• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembuatan Lipstik

N/A
N/A
Raissa Bagus

Academic year: 2024

Membagikan "Pembuatan Lipstik"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM TEKNOLOGI DAN FORMULASI SEDIAAN LIQUID DAN SEMISOLIDA

PEMBUATAN LIPSTIK

Kelompok 1 Asisten Laboratorium :

1. Nirma 2. Widya

Annisa Khoerunnisa D1A210262 Raissa Bagus Ascharya D1A210047 Nurul Rahmayanti D1A210046

Qonita D1A210166

LABORATORIUM FARMASETIKA UNIVERSITAS AL GHIFARI

2024

Nilai TTD

(2)

I. PENDAHULUAN

Kosmetika adalah bahan atau sediaan yang dimaksud digunakan untuk bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku dan organ genital bagian luar) atau gigi dan mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan/atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik. Menurut Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 445/MENKES/PER/1998. Kosmetik adalah sediaan atau paduan bahan yang siap digunakan untuk bagian luar badan (epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ kelamin luar, gigi dan rongga mulut). untuk membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampilan, melindungi supaya dalam keadaan baik, memperbaiki bau badan, tetapi tidak dimaksud untuk mengobati atau menyembuhkan penyakit.

Setiap wanita umunya mempunyai kecendrungan serupa, yaitu ingin terlihat cantik dan menyenangkan untuk dipandang sehingga produk kosmetik menjadikan kebutuan mutlak bagi dirinya. Salah satu produk kosmetika yang sering digunakan khususnya bagi para wanita yaitu lipstik.

Pewarna bibir adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk mewarnai bibir dengan sentuhan artistik sehingga dapat meningkatkan estetika dalam tata rias wajah. Sediaan pewarna bibir terdapat dalam berbagai bentuk, misalnya cairan, krayon, dan krim. Pewarna bibir modern yang disukai adalah jenis sediaan pewarna bibir yang jika dilekatkan pada bibir akan memberikan selaput yang kering. Dewasa ini pewarna bibir yang banyak digunakan adalah pewarna bibir dalam bentuk krayon. Adapun pewarna bibir krayon lebih dikenal dengan sebutan lipstick. Pewarna bibir (lipstik) merupakan bentuk kosmetik riasan (dekoratif), yang mana dalam penggunaan semata-mata hanya melekat pada bagian tubuh yang dirias dan tidak dimaksud untuk diserap kedalam kulit serta mengubah secara permanen kekurangan yang ada.

Kosmetik dekoratif mampu menimbulkan efek psikologis yang baik untuk kesehatan, yaitu timbulnya rasa percaya diri (self confidence). Pada umumnya pemakaian kosmetik dekoratif, dengan tujuan untuk menyembunyikan kekurangan pada kulit atau ingin memberikan

(3)

penampilan yang lebih cantik, dan lebih menarik kepada dunia luar. Produk kosmetik dekoratif khususnya zat warna memainkan peran penting karena memberikan modifikasi warna yang diperlukan untuk menunjang produk tersebut. Lipstik salah satu produk kosmetik yang sangat jelas menggunakan pigmen untuk memberi warna pada bibir. Pewarna sintetis berasal dari reaksi antara dua atau lebih senyawa kimia. Zat warna sintetis yang diperbolehkan untuk lipstik misalnya merah DC, dan merah hijau no.17, kedua zat tersebut mempunyai beberapa kelebihan yaitu stabil dalam jangka waktu lama serta memberikan hasil seragam, akan tetapi ada beberapa zat warna sintetis yang dilarang penggunaannya untuk makanan dan kosmetik yang salah satunya yaitu Rhodamin B.

Rhodamin B adalah zat warna sintetis berbentuk serbuk kristal, dengan warna hijau atau ungu kemerahan, tidak memiliki bau, dan dalam larutan berwarna merah terang berfluorensi.

Rhodamin B mula nya digunakan untuk kegiatan histologi dan sekarang berkembang untuk berbagai keperluan seperti sebagai pewarna kertas dan tekstil. Rhodamin B seringkali disalahgunakan untuk pewarna pangan dan pewarna kosmetik, misalnya sirup, lipstik, pemerah pipi, dan lain-lain. Pewarna ini terbuat dari dietillaminophenol dan phatalic anchidria dimana kedua bahan baku ini bersifat sangat toksik bagi manusia. Biasanya pewarna ini digunakan untuk pewarna kertas, wol, dan sutra.

II. MONOGRAFI

1. Paraffin Solid (Farmakope Edisi III, Hal. 475) Nanın lain: Parafin padat, paraffin wax.

Pemerian Massa padat. sering menunjukkan susunan yang hablur, warna putih, tidak berasa, dan agak licin, Jika terbakar, menyala terang, sedangkan jika dilebur, menghasilkan cairan yang tidak berfluoresensi. Kelarutan Praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol (95%) P; larut dalam kloroform P.

Suhu lebur: 50° sampai 57°C.

Penyimpanan: Dalam wadah tertutup baik. Khasiat dan penggunaan: Zat tambahan.

