TUJUAN
Melakukan pengamatan preparat sel eukariot dan sel prokariot menggunakan mikroskop dan Memahami perbedaan sel eukariot dan prokariot dengan melakukan pengamatan mikroskopis.
TINJAUN PUSTAKA
Sel merupakan unit hidup terkecil dalam sistem kehidupan. Sel induk adalah sel biologis yang tidak berdiferensiasi yang dapat berdiferensiasi menjadi sel khusus dan dapat membelah untuk menghasilkan lebih banyak sel induk (Khan et al., 2017). Sel saling berkomunikasi dan berinteraksi untuk menjalankan proses hidup, dalam komunikasi tersebut, hal yang sangat penting adalah komitmen antar sel dimana keberadaan suatu sel dalam jaringan dikarenakan diperlukan oleh sel yang lainnya. Konsep ini juga menunjukkan bahwa dalam tingkatan sel sudah terdapat mekanisme homeostatis dan keteraturan dengan adanya komunikasi yang seimbang antar sel tersebut. Apabila keberadaan sel sudah tidak dibutuhkan dalam suatu jaringan yang dapat misal dikarenakan jumlah dalam suatu jaringan sudah mencukupi, maka sel tersebut akan mengalami apoptosis. Kondisi tersebut perlu dilakukan dalam rangka menjalankan fungsi suatu bagian (jaringan atau organ) untuk menunjang proses hidup organisme (Gawad et al., 2020).
Khan, M.A., Archana, J., Shakkarpude, J.(2017). Stem Cells from a Biological Perspective in Animals: A Review. International Journal of Environment, Agriculture and Biotechnology (IJEAB), 2(5): 2679-2684.
Organisme tingkat tinggi seperti hewan dan tumbuhan akan memiliki sel-sel dengan karakteristik komposisi, struktur, dan fungsi tertentu sehingga mampu membangun sistem kerjasama antar sel dengan sel untuk membentuk jaringan, kemudian menyusun organ, menjadi sistem organ dan pada akhirnya terbentuklah organisme, dalam keseluruhan proses yang kompleks tersebut, maka sel dengan sel yang lain akan membentuk serangkaian interaksi dan komunikasi antar selnya untuk mendukung sistem dalam organisme. Dengan demikian interaksi untuk terjadinya komunikasi antar sel-sel yang terletak dalam satu jaringan, ataupun sel-sel yang terletak pada jaringan yang berbeda sangat dibutuhkan untuk menjalankan sistem kehidupan organisme secara berkesinambungan (Gawad et al., 2020).
Gawad, J., Bhakti, C., Pradeep, B., Amol, M., and Savita, T. (2015). OVERVIEW OF CELL SIGNALING AND CELL COMMUNICATION. Journal of Pharmaceutical Biology, 5(2): 104-107.
Selain virus ada juga struktur sel terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Kedua jenis sel tersebut samasama mempunyai perintang selektif atau membran plasma dan sitoplasma. Membran plasma ini menyelubungi sitosol, tempat organel sel berada.
Semua sel mengandung kromosom yang membawa gen dalam bentuk DNA dan ribosom yang membuat protein dengan instruksi dari gen. DNA pada sel eukariotik terdapat pada nukleus yang diselubungi membran ganda. Sedangkan pada prokariot, DNA tidak terselubungi oleh membran (Nendissa et al., 2023).
Nendissa, S.J., Anita, M.N., Nadya, T.W., Ayu, M.D., Umi, H., Rina, H.P. (2023). Biologi Sel.
Bandung:Penerbit Widina Bhakti Persada Bandung.
Eukariota uniseluler berbeda dari prokariota dengan beberapa karakteristik seperti motilitas, ketebalan sel, organel intraseluler, dll. Eukariota telah memisahkan transkripsi dari translasi, sedangkan prokariota tidak. Mudah untuk melihat masingmasing ciri ini sebagai sesuatu yang diperoleh eukariota selama evolusi, namun kami ingin menyatakan bahwa masingmasing ciri ini sebenarnya adalah hasil dari proses kehilangan. Sel eukariotik adalah sel yang memiliki inti di dalam sel dan terdiri dari organel dan batas yang tepat. “Sel tumbuhan adalah sel eukariotik dengan inti sejati bersama dengan struktur khusus yang disebut organel yang menjalankan fungsi spesifik tertentu. Prokariotik adalah organisme bersel tunggal yang merupakan bentuk kehidupan paling primitif di bumi (Kumar, 2021).
