• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Kelompok 3 Parenting

N/A
N/A
asma'ul fauziyah

Academic year: 2024

Membagikan " Makalah Kelompok 3 Parenting"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

POLA ASUH LDR

MAKALAH

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH PARENTING

Yang diampu oleh Choirul Hidayah,M.Pd.I

UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR FAKULTAS AGAMA ISLAM

PROGAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI OKTOBER 2023

Kelompok 3 :

Asma’ul Fauziyah 2286236033

Dita Tri Wuladari 2286236006

(2)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Alhamdulillah, segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT,yang telah melimpahkan Rahmat serta InayahNya sehingga kami mampu menyelesaikan penulisan makalah yang berjudul “POLA ASUH LDR” ini untuk memenuhi tugas mata kuliah Parenting.

Tidak lupa penulis menyampaikan terima kasih kepada :

1. Bu Choirul Hidayah,M.Pd.I. selaku dosen pengampu mata kuliah Parenting.

2. Teman-teman PIAUD angkatan 2022 atas kerjasamanya.

3. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu yang telah membantu demi terselesaikannya makalah ini dengan lancar. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan kalian,aamiin.

Adapun makalah ini kami susun dengan tujuan: Pertama, mempermudah mahasiswa untuk menyampaikan materi yang ada. Kedua, mempermudah mahasiswa untuk belajar. Ketiga, dapat memperlancar proses belajar dan mengajar,sehingga mahasiswa menjadi aktif.

Namun demikian, dalam penulisan makalah ini masih terdapat kelemahan dan kekurangan.oleh karena itu, saran dan kritik dari berbagai pihak sangat di harapkan.

Akhirul kalam,semoga yang tersaji ini dapat memberikan bantuan kepada para mahasiswa dalam menyelenggarakan proses belajar mengajar di Kampus.Aamiin

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Blitar, 03 Oktober 2023

Kelompok 3

(3)

Daftar Isi

COVER

Kata Pengantar...ii

Daftar Isi...iii

Bab I PENDAHULUAN...1

1.1 Latar Belakang...2

1.2 Rumusan Masalah...2

1.3 Tujuan Masalah...2

BAB II PEMBAHASAN...3

2.1 Pengertian Pola Asuh LDR...3

2.2 Faktor Pola Asuh LDR...5

2.3 Dampak Pola Asuh LDR...6

2.4 Cara Agar Pola Asuh LDR Berjalan Lancar...8

BAB III PENUTUP... 10

3.1 Kesimpulan... 10

3.2 Saran... 10

Daftar Rujukan... 11

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pola asuh merupakan bagian penting dari hubungan sosial yang merupakan proses dimana anak belajar berperilaku sesuai dengan harapan dan standar lingkungannya. Pola asuh pada dasarnya diciptakan oleh adanya interaksi antara orang tua dan anak dalam hubungan sehari-hari yang berevolusi sepanjang waktu, sehingga orang tua akan menghasilkan anak-anak sealiran, karena orang tua tidak hanya mengajarkan dengan kata- kata tetapi juga dengan contoh-contoh.

Pola asuh orang tua terbentuk adanya interaksi antara anak dan orang tua selama kegiatan pengasuhan. Pengasuhan ini berarti orang tua mendidik, membimbing dan mendisiplinkan serta melindungi anak mencapai kedewasaan sesuai norma-norma yang ada dalam masyarakat.

Orang tua harus memberikan pola pengasuhan yang tepat sesuai dengan perkembangan anaknya, agar anak dapat mempersepsikan pola asuh yang diberikan kepadanya dengan baik sehingga dapat memotivasi belajarnya (Hurlock, 2000).

