LAPORAN PRAKTIKUM REAKSI KIMIA (KIMIA DASAR)
Dosen Pengampu:
Mae Amelianawati S.T.P.,M.Si.
Oleh:
Kelompok I
Adriano Hoshi Sumanto (230104002)
Aghnia Rahma Fauji (230104004)
Dedeh (230104013)
Muthia Muthmainah (230104033)
Nabila Sinta Amalia (230104035)
Regina Alyaa Afifah (230104041)
Wahyu Kencana Restu Budi (230104060)
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH BANDUNG
Islamic Technopreneurial University
Jl. Soekarno Hatta No.752, Panyileukan, Kota Bandung
2023
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Reaksi-reaksi kimia merupakan suatu hal yang dapat diamati dari adanya perubahan, misalnya perubahan warna, perubahan wujud, dan yang utama adalah perubahan zat yang disertai perubahan energi dalam bentuk kalor. Reaksi kimia merupakan kunci utama ilmu kimia. Dengan mereaksikan suatu zat berarti kita mengubah zat itu menjadi zat lain, baik sifat maupun wujudnya. Dalam ilmu kimia reaksi itu merupakan salah satu cara untuk mengetahui sifat-sifat kimia dari satu atau berbagai jenis zat. Sifat-sifat kimia, kemudian dicatat sebagai data kuantitatif.
Dengan demikian, bila kita mengharapkan suatu zat yang memiliki ciri-ciri tertentu, kita harus berupaya mencari bahan baku yang bila direaksikan dengan zat tertentu menghasilkan zat yang kita harapkan. Para pakar kimia berusaha menciptakan bahan-bahan baru yang sangat bermamfaat bagi kepentingan umat manusia (Sunarya, 2005).
1.2 Tujuan
1. Mengamati jenis reaksi kimia
2. Mengidentifikasi produk dari reaksi kimia
3. Menuliskan perubahan kimia dalam bentuk persamaan kimia.
1.3 Prinsip
1. Reaksi kimia
adalah proses perubahan kimia antara zat-zat pereaksi yang berubah menjadi zat-zat hasil reaksi (Petrucci, R.H. 2008 : 108)
2. Reaksi redoks
adalah resultan yang kelahirannya menjadi mutasi nomor oksidasi.
(Suyanta, 2013) 3. Reaksi endapan
Adalah pembentukan endapan di dalam larutan atau padatan lain yang tidak larut dalm cairan tersebut selama reaksi kimia. (Hasri, 2020)
BAB II TEORI DASAR
Reaksi kimia adalah perubahan kimia dimana zat-zat yang bereaksi (reaktan) berubah menjadi zat-zat hasil reaksi (produk). Reaktan dan produk adalah zat yang berbeda. Reaksi kimia dituliskan dalam persamaan reaksi kimia, dimana reaktan diletakkan disebelah kiri anak panah dan produk disebelah kanan anak panah. Jika terdapat satu atau lebih zat pada sisi yang sama (kiri atau kanan), maka zat-zat tersebut dipisahkan dengan tanda (+). Dalam persamaan reaksi, zat-zat yang bereaksi dan hasil reaksi ditulis dalam bentuk rumus kimia dan biasanya disertakan pula wujud/keadaan zat dalam reaksi tersebut, yaitu (s) = solid (padat), (l) = liquid (cair), (g) = gas, dan (aq) = aqueos (terlarut dalam air/larutan) (Chang,2005).
Reksi kimia adalah proses yang menghasilkan perubahan kimia. Memang dalam banyak kasus,tidak ada yang terjadi ketika sejumlah zat dicampur, masing- masing mempertahankan komposisi dan sifat aslinya. Kita memerlukan bukti sebelum kita dapat mengatakan bahwa suatu reaksi kimia telah terjadi. Beberapa jenis bukti yang perlu ditunjukkan dengan perubahan warna, pembuatan padatan atau endapan, evolusi gas, dan penyerapan kalor. Bukti kuat masih memerlukan analisis kimia terperinci dari campuran reaksi untuk mengidentifikasi semua zat yang ada. Lebih lagi, analisis kimia dapat mengungkapkan bahwa reaksi kimia telah terjadi meskipun tidak ada gejala fisis (Petrucci, 2008 : 108).
Oksidasi reduksi seperti dua sisi dari selembar kertas, jadi tidak mungkin oksidasi atau reduksi berlangsung tanpa berbarengan. Bila zat menerima elektron, maka harus ada yang mendonorkan elektron tersebut. Dalam oksidasi reduksi, senyawa yang menerima elektron dari lawannya disebut oksidan(bahan pengoksidasi sebab lawannya akan teroksidasi. Lawan oksidan, yang mendonorkan elektron pada oksidan, disebut dengan reduktan (bahan pereduksi) karena lawannya (oksidan tadi tereduksi). Suatu senyawa dapat berlaku sebagai oksidan dan juga reduktan. Bila senyawa itu mudah mendonorkan elektron pada lawannya, senyawa ini dapat menjadi reduktan. Sebaliknya bila senyawa ini mudah menerima elektron, senyawa itu adalah oksidan. (Takeuchi, 2006: 186)
BAB III METODOLOGI 3.1 Alat dan Bahan
A. Alat:
1. Tabung reaksi 2. Cawan patri 3. Pipet 4. Spatula B. Bahan:
1. Kalsium klorida (CaCl2) 2. Magnesium sulfat (MgSO4) 3. Natrium hidroksida (NaOH)
4. Natrium hidrogen karbonat (NaHCO3) 5. Asam asetat (CH3COOH)
6. Tembaga (Cu) 7. Seng (Zn) 3.2 Prosedur
A. Reaksi Pengendapan:
1. 2 Tabung reaksi dimasukan CaCl2 sebanyak 1 pipet berikan label A1 dan A2
2. Tabung A1 ditambahkan MgSO4 sebanyak 1 pipet, reaksikan 3. Tabung A2 ditambahkan NaOH sebanyak 1 pipet, reaksikan 4. Tunggu sampai 5 menit