Kumar, R.(2021). Evaluasi Sel Prokariotik dan Eukariotik. Jurnal Penelitian Farmasi Asia (AJPRes.), 11(3): 1-4.
PEMBAHASAN
Sel merupakan unit struktural dan fungsional organisme hidup. Organisme terkecilterdiri dari sel tunggal, sebaliknya tubuh manusia mengandung sedikit 1014 sel. Terdapat berbagai jenis sel, yang amat bervariasi dalam ukuran, bentuk dan fungsi khususnya. Tiap sel dikelilingi oleh membran tipis yang membuatnya terpisah dan mencukupi diri sendiri. Membran sel disebut juga membran plasma atau membran sitoplasma yang bersifat permeable. Didalam tiap sel terdapat sitoplasma, tempat berlangsungnya hampir semua reaksi enzimatis dari metabolisme sel. Dalam sitoplasma, energi kimia digunakan oleh sel untuk membangun dan mempertahankan strukturnya.
Didalam sitoplasma sel juga terdapat ribosom, suatu granula kecil yang berdiameter 18 sampai 22 nm, yang berfungi mensintesis protein. Dan semua sel hidup dilengkapi dengan inti sel dimana tempat terjadinya replikasi senyawa genetik dan penyimpanan dalam bentuk asam deoksiribonukleat (DNA) (Satiyarti et al., 2017).
Satiyarti, R.B., Nurmilah, dan Tina, D.R.(2017). IDENTIFIKASI FRAGMEN DNA MITOKONDRIA PADA SATU GARIS KETURUNAN IBU DARI SEL EPITEL RONGGA MULUT DAN SEL FOLIKEL AKAR RAMBUT. Jurnal Tadris Pendidikan Biologi, 8(1):13-27.
Struktur internal sel prokariot sangat sederhana dibandingkan dengan sel eukariot. Ukuran sel prokariot jauh lebih kecil dibandingkan sel eukariot. DNA sel eukariot dilingkupi membran inti, sedangkan DNA prokariot tidak dilingkupi membran. Sel prokariot sangat sederhana dibandingkan sel eukariot. Sel eukariot jauh lebih besar dan lebih kompleks dibandingkan sel prokariot. Pada sel eukariot terdapat organel sel yang mempunyai struktur bermembran tertutup (membrane-enclosed), seperti mitokondria dan kloroplast. Mitokondria adalah tempat respirasi sel, sedangkan kloroplast tempat fotosintesis. Organel sel bermembran tertutup hanya dimiliki oleh sel eukariot. Eukariot dan prokariot mempunyai ribosom yang merupakan organel sel yang tidak memiliki membran. Inti dari genom sel eukariot adalah tempat sintesa RNA. RNA yang telah disintesa ke luar inti sel, kemudian ditranslasi di luar inti sel. Pada prokariot mRNA ditranslasi selagi mRNA ditranskripsi (sintesa RNA dari DNA). Perbedaan lain yang menarik adalah sel prokariot mempunyai DNA sirkular berukuran kecil yang dinamakan DNA plasmid. Pada sel eukariot, plasmid ditemukan pada eukariot yang paling sederhana, seperti pada sel Saccharomyces cerevisiae. Ukuran DNA plasmid jauh lebih kecil dibandingkan DNA genomnya. Dengan demikian, struktur internal sel prokariot sangat sederhana dibandingkan sel eukariot (Azhar, 2016).
Azhar, M.(2016). BIOMOLEKUL SEL KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN ENZIM.Padang: UNP Press Padang.