Anak-anak yang ditinggal orang tua merantau, bukan berarti lepas dari asuhan orang tua. Oleh karena itu, pola asuh yang diterapkan orang tua kepada anak adalah pola asuh jarak jauh atau long distance. Pola asuh jarak jauh berarti peran orang tua dalam mendidik, membimbing, dan mendisiplinkan anak dilakukan dengan cara jarak jauh. Pola asuh long distance ini banyak dijumpai di lingkungan pedesaan yang sebagian besar masyarakatnya melakukan migrasi sekuler, yaitu merantau ke kota untuk mencari nafkah. Bagi ibu yang bekerja, sering menghadapi konflik peranan yang disebabkan tuntutan pekerjaan(ekonomi) disatu pihak dan rumah tangga dilain pihak, keduanya sangat penting untuk mendapatkan perhatian

(5)

penuh. Apalagi pekerjaannya jauh dari rumah atau dengan kata lain bekerja di perantauan, waktu yang digunakan untuk keluarga khususnya anak sangat terbatas sekali, sehingga orang tua tidak bisa mengawasi dan mengamati perkembangan anaknya. Dampak nyata pola asuh long distance adalah keluarga tidak bisa menjalankan fungsi secara utuh. Utuh di sini mengandung arti kurangnya peranan utuh dari kedua orang tua. Dalam hal ini, orang tua tidak menjalankan peran-perannya dengan benar bahkan kadang-kadang peran orang tua digantikan oleh anak.

1.2 Rumusan Masalah

1) Bagaimana pengertian pola asuh LDR ? 2) Bagaimana faktor-faktor pola asuh LDR?

3) Bagaimana dampak pola asuh LDR ?

4) Bagaimana cara agar pola asuh LDR berjalan lancar ?

1.3 Tujuan Masalah

1) Mengetahui pengertian pola asuh LDR.

2) Mengetahui faktor-faktor pola asuh LDR.

3) Mengetahui dampak pola asuh LDR.

4) Mengetahui cara agur pola asuh LDR berjalan lancar.

(6)

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Pola Asuh LDR

Pengertian pola asuh diberikan penjelasan oleh beberapa tokoh psikologi dan sosiologi, diantaranya; Pertama., Singgih D Gunarsa, pola asuh adalah “sebagai gambaran nyata dipakai orang tua untuk mengasuh (merawat, menjaga, mendidik) anak. Kedua, Chabib Thoha, pola asuh adalah salah satu cara yang terbaik sebagai tanggung jawab orang tua ke anak. Ketiga, Sam Vaknin, pola asuh adalah sebagai “parenting is interaction betwee parent’s and children during their care” (Tridonanto, 2014). Keempat., Menurut Nasrun Faisal (2016), Pola asuh adalah interaksi yang dilakukan antara orangtua dan anak yang meliputi pemenuhan kebutuhan fisik dan kebutuhan psikologis. Kelima., Kohn, pola asuh orangtua terhadap anaknya adalah melalui interaksi dengan anak-anaknya, yang mana perlakukan ini terdiri dari “memberi aturan-aturan, hadiah maupun hukuman, cara orangtua menunjukkan otoritas dan juga cara orangtua memberikan perhatian serta tanggapan kepada anaknya” (Susanto, 2015). Dengan demikian, dari beberapa pengertian tersebut, pola asuh orangtua artinya tidak terlepas dari pengawasan orangtua terhadap anaknya. Segala-galanya tingkah laku anak, maka akan diawasi, dibimbing oleh orangtua.

Pengertian hubungan jarak jauh atau sering disebut dengan long distance relationship (LDR) adalah Kesempatan untuk komunikasi yang sangat terbatas dalam persepsi individu masing-masing yang menjalani merupakan hubungan jarak jauh, Sulitnya komunikasi yang dilakukan karena keterbatasan alat serta tempat yang tidak strategis untuk berkomunikasi dengan lancar (L.Stafford, 2005). Sedangkan menurut Holt & Stone menggunakan faktor waktu dan jarak untuk mengkategorikan hubungan jarak jauh ini. Berdasarkan informasi demografis dari partisipan penelitian yang menjalani hubungan jarak jauh, didapat tiga kategori waktu terpisah (0, kurang dari 6 bulan, lebih dari 6 bulan), tiga kategori pertemuan (sekali seminggu, seminggu hingga sebulan, krang dari

(7)

satu bulan) dan tiga kategori jarak (0-1 mil, 2-294 mil, lebih dari 250 mil), (Kidenda, 2002). Dari hasil penelitian Holt & Stone Hubungan jarak jauh anak dan orang tua memang menjadi permasalahan pada tingkah laku anak kepada orang tuanya, hal tersebut nantinya akan mempengaruhi komunikasi antara anak dan orang tua. Sehingga hal tersebut harus diimbangi dengan adanya komunikasi secara rutin antara anak dan orang tua. (Effendi, 2014).