5. Amati dan catat hasil perubahannya B. Reaksi yang Menghasilkan Gas:
1. 1 Tabung reaksi dimasukan NaHCO3 sebanyak ujung spatula, beri label B1
2. Tabung B1 ditambahkan CH3COOH sebanyak 1 pipet 3. Amati dan catat perubahannya
C. Reaksi Redoks
1. Sediakan cawan patri
2. Masukan tembaga (Cu) dan seng (Zn) dengan diberi jarak 3. Tetesi masing-masing 20 tetes HCL secara bergantian 4. Amati dan catat hasilnya
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil
SAMPEL PERLAKUAN HASIL
CaCl2 + MgSO4
-Dimasukan 1 pipet CaCl2 kedalam tabung A1 -Ditambahkan 1 pipet MgSO4
-Diamkan selama 5 menit -Catat dan amati hasilnya
Tidak menghasilkan reaksi endapan
CaCl2 + NaOH
-Dimasukan 1 pipet CaCl2 kedalam tabung A2 -Ditambahkan 1 pipet NaOH
-Diamkan selama 5 menit -Catat dan amati hasilnya
Menghasilkan reaksi endapan dan warna larutan menjadi putih
keruh
NaHCO3 + CH3COOH
-Dimasukan seujung spatula NaHCO3 kedalam tabung B1
-Ditambahkan CH3OOH sebanyak 1 pipet -Catat dan amati hasilnya
Menghasilkan reaksi gas Co2 dan terjadinya reaksi
pengendapan
Cu + HCL
-Dimasukan potongan logam Fe sekitar 2cm ke dalam cawan patri
-Ditambahkan 20 tetes HCL -Amati dan catat perubahannya
Tidak ada perubahan reaksi
Zn + HCL
-Dimasukan potongan Zn sekitar 2cm ke dalam cawan patri
-Ditambahkan 20 tetes HCL -Amati dan catat perubahannya
Menghasilkan gelembung ion hydrogen
dari Zn, karena mengalami oksidasi
4.2 Pembahasan
A. Adriano Hoshi Sumanto (230104002)
Reaksi kimia adalah proses perubahan kimia dari satu atau lebih zat pereaksi (reaktan), menjadi suatu zat hasil reaksi (produk). Pada reaksi kimia, suatu zat berubah menjadi satu atau lebih zat lain, yang jenisnya baru.
Dalam reaksi kimia jumlah atom yang menyusun zat nya tidak ada yang hilang, hanya disusun ulang.
Reaksi redoks adalah reaksi yang didalamnya terjadi perpindahan elektron secara berurutan dari satu spesies kimia ke spesies kimia lainnya, yang sesungguhnya terdiri atas dua reaksi yang berbeda, yaitu oksidasi (kehilangan elektron) dan reduksi (memperoleh elektron). Reaksi ini merupakan pasangan, karena elektron yang hilang pada reaksi oksidasi sama dengan elektron yang diperoleh pada reksi reduksi.
Pada percobaan kali ini dilakukan 3 tahapan:
1. Reaksi pengendapan:
• Tabung A1(CaCl2 + MgSO4): Tidak terjadi perubahan warna hanya ada endapan berwarna putih.
CaCl2(aq)+ MgSO₄(aq) → CaSO4(s)+ MgCl2(aq)
• Tabung A2(CaCl2 + NaOH): Terjadi perubahan warna dari bening menjadi keruh dan terdapat endapan berwarna putih.
CaCl2(aq) + 2NaOH(aq) → Ca(OH)₂(s) + 2NaCl(aq) Hal ini menandakan senyawa CaSO4 dan Ca(OH)2 termasuk senyawa ion. Senyawa ion merupakan senyawa yang terbentuk melalui ikatan ionik. Ikatan ionik merupakan ikatan yang terbentuk oleh gaya elektrostatik antara kation (ion positif) dengan anion (ion negatif).
2. Reaksi yang menghasilkan gas:
Tabung B1 berisi baking soda (NaHCO3) ditambahkan dengan asam asetat (CH3COOH) dan reaksi kimia pun terjadi.
Ini adalah contoh reaksi antara asam dan basa yang menghasilkan garam, air, dan gas karbon dioksida,
NaHCO₃(s) + CH₃COOH(aq) → ↑CO2(g) + CH3COONa(aq) + H₂O(air)
Dalam reaksi ini:
1. CH3COOH adalah asam asetat.
2. NaHCO3 adalah natrium bikarbonat.
3. CH3COONa adalah garam natrium asetat.
4. H2O adalah air.
5. CO2 adalah gas karbon dioksida.
Reaksi ini menghasilkan garam natrium asetat (CH3COONa), air (H2O), dan gas karbon dioksida (CO2) yang akan keluar sebagai gelembung. Gas CO2 adalah penyebab adonan kue bisa mengembang
3. Reaksi redoks (Reduksi Oksidasi)
Cawan patri berisi tembaga (Cu) dan seng (Zn) ditetesi 20 tetes HCL secara bergantian dan didapatkan hasil ternyata seng (Zn) lah yang pertama bereaksi dengan mengeluarkan gelembung- gelembung kecil (jika ditunggu lebih lama lagi seng akan berganti warna menjadi hitam).
Zn (s) + 2HCl (aq) → ZnCl2 (aq) + H2 (g)
Hal ini menujukan bahwa seng (Zn) lebih reaktif dibanding dengan tembaga (Cu).
Berdasarkan dari hasil praktikum kali ini dapat dikatakan sesuai dengan teori yang tertulis pada buku Kimia Dasar Prinsip-prinsip dan Aplikasi Modern dengan penulis Petrucci (2008), yang menjelaskan bukti fisis bahwa suatu reaksi kimia telah terjadi yaitu dengan perubahan warna, pembuatan padatan atau endapan, evolusi gas.
B. Aghnia Rahma Fauji (230104004)
Pada praktikum kali ini membahas tentang Reaksi kimia.Reaksi kimia adalah perubahan satu atau lebih zat menjadi zat-zat baru yang sifatnya berbeda daripada zat-zat penyusunnya. Dengan menuliskan reaksi kimia dapat membantu dalam merencanakan percobaan. Reaksi kimia merupakan cara untuk mengetahui sifat-sifat dari suatu zat.
