• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN KONSEP PEMASARAN PRODUK

N/A
N/A
JEJE

Academic year: 2024

Membagikan "MAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN KONSEP PEMASARAN PRODUK "

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN

KONSEP PEMASARAN PRODUK

(2)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahi rabbil’alamin, segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT., atas rahmat dan karunia-Nya yang berupa iman dan kesehatan, akhirnya kami dapat merampung dan menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu, tidak lupa shalawat serta salam tercurahkan kepada Baginda Rasulullah SAW yang telah membimbing kita menuju jalan yang lurus. Makalah dengan judul “Konsep Pemasaran Produk” ini disusun guna menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Ibu Chrisdayanti Br. Ginting S, S.E., M.Si pada mata kuliah Manajemen Pemasaran di Prodi Akuntansi Terapan (D4), Universitas Negeri Makassar.

Makalah yang berjudul “Konsep Pemasaran Produk” memang bukan suatu hal yang baru dilihat ataupun didengar. Namun kami harap dengan disusunya laporan ini bisa sedikit menambah literatur dan wawasan dalam bidang akuntansi.

Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen pengampu mata kuliah Manajemen pemasaran, Ibu Chrisdayanti Br. Ginting S, S.E., M.Si, yang sudah memberikan tugas makalah ini untuk meningkatkan pengetahuan kami dibidang Manjemen Pemasaran. Terima kasih pula kepada para pihak yang turut terlibat dalam penulisan makalah ini. Dan harapan kami, semoga makalah ini mampu memberikan sudut pandang baru kepada pembaca.

Tak ada sesuatu yang sempurna karena kesempurnaan itu milik Yang Maha Kuasa, karena itulah kritik dan masukan yang kiranya dapat mengedukasi dari para pembaca, sungguh kami harapkan dan hargai untuk revisi makalah ini pada masa yang akan datang.

(3)

Makassar, 29 Februari 2024

Kelompok 1

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...ii

DAFTAR ISI...iii

BAB I PENDAHULUAN...1

A. LATAR BELAKANG...1

B. RUMUSAN MASALAH...2

C. TUJUAN PEMBAHASAN...2

BAB II PEMBAHASAN...4

A. PENGERTIAN PRODUK...4

(4)

B. KLASIFIKASI PRODUK...5

C. TEKNIK PEMASARAN PRODUK SECARA EFEKTIF...7

D. ATRIBUT PRODUK...9

E. MANFAAT DAN FUNGSI PRODUK...13

F. MENCIPTAKAN DAN MENGEMBANGKAN PRODUK BARU...14

G. POSISI PRODUK...17

H. SIKLUS PRODUK...20

I. SIFAT DAN PENTINGNYA MEREK PRODUK...22

J. KEMASAN PRODUK...24

K. TINGKATAN PRODUK...25

BAB III PENUTUP...27

KESIMPULAN...27

DAFTAR PUSTAKA...28

(5)

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dalam dunia ekonomi yang sangat mengglobal saat ini, strategi bisnis yang sukses telah menjadikan konsep penetapan harga produk sebagai hal yang fundamental. Pemasaran produk bukan hanya tentang menjual barang atau jasa; ini juga tentang membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan, memahami kebutuhan dan keinginan mereka, dan memberikan dukungan purna jual yang berarti. Hal ini penting karena konsumen modern menjadi lebih selektif dalam memilih produk atau jasa yang mereka beli karena mereka memiliki akses yang mudah terhadap informasi dan tidak mudah terpengaruh.

Memahami konsep penempatan produk sangat penting bagi bisnis apapun dalam lingkungan bisnis yang lebih kompetitif saat ini. Produk adalah hasil dari upaya bisnis untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggannya di pasar.

Oleh karena itu, memahami konsep penempatan produk secara detail sangat penting untuk memastikan keberhasilan penempatan produk.

Makalah ini akan membahas secara mendalam tentang konsep pemasaran produk, yang meliputi beberapa sub topik penting, yaitu pengertian produk, klasifikasi produk, teknik pemasaran produk, atribut produk, manfaat dan fungsi produk, penciptaan dan pengembangan produk baru, posisi produk, siklus produk, sifat dan pentingnya merek produk, pemasaran produk, tingkatan produk.

(6)

Diharapkan dengan membahas secara menyeluruh konsep pemasaran produk melalui sub judul-sub judul tersebut, diharapkan makalah ini dapat memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai pentingnya pemasaran produk dalam kegiatan pemasaran dan bagaimana mengelola produk secara efektif untuk mencapai keberhasilan pemasaran.

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah yang dapat diangkat terkait konsep pemasaran produk, antara lain:

1. Bagaimana pengertian dan konsep dasar produk sebagai entitas yang dipasarkan?

2. Apa saja klasifikasi produk yang ada berdasarkan kriteria tertentu?

3. Teknik-teknik apa saja yang dapat digunakan dalam memasarkan produk secara efektif untuk mencapai target pasar?

4. Atribut-atribut apa sajakah yang melekat dan penting pada sebuah produk?

5. Apa manfaat dan fungsi utama dari sebuah produk?

6. Bagaimana proses dan strategi dalam menciptakan dan mengembangkan produk baru?

(7)

7. Bagaimana penentuan posisi produk di pasar untuk membedakannya dari pesaing?

8. Bagaimana siklus hidup produk konsep pemasaran produk?

9. Apa peran dan pentingnya merek dalam mempromosikan produk?

10. Bagaimana peranan kemasan sebagai bagian penting dari produk?

11. Apa saja tingkatan produk yang ada dalam memenuhi kebutuhan konsumen?

C. TUJUAN PEMBAHASAN

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, berikut tujuan pembahasan yang dapat ditetapkan:

1. Menjelaskan pengertian dan konsep dasar produk sebagai entitas yang dipasarkan.

2. Mengidentifikasi berbagai klasifikasi produk berdasarkan kriteria tertentu.

3. Memaparkan teknik-teknik pemasaran produk secara efektif untuk mencapai target pasar.

4. Menjelaskan atribut-atribut penting yang melekat pada sebuah produk.

5. Menjelaskan manfaat dan fungsi utama dari sebuah produk.

(8)

6. Memaparkan proses dan strategi dalam menciptakan dan mengembangkan produk baru.

7. Menentukan posisi produk di pasar untuk membedakannya dari pesaing.

8. Memaparkan siklus hidup produk dalam konsep pemasaran produk.

9. Memahami peran dan pentingnya merek dalam mempromosikan produk.

10. Memaparkan peranan kemasan sebagai bagian penting dari produk.

11. Mengidentifikasi tingkatan produk dalam memenuhi kebutuhan konsumen.

(9)

BAB II PEMBAHASAN

Konsep pemasaran produk melibatkan serangkaian strategi dan teknik untuk mempromosikan potensi produk kepada konsumen dengan tujuan meningkatkan kesadaran merek, minat, dan keinginan untuk membeli produk tersebut. Beberapa elemen inti dalam konsep pemasaran produk meliputi:

1. Produk (Product)

2. Promosi

3. Distribusi (Tempat)

4. Harga (Price)

5. Penjualan (Sales)

6. Brand Awareness

A. PENGERTIAN PRODUK

Produk adalah suatu barang nyata yang dapat terlihat atau berwujud dan bahkan dapat dipegang yang dirancang untuk memuaskan keinginan atau kebutuhan konsumen seperti komputer, mobil, gosok gigi, makanan dan lain-lain.

