LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.T G3P1011 HAMIL 33 MINGGU 1 HARI DENGAN ANEMIA SEDANG
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNUNG SARI ILIR BALIKPAPAN TENGAH
Oleh:
ANANDA DEEPSEA ROSA DELA NIM. PO 7224114001
Laporan Tugas Akhir Ini Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Dalam Menyelesaikan Pendidikan Diploma III Kebidanan
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES KALIMANTAN TIMUR JURUSAN KEBIDANAN PRODI DIII
KEBIDANAN BALIKPAPAN 2017
HALAMAN PENGESAHAN
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.”T”29 G3P1011HAMIL 33 MINGGU 1 HARI DENGAN MASALAH ANEMIA SEDANG
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNUNG SAMARINDA KOTA BALIKPAPAN TAHUN 2017
ANANDA DEEPSEA ROSA DELA
Laporan Tugas Akhir ini telah disetujui, diperiksa dan dipertahankan di hadapan Tim Penguji Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur
Jurusan Kebidanan Prodi D-III Kebidanan Balikpapan Pada Tanggal 16 Juni 2017 Penguji Utama
Ernani Setyawati,M.Keb (...) NIP. 198013052002322001
Penguji I
Sonya Yulia, S.Pd., M.Kes (...) NIP. 195507131974022001
Penguji II
Susarmi, S,ST (...) NIP. 197112171992032003
Mengetahui,
Ketua Jurusan Kebidanan Balikpapan Ketua Prodi D-III Kebidanan Balikpapan
Sonya Yulia, S.Pd., M.Kes Eli Rahmawati, S.SiT.,M.Kes NIP.195507131974022001 NIP. 197403201993032001
HALAMAN PERSEMBAHAN
“Kehidupan dapat diibaratkan layaknya revisian Laporan Tugas Akhir, ada beberapa hal yang harus diubah maupun dikurangi dan ada beberapa hal yang harus ditambahkan.
Percaya dan yakinlah lakukan dengan doa dan usaha maka apa yang kamu kerjakan tidak akan sia-sia”
Persembahan
Yang Paling Utama Dari Segalanya
Alhamdulillahirobbil’alamin.. segala puji untuk ALLAH SWT yang telah memberikan keberkahan serta kelancaran dalam penyusunan karya kecil ini. Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita semua Nabi Besar Muhammad SAW
beserta pengikutnya hingga akhir zaman.
Ya ALLAH, karena mu kesulitan itu sirna. Karena mu kemudahan itu tiba. Karna mu tugas akhir ini dapat terselesaikan. Semoga engkau senantiasa meneguhkan iman ku,
meluruskan niat ku, menundukan kepala ku hanya kepada engkau Sang Penguasa Semesta.
Kupersembahkan karya kecil sederhana ini kepada orang yang sangat kusayangi yaitu
Bapak & Ibu
Sebagai tanda bakti, hormat dan rasa terima kasih yang tiada terhingga kupersembahkan karya kecil ini kepada bapak & Ibu tercinta yang telah memberikan kasih sayang, segala dukungan dan cinta kasih tiada terhingga yang tidak mungkin dapat kubalas hanya dengan
selembar kertas yang bertuliskan kata cinta dan persembahan. Sosok yang pertama dari tujuan hidupku yang selalu membangkitkanku disaat terpuruk dari hidupku. Terima kasih
tuhan telah kau berikan kepadaku malaikatmu, terima kasih telah kau lahirkan aku dari rahimnya.
Kakak
Untuk kakak ku, tiada yang paling mengharukan saat kumpul bersama walaupun sering bertengkar tapi hal itu selalu menjadi warna yang tak akan bisa tergantikan, terima kasih
atas doa, dukungan dan bantuannya selama ini.
Dosen Pembimbing dan Penguji Utama Tugas Akhirku
Ibu Sonya Yulia S, S.pd, M.Kes dan Ibu Susarmi S.ST selaku dosen pembimbing tugas akhirku dan Ibu Ernani Setyawati, M.Keb selaku penguji utama tugas akhirku, terima kasih
ibu atas bimbingan serta nasehat yang tiada hentinya ibu berikan. Saya tidak akan lupa segala jasa dan limpahan kesabaran ibu dalam membimbing saya selama ini dan saya
bangga pernah dibimbing oleh ibu.
Seluruh Dosen Pengajar dan staff di Poltekkes Kemenkes Kaltim
Terima kasih banyak untuk semua ilmu, didikan, bimbingan serta pengalaman berharga yang telah kalian berikan kepada saya.
Teman-teman seperjuangan ku
Teruntuk kepada wanita-wanita hebatku calon bidan. Salam hangat untuk kalian atas kebersamaan saat menimba ilmu selama tiga tahun, terima kasih untuk segala suka maupun
duka dari kalian aku banyak belajar tentang arti hidup.
Buat Pasien Study Kasusku
Tidak lupa ucapan terima kasih kepada keluarga Tn. S dan Ny. T yang bersedia untuk menjadi pasien dalam pelaksanaan tugas akhir saya. Tanpa kerja sama dari kalian tugas akhir ini tidak akan terselesaikan. Terima kasih telah percaya kepada saya dan terima kasih
atas waktu yang telah diluangkan selama pelaksanaan,semoga adik Alsyah menjadi anak
yang sholeh dan patuh kepada kedua orang tua dan semoga hubungan silaturahmi ini selalu terjaga. Amin.
Terima kasih untuk semuanya yang mungkin tidak bisa saya sebutkan satu persatu dalam lembar persembahan ini, terima kasih atas motivasi dan kerjasamanya,
karena berkat motivasi dan kerjasamanya saya dapat menyelesaikan karya kecil ini dengan tepat waktu.
“Karya kecil untuk mereka yang kusayang dan kucintai”
Salam hangat penuh kasih sayang Penulis
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Ananda Deepsea Rosa Dela
NIM : PO 7224114001
Tempat Tanggal Lahir : Balikpapan, 17 September 1996
Agama : Islam
Alamat : JL.Sultan Alaudin Rt 1 No 16 Balikpapan Riwayat Pendidikan : TK Tunas Karya Balikpapan,Lulus Tahun 2002
SD Negeri 001 Balikpapan,Lulus Tahun 2008 SMP Negeri 9 Balikpapan, Lulus Tahun 2011 SMA Negeri 6 Balikpapan , Lulus Tahun 2014
Mahasiswi Poltekkes Kemenkes Kaltim Prodi DIII Kebidanan Balikpapan Tahun 2014 - sekarang
KATA PENGANTAR
Puji syukur yang tak terhingga penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat, karunia dan kasih sayang-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Proposal Laporan Tugas Akhir yang berjudul “Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.T G3P1011 Dengan Anemia Ringan Di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Sari Ilir Balikpapan Tengah Tahun 2017” dengan baik dan lancar.
Proposal Laporan Tugas Akhir ini merupakan salah satu persyaratan untuk menyelesaikan pendidikan DIII Kebidanan pada Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur. Penulis menyadari bahwa Proposal Laporan Tugas Akhir ini masih jauh dari sempurna, untuk itu dengan rendah hati penulis menerima semua masukan dan saran untuk perbaikan dan penyempurnaan pada Proposal Laporan Tugas Akhir.
Penulisan Proposal Laporan Tugas Akhir ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang sangat berarti dan dalam kesempatan ini tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih yang tidak terhingga kepada :
1. Drs.H.Lamri, M.kes, selaku Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Kaltim 2. Sonya Yulia S, S.pd.,M.kes, selaku Ketua Jurusan Kebidanan Politeknik
Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur, sekaligus sebagai pembimbing I dan penguji I yang senantiasa mengingatkan dan memberi motivasi penulis untuk segera menyelesaikan Proposal
3. Hj. Eli Rahmawati, S.SiT, M.Kes, selaku Ketua Program Studi DIII Kebidanan Balikpapam Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur
4. Ernani Setyawati, SST.,M,Keb, selaku penguji utama saya yang senantiasa memberikan saran penulis untuk perbaikan Proposal Laporan Tugas Akhir ini
5. Susarmi, S.ST, selaku pembimbing II dan penguji II yang telah memberi masukan yang sangat dibutuhkan dalam penyusunan Proposal Laporan Tugas Akhir.
6. Orang Tua saya yang tersayang yang telah memberi semangat, doa serta dukungan materi dan spiritualnya sehingga Proposal Laporan Tugas Akhir ini dapat terselesaikan tepat waktu
7. Sahabat dan teman-teman seperjuangan yang senantiasa memberikan dukungan dan semangat dalam menyusun Proposal Laporan Tugas Akhir
8. Serta semua pihak yang telah membantu penulis, yang tidak dapat diucapkan satu- persatu.
Penulis menyadari bahwa Proposal Laporan Tugas Akhir ini masih terdapat kekurangan karena keterbatasan yang ada pada penulis. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan penulis demi perbaikan yang akan datang.
