, dan tidak tersedia layanan jaringan internet.
Hal ini juga yang menjadi salah satu kendala dalam pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran. Akibatnya, para guru kehilangan ``rasa'' dan semangat untuk mendukung upaya peningkatan pemanfaatan TI sebagai media pembelajaran di sekolah.
Setelah dilakukan pengolahan data observasi dan wawancara, ditemukan bahwa secara keseluruhan terdapat beberapa kendala yang dialami guru dalam memanfaatkan TI sebagai media pembelajaran di SMK Hang Tua Belawan. (1) Kurangnya pengetahuan guru mengenai pemanfaatan TI. Media berbasis IT (laptop/komputer, infocus, printer, internet) karena faktor usia dan waktu. (2) keterbatasan (kuantitas dan kualitas) peralatan TI yang tersedia di sekolah; Misalnya LCD yang belum memadai atau jaringan internet yang tidak dapat diakses oleh seluruh kelas di lingkungan sekolah karena keterbatasan jarak. (3) Sekolah tidak menekankan atau mewajibkan guru mengajar menggunakan media IT. (4) Masih banyak guru yang belum menguasai atau memahami fungsi media pembelajaran (5) Siswa melakukan praktik langsung di lapangan dibandingkan belajar di kelas.
e. merumuskan solusi pemecahan masalah terhadap masalah kendala penggunaan it sebagai media belajar mengajar di Smks hang tuah Belawan
berdasarkan dari permasalahan dan kendala yang telah penulis rumuskan di atas penulis merumuskan pemecahan solusi terhadap masalah tersebut yaitu:
1. Infrastruktur IT yang Memadai:sekolah harus memiliki infrastruktur IT yang memadai, termasuk koneksi internet yang stabil, perangkat keras yang cukup, dan perangkat
lunak pendukung. Karena di sekolah infrastruktur di sekolah Smk Hang Tuah Belawan belum memadai sepenuhnya
2. Pelatihan Guru: Selenggarakan pelatihan rutin bagi guru agar mereka terampil dalam menggunakan teknologi pendidikan, seperti platform pembelajaran online, perangkat lunak pembelajaran, dan perangkat keras. Karena di sekolah Smk Hang Tuah Belawan guru masih banyak yang belum bisa menggunakan computer dan juga belum paham mengenai IT bnayak guru yang jarang dan malas masuk jika les ke 8 ke atas harus di adakannya pelatihan guru yang seharusnya di laksanakan di sekolah Smk Hang Tuah Belawan.
3. Kurikulum Digital: Integrasikan elemen-elemen digital ke dalam kurikulum, termasuk materi pembelajaran yang bisa diakses secara online, sumber daya digital, dan proyek-proyek berbasis teknologi.
4. Aksesibilitas: Pastikan semua siswa memiliki akses ke perangkat IT, seperti tablet atau komputer, dan berikan bantuan kepada siswa yang mungkin menghadapi kesulitan dalam mengaksesnya.
5. Dukungan Teknis: Sediakan tim dukungan teknis di sekolah untuk membantu siswa dan guru saat mengalami masalah teknis.
6. Evaluasi Rutin: Lakukan evaluasi rutin terhadap penggunaan IT sebagai media pembelajaran untuk mengidentifikasi masalah dan menyesuaikan strategi.
Solusi ini dapat membantu mengatasi kendala penggunaan IT dalam pembelajaran di SMK dan meningkatkan efektivitas pendidikan berbasis teknologi.
BAB V KESIMPULAN
A. KESIMPULAN
Berdasarkan temuan penelitian yang dilakukan mengenai hambatan penggunaan media IT oleh pendidik dalam pembelajaran di SMK Hang Tuah Belawa, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: (1) Kurangnya pengetahuan guru mengenai penggunaan media berbasis IT (laptop/komputer, infocus, printer, internet), disebabkan oleh faktor usia dan waktu penggunaan. (2) keterbatasan (kuantitas dan kualitas) peralatan TI yang tersedia di sekolah; Misalnya LCD yang belum memadai atau jaringan internet yang tidak dapat diakses oleh seluruh kelas di lingkungan sekolah karena keterbatasan jarak. (3) Sekolah tidak menekankan atau mewajibkan guru mengajar menggunakan media IT. (4) Masih banyak guru yang belum sepenuhnya memanfaatkan atau memahami fungsi media pembelajaran.(5) Siswa lebih sering melakukan praktik langsung di lapangan dibandingkan belajar di kelas, sehingga perlu dikembangkan pemanfaatan TI secara teknis. SMA yang berlokasi di kawasan Titi Papan. Provinsi Medan Belawan. Sumatera Utara. Membantu pendidik membuat kegiatan belajar menjadi lebih menarik dan memotivasi.
DAFTAR PUSTAKA
Rahma Dalena1 , Sri Maryani2 , Dencik3 dan Dwi Amelia Galuh Primasari, KENDALA penggunaan it sebagai media belajar di smp negeri 4 gelumbang,2019,
BAHAN MR manajemen pendidikan.pdf
wehelmina lodia kause1 , sirilus m. lelan, manajemen pendidikan sekolah menengah atas/sekolah menengah kejuruan di provinsi nusa tenggara timur,2020,
administratio,+journal+manager,
+3+manajemen+pendidikan+sekolah+menengah+atas.pdf