(10)

Sedangkan jasa adalah suatu yang tidak dapat dilihat dan tidak berwujud yang dirancang untuk memuaskan keinginan atau kebutuhan konsumen seperti rekomendasi, ide atau pengetahuan konsultan, pengacara, dosen dll. Terdapat 3 peranan produk, yaitu:

1. Peran Manfaat Utama

Peran manfaat utama sebuah produk adalah untuk memenuhi tujuan dan memenuhi kebutuhan dasarnya. Konsumen berkonsentrasi pada keuntungan utama dari penggunaan produk. Biasanya, manfaat dan penggunaan aktualnya sesuai.

2. Peran Fungsi

Peran fungsi suatu produk ditentukan oleh desain fungsional dasarnya.

Konsumen memberikan pertimbangan yang cermat terhadap umur mesin, efisiensi, dan kinerja. Peran yang dimainkan oleh fungsi barang dan permintaan akan barang tersebut terkait erat.

3. Peran Pelengkap

Produk yang berfungsi untuk menyempurnakan produk utama dikatakan memiliki tujuan pelengkap. Barang yang disempurnakan dengan fitur dan layanan tambahan untuk menghadirkan lebih banyak kesenangan.

B. KLASIFIKASI PRODUK

Klasifikasi produk adalah proses mengelompokkan produk berdasarkan

(11)

kebutuhan konsumen yang membelinya. Klasifikasi produk terbagi menjadi 3 bagian, yaitu:

1. Produk Dapat Diklasifikasikan Berdasarkan Ketahanannya

a. Barang tahan lama, yaitu barang dengan bentuk, umur yang panjang, dan kemampuan untuk digunakan berulang kali; dalam penggunaan umum, barang-barang ini memiliki umur minimal satu tahun. Tempat tidur dan lemari adalah dua contohnya.

b. Barang tidak tahan lama, yaitu produk dengan bentuk yang langsung dikonsumsi dalam sekali pakai atau yang masa pakainya kurang dari satu tahun. Contohnya termasuk makanan, pasta gigi, dan sikat gigi.

2. Klasifikasi Berdasarkan Jenis Konsumsi

Produk konsumsi yang dibeli untuk dipakai langsung oleh pelanggan.

Terdapat empat jenis produk konsumsi, yaitu:

a. Produk Nyaman (Convenience goods)

Produk Nyaman adalah kelompok barang yang tidak membutuhkan pertimbangan untuk membelinya karena merupakan kebutuhan yang sering digunakan sebelumnya. Misalnya, garam, gula, beras, kopi, lampu, baterai, sapu dll. Produk nyaman dapat dikelompokkan menjadi dua bagian :

1) Kebutuhan pokok (staples goods), yaitu kebutuhan yang tetap dan rutin diperlukan serta selalu diusahakan ketersediaannya. Misalnya,

(12)

beras, garam, shampoo dll.

2) Kebutuhan darurat (emergency goods), yaitu kebutuhan yang sewaktu- waktu diperlukan berdasarkan kejadian yang tidak diharapkan.

Misalnya, obat untuk sakit kepala.

b. Produk Biasa (Shopping goods)

Adalah kelompok barang-barang dimana pembeli perlu melakukan beberapa analisa atau pertimbangan keputusan untuk membelinya. Contoh dari produk biasa adalah TV, sofa dan kulkas. Barang ini adalah barang yang dibeli setelah membandingkan harga, kualitas, gaya, warna, dan sebagainya.

c. Produk Khusus (Specialty goods)

Barang ini adalah barang-barang dimana pembeli sangat perlu melakukan banyak analisa dan banyak pertimbangan keputusan untuk membelinya. Pembeli menggunakan banyak waktu berpikir dan biasanya meminta pendapat orang lain sebelum membelinya. Misalnya mobil mewah, baju mahal, piano mahal dan rumah.

d. Produk Luar (Unsought goods)

Barang ini adalah barang-barang dimana pembeli tidak merasa perlu atau masih belum menyadari bahwa barang itu penting bagi dirinya.

Barang ini sering disebut barang yang masih diabaikan kepentingannya, produk yang tidak dicari karena mereka belum menginginkan seketika itu.

Barang-barang semacam ini mencakup, seperti program tabungan

(13)

pendidikan, asuransi jiwa, telepon video, mobil listrik, atau CCTV rumah.

3. Klasifikasi Produk Industri

Produk industri adalah barang yang akan diproses kembali dan digunakan untuk menjalankan bisnis. Perbedaan antara produk konsumen dan produk industri berdasarkan pada tujuan produk tersebut dibeli. Konsumen yang membeli mesin pemotong rumput untuk pribadi adalah produk konsumen, namun apabila mesin pemotong rumput tersebut digunakan dalam perkebunan maka termasuk di dalam produk industri.

Ada tiga kelompok produk industri, yaitu:

a) Bahan dan suku cadang adalah produk yang dapat diolah kembali untuk menjadi bahan suatu produk. Termasuk bahan baku, bahan jadi, dan suku cadang. Bahan baku adalah produk pertanian dan produk alami.

b) Barang modal adalah produk industri dasar dalam produksi. Termasuk barang yang dibangun dan peralatan tambahan. Barang yang dibangun adalah bangunan dan peralatan yang tetap. Sedangkan peralatan tambahan adalah mesin dan peralatan pabrik yang dapat dipindah-pindah, dan juga peralatan kantor.

c) Perlengkapan dan jasa adalah produk industri yang bukan produk akhir Perlengkapan operasi dan barang-barang untuk memelihara serta memperbaiki termasuk dalam kategori perlengkapan.

Barang industri diklasifikasikan dalam lima kategori :

(14)

1) Bahan mentah

2) Material pabrik

3) Instalasi

4) Perlengkapan aksesori

5) Persediaan operasi.

