• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBAR PERNYATAAN KARYA SENDIRI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "LEMBAR PERNYATAAN KARYA SENDIRI"

Copied!
138
0
0

Teks penuh

Judul Topik : Analisis Sistem Pengendalian Intern Terhadap Prosedur Pembelian/Pengadaan Dan Pengeluaran Kas Pada Perusahaan Konstruksi PT. Judul Topik : Analisis Sistem Pengendalian Intern Terhadap Prosedur Pembelian/Pengadaan Dan Pengeluaran Kas Pada Perusahaan Konstruksi PT. Dalam tulisan ini penulis mengambil judul “Analisis Sistem Pengendalian Intern Terhadap Prosedur Pembelian/Pengadaan Dan Pencairan Kas Pada Perusahaan Konstruksi PT.

Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) di STIE Indonesia Banking School.

DAFTAR TABEL

DAFTAR LAMPIRAN

  • Latar Belakang Masalah
  • Masalah Penelitian .1 Identifikasi Masalah
    • Perumusan Masalah
    • Pembatasan Masalah Penelitian
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • Sistematika Pembahasan

Oleh karena itu, penulis ingin meneliti Sistem Pengendalian Internal terhadap siklus pembelian/pengadaan dan pengeluaran kas pada perusahaan konstruksi. Kelemahan apa yang tampak pada sistem pengendalian intern atas prosedur pembelian/pengadaan dan pengeluaran kas pada PT. Untuk mengetahui bagaimana sistem pengendalian internal terhadap tata cara pembelian/pengadaan barang dan pengeluaran kas pada PT.

Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang ada pada sistem pengendalian internal terhadap tata cara pembelian/perolehan barang dan pengeluaran kas pada PT.

PENDAHULUAN

LANDASAN TEORI

METODOLOGI PENELITIAN

HASIL PENELITIAN

KESIMPULAN DAN SARAN

LANDASAN TEORI

Tinjauan Pustaka

  • Sistem Informasi Akuntansi
    • Definisi Sistem
    • Definisi Informasi
    • Definisi Sistem Informasi
    • Sistem Informasi Akuntansi
    • Sistem Akuntasi Pembelian Perusahaan Jasa Konstruksi .1 Pengertian Pembelian
    • Sistem Akuntansi Kas Pada Perusahaan Jasa Konstruksi .1 Pengertian Kas
  • Bagan Alir Sistem
  • Sistem Pengendalian Internal .1 Definisi Pengendalian Internal
    • Konsep Dasar Pengendalian Internal
    • Pengendalian Internal Pada Sistem Pembelian
    • Pengendalian Internal Pada Sistem Kas

Menurut Arens, pengendalian internal diartikan sebagai sistem pengendalian internal yang terdiri dari kebijakan dan prosedur yang dirancang. Menurut Ida Bagus, pengendalian internal yang dapat dilakukan dalam sistem pembelian adalah dengan menjaga aset (persediaan) dan kewajiban (hutang usaha atau bukti pembayaran) perusahaan jasa konstruksi serta keakuratan dan keandalan data akuntansi. (hutang dan persediaan) harus dijamin. Salah satu poin utama sistem pengendalian internal memerlukan pemisahan fungsi operasi, fungsi penyimpanan, dan fungsi akuntansi.

Pada saat menerima barang, elemen pengendalian internal berikut harus dibuat: fungsi penerimaan tidak menerima barang apa pun tanpa terlebih dahulu mengeluarkan pesanan pembelian oleh fungsi pembelian.

Tabel 2.1 Simbol Bagan Alir
Tabel 2.1 Simbol Bagan Alir

Rerangka Pemikiran

Pengeluaran tunai yang tidak dapat dilakukan dengan cek dilakukan melalui dana kas kecil yang dikelola dengan sistem ekspres. Penulisan cek dilakukan apabila didukung dengan bukti-bukti yang lengkap dan otentik, atau dengan kata lain menggunakan sistem voucher. Bagilah antara orang yang mengumpulkan faktur, orang yang menulis cek, orang yang menandatangani cek, dan orang yang mencatat pengeluaran kas.

Dan langkah terakhir yang akan penulis lakukan adalah memberikan kesimpulan mengenai sistem pengendalian internal pada PT.

Gambar 2.2 Rerangka Pemikiran
Gambar 2.2 Rerangka Pemikiran

Objek Penelitian

Sifat penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, dimana menurut Sekaran, studi kasus melibatkan analisis kontekstual dan mendalam terhadap permasalahan yang berkaitan dengan situasi serupa di organisasi lain. Dan studi kasus kualitatif berguna dalam menerapkan solusi terhadap permasalahan saat ini berdasarkan pengalaman pemecahan masalah sebelumnya, dan berguna dalam memahami fenomena tertentu, serta dalam menghasilkan teori lebih lanjut untuk pengujian empiris.