Tentunya dengan adanya hal-hal tersebut orang tua sangat berperan penting dengan psikologis anak saat berjauhan dengan orang tuanya yang mana hal tersebut harus diimbangi dengan komunikasi yang rutin Komunikasi dalam keluarga dapat disamakan dengan peran jantung dalam tubuh. Sama seperti jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh, komunikasi memompa kehidupan ke seluruh keluarga. Jadi, seberapa sehatnya keluarga dapat diukur dari berapa sehatnya komunikasi dalam keluarga itu. Untuk itu kita perlu berkomunikasi guna memberi dorongan, guna mengungkapkan kasih dan kepedulian.

Keluarga merupakan kelompok sosial pertama dalam kehidupan manusia dimana ia belajar dan menyatakan diri sebagai manusia sosial, dalam interaksi dengan kelompoknya (Sumakul, 2015). Dikutip dalam Murdok tahun 1949, Dalam keluarga yang sesungguhnya, komunikasi merupakan sesuatu yang harus dibina, sehingga anggota keluarga merasakan ikatan yang dalam serta saling membutuhkan. Keluarga merupakan kelompok primer paling penting dalam masyarakat, yang terbentuk dari hubungan laki-laki dan perempuan, perhubungan ini yang paling sedikit berlangsung lama untuk menciptakan dan membesarkan anak-anak. Keluarga dalam bentuk yang murni merupakan kesatuan sosial yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak menurut (Baramuli, 2013).

Orang tua yang berada jauh dengan anak perlu memenuhi kebutuhan emosi anak, orang tua menunjukkan kejujuran dan keterbukaan kepada anak.

Pengasuhan dengan pola LDR memerlukan perencanaan,fleksibilitas, kreativitas, dan pengaturan yang lebih kompleks dibandingkan parenting lainnya. Beberapa

(8)

hal yang perlu diperhatikan dalam membangun pengasuhan LDR diantaranya adalah kerjasama orang tua dan anak, orang tua perlu mendorong anak untuk membuat catatan mengenai hal yang ingin mereka ceritakan pada orang kandungnya, pada saat menelepon atau video call. Orang tua perlu membuat perencanaan parenting yang baik mencakup penjadwalan, pengeluaran, dan ekspektasi. Dalam melakukan pengasuhan LDR orang tua perlu memahami pentingnya konsistensi dalam melakukan komunikasi. Orang tua dapat melakukan telepon atau video call secar terjadwal, cara ini memberikan ekspektasi yang jelas terkait kapan waktu berikutnya mereka dapat terhubung dengan orang tua jarak jauh mereka. Orang tua harus proaktif menolong anak tumbuh, orang tua perlu berkomunikasi dengan orang yang mengasuh anak tentang perkembangan anak. Orang tua harus berupaya untuk memberikan pendidikan terbaik kepada anak, agar orang tua dan anak dapat tenang dalam kondisi yang terpisah.

2.2 Faktor-Faktor Pola Asuh LDR

Tidak semua orang tua beruntung dapat berkumpul bersama dan selalu hadir dalam membesarkan buah hati mereka. Banyak orang tua terpaksa hidup berjauhan dari anak akibat beberapa faktor keadaan yang membuat mereka tidak memungkinkan untuk tinggal bersama. Ketidakbersamaan anak dengan orang tua tentu akan berdampak dengan tumbuh kembang anak yang ideal dibanding keluarga yang hidup bersama.

Memang tidak menutup kemungkinan keluarga yang lengkap hidup saling berdampingan juga bisa saja mengalami permasalahan akan tumbuh kembang anak yang kurang baik, namun situasi anak tidak hidup bersama orang tuanya tentunya akan memberikan kemungkinan lebih besar kearah tumbuh kembang anak yang tidak ideal. Karena idealnya pola asuh terhadap anak harus melibatkan interaksi intens secara langsung antara kedua orang tua dan anak.