C. TEKNIK PEMASARAN PRODUK SECARA EFEKTIF

Teknik pemasaran produk bukanlah suatu aktivitas yang mudah untuk dilakukan. Suatu perusahaan memerlukan arahan agar dapat memilih strategi paling sesuai guna meminimalisasi kerugian yang mungkin saja terjadi di kemudian hari. Berikut adalah beberapa cara pemasaran yang efektif untuk meningkatkan penjualan sehingga produk dapat lebih dikenal dan laris manis di pasar.

1. Mengetahui Target Pasar

Caranya yakni dengan melakukan riset dan mengelompokkannya sesuai dengan jenis kelamin, usia, pekerjaan, wilayah domisili, dan sebagainya.

Semakin spesifik maka akan semakin baik.

2. Buat Perencanaan Produk

(15)

Hal ini meliputi pengemasan, nama, bahan, persediaan, dan lainnya.

Semakin unik suatu produk, maka semakin besar pula peluang untuk dapat menarik minat calon konsumen.

3. Menetapkan Harga

Ketika menetapkan harga, perusahaan harus memperhatikan kompetitor dan tentu kualitas dari produknya sendiri. Jangan takut dalam menetapkan harga yang mahal, selama produk yang diberikan memiliki kualitas yang sepadan, dalam artian produk tersebut dapat memberikan manfaat bagi konsumen.

4. Melakukan Promosi

Semakin gencar produk dipromosikan, maka akan makin dikenal oleh masyarakat. Dengan begitu, penjualan juga dapat terus meningkat. Aktivitas promosi ini dapat dilakukan melalui berbagai platform, mulai dari media konvensional luar ruangan hingga media online.

5. Menggunakan Teknik Word of Mouth

Strategi word of mouth (WOM) atau pemasaran dari mulut ke mulut.

Strategi ini sangat efektif dan tentunya dapat membuat produk lebih dikenal oleh banyak orang. Konsumen yang telah mencoba sebuah produk akan memberi tahu pada konsumen yang lain mengenai keunggulan produk yang ia gunakan. Olehnya itu, perusahaan harus mampu membangun image yang baik bila ingin memberikan kesan positif di mata konsumen.

6. Menggunakan Media Sosial

(16)

Media sosial memiliki potensi yang besar dalam membuat produk viral, baik di kalangan dewasa maupun anak-anak. Sebab platform ini dapat menghubungkan dan mempertemukan produk perusahaan dengan berbagai pengguna di seluruh dunia. Oleh karena itu, melakukan promosi di media sosial merupakan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan yang besar.

(17)

7. Memberikan Diskon

Diskon juga memiliki peluang untuk membuat konsumen melakukan repeat order. Karena itu, tak ada salahnya memberikan diskon kepada para pelanggan tetap sebagai bentuk apresiasi. Hal ini akan membuat konsumen merasa dihargai.

8. Membangun Hubungan Baik dengan Konsumen

Membangun sebuah hubungan yang baik dengan konsumen akan memberikan dampak yang positif bagi bisnis perusahaan. Contohnya ialah dengan memberikan hadiah atas pembelian yang telah konsumen lakukan.

Selain itu, memberikan tanggapan atas masukan konsumen juga akan membuat konsumen merasa dihargai.

D. ATRIBUT PRODUK

Kotler (2010:56) menyatakan bahwa “atribut produk adalah suatu komponen yang merupakan sifat-sifat produk yang menjamin agar produk tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan yang diterapkan oleh pembeli”.

Atribut produk adalah unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian. Adanya atribut yang melekat pada suatu produk dapat digunakan konsumen untuk menilai dan mengukur kesesuaian atribut produk dengan kebutuhan dan keinginan. Dan atribut produk ini dapat digunakan untuk membedakan antara produk perusahaan dengan produk dari pesaing.

(18)

Ada tiga macam kategori atribut produk:

1) Search attribute yaitu karakter-karakter produk yang dapat dievaluasi pelanggan bahkan sebelum pembelian.

2) Experience attribute adalah kinerja produk yang hanya dapat dievaluasi oleh pelanggan sesudah pembelian.

3) Credence attribute yaitu sifat-sifat dan kinerja produk khususnya jasa yang sangat sulit atau tidak bisa dievaluasi oleh pelanggan bahkan setelah mereka mengkonsumsinya.

1. Jenis Atribut Produk

Atribut produk terdiri dari dua jenis yaitu :

a) Atribut yang berwujud (tangible), adalah sesuatu ciri produk yang berwujud, antara lain meliputi harga, kemasan, kualitas, desain produk, label, dan warna.

b) Atribut yang tidak berwujud (intangible), adalah ciri suatu produk yang tidak berwujud, seperti nama baik dan popularitas dari perusahaan penghasil produk tersebut.

Berikut ini adalah atribut yang harus ada dalam suatu produk (Kotler, 2005:97):

a. Harga, adalah jumlah uang yang ditagihkan untuk suatu produk atau jasa,

(19)

jumlah ini yang dipertukarkan konsumen untuk manfaat yang dimiliki dengan menggunakan produk atau jasa.

b. Merk, adalah sebuah nama, istilah, tanda, simbol, desain atau kombinasi dari semua yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi produk dari satu penjual untuk membedakannya dengan produk pesaing.

c. Kemasan, adalah pembungkus produk luar yang berfungsi untuk melindungi produk, memudahkan konsumen dalam memakainya, menaikkan citra produk atau bahkan sekaligus dapat dijadikan alat promosi ketika produk yang dilemparkan ke pasaran.

d. Kualitas, merupakan salah satu atribut produk yang paling penting diantara konsumen. Konsumen akan berusaha mencari produk yang paling berkualitas tinggi, karena menyangkut kepuasan konsumen. Oleh karena itu suatu perusahaan memperhatikan kualitas produk yang akan diluncurkan ke pasaran.

e. Ukuran, suatu produk mempunyai hubungan yang erat dengan kebiasaan membeli jumlah kebutuhan konsumen, ini berarti kebutuhan antara konsumen yang satu dengan konsumen yang lainnya berbeda-beda, sehingga perlu menyediakan produk dengan berbagai macam ukuran.

(20)

2. Pengaruh Atribut Produk Terhadap Keputusan Pembelian

Menurut William J. Stanton., atribut–atribut yang melekat pada sebuah produk yang mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan untuk melakukan pembelian, antara lain:

a. Merek (Brand)

Merek adalah nama, istilah simbol atau desain khusus atau beberapa kombinasi unsur-unsur ini yang dirancang untuk mengidentifikasikan barang atau jasa sebuah perusahaan dari produk saingannya.

b. Kemasan

Kemasan adalah keseluruhan kegiatan merancang dan memproduksi bungkus atau kemasan suatu produk.

