PENGARUH METODE PEMBELAJARAN NUMBER HEAD TOGETHER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X4 DI SMA NEGERI 02 KOTO BARU KABUPATEN
DHARMASRAYA
Lovik1, Buchar Nurdin2, Mira Yanti2
¹ Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat
² Dosen Program Studi Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat [email protected]
ABSTRACT
This research is based on some reasons that make students have low value in Sociology learning. To train students to be confident and not tired of following the sociology lesson. used method of learning Head Together in the learning process. therefore this study aims to describe the effect of learning method Number Head Together on the results of student learning class X4 SMA Negeri 02 Koto Baru Dharmasraya District. This type of research is quantitative.
The type of data used in this study is the primary data that is data directly taken from the respondents research students class X4 SMA Negeri 02 Koto Baru through the test. Data collection techniques are observation and test. Based on the result of t-test, it is concluded that there is influence of using Head Together method to the result of learning subject of Sociology student of class X SMA Negeri 02 Koto Baru Dharmasraya Regency because tcaount> teritics = 9,126>
1,701. So it can be concluded that the results of learning subjects Sociology students class X4 SMA Negeri 02 Koto New Dharmasraya District after using the method Head Number Together better than before using the method Head Number Together.
Keyword : Sociology, Method, Number Head Together
PENDAHULUAN
Pendidikan memegang peranan penting dalam kehidupan manusia.
Berawal dari pendidikan yang berkualitas suatu bangsa menjadi maju. Salah satu ilmu yang dipelajari di sekolah adalah Sosiologi. Mata pelajaran sosiologi merupakan pelajaran yang sangat pokok bagi siswa Sekolah Menengah Atas
(SMA) dalam kehidupan
bermasyarakat. Masalah yang dihadapi sekarang adalah menentukan metode yang sesuai untuk pembelajaran Sosiologi agar dapat memberikan sumbangan yang maksimal untuk pendidikan secara utuh. Sementara banyak siswa yang beranggapan bahwa pembelajaran Sosiologi merupakan pembelajaran yang sulit, sehingga siswa kurang termotivasi untuk mempelajarinya.
berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan salah satu siswa kelas X di SMA Negeri 2 Koto Baru maka dapat diidentifikasi permasalahan yang terjadi sebagai berikut : 1) siswa kurang berminat terhadap pelajaran sosiologi karena pelajaran sosiologi di anggap kurang menarik, 2) siswa kesulitan memahami pelajaran sosiologi karena dianggap suatu pelajaran yang memang membutuhkan daya ingat dan analisa dan 3) Siswa masih berbicara sendiri dengan temannya, merasa jenuh dan bosan membaca buku, mengantuk, melamun, dan beberapa siswa pandangan matanya tertuju ke luar ruang kelas.
Berdasarkan pemaparan di atas, penting dilakukan penelitian mengenai “Pengaruh Metode Number Head Together Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Sosiologi siswa Kelas X SMA Negeri 02 Koto Baru Kecamatan Koto Baru Kabupaten Dharmasraya”
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini disebut kuantitatif karena penelitian
ini melibatkan pengukuran tingkat suatu ciri tertentu yang didasarkan atas perhitungan persentase, rata- rata, kuadrat dan perhitungan statistik lainnya. Dengan kata lain, penelitian kuantitatif melibatkan diri pada perhitungan, angka atau kuantitas (Arikunto, 2010:282).
Angka dalam penelitian ini adalah skor kemampuan menulis teks cerita moral/ fabel tanpa dan dengan menggunakan media audio visual siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sutera Kabupaten Pesisir Selatan.
Metode penelitian ini adalah eksperimen. Alasan digunakan metode eksperimen karena ingin mengetahui pengaruh perlakuan (treatment) metode pembelajaran Number Head Togethe rterhadap Hasil belajar mata pelajaran Sosiologi siswa kelas X SMA N 02 Koto Baru.
Populasi merupakan keseluruhan objek atau subjek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syarat- syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian atau keseluruhan unit atau individu dalam ruang lingkup yang akan diteliti (Martono,2011:74). Populasi dalam
penlitian yang akan dilakukan ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 02 Koto Baru yang terdiri dari 5 kelas dengan jumlah keseluruhan adalah 147 orang.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah probability random sampling karena individu mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai anggota sampel. Sampel yang diambil adalahsiswa kelas X.4
karena kelas X4 memiliki rata-rata paling rendah di bandingkan kelas lainnya.
Data adalah segala fakta dan angka yang dapat dijadikan bahan untuk menyusun suatu informasi.