(9)

Hidup jauh dari anak menjadi sebuah permasalahan besar yang harus dicari jalan keluarnya oleh keluarga-keluarga dengan kondisi long distance parenting (pengasuhan jarak jauh). Ada banyak bentuk kondisi mengapa bisa terjadi orang tua harus melakukan pengasuhan jarak jauh, kondisi umum yang banyak terjadi di masyarakat kita seperti karena alasan pekerjaan dimana salah satu orang tua ditempatkan pekerjaannya jauh dari rumah bahkan berbeda pulau, bisa juga karena dampak dari perceraian yang memaksa kedua orang tua tidak dalam satu atap rumah yang sama. Selain contoh kondisi diatas ada satu kondisi yang kurang populer dibahas dalam ilmu-ilmu parenting yang bisa di akses masyarakat melalui jasa konseling dan parenting Support, yaitu kondisi orang tua yang melakukan long distance parenting karena sedang menjalani hukuman di penjara/pembinaan pemasyarakatan.

2.3 Dampak Pola Asuh LDR

Semua keputusan yang diambil dalam pola asuh anak tentunya ada dampak positif dan negatifnya. Untuk dampak negatif, ketika orang tua jauh dari anak, orang tua cenderung mengiyakan atau menyetujui semua tuntutan anak. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Karena, orang tua berusaha menebus ketidakhadiran mereka dengan persetujuan yang sebenarnya. Tapi, jika tak terkontrol, maka dapat merusak masa muda anak. Saat orang tua dan anak ada dalam hubungan jarak jauh, orang tua cenderung melewatkan fase-fase pertama dalam kehidupan anak. Mulai dari fase pertama berjalan, masuk sekolah, menjuarai lomba, atau pertama kali mendapatkan hasil lulus ujian penting. Kadang, anak lebih butuh kehadiran ketimbang materi.

Data di lapangan menunjukkan bahwa kondisi psikologis anak pada saat anak ditinggal pergi salah satu atau kedua orang tuannya, mereka merasa murung dan mudah marah, akan tetapi setelah jangka waktunya agak lama, kondisi psikologi anak menjadi semakin terbiasa, apalagi setelah mereka bergaul dengan teman sebayanya.

Dampak negatif lain pada anak selama ditinggal yaitu, rendahnya kesadaran terhadap budaya hidup sehat.Kebiasaan hidup yang kurang sehat yang dilakukan yaitu makan

(10)

terkadang tidak teratur. Jarang sekali ditemukan ada anak-anak di pedesaan yang tidur siang, mereka lebih senang bermain saat sesudah pulang sekolah, mereka hanya tidur pada saat malam hari.

Permasalahan lain yang dialami anak-anak yaitu rendahnya prestasi belajar mereka. Sebagian besar dari mereka diasuh dengan penuh toleransi oleh orang tua tunggal, nenek atau kakek, paman atau bibi, om atau tante. Posisi rangking mereka yang rendah dapat dipahami, karena lemahnya perhatian dari orang tua mereka.

Perhatian hanya berasal dari ayah atau dari kakek/nenek yang mengasuh mereka.

Mereka yang merawat, lebih banyak memperhatikan makan dan kesehatan anak dan kurang memperhatikan tugas-tugas sekolah atau belajar anak. Para pengasuh di rumah merasa sudah cukup memperhatikan, manakala mereka sudah memberi makan yang layak. Pendidikan sudah mereka serahkan sepenuhnya kepada sekolah. Permasalahan lain yang dihadapi oleh para anak adalah, banyak perilaku negatif yang diperankan oleh mereka. Mayoritas anak-anak yang masih kecil belum menunjukkan perilaku kenakalan yang berarti. Mereka tidak merokok, menyalahgunakan obat, atau perilaku negatif lainnya. Akan tetapi, setelah mereka memasuki usia sekolah menengah pertama atau sekolah menengah atas, ada di antara mereka yang merokok.

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, long distance parenting memang punya tantangan tersendiri. Namun, selama komunikasi, kepercayaan, dan perasaan saling memahami terus ada, seharusnya hubungan jarak jauh tersebut tak jadi masalah. “Sebenarnya, kembali lagi ke orang tua dan anak masing-masing. Ada yang tetap bisa menerapkan pola asuh terkontrol, tapi ada juga yang menerapkan pola asuh bebas,” ungkap Ikhsan.“Terkontrol berarti komunikasi terjalin baik, orang tua seperti sahabat, penuh afeksi meski tak langsung. Tapi kalau pola asuh bebas, mereka jarang komunikasi, sekalinya komunikasi malah lebih mirip perintah,” jelasnya.