Ada tiga alasan mengapa kemasan diperlukan:

1) Kemasan memenuhi sasaran: keamanan (safety) dan kemanfaatan (utilitarian).

2) Kemasan bisa melaksanakan program pemasaran perusahaan dengan melalui identifikasi produk menjadi lebih efektif dengan sendirinya mencegah oleh produk pesaing.

3) Manajemen bisa mengemas produknya sedemikian rupa untuk

(21)

meningkatkan dan memperoleh laba.

c. Label (Labeling)

Label adalah bagian sebuah produk yang membawa informasi verbal tentang produk atau tentang penjualnya.

d. Desain produk (Product Design)

Desain produk adalah salah satu aspek pembentuk citra produk. Dengan sebuah desain yang unik, lain dari yang lain, bisa merupakan satu-satunya ciri pembeda produk.

e. Warna

Menjadikan faktor penentu dalam hal diterima atau tidaknya suatu produk oleh konsumen. Sebenarnya warna tidak mempunyai nilai kemanfaatan dalam penjualan karena hampir semua pabrik pasti menawarkan warna sebagai citra produk.

f. Kualitas produk

Kualitas produk adalah suatu kemampuan yang dimiliki prodak untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan konsumen.

g. Pelayanan produk

(22)

Pelayanan produk merupakan kegiatan yang memerlukan perhatian khusus pihak manajemen karena produk sendiri makin lama makin canggih dan rumit, ketidakpuasan konsumen makin meningkat dan semuanya makin sukar ditanggulangi oleh pelayanan produk itu sendiri.

h. Distribusi

Distribusi adalah lembaga yang terlibat dalam menyampaikan barang atau

jasa dari produsen ke konsumen atau pemakai industri.

Fungsi dan peran saluran distribusi:

1) Dalam perekonomian

 Mempertemukan supply-demand (membeli jumlah besar, menjual kecil-kecil sesuai demand).

 Menciptakan efisiensi ekonomi (menyederhanakan kontak produsen-konsumen).

2) Bagi Perusahaan

 Membantu melaksanakan fungsi informasi, promosi dan negosiasi

 Membantu dalam pendanaan, pengambilan resiko.

 Membantu pemindahan fisik dan kepemilikan.

(23)

 Dapat menjadi sumber keunggulan kompetitif.

Ada empat pendekatan yang dapat membantu perusahaan dalam menemukan atribut baru yaitu :

1) Pendekatan pertama, menggunakan proses survei pelanggan untuk mengidentifikasi atribut baru. Perusahaan bertanya kepada pelanggan manfaat apa yang harus ditambahkan ke produk dan tingkat harapan merek untuk tiap produk.

2) Pendekatan kedua, menggunakan proses intuitif. Wirausahawan memperoleh firasat dan melakukan pengembangan produk tanpa ada riset pemasaran. Jika produsen mengetahui atribut yang diinginkan pasar, pengusaha itu dianggap cerdas atau bernasib baik.

3) Pendekatan ketiga, mengatakan bahwa atribut baru muncul lewat proses dialektika. Para inovator seharusnya tidak mengikuti orang banyak tapi sebaliknya bergerak ke arah yang berlawanan.

4) Pendekatan keempat, menyatakan bahwa atribut baru muncul lewat proses hirarki kebutuhan. Tugas inovator dalam tahap ini adalah memperkirakan kapan pasar siap untuk memuaskan level kebutuhan yang lebih tinggi.

E. MANFAAT DAN FUNGSI PRODUK

Sebuah produk dapat diidentifikasi berdasarkan manfaat dan fungsinya.

Tingkat pentingnya masing-masing manfaat dan fungsi produk ini akan berbeda- beda pada segmen pasar yang berbeda. Misalnya kendaraan mempunyai

(24)

kegunaan yang berbeda bagi segmen pedagang dan berbeda bagi segmen orang kantoran. Manfaat dan fungsi produk ini berbeda dalam cakupan berikut:

1) Layanan yang disediakan

2) Harga yang ditawarkan

3) Desainnya

4) Kemasan

5) Jaminan atau garansi fisiknya.

Perubahan salah satu atau lebih dari lima atribut di atas membedakan nilai produk itu sendiri. Setiap perubahan apapun dari atribut-atribut ini akan membentuk perbedaan produk nilai kepuasan kepada pengguna. Perubahan nilai itu dapat menjadi diferensiasi sebuah produk yang bisa menjadi produk baru bagi pelanggan dan bias menjadi segmen baru dalam pasar. Misalnya perubahan desain kendaraan mobil penumpang menjadi mobil balap. Demikian pula, kemasan suatu produk mungkin benar-benar unik bagi suatu segmen pasar tertentu, tetapi tidak unik bagi segmen pasar yang lain.

F. MENCIPTAKAN DAN MENGEMBANGKAN PRODUK BARU

Pengembangan produk adalah proses perubahan yang dilakukan terhadap produk yang sudah ada. Pengembangan produk baru adalah proses pencarian gagasan inovasi untuk menambah nilai terhadap barang lama dengan mengkonversikannya ke dalam produk tersebut.

(25)

Menciptakan dan mengembangkan produk baru merupakan bagian penting dan pemasaran. Hal ini perlu dilakukan menjaga agar pelanggan yang sudah ada usap luntarik dengan penawaran yang diberikan oleh suatu perusahaan dan membista menurk pelanggar hira agar sesuai dengan perubatan keinginan dari pelanggan yang terjadi dari waktu ke waktu.

Ada 4 kategori produk:

1) Produk Ciptaan, yaitu produk yang pertama lahir dalam pasar. Produk dimana fungsi dan kegunaannya pertama sekali diperkenalkan kepada masyarakat Produk yang memberikan kepuasan dimana tidak ada sebelumnya. Misalnya lampu listrik oleh Thomas Alpha Edison, mesin uap oleh James Watt dan penicillin oleh Alexander Fleming. Cin utama produk seperti ini ditandai oleh monopoli dalam pasar.

2) Produk Tiruan, yaitu produk yang baru bagi perusahaan pembuat tetapi sama atau hampir sama fungsi dan kegunaan kepada pelanggan. Pada umumnya produk-produk seperti ini bersaing sempurna di dalam pasar Misalnya kehadiran beberapa merek deterjen, sabun mandi, shampo dan pasta gigi termasuk dalam klasifikasi ini.