Atas partisipasi dan dukungan dari berbagai pihak, penulis mengucapkan terima kasih dan memohon maaf atas segala kekurangan dalam penyusunan Proposal Laporan Tugas Akhir ini. Semoga Proposal Laporan Tugas Akhir ini dapat memberikan manfaat bagi penulis maupun bagi semua pihak yang membaca
Balikpapan, April 2017
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
HALAMAN PERSEMBAHAN ... iii
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... vi
KATA PENGANTAR... vii
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR TABEL ... xii
DAFTAR BAGAN ... xiii
DAFTAR SINGKATAN... xiv
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ...1
B. Rumusan Masalah ...5
C. Tujuan Penelitian ...5
D. Manfaat Penelitian ...7
E. Ruang Lingkup ...8
F. Sistematika Penulisan ...9
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Dasar Manajemen Kebidanan Varney ...7
1. Asuhan Kebidanan Komprehensif ...7
2. Manajemen Asuhan Kebidanan sesuai 7 langkah Varney...10
B. Konsep dasar Asuhan Kehamilan...10
1. Pengertian kehamilan TM III ...11
2. Perubahan Fisiologis TM III...11
3. Perubahan Psikologis TM III ...13
4. Kebutuhan Dasar ibu hamil ...20
5. Ketidaknyamanan Pada Kehamilan TM III ...30
C. Konsep Dasar persalinan ...34
1. Pengertian persalinan ...34
2. Sebab terjadinnya persalinan ...34
3. Kebutuhan Ibu Bersalin ...35
5. Pola Fungsional Kesehatan Pada Ibu Bersalin...36
6. Tanda-tanda persalinan ...36
7. Faktor yang berperan dalam persalinan ...37
8. Proses Persalinan Terdiri Dari 4 Kala...38
9. Mekanisme Persalinan ...39
10. Asuhan Persalinan Normal ...41
11. Patograf ...45
D. Konsep Dasar Bayi baru lahir...45
1. Pengertian ...45
2. Penanganan BBL ...45
3. Pola Pemenuhan Kebutuhan BBL ...55
4. Tanda bahaya BBL ...56
E. Konsep Dasar Nifas ...59
1. Pengertian ...59
2. Tujuan Asuhan masa nifas ...59
3. Tahapan dalam masa nifas ...60
4. Frekuensi Waktu Dan Tujuan Kunjungan ...60
5. Kebutuhan dasar masa nifas...61
6. Perubahan Masa Nifa ...66
7. Asuhan Bidan Pada Ibu Nifas ...71
8. Manajemen Laktasi ...71
F. Konsep Dasar Neonatus...76
1. Pengertian ...76
2. Periode Neonatal ...76
3. Kebutuhan Dasar Bayi Baru Lahir...79
4. Perawatan Fisik Bayi Baru Lahir ...82
5. Peran Bidan Pada Bayi Sehat...84
G. Konsep Dasar Keluarga Berncana ...85
1. Pengertian ...85
2. Asuhan Bidan Pada Calon ...85
3. Jenis-Jenis Alat Kontrasepsi ...86
H. Konsep Dasar Anemia...90
I. Bendungan Asi...95
1. Pengertian ...96
2. Faktor Penyebab...96
3. Tanda Dan Gejala ...97
4. Penanganan Bendungan Asi ...97
2. Perawatan Payudara ...98
BAB III SUBJEK DAN KERANGKA PELAKSANAAN STUDI KASUS
A. Rancangan Pelaksanaan Study Kasus ...99
B. Kerangka kerja pelaksanaan Study Kasus...99
C. Lokasi Dan Waktu...101
D. Subjek study kasus ...101
E. Pengumpulan Dan Analisis Data ...101
D. Etika Pelaksanaan ...103
BAB IV TINJAUAN KASUS A. Dokumentasi Asuhan Kebidanan ANC ...105
B. Dokumentasi Asuhan Kebidanan INC...132
C. Dokumentasi Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir ...142
D. Dokumentasi Asuhan Kebidanan PNC ...147
E. Dokumentasi Asuhan Kebidanan Neonatus ...157
F. Dokumentasi Asuhan Kebidanan Pelayanan Kontrasepsi ...164
BAB V PEMBAHASAN A. Pembahasan Proses Asuhan Kebidanan ...166
B. Keterbatasan Pelaksanaan Asuhan ...181
BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan...182
B. Saran ...184 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
No. Tabel Halaman
2.1 Kecukupan Gizi Wanita Hamil ...21
2.2 Penilaian BMI ...26
2.3 Lama Perlindungan Tetanus Toxoid ...27
2.4 Umur Kehamilan Berdasarkan Tinggi Fundus Uteri ...29
2.5 Berat Badan Janin Berdasarkan Usia Kehamilan...30
2.6 Ketidaknyamanan Pada Kehamilan TM III ...31
2.7 Score Puji Rohayati...33
2.8 Pola Fungsional Persalinan ...36
2.9 Penilaian Apgar Score...46
2.10 Pola Fungsional BBL ...55
2.11 Pola Fungsional Nifas ...66
2.12 Tinggi Fundus Uteri dan Berat Uterus Menurut Involusi ...67
2.13 Kunjungan Neonatal ...77
2.14 Kebutuhan Cairan Menurut Usia ...83
2.15 Kebutuhan Zat Besi Pada Setiap Kehamilan ...93
2.16 Nilai Batas Untuk Anemia Pada Perempuan ...94
2.17 Score Puji Rohayati...33
4.1 Implementasi Kunjungan Kehamilan K3...130
4.2 Implementasi INC Kala I ...134
4.3 Implementasi INC Kala II ...136
4.4 Implementasi INC Kala III ...138
4.5 Implementasi Kala IV Persalinan ...140
4.6 Nilai APGAR Bayi ...143
4.7 Pola Fungsional Kesehatan ...143
4.8 Implementasi Bayi Baru Lahir...146
4.9 Pola Fungsional Kesehatan ...147
4.10 Implementasi PNC K1 ...149
4.11 Pola Fungsional Kesehatan ...150
4.12 Implementasi PNC K2 ...152
4.13 Pola Fungsional Kesehatan ...154
4.14 Implementasi PNC K3 ...156
4.15 Pola Fungsional Kesehatan ...157
4.16 Implementasi Neonatus KN ...159
4.17 Pola Fungsional Kesehatan ...160
4.18 Implementasi Neonatus KN 2 ...161
4.19 Pola fungsional kesehatan...162
4.20 Implementasi Neonatus KN 3 ...163
4.21 Pola Fungsional Kesehatan ...164
4.22 Implementasi KB ...165
DAFTAR BAGAN
No. Bagan Halaman
3.1 kerangka study kasus ...97
DAFTAR SINGKATAN
A
AKI : Angka Kematian Ibu AKB : Angka Kematian Bayi
AKDR: Alat Kontrasepsi Dalam Rahim ANC : Antenatal Care
AS : Apgar Score ASI : Air Susu Ibu B
BAK : Buang Air Kecil BAB : Buang Air Besar BB : Berat Badan
BBLR : Berat Badan Lahir Rendah D
DJJ : Denyut Jantung Janin DKK : Dinas Kesehatan Kota H
HB : Hemoglobin
I
INC : Intranatal Care
IMD : Inisiasi Menyusui Dini IMT : Indeks Masa Tubuh IM : Intra Muscular K
KB : Keluarga Berencana
KBA : Keluarga Berencana Alamiah KIA : Kesehatan Ibu dan Anak KPD : Ketuban Pecah Dini KU : Keadaan Umum L
LD : Lingkar Dada LK : Lingkar Kepala LILA : Lingkar Lengan Atas P
PAP : Pintu Atas Panggul PB : Panjang Badan
PNC : Post Natal Care PP : Post Partum T
TB : Tinggi Badan TBC : Tuberculosis
TBJ : Tafsiran Berat Janin TFU : Tinggi Fundus Uteri TM : Trimester
TP : Tafsiran Persalinan TT : Tetanus Toxoid TTV : Tanda-tanda Vital U
USG : Ultra Sono Grafi
UUK : Ubun-ubub Kecil
W
WHO :World Health Organization
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan utama sebagai ujung tombak pembangunan kesehatan dalam upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Angka Kematian Bayi (AKB). Peran bidan dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi yaitu dengan asuhan kebidanan komprehensif sehingga terpantaunya kondisi ibu dan bayi serta dapat mendeteksi adanya komplikasi. Untuk itu dibutuhkan tenaga bidan yang bermutu, professional dan memiliki kemampuan komprehensif (Kepmenkes RI, 2010).
Asuhan kebidanan komprehensif merupakan asuhan kebidanan yang diberikan secara menyeluruh dari mulai hamil, bersalin, bayi baru lahir, nifas, neonatal sampai pada keluarga berencana. Asuhan kebidanan ini diberikan sebagai bentuk penerapan fungsi, kegiatan, dan tangggung jawab bidan dalam memberikan pelayanan kepada klien dan merupakan salah satu upaya untuk menurunkan AKI dan AKB (Saifuddin, 2009).