Khasiat dan penggunaan: Zat tambahan.

2. Setil Alkohol (Rowe, 2009) Nama kimia: Hexadecan-1-ol.

(4)

Pemerian Merupakan substansi dari lilin, berbentuk sepihan putih, granul, kubus, memiliki krakter bau yang menyengat dan tidak berasa.

Kelarutan: Mudah larut dalam etanol (95%) dan eter, kelarutan meningkat dengan peningkatan suhu, praktis tidak larut dalam air, pada saat melebur dapat campur dengan lemak, paraffin padat atau cair dan isopropil miristat. Titik lebur: 45-52°C.

Penyimpanan: Disimpan dalam wadah tertutup rapi dan tempat yang kering.

Khasiat dan penggunaan: Sebagai emolien dan pengemulsi.

3. Beeswax (Depkes RI, 1979) Nama lain: lilin lebah

Pemerian warna kuning kecoklatan, sedikit tembus cahaya dalam bentuk lapisan tipis, bou khas lemah.

Kelarutan tidak larut dalam air. agak sukar larut dalam etanol 95%, larut dalam kloroform, dalam eter P hangat, dalam lemak dalam minyak atsiri.

Suhu lebur: 62-64 °C

Penyimpanan dalam wadah tertutup.

Khasiat dan penggunaan: anti inflamasi dan anti bakteri 4. Paraffin liquid

Pemerian Tidak berwarna, transparan, cairan berminyak, hampir tidak berflouresensi, tidak berasa dan tidak berbau. (Japan Pharmacopoeia hal. 966) Kelarutan Praktis tidak larut dalam air dan etanol 95%, larut dalam. kloroform dan eter. (FI III hal, 474)

Suhu lebur:-

Penyimpanan: Stabil dalam wadah tertutup baik dan terlindung dari cahaya. (FI III hal.

475)

Khasiat dan penggunaan: Laksativum/ obat pencahar. (FI III hal. 475) III. Alat dan bahan

1. Alat

 Cawan Porselin

 Alas Kassa

 Kaki Tiga

 Cawan Porselin

(5)

 Alas Kassa

 Kaki Tiga

 Spatel

 Batang Pengaduk

 Timbangan

 Kertas Perkamen

 Spatel

 Batang Pengaduk

 Timbangan

 Kertas Perkamen

B. Bahan

 Paraffin Solid

 Setil Alkohol

 Beeswax

 TiO2

 Oleum Rosac

 Pewarna

 Paraffin Liquid

IV. Formula

Formulasi Lipstik R/ Parffin Sol 20%

Setil Alkohol 8%

Beeswax 5%

TiO2 2%

Fragnanance q.s Pewarna q.s Paraffin Liquid ad 100 3.1.1 ( Teknik Pembuatan)

1. Bahan aktif dan eksipien ditimbang.

2. Campurkan TiO dan pewarna dengan sedikit parafin likuid dalam wadah 1.₂

3. Parafin solid, setil alkohol, beeswax dan sisa parafin likuid dimasukkan ke dalam wadah 2 dan dipanaskan di atas penangas air sambil diaduk.

4. Saat masih panas dan di atas penangas air, masukkan campuran pada wadah 2 ke dalam wadah 1 dan aduk sampai homogen.

5. Ke dalam campuran tersebut di atas, dimasukkan fragrance dan diaduk sampai homogen.

(6)

6. Tuang campuran ke dalam cetakan lipstik dan biarkan dingin.

7. Setelah dingin, lipstik dikeluarkan dari cetakan dan dimasukkan ke dalam wadah yang sesuai.

8. Tutup wadah dan beri etiket 9. Dilakukan evaluasi sediaan.

3.2.2 ( Perhitungan) Perhitungan bahan

Formulasi lipstik Paraffin sol 20%

Setil alkohol 8 % Beeswax. 5%

TIO2. 2%

Fragrance. q.s Pewarna. q.s Paraffin liq ad 100 1. Parafin Gel : 20

100 x 100 = 20 gr 2. Setil alcohol : 8

100 x 100 = 8 gr 3. Beeswax : 5

100 x 100 = 5 gr 4. TIO : 2

100 x 100 = 2 gr 5. Fragrance : 3 gr

6. Pewarna : 3 gr

7. Paraffin liq = 100 – (20 + 8 + 5 + 2 + 0,1 + 0,1 )

= 100 – 35,2

(7)

= 64, 8

V. . HASIL PENGAMATAN 4.1.1 ( Evaluasi Sediaan)

Organoleptis Keterangan

Bentuk Padat Berbentuk silinder

Bau Khas Bau khas oleum rose

Warna Merah Warna merah muda/ pink

pekat

Ph 5 pH lipstick berada di angka

5 Evaluasi

Daya tempel pada kulit Cukup baik,cukup tahan lama saat di aplikasikan, tidak mudah hilang jika dibilas dengan air

Uji kekerasan lipstik Cukup keras,tidak mudah patah, dan ketika di aplikasikan ke bibir atau saat di gunakan tidak keras dan terasa lembut Uji homogenitas Homogen tidak ada butiran atau gumpalan

VI. PEMBAHASAN

Pada praktikum kali ini melakukan pembuatan sediaan lipstik. Lipstik adalah sediaan kosmetik yang digunakan untuk mewarnai bibir dengan sentuhan artistic sehingga dapat meningkatkan nilai estetika dalam tata rias wajah.