3) Produk Pengganti, yaitu produk yang mempunyai sedikit kesamaan fungsi dan kegunaannya. Perbedaannya jauh lebih signifikan dari persamaannya dari produk sebelumnya. Misalnya kehadiran komputer terhadap mesin ketik, televisi LED yang slim digantung tembok terhadap model tradisional.

4) Produk Unik, yaitu produk yang mempunyai ciri tunggal. Misalnya pakaian boutique, lukisan, ukiran khusus atau barang-barang antik.

(26)
(27)

1. Proses Pengembangan Produk Baru

Proses pengembangan produk baru adalah langkah-langkah yang diambil untuk merancang dan melahirkan produk yang inovatif. "Pengembangan produk dapat dilakukan dengan cara memperbaiki bentuk fungsi, kegunaan atau kinerja produk yang sudah ada". Pendekatan ini memfasilitasi untuk:

a) Membuat proses keputusan eksplisit;

b) memastikan bahwa semua isu-isu penting termasuk dalam diskusi; dan

c) Proses terstruktur didokumentasikan biasanya baik, yang membantu sebagai referensi di masa mendatang.

Mereka dapat menggunakan panitia, menarik anggota dari berbagai departemen, mempunyai departemen tersendiri khusus untuk tugas ini, mereka bisa membawa bersama sebuah tim usaha yang terdiri atas perwakilan dari sejumlah departemen, atau mereka dapat memberikan tugas kepada seorang manajer produk.

Ada tujuh langkah untuk melahirkan produk baru, yaitu:

1) Gagasan atau Ide Awal. Gagasan atau ide untuk menciptakan produk baru atau mengembangkan produk lama menjadi baru bisa diperoleh berdasarkan masukan dari pelanggan, karyawan, penyalur, pesaing, hasil penelitian dan pengembangan internal dan konsultan.

(28)

2) Membuat Rancangan Produk. Gagasan yang diterima dikonversi menjadi produk yang berkarakter, berkualitas, teridentifikasi dalam warna, bentuk, biaya, ukuran, kegunaan, dll.

3) Uji Coba Konsep. Uji konsep dilakukan sebelum pembuatan prototipe atau sampel. Uji coba konsep dianggap sebagai alat prediksi yang cukup baik bagi keberhasilan perluasan produk baru dan merupakan alat prediksi yang tepat bagi perusahaan.

4) Pengujian Produk. Konsep pengujian meliputi ketentuan apakah produk baru mi benar-benar disukai oleh target konsumen. Uji coba dianggap sebagai alat prediksi yang cukup baik bagi keberhasilan perluasan produk baru dan merupakan alat prediksi yang tepat.

5) Perusahaan perlu mengetahui bagaimana reaksi mereka terhadap seluruh atribut produk baru tersebut. Biasanya pelanggan diminta ide tertulis apakah mereka menyukai bentuknya, ukurannya, kemasannya dan fungsinya..

6) Meramalkan Produk yang akan Dipasarkan. Setelah melakukan pengujian produk, pimpinan pemasaran mengambil data dan melakukan peramalan suksesnya produk baru.

7) Komersialisasi.

2. Mengapa Produk Baru Gagal

 Beberapa alasan kegagalan sebagai berikut:

(29)

a) Kalah unggul.

b) Studi kelayakan yang tidak memadai.

c) Meluncurkan produk dengan waktu yang kurang tepat.

d) Kurangnya dukungan dari manajemen puncak.

e) Kurangnya penerapan strategi bauran pemasaran yaitu brand name, package, price, promotion, distribution.

f) Tidak mendengar "suara konsumen yang sebenarnya".

g) Memaksakan produk untuk mengejar target.

 Beberapa faktor penyebab suksesnya produk baru.

Berdasarkan kajian terhadap produk sukses ditemukan beberapa kunci agar produk baru diterima dan eksis dalam pasar.

a) Melaksanakan tahap-tahap bagaimana membuat produk baru dimulai dari ide atau gagasan, penyaringan gagasan, perancangan, uji konsep, uji produk, peramalan pasar dan komersialisasi.

b) Produk yang fokus pada keinginan pembeli bukan penjual.

c) Memiliki keunggulan konsep produk yang menandingi pesaing.

(30)

d) Peluncuran produk yang tepat waktu.

e) Memilih target pasar yang tepat terhadap produk baru.

f) Produk yang bisa diterima secara internasional.

g) Membuat struktur organisasi proyek produk baru yang sesuai dan disiplin.

h) Perusahaan mempunyai kekuatan fungsional produksi, distribusi dan penjualan.

i) Didukung oleh kecukupan sumberdaya dan teknologi.

G. POSISI PRODUK

Positioning adalah salah satu aktivitas perusahaan dalam merancang produk dan strategi marketing agar dapat menciptakan kesan tertentu yang diingat di benak konsumen.

1. Jenis-jenis postitioning

Positioning sendiri terbagi atas beberapa jenis. Berikut ini jenis-jenis positioning yang perlu kamu ketahui.

a) Brand Positioning

(31)

Brand positioning adalah salah satu marketing strategi yang bertujuan untuk mengenalkan produk perusahaan agar lebih dekat kepada konsumen. Untuk membuat perbedaan dari kompetitor, perusahaan perlu terlihat menonjol dalam beberapa hal seperti berikut ini:

 Layanan

 Kenyamanan

 Harga produk

 Kualitas produk

 Media sosial

 Keaslian produk

b) Positioning Pasar (Market Positioning)

Positioning pasar adalah kemampuan perusahaan untuk mempengaruhi persepsi pelanggan terkait produk mereka yang serupa dengan milik kompetitor. Contoh positioning pasar pada produk berbentuk barang seperti Lifebuoy menyatakan produknya sebagai sebuah sabun kesehatan.

Citra positioning pasar yang dibangun inilah yang akan akan membuat konsumen tetap menggunakan sabun Lifebuoy.

Berikut terdapat beberapa fungsi dari market positioning, antara lain:

(32)

 Untuk meningkatkan angka penjualan produk.

 Membantu menentukan target market yang lebih jelas.

 Membantu perusahaan dalam memahami kebutuhan pelanggan.

 Perusahaan menjadi lebih kritis dalam mengambil suatu keputusan.

c) Positioning Produk (Product Positioning)

Positioning produk adalah salah satu tindakan yang dilakukan perusahaan untuk membuat produknya selalu diingat oleh customer.

Maka, brand perusahaan pun harus bisa memanfaatkan analisis STP (Segmenting Targeting Positioning) ini untuk menemukan pasar yang tepat dan menjadi unik di antara kompetitor.