Data yang dilaporkan di dunia tahun 2014 Angka kematian Ibu (AKI) di dunia yaitu 289.000 jiwa. Amerika serikat yaitu 9300 jiwa, Afrika Utara 179.000 jiwa, dan Asia Tenggara 16.000 jiwa. Angka Kematian Ibu di negara-negara Asia Tenggara yaitu Indonesia 214 per 100.000 kelahiran hidup, Filipina 170 per 100.000 kelahiran hidup , Vietnam 160 per 100.000 kelahiran hidup, Thailand 44 per 100.000 kelahiran hidup, Brunei 60 per 100.000 kelahiran hidup, dan Malaysia 39 per 100.000 kelahiran hidup. (WHO,2014). Pada tahun 2014 penyebab kematian ibu di dunia adalah pra kondisi yang ada 28%, hipertensi dalam kehamilan 14%, komplikasi abortus 8%, pendarahan 27%,, infeksi 11%, partus lama dan lainnya 9%
dan penggumpalan darah (embolism) 3% (WHO, 2014).
Data yang dilaporkan di Indonesia berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2006 AKI tercatat 253/100.000 KH, pada tahun 2007 menjadi 228/100.000, Pada tahun 2009 menjadi 226/100.000 KH, dan pada tahun 2012 menjadi 359/100 ribu KH. AKB tahun 2015 sebesar 34 per 1000 kelahiran hidup (SDKI 2007) dan terakhir menjadi 32 per 1000 kelahiran hidup (SDKI 2012).
Namun angka kematian bayi (AKB) di Indonesia masih tetap tergolong tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN seperti Singapura (3 per 1000 kh), Brunei Darussalam (8 per 1000 kh), Malaysia (10 per 1000 kh), Vietnam (18 per 1000 kh), dan Thailand (20 per 1000 kh). Pada tahun 2010, penyebab langsung AKI di Indonesia terkait kehamilan dan persalinan terutama yaitu perdarahan 28%, eklampsia 24%, infeksi 11%, partus lama 5%, dan abortus 5%. (Depkes RI, 2010). Sedangkan pada tahun 2012 penyebab langsung AKI di Indonesia adalah perdarahan 45%, infeksi 15%, dan eklamsi 13%. Penyebab lain komplikasi aborsi 11%, partus lama 9%, anemia 15%, Kurang Energi Kronis (KEK) 30% .
Data yang dilaporkan di Kalimantan Timur diperoleh data Angka Kematian Ibu (AKI) mencapai 113 kematian per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2013. Pada tahun 2014 angka itu menurun menjadi 104 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Pada tahun 2015 angka itu menurun menjadi 100 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan data Angka Kematian Bayi (AKB) mencapai 414 kematian per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2013. Pada tahun 2014 angka itu menurun menjadi 329 kematian per 1.000 kelahiran hidup. Pada tahun 2015 angka itu meningkat menjadi 762 kematian per 1.000 kelahiran hidup (Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, 2015)
Data yang dilaporkan di Kota Balikpapan diperoleh data Angka Kematian Ibu (AKI) mencapai 79 kematian per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2013. Pada tahun 2014 angka itu meningkat menjadi 124 kematian per 100.000 kelahiran hidup.
Pada tahun 2015 angka itu menurun menjadi 72 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan data Angka Kematian Bayi (AKB) mencapai 11 kematian per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2013. Pada tahun 2014 angka itu sama dengan tahun 2013 yaitu 11 kematian per 1.000 kelahiran hidup. Pada tahun 2015 angka itu menurun menjadi 6 kematian per 1.000 kelahiran hidup (Profil Kesehatan DKK Balikpapan, 2015).
Data yang dilaporkan di Puskesmas Gunung Sari Ilir Pada tahun 2015 Angka Kematian Ibu (AKI) tidak ada terdapat kematian ibu, pada tahun 2016 Angka Kematian Ibu (AKI) sebanyak 1 orang sedangkan pada tahun 2017 sampai dengan bulan Februari tidak ada terdapat kematian ibu. Sedangkan data Angka Kematian Bayi (AKB) pada tahun 2015 di Puskesmas Gunung Sari Ilir tidak ada terdapat kematian bayi, pada tahun 2016 Angka Kematian Bayi (AKB) sebanyak 2 orang sedangkan pada tahun 2017 sampai dengan bulan Februari tidak ada terdapat kematian bayi. Pada tahun 2016 penyebab langsung AKB di Puskesmas Gunung Sari Ilir adalah 1 kasus dengan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dan 1 kasus dengan Asfiksia (Data Puskesmas Gunung Sari Ilir).
Data yang dilaporkan di Puskesmas Gunung Sari Ilir Pada tahun 2015 didapatkan data jumlah ibu hamil sebanyak 465 orang dan didapatkan data kasus anemia pada ibu hamil sebanyak 20 orang. Pada tahun 2016 jumlah ibu hamil di Puskesmas Gunung Sari Ilir sebanyak 465 orang dan didapatkan data kasus anemia pada ibu hamil sebanyak 87 orang. Sedangkan pada tahun 2017 sampai dengan bulan
Februari jumlah ibu hamil di Puskesmas Gunung Sari Ilir sebanyak 78 orang dan 9 orang didapatkan kasus dengan anemia pada ibu hamil,(Data Puskesmas Gunung Sari Ilir).
Anemia pada kehamilan disebut “Potential Danger to Mother and Child”
(potensial membahayakan ibu dan anak), karena itulah anemia memerlukan perhatian serius dari semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan. Anemia memberikan pengaruh yang buruk bagi ibu, baik dalam masalah kehamilan, persalinan, nifas, seperti abortus, prematur, partus lama, perdarahan post partum, syok, subinvolusi, infeksi baik intra partum maupun post partum, BBLR dan bahkan sampai dapat menyebabkan kematian ibu dan kematian bayi. (Manuaba, 2010).
Di seluruh dunia frekuensi anemia dalam kehamilan cukup tinggi berkisar antara 10%-20% (Wiknjosastro, 2005). Laporan-laporan dari seluruh dunia menyebutkan bahwa frekuensi anemia dalam kehamilan cukup tinggi yaitu 21,7%, terutama di Negara-negara berkembang sebesar 10-20 %. Menurut WHO, 40%
kematian ibu di negara berkembang berkaitan dengan anemia dalam kehamilan yang penyebabnya adalah defisiensi zat besi. Angka anemia di Indonesia menunjukkan nilai yang cukup tinggi yaitu 63,5% (Saifuddin, 2009). Angka anemia dalam kehamilan di Indonesia menunjukkan nilai yang cukup tinggi yaitu 3,8% pada trimester I, 13,6% pada trimester II, dan paling tinggi pada trimester III yaitu 24,8%
(Manuaba, 2005). Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin dibawah 11gr% pada trimester 1 dan 3 atau kadar <10,5 gr % pada trimester 2, kejadian tersebut karena hemodilusi, terutama pada trimester 2.(Cunnningham.F,2007)
Setelah dilakukan kunjungan awal dan pemeriksaan ibu hamil pada tanggal 9 Maret 2017 rumah Ny.T di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Sari Ilir data klien yang kami dapat pada saat melakukan pemeriksaan fisik semua dalam batas normal kesan panggul normal, protein urine (-) dan hanya saja dari hasil pemeriksaan Hemoglobin (Hb), ibu mengalami anemia sedang dengan nilai Hb 8,9 gr% dan usia anak pertama 14th, ibu termasuk kasus resiko tinggi.
Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik melakukan asuhan kebidanan yang komprehensif pada Ny.T selama masa hamil, bersalin, bayi baru lahir, nifas, neonatus, dan pemilihan alat kontrasepsi dalam laporan studi kasus dengan judul
“Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.T G3P1011 hamil 33 minggu 1 hari Dengan Anemia Sedang Di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Sari Ilir Balikpapan Tengah Tahun 2017”
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dari latar belakang di atas yang menjadi rumusan masalah pada studi kasus ini adalah “Bagaimana melakukan pelayanan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny.T usia 34 tahun G3P1011hamil 33 minggu 1 hari” sejak masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, neonatus sampai dengan pelayanan kontrasepsi yang sesuai dengan standar pelayanan kebidanan . C. Tujuan
1. Tujuan umum
Mampu memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif sejak masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, neonatus sampai dengan pelayanan kontrasepsi pada Ny.T G3P1011hml 33 minggu 1 hari Dengan Anemia Sedang Di
Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Sari Ilir serta melakukan asuhan neonatus, bayi dan balita pada By.Ny T sesuai dengan pelayanan kebidanan dan mendokumentasikan dalam bentuk SOAP
2. Tujuan Khusus
a. Mampu melakukan asuhan kehamilan secara komprehensif yakni pengkajian, interprestasi data, penegakan diagnosa atau masalah, merencanakan asuhan, intervensi dan evaluasi serta pendokumentasian dalam bentuk SOAP terhadap Ny.T G3P1011 33 minggu 1 hari minggu dengan masalah anemia Sedang di Wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari Ilir.
b. Mampu melakukan asuhan persalinan secara komprehensif yakni pengkajian, interprestasi data, penegakan diagnosa atau masalah, merencanakan asuhan, intervensi dan evaluasi serta pendokumentasian dalam bentuk SOAP terhadap Ny.T G3P101133 minggu 1 hari di Wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari Ilir.
c. Mampu melakukan asuhan bayi baru lahir secara komprehensif yakni pengkajian, interprestasi data, penegakan diagnosa atau masalah, merencanakan asuhan, intervensi dan evaluasi serta pendokumentasian dalam bentuk SOAP terhadap By Ny.T.
d. Mampu melakukan asuhan masa nifas secara komprehensif yakni pengkajian, interprestasi data, penegakan diagnosa atau masalah, merencanakan asuhan, intervensi dan evaluasi serta pendokumentasian dalam bentuk SOAP terhadap Ny.T.
e. Mampu melakukan asuhan Neonatus secara komprehensif yakni pengkajian, interprestasi data, penegakan diagnosa atau masalah,
merencanakan asuhan, intervensi dan evaluasi serta pendokumentasian dalam bentuk SOAP terhadap By.Ny.T di Wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari Ilir.
f. Mampu melakukan keluarga berencana secara komprehensif yakni pengkajian, interprestasi data, penegakan diagnosa atau masalah, merencanakan asuhan, intervensi dan evaluasi serta pendokumentasian dalam bentuk SOAP terhadap Ny.T di Wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari Ilir.
D. Manfaat
1. Manfaat teoritis
Dengan pelaksanaan asuhan kebidanan secara berkelanjutan (continuity of care), diharapkan ilmu kebidanan semakin berkembang sesuai dengan pendekatan manajemen kebidanan dan evidence base dalam praktik asuahan kebidanan pada masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, neonatus dan pelayanan keluarga berencana.
2. Manfaat praktis
a. Bagi Dinas Kesehatan Kota
Akan membantu menjalankan program pemerintah untuk menurunkan AKI dan AKB.
b. Bagi Institusi
Memberikan pendidikan dan pengalaman bagi mahasiswanya dalam melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif mulai dari masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, masa nifas, neonatus sampai
pelayanan kontrasepsi sehingga dapat menumbuhkan dan menciptakan bidan terampil, professional dan mandiri.
c. Bagi puskesmas
Wilayah kerja setempat dapat membantu untuk kelancaran program kerja pada bagian KIA puskemas
d. Bagi klien
Akan mendapatkan pengetahuan dan mendapatkan asuhan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak
e. Bagi peneliti
Dapat mengimplementasikan apa yang ada diteori diaplikasikan dilapangan yaitu melakukan asuhan kebidanan komperhensif dengan Continuity of care mulai dari kehamilan,persalinan,bayi baru lahir,nifas,neonates hingga pelayanan kontrasepsi.
f. Bagi peneliti lainnya
Dapat menjadi bahan referensi dalam membuat karya tulis ilmiah.
E. Ruang Lingkup
Penulisan laporan studi kasus ini disusun berdasarkan metode penelitian studi kasus dengan metode continuity of care yang bertujuan memberikan asuhan secara komprehensif pada Ny.T G3P1011 hml 33 minggu 1 hari dengan masalah anemia sedang mulai dari kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, neonatus sampai ke pelaksanaan program keluarga berencana di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Sari Ilir Balikpapan Tengah Tahun 2017
F. Sistematika penulisan
Dalam upaya mempermudah penulis dan para pembaca mengikuti materi yang disajikan dalam penulisan ini, maka secara sistematis penulisan disusun sebagai
berikut yang terdiri menjadi tiga bagian, yaitu bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir. Pada awal terdapat sampul, halaman judul, halaman persetujuan, riwayat hidup penulis, halaman persembahan, kata pengantar, daftar isi, daftar table, daftar bagan dan daftar istilah,/singkatan, dan daftar lampiran. Sampul memuat judul proposal, lambang Poltekkes Kemenkes Kaltim, nama Nomor Induk Mahasiswa, institusi yang dituju dan waktu pengujian proposal. Bagian inti dan bagian akhir sebagai berikut terdiri dari :
1. BAB I Pendahuluan
Berisikan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat, ruang lingkup dan sistematika penulisan.
2. BAB II Tinjauan Pustaka
Berisikan tentang teori yang menunjang kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, neonatus, KB, konsep dasar asuhan kebidanan komprehensif, konsep teori asuhan manajemen kebidanan.
3. BAB III Subjek Dan Kerangka Kerja Pelaksanaan Studi Kasus
Berisikan tentang jenis karangan ilmiah, lokasi dan waktu, subjek kasus, teknik pengumpulan dan analisa data, instrument penelitian, kerangka kerja dan etika penelitian.
4. BAB IV Tinjauan Kasus
Berisikan tentang kasus yang dibuat menjadi SOAP kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, neonatus dan KB.
5. BAB V Pembahasan
Berisikan tentang teori apakah terdapat kesenjangan antara teori dan kasus dari asuhan kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, serta KB.
6. BAB VI Penutup
Berisikan tentang kesimpulan dan saran dari penulis dari asuhan kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, neonatus serta KB
7. Daftar Pustaka dan Lembar Lampiran.
Daftar pustaka merupakan sumber informasi yang ada didalam penulisan laporan Proposal. Referensi yang digunakan adalah referensi dengan tahun penerbitan atau dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir minimal 10 pustaka dan menyertakan ilmiah minimial 3 referensi dengan tahun publikasi 5 tahun terakhir.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep Dasar Manajemen Kebidanan 1. Asuhan Kebidanan Komprehensif
Asuhan kebidanan komprehensif mencakup empat kegiatan pemeriksaan berkesinambungan diantaranya adalah asuhan kebidanan kehamilan (antenatal care), asuhan kebidanan persalinan (intranatal care), asuhan kebidanan masa nifas (postnatal care), dan asuhan bayi baru lahir (neonatal care) (Varney, 2006).
Tujuan dari asuhan kebidanan ini dilakukan agar dapat mengetahui hal apa saja yang terjadi pada seorang wanita sejak hamil, bersalin, nifas sampai dengan bayi yang dilahirkannya serta melatih dalam melakukan pengkajian, menegakkan diagnosa secara tepat, antisipasi masalah yang mungkin terjadi, menentukan tindakan segera, melakukan perencanaan dan tindakan sesuai kebutuhan ibu, serta mampu melakukan evaluasi terhadap tindakan yang telah dilakukan (Varney, 2008).
2. Manajemen Varney a. Pengertian
Manajemen kebidanan adalah metode dan pendekatan pemecahan masalah kesehatan ibu dan anak yang khusus dilakukan oleh bidan di dalam memberikan asuhan kebidanan kepada individu, keluarga dan masyarakat. Penggunaan kata manajemen disini berfokusan kepada proses yan sistematis.manajemen kebidanan mendorong bidan menggunakan cara
yang teratur dan rasional sehingga mempermudah pelaksanaan yang tepat dalam memecahkan masalah pasien dan kliennya (Depkes RI dikutip dalam syafrudin).
Manajemen kebidanan adalah pendekatan yang digunakan oleh bidan dalam menerapkan metode pemecahan masalah secara sistematis mulai dari pengkajian, analisa data, diagnosis kebidanan, perencanaan, pelasaksanaan dan evaluasi.Proses manajemen terdiri dari 7 langkah berurutan dimana setiap langkah disempurnakan secara periodik. Proses dimulai dengan pengumpulan data dasar dan berakhir dengan evaluasi . ketujuh langkah tersebut membentuk suatu kerangka lengkap yang diaplikasikan dalam situasi apapun. Akan tetapi setiap langah aka diuraikan lagi menjadi langkah-langkah yang lebih rinci dan bisa berubah sesuai dengan kondisi klien (Walyani, 2015)
b. Langkah–langkah Manajemen Varney
Menurut varney ada tujuh langkah dalam manajemen, yaitu:
1) Pada langkah pertama ini dilakukan pengkajian dengan semua data yang diperlukan untuk mengevaluasi keadaan klien secara lengkap, yaitu:
a) Riwayat kesehatan
b) Pemeriksaan fisik sesuai dengan kebutuhan c) Meninjau catatan terbaru atau catatan sebelumnya
d) Meninjau data laboratorium dan membandingkannya dengan hasil studi
Pada langkah ini dikumpulkan semua informasi yang akurat dari sumber yang berkaitan dengan kondisi klien. Bidan mengumpulkan data dasar awal yang lengkap.
