LAPORAN PRAKTIKUM II PENGENALAN C++
Dosen pengampu : Arnita irianti, S.Si.,M.Si
OLEH :
NAMA : RAHMADI NIM : D0223309
KELAS : INFORMATIKA A 2023
PRODI INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULAWESI BARAT TAHUN AKADEMIK 2023/2024
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur Saya haturkan kehadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya bisa menyelesaikan laporan praktikum berjudul “Pengenalan C++” Tidak lupa juga saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut memberikan kontribusi dalam penyusunan laporan ini.
Tentunya, tidak akan bisa maksimal jika tidak mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Sebagai penyusun, saya menyadari bahwa masih terdapat kekurangan, baik dari penyusunan maupun tata bahasa penyampaian dalam laporan ini. Oleh karena itu, saya dengan rendah hati menerima saran dan kritik dari pembaca agar saya dapat memperbaiki laporan ini.
Saya berharap semoga laporan yang saya susun ini memberikan manfaat dan juga inspirasi untuk pembaca.
Wonomulyo, 12 november 2023
Penulis
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR... i
DAFTAR ISI ... ii
DAFTAR GAMBAR ...iii
DAFTAR TABEL ... iv
BAB I PENGENALAN C++ ... 1
A. TUJUAN ... 1
B. PETUNJUK ... 1
C. DASAR TEORI ... 1
1. TIPE DASAR ... 1
2. TIPE DATA ARRAY. ... 2
3. ALGORITMA ... 2
4. PERNYATAAN FOR ... 3
D. HASIL PRAKTIKUM ... 4
1. DEKLARASI TIPE DATA ... 4
2. PENGGUNAAN TIPE DATA ARRAY ... 10
E. TUGAS PRAKTIKUM ... 15
A. ANALISIS 1 ... 15
BAB II PENUTUP ... 18
A. KESIMPULAN ... 18
B. SARAN... 18
DAFTAR PUSTAKA ... 19
iii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 output deklarasi variabel ... 6
Gambar 2 output ... 7
Gambar 3 output ... 9
Gambar 4 output hasil array ... 12
Gambar 5 output hasil array dan pointer ... 15
DAFTAR TABEL
Tabel 1 deklarasi tipe data (int) ... 4
Tabel 2 deklarasi tipe data (int,double) ... 6
Tabel 3 deklarasi tipe data(int, long,) ... 8
Tabel 4 deklarasi tipe data array dan pointer ... 10
Tabel 5 deklarasi tipe data array dan pointer ... 12
1 BAB I
PENGENALAN C++
A. TUJUAN
Setelah menyelesaikan modul ini diharapkan mahasiswa akan mampu:
1. Mengenali dan menggunakan C++ dengan baik.
2. Membuat program sederhana menggunakan bahasa C++.
B. PETUNJUK
1. Awali setiap aktivitas anda dengan doa, agar anda lancar dalam belajar.
2. Instalasi aplikasi yang mendukukng.
3. Kerjakan tugas-tugas praktikum dengan baik, jujur, dan sabar.
4. Tanyakan kepada asisten apabila ada hal-hal yang kurang jelas.
C. DASAR TEORI 1. Tipe Dasar
Dalam dunia pemrograman yang termasuk kedalam tipe dasar adalah bilangan lojik, bilangan bulat, karakter, bilangan rill, dan string. Tiga tipe dasar yang pertama disebut juga tipe ordinal karena setiap konstanta nilainya dapat ditransformasi ke suatu nilai integer.
a. Bilangan Lojik Nama Tipe
Nama tipe bilangan lojik adalah boolean (diambil dari nama seorang matematikawan Inggris, George Boole).
Ranah Nilai
Bilangan lojik hanya mengenal dua buah nilai: benar (true) atau salah (false).
2 Konstanta
Karena ranah nilai tipe boolean hanya beranggotakan dua buah nilai, maka konstanta (constant) yang terdapat pada tipe ini adalah true dan false.
Operasi
Operasi logika menghasillkan nilai true atau false.
b. Bilangan Bulat
Bilangan bulat adalah bilangan yang tidak mengandung pecahan desimal, misalnya 34, 8, 1203,0, -17, 34567892901, dan sebagainya.