Jenis Penelitian

Sumber Data

Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian yang dilakukan penulis, penulis meneliti dokumen-dokumen yang ada dan membandingkannya dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh perusahaan, serta memeriksa kelemahan-kelemahan yang mungkin timbul akibat prosedur yang tidak dijalankan dengan benar. Dalam penelitian ini penulis telah melakukan wawancara kepada pihak-pihak yang terkait dengan sistem pembelian/pembelian dan sistem pengeluaran kas pada PT.

Teknik Pengolahan Data

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Objek Penelitian

  • Sejarah Perusahaan
  • Visi dan Misi Perusahaan
  • Kegiatan Usaha
  • Bidang Usaha
  • Struktur Organisasi

XYZ memiliki elemen kunci dalam menetapkan strategi bisnis untuk meningkatkan kapabilitas bisnis secara komprehensif dengan menjalin kerja sama dengan perusahaan asing mengingat cukupnya keahlian dan ukuran jaringan yang dimilikinya. XYZ dipimpin oleh seorang CEO yang dibantu oleh ISO dan Komite Audit Internal dalam mengawasi tiga bidang yang ada (lihat Lampiran 1 untuk bagan organisasi). Direktur Migas dan Direktur Sektor Migas Lainnya dibantu oleh Contract Administration Area dan Project Control Area membawahi dua area yaitu Div.

Direktur Keuangan & Administrasi yang membawahi dua bidang yaitu Akuntansi & Keuangan G M dan HRD & Umum G M. pada suatu proyek bidang lainnya adalah Site Manager yang akan membawahi tiga bagian yaitu Supervisor, Bagian Peralatan dan Bagian Logistik, bidang ketiga adalah Bagian Administrasi & Bagian Keuangan, yang akan menerbitkan dan mencatat aktivitas arus kas proyek, dan bidang keempat. Tim ini diawasi oleh Manajer Proyek, yang bertugas membuat garis kebijakan untuk pelaksanaan proyek dan tanggung jawab keseluruhan untuk pelaksanaan proyek.

Divisi Site Manager bertugas mengkoordinasikan kegiatan sehari-hari proyek/tugas sehari-hari yang diberikan oleh Project Manager. Divisi Teknik bertugas menentukan barang atau bahan apa saja yang dibutuhkan untuk membangun suatu proyek, menentukan kualitas dan jumlah barang yang akan dibeli, menentukan jumlah barang/bahan yang akan dibeli, dan menentukan kapan pembelian barang/bahan tersebut. . Divisi Pengendalian Biaya bertugas untuk meninjau dokumen-dokumen yang disediakan oleh bagian keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan pengeluaran kas perusahaan, memeriksa kelengkapan dokumen-dokumen yang ada.

Bagian keuangan bertugas membayar pembelian barang/bahan, mencatat masuk dan keluarnya uang khusus proyek, menagih dan membayar penyedia proyek, menagih biaya operasional proyek ke kantor pusat untuk melaksanakan pekerjaan.

Gambar 4.1 Struktur Organisasi Proyek
Gambar 4.1 Struktur Organisasi Proyek

Analisis dan Pembahasan

  • Prosedur Pembelian/Pengadaan Barang dan Pengeluaran Kas PT XYZ
    • Prosedur Pembelian/Pengadaan Barang PT. XYZ
    • Prosedur Pembayaran / Pengeluaran Kas
  • Analisis Sistem Pengendalian Internal Pada Prosedur Pembelian/Pengadaan Barang dan Pengeluaran Kas PT. XYZ
    • Analisis Sistem Pengendalian Internal Pada Sistem Pembelian/Pengadaan Barang
    • Analisis Sistem Pengendalian Internal Pada Sistem Pengeluaran Kas Pengendalian internal kas keluar pada perusahaan jasa konstruksi
  • Analisis Kelemahan Pada Sistem Pengendalian Internal PT. XYZ

Penerimaan Tabel Penawaran Komersial yang diterbitkan oleh Divisi Pengadaan dan menentukan pemenang dalam pemilihan Pemasok. Pembentukan Instruksi Kerja (IKA) dalam proses pembelian/pengadaan barang dari PT. XYZ mempunyai maksud dan tujuan yang sama dengan Prosedur Pembelian/Pengadaan. Site Manager akan memeriksa apakah Pemasok yang dipilih oleh Divisi Pengadaan memenuhi kriteria yang ditentukan.