2) Langkah II. Interpretasi data dasar
Pada langkah ini dilakukan identifikasi yang benar terhadap diagnosa atau masalah dan kebutuhan klien berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan. Data dasar yang sudah dikumpulkan diinterpretasikan sehingga ditemukan masalah atau diagnostik yang spesifik. Kata masalah dan diagnosa keduanya digunakan, karena beberapa masalah tidak dapat diselesaikan seperti diagnosa tetapi sesungguhnya membutuhkan penanganan yang dituangkan kedalam sebuah rencana asuhan terhadap klien. Masalah sering berkaitan dengan wanita yang diidentifikasi oleh bidan sesuai dengan pengarahan, masalah ini sering menyertai diagnosa.
3) Langkah III. Mengidentifikasi diagnosa atau masalah potensial
Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah atau diagnosa potensial berdasarkan rangkaian masalah dan diagnosa yang sudah diidentifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila memungkinkan dilakukan pencegahan, sambil mengamati klien, bidan diharapkan dapat bersiap-siap bila diagnosa atau masalah potensial ini benar-benar terjadi. Pada langkah ini penting sekali melakukan asuhan yang sama
4) Langkah IV. Identifikasi kebutuhan yang memerlukan penanganan segera :
Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan atau dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien.
Langkah keempat ini mencerminkan kesinambungan dari proses manajemen kebidanan. Jadi manajemen kebidanan bukan hanya selama asuhan primer periodic atau kunjungan prenatal saja tetapi juga selama wanita tersebut bersama bidan terus-menerus, misalnya pada waktu wanita tersebut dalam persalinan.
5) Langkah V. merencanakan asuhan yang menyeluruh
Pada langkah ini asuhan yang menyeluruh, ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya. Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap diagnosa atau masalah yang telah diidentifikasi atau diantisipasi, pada langkah ini informasi atau data dasar tang tidak lengkap dapat dilengkapi. Rencana asuhan yang menyeluruh tidak hanya meliputi apa yang sudah diidentifikasi dari kondisi klien atau dari setiap masalah yang berkaitan tetapi juga dari kerangka pedoman antisipasi terhadap wanita tersebut seperti apa yng diperkirakan akan tejadi berikunya.
Setiap rencana asuhan haru disetujui oleh kedua belah pihak yaitu oleh bidan dank lien agar dapat dilaksanakan dengan efektif karena klien merupakan bagian dari pelaksanaan perencanaan tersebut, oleh karena itu pada langkah ini tugas bidan adalah merumuskan rencana
asuhan sesuai dengan pembahasan rencana bersama klien, kemudian membuat kesepakatan bersama sebelum melaksankannya.
6) Langkah VI. Melaksanakan perencanaan
Pada langkah keenam ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada langkah ke lima akan dilaksanakan secara efisien dan aman. Pelaksanaan ini bisa dilakukan seluruhnya oleh bidan, atau sebagian oleh klien atau anggota tim kesehatan lainnya. Jika bidan tidak melakukannya sendiri ia tetap memikul tangggung jawab untu mengarahkan pelaksanaannya. Dalam situasi dimana berkolaborasi dengan dokter untk menangani klien yang men galami komplikasi, maka keterlibatan bidan dalam manajemen asuhan bagi klien adalah bertanggung jawab terhadap terlaksananya rencana asuhan bersama secara menyeluruh tersebut.
7) Langkah VII. Evaluasi
Pada langkah ketujuh ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar telah terpenuhi atau sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah diidentifikasi didalam masalah dan diagnose. Rencana tersebut dapat diangggap efektif jika memang benar efektif pelaksanaanya. Ada kemungkinan bahwa sebagian rencana tersebut telah efektid sedang sebagian belum efektif.
Mengingat bahwa proses manajemen asuhan ini merupakan suatu kontinu maka perlu mengulang kembali dari awal setiap asuhan yang tidak efetif melalui proses manajemen untuk mengidentifikasi
mengapa proses manajemen tidak efektif serta melakukan penyesuaian pada rencana asuhan tersebut.
8) Dokumentasi
“ Documen “ berarti satu atau lebih lembar kertas resmi dengan tulisan diatasnya dokumentasi berisi dokumen atau pencatatan yang berisi bukti atau kesaksian tentang sesuatu atau suatu pencatatan tentang sesuatu. Dokumentasi dalam bidang kesehatan adalah suatu sistem pencatatan atau pelaporan informasi atau kondisi dan perkembangan kesehatan pasien dan semua kegiatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan. Dalam pelayanan kebidanan, setelah melakukan pelayanan semua kegiatan didokumentasikan dengan menggunkan konsep SOAP yang terdiri dari :
a) S: Menurut persfektif klien. Data ini diperoleh melalui anamnesa atau allow anamnesa (sebagai langkah I dalam manajemen Varney)
b) O: Hasil pemeriksaan fisik klien, serta pemeriksaan diagnostic dan pendukung lain. Data ini termasuk catatan medic pasien yang lalu. (sebagai langkah I dalam manajemen Varney).
c) A: Analisis/interpretasi berdasarkan data yang terkumpul, dibuat kesimpulan berdasarkan segala sesuatu yang dapat teridentifikasi diagnosa/masalah. Identifikasi diagnose/masalah potensial. Perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter/konsultasi kolaborasi dan rujukan. (sebagai langkah II, III, IV dalam manajemen Varney).
d) P: Merupakan gambaran pendokumentasian dari tindakan (implementasi) dan evaluasi rencana berdasarkan pada langkah V, VI, VII pada evaluasi dari flowsheet. Planning termasuk : Asuhan mandiri oleh bidan, kolaborasi/konsultasi dengandokter,nakes lain,tes diagnostic/laboratorium,konseling penyuluhan Follow up.
B. Konsep Dasar Teori Kebidanan 1. Konsep Dasar Kehamilan
1) Pengertian kehamilan
Kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan dan terdiri dari ovulasi pelepasan ovum, terjadi migrasi ovum dan spermatozoa, terjadi konsepsi dan pertumbuhan zigot, terjadi nidasi pada uterus, pembentukan plasenta dan tumbuh kembang hasil konsepsi hingga aterm (Manuaba, 2014).
Kehamilan dibagi menjadi tiga trimester, yaitu : (Manuaba, 2014) 1) Trimester I (minggu pertama kehamilan sampai minggu ke-12) 2) Trimester II (minggu ke-13 sampai minggu ke-27)
3) Trimester III (minggu ke-28 sampai minggu ke-40)
Dengan terjadinya kehamilan maka seluruh sistem genitalia wanita mengalami perubahan yang mendasar sehingga dapat menunjang perkembangan dan pertumbuhan janin dalam rahim. Plasenta dalam perkembangannya dan pertumbuhan janin dalam rahim. Plasenta dalam perkembangannya mengeluarkan hormon somatomantropin estrogen, dan progesterone yang menyebabkan perubahan pada bagian dibawah ini :
2) Perubahan fisiologis 1) Uterus
Rahim atau uterus yang semula besarnya sejempol atau beratnya 30 gram akan mengalami hipertrofi dan hyperplasia, sehingga menjadi seberat 1000 gram saat akhir kehamilan. Otot rahim mengalami hyperplasia dan hipertrofi menjadi lebih besar, lunak, dan dapat mengikuti pembesaran rahim karena pertumbuhan janin. Hubungan antara besarnya rahim dan usia kehamilan penting untuk diketahui karena kemungkinan penyimpangan kehamilan seperti hamil kembar, hamil mola hidatidosa, hamil dengan hidramnion yang akan teraba lebih besar.
Pembesaran ini pada dasarnya disebabkan oleh adanya : a) Peningkatan vaskulirisasi dan dilatasi pembuluh darah
b) Hyperplasia (produksi serabut otot dan jaringan fibroelastis baru) dan hipertropi (pembesaran serabut otot dan jaringan fibroelastis yang sudah ada)
c) Perkembangan desidua 2) Servik uteri
Servik uteri pada kehamilan juga mengalami perubahan karena hormon estrogen. Jika korpus uteri mengandung lebih banyak jaringan otot, maka serviks lebih banyak mengandung jaringan ikat. Jaringan ikat pada serviks ini banyak mengandung kolagen. Akibat kadar esterogen meningkat dan adanya hypervaskulasi serta meningkatnya suplai darah maka konscistesi serviks menjadi lunak yang disebut tanda Goodell.
3) Vagina dan vulva
Akibat hipervaskularisasi vagina dan vulva kelihatan lebih merah atau kebiru-biruan. Warna livid pada vagina dan portio serviks disebut tanda Chadwick.
4) Payudara
Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan pemberian ASI pada laktasi.
5) Perubahan pada kulit
Terjadi hiperpigmentasi pada muka disebut masker kehamilan (chloasma gravidarum), payudara pada putting susu dan areola payudara dan pada perut disebut linea nigra striae.
