PEMBAHASAN
A. Sumber Historis Pendidikan Pancasila
Jati diri bangsa Indonesia berkembang melalui suatu proses sejarah yang cukup
panjang sejak zaman kerajaan Kutai, Sriwijaya, Majapahit sampai datangnya bangsa lain yang menjajah serta menguasai bangsa Indonesia. Beratus-ratus tahun bangsa Indonesia dalam perjalanan hidupnya berjuang untuk mencmukan jati dirinya scbagai suatu bangsa yang merdecka, mandiri serta memiliki suatu prinsip yang tersimpul dalam pandangan hidup serta filsafat hidup bangsa. Setelah melalui suatu proses yang cukup panjang dalam perjalanan scjarah bangsa Indonesia mencmukan jati dirinya, yang di dalamnya tersimpul ciri khas, sifat, dan karakter bangsa yang berbeda dengan bangsa lain, yang oleh para pendiri ncgara bangsa Indonesia dirumuskan dalam suatu rumusan yang sederhana namun mendalam,yang meliputi lima prinsip (lima sila) yang kemudian diberi nanma Pancasila dan menjadi kepribadian bangsa.
Dalam hidup berbangsa dan bernegara dewasa ini terutama dalam masa reformasi, bangsa Indonesia harus memiliki visi serta pandangan hidup yang kuat agar tidak terombang- ambing di tengah-tengah masyarakat intemasional. Dengan lain perkataan bangsa Indonesia harus memiliki nasionalisme serta kebangsaan yang kuat. Hal ini dapat terlaksana bukan melalui suatu kekuasaan atau hegemoni ideologi melainkan suatu kesadaran berbangsa dan bernegara yang berakar pada sejarah bangsa.
Sejarah mempuny ai fungsi penting dalam membangun kehidupan bangsa dengan lebih bijaksana di masa depan, sesuai dengan pernyataan Presiden Sockarno yang pernah mengatakan, "jangan sekali-kali meninggalkan sejarah." Dari pernyataan terscbut dapat kita maknai bahwa scjarah sangatlah penting untuk kehidupan bangsa di masa ini dan di masa yang akan datang.
Hal tersebut juga sejalan dengan ungkapan seorang filsuf Yunani yang bernama Cicero (106-43SM) juga mengungkapkan bahwa, "Historia Vitac Magistra" yang bermakna, "Sejarah memberikan kearifan". Pengertian lain dari istilah terscbut yang sudah menjadi pendapat umum (common-sense) adalah "Scjarah merupakan guru kehidupan".
Dari pernyataan-pernyataan diatas dapat kita simpulkan bahwa pengayaan materi
perkuliahan Pancasila melalui pendekatan historis amat penting dan tidak boleh dianggap
remeh guna mewujudkan kejayaan bangsa di kemudian hari, serta dapat meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya Pendidikan Pancasila. Dengan pendekatan historis, kita diharapkan dapat memperolch inspirasi untuk berpartisipasi dalam pembangunan bangsa sesuai dengan program
ogram studi masing-masing. Selain itu kita juga dapat berperan secara
aktif dan arif dalam berbagai kchidupan berbangsa dan berncgara, serta dapat berusaha menghindari perilaku yang bernuansa mengulangi kembali kesalahan sejarah.
Dalam peristiwa scjarah nasional, banyak hikmah yang dapat dipetik, misalnya mengapa bangsa Indonesia scbelum masa pergerakan nasional selalu mengalami