Nama Tipe
Nama tipe bilangan bulat adalah integer.
Ranah Nilai
Secara teoritis, tipe bilangan bulat mempunyai ranah nilai yang tidak terbatas. Rentang nilainya adalah dari minus tidak berhingga sampai plus tidak berhingga.
Operasi
Operasi yang dilakukan terhadap bilangan bulat ada dua macam, yaitu operasi aritmetika dan operasi perbandingan. Operator yang digunakan pada masing-masing operasi disebut operator aritmetika dan operator perbandingan (atau operator relasional).
2. Tipe data Array
Dalam C++, tipe data untuk array bergantung pada jenis elemen yang disimpan dalam array tersebut. Beberapa tipe data dasar untuk array melibatkan tipe data dasar seperti int, float, char, dll.
3. Algoritma
Algoritma adalah deretan langkah-langkah untuk memecahkan suatu masalah. Terdapat beberapa defenisi lain dari algoritma – tetapi pada prinsipnya senada dengan defenisi yang diungkapkan diatas – yang kita kutip dari berbagai literatur, antara lain:
Algoritma adalah deretan langkah-langkah komputasi yang menstrampormasikan data masukan menjadi keluaran .
3
Algoritma adalah deretan instruksi yang jelas untuk memecahkan masalah, yaitu untuk memperoleh keluaran yang di inginkan dari suatu masukan dalam jumlah waktu yang terbatas.
Algoritma adalah prosedur komputasi yang terdevenisi dengan baik yang menggunakan beberapa nilai sebagai masukan dan menghasilkan beberapa nilai yang disebut keluaran. Jadi, algo- ritma adalah deretan langkah komputasi yang mentranformasikan masukan menjadi keluaran.
4. Pernyataan FOR
Kontruksi FOR digunakan untuk menghasilkan pengulangan sejumlah kali yang telah di spesifikasikan. Jumlah pengulangan diketahui atau dapat ditentukan sebelum eksekusi. Untuk mencacah berapa kali pengulangan dilakukan, kita memerlukan sebuah peubah (variable) pencacah (counter).
4 D. HASIL PRAKTIKUM
1. DEKLARASI TIPE DATA 1. Deklarasi Tipe Data (Int)
SourceCode
#include <iostream>
using namespace std;
// Mendefinsikan fungsi // untuk menukarkan dua buah bilangan
void TukarBilangan(int& X, int& Y) { int Z = X;
X = Y;
Y = Z;
// Menampilkan bilangan // yang terdapat di dalam fungsi cout<<"Di dalam fungsi"<<endl;
cout<<"Bilangan ke-1: "<<X<<endl;
cout<<"Bilangan ke-2: "<<Y<<endl;
cout<<endl;
}
// Fungsi utama int main() {
5 // Mendeklarasikan variabel // Bilangan1 dan Bilangan2 int Bilangan1, Bilangan2;
cout<<"Masukkan bilangan pertama: ";
cin>>Bilangan1;
cout<<"Masukkan bilangan kedua : ";
cin>>Bilangan2;
cout<<endl;
// Menampilkan nilai awal cout<<"Keadaan awal"<<endl;
cout<<"Bilangan ke-1: "<<Bilangan1<<endl;
cout<<"Bilangan ke-2: "<<Bilangan2<<endl;
cout<<endl;
// Memanggil fungsi TukarBilangan() TukarBilangan(Bilangan1, Bilangan2);
// Menampilkan nilai akhir // setelah pemanggilan fungsi TukarBilangan()
cout<<"Keadaan akhir"<<endl;
cout<<"Bilangan ke-1: "<<Bilangan1<<endl;
cout<<"Bilangan ke-2: "<<Bilangan2;
return 0;
6 }
tabel 1 Deklarasi Tipe Data (int)
Tipe data yang digunakan
Int (integer) merupakan salah satu tipe data dalam pemrograman komputer yang digunakan untuk merepresentasikan bilangan bulat.
Tipe data integer digunakan untuk menyimpan angka bulat, baik positif maupun negatif, tanpa desimal atau pecahan.
Hasil
Gambar 1 output : deklarasi variable 1
2. Deklarasi Tipe Data (Int, Double) SourceCode
#include <iostream>
using namespace std;
// Mendefinisikan fungsi
// untuk menghitung keliling lingkaran double KelilingLingkaran(const float PI, int jari_jari) {
return (2*PI*jari_jari);
}
7 // Fungsi utama
int main() { int r;
double HASIL;
cout<<"Masukkan panjang jari-jari lingkaran: ";
cin>>r;
// Memanggil fungsi KelilingLingkaran HASIL = KelilingLingkaran(3.14, r);
// Menampilkan hasil yang didapatkan cout<<"Keliling lingkaran = "<<HASIL;
return 0;
}
tabel 2 Deklarasi tipe data (Int , Double) Tipe data yang digunakan
Int (integer) merupakan salah satu tipe data dalam pemrograman kom- puter yang digunakan untuk merepresentasikan bilangan bulat. Tipe data integer digunakan untuk menyimpan angka bulat, baik positif maupun negatif, tanpa desimal atau pecahan.
Double merupakan tipe data dalam pemrograman computer yang digunakan untuk merepresentasikan bilangan decimal misalnya 4.675, dll
Hasil
Gambar 2 : output 2
8 3. Deklarasi Tipe Data (int, Long)
SourceCode
#include <cstdlib>
#include <iostream>
using namespace std;
long pangkat(int x, int y){
if(y==0){
return 1;
}
else if(y==1){
return x;
} else{
return x*pangkat(x,y-1);
} }
int main(int argc, char *argv[]) {
int bil,eks;
cout<<"Masukkan nilai bil:"<<endl;
cin>>bil;
9
cout<<"Masukkan nilai eks:"<<endl;
cin>>eks;
cout<<"hasil: "<<pangkat(bil,eks);
system("PAUSE");
return EXIT_SUCCESS;
}
tabel 3 deklarasi tipe data (int, Long) Tipe data yang digunakan
Jenis tipe data integer digunakan untuk menyimpan bilangan bulat.
Pada umumnya, tipe data ini digunakan untuk menghitung jumlah objek, indeks array, dan dalam berbagai operasi matematika. Di tahun 2023, tipe data integer masih menjadi salah satu tipe data paling populer dalam pemrograman karena efisiensi dan fleksibilitasnya. Contoh tipe data integer misalnya int, long.
Tipe long biasa digunakan saat nilainya berada di luar kapasitas rentang tipe int karena tipe long punya range sangat tinggi dibanding tipe data lainnya. Dengan kata lain, tipe long dibutuhkan saat data memiliki range di luar jangkauan tipe int, short, maupun byte.
Hasil
Gambar 3 :output 3
10
2. PENGGUNAAN TIPE DATA ARRAY 1. Array dan Pointer (1)
SourceCode include <iostream>
using namespace std;
// Mendefinisikan fungsi // untuk proses input array void InputArray(int A[], int N) { for (int C=0; C<N; C++) {
cout<<"Masukkan nilai A["<<C<<"]: ";
cin>>A[C];
} }
// Mendefinisikan fungsi
// untuk menghitung jumlah (sum) // dari semua elemen array
long Jumlah(int A[], int N) { long jml = 0;
// Menjumlahkan semua elemen array for (int C=0; C<N; C++) {
jml += A[C];
}
return jml;
}
11 // Fungsi utama
int main() {
int X[100]; // Elemen maksimal adalah 100 int BanyakElemen;
long HASIL;
cout<<"Masukkan banyaknya elemen "
<<"yang diinginkan: ";
cin>>BanyakElemen;
cout<<endl;
// Memanggil fungsi InputArray InputArray(X, BanyakElemen);
// Memanggil fungsi Jumlah() // dan menampung hasilnya // ke variabel HASIL
HASIL = Jumlah(X, BanyakElemen);
// Menampilkasn hasil
cout<<"\nJumlah elemen array = "
<<HASIL;
return 0;
}
tabel 4 deklarasi tipe data Array (int, Long)
12 Tipe data yang digunakan
Jenis tipe data integer digunakan untuk menyimpan bilangan bulat.
Pada umumnya, tipe data ini digunakan untuk menghitung jumlah objek, indeks array, dan dalam berbagai operasi matematika. Di tahun 2023, tipe data integer masih menjadi salah satu tipe data paling populer dalam pemrograman karena efisiensi dan fleksibilitasnya. Contoh tipe data integer misalnya int, long.
Tipe long biasa digunakan saat nilainya berada di luar kapasitas rentang tipe int karena tipe long punya range sangat tinggi dibanding tipe data lainnya. Dengan kata lain, tipe long dibutuhkan saat data memiliki range di luar jangkauan tipe int, short, maupun byte.
Hasil
Gambar 4 : hasil output Array
2., Array dan Pointer (2) SourceCode
#include <iostream>
using namespace std;
// Mendefinisikan fungsi untuk proses input array // dengan parameter A bertipe pointer
void InputArray(int *A, int N) { for (int C=0; C<N; C++) {
13
cout<<"Masukkan nilai A["<<C<<"]: ";
cin>>A[C];
} }
// Mendefinisikan fungsi
// untuk menghitung jumlah (sum) // dari semua elemen array
long Jumlah(int *A, int N) { long jml = 0;
// Menjumlahkan semua elemen array for (int C=0; C<N; C++) {
jml += A[C];cout<<"Masukkan banyaknya elemen "
<<"yang diinginkan: ";
cin>>BanyakElemen;
cout<<endl;
// Memanggil fungsi InputArray InputArray(X, BanyakElemen);
// Memanggil fungsi Jumlah() // dan menampung hasilnya // ke variabel HASIL
HASIL = Jumlah(X, BanyakElemen);
// Menampilkan hasil
14 cout<<"\nHasilnya = "<<HASIL;
return 0;
} }
return jml; // Fungsi utama int main() {
int X[100]; // Elemen maksimal adalah 100 int BanyakElemen;
long HASIL;
}
tabel 5 deklarasi tipe data Array(Int, Long) Tipe data yang digunakan
Jenis tipe data integer digunakan untuk menyimpan bilangan bulat.
Pada umumnya, tipe data ini digunakan untuk menghitung jumlah objek, indeks array, dan dalam berbagai operasi matematika. Di tahun 2023, tipe data integer masih menjadi salah satu tipe data paling populer dalam pemrograman karena efisiensi dan fleksibilitasnya. Contoh tipe data integer misalnya int, long.
Tipe long biasa digunakan saat nilainya berada di luar kapasitas rentang tipe int karena tipe long punya range sangat tinggi dibanding tipe data lainnya. Dengan kata lain, tipe long dibutuhkan saat data memiliki range di luar jangkauan tipe int, short, maupun byte.
15 Hasil
Gambar 5 : Hasil output Array dan Pointer
E. TUGAS PRAKTIKUM A. ANALISIS 1
1. Buatlah Algoritma dari program array dan pointer
2. Jelaskan bagian mana yang menunjukkan array dan pointer 3. Perhatikan program yang diberikan dosen, kemudian jelaskan!
Jawaban
1. ALGORITMA PROGRAM ARRAY DAN POINTER Algoritma Array dan Pointer 1
a. Inisialisasi Array dan Variabel:
Tentukan ukuran maksimal array (misalnya, 100).
Deklarasikan array X dengan ukuran maksimal.
Deklarasikan variabel BanyakElemen untuk menyimpan jumlah elemen yang diinginkan.
Deklarasikan variabel HASIL untuk menyimpan hasil penjumlahan.
b. Input Banyaknya Elemen:
Tanyakan kepada pengguna untuk memasukkan jumlah elemen yang diinginkan (BanyakElemen).
c. Input Array:
Gunakan perulangan untuk meminta pengguna memasukkan nilai untuk setiap elemen array.
d. Hitung Jumlah Elemen:
Gunakan perulangan untuk menjumlahkan semua elemen array dan simpan hasilnya dalam variabel HASIL.
16 e. Tampilkan Hasil:
Tampilkan hasil penjumlahan elemen array.
Algoritma Array dan Pointer 2 a. Inisialisasi Array dan Pointer:
Tentukan ukuran maksimal array (misalnya, 100).
Deklarasikan array X dengan ukuran maksimal.
Deklarasikan pointer ptrX untuk merujuk pada alamat array X.
b. Input Banyaknya Elemen:
Tanyakan kepada pengguna untuk memasukkan jumlah elemen yang diinginkan (BanyakElemen).
c. Input Array Menggunakan Pointer:
Inisialisasi pointer ptrX untuk merujuk pada alamat array X.
Gunakan pointer ptrX untuk mengiterasi melalui array dan minta pengguna memasukkan nilai untuk setiap elemen.
d. Hitung Jumlah Elemen Menggunakan Pointer:
Inisialisasi pointer ptrX untuk merujuk pada alamat array X.
Gunakan pointer ptrX untuk mengiterasi melalui array dan hitung jumlah semua elemen (HASIL).
e. Tampilkan Hasil:
Tampilkan jumlah elemen array yang dihitung.
17
2. Bagian yang menunjukkan array dan pointer
Dalam Kode C++ yang diberikan variable ‘X’ merupakan array dan parameter ‘A’ pada fungsi ‘InputArray’ dan ‘Jumlah’ adalah pointer yang menunjukkan ke elemen-elemen array tersebut. Sebagai contoh, dalam fungsi ‘InputArray’, ‘A’ adalah pointer yang menunjuk ke array ‘X’.
void InputArray(int *A, int N) { for (int C=0; C<N; C++) {
cout<<"Masukkan nilai A["<<C<<"]: ";
cin>>A[C];
} }
Di sini ‘A’ adalah parameter yang menerima pointer yang menunjuk ke Array, dan dengan mengguunakan pointer tersebut, nilai dari array
‘X’ diubah.
Int X[100]; //Elemen maksimal adalah 100
Deklarasi array ‘X’ menunjukkan bahwa ‘X’ adalah array dengan 100 elemen bertipe int.
3. Yang saya ketahui tentang program yang dijelaskan oleh Dosen Pada codingan tersebut menggunakan codingan Bahasa c++
yang dimana C++ adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang dikembangkan dari bahasa C. Itu mendukung pemrograman berorientasi objek dan prosedural, memberikan fleksibilitas dalam pengembangan perangkat lunak. C++ digunakan secara luas dalam pengembangan perangkat lunak sistem, game, dan aplikasi desktop.
18
4. Buatlah Program tambahan pada praktikum II dengan judul perogram keliling lingkaran, yaitu menambahkan program luas lingkaran.
Jawab :
Gambar 6 : codingan luas dan keliling lingkaran Hasil
Gambar 7 : output codingan luas dan keliling lingkaran
19 BAB II PENUTUP
A. KESIMPULAN
Bahasa pemrograman C++ adalah salah satu bahasa pemrograman yang sangat berpengaruh dan sering digunakan dalam pengembangan perangkat lunak, sistem tertanam, dan pemrograman permainan.
Praktikum pemrograman dalam bahasa C++ dengan menggunakan Visual Studio Code (VS Code) bertujuan untuk memberikan peserta praktikum pemahaman dan keterampilan dasar dalam mengembangkan perangkat lunak dengan menggunakan bahasa C++ dan memanfaatkan alat pengembangan yang powerful seperti VS Code.
Tujuan dari praktikum pemrograman dalam bahasa C++ adalah memberikan peserta praktikum pemahaman dan keterampilan dalam pengembangan perangkat lunak dengan menggunakan bahasa pem- rograman C++
B. SARAN
Begitu dengan hasil laporan ini yang tentunya ada kekurangan.
Oleh karena itu saya meminta maaf dan saya masih harus banyak belajar agar lebih memahami tentang bahasa pemrograman C++.
20
DAFTAR PUSTAKA
Arnita Irianti.(2019). Dasar-Dasar Pemrograman (Modul 1 : Pengantar Pemrograman)