L. acidophilus telah ditemukan memainkan peran penting dalam banyak aspek kesehatan manusia.
Karena ketahanannya yang baik terhadap asam dan garam empedu, ia memiliki prospek penerapan yang luas dalam sediaan probiotik yang fungsional dan dapat dimakan. Dalam ulasan ini, kami mengeksplorasi karakteristik dasar dan fungsi biologis L. acidophilus berdasarkan kemajuan penelitian yang dicapai sejauh ini di seluruh dunia. Berbagai permasalahan yang harus dipecahkan terkait penerapan produk probiotik dan pengembangannya di masa depan juga dibahas (Gao et al., 2022). Ragi apikulat dari genus Hanseniaspora/Kloeckera merupakan spesies utama yang terdapat pada buah anggur matang dan berperan penting pada awal fermentasi, menghasilkan enzim dan senyawa aroma yang memperluas keragaman warna dan rasa anggur. Studi genetik dan fisiologi baru-baru ini telah meningkatkan pengetahuan tentang spesies Hanseniaspora/Kloeckera (Martin et al., 2018). Saccharomyces cerevisiae adalah eukariota yang paling baik dipelajari dan alat yang berharga untuk sebagian besar aspek penelitian dasar organisme eukariotik. Hal ini disebabkan oleh sifat uniselulernya, yang seringkali menyederhanakan masalah, menawarkan kombinasi fakta bahwa hampir semua fungsi biologis yang ditemukan pada eukariota juga ada dan terpelihara dengan baik di S. cerevisiae (Parapouli et al., 2020).
Martin, V., Maria, J.V., Karina, M., Eduardo, B., and Francisco, C.(2018). Oenological Impact of the Hanseniaspora/Kloeckera Yeast Genus on Wines—A Review. Journal
Fermentation, 4(3):1-21.
Parapouli, M., Anastasios, V., Amalia, S., and Efstathios, H. (2020). Saccharomyces cerevisiae and its industrial applications. Journal Microbiology, 6(1): 1-31.
Gao, H., Xin, L., Xiatian, C., Deng, H., Chuang, W., Lei, Z., and Peifeng, L.(2022). The Functional Roles of Lactobacillus acidophilus in Different Physiological and Pathological Processes. Journal Microbiol. Biotechnol, 32(10):1226-1233.
Dalam mempersiapkan kultur Sacharomyces cereviceae, Lactobacillus acidophilus, dan Hanseniaspora dari cawan petri diambil menggunakan ose dan dimasukkan kedalam tabung reaksi yang berisi aquadest 10 mL. Dilakukan pengenceran berseri terhadap kultur L. bulgaricus dan yeast S. cerevisiae sebanyak 2 kali pengenceran. Hasil pengenceran diambil beberapa tetes dan diletakkan pada gelas benda. Kemudian diamati menggunakan mikroskop. Pengamatan sel L. bulgaricus dan S.
cerevisiae dilakukan dari larutan yang memiliki konsentrasi sel paling pekat ke larutan encer. Data Pengamatan dianalisis dengan deskripsi kualitatif yaitu mendeskripsikan gambar pengamatan dan mengaitkannya dengan dasar teori dan penelitian yang relevan.
Sel tumbuhan adalah sel eukariotik dengan inti sejati bersama dengan struktur khusus yang disebut organel yang menjalankan fungsi spesifik tertentu. Ini mencakup berbagai komponen yang dikenal sebagai organel sel yang menjalankan fungsi berbeda untuk menompang diri. Membran plasma : dinding sel adalah untuk melindungi dan memberikan dukungan struktural pada sel, Membran sel berfungsi berperan penting dalam mengatur keluar masuknya zat tertentu di dalam sel.
Sitoplasma : Terdiri dari seluruh komponen seluler di dalam membran plasma dan nukleus (Aparat golgi, Ribosom, Retikulum Endoplasma, Kompleks Golgi, Lisosom, Peroksisom ). Inti : Nukleus adalah struktur terikat membran yang hanya ada pada sel eukariotik. Fungsi vital nukleus adalah untuk menyimpan DNA atau informasi keturunan yang diperlukan untuk pembelahan sel, metabolisme, dan pertumbuhan (Kumar, 2021).