2. Strategi postitioning

Strategi positioning adalah cara yang dilakukan untuk menguasai pikiran konsumen dengan menawarkan produk kepada mereka. Strategi ini dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut ini.

a) Memahami Pelanggan

Caranya dengan melakukan riset pelanggan terkait produk yang dibutuhkan hingga permasalahan yang pernah terjadi ketika menggunakan produk yang sama dari kompetitor.

(33)

b) Perhatikan Kompetitor

Setelah memahami pelanggan, perusahaan juga perlu untuk mempelajari persaingan pasar dari produk sejenis-terutama untuk produk yang memiliki banyak pesaing. Misalnya ketika kompetitor memasarkan produknya lewat televisi atau media sosial, maka perusahaan bisa menirunya dengan iklan yang lebih menarik.

c) Tingkatkan Image Produk

Caranya dengan memilih iklan atau brand ambassador yang memiliki citra yang baik.

(34)

d) Penentuan Harga

Semakin bagus kualitas produk, harganya yang ditawarkan kepada pelanggan pun akan semakin mahal. Namun perusahaan bisa membuat kualitas produk yang baik dengan harga yang terjangkau, tentunya hal ini akan memiliki daya beli pelanggan.

3. Manfaat postitioning

Berikut ini terdapat lima manfaat positioning dalam pemasaran, antara lain:

a) Menciptakan Posisi Kompetitif yang Kuat

Positioning yang tepat akan mempengaruhi sudut pandang pelanggan melihat produk atau layanan yang ditawarkan perusahaan terhadap produk kompetitor.

b) Meningkatkan Penjualan

Tujuan utama dari menjalankan bisnis adalah untuk meningkatkan penjualan dan memperoleh profit yang maksimal.

c) Menentukan Target Pasar yang Lebih Jelas

Positioning dalam marketing memungkinkan perusahaan untuk menyatakan fitur atau manfaat tertentu dan lebih memfokuskan produk atau layanannya.

(35)

d) Mendorong Komunikasi yang Efektif

Positioning yang jelas dalam pemasaran akan mendorong komunikasi yang efektif serta memberikan hubungan yang lebih sehat dan kuat dengan customer.

e) Terhubung dengan Kebutuhan Konsumen

Melalui positioning, perusahaan mempunyai kesempatan untuk mengomunikasikan manfaat penting yang ditawarkan terhadap produk atau jasanya.

4. Kesalahan-kesalahan dalam postitioning

Selain terdapat manfaat, banyak pelaku usaha atau perusahaan yang melakukan kesalahan dalam positioning.

(36)

Kesalahan tersebut, antara lain:

a) Penentuan Posisi yang Kurang (Underpositioning)

Produk yang ditawarkan perusahaan kepada konsumen tidak memiliki posisi yang jelas sehingga dianggap sama dengan produk sejenis lainnya (sama dengan kompetitor). Akibatnya konsumen kesulitan membedakan produk tersebut dengan brand lainnya.

b) Penentuan Posisi yang Berlebihan (Over Positioning)

Perusahaan terlalu sempit memposisikan produknya sehingga mengurangi minat pelanggan yang masuk dalam target market-nya.

c) Penentuan Posisi yang Membingungkan (Confused Positioning)

Perusahaan terlalu banyak menekankan terlalu banyak atribut pada produknya sehingga konsumen mengalami keraguan akan produk tersebut.

d) Penentuan Posisi yang Meragukan (Doubtful Positioning)

Positioning ini diragukan kebenarannya karena tidak didukung dengan bukti yang memadai. Dengan kata lain perusahaan memasang positioning palsu (tidak sesuai dengan kenyataan) atau bisa karena marketing mix yang ditetapkan tidak konsisten dengan keberadaan produk yang ditawarkan kepada konsumen di pasar.

(37)

H. SIKLUS PRODUK

Siklus hidup produk (Product life cycle) adalah siklus suatu produk/

organisasi dengan tahapan-tahapan proses perjalanan hidupnya mulai dari peluncuran awal (soft launching), peluncuran resmi (grand launching), perubahan dari target awal. Untuk memperpanjang siklus hidup produk dapat dilakukan upaya-upaya seperti mendidik pasar, beriklan, menjaganya dengan penjualan dsb.

Beberapa produk dirancang dengan siklus tertentu yaitu:

 Barang-barang mode (fashion) mungkin memiliki siklus selama lima bulan, tetapi mobil (dengan sedikit modifikasi) memiliki siklus sepuluh tahun.

 Produk minuman seperti Guinness dan Coca-Cola memiliki siklus hidup yang tak terbatas.

1. Tahapan Siklus Hidup Produk

Seperti yang sudah dijelaskan, siklus hidup produk akan menentukan sebuah keputusan bisnis. Setiap tahapan memiliki peluang, biaya, dan risikonya masing-masing.

(38)

a) Pengembangan

Pada tahap ini sering juga disebut sebagai “lembah kematian”. Pasalnya, biaya terakumulasi tanpa pemasukan yang sesuai dengan pengeluaran.

Bahkan, beberapa produk atau bisnis memerlukan waktu bertahun-tahun dan modal investasi yang tidak kecil untuk menjaga kelangsungan perusahaan. Karena tahap ini memiliki risiko yang tinggi, sumber pendanaan eksternal menjadi tidak banyak.

b) Pengenalan

Tahap ini berarti mengembangkan pasar untuk produk sembari membangun kesadaran pasar. Dalam tahap ini, biaya pemasaran akan tinggi lantaran pentingnya menjangkau pasar yang lebih luas.

c) Pertumbuhan

Di tahap ini, keuntungan dan pertumbuhan produk akan meningkat, dan pemasaran produk semakin diterima pasar yang lebih luas. Di tahap pertumbuhan, akan merasakan perkembangan yang terjadi ke level

(39)

berikutnya dengan:

 Menjaga harga di level tinggi guna pertumbuhan penjualan.

 Menjaga kualitas produk atau menambah layanan.

 Pemasaran yang ditargetkan ke pasar lebih luas untuk menambah pangsa pasar.

 Menambah distribusi dan mencari cara agar konsumen bisa mendapatkan produk Anda dengan lebih cepat.

d) Kematangan

Dalam tahap ini penjualan akan cenderung lebih datar dari sebelumnya karena persaingan yang lebih ketat dari kompetitor. Yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kualitas produk untuk menjaga pangsa pasar.

e) Penurunan

Ada beberapa opsi yang bisa dilakukan jika sudah menginjak tahap penurunan:

 Menghentikan penjualan produk.

 Menjual hak produksi ke perusahaan lain yang bisa lebih bersaing.

 Tetap mempertahankan produk namun menambah fitur baru.

(40)

 Mencari kegunaan yang benar-benar baru dari produk.