Dalam proses pembuatan sediaan lipstik, hal pertama yang dilakukan yaitu semua bahan dileburkan terlebih dahulu kecuali pewarna dan fragrance, panaskan air di dalam gelas beaker dan meletakan cawa penguap diatasnya. Hal yang perlu diperhatikan pada

(8)

pembuatan sediaan lipstik adalah penambahan warna pada campuran basis. Penambahan pewarna yang tidak tepat pada campuran lilin dan minyak dapat menyebabkan pewarna lipstik mengendap pada cetakan. Untuk menghindari hal tersebut, hendaknya penuangan massa lipstik dilakukan pada saat massanya membentuk konsistensi kental namun tetap mudah untuk dituangkan pada cetakan. Selain penambahan warna yang perlu diperhatikan, titik leleh tiap tiap komponen harus diperhatikan, karena lipstik adalah sediaan dengan bahan dasar minyak, lemak dan lilin. Pelelehan bahan yang tidak sesuai dengan titik leleh komponennya mengakibatkan perubahan bentuk kristal pada saat sediaan dingin, sehingga tidak dapat kembali pada bentuk yang diinginkan.

Dalam praktikum pembuatan sediaan lipstik ini dihasilkan lipstik berwarna merah muda. Karena pada pembuatan lipstik menggunakan parfum/fragrance, maka lipstik yang dihasilkan menghasilkan wangi. Lipstik memiliki tekstur semi solid yang baik sehingga tidak mudah patah pada saat diaplikasikan. Meskipun tidak mudah patah, lipstik tetap bertekstur creamy sehingga mudah diaplikasikan pada bibir dan tetap nyaman dipakai.

Hasil menunjukkan bahwa lipstik yang kita buat telah homogen yang ditandai dengan tidak adanya butir-butir kasar saat lipstik dioleskan pada object glass. Hasil dari pengujian uji daya tempel ini menunjukkan bahwa formula lipstik belum memiliki daya oles yang baik karena ketika dioleskan warna kurang intensif dan lipstik yang kita buat lebih mirip lipgloss. Hal ini dapat disebabkan salah satunya karena konsentrasi dari pewarna dan parrafin solid nya kurang sehingga warna kurang intensif walaupun ketika dioleskan sudah homogen. Nilai pH 5 menunjukkan bahwa lipstick ini tidak akan mengiritiasi bibir karena masih berada pada kisaran pH bibir yaitu 4,5-7.

(Wasitaadmadja, 1997).

Kesimpulan

Lipstik adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk mewarnai bibir dengan sentuhan artistik sehingga dapat meningkatkan estetika wajah. Hasil dari pengujian uji daya tempel ini menunjukkan bahwa formula lipstik belum memiliki daya oles yang baik karena ketika dioleskan warna kurang intensif dan lipstik yang kita buat lebih mirip lipgloss. Hal ini dapat disebabkan salah satunya karena konsentrasi dari pewarna dan parrafin solid nya kurang sehingga warna

(9)

kurang intensif walaupun ketika dioleskan sudah homogen. Nilai pH 5 menunjukkan bahwa lipstick ini tidak akan mengiritiasi bibir karena masih berada pada kisaran pH bibir yaitu 4,5-7.

Lampiran

Referensi

Dokumen terkait

Formulasi sediaan lipstik menggunakan pewarna ekstrak angkak menunjukkan bahwa sediaan yang dibuat stabil selama 30 hari, homogen, titik lebur 60°C, memiliki

FORMULASI SEDIAAN LIPSTIK DENGAN EKSTRAK KELOPAK BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) SEBAGAI

Pada penelitian ini dibuat sediaan lipstik dengan memanfaatkan pewarna alami yang terkandung dalam ubi jalar ungu.. Formulasi lipstik terdiri dari bahan-bahan

FORMULASI SEDIAAN LIPSTIK EKSTRAK AIR KENTAL BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) DALAM BENTUK LIKUID.. DEWI NUR HAYATI

Selain penambahan warna yang perlu diperhatikan, titik leleh tiap tiap komponen harus diperhaikan juga, karena lipstik adalah sediaan dengan bahan dasar sebagian

Formulasi sediaan lipstik menggunakan pewarna ekstrak angkak menunjukkan bahwa sediaan yang dibuat stabil selama 30 hari, homogen, titik lebur 60°C, memiliki kekuatan 154-164

Formulasi sediaan lipstik menggunakan pewarna ekstrak angkak menunjukkan bahwa sediaan yang dibuat stabil selama 30 hari, homogen, titik lebur 60°C, memiliki kekuatan 154-164

Hasil penelitian formulasi ekstrak bunga belimbing wuluh dalam sediaan lipstik, menunjukkan bahwa sediaan yang dibuat homogen, titik lebur 56-59 o C, memiliki