Prokariot merupakan organisme bersel tunggal. Sel prokariot mempunyai tiga bentuk dasar yaitu berbentuk bola (cocci), seperti batang (bacilli) dan seperti spiral melingkar (spirilla).
Umumnya, prokariot mempunyai ukuran 1-10μm. Kebanyakan bakteri tidak mempunyai ruang membran internal, meskipun ada banyak pengecualian. Membran plasma biasanya dikelilingi oleh dinding sel yang merupakan jaringan kaku yang berikatan kovalen antara karbohidrat dan rantai peptida. Sel prokariot mempunyai tiga struktur dinding sel yang berbeda sehingga dikenal mycoplasma, bakteri gram-positip dan bakteri gram-negatif (Azhar, 2016).
L. acidophilus merupakan sel prokariot yang tidak memiliki nukleus, yang menyebabkan genetiknya tidak terpisah dari protoplasma lainnya. Sel prokariotik juga tidak memiliki sistem endomembran yang teratur seperti sel eukariotik. Sel prokariotik memiliki membran plasma yang lebih tipis dan hidup, dan bersifat semipermeabel. L. acidophilus merupakan salah satu spesies flora mikroba bermanfaat dan telah terbukti memiliki banyak sifat probiotik yang baik yang secara garis besar dapat dibagi menjadi dua kategori. Kategori pertama mencakup sifat-sifat probiotik penting dari L. acidophilus yang telah dibuktikan secara in vitro dan mencakup toleransi terhadap pH rendah, resistensi empedu, adhesi ke sel usus besar manusia dalam kultur sel, produksi antibiotik, aktivitas laktase, dan stabilitas produk (Gao et al., 2022).
Sacharomyces cerevisiae dan Hanseniaspora merupakan sel eukariot yang memiliki nukleus, yang terdiri dari DNA dan ribosom. Nukleus berfungsi sebagai pusat kontrol dan pengaturan sel.
Sel eukariotik juga memiliki sistem endomembran, yang terdiri dari membran plasma, mitokondria, ribosom, endoplazma retikulum, golgi, peroxisom, liposom, vesikulom, lisosom, plastid, dan nukleolus. Kegunaan bioteknologi S. cerevisiae terletak pada karakteristik biologisnya yang unik, yaitu kapasitas fermentasinya, disertai dengan produksi alkohol dan CO2 serta ketahanannya terhadap kondisi osmolaritas dan pH rendah yang merugikan. Di antara aplikasi paling menonjol yang melibatkan penggunaan S. cerevisiae adalah pada industri makanan, minuman -terutama anggur- dan produksi biofuel (Prapouli et al., 2020). Hanseniaspora spesies utama yang terdapat pada buah anggur matang dan berperan penting pada awal fermentasi, menghasilkan enzim dan senyawa aroma yang memperluas keragaman warna dan rasa anggur (Martn et al., 2018).
Dengan hasil pengamatan yang telah dilakukan pada 3 sampel antara lain, Sacharomyces cereviseae, lactobacillus acidophilus, dan Hanseniaspora menemuka perbedaan dari sel eukariot dan prokariot dengan melakukan pengamatan mikroskop. Dalam hasil pengamatan juga pengamatan bentuk dan struktur sel eukariotik dan prokariotik dapat membantu mengingatkan konsep biologi sel, struktur sel, dan perbedaan fundamental antara eukariot dan prokariot.
Pengamatan bentuk dan struktur sel dapat menjadi dasar untuk memahami fungsi-fungsi organel sel eukariotik dan prokariotik, serta perbedaan dalam pengaturan genetik dan sistem endomembran.
KESIMPULAN
Sel dibedakan menjadi dua yaitu sel eukariotik dan prokaritik, yang memilik perbedaan di struktur sel. Hasil dari pengamatan ini menemukan 3 sampel, yang dikelompolokan kedalam sel eukariot karena dapat diliat dari strukturnya yang terliat flagel dan sel prokariot.