Reaksi kimia menggabungkan unsur-unsur menjadi senyawa, penguraian senyawa menghasilkan unsur-unsurnya, dan transformasi
mengubah senyawa yang ada menjadi senyawa baru. Berlangsungnya proses ini dapat memerlukan energi atau melepaskan energi.
Menurut hukum penggabungan kimia,setiap zat dijelaskan oleh suatu rumus kimia yang menyatakan jumlah atom setiap unsur dalam satu molekul zat.
Pada percobaan kali ini ada 3 reaksi kimia,yaitu : 1. Reaksi pengendapan
Reaksi pengendapan adalah suatu reaksi yang menghasilkan endapan.
Endapan terbentuk jika larutan terlalu jenuh pada zat yang bersangkutan.
Kelarutan bergantung kepada berbagai kondisi seperti suhu,tekanan, konsentrasi, dan bahan-bahan lain.
2. Reaksi yang menghasilkan gas
Terbentuknya gas pada proses reaksi adalah salah satu indikator perubahan kimia. Jika reaksi kimia menghasilkan pembentukan gas, ini bisa menjadi tanda perubahan kimia. Gas dapat muncul dalam bentuk gelembung atau dapat berbau dan/atau berwarna khas.
3. Reaksi redoks
Reaksi Redoks adalah reaksi yang didalamnya terjadi perpindahan elektron secara berurutan dari satu spesies kimia ke spesies kimia lainnya, yang sesungguhnya terdiri atas dua reaksi yang berbeda, yaitu oksidasi (kehilangan elektron) dan reduksi (memperoleh elektron).
Reaksi redoks, singkatan dari “reduksi-oksidasi,” adalah jenis reaksi kimia di mana terjadi perubahan oksidasi dan reduksi antara molekul-molekul yang terlibat.
C. Dedeh (230104013)
Pada percobaan kali ini membahas tentang reaksi kimia dan redoks.
Reaksi kimia adalah Suatu proses perubahan senyawa kimia menjadi senyawa kimia baru. Pengertian lainnya adalah proses perubahan atom – atom dalam suatu senyawa menjadi senyawa lainnya jika direaksikan dengan senyawa atau molekul lainnya. Suatu reaksi dapat dikatakan reaksi kimia jika terdapat beberapa perubahan kimia dan menghasilkan suatu produk baru . Sementara, senyawa yang merupakan starting material dalam
suatu reaksi kimia disebut reaktan. Berikut adalah beberapa perubahan kimia yang dapat diamati dari suatu reaksi kimia : a). Perubahan warna, b).
Perubahan bau, c). Perubahan suhu, d). Perubahan bentuk, e). Terbentuknya endapan, dan f). Terbentuknya gas. Di dalam persamaan kimia terdapat tanda panah yang menyatakan arah dan tipe reaksi. Tanda panah bolak balik menyatakan bahwa reaksi tersebut merupakan reaksi kesetimbangan / yang setimbang. Dalam reaksi kimia terdapat 4 reaksi dasar yang terjadi, yaitu :
• Reaksi sintesis : reaksi sintesis terjadi ketika dua atau lebih atom direaksikan dan membentuk suatu senyawa baru yang lebih kompleks.
• Reaksi dekomposisi : merupakan reaksi kebalikan dari reaksi sintesis dimana suatu senyawa kompleks terdekomposisi / terurai menjadi suatu atom – atom sederhana.
• Reaksi single replacement : dalam reaksi ini , suatu atom mengganti posisi atom lainnya dalam suatu senyawa tertentu sehingga membentuk suatu senyawa baru.
• Reaksi double replacement : pada reaksi ini suatu anion dan kation dari dua senyawa yang berbeda mengalami pertukaran pasangan dan menghasilkan dua senyawa baru.
Selain 4 tipe reaksi dasar kimia di atas terdapat pembagian tipe reaksi lainnya, yaitu: a). Reaksi reduksi oksidasi ( redoks ) , b). Reaksi asam basa, c). Reaksi pengendapan, dan d). Reaksi kompleksasi. Di sini kita membahas reaksi redoks , reaksi redoks singkatan dari “ reduksi – oksidasi “ adalah jenis reaksi kimia dimana terjadi perubahan oksidasi dan reduksi antara molekul molekul yang terlibat. Dalam reaksi redoks, satu zat kehilangan elektron proses (oksidasi) sementara zat lainnya mendapatkan elektron (proses reduksi). Reaksi redoks sangat umum dalam berbagai proses kimia, termasuk reaksi pembakaran, metabolisme dalam tubuh, dan reaksi elektrokimia. Ada dua hal penting dalam dalam setiap reaksi redoks :
• Oksidasi : ini terjadi ketika suatu zat kehilangan elektron. Oleh karena itu, bilang oksidasi atom atau ion dalam zat ini meningkat.
Zat yang mengalami oksidasi disebut “ zat tereduksi “ karena ia menyumbangkan elektron kepada zat lain.
• Ini terjadi ketika suatu zat mendapatkan elektron. Bilangan oksidasi atau ion dalam zat ini menurun. Zat yang mengalami reduksi disebut
“ zat teroksidasi “ karena ia menerima elektron dari zat lain Percobaan kali ini ada 3 reaksi kimia, yaitu :
1. Reaksi pengendapan
Sediakan 2 tabung reaksi, beri label A1 dan A2, A1 berisi MgSO₄ dan A2 berisi NaOH beri 10
tetes 0,5 M CaCl2 pada masing – masing tabung, diamkan selama 5 menit dan amati . Hasil
pengamatan :
Tabung A2 ( yang berisi NaOH ) lebih cepat bereaksi dibandingkan tabung A1 ( yang berisi
MgSO₄) , tabung A2 bereaksi dengan cepat endapan banyak, larutan keruh, berbau dan
tabung A1 bereaksi dengan lambat endapan seperti salju, larutan jernih dan tidak berbau .