Bagian teknik akan memeriksa kualitas barang yang diterima, jumlah barang yang diterima dan spesifikasi lainnya untuk melihat apakah sesuai dengan yang dipesan. Departemen Pembelian akan menyusun Bill of Lading atas penyelesaian pembelian/pengadaan barang kepada Pemasok dan menyerahkannya kepada Departemen Keuangan. Departemen Keuangan akan menerima pemberitahuan pembayaran yang dikeluarkan oleh Departemen Pengadaan sebagai dasar pembayaran atas transaksi pembelian/pengadaan yang dilakukan dengan pemasok terkait.

Supplier menerbitkan invoice atas pembelian/pengadaan barang yang dilakukan proyek dengan menyertakan dokumen seperti purchase order (PO) dan waybill dan mengirimkannya ke Departemen Keuangan untuk menagih pembayaran atas pembelian barang yang telah dilakukan. Namun barang yang diterima ke Departemen Logistik akan diperiksa oleh Departemen Teknik dan dilihat apakah barang yang dikirim oleh supplier benar barang yang dipesan dan akan diperiksa kualitas barangnya. XYZ dan dalam transaksi yang terjadi barang diterima oleh Divisi Logistik, sedangkan yang melakukan pengecekan barang yang dikirim oleh supplier adalah Divisi Teknik.

Pemeriksaan barang yang dilakukan pada saat pengiriman barang ke proyek ada dua jenis, yaitu pemeriksaan yang dilakukan oleh bagian teknik memeriksa kualitas barang yang diterima dan kuantitasnya apakah sesuai dengan pesanan pembelian. (PO) yang dikeluarkan oleh manajer proyek. Dalam hal ini PT. XYZ melakukan audit internal dengan peninjauan berkala yang dilakukan setahun sekali. Selain itu, terdapat dokumen Berita Acara yang tidak disahkan oleh yang berwenang, yaitu dalam prosedur yang ada, pengelola lokasi pembangunan harus menandatangani dokumen yang membuktikan adanya izin untuk pemeriksaan barang yang dilakukan. oleh Departemen Logistik.

Hal ini menunjukkan belum adanya sistem pengendalian internal yang baik pada PT.

Tabel 4.1 Daftar Pemesanan Divisi Engineering
Tabel 4.1 Daftar Pemesanan Divisi Engineering

Kesimpulan

Teori yang ada menjelaskan bahwa surat permintaan pembelian atau purchase order (PO) disahkan oleh fungsi gudang atas barang yang disimpan di gudang atau oleh pengelola fungsi yang menggunakan barang tersebut secara langsung. Pada Proyek Pabrik Kelapa Sawit, surat pesanan atau purchase order (PO) ditandatangani oleh manajer proyek, bukan oleh fungsi gudang.

Keterbatasan Penelitian

Saran

Dalam melaksanakan prosedur yang dilakukan harus dilakukan pemeriksaan ulang terhadap dokumen yang diterbitkan. Seperti memeriksa apakah dokumen tersebut sah, menunjukkan bahwa telah dilakukan pemeriksaan pada kegiatan sebelumnya. Bukti pencairan yang dikeluarkan oleh Bagian Administrasi dan Keuangan harus disahkan oleh fungsi akuntansi atau bagian yang menerbitkan dokumen tersebut.

Hal ini mencegah terjadinya rangkap fungsi oleh Project Manager dalam proses pengadaan barang dan pencairan uang, dimana proses-proses tersebut merupakan kegiatan yang berkaitan satu sama lain. Ada baiknya jika dilakukan audit internal dalam jangka waktu yang tidak ditentukan (surprise audit) guna memverifikasi keaslian laporan keuangan. Pengaruh frekuensi dan jenis informasi akuntansi terhadap keberhasilan perusahaan jasa konstruksi klasifikasi A di Sumatera Selatan.

Pengaruh intensitas persaingan pasar, strategi, dan ketidakpastian lingkungan yang dirasakan terhadap penggunaan informasi sistem akuntansi manajemen dan kinerja unit bisnis. Meningkatkan daya saing nasional di bidang konstruksi melalui inovasi konstruksi. http://www.ftsl.itb.ac.id/kk/manajemen_dan_engineering_bangun/wp-content/uploads/2008/06/peningkatan-daya-saing.pdf.