Di sisi lain, ketika orang tua jauh dari anak, anak tumbuh dengan mandiri.

Kemampuannya dalam bertahan hidup juga tinggi. Ia mengerti sudut pandang dari berbagai kondisi dan tidak memaksakan kehendak. Umumnya, juga lebih bijak atau dewasa. Inilah kelebihan utama dalam long distance parenting. Ikhsan menambahkan,

(11)

Long distance parenting tidak selalu bikin hubungan antara orang tua dan anak menjadi renggang. Ini benar-benar tergantung individunya. Selama saling menyempatkan waktu dan komunikasi terjaga, hubungan akan baik-baik saja.”

2.4 Cara agar Pola Asuh LDR Berjalan Lancar

Psikolog Ikhsan memberikan tips bagaimana caranya long distance parenting bisa berjalan lancar, antara lain:

Buatlah jadwal video call dan jadwal bertemu yang sudah disepakati bersama.

Akan lebih baik bila Anda membuatnya sebelum berpisah.

Lakukan secara konsisten, terutama di momen-momen spesial. Kalau berhalangan, sebisa mungkin ada waktu penggantinya.

“Kalau memang anaknya masih kecil, berarti tinggalnya, kan, sama salah satu anggota keluarga. Orang tersebut juga harus menjaga kualitas hubungan dengan anak agar ia tidak merasa kesepian. Orang tersebut sebisa mungkin sering menceritakan atau memperlihatkan foto orang tua agar anak tidak lupa,” saran Ikhsan.

Anggota keluarga yang merawat anak harus sering mengirimkan foto atau video ke orang tuanya, terutama di fase-fase pertama mereka tumbuh, baik itu berjalan, belajar main sepeda, dan lain sebagainya.

Kirimkan hadiah kepada anak. Usahakan hadiah tersebut adalah sesuatu yang benar-benar dibutuhkan atau diidam-idamkan anak. Dengan begitu, ia akan terus menggunakannya dan menjaga hadiah tersebut.

Bila anak sudah cukup besar, tak ada salahnya kalau sesekali anak yang memberikan hadiah kepada orang tua. Tak perlu mahal, hadiah handmade juga bisa. Pasti ini membuat orang tua tersentuh dan semakin sayang.

Saat bertemu langsung, usahakan tidak bertengkar. Buatlah momen yang menyenangkan, perbanyak kegiatan bersama (jangan banyak membuat janji dengan teman), dan jangan lupa berfoto atau bahkan buat konten video bersama.

Hitung-hitung, bisa jadi obat kangen kalau sedang jauh, kan?

Sebagai orang tua, bohong bila Anda tidak merasa khawatir. Namun, kontrol rasa khawatir tersebut. Tetap berikan kepercayaan, tetapi Anda juga harus punya nomor telepon orang-orang terdekat anak.

(12)

Mulai dari nomor telepon teman-temannya, orang tua temannya, guru, pemilik kost, dan lain sebagainya. Jadi, saat butuh bantuan untuk mengontrol, Anda bisa menghubungi mereka.

Tekankan pada anak, khususnya yang hendak beranjak remaja, bahwa orang tuanya selalu ada untuknya. Saat perasaan tidak enak atau ada masalah, jangan malu menceritakannya ke orang tua.

Saat anak terlibat masalah, jangan langsung memarahinya via telepon. Itu akan membuatnya merasa dihakimi dan justru bisa merenggangkan hubungan.

Tanya dan dengarkan alasan serta kronologi kejadiannya. Bila Anda bisa hadir langsung untuk membantunya, tentu jauh lebih baik karena ia akan merasa benar- benar dipedulikan.

Long distance parenting memang susah-susah gampang. Orang tua harus paham sisi anak yang ingin diperhatikan. Anak pun harus mengerti sisi orang tua yang punya kewajiban, khususnya pekerjaan. Saat orang tua jauh dari anak, kunci utamanya adalah komunikasi. Jika dasar tersebut sudah baik, maka pasti cara lainnya akan mudah untuk dilakukan!

