MAKALAH
KEBERAGAMAN AGAMA DAN BUDAYA DI INDONESIA
DISUSUN OLEH :
NAILA FAUZIAH LAURA ZAKIRA MUSDALIFAH
KELAS : X-E
SMA MUHAMMADIYAH 2 BALIKPAPAN
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, oleh karena rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini berjudul “Keberagaman Agama Dan Budaya Di Indonesia”
Selain sebagai tugas, makalah yang saya buat ini bertujuan memberi informasi kepada para pembaca
Dengan demikian tidak akan tertinggal informasi mengenai “Keberagaman Agama Dan Budaya Di Indonesia” Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini terdapat banyak kesalahan. Oleh sebab itu, kritik dan saran yang membangun sangat saya butuhkan agar kedepannya kami mampu lebih baik lagi.
Balikpapan, 26 Desember 2023
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...i
DAFTAR ISI...ii
BAB I PENDAHULUAN...1
1.1... Latar Belakang...1
1.2... Identifikasi Masalah...1
1.3...Rumu san Masalah ...1
1.4... Manfaat...1
BAB II ...2
A. Beberapa Faktor Penyebab Indonesia memiliki keberagaman agama & budaya...3
1. Letak Indonesia Yang sangat strategis...3
2. Indonesia Negara Kepulauan...3
3. Perbedaan kondisi alam Indonesia...3
4. Keterbukaan masyarakat Indonesia...3
B. Keberagaman Sebagai Kekayaan Sosial...4
C. Beberapa Agama Yang Ada Di Indonesia...5
D. Ragam Budaya Dan Kearifan Lokal Sebagai Bentuk Pluralisme Masyarakat Indonesia...6
1. Keberagaman sebagai kearifan local...6
2. Penyebab dan dampak akulturasi budaya ...6
3. Implementasi kearifan lokal terhadap budaya toleransi...6
BAB VI PENUTUP...7
1.Kesimpulan...8
BAB I
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Keragaman masyarakat di Indonesia merupakan fenomena unik yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya.
Indonesia merupakan masyarakat yang plural dan multikultural. Keragaman tersebut tidak terlepas dari gelombang migrasi masyarakat manusia dari zaman ke zaman yang turut mempengaruhi sejarah multikultural bangsa Indonesia.
Kebudayaan di Indonesia telah ada sejak manusia mengenal peradaban.Peradaban budaya mengandung unsur nilai budaya yang terdiri daripengetahuan dan teknologi, sistem mata pencaharian dan peralatan hidup.
Kebudayaan masyarakat Indonesia yang beraneka ragam terwujud dengan bermacam-macam suku bangsa, ras, agama, bahasa, adat istiadat, dan sebagainya. Keanekaragaman budaya ini menyebabkan masyarakat di
Indonesia menjadi unik dan berbeda dengan masyarakat lainnya di dunia karena memiliki ciri-ciri tersendiri satu dengan lainnya. Hal ini menyebabkan adanya fenomena budaya masyarakat dengan berbagai macam tata krama.
Keragaman tata krama tak jarang menimbulkan nilai-nilai yang beragam bahkan saling kontradiktif sehingga satu norma ataupun nilai bagi satu masyarakat dianggap tabu namun bagi masyarakat lain justru tidak
dipersoalkan.
Indonesia merupakan Negara yang memiliki berbagai keberagaman, seperti halnya keberagaman agama dan budaya. Pemerintah Indonesia mangakui bahwa terdapat enam agama yang ada yaitu Islam, Protestantisme, Katolisisme, Hinduisme, Buddhisme dan Konghucu. Keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia. Keberagaman budaya dapat diamati dari bentuk-bentuk kebudayaan khsanya seperti adat istiadat, rumaha adat, upacara adat, tarian daerah dan alat musik daerah.