A1. CaCl2(aq)+ MgSO₄(aq) -> ↓ CaSO4(s)+ MgCl2(aq) A2. CaCl2(aq) + 2NaOH(aq) ->↓ Ca(OH)₂(s) + 2NaCl(aq)
Ca = 1 ,Cl = 2, Na = 1, Na = 2, O = 1, O = 2, H = 1 , H = 2 ( 2NaOH) Pengamatan : menghasilkan endapan(↓)
Mengapa tabung A2 lebih cepat bereaksi daripada tabung A1 ? Karena Reaksi antara NaOH (natrium hidroksida) dan CaCl2 (kalsium klorida) adalah reaksi netralisasi. Ketika NaOH ditambahkan ke dalam larutan CaCl2, ion hidroksida (OH-) dari NaOH bereaksi dengan ion kalsium (Ca2+) dan ion klorida (Cl-) dari CaCl2.Reaksi tersebut dapat dituliskan sebagai berikut.2NaOH + CaCl2 -> Ca(OH)2 + 2NaCl Dalam reaksi ini, 2 molekul NaOH bereaksi dengan 1 molekul CaCl2 untuk menghasilkan 1 molekul Ca(OH)2 (kalsium hidroksida) dan 2 molekul NaCl (natrium
klorida). Reaksi ini terjadi secara cepat karena NaOH memiliki sifat basa yang kuat dan CaCl2 memiliki ion kalsium yang mudah berinteraksi dengan ion hidroksida. Reaksi ini menghasilkan presipitat Ca(OH)2 yang terlihat sebagai endapan putih.
Jika Anda mencampur NaOH dengan CaCl2 dalam jumlah yang cukup besar, endapan putih ini dapat terbentuk dengan cepat.
Perlu dicatat bahwa reaksi kimia dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti suhu, konsentrasi, dan kecepatan pencampuran.
Namun, secara umum, reaksi antara NaOH dan CaCl2 tergolong sebagai reaksi yang relatif cepat. Dan mengapa tabung A1 bereaksi dengan lambat ? Karena Reaksi antara CaCl2 dan MgSO4 membutuhkan pertukaran ion antara kedua senyawa. Dan beberapa faktor seperti konsentrasi larutan, suhu, ukuran partikel, dan adanya beberapa faktor seperti konsentrasi larutan, suhu, ukuran partikel, dan adanya halangan dalam reaksi mungkin menjadi penyebabnya.
Catatan : 1). Na biasanya terlarut jika berikatan dengan Asam sulfat 95% ada air, 2). Semua Hidroksida tidak terlarut kecuali berikatan dengan Na + K
2. Reaksi Redoks ( reduksi – oksidasi )
Sediakan cawan simpan seng ( Zn ) dan tembaga ( Cu ). Beri jarak sehingga tidak bercampur beri 10 tetes 6 M HCL, tambah sehingga melakukan reaksi . Setelah di diamkan selama beberapa menit ternyata Zn lebih cepat bereaksi dengan adanya gelembung gelembung kecil sedangkan Cu tidak bereaksi, lama kelamaan Zn berupa warna menjadi keruh keabu abuan. Mengapa Zn dicampurkan Hcl bereaksi ? Ketika logam seng (Zn) dicampur dengan larutan asam klorida (HCl), terjadi reaksi yang menghasilkan gas hidrogen dan larutan seng klorida. Persamaan reaksi kimia yang tepat adalah:
Zn (s) + 2HCl (aq) → ZnCl2 (aq) + H2 (g)
Reaksi ini merupakan reaksi redoks, di mana logam seng (Zn) bertindak sebagai agen reduktor dan asam klorida (HCl) bertindak sebagai agen oksidator. Mekanisme proses korosi logam pada dasarnya merupakan proses elektrokimia, di mana terjadi transfer elektron dari logam ke ion-ion dalam larutan.
Mengapa tembaga ( Cu ) dicampurkan Hcl tidak bereaksi?
Tembaga tidak bereaksi dengan HCl karena tembaga terletak lebih kanan di deret volta dibandingkan dengan hidrogen.
Artinya, tembaga lebih sulit direduksi dibandingkan dengan hidrogen. Oleh karena itu, reaksi antara tembaga dan HCl tidak dapat terjadi.
Pengamatan : menghasilkan gas (↑) hidrogen dan larutan seng klorida (ZnCl2).
3. Pembentukan gas
Sediakan tabung reaksi masukan seujung spatula baking soda ( NaHCO₃ ) tambahkan 20 tetes asam cuka ( CH₃COOH ) amati dan catat hasilnya. Setelah diamati terjadi reaksi kimia yang sangat cepat ditandai dengan adanya gelembung yang banyak, berbau asam Persamaannya :
NaHCO₃(s) + CH₃COOH(aq) → ↑CO2(g) + CH3COONa(aq) + H₂O(air)
Na = 1, H = 5 , C = 3, = 5
Pengamatan : menghasilkan gas(↑) CO2 = karbon dioksida, H₂O = air dan CH3COONa = natrium asetat.
Catatan :1). rumus asam asetat dalam penulisan istimewa atau berbeda (-) dulu baru ( +) = CH₃COOH = CH₃COO(-), H (+), 2).
Baking soda ( NaHCO₃ ) = menghasilkan CO2 ( karbondioksida ), biasanya digunakan untuk membuat kue yang berfungsi sebagai pengembang saat pembuatan kue.
Mengapa baking soda dicampurkan dengan asam cuka bereaksi dengan cepat ? Ketika baking soda dicampurkan dengan cuka,
terjadi reaksi kimia yang menghasilkan gas karbon dioksida (CO2), air, dan garam natrium asetat (CH3COONa). Reaksi ini disebut reaksi asam basa, di mana cuka yang bersifat asam mengandung asam asetat (CH3COOH), sedangkan baking soda yang bersifat basa mengandung natrium bikarbonat (NaHCO3). Gas terbentuk ketika asam asetat dalam cuka bereaksi dengan natrium bikarbonat dalam baking soda menghasilkan asam karbonat (H2CO3), yang kemudian terurai menjadi air dan gas karbon dioksida. Oleh karena itu, ketika baking soda dicampurkan dengan cuka, terjadi reaksi kimia
yang menghasilkan gas CO2 yang cepat dan banyak.