6) Perubahan Metabolisme
Sebagian besar penambahan berat badan selama kehamilan berasal dari uterus dan isinya. Kemudian payudara, volume darah, dan cairan ekstraselular. Diperkirakan selama kehamilan berat badan akan bertambah 12,5 kg. Pada trimester ke-2 dan ke-3 pada perempuan dengan gizi baik dianjurkan menambaah berat badan per minggu sebesar 0,4 kg, sementara pada perempuan dengan gizi kurang atau berlebih dianjurkan menambah berat badan per minggu masing-masing sebesar 0,5 kg dan 0,3 kg.
3) Perubahan Psikologis (Kusmiyati, 2013)
Kehamilan juga diartikan periode kritis, saat terjadinya gangguan dan perubahan identitas peran.
1) Trimester III
a) Trimester III seringkali disebut periode penantian dan waspada sebab pada saat itu ibu merasa tidak sabar menunggu kelahiran bayinya.
b) Kadang-kadang ibu merasa khawatir bahwa bayinya akan lahir sewaktu-waktu. Ini menyebabkan ibu meningkatkan kewaspadaannya akan timbulnya tanda dan gejala akan terjadinya persalinan.
c) Pada TM III ibu merasa tidak nyaman dan depresi karena janin membesar dan perut ibu juga, melahirkan, sebagian besar wanita mengalami klimaks kegembiraan emosi karena kelahiran bayi.
4) Kebutuhan dasar pada ibu hamil TM III
1) Kebutuhan fisik ibu hamil (Kusmiyati, 2009) : (1) Nutrisi
Nutrisi pada ibu hamil sangat menentukan status kesehatan ibu dan janinnya. Hal yang harus diperhatikan ibu hamil yaitu makanan yang dikonsumsi terdiri dari susunan menu seimbang, mengandung unsur-unsur sumber tenaga, pembangun, pengatur dan pelindung.
Sumber tenaga (energi) diperoleh dari karbohidrat dan sam lemak, sumber pembangunan diperoleh dari protein hewani dan nabati yang dibutuhkan untuk membentuk plasenta dan untuk menambah unsur-unsur cairan darah terutama haemoglobin (Hb) dan plasma.
Sedang sumber pengatur dan pelindung diperoleh dari air, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit dan mengatur kelancaran metabolisme.
Tabel 2.1 kecukupan gizi wanita hamil Widya Karya Pangan Dan Gizi
Zat gizi Kebutuhan penambahan untuk wanita hamil
Contoh jenis makanan
Energi 285 kkal Nasi, roti, ubi, jagung, kentang,tepung dll
Protein 12 gram Daging, ikan telur, ayam, kacang- kacangan, tahu, tempe Vitamin A 200 RE/i.u Kuning telur, hati, sayuran dan buah
hijau dan kuning kemerahan Kalsium 500 mg Susu, ikan teri, sayuran hijau, kacang-
kacang kering
Vitamin B1 0,2 mg Biji-bijian, padi-padian, kacang- kacangan, daging
Vitamin B2 0,2 mg Hati, telur, sayuran, kacang
Niasin 1 mg Hati, daging, ikan, biji-bijian, kacang- kacangan
Vitamin C 10 mg Sayuran, buah-buahan
Zat besi 30 mg Daging, hati, sayuran hijau, bayam, kangkung, daun papaya, daun katuk
(Kusmiyati,2009) (2) Kalori
Jumlah kalori yang diperlukan ibu hamil setiap harinya adalah 2500 kalori.Jumlah kalori yang berlebih dapat menyebabkan obesitas, dan ini merupakan faktor predisposisi atas terjadinya preeklamsia. Total penambahan berat badan sebaiknya tidak melebihi 10-12 kg selama hamil.
(3) Protein
Jumlah protein yang diperlukan oleh ibu hamil adalah 85 gram per hari. Sumber protein tersebut bisa diperoleh dari tumbuh-
tumbuhan (kacang-kacangan) atau hewani (ikan, ayam, keju, susu dan telur). Defisiensi protein dapat menyebabkan kelahiran premature, anemia dan oedema.
(4) Kalsium
Kebutuhan kalsium ibu hamil adalah 1,5 kg per hari. Kalsium dibutuhkan untuk pertumbuhan janin, terutama bagi pengembangan otot dan rangka.
(5) Zat besi (Fe)
Diperlukan asupan zat besi bagi ibu hamil terutama pada trimester II, karena pada trimester ini memiliki kemampuan perkembangan yang semakin pesat yaitu terjadi perkembangan tumbuh kembang organ janin yang sangat penting. Pemberian tablet zat besi dimulai setelah rasa mual dan muntah hilang (trimester II), satu tablet sehari selama minimal 90 hari yang bertujuan untuk mencegah terjadinya anemia dalam kehamilan (Saifuddin, 2010).
(6) Asam folat
Jumlah asam folat yang dibutuhkan ibu hamil sebesar 400 mg perhari. Kekurangan asam folat dapat menyebabkan anemia megaloblastik pada ibu hamil. Asam folat telah terkandung di dalam tablet Fe, 1 tablet mengadung zat besi 60 mg dan asam folat 500 mg. Sehingga dengan mengkonsumsi tablet Fe diharapkan kebutuhan ibu hamil akan asam folat dapat terpenuhi (Saifuddin, 2010).
(7) Air
Air diperlukan tetapi sering dilupakan pada saat pengkajian.
Air untuk membantu system pencernaan makanan dan membantu proses transportasi
(8) Personal hygiene
Bagian tubuh yang sangat membutuhkan perawatan kebersihan adalah daerah vital, karena saat hamil, biasanya terjadi pengeluaran secret vagina yang berlebihan.Selain mandi, mengganti celana dalam secara rutin minimal sehari dua kali sangat dianjurkan.
(9) Pakaian hal yang perlu diperhatikan untuk pakaian ibu hamil:
(a) Pakaian harus longgar, bersih, dan tidak ada ikatan yang ketat didaerah perut.
(b) Bahan pakaian usahakan yang mudah menyerap keringat.
(c) Pakailah bra yang menyokong payudara.
(d) Memakai sepatu dengan hak rendah.
(e) Pakaian dalam harus selalu bersih.
(10) Eliminasi
Keluhan yang sering muncul pada ibu hamil berkaitan dengan eliminasi adalah konstipasi dan sering BAK. Konstipasi terjadi karena adanya pengaruh hormone progesterone yang mempunyai efek rileks terhadap otot polos, salah satunya otot halus. Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan mengkonsumsi makanan tinggi serat dan banyak minum air putih, terutama ketika lambung sedang kosong.
(11) Seksual
Hubungan seksual selama kehamilan tidak dilarang selama tidak ada riwayat penyakit seperti:
(a) Sering abortus dan kelahiran premature (b) Perdarahan per vaginam
(c) Koitus harus dilakukan dengan hati-hati terutama pada minggu pertama kehamilan
(d) Bila ketuban sudah pecah, koitus dilarang karena dapat menyebabkan infeksi janin intra uteri.
5) Ante natal care (ANC) 1) Pengertian
Pelayanan antenatal (ante natal care) merupakan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan untuk ibu selama masa kehamilannya, dilaksanakan sesuai standar pelayanan antenatal yang ditetapkan dalam Standar Pelayanan Kebidanan (SPK) (Kemenkes RI, 2010).
Pelayanan antenatal merupakan pelayanan terhadap individu yang bersifat preventif care untuk mencegah terjadinya masalah yang kurang baik bagi ibu maupun janin agar dapat melalui persalinan dengan sehat dan aman sehingga ibu dalam keadaan status kesehatan yang optimal (Depkes RI, 2007). Menentukan Usia Kehamilan
2) Tujuan pemeriksaan kehamilan
Ada beberapa tujuan pemeriksaan ibu hamil secara keseluruhan yaitu:
a) Memantau kemajuan kehamilan untuk mamastikan kehamilan ibu dan tumbuh kembang janin.
b) Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, social ibu.
c) Mengenali dan mengurangi secara didni adanya penyulit atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum,dan pembedahan.
d) Mempersiapkan persalinan cukup bulan dan persalinan yang aman dengan trauma seminimal mungkin.
e) Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan mempersiapkan ibu agar dapat memberikan air susu ibu (ASI) secara ekslusif.
f) Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran janin agar dapat tumbuh kembang secara normal.
g) Mengurangi bayi lahir prematur, kelahiran mati dan kematiana neonatal, sedangkan
h) Mempersiapkan kesehatan yang optimal bagi janin (Sondakh, 2009).
3) Manfaat pemeriksaan kehamilan
Manfaat pemeriksaan kehamilan secara dini adalah untuk memperoleh gambaran dasar mengenai perubahan fisiologik yang terjadi selama kehamilan dan berbagai kelainan yang menyertai kehamilan secara dini, sehingga dapat diperhitungkan dan dipersiapkan langkah-langkah dalam pertolongan persalinannya (Manuaba, 2009).