SELEKSI FINAL

MONITORING & EXPEDITING

STATUS DOKUMEN

  • Tujuan / Sasaran
  • Definisi
    • Surat Pesanan (Purchase Order / PO) dan atau Surat Perjanjian Jual Beli adalah bukti pemesanan material proyek dari Perusahaan kepada Pemasok
  • Wacana
  • Ketentuan Umum
  • Wewenang dan Tanggung jawab
  • Kondisi Khusus

Proses praseleksi calon Pemasok disiapkan secara manual oleh Pembeli, ditinjau secara manual oleh Kepala Pengadaan, Manajer Proyek dan dibantu oleh Kepala Teknik dan Kepala QC/FSHE dan diproses. Proses praseleksi calon subkontraktor disiapkan secara manual oleh Pembeli, ditinjau secara manual oleh Manajer Pengadaan, Manajer Proyek dan dibantu oleh Kepala Teknik dan Kepala QC/FSHE dan. Evaluasi komersial atas penawaran subkontraktor dilakukan oleh Pengadaan, Keuangan dan Manajer Proyek dan harus berdasarkan materi sesuai contoh lampiran 8.14.

Pengguna Pengendali Proyek Kepala Teknik/Manajer Proyek 2. Daftar Peserta Lelang Pembeli Kepala Bagian Pembelian Kepala Proc. Setelah proses review, klarifikasi dan negosiasi, manajer proyek dan kepala bagian pembelian mengajukan permohonan persetujuan kepada panitia pembelian dengan meneruskannya kepada seluruh anggota panitia pembelian untuk mendapat masukan dan saran mengenai bidang keahliannya masing-masing. Yang berwenang melakukan pembelian barang dan subkontraktor adalah Kantor Pusat Pembelian yang dipimpin oleh Kepala Pembelian, dan Pembelian Proyek yang secara struktural berada di bawah Manajer Proyek, namun secara fungsional dikelola oleh Kepala Pembelian.

Calon subkontraktor komersial untuk pekerjaan fabrikasi, erection, dan instalasi merasa ragu terhadap data yang diberikan oleh calon subkontraktor yang bersangkutan, manajer pembelian dapat meminta bantuan kepada manajer/pimpinan unit kerja terkait untuk melakukan pemeriksaan dan penelitian terhadap sumber daya Subkontraktor dan metode kerja di tempat kerja mereka. Bahan yang digunakan dalam pengambilan keputusan adalah rekomendasi seleksi akhir yang ditandatangani oleh manajer pembelian. Apabila Pemasok dan Sub-pemasok menunjukkan hasil yang kurang memuaskan, Manajer Proyek terkait harus memberikan teguran tertulis kepada Pemasok dan Sub-pemasok dengan tembusan kepada Manajer Pembelian.

Manajer Proyek wajib menyusun laporan evaluasi kinerja masing-masing Pemasok dan Subkontraktor penerima SP, SPJB, SPK, SPB dari Perusahaan, sesuai lampiran dan 8.26. Dalam keadaan proyek khusus, Manajer Proyek diberikan wewenang untuk menyederhanakan prosedur pembelian barang dan jasa.

Gambar

Tabel 2.1 Simbol Bagan Alir 21
Gambar 2.2 Rerangka Pemikiran 31
Tabel 2.1 Simbol Bagan Alir
Gambar 2.2 Rerangka Pemikiran
+6

Referensi

Dokumen terkait

Universitas Kristen Maranatha prosedur yang ditetapkan tetapi tidak terdapat evaluasi terhadap pengendalian internal pembelian bahan baku. Dilaksanakannya Audit Internal yang

Prosedur pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang ditambahkan ke lingkungan pengendalian dan sistem akuntansi yang telah ditetapkan oleh manajemen untuk

Berdasarkan pernyataan-pernyataan diatas dapat dikatakan bahwa pengendalian internal adalah proses, kebijakan dan prosedur yang dirancang dan dipengaruhi oleh

Aktivitas pengendalian adalah tindakan yang ditetapkan melalui kebijakan dan prosedur yang membantu memastikan arahan manajemen untuk mengurangi risiko terhadap

Laporan audit internal ditujukan untuk kepentingan manajemen yang dirancang untuk memperkuat pengendalian audit intern, untuk menentukan ditaati

Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa pengendalian internal pembelian bahan baku merupakan suatu metode yang meliputi kebijakan dan prosedur pembelian

Prosedur ini mencakup Perencanaan Audit, Persiapan Audit, Pelaksanaan Audit, Tindak Lanjut Audit, Monitoring Tindakan Perbaikan, serta Pelaporan Audit Internal oleh Sistem Manajemen

PENGENDALIAN INTERN Komponen: Gambaran Komponen Subsidi Selanjutnya Bila bisa ditetapkan: Aktivitas pengendalian Kebijakan dan prosedur yang telah dibuat manajemen untuk