D. Muthia Muthmainah (230104033)
• Pengendapan
Pengendapan merupakan suatu proses dimana partikel-pertikel padat atau zat terlarut mengendap dan terpisah dari mediumnya. Proses pengendapan yang terjadi dari berdasarkan praktikum yang dilakukan, antara tabung (A1) yang berisi larutan CaCl₂ dan MgSO4 dengan tabung (A2) yang berisi larutan CaCl₂ dan NaOH yang dihomogenkan, pengendapan yang terjadi pada tabung A2 lebih cepat dibandingkan dengan larutan pada tabung A1 serta zat yang terendap pun lebih banyak.
Ketika CaCl₂ direaksikan dengan MgSO4, keduanya mengalami pengendapan sehingga menghasilkan reaksi pengendapan berupa CaSO4.
Reaksi pengendapan
CaCl2 + MgSO4 → CaSO4 + MgCl2
Ketika CaCl₂ direaksikan dengan NaOH, menghasilkan endapan berwarna putih. Sehingga reaksi kimia yang terjadi adalah CaCl2 + 2NaOH → Ca(OH)2 + 2NaCl. Berdasarkan hasil percobaan, pada reaksi tersebut menghasilkan endapan berwarna putih dan pengendapan yang terjadi tidak sebanyak endapan yang terjadi pada reaksi CaCl2 dengan MgSO4. pada reaksi ini yang mengalami pengendapan yaitu kalsium hidroksida (Ca(OH)2) .
• Pembentukan Gas
Ketika baking soda (NaHCO3) dicampurkan dengan cuka (CH3COOH) sebanyak 20 tetes, Mereka akan menghasilkan reaksi kimia : NaHCO3 + CH3COOH → CO2 + CH3COONa + H2O. sehingga menghasilkan gas karbondioksida, garam dan air. Gas terbentuk ketika asam asetat dalam cuka bereaksi dengan natrium bikarbonat dalam soda kue menghasilkan asam karbonat (H2CO3), yang kemudian terurai menjadi air dan gas karbon dioksida. Gas karbon dioksida kurang padat dari udara sekitarnya sehingga gas naik dan menghasilkan gelembung.
• Reaksi Redoks
Ketika potongan logam seng (Zn) ditetesi larutan HCl hingga bereaksi, akan terjadi reaksi pembentukan gas hidrogen. Reaksi kimia yang terjadi :
Zn+2 HCl → ZnCl2 + H2.
Seng bereaksi dengan ion hidrogen dari larutan asam membentuk ion seng dan gas hidrogen, sehingga seng teroksidasi menjadi ion seng dan ion hidrogen direduksi menjadi hidrogen. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan warna seng menjadi menghitam dan terdapat sedikit gelembung.
Ketika potongan tembaga ditetesi larutan HCl dengan jumlah yang sama dengan ketika mentetesi Seng maka reaksi yang terjadi yaitu terdapat sedikit gelembung disekitar potongan tembaga. Hal ini terjadi karena ion Cu2+ lebih mudah tereduksi dari ion H+ sehingga reaksi antara logam tembaga dengan asam, tidak dapat terjadi secara spontan.
E. Nabila Sinta Afifah (230104035)
Reaksi pengendapan adalah suatu jenis reaksi yang berlangsung dalam cairan. Sedangkan endapan yaitu zat padat yang tidak larut dalam cairan tersebut. Suatu reaksi dapat dikatakan reaksi pengendapan apabila reaksi tersebut menghasilkan endapan.Seperti pada praktikum kali ini yaitu dua larutan yang dimasukkan ke dalam tabung reaksi lalu diberi label nama A1 dan A2, larutan CaCl₂+MgSO₄ (A1) dan CaCl₂+NaOH (A2) di campurkan dalam tabung reaksi selama sekitar 1 menit. Lalu diamkan dan
amati. Setelah diamati tabung A2 lebih cepat pengendapannya sedangkan tabung A1 lebih lambat proses pengendapannya karena Reaksi antara NaOH (natrium hidroksida) dan CaCl2 (kalsium klorida) adalah reaksi netralisasi.
Ketika NaOH ditambahkan ke dalam larutan CaCl2, ion hidroksida (OH-) dari NaOH bereaksi dengan ion kalsium (Ca2+) dan ion klorida (Cl-) dari CaCl2.
Gas adalah zat ringan yang sifatnya seperi udara(dalam suhu biasa tidak menjadi cair). Ciri gas bisa mengisi ruangan,berubah-ubah, menekan, bergerak bebas dan gaya tarik menarik lemah. Pada praktikum kali ini pembentukan gas, CH₃OOH (cuka) direaksikan dengan NaHCO₃ (soda kue) kedalam tabung reaksi lalu di campurkan,kemudian munculah gelembung yang menyebabkan terbentuknya CO₂ (karbon dioksida). Pada saat bereaksi akan menghasilkan garam yaitu asam asetat dan natrium karbonat (asam lemah), asam karbonat tersebut akan memuai menjadi air dan gas karbondioksida.
Reaksi redoks adalah reaksi reduksi dan oksidasi yang dimana terjadi perubahan oksidasi dan reduksi antara molekul-molekul yang terlibat.
Dalam praktikum kali ini, yaitu seng (Zn) dan tembaga (Cu) dimasukan ke dalam cawan petri dan diberi larutan asam klorida (HCl). Setelah itu terjadilah reaksi pada seng (Zn), terdapat gelembung-gelembung disekitarnya sedangkan tidak terjadi reaksi apapun pada tembaga (Cu).
Kenapa hanya seng saja yang bereaksi? Karena ketika seng terkena HCl, ia bereaksi dengan asam tersebut untuk melepaskan gas hidrogen dari asam karena seng lebih tinggi dari hidrogen dalam rangkaian elektrokimia, sedangkan tembaga tidak akan bereaksi dan lebih rendah dari hidrogen sehingga tidak ada reaksi apapun.
F. Regina Alyaa Afifah (230104041)
Reaksi kimia adalah suatu proses alam dimana satu atau lebih zat diubah menjadi zat yang berbeda,dan menghasilkan produk baru. reaksi kimia ini ulang atom reaktan guna membuat zat yang berbeda. Dalam prosesnya pun umumnya akan terjadi perubahan fisik, produksi panas, perubahan warna. Reaksi kimia yang di praktekan kali ini ada tiga yaitu:
a. PENGENDAPAN
Reaksi pengendapan adalah suatu jenis reaksi pembentukan padatan larutan yang dapat berlangsung dalam larutan atau di dalam padatan lain selama reaksi kimia. Suatu reaksi dapat dikatakan reaksi pengendapan apabila reaksi tersebut menghasilkan endapan. Endapan yaitu zat padat yang tidak larut dalam cairan tersebut.
Praktikum yang di lakukan yaitu mengamati reaksi:
• PENGENDAPAN
Pengendapan adalah proses terpisahnya partiker partikel padat dalam suatu cairan atau latutan sehingga terbantuk prasa yang berbeda dengan larutan
Tabung A1(CaCl2+MgSO4): Terjadi sedikit pengedapan dalam waktu yang relatif lama.
Tabung A2(CaCl2+NaOH): Saat larutan di campurkan langsung terjadi reaksi berupa pengedapan dalam waktu yang singkat. Hal tersebut terjadi karena
• PEMBENTUKAN GAS
Reaksi pembentukan gas adalah reaksi kimia yang pada produknya dihasilkan gas.
Praktek yang di lakukan yaitu mengamati tabung B yang di dalamnya berisi serbuk baking soda(NaHCO3) + asam asetat cuka (CH3COOH)
Pada reaksi kimia satu zat atau lebih dapat diubah menjadi zat baru. Sesuai dengan percobaan ini, asam cuka ( CH3COOH ) direaksikan dengan soda kue ( NaHCO3 ) dan menghasilkan gas CO2 yang berarti telah terjadi reaksi kimia yang mengakibatkan terbentuknya zat dengan cara perubahan kimia,
karena menghasilkan jenis zat baru. Hal ini dibuktikan melalui pengamatan.
Ketika dicampurkan antara asam cuka dan soda kue terjadinya buih, sehingga balon yang tadinya kecil menjadi besar karena disebabkan muncul gas C02 dari hasil reaksi tersebut.
• REAKSI REDOKS
Reaksi redoks, singkatan dari “reduksi-oksidasi,” adalah jenis reaksi kimia di mana terjadi perubahan oksidasi dan reduksi antara molekul- molekul yang terlibat. Dalam reaksi redoks, satu zat kehilangan elektron (proses oksidasi) sementara zat lainnya mendapatkan elektron (proses reduksi).
Praktek yang di lakukan yaitu:
Letakan seng(Zn) dan tembaga (Cu) di dalam cawan petri lalu beri jarak teteskan masing-masing 20 tetes HCL lalu amati reaksinya
Setelah didiamkan dan diamati ,terjadi reaksi pada seng(Zn) dimana larutan HCL menjadi bergelembung dan sedikit menghitam.
G. Wahyu Kencana Restu Budi (230104060)
Reaksi pengendapan adalah reaksi yang membentuk padatan dalam larutan atau pada padatan lain selama reaksi kimia. Pengendapan juga dapat terjadi sebagai akibat dari difusi dalam padatan. Ketika reaksi berlangsung dalam larutan, terbentuk padatan yang disebut endapan.
Zat kimia yang menyebabkan terbentuknya padatan disebut endapan.
Tanpa energi gravitasi yang cukup untuk menahan partikel padat bersama- sama, sedimen tetap menjadi suspensi. Setelah sedimentasi terjadi, sedimen tersebut disebut pellet. Cairan tanpa sedimen disebut supernatan.
Endapan terbentuk selama reaksi tergantung pada kelarutan zat terlarut. Ini adalah jumlah maksimum zat terlarut yang akan larut dalam sejumlah tertentu pelarut pada suhu tertentu.
Zat dapat diklasifikasikan sebagai larut, sedikit larut, atau tidak larut.
Jika suatu zat larut dalam air, itu larut; jika tidak larut dalam air, itu sedikit larut atau tidak larut. Semua senyawa ionik adalah elektrolit kuat, tetapi kelarutannya tidak sama. (Widyastuti, et al, 1998).
Reaksi yang menghasilkan gas ini pada tabung B1 percampuran zat antara CaCl2 dan NaOH terlihat adanya gelembung pada dinding tabung reaksi namun tidak terjadinya reaksi menghasilkan gas. Dan pada tabung B2 campuran antara zat Fe dengan HCl tidak terjadi reaksi apapun, hal ini disebabkan karena potensial reduksi Fe tinggi sehingga tidak dapat bereaksi dengan baik (Rahmah, dkk. 2020).
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan
A. Adriano Hoshi Sumanto (230104002)
Adapun kesimpulan pada praktikum kali ini adalah :
1. Berdasarkan percobaan, reaksi kimia yang terjadi yaitu seperti reaksi pengendapan, reaksi pembentukan gas, dan reaksi perubahan warna.
2. Karakteristik dari reaksi kimia yaitu adanya endapan, perubahan wujud, perubahan warna, dan terbentuknya gas. Hal ini
menandakan bahwa sedang berlangsungnya hasil kimia.
B. Aghnia Rahma Fauji (230104004)
Jadi reaksi kimia merupakan peristiwa yang sering terjadi didalam kehidupan kita. Reaksi kimia adalah peristiwa perubahan kimia dari zat-zat bereaksi menjadi zat-zat hasil reaksi.
Pada saat terjadinya reaksi kimia, terjadi perubahan-perubahan yang dapat diamati untuk mengetahui zat tersebut bereaksi atau tidak.
C. Dedeh (230104013)
Suatu reaksi dikatakan reaksi kimia jika terdapat beberapa perubahan kimia dan menghasilkan zat baru , Beberapa perubahan kimia yang dapat diamati dari suatu reaksi kimia adalah perubahan warna, bau, suhu, bentuk, terbentuknya endapan dan gas.
Dalam reaksi kimia terdapat tipe reaksi kimia salah satunya adalah reaksi redoks (reduksi oksidasi) adalah jenis reaksi kimia dimana terjadi perubahan oksidasi dan reduksi antara molekul molekul yang terlibat.
Dalam reaksi redoks, satu zat kehilangan elektron proses (oksidasi) sementara zat lainnya mendapatkan elektron (proses reduksi).
Reaksi kesetimbangan atau yang setimbang adalah kekeadaan saat kedua reaktan dan produk hadir dalam konsentrasi yang sama. Biasanya, keadaan ini terjadi ketika reaksi ke depan berlangsung pada laju yang sama dengan reaksi balik.
Hasil reaksi :
NaOH dicampurkan CaCl2 menghasilkan presipitat Ca(OH)2 yang terlihat sebagai endapan putih.
Reaksi NaOH dicampurkan dengan CaCl2 bereaksi dengan cepat karena Reaksi antara NaOH (natrium hidroksida) dan CaCl2 (kalsium klorida) adalah reaksi netralisasi.
Perlu dicatat bahwa reaksi kimia dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti suhu, konsentrasi, dan kecepatan pencampuran. Namun, secara umum, reaksi antara NaOH dan CaCl2 tergolong sebagai reaksi yang relatif cepat.
Seng ( Zn ) di tetesi HCl terjadi reaksi kimia berupa gelembung gelembung udara dan lama kelamaan cairan HCl itu berubah keruh keabu- abuan dari warna seng. Sedangkan tembaga ( Cu ) di tetesi HCl tidak bereaksi apa apa.
Baking soda (NaHCO₃) dicampurkan dengan asam cuka ( CH₃COOH) terjadi reaksi kimia yang sangat cepat ditandai dengan adanya gelembung yang banyak, berbau asam.
Ketika baking soda dicampurkan dengan cuka, terjadi reaksi kimia yang menghasilkan gas karbon dioksida (CO2), air, dan garam natrium asetat (CH3COONa). Reaksi ini disebut reaksi asam-basa, di mana cuka yang bersifat asam mengandung asam asetat (CH3COOH), sedangkan baking soda yang bersifat basa mengandung natrium bikarbonat (NaHCO3).
D. Muthia Muthmainah (230104033)
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses perubahan kimia dari suatu atau lebih zat reaktan menjadi sebuah produk.
Terdapat beberapa ciri-ciri reaksi kimia yaitu adanya pembentukan endapan, pembentukan gas, perubahan warna dan suhu. pada proses pengendapan yang terjadi pada CaCl₂ dan MgSO4 juga pada CaCl₂ dan NaOH dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya suhu, sifat alami pada pelarut, adanya pengaruh ion lain, d.l.l. kemudian pada pembentukan gas yang dihasilkan dari reaksi yang terjadi antara baking soda dengan cuka
menhasilkan gelembung udara serta bau pekat yang berasal dari cuka. Pada pecobaan terakhir yaitu reaksi redoks, ketika ditetesi HCl, potongan seng lebih cepat bereaksi hal ini dibuktikan dengan adanya gelembung yang keluar disekitar seng dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan gelembung pada tembaga. Hal ini dapat terjadi karena keraktifan logam Zn berada diatas logam Cu. Pada kereaktifan logam menunjukan bahwa semakin tinggi lereaktifan logam pada oksigen maka logam akan semakin reaktif.
E. Nabila Sinta Afifah (230104035)
Pada praktikum kali ini dapat disimpulkan;
1. Mengetahui berbagai reaksi kima seperti; reaksi pengendapan, pembentukan gas, dan reaksi redoks.
2. Mampu dan dapat mengamati jenis reaksi kimia.
3. Dapat menuliskan perubahan kimia dalam bentuk persamaan kimia.
F. Regina Alyaa Afifah (230104041)
Dari percobaan yang kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa reaksi kimia merupakan suatu proses yang menghasilkan zat baru yaitu hasil reaksi. Suatu reaksi kimia disertai dengan kejadian fisis diantaranya perubahan warna dan suhu, pembentukan endapan, dan timbulnya gas.
G. Wahyu Kencana Restu Budi (230104060) Tanda- tanda terjadinya reaksi :
1. Timbulnya gas 2. Adanya endapan
3. Terjadi perubahan warna 4. Terjadinya perubahan suhu
Reaksi redoks yaitu reaksi reduksi dan oksidasi.
1. Reaksi reduksi : peristiwa penangkapan elektron, melepaskan oksigen.
2. Reaksi oksidasi : peristiwa pelepasan elektron, penangkapan oksigen.
5.2 Saran
A. Adriano Hoshi Sumanto (230104002)
Mungkin pada percobaan tahap 3, tembaga (Cu) bisa menggunakan larutan AgNO3 dan untuk seng (Zn) dengan larutan CuSO4, agar lebih cepat terjadi reaksi.
B. Aghnia Rahma Fauji (230104004)
Praktikum sudah mulai efektif tidak seperti praktikum sebelumnya menunggu giliran kelompok lain. Cara menyampaikan mudah dimengerti, agar lebih mudah melakukan praktikum lebih baik kita lebih memahami modul praktikum dan dijelaskan secara lebih rinci.
C. Dedeh (230104013)
Keseluruhan sudah baik Cuma perlu diperhatikan lagi alat alat yang belum memadai atau cukup.
D. Muthia Muthmainah (230104033)
Saya harap bahan lain yang digunakan untuk praktikum tersedia, sehingga mahasiswa dapat lebih banyak mengenal reaksi yang terjadi di berbagai bahan yang digunakan, dengan harapan mahasiswa menjadi lebih paham dengan percobaan yang dilakukan.
E. Nabila Sinta Afifah (230104035)
Praktikum kali ini cukup baik,hanya saja keterbatasan alat yang menghambat proses praktikum, sehingga harapannnya yaitu alat-alat laboratorium dapat di tambah dan di lengkapi.
F. Regina Alyaa Afifah (230104041)
Tidak ada saran keseluruhan sudah baik dan bagus.
G. Wahyu Kencana Restu Budi (230104060) Keseluruhan sudah baik.
DAFTAR PUSTAKA Kelompok:
Chang, Raymond. 2005. Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti Edisi Ketiga Jilid 1.
Jakarta: PT. Erlangga
Citaresmi, Tiara Intan. Makalah reaksi - reaksi kimia. Jurusan teknologi pangan.
Universitas Pasundan. 2010.
Petrucci, R.H. 2008. Kimia Dasar Prinsip-prinsip dan Aplikasi Modern.
Jakarta: Erlangga.
Liztari,T (2012): Laporan Mingguan Praktikum Kimia Dasar Reaksi-Reaksi Di Laboratoium
Takeuchi, Yashito. 2006. Buku Teks Pengantar Kimia. Tokyo: Muki Kagaku Hasri (2020): Kimia Analitik 1: Titrasi Pengendapan
Suyanta, (2013): Modul PLPG Redoks Elektrokimia Adriano Hoshi Sumanto (230104002) :
Chang, Raymond. (2005). Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti Edisi Ketiga Jilid 1 . Jakarta : Erlangga.
Fikri, Muhammad R. 2014. REAKSI KIMIA. Jurnal Reaksi Kimia.
Petrucci, R.H. 2008. Kimia Dasar Prinsip-prinsip dan Aplikasi Modern.
Jakarta: Erlangga.
Reid, Robert C. 1990. Struktur dan Ikatan Kimia. Gramedia, Jakarta.
Syukri, S. (1999). Kimia Dasar. Bandung : ITB Aghnia Rahma Fauji (230104004):
Ni’matul Zahro. 2015. Laporan Praktikum Reaksi Kimia.
https://www.scribd.com/document/364185919/Laporan-Praktikum- Reaksi-Reaksi-Kimia
Dedeh (230104013) :
Abidin, Khoirul. Reaksi kimia pada siklus logam tembaga. Universitas Udayana .2021. Di akses pada 27 Oktober dari
https://www.academia.edu/9117924/REAKSI_KIMIA_PADA_SIKLUS_
LOGAM_TEMBAGA.
Adri Nora S.Si M.Si. Modul Praktikum Kimia Dasar. Digilib Esa Unggul. 2017.
Di akses pada 25 Oktober dari
https://digilib.esaunggul.ac.id/public/UEU-Course-9168- 7_0081.Image.Marked.pdf.
Kanzin, Taufik. Institut teknologi Bandung. 2022.
Di akses pada 27 Oktober dari
https://id.quora.com/Mengapa-HCl-tidak-bereaksi-pada-Cu-Bukankah- HCl-dihasilkan-dari-H2SO4-dan-NaCl-Apakah-NaCl-yang-menyebabkan- HCl-tidak-bereaksi-pada-Cu
Rangkuti, Maksum. Reaksi redoks. UMSU . Fakultas teknik. 2023.
https://fatek.umsu.ac.id/2023/08/24/reaksi-redoks-pengertian-fungsi-ciri- dan-contoh/#.
Sari, Fitri Ayu Puspita, laporan praktikum kimia unsur. Unsoed . 2021.
Di akses pada 27 Oktober dari
https://www.studocu.com/id/document/universitas-jenderal-
soedirman/prak-kimia-unsur/percobaan-1-tembaga-k1a02003-9-fitri-ayu- puspita-sari/40880242
Universitas Esa Unggul. Modul Praktikum Kimia Dasar. Pelajar. 2017.
Muthia Muthmainah (230104033) :
Agrawal, Nishtha. (2016). Mengapa tembaga oksida bereaksi dengan HCl tetapi hanya tembaga yang tidak bereaksi dengan HCl?.
https://translate.google.com/translate?u=https://www.quora.com/Why- does-copper-oxide-react-with-HCl-but-only-copper-does-not-react-with- HCl&hl=id&sl=en&tl=id&client=srp&prev=search
Fadhila, Nima. (2023, 07 Juni). Reaksi Kimia Menakjubkan! Menguak Misteri Cuka dan Baking Soda yang Bisa Mengembangkan Balon!.
https://www.kompasiana.com/rahmakhairaoktavia0877/64807cef08a8b50e 2f2a58f2/reaksi-kimia-menakjubkan-menguak-misteri-cuka-dan-baking- soda-yang-bisa-mengembangkan-balon
Nabila Sinta Afifah (230104035) :
Rangkuti Maksum (2023) “Reakso Redoks: Pengertian,Fungsi,Ciri,dan contoh”.
Jurnal ftek.UMSU. Diakses dari
https://fatek.umsu.ac.id/2023/08/24/reaksi-redoks-pengertian-fungsi-ciri dancontoh/#:~:text=Reaksi%20redoks%2C%20singkatan%20dari%20%E 2%80%9Creduksi,mendapatkan%20elektron%20(proses%20reduksi) Rora, Adinda,W indy, Irna,Tazkia (2022) “Eksperimen perubaha wujud benda
menggunakan cuka, soda kue, dan susu”. Neliti, Jurnal pendidikan konseling. Diakses dari
https://www.neliti.com/id/publications/447627/eksperimen-perubahan- wujud-benda-menggunakan-cuka-soda-kue-dan-susu
Wikipedia (2021) “Reaksi Pengendapan”. Diakses dari
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Reaksi_pengendapan#:~:text=Reaksi%20p engendapan%20adalah%20suatu%20jenis,tidak%20larut%20dalam%20ca iran%20tersebut.
Regina Alyaa Afifah (230104041) : ebook.itenas.ac.id. Reaksi kimia
http://ebook.itenas.ac.id/repository/70a0c09b237e3c3ca0eedaf74a404329.
Pakar kimia. ilmu kimia. REAKSI KIMIA
https://www.pakarkimia.com/reaksi-pengendapan/
Hildegardis.SMP Katolik Santo Perrus. Pemanfaatan Hasil Reaksi Cuka dan Soda Kue Sebagai Gas.7 Agustus 2021
https://www.smpksantopetrusjember.sch.id/jurnal/baca/pelangi-penaku
Wahyu Kencana Restu Budi (230104060) :
Brady, James E. 1998. Kimia Universitas Asas dan Struktur. Binarupa Aksara, Jakarta.
Keenan, Charles W. 1992. Kimia Untuk Universitas Jilid 1. Erlangga, Jakarta.