4) Kebijakan pemerintah untuk pemeriksaan kehamilan mengenai jadwal pemeriksaan kehamilan (ANC) Ibu hamil mendapatkan pelayanan ANC minimal 4 kali selama kehamilan, yang terbagi dalam (Kemenkes RI, 2010):
a) Trimester I : 1 kali (sebelum usia 14 minggu)
b) Trimester II : 1 kali (usia kehamilan antara 14-28 minggu) c) Trimester III : 2 kali (usia kehamilan antara 28-36 minggu dan
sesudah usia kehamilan 36 minggu).
Standar pelayanan tersebut dianjurkan untuk menjamin terhadap perlindungan ibu hamil dan janin, berupa dteksi dini faktor risiko, pencegahan, dan penanganan dini komplikasi kehamilan (Kemenkes RI, 2013)
5) Asuhan Ante natal standar 14T (Kemenkes RI, 2016) :
a) Ukur Berat badan dan Tinggi Badan (T1). Dalam keadaan normal kenaikan berat badan ibu dari sebelu hamil dihitung dari TM I sampai TM III yang berkisar anatar 9-13,9 kg dan kenaikan berat badan setiap minggu yang tergolong normal adalah 0,4 - 0,5 kg tiap minggu mulai TM II.. Berdasarkan dari perhitungan BMI (body mass index), peningkatan berat badan selama kehamilan tergantung dari berat badan sebelum hamil. BMI = berat badan sebelum hamil : tinggi badan2
Tabel 2.2 penilaian BMI (Berat Badan Sebelum Hamil)
Nilai BMI Penilaian Berat Badan Total peningkatan berat
badan
>30 Obesitas/ kegemukan 6-9 kg
25-29,9 Berat badan berlebihan 6-11 kg
18,5-24,9 Berat badan ideal 11-15 kg
<18,5 Berat badan kurang 12-18 kg
b) Ukur Tekanan Darah (T2). Tekanan darah yang normal 110/80 - 140/90 mmHg, bila melebihi 140/90 mmHg perlu diwaspadai adanya Preeklampsi.
c) Ukur Tinggi Fundus Uteri (T3) Tujuan pemeriksaan TFU menggunakan tehnik Mc. Donald adalah menentukan umur kehamilan berdasarkan minggu dan hasilnya bisa di bandingkan dengan hasil anamnesis hari pertama haid terakhir (HPHT) dan kapan gerakan janin mulai dirasakan. TFU yang normal harus sama dengan UK dalam minggu yang dicantumkan dalam HPHT.
d) Pemberian Tablet Fe sebanyak 90 tablet selama kehamilan (T4) e) Pemberian Imunisasi TT (T5) Imunisasi Tetanus Toxoid harus
segera di berikan pada saat seorang wanita hamil melakukan kunjungan yang pertama dan dilakukan pada minggu ke-4.
Tabel 2.3 Lama Perlindungan Tetanus Toxoid
Imunisasi TT
Selang Waktu minimal pemberian Imunisasi TT
Lama Perlindungan
TT1 Langkah awal pembentukan
kekebalan tubuh terhadap penyakit Tetanus
TT2 1 bulan setelah TT1 3 Tahun
TT3 6 bulan setelah TT2 6 Tahun
TT4 12 Bulan setelah TT3 10 Tahun
TT5 12 Bulan setelah TT4 ≥25 Tahun
f) Pemeriksaan Hb (T6) Pemeriksaan Hb pada Bumil harus dilakukan pada kunjungan pertama dan minggu ke 28. bila kadar Hb < 11 gr% Bumil dinyatakan Anemia, maka harus diberi suplemen 60 mg Fe dan 0,5 mg As. Folat hingga Hb menjadi 11 gr% atau lebih.
g) Pemeriksaan VDRL ( Veneral Disease Research Lab. ) (T7) pemeriksaan dilakukan pada saat Bumil datang pertama kali daambil spesimen darah vena kurang lebih 2 cc. apabila hasil test positif maka dilakukan pengobatan dan rujukan.
h) Pemeriksaan Protein urine (T8) dilakukan untuk mengetahui apakah pada urine mengandung protein atau tidak untuk mendeteksi gejala Preeklampsi.
i) Pemeriksaan Urine Reduksi (T9) untuk Bumil dengan riwayat DM. Bila hasil positif maka perlu diikuti pemeriksaan gula darah untuk memastikan adanya DMG.
j) Perawatan Payudara (T10) senam payudara atau perawatan payudara untuk Bumil, dilakukan 2 kali sehari sebelum mandi dimulai pada usia kehamilan 6 Minggu.
k) Senam Hamil (T11)
l) Pemberian Obat Malaria (T12) diberikan kepada Bumil pendatang dari daerah malaria juga kepada bumil dengan gejala malaria yakni panas tinggi disertai mengigil dan hasil apusan darah yang positif.
m) Pemberian Kapsul Minyak Yodium (T13) diberikan pada kasus gangguan akibat kekurangan Yodium di daerah endemis yang dapat berefek buruk terhadap Tumbuh kembang Manusia.
n) Temu wicara / Konseling (T14) 6) Menentukan Usia Kehamilan
Metode kalender adalah metode yang sering kali digunakan oleh tenaga kesehatan dilapangan perhitungannya sesuai rumus yang direkomendasikan oleh Neagle yaitu dihitung dari tanggal pertama
haid terakhir ditambah 7 (tujuh), bulan ditambah 9 (sembilan) atau dikurang 3 (tiga), tahun ditambah 1 (satu) atau 0 (nol) (Kusmiyati, 2009)
a) Tinggi Fundus Uteri
Tinggi fundus sulit untuk diinterprestasikan pengukurannya dapat dipengaruhi oleh berat badan pasien, polihidramnion, gemeli dan besar janin.
Pengukururan tinggi uterus diatas simfisis mencerminkan kemajuan pertumbuhan janin dan menghasilkan taksiran kasar tentang durasi kehamilan. Biasanya teraba pada saat usia kehamilan 12-14 minggu. (Lockhart, 2014)
Tabel 2.4 Umur kehamilan berdasarkan tinggi fundus uteri
UK TFU (jari) TFU
(cm)
12 minggu 1/3 di atas simfisis -
16 minggu ½ di atas simfisis-pusat -
20 minggu 2-3 jari dibawah pusat 20 cm
24 minggu Setinggi pusat 23 cm
28 minggu 2-3 jari diatas pusat 26 cm
32 minggu Pertengahan pusat–PX 30 cm
36 minggu setinggi PX 33 cm
40 minggu 2-3 jari dibawah px (janin mulai memasuki panggul)
30 cm
(Sumber : Manuba Ida Ayu, 2012) b) Rumus Mc Donald
Tinggi fundus dalam cm X 8/7 = durasi kehamilan dalam minggu (1) Rumus Tafsiran Berat Janin (TBJ)
Rumus menghitung berat janin dalam uterus
Berat janin = TFU–12 X 155 (jika kepala belum masuk PAP) Berat janin = TFU-11X155 (jika kepala sudah masuk PAP
Tabel 2.5 Berat Badan Janin berdasarkan Usia Kehamilan
Usia Kehamilan Rata-Rata Panjang (cm)
Rata-Rata Berat (gram)
18 minggu 14,2 cm 190 gram
19 minggu 15,3 cm 40 gram
20 minggu 16,4 cm 300 gram
20 minggu 25,6 cm 300 gram
21 minggu 26,7 cm 360 gram
22 minggu 27,8 cm 430 gram
23 minggu 28,9 cm 501 gram
24 minggu 30 cm 600 gram
25 minggu 34,6 cm 660 gram
26 minggu 35,6 cm 760 gram
27 minggu 36, 6 cm 875 gram
28 minggu 37,6 cm 1005 gram
29 minggu 38,6 cm 1153 gram
30 minggu 39,9 cm 1319 gram
31 minggu 41,1 cm 1502 gram
32 minggu 42 ,4 cm 1702 gram
33 minggu 43,7 cm 1918 gram
34 minggu 45 cm 2146 gram
35 minggu 46,2 cm 2383 gram
36 minggu 47,4 cm 2622 gram
37 minggu 48,6 cm 2859 gram
38 minggu 49,8 cm 3083 gram
39 minggu 50,7 cm 3288 gram
40 minggu 51,2 cm 3462 gram
41 minggu 51,7 cm 3597 gram
42 minggu 51,5 cm 3685 gram
43 minggu 51,3 cm 3717 gram
Penentuan Usia Kehamilan menurut Mc-Donald tahun 2009 7) Ketidaknyamanan pada kehamilan
Dalam masa kehamilan ibu hamil akan mengalami perubahan fisik yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan seperti :
Tabel 2.6 Ketidaknyamanan pada kemahmilan Trimester III
Sumber : (Varney,2007) 8) Tanda-tanda bahaya pada kehamilan lanjut
Tanda-tanda bahaya ini jika tidak terdeteksi dapat mengakibatkan kematian ibu. Pada setiap kunjungan antenatal bidan harus mengajarkan kepada ibu bagaimana mengenali tanda-tanda bahaya ini, dan menganjurkan untuk datang ke klinik jika ia mengalami tanda bahaya tersebut (Kusmiyati, 2009).