Toleransi merupakan suatu sikap atau perilaku manusia yang tidak menyimpang dari aturan dimana seseorang menghargai atau menghormati setiap tindakan yang orang lain lakukan
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang kami jabarkan di atas, maka dapat di ambil beberapa rumusan masalah ini yaitu:
1. Apa yang di maksud kedberagaman Agama?
2. Bagaimana keberagaman di Indonesia bias terjadi?
3. Apa yang di maksud kebudayan Indonesia?
4. Apa saja faktor-faktor yang memengaruhi keberagaman agama dan budaya di Indonesia?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini :
1. Untuk mengetahui apa yang di maksud dengan keberagaman Agama dan Budaya 2. Untuk mengetahui bagaimana keberagaman di Indonesia bisa terjadi
3. Untuk mengetahui seperti apa keberagaman Budaya di Indonesia
1.4 Manfaat
Adapun manfaat pembuatan makalah ini adalah :
Secara akademis, pembuatan makalah ini di harapkan dapat menambah wawasan bagi pembaca
Selain itu kita dapat mempelajari ,mengenal dan menghargai keberagaman Agama dan Budaya yang ada di Indonesia
BAB II PEMBAHASAN 1. Keberagaman Agama
Dengan adanya berbagai keberagaman agama yang ada dengan begitu kerukunan umat beragama merupakan hal yang sangat penting untuk mencapai kesejahteraan hidup di negeri ini. Kebebasan dalam beragama dijamin dalam UUD 1945 pasal 29 yang menyatakan bahwa Negara berdasa atas Ketuhanan Yang Maha Esa dan Negara Menjamin Kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Walaupun mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama islam. Namum perbedaan ini tidak menjadikan alasan untuk berpecah belah, kita harus menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia agar Negara ini tetap menjadi satu kesatuan yang utuh. Dengan adanya toleransi antar umat neragama dengan begitu sikap manusia sebagai umat beragama dan mempunyai keyakinan, untuk menghormati dan menghargai manusia yang beragama lain. Contoh dari toleransi keberagaman agama yaitu tidak menghina agama yang diyakini orang lain dan menghormati agama yang diyakini orang lain.
Adapun kejadian yang kerap kali terjadi pada saat ini tentang toleransi beragama yaitu seperti halnya masyarakat tidak dapat memaksakan ajaran dan kepercayaan agama yang dianut oleh masyarakat tersebut kepada masyarakat lain yang mempunyai keyakinan berbeda. sebab setiap masyarakat pasti memiliki keyakinan masing-masing yang pastinya selalu percaya bahwa apa yang mereka yakini adalah keyakinan paling benar diantara keyakinan lainnya. Sesuai dengan hak tiap-tiap manusia atau hak bebas untuk memilih, termasuk dalam kepercayaan agama.
Namun tidak bisa dipungkiri bahwa ketidakrukunan antara umat beragama menghasilkan berbagai ketidak harrnonisan dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Kerap kali terjadinya salah pengertian, beda persepsi dan lain sebagainya yang kemudian berujung menjadi konfik antar umat beragama yang memiliki keyakinannya masing-masing. Oleh karena itu, perlu orang-orang yang
beriman dengan taat, namun berwawasan terbuka, toleran, rukun dengan mereka yang berbeda agama.
2. Keberagaman Budaya
Keanekaragaman Budaya Indonesia yang ada merupakan harta yang tidak ternilai. Budaya merupakan hasil karya manusia, dan budaya merupakan pola hidup yang tercipta dari sejarah yang ada pada waktu tertentu sebagai panduan potensial dalam perilaku manusia. Dengan cakupan pengetahuan kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan lainnya yang ada pada budaya masing-masing. Kita sebagai warga Negara harus memiliki sikap toleran untuk mempertahankan dan melestarikan budaya agar tidak tercerai berai. Sikap toleransi sangant penting dalam keanekaragaman budaya, apabila tidak adanya toleransi maka dapat menimbulkan salah paham antar budaya sehingga mengakibatkan permusuhan antar masyarakat. Contoh dari toleransi keberagaman budaya yaitu menghargai hasil kebudayaan setiap suku bangsa dan menghormati setiap kelompok yang menjalankan kebiasaan sosial dan adat istiadatnya.
Adapun kejadian yang kerap kali terjadi tentang toleransi antar budaya yaitu seperti halnya suatu budaya yang sedang melaksanakan acara dengan menggunakan ada istiadat budayanya biasanya dalam satu desa
mereka selalu mendukung walapun berbeda budaya, hal yang dilakukannya biasanya dengan cara seperti turut hadir dalam acara tersebut ataupun turut membantu kelancaran acara yang sedang berlangsung.
Dengan keaneka ragaman budaya yang ada, tidak dapat dipungkiri bahwa konflik antar budaya kerap kali terjadi. Terdapat pandangan yang bertolak belakang antara budaya satu dengan yang lainnya.
Dimana hal yang dianggap biasa dalam budaya satu namun dapat dianggap sebaliknya atau tidak sopan pada budaya yang lainnya. Terlebih bila masyarakat yang masih memiliki padangan yang tradisional dan kental, dimana mereka akan selalu mebela dan memperjuangkan budaya yang mereka miliki. Hal ini yang kerap kali menjadikan konflik antar budaya karna adanya ketidak sesuaian yang mana tiap budaya merasa bahwa budaya yang ia milikilah yang paling baik. Konflik yang terjadi tidak hanya menelan korban materi namun juga dapat menghilangkan ratusan nyawa bila terjadinya konflik budaya. Oleh karena itu dengan adanya toleransi antar budaya diharapkan semua budaya yang ada di Indonesia dapat saling mengerti dengan perbedaan budaya yang ada.
A. Beberapa faktor penyebab indonesia memiliki keberagaman agama & budaya
1. Letak Indonesia yang Strategis
Secara geografis, Indonesia berada di antara dua samudera yakni Samudera Hindia dan samudera Pasifik. Selain itu, Indonesia juga berada di antara dua benua, yakni Asia dan Australia. Hal ini menyebabkan Indonesia berada di posisi silang dan berada di jalur perdagangan internasional.
Banyaknya pedagang dari berbagai bangsa di dunia yang singgah di Indonesia tentu saja akan
mempengaruhi kebudayaan masyarakat Indonesia. Para pendatang tersebut biasanya tak hanya bertujuan untuk berdagang, melainkan juga menyebarkan nilai-nilai agama yang dianut. Misalnya adalah agama Hindu dan Buddha yang disebarkan oleh bangsa India yang datang ke Indonesia melalui jalur
perdagangan saat itu. Selain agama, para pendatang yang memiliki kebudayaan sendiri jika tinggal di Indonesia akan menyebabkan akulturasi dan asimilasi budaya.
2. Indonesia Negara Kepulauan
Faktor lain penyebab keberagaman agama dan budaya di Indonesia adalah Indonesia yang merupakan sebuah negara kepulauan. Banyak kapal-kapal dagang yang singgah di berbagai pulau di Indonesia. Hal ini membuat penyebaran agama terjadi kepada masyarakat Indonesia di setiap pulau. Selain itu, adanya jarak yang berbeda antar pulau membuat masyarakat mengembangkan kebiasaan, adat istiadat dan budaya masing-masing berdasarkan kondisi tempat tinggalnya. Hal ini pun menyebabkan adanya perbedaan suku bangsa, bahasa, budaya, sistem kepercayaan, agama, serta peranan laki-laki dan perempuan.
3. Perbedaan Kondisi Alam Di Indonesia
Adanya perbedaan kondisi alam di Indonesia juga menjadi faktor penyebab keberagaman di Indonesia.
Misalnya adalah pada mata pencaharian, makanan pokok, pakaian, kesenian, bentuk rumah, hingga kebiasaan suatu masyarakat akan menyesuaikan lingkungan tempat mereka tinggal.
4. Keterbukaan Masyarakat Indonesia
Sifat keterbukaan masyarakat kita dalam menghadapi suatu perubahan atau hal-hal baru juga sangat berpengaruh terhadap keberagaman agama dan budaya di Indonesia. Misalnya adalah sifat keterbukaan Indonesia membuat penyebaran agama lebih mudah diterima. Termasuk juga dalam menerima
keberagaman agama itu
Keberagaman Sebagai kekayaan sosial Yaitu keberagaman mengandung makna kemajemukan etnik, budaya, bahasa, dan agama. Kekayaan sosial inilah yang harus dipegang teguh untuk mencapai persatuan dan kesatuan masyarakat. Karena jika tidak, berbagai konflik sosial akan terjadi.Sebagai contoh, keberagaman budaya yang tidak disikapi dengan baik oleh beberapa oknum, akibatnya timbul konflik dan permasalahan
B. Keberagaman Sebagai Kekayaan Sosial
Yaitu keberagaman mengandung makna kemajemukan etnik, budaya, bahasa, dan agama.
Kekayaan sosial inilah yang harus dipegang teguh untuk mencapai persatuan dan kesatuan masyarakat.
Karena jika tidak, berbagai konflik sosial akan terjadi.Sebagai contoh, keberagaman budaya yang tidak disikapi dengan baik oleh beberapa oknum, akibatnya timbul konflik dan permasalahan sosial.
C. Beberapa Agama Yang ada Di Indnesia 1. ISLAM
2. KRISTEN 3. KATOLIK 4. HINDU 5. BUDHA 6. KONGHUCU
Saat ini Islam menjadi agama mayoritas yang dianut masyarakat di Indonesia. Menurut data kependudukan per Juni 2021, dari total 272,23 juta jiwa sebanyak 236,53 jiwa (86,88%) beragama Islam.
Dari situs Kemenag, umat Islam terbanyak di Indonesia ada di Jawa Barat dengan jumlah 44.374.684, kemudian disusul Jawa Timur dengan 39.554.069 jiwa, dan Jawa Tengah dengan 35.577.909 jiwa.
Kristen merupakan agama kedua yang paling banyak dianut masyarakat Indonesia. Dari data kependudukan ada 20,4 juta jiwa (7,49%) menganut agama Kristen.
Mengutip data Kemenag, Sumatera Utara, menjadi daerah yang paling banyak dihuni umat Kristen dengan jumlah 4.066.305 jiwa. Kemudian disusul Provinsi Papua dengan 3.000.104 jiwa, dan Nusa Tenggara Timur dengan 1.962.768 orang yang menganut Kristen.
Agama terbanyak ketiga yang dianut masyarakat Indonesia yakni Katolik. Masih dari data yang sama, 8,42 juta jiwa (3,09%) penduduk Indonesia beragama Katolik.
Dari data Kemenag, umat Katolik terbesar di Indonesia berada di Nusa Tenggara timur dengan jumlah 2.906.404 orang. Peringkat kedua di Kalimantan Barat dengan 1.203.137 orang, disusul Papua dengan jumlah 669.185 orang.
Hindu menjadi agama keempat yang paling banyak dianut di Indonesia, dengan jumlah 4,67 juta jiwa atau 1,71 persen dari total penduduk.Hindu menjadi agama mayoritas yang dipeluk penduduk di Bali.
Dari data Kemenag total ada 3.682.484 orang yang menganut Hindu di Bali, kemudian disusul Kalimantan Tengah dengan 155.345 penduduk, dan Lampung dengan 127.903 orang.
Agama Buddha menjadi agama kelima yang paling banyak dianut masyarakat Indonesia. Dengan jumlah sebanyak 2,04 juta jiwa atau 0,75 persen.
DKI Jakarta menjadi provinsi yang paling banyak ditemukan umat Buddha. Dari data Kemenag ada 399.005 penganut agama Buddha di Jakarta, lalu disusul Sumatera Utara dengan 361.402 jiwa, dan Provinsi Kalimantan Barat dengan 330.638 jiwa.
Kemudian ada 73,02 ribu jiwa yang menganut agama Konghucu di Indonesia. Kemudian 102,51 ribu jiwa (0,04%) aliran kepercayaan.
Umat Konghucu paling banyak tinggal di Kepulauan Bangka Belitung. Dari data Kemenag ada 28.348 umat Konghucu di Bangka Belitung, selanjutnya di Kalimantan Barat dengan 13.093 jiwa, dan Jawa Barat dengan 11.688 orang.
D. Ragam Budaya Dan Kearifan Lokal Sebagai Bentuk Pluralisme Masyarakat Indonesia
Indonesia merupakan negara yang terdiri dari rentetan pulau-pulau di mana masyarakatnya hidup dalam budaya yang beragam. Berdasarkan data dari Sensus Penduduk 2010 terdapat 1331 suku.
Data penelitian Kemendikbud 2021 juga mencatat bahwa terdapat 2.228 Komunitas Budaya dan 488 Desa Adat . Selain itu keberagaman Indonesia tercermin dalam penggunaan bahasa lokal, terdapat kurang lebih 750 bahasa daerah . Hal tersebut menunjukan bahwa Indonesia sebagai bangsa plural, majemuk, multikultural dan multilingualisme. Maka Indonesia tidak hanya disebut sebagai sebuah bangsa, atau negara saja tetapi konsep Indonesia adalah sebuah negara bangsa.
1. Keberagaman Sebagai Kearifan Lokal
Kearifan lokal yang terdapat pada beberapa kelompok/masyarakat adat di Indonesia banyak mengandung nilai luhur budaya bangsa yang masih kuat menjadi identitas karakter warga
masyarakatnya namun tak jarang kearifan lokal tersebut ter-abaikan sehingga keberadaannya mulai terlupakan .
Pengertian kearifan lokal timbul disebabkan oleh manusia yang memiliki cara Pandang hidup yang lebih besar dan semua ini dipengaruhi oleh media informasi.
Misalnya gaya hidup yang merujuk pada pandangan-pandangan opini dunia. Pola hidup manusia yang beragam dalam memperlakukan kebutuhan hidup, hal tersebut dibuat oleh media informasi.
2. Penyebab Dan Dampak Akulturasi Budaya
Penyebab akulturasi budaya bisa di sebabkan oleh adanya faktor internal dan juga eksternal maka dari itu perubahan budaya selalu menjadi topik pembicaraan karena manusia ingin berubah.
Diskusi tentang perubahan budaya selalu menjadi topik pembicaraan karena manusia ingin berubah. Hal ini sejalan dengan konsep akulturasi, di mana dua budaya yang berbeda bertemu, bersatu, dan tampil secara harmonis dan damai. Kita dapat menggabungkan dua budaya ini untuk menciptakan budaya baru.
Namun, akulturasi dua budaya yang berbeda tidak menyebabkan hilangnya unsur budaya lama.
Dari perspektif ini, nilai-nilai tidak hanya berkontribusi untuk mengantisipasi kekerasan atas nama agama, tetapi juga untuk kerukunan antar umat manusia. Paradigma kearifan lokal digunakan untuk saling memahami hidup berdampingan secara damai dan harmonis antara satu komunitas dengan komunitas lainnya
3. Implementasi Kearifan Lokal Terhadap Budaya Toleransi
Menurut Patta (Dr. Patta Rapanna) kearifan lokal merupakan sumber kekayaan hidup suatu masyarakat yang berisi kebijakan (wisdom) dan pandangan hidup (way of life).
Kearifan lokal memuat ide, nilai-nilai, pandangan masyarakat, dan kepercayaan yang disepakati bersama berdasarkan pemahaman dan visi yang sama. Kearifan lokal selaras dengan kebudayaan masyarakat tertentu. Konsep kebudayaan mengenal
istilah local genius, yaitu identitas budaya yang merupakan kepribadian budaya suatu daerah atau negara yang dapat membedakan dan menyaring budaya lain masuk ke dalamnya
BAB VI PENUTUP Kesimpulan
Pada bangsa Indonesia memiliki kebebasan menganut agama yang terdapat pada Sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Warga kenegaraan Indonesia bebas memeluk agama yang telah diakui oleh negara. Adapun agama yang telah diakui bangsa Indonesia yaitu: Islam, Katolik, Kristen, Budha, Hindu, dan Konghucu. Setiap warga Indonesia hanya boleh menganut satu agama yang dipercayai sebagai pedoman dalam hidupnya. Sebagai daerah yang memiliki masyarakat yang beranekaragam penganut agamanya sering kali terjadi konflik antar pemeluk agama bila tidak dijaga dengan baik, namun bukan berarti keberagaman agama pada sebuah masyarakat akan selalu terjadi konflik. Keharmonisan dalam kehidupan beragama dapat saja terjadi jika kehidupan bergama dipelihara dengan baik pada masyarakat yang beranekaragam penganut agamanya. Masyarakat yang beranekaragam penganut agama yang mediami satu wilayah juga terdapat pada masyarakat di kelurahan Senggarang. Masyarakat Senggarang yang terdapat lima penganut agama yaitu; Islam, Katolik, Kristen, Budha, dan Konghucu, Umat
beragama dikelurahan Senggarang jaga memiliki sarana peribadatannya masing-masing dan mereka pun dapat hidup bersama dalam satu wilayah yang sama. Pada kehidupan beragama di Kelurahan
Senggarang mereka dapat hidup bersama tanpa mempersoalan perbedaan, hal ini disebabkan karena adanya sebuah nilai-nilai yang dijadikan pedoman bagi masyarakat Senggarang seperti: 108 kebebasan beragama bagi masyarakat Senggarang untuk memeluk agama yang diyakini, mereka dapat
melaksanakan ibadah sesuai ajaran agama masing-masing tanpa ada larangan maupun gangguan dari umat beragama yang berbeda, mereka dapat bergaul satu sama lain tanpa membeda-bedakan agama dan juga saling menghargai, menghormati serta saling tolong menolong antar sesama umat beragama tanpa adanya diskriminasi, dan menghargai ajaran agama yang berbeda.