 Menjelajah pasar baru. Contohnya seperti memulai ekspor.

2. Strategi Siklus Hidup Produk

Ada empat strategi siklus hidup produk, yakni:

a) Strategi Peluncuran Cepat (Rapid Skimming), adalah peluncuran (launching) produk baru dengan harga dan level promosi yang tinggi.

b) Strategi Penetrasi Cepat (Rapid-Penetration), adalah peluncuran produk dengan harga rendah dan biaya promosi yang besar.

c) Strategi Penetrasi Lambat (Slow-Penetration), adalah peluncuran produk dengan harga rendah dan promosi yang juga rendah.

I. SIFAT DAN PENTINGNYA MEREK PRODUK

Merek produk merupakan identitas yang membedakan suatu produk atau jasa dari produk atau jasa lainnya yang sejenis. Brand characteristics merujuk pada sifat-sifat yang membedakan dan mengidentifikasi suatu merek dari merek lainnya.

Merek yang baik harus memiliki karakteristik berikut ini:

1) Mengesankan produk (khususnya manfaat dan kegunaannya)

(41)

Merek yang baik harus mampu menyampaikan proposisi nilai (value proposition) dari produk tersebut kepada konsumen. Merek harus mencerminkan manfaat, kualitas, dan keunikan produk sehingga dapat menciptakan kesan positif di benak konsumen.

2) Mudah diucapkan (pronounceable)

Merek sebaiknya terdiri dari kata-kata yang tidak terlalu panjang dan mudah diucapkan (pronounceable) dalam berbagai situasi. Merek yang sulit diucapkan dapat menghalangi kesuksesan komunikasi pemasaran.

3) Mudah dieja (easy to spell)

Selain mudah diucapkan, merek juga harus mudah dieja agar konsumen tidak kebingungan saat menuliskannya, seperti dalam pencarian online atau komunikasi tertulis.

4) Mudah diingat (memorable)

Merek yang unik, sederhana, dan memiliki makna tertentu cenderung lebih mudah diingat konsumen. Merek yang sulit diingat dapat mengurangi kesadaran merek (brand awareness) dan ekuitas merek (brand equity).

5) Bisa terdaftar dan terlindungi secara hukum (legally protectable)

Merek harus bisa didaftarkan dan dilindungi secara hukum untuk mencegah pesaing menggunakan merek yang sama atau mirip. Perlindungan hukum merek penting untuk menjaga aset merek tersebut.

(42)

Pentingnya merek produk:

1) Membantu konsumen mengidentifikasi produk atau jasa dengan cepat dan membedakannya dari produk pesaing.

 Merek menjadi penanda yang jelas bagi sebuah produk, sehingga memudahkan konsumen untuk mengenali dan membedakannya dari produk lain yang sejenis di pasar.

 Identitas merek yang kuat dan mudah diingat membantu konsumen menghemat waktu dan usaha dalam mencari produk yang diinginkan.

2) Menunjukkan tingkat kualitas produk sehingga konsumen dapat memilihnya dengan mudah.

 Merek yang baik memberikan jaminan kualitas tertentu bagi produk, sehingga konsumen dapat menggunakannya sebagai pedoman dalam memilih produk yang sesuai kebutuhan dan harapannya.

 Dengan merek, konsumen dapat menilai kualitas produk tanpa harus meneliti secara mendalam terlebih dahulu.

3) Memberikan citra dan reputasi bagi perusahaan pembuatnya.

 Merek yang kuat dan positif dapat menciptakan persepsi yang baik terhadap perusahaan dimata konsumen.

(43)

 Reputasi perusahaan yang baik dapat mendorong loyalitas konsumen terhadap produk-produk dengan merek tersebut.

4) Menciptakan asosiasi dan makna unik di benak konsumen yang membedakannya dari merek lain.

 Merek yang efektif mampu mengikat produk dengan asosiasi tertentu di benak konsumen, seperti status, gaya hidup, atau kepribadian tertentu.

 Asosiasi unik inilah yang membuat merek menjadi istimewa dan berbeda dari pesaingnya.

5) Membantu marketer dalam segmentasi pasar dan positioning produk.

 Merek membantu perusahaan untuk memetakan segmen pasar yang dituju dan menempatkan posisi produknya di benak konsumen secara lebih jelas.

 Dengan merek, perusahaan dapat menyampaikan proposisi nilai yang unik kepada segmen sasaran yang dituju.

J. KEMASAN PRODUK

Kemasan produk adalah wadah atau pembungkus fisik yang digunakan untuk mengemas dan melindungi produk yang akan dijual kepada konsumen.

Berdasarkan struktur sistem kemas, terdapat tiga lapis pengemasan, yaitu:

(44)

1) Primer: kemasan primer yaitu kemasan yang langsung mewadahi atau membungkus bahan pangan.

2) Sekunder: kemasan sekunder fungsi utamanya melindungi kelompok- kelompok kemasan lain.

3) Pengiriman (Tersier): kemasan tersier yaitu kemasan untuk mengemas setelah kemasan primer dan sekunder. Kemasan ini digunakan untuk pelindung selama pengangkutan.

Tujuan pengemasan:

1) Memberikan perlindungan terhadap kerusakan

2) Membantu pengangkutan dan pengiriman secara aman

3) Membantu pajangan yang mudah dan swalayan (memasarkan produk secara efektif)

4) Memastikan mudahnya penggunaan oleh pelanggan

5) Memberikan informasi kepada pelanggan oleh pelanggan

6) Membantu memastikan mudahnya penggunaan oleh pelanggan, mengingat pentingnya pemasaran bagi produk, para perancang kemasan perlu mempertimbangkan secara sungguh-sungguh (i) Seberapa mudah untuk membuka dan menutup, (ii) apakah ukuran dan berat sesuai bagi pelanggan dan bagi distribusi, (iii) apakah warna dan grafiknya menarik dan apakah

(45)

keduanya memberikan citra yang tepat, (iv) apakah biaya pengemasan tepat untuk produk tersebut, (v) apakah kemasan mudah disediakan dan dipajang, dan (vi) apakah pengemasan itu anti rusak. Selain itu, para perancang juga semakin berpikir mengenai apakah pengemasan itu ramah lingkungan.

K. TINGKATAN PRODUK

Terdapat lima tingkatan produk yang dapat dijabarkan sebagai berikut:

1) Manfaat inti (core benefit): layanan dasar atau manfaat yang sesungguhnya dari produk yang dibeli oleh pelanggan. Contohnya seorang pemain musik membeli alat musik berupa gitar, yang mana manfaat yang sesungguhnya adalah suara dari gitar itu sendiri.