(13)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Pengertian pola asuh LDR adalah interaksi yang dilakukan antara orangtua dan anak yang meliputi pemenuhan kebutuhan fisik dan kebutuhan psikologis yang terpaksa hidup berjauhan dari anak akibat beberapa faktor keadaan yang membuat mereka tidak memungkinkan untuk tinggal bersama.

2. Faktor-faktor pola asuh LDR diantaranya adalah alasan pekerjaan, bisa juga karena dampak dari perceraian, ada juga karena sedang menjalani hukuman di penjara/pembinaan pemasyarakatan.

3. Adapun dampak pola asuh LDR adalah anak mengalami gangguan psikologis, rendahnya kesadaran terhadap budaya hidup sehat, rendahnya prestasi belajar, serta banyak perilaku negatif yang diperankan oleh mereka.

4. Dalam melakukan pengasuhan LDR orang tua perlu memahami pentingnya konsistensi dalam melakukan komunikasi. Orang tua dapat melakukan telepon atau video call secar terjadwal, cara ini memberikan ekspektasi yang jelas terkait kapan waktu berikutnya mereka dapat terhubung dengan orang tua jarak jauh mereka

B. Saran

Demikian makalah yang kami susun, kami menyadari bahwa makalah yang kami susun ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang kontruktif dari pembaca, demi lebih baiknya penulisan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua

(14)

Daftar Rujukan

Harlock, Elisabeth. 2000. Perkembangan Anak. Terjemahan oleh Meitasari Tjandrasa. Jakarta : Erlangga.

Abdul Wahib, “Konsep Orang Tua dalam Membangun Kepribadian Anak”, JURNAL PARADIGMA Volume 2, Nomor 1, November 2015: ISSN 2406-9787. ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/paradigma.

Amin Yusuf, Jurnal Penelitian pendidikan, Vol. 31 Nomor 2 tahun 2014.

Yusuf, S. (2014). Psikologi Perkembangan Anak & Remaja. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

L.Stafford. (2005). Maintaining long-distance and cross residential relationships. NJ : Lawrence Erlbaum.

Effendi, K. T. (2014). Gambaran Komitmen Pernikahan Pada Pekerja Pemboran Yang Menjalani Hubungan Jarak Jauh. BINUS.

Sumakul, B. J. (2015). Peranan Komunikasi Keluarga dalam Pembentukan Identitas Remaja di Kelurahan Malalayang I Kecamatan Malalayang Kota Manado. E-Journal “Acta Diurna", IV(4). Retrieved from https://media.neliti.com/.../90077-ID-peranan-komunikasi-keluarga- dalam-pemben.pd...%0A%0A

Harmaini, Keberadaan Orang Tua Bersama anak, jurnal psikologi, Volume 9 Nomor 2, Desember 2013.

https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kesehatan-anak/terpaksa-long distance- parenting-ini-efeknya-pada-anak

Referensi

Dokumen terkait

Lain halnya jika dengan harta yang dimiliki orangtua sibuk tersebut dapat digunakan untuk mengupayakan pemenuhan kebutuhan psikologis anak melalui pihak lain,

Salah satu faktor yang mempengaruhi pertimbangan moral anak adalah pola asuh orangtua, salah satu pola asuh yang dapat diterapkan adalah pola asuh spiritual (spiritual parenting)

Tingkat pemenuhan kebutuhan hidup anak asuh berbeda antara satu anak dengan anak yang lainnya. Masing- masing anak memiliki penilaian sendiri mengenai pemenuhan kebutuhan hidupnya

Lain halnya jika dengan harta yang dimiliki orangtua sibuk tersebut dapat digunakan untuk mengupayakan pemenuhan kebutuhan psikologis anak melalui pihak lain,

Faktor internal berupa pola asuh orangtua yang baik di dukung dengan pemahaman orangtua terhadap perkembangan psikologis anak, pengetahuan Agama Hindu yang cukup,

Setiap orangtua ingin menjadi orangtua yang percaya diri, penuh kasih sayang, dan sukses sebagai individu sehingga dapat mengantarkan anak-anak kita menjadi insan yang

Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan kepada para orangtua khususnya para ibu agar dapat memaksimalkan peran sebagai orangtua dengan cara menyediakan kebutuhan anak untuk

adalah interaksi antara orangtua dengan anak, yang mana pola asuh. orangtua tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor