` LAPORAN PRAKTIKUM PENCEMARAN LAUT
Dosen Pengampu : Ikha Safitri, S.Pi, M.Si
Disusun Oleh :
Sissy Tawi Hendria_H1081221010
PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2025
Pendahuluan
Sampah tetap menjadi permasalahan lingkungan yang terus-menerus menjadi topik pembahasan. Meskipun berbagai pendekatan solutif telah diajukan dan diimplementasikan, resolusi komprehensif terhadap isu ini memerlukan proses yang berkelanjutan dan tidak dapat dicapai dalam waktu singkat. Sampah plastik, baik dalam bentuk makro maupun mikro, telah menjadi salah satu ancaman serius bagi ekosistem laut. Sampah plastik makro merujuk pada partikel plastik dengan ukuran lebih besar dari 5 mm, seperti botol, kantong plastik, dan jaring ikan, sedangkan sampah plastik mikro merupakan partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm yang berasal dari degradasi plastik makro atau produk kosmetik dan industri. Kedua jenis sampah plastik ini memiliki dampak signifikan terhadap lingkungan laut, baik secara fisik maupun kimia.
Peningkatan produksi plastik global yang tidak diimbangi dengan sistem pengelolaan limbah yang efektif telah menyebabkan akumulasi sampah plastik di perairan laut. Plastik makro dapat menyebabkan gangguan fisik bagi biota laut, seperti menjerat hewan laut atau tersangkut di saluran pencernaan mereka. Sementara itu, plastik mikro yang bersifat persisten dan sulit terurai, dapat terakumulasi dalam rantai makanan, membawa zat-zat berbahaya seperti logam berat dan polutan organik, serta berdampak pada kesehatan organisme laut dan manusia.
Hubungan antara sampah plastik dan pencemaran laut semakin kompleks karena sifat plastik yang sulit terurai, sehingga dapat bertahan di lingkungan laut selama ratusan tahun. Selain itu, arus laut mendistribusikan sampah plastik ke berbagai wilayah, bahkan ke daerah terpencil yang jauh dari aktivitas manusia.
Metodologi
Lokasi PraktikumPraktikum ini dilaksanakan pada hari Jumat, 14 Februari 2025 yang berlokasi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura untuk praktikum makro plastik dan Sabtu, 22 Februari 2025 yang berlokasi di Wisata Borneo Bahari dan Pasar Sungai kakap untuk praktikum mikro plastik.
Gambar 1. Peta Lokasi Praktikum mikro plastik, Desa Sungai Kakap Kec. Sungai Kakap Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat
Metode
Data yang diambil adalah data primer yaitu dengan pengamatan secara langsung di lapangan.
1. Makro Plastik
Pengamatan makro plastik menggunakan metode Shoreline Survey Methodology berdasarkan NOAA (2021). Garis transek berfungsi sebagai acuan dalam pengumpulan data. Secara teknis, transek dilakukan pada wilayah yang berada di antara titik pasang tertinggi dan air surut, dengan panjang 25 meter sejajar dengan garis pantai. Lebar transek ditentukan dengan menarik garis sepanjang 1 meter ke arah daratan dan 1 meter ke arah laut (Gambar 2). Proses pengamatan dilakukan dengan berjalan kaki sepanjang garis transek tersebut. Sampah plastik dikoleksi dari dua jalur transek, masing-masing memiliki luas 25 m x 1 m. Alat
yang digunakan pada praktikum ini
adalah tali rafia, timbangan, dan roll meter.
Gambar 2. Sketsa Pengambilan Sampel
2. Mikro Plastik
Proses pengambilan sampel dilakukan dengan cara menyaring 100 mL air menggunakan plankton net. Sampel yang telah disaring kemudian dipekatkan dan dipindahkan ke dalam botol dengan volume akhir 20 mL. Selanjutnya, sampel tersebut ditempatkan dalam wadah plakon Pengamatan mikroplastik dilakukan dengan pengamatan secara visual menggunakan mikroskop binokuler XSZ 107BN dengan perbesaran 40x10.
Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah botol flakon, ember 10 L, mikroskop, dan plankton net.
Analisa Data
1. Makro Plastik
Perhitungan untuk menghitung data makro plastik berdasarkan jurnal Peranginangin et al., (2025) dan Paulan et al., (2023) :
JnTot = JnTransek 1+ JnTransek 2+ JnTransek 3
Keterangan :
Jn Tot = total jumlah sampah jenis n (buah) Jn = jumlah sampah jenis n (buah)
BnTot = BnTransek 1+ BnTransek 2+ BnTransek 3 Keterangan :
Bn Tot = total berat sampah jenis n (g)
Bn = berat sampah jenis n (g)
Keterangan :
JnX = rata-rata jumlah sampah jenis n (buah) Jn = jumlah sampah jenis n (buah)
Keterangan:
BnX = rata-rata berat sampah jenis n (g) Bn = berat sampah jenis n (g)
Keterangan:
x = jenis (item) atau berat makro debris per jenis (g)
∑ =1 total sampah semua jenis (g)
𝑋𝑖 𝑛 𝑖Keterangan:
Z = Panjang garis transek (m2) L = Lebar area transek (m) K = Bilangan konstanta (20)
2. Mikro Plastik
Berdasarkan (APHA, 1989) kelimpahan mikroplastik dapat dihitung menggunakan rumus:
Keterangan:
K = Kelimpahan mikroplastik (partikel/L) Q₁ = Luas cover glass (22x22 mm²) Q2 = Luas lapang pandang (1,1279 mm²) Vr = Volume sampel terkonsentrat (20 mL) Vo = Volume sampel yang diamati (0,5 mL) p = Jumlah lapang pandang yang diamati (6x6) V = Volume air yang disaring (100L)
ni = Jumlah partikel mikroplastik yang tercacah (partikel)
Hasil dan Pembahasan
Makro PlastikNo Kategori Jumlah Berat Kelimpahan
Plastik
1
Tutup Botol
2 2,2 0,042
Botol Plastik
11 242,9 0,223
Sedotan
4 2,8 0,084
Kantong Plastik
6 32,5 0,125
Filter rokok
3 0,4 0,066
Terpal
1 37,7 0,027
Tali Rafia
2 0,7 0,048
Wadah Kemasan
12 16,1 0,249
Gelas Plastik
6 24,4 0,1210 Paralon 2 55,7 0,04
Busa Plastik
11
Busa Spon
1 1,5 0,0212
Bahan Gabus
Lainnya
3 7,4 0,06Kain
13
Sarung Tangan
2 62,6 0,0414
Tali
1 0,9 0,0215
Kain Pel
1 32,2 0,02Karet
16
Karet Gelang
4 0,8 0,0817
Sandal
1 25 0,02Logam
18
Kaleng
8 237,7 0,1619
Besi bekas
1 224 0,02Kertas dan Kardus
20
Kertas Buku
1 1,3 0,0221
Kotak Kardus
5 141,3 0,1022
Bungkus rokok
1 7,7 0,0223
Label Baju
1 2,6 0,0224
voucher
3 1,2 0,06Kayu
25
Sumpit
2 11,4 0,0426
Tusuk Sate
8 52 0,1627
Kayu Bekas
2 28 0,04Kaca
28
Botol Kaca
3 581,2 0,06Bahan Lainnya
29
Karet Kabel
1 5,2 0,0230
Pelampung
1 112,2 0,02Total 99 1951,6 1,98
Tabel 1. Data Makro Plastik
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan jenis sampah berukuran makro yang ditemukan terdiri dari sembilan kelompok besar yaitu plastik, busa plastik, kain, karet, logam, kertas dan kardus, kayu, kaca dan bahan lainnya. Data menunjukkan bahwa sampah makro dengan persentase tertinggi ditemukan pada sampah plastik yaitu sebesar 49,5% sedangkan sampah makro dengan persentase terendah yaitu pada kategori bahan lainnya sebanyak 2,02% jumlah sampah yang terkumpul.
Gambar 3. Data Jumlah Makro Plastik
Berdasarkan hasil pengamatan, untuk jenis sampah yang berada di transek, bahwa jumlah berat sampah tertinggi yaitu pada sampah kaca dengan berat 581,2 g dan jumlah berat sampah terkecil pada sampah busa plastik dengan 8,9 g. Dengan total berat sampah makro yang terkumpulkan yaitu 1951,6 g.
Gambar 4. Data Berat Makro Plastik
No Kategori Jumlah Berat Kelimpahan CCI
Plastik
1
Tutup Botol
2 2,2 0,04 18.12
Botol Plastik
11 242,9 0,223
Sedotan
4 2,8 0,084
Kantong Plastik
6 32,5 0,125
Filter rokok
3 0,4 0,066
Terpal
1 37,7 0,027
Tali Rafia
2 0,7 0,048
Wadah Kemasan
12 16,1 0,249
Gelas Plastik
6 24,4 0,1210 Paralon 2 55,7 0,04
Tabel 2. Data Makro Plastik
Hasil kelimpahan makro debris pada transek secara keseluruhan sebesar 1,98 item/m2. Kebersihan pesisir dapat ditentukan secara objektif menggunakan Clean-Coast Index (CCI). Nilai CCI yang didapatkan yaitu sebesar 18,1. Menurut (Alkalay et al., 2007) dengan nilai CCI tersebut mengindikasikan kawasan tersebut pada kategori kotor atau banyak sampah pada kawasan tersebut.
Mikro Plastik
Praktikum dilakukan di Desa Sungai Kakap pada hari Sabtu, 22 Februari 2025. Pengamatan mikro plastik dilaksanakan untuk mengetahui kelimpahan mikro plastik yang ada di Desa Sungai Kakap sekaligus mengidentifikasi jenis-jenis mikro plastik. Pengamatan dilakukan pada dua lokasi yang berbeda. Lokasi pertama berada di Ekowisata Borneo Bahari, dan lokasi kedua berada di area pelabuhan Desa Sungai Kakap sebagai variabel kelimpahan mikroplastik pada area pemukiman.
Didapati jenis mikroplastik yang teridentifikasi ada Fiber, Fragmen, Film, Foam dan Pelet. Pada stasiun 1 yaitu di Ekowisata Borneo Bahari didapati jenis mikroplastik dengan jumlah Fiber = 25, Fragmen = 67, Film = 26, Foam = 1, dan Pelet = 16, jumlah total yang didapat 135 mikroplastik.
Sedangkan untuk stasiun 2 yaitu di Pelabuhan Desa Sungai Kakap didapati jumlah mikroplastik yang teridentifikasi Fiber = 26, Fragmen = 7, Film = 11, Foam = 2, dan Pelet = 1, jumlah total yang didapat 47 mikroplastik.
Stasiun
Persentase jenis mikroplastik (%)
Fiber Fragmen Film Foam Pelet
I 18,52 49,63 19,26 0,74 11,85
II 55,32 14,89 23,40 4,26 2,13
Tabel 3. Persentase jenis mikroplastik
Pada tabel diatas, menunjukkan bahwa stasiun 1 jenis mikroplastik yang mendominasi adalah fragmen dengan persentase 49,63% dari jumlah total 135 mikroplastik, dan stasiun 2 didominasi jenis fiber dengan persentase 55,32% dari jumlah total 47 mikroplastik.
Tabel 4. Kelimpahan Stasiun 1
Tabel diatas menunjukkan kelimpahan yang ada pada stasiun 1. Kelimpahan paling tinggi ada pada jenis fragmen dengan nilai 319,45. Sedangkan kelimpahan terendah ada pada jenis foam dengan nilai 4,77. Hal ini menunjukkan bahwa perairan di Ekowisata Borneo Bahari tercemar mikro plastik dengan yang paling banyak adalah sisa dari pecahan makro plastik yang saat terurai menjadi fragmen seperti sampah rumah rumah tangga.
Stasiun 1
No Jenis ni K
1 Fiber 25 119,20
2 Fragmen 67 319,45
3 Film 26 123,97
4 Foam 1 4,77
5 Pelet 16 76,29
Rata - rata 135 643,67
Tabel 5. Kelimpahan Stasiun 2
Tabel diatas menunjukkan kelimpahan yang ada pada stasiun 2. Kelimpahan paling tinggi ada pada jenis fiber dengan nilai 123,9. Sedangkan kelimpahan terendah ada pada jenis pelet dengan nilai 4,77. Hal ini menunjukkan bahwa perairan di Pelabuhan Desa Sungai Kakap tercemar mikro plastik dengan yang paling banyak adalah sisa dari pecahan makro plastik jala, dan alat pancing.
Gambar 5. (Fiber) Gambar 6. (Fragmen)
Stasiun 2
No Jenis ni K
1 Fiber 26 123,97
2 Fragmen 7 33,38
3 Film 11 52,45
4 Foam 2 9,54
5 Pelet 1 4,77
Rata - rata 47 224,09
Daftar Pustaka
APHA. 1989. Standard Methods for Examination of Water and Waste Water. New York, 17th Ed.
Maser, A. P., Safitri, I., Warsidah, W., & Sofiana, M. S. J. (2023). Microplastic Contamination in the Waters of the Jebung River, Sungai Nibung Village. Barakuda’45: Jurnal Ilmu Perikanan Dan Kelautan, 5(2), 184–194. https://doi.org/10.47685/barakuda45.v5i2.422
Peranginangin, A. B., Ernawati, N. M., & Saraswati, N. L. G. R. A. (2025). Kelimpahan Makro Debris Di Ekosistem Mangrove Teluk Benoa, Bali. Journal of Marine Research, 14(1), 54–61.
https://doi.org/10.14710/jmr.v14i1.46213
Poluan T., Sangari J., Tilaar F., Lumingas L., Pelle W., & Lasabuda R. (2023). Identifikasi Jenis Sampah Laut Dengan Fokus Kajian Indeks Kebersihan Pantai Di Pantai Karang Ria Tuminting. Jurnal Ilmiah Platax, 11(1), 95–104.