2) Produk dasar (basic product), pemasar harus mengubah manfaat inti menjadi suatu produk yang dapat dirasakan oleh panca indra.

3) Pemasar mempersiapkan produk yang diharapkan (expected product), sekelompok atribut dan kondisi yang biasanya diharapkan pembeli ketika mereka membeli produk ini.

4) Produk tambahan (augmented product), adalah pemasar menyiapkan suatu hal yang berbeda dari pesaingnya dan menawarkan sesuatu yang melebihi harapan pelanggan.

5) Produk potensial (potential product), yang mencakup semua kemungkinan tambahan dan transformasi yang mungkin dialami sebuah produk atau penawaran di masa depan.

(46)

Perusahaan mempunyai berbagai cara untuk mengelola penjualan produknya, yaitu:

1) Produk tunggal (single product), merupakan produk yang dijual oleh suatu perusahaan yang mana berfokus hanya pada satu produk saja.

2) Produk campuran (mix product), adalah campuran berbagai produk yang dijual oleh satu perusahaan.

3) Produk lini (product line), adalah pengelompokan suatu produk berdasarkan fungsi dan kegunaannya.

4) Produk lini rentang (product line stretching), adalah penambahan produk dalam satu lini. Perentangan produk lini terjadi ketika perusahaan menambah produk baru terhadap lini produknya.

5) Produk perluasan (product width), adalah penambahan lini produk dalam perusahaan. Perusahaan ingin meningkatkan pangsa pasarnya dengan menambah lebih banyak jenis produk baru dalam lini produknya.

(47)

BAB III PENUTUP

KESIMPULAN

Pemasaran produk merupakan aspek penting dalam keberhasilan suatu bisnis.

Untuk berhasil dalam pemasaran produk, perusahaan harus memahami konsep- konsep penting seperti pengertian produk, klasifikasi produk, teknik pemasaran produk secara efektif, atribut produk, manfaat dan fungsi produk, proses menciptakan dan mengembangkan produk baru, posisi produk, siklus hidup produk, pentingnya merek produk, kemasan produk, dan tingkatan produk.

Produk dapat diklasifikasikan menjadi berbagai jenis seperti barang konsumsi, barang industri, dan jasa. Untuk memasarkan produk secara efektif, perusahaan harus memperhatikan segmentasi pasar, target pasar, positioning, bauran pemasaran, dan strategi pemasaran yang tepat. Atribut produk seperti desain, fitur, kualitas, merek, dan kemasan berperan penting dalam keberhasilan pemasaran produk.

Perusahaan harus memahami manfaat dan fungsi produk untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan. Inovasi dan pengembangan produk baru juga penting untuk mempertahankan keunggulan kompetitif. Posisi produk dalam pasar ditentukan oleh persepsi pelanggan, sedangkan siklus hidup produk memerlukan strategi pemasaran yang berbeda pada setiap tahapannya.

Merek produk memiliki sifat dan pentingnya sendiri dalam membangun identitas, memfasilitasi pembelian, dan menciptakan loyalitas pelanggan. Kemasan produk berperan dalam melindungi, menarik perhatian, dan menyampaikan informasi kepada pelanggan. Perusahaan juga harus memahami tingkatan produk (produk inti, produk

(48)

aktual, dan produk tambahan) untuk memberikan nilai yang lebih baik kepada pelanggan dan mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

Dengan memahami konsep dasar pemasaran produk dengan menggunakan teknik pemasaran yang efektif, perusahaan dapat mencapai tujuan bisnis seperti peningkatan penjualan, loyalitas pelanggan, dan kesuksesan dalam persaingan pasar.

(49)

DAFTAR PUSTAKA

HARMAN MALAU, P. (2021). MANAJEMEN PEMASARAN Teori dan Aplikasi Pemasaran Era Tradisional Sampai Era Modernisasi Global. BANDUNG:

ALFABETA, cv.

Hestanto. (2024). Karakteristik Merek (Brand Characteristics). Diambil kembali dari Hestanto.web.id: https://www.hestanto.web.id/karakteristik-merek-brand- characteristics/

StickEarn. (t.thn.). Inilah Teknik Pemasaran Produk yang Paling Efektif untuk Bisnis.

Diambil kembali dari StickEarn: https://stickearn.com/insights/blog/teknik- pemasaran-produk

Nugroho, F. T. (2023, September 22). Pengertian Kemasan Produk, Fungsi, Tujuan, Jenis, Syarat, dan Cara Merancangnya. Diambil kembali dari Bola.com:

https://www.bola.com/ragam/read/5404244/pengertian-kemasan-produk- fungsi-tujuan-jenis-syarat-dan-cara-merancangnya

Kotler, P., Burton, S., Deans, K., Brown, L., & Armstrong, G. (2015). Marketing (Edisi bahasa Inggris). Pearson Higher Education

Majoo. "Positioning adalah." Majoo.id. Diakses pada 1 Maret 2024, dari https://majoo.id/solusi/detail/positioning-adalah

OCBC. "Siklus Hidup Produk." OCBC NISP. Diakses pada 1 Maret 2024, dari https://www.ocbc.id/id/article/2021/07/21/siklus-hidup-produk

(50)

Tjiptono,F. (2008). Strategi Pemasaran. Edisi 3. Yogyakarta: Andi.

Referensi

Dokumen terkait

Pemasaran adalah penting dalam membuat perencanaan yang tepat, merancang dan menggunakan layanan tersebut dan produk untuk menggunakan lebih baik dan optimal

Pengembangan produk memiliki pengertian yaitu mengembangkan konsep produk menjadi produk nyata untuk dapat memastikan bahwa ide produk dapat diubah menjadi produk

Pengertian dasar dan aplikasi Manajemen Pemasaran di sektor global, Kepuasan Pelanggan, Konsep strategi pemasaran dan perencanaan produk, Konsep Perilaku pembeli, Positioning,

Meurut Hariyanti (2018), Pemasaran adalah salah satu lini penting dalam bisnis, bagaimana sebuah produk diperkenalkan hingga didistribusikan hingga sampai pada

Penentuan tempat merupakan hal yang paling penting dalam kegiatan pemasaran. Ini merupakan salah satu strategi, suatu produk akan berhasil dipasarkan jika pemasaran

Dalam mendesain suatu strategi pemasaran, hal penting yang dilakukan oleh perusahaan adalah menerapkan konsep segmentation, targeting dan positioning (STP), yaitu

Jawab: Pemasaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk memasarkan atau mempromosikan produk atau layanannya.. Mengapa konsep pemasaran sekarang lebih popular

Makalah ini membahas tentang konsep dasar manajemen pemasaran