Tanda-tanda bahaya yang perlu diperhatikan dan diantisipasi dalam kehamilan lanjut, adalah:
Ketidak nyamanan
Penyebab Cara Mengatasi
Pusing 1. Tekanan darah tinggi
2. Pengumpulan darah didalam pembuluh tungkai
3. Kurang makan 4. Annemia
1. Saat akan pindah posisi (misalnya dari posisi duduk jadi berdiri), lakukan dengan lambat dan tenang, jangan tergesa-gesa.
2. Hindari berdiri terlalu lama dalam lingkungan yang panas dan sesak
3. Coba periksakan di tempat pelayanan kesehatan jika pusing menyerang.
Nyeri Pinggang
1. Keletihan
2. Ukuran rahim yang makin membesar 3. Mekanisme tubuh yang kurang baik
1. Jangan membungkuk saat mengambil barang, sebaiknya turunkan badan dalam posisi jongkok, baru kemudian mengambil barang yang dimaksud
2. Istirahat, pijat, kompres dingin atau panas pada bagian yang sakit
Sering Buang air kecil
Tekanan rahim pada kandung kemih, rahim semakin membesar mengikuti perkembangan janin sehingga rahim akan menekan kandung kencing
1. Usahakan buang air kecil selalu tuntas (tidak tersisa)
2. ibu mengurangi minum sebelum tidur 3. Hindari minum kopi, teh, cola dan kafein 4. Perbanyak minum air putih di pagi hari dan
sore hari
5. Lakukan senam otot panggul ringan misalnya kegel.
Kaki bengkak / nyeri
Penyebabnya bisa karena ibu terlalu banyak diam. Secara fisiologis ibu hamil memang menanggung beban tambahan yang semakin memperlambat aliran darak darah ke pembuluh darah vena.
1. Perbanyak olah raga (jalan santai)
2. Saat duduk, gerakan kaki dengan memutarnya pada pergelangan kaki
3. Hindari duduk bersilang
4. Berbaringlah menyamping jangan terlentang 5. Ketika berbaring atur posisi kaki agar tinggi
dari badan mengganjalnya dengan bantal.
1) Perdarahan pervaginam
Jenis-jenis perdarahan antepartum ialah:
a) Plasenta previa b) Solusio plasenta 2) Sakit kepala yang hebat 3) Penglihatan kabur
4) Bengkak diwajah dan jari-jari tangan 5) Keluar cairan pervaginam
6) Gerakan janin tidak terasa 7) Nyeri abdomen yang hebat 9) Skor Poji Rochyati
Skor Poedji Rochjati adalah suatu cara untuk mendeteksi dini kehamilan yang memiliki risiko lebih besar dari biasanya (baik bagi ibu maupun bayinya), akan terjadinya penyakit atau kematian sebelum maupun sesudah persalinan (Dian, 2007). Ukuran risiko dapat dituangkan dalam bentuk angka disebut skor. Skor merupakan bobot prakiraan dari berat atau ringannya risiko atau bahaya. Jumlah skor memberikan pengertian tingkat risiko yang dihadapi oleh ibu hamil, (Rochjati Poedji, 2003).
1) Cara Pemberian SKOR:
a) Skor 2: Kehamilan Risiko Rendah (KRR)
Untuk umur dan paritas pada semua ibu hamil sebagai skor awal b) Skor 4: Kehamilan Risiko Tinggi (KRT)
Untuk tiap faktor risiko
c) Skor 8: Kehamilan Risiko Sangat Tinggi (KRST)
d) Untuk bekas operasi sesar, letak sungsang, letak lintang, perdarahan antepartum dan pre-eklamsia berat / eklamsia (Poedji Rochjati, 2003). (Poedji Rochjati, 2003).
2) Jumlah skor :
a) Jumlah skor 2 : KRR b) Jumlah skor 6-10 : KRT c) Jumlah skor >12 : KRST
Tabel 2.7 Skor Poji Rochyati
I II III IV
KE L F.R
NO.
Masalah / Faktor Resiko SKOR Triwulan
I II III.1 III.2
Skor Awal Ibu Hamil
2 2 2 2 2
I 1 Terlalu muda hamil I≤16 Tahun 4
2 Terlalu tua hamil I≥35 Tahun 4
Terlalu lambat hamil I kawin≥4 Tahun 4
3 Terlalu lama hamil lagi≥10 Tahun 4
4 Terlalu cepat hamil lagi≤ 2 Tahun 4
5 Terlalu banyak anak, 4 atau lebih 4
6 Terlalu tua umur≥ 35 Tahun 4
7 Terlalu pendek≥145 cm 4
8 Pernah gagal kehamilan 4
9
Pernah melahirkan dengan
a.terikan tang/vakum 4
b. uri dirogoh 4
c. diberi infus/transfuse 4
10 Pernah operasi sesar 8
II 11
Penyakit pada ibu hamil
a. Kurang Darah b. Malaria, 4
c. TBC Paru d. Payah Jantung 4
e. Kencing Manis (Diabetes) 4
f. Penyakit Menular Seksual 4
12 Bengkak pada muka / tungkai
dan tekanan darah tinggi. 4
13 Hamil kembar 4
14 Hydramnion 4
15 Bayi mati dalam kandungan 4
16 Kehamilan lebih bulan 4
17 Letak sungsang 8
18 Letak Lintang 8
III 19 Perdarahan dalam kehamilan ini 8
20 Preeklampsia/kejang-kejang 8
JUMLAH SKOR
2. Konsep Dasar Persalinan a. Pengertian Persalinan
Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan plasenta) yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan. (Manuaba, 2014).
Persalinan adalah proses dimana bayi, plasenta dan selaput ketuban keluar dari uterus ibu. Persalinan dianggap normal jika prosesnya terjadi pada usia kehamilan cukup bulan (setelah 37 minggu) tanpa disertai adanya penyulit. Persalinan dimulai (inpartu) sejak uterus berkontraksi dan menyebabkan perubahan pada serviks (membuka dan menipis) dan berakhir dengan lahirnya plasenta secara lengkap (JNPK-KR. 2015).
b. Sebab- sebab terjadinya persalinan (Manuaba, 2014)
Bagaimana terjadinya persalinan belum diketahui dengan pasti, sehingga menimbulkan beberapa teori yang berkaitan dengan mulai terjadinya kekuatan his.
Perlu diketahui bahwa ada dua hormon yang dominan saat hamil, yaitu : 1) Estrogen, meningkatkan sensivitas otot rahim, memudahkan
penerimaan rangsangan dari luar seperti rangsangan oksitoksin, rangsangan prostaglandin, rangsangan mekanis.
2) Progesteron, menurunkan sensitivitas otot Rahim, menyulitkan penerimaan rangsangan dari luar seperti rangsangan oksitoksin, rangsangan prostaglandin, rangsangan mekanis
Estrogen dan progesterone terdapat dalam keseimbangan sehingga kehamilan dapat dipertahankan. Perubahan keseimbangan
estrogen dan progesterone menyebabkan oksitoksin yang dikeluarkan oleh hipofise parst anterior dapat menimbulkan kontraksi dalam bentuk Braxton Hicks akan menjadi kekuetaan dominant saat mulainya persalinan, oleh karena itu makin tua hamil frekuensi kontraksi makin sering. Oksitoksin diduga bekerja sama atau melalui prostaglandin yang makin meningkat mulai dari umur kehamilan minggu ke-15.
Disamping itu factor gizi ibu hamil dan keregangan otot rahim dapat memberikan pengaruh penting untuk dimulainya kontraksi rahim.
Bagaimana terjadinya persalinan masih tetap belum dapat dipastikan, besar kemungkinan semua factor bekerja bersama-sama, sehingga pemicu persalinan menjadi multifactor (Widyastuti, 2014).
c. Kebutuhan Ibu Bersalin (Sumarah, dkk, 2012) 1) Kala I
a) Pemenuhan kebutuhan fisiologis selama persalinan b) Pemenuhan kebutuhan rasa aman
c) Pemenuhan kebutuhan dicintai dan mencintai d) Pemenuhan kebutuhan harga diri
e) Pemenuhan kebutuhan aktualisasi 2) Kala II
a) Kehadiran pendamping secara terus-menerus b) Mengurangi rasa sakit
Manajemen nyeri persalianan dengan mendukung persalinan, mengatur posisi,relaksasi, latihan nafas, istirahat, menjaga privasi, memberikan KIE tentang proses atau kemajuan persalinan