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yakni data yang langsung diambil dari responden penelitian siswa kelas X4 SMA Negeri 02 Koto Baru melalui angket penelitian. Data sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpulan data (Sugiyono.2012:193).
HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini telah diperoleh gambaran tentang pengaruh penggunaan metode Number Head Together terhadap Hasil belajar mata pelajaran Sosiologi siswa kelasX4SMA Negeri 02 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya. Hal ini diperoleh berdasarkan hasil penelitian menggunakan tes tertulis yang kemudian di analisis.
Rata-rata (Mean) dari Hasil belajar mata pelajaran Sosiologi sebelum menggunakan metode Number Head Together (Pretest) adalah 66,79, skor tengah (Median) yaitu 65,00, skor yang paling banyak muncul (Modus) yaitu 65,00, standar deviasi yaitu 8,946,keragaman (Variance) 80,026, rentangan (Range) 35, skor terendah (Min) 45, skor tertinggi (Max) 80dan jumlah skor (Sum) 1870.
Sedangkan Rata-rata (Mean) dari Hasil belajar mata pelajaran Sosiologi sesudah menggunakan metode Number Head Together (Posttest) adalah 78,57, skor tengah (Median) yaitu 80,00, skor yang paling banyak muncul (Modus) yaitu
75,00, standar deviasi yaitu 3,814, keragaman (Variance) 14,550, rentangan (Range) 10, skor terendah (Min) 75, skor tertinggi (Max) 85 dan jumlah skor (Sum) 2200.
Berdasarkan hasil uji normalitas melalui uji liliefors, maka di dapatkan hasil bahwa kedua data yaitu Pretest dan Posttest adalah berdistribusi normal. Hal ini dapat dibuktikan dengan didapatkan hasil Lo Pretest adalah 0,099 yang lebih kecil dari Lt yaitu 0,167 atau Lo ≤ Lt (0,099 ≤ 0,167), sedangkan hasil Postest adalah 0,144 yang lebih kecil dari Lt yaitu 0,167 atau Lo ≤ Lt (0,144 ≤ 0,167).
Untuk uji homogenitas besarnya koefisien P-value adalah0,114 yang lebih besar dari 0,05. Oleh karena P-value lebih besar dari 0,05 yang berarti tidak signifikan memiliki makna bahwa varians dari kedua kelompok yang di bandingkan adalah homogen.
Berdasarkan hasil uji-t, disimpulkan bahwa hipotesis alternatif (H1) diterima pada taraf signifikan 95% dan karena thitung > t
tabel (9,126> 1,701). Dengan kata lain, penerapan metode Number Head
Together berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas X4 SMA Negeri 02 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya. Jadi, thitung > t tabel yaitu (9,126>
1,701)maka H1 diterima dan Ho ditolak.
Berdasarkan hasil analisis di atas maka dapat diketahui bahwa pengaruh penggunaan metode number Head Together terhadap Hasil belajar mata pelajaran Sosiologi berpengaruh sebesar 49,2%. Hal ini berarti bisa dinyatakan bahwa jika tidak dilakukan pengontrolan terhadap faktor lain, maka penggunaan metode Number Head Together berperan sebagai faktor penentu Hasil belajar mata pelajaran Sosiologi siswa kelas X4 SMA Negeri 02 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya, sehingga perlu diteliti faktor lain yang mempengaruhi Hasil belajar mata pelajaran Sosiologi siswa. Hasil penelitian diatas mengemukakan bahwa terdapat pengaruhantara penggunaan metode Number Head Togetherterhadap Hasil belajar mata pelajaran Sosiologi siswa kelas X4 SMA
Negeri 02 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan yaitu pengaruh penggunaan metode Number Head Together terhadap Hasil belajar mata pelajaran Sosiologi siswa kelas X4
SMA Negeri 02 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya dapat
diketahui bahwa model
konstruktivisme yang merupakan pendekatan teori untuk penelitian ini sangat berhubungan dengan penelitian ini dimana implikasi dari teori yaitu dalam suatu belajar- mengajar dimana siswa sendiri aktif secara mental membangun pengetahuannya yang dilandasi oleh struktur kognitif yang telah dimilikinya. Pendidik lebih berperan sebagai fasilitator dan menyediakan pembelajaran. Penekanan tentang belajar mengajar lebih berfokus pada suksesnya siswa mengorganisasi pengalaman siswa. Menurut Morrison Plan (Nasution,2000:16) eksplorasi bisa dilakukan dengan tes atau diskusi menyelidiki pengetahuan yang telah dimiliki anak tentang suatu masalah.
Hubungan teori konstruktivisme dengan penelitian ini adalah bahwa dalam tahap teori konstruktivisme digunakan metode Number Head Together yang mampu meningkatkan kemampuan kognitif siswa sehingga siswa mampu menjadi pribadi mandiri dan guru hanya sebagai fasilitator yang akan membantu siswa dalam menyediakan tema atau topik dalam pembelajaran.
Berdasarkan uraian di atas diketahui bahwa ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan metode Number Head Together terhadap Hasil belajar mata pelajaran Sosiologi siswa kelas X4 SMA Negeri 02 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan metode Number Head Together dapat meningkatkan kualitas belajar siswa. Hal ini karena metode Number Head Togheter tidak hanya membuat siswa lebih aktif, namun semua hal yang berkaitan dengan pembelajaran seperti penilaian kognitif, afektif dan psikomotor siswa juga sangat diperhatikan sehingga siswa bisa belajar dengan optimal dan dapat membangun kepercayaan diri masing-masing dan siswa merasa
nyaman saat belajar karena dalam pembelajaran tidak hanya di bebankan kepada guru, namun siswa juga aktif dan ikut menyumbangkan ide yang dimiliki untuk kemajuan pembelajaran.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan pada bab V dapat disimpulkan tiga hal berikut ini.
1. Hasil belajar mata pelajaran
Sosiologi sebelum
menggunakan metode Number Head Together memperoleh nilai rata-rata 67,30 dengan klasifikasi 66 – 75% yaitu lebih dari cukup. Selanjutnya pengklasifikasian tingkat hasil belajar Sosiologi siswa tersebut menurut skala 10, yaitu : (a) siswa yang tergolong kurang2 orang (5,41%), (b) siswa yang tergolong hampir cukup berjumlah 2 orang (5,41%), (c) siswa yag tergolong cukup berjumlah 16 orang (43,24%), (d) siswa yang tergolong lebih dari cukup 11 orang (29,72%), (d) siswa yang tergolong baik 6 orang (16,22%)
2. Hasil belajar mata pelajaran
Sosiologi sesudah
menggunakan metode Number Head Together memperoleh nilai rata-rata 79,19 dengan klasifikasi 76 – 85% yaitu baik.
Selanjutnya pengklasifikasian tingkat hasil belajar Sosiologi siswa tersebut menurut skala 10, yaitu : (a) siswa yang tergolong lebih dari cukup 16 orang (43,24%), (b) siswa yang tergolong baik 20 orang (54,06%), (c) siswa yang tergolong baik sekali 1 orang (2,70%).
3. Berdasarkan hasil uji-t disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan metode Number Head Together terhadap Hasil belajar mata pelajaran Sosiologi siswa kelasX4 SMA Negeri 02 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya karena thitung>ttabel = 10,32>
1,689. Jadi dapat disimpulkan bahwa Hasil belajar mata pelajaran Sosiologi siswa kelas X SMA Negeri 02 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya sesudah menggunakan metode
Number Head Togetherlebih baik dibandingkan sebelum menggunakan metode Number Head Together
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Dimyati dan Mudjiono. 2002.
Belajar dan Pembelajaran.
Jakarta ; PT Rineka Cipta ____________________. (2006).
Belajar dan Pembelajaran.
Jakarta: PT Rineka Cipta.
Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 20.
Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Irianto, Agus. 2010. Statistik Konsep Dasar, Aplikasinya dan Pengembangannya. Jakarta : Prenada Media Group
Isjoni. 2007. Cooperative Learning Efektivitas Pembelajaran Kelompok. Bandung : Alfabeta.
Karli, dan Margaretha. (2002).
Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi.
Bandung: FIP UPI.
Martono Nanang. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada Nasution, S. 2000. Berbagai
Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta : PT Bumi Aksara.
Nurgiyantoro, Burhan. 2010. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.
Pidarta Made. 2013. Landasan Kependidikan. Jakarta ; Rineka Cipta
Rusman. 2012. Model-Model Pembelajaran. Jakarta;Raja Grafindo Persada
Siregar, Syofian. 2013. Statistika Deskriptif. Jakarta : Rajawali.
Sudjana, Nana. 2005. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung : PT.
Remaja Rosdikarya.
_____________. 2008. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar.
Bandung : Sinar Baru Algasindo
Suyono dan Hariyanto. 2011. Belajar dan Pembelajaran. Bandung ; PT Remaja Rosdakarya
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta
. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif,
Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta
Taniredja, Tukiran. dkk. (2011).
Model-model Pengembangan Inovatif. Bandung : Alfabeta.