• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH A.SRI UNGA ULANDARI TUGAS EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR

N/A
N/A
E@A. Sri Unga Ulandari

Academic year: 2025

Membagikan "MAKALAH A.SRI UNGA ULANDARI TUGAS EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

1

MAKALAH

PENYAKIT HIV/AIDS”

OLEH:

NAMA: A. Sri Unga Ulandari KELAS: E

NIM: 210304502015

DOSEN PENGAMPU: A. Ulfiana Fitri. SKM., M.Kes

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN DAN KESEHATAN PRODI ADMINISTRASI KESEHATAN

TAHUN 2021-2022

(2)

2

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada tuhan yang maha esa yang telah memberikan rahmat dan hidahnyah sehingga kami dapat menyelesaikan makalah mata kuliah epidemiologi penyakit menular. Dan tak lupa sholawat serta salam tetap terucap kepada Nabi Muhammad SAW yang telah menuntun kita dari jalan yang gelap gurita menuju jalan yang terang dengn membawa agama yang sempurna addinul islam.

Saya mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing dan pengajar yaitu ibu A. Ulfiana Fitri. SKM., M.Kes. Yang dengan kesabaran dan kelebihannya telah mengajar kami serta teman-teman yang telah membantu kami.

Makalah ini masih jauh kata sempurna, oleh kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini.dan semoga dengan selesainya makalah inii dapat memberikan wawasan yang luar bagi pembaca.

Makassar, 5 Maret 2023 Penulis

(3)

3 DAFTAR ISI

SAMPUL ... 1

KATA PENGANTAR ... 2

DAFTAR ISI... 3

BAB I PENDAHULUAN ... 4

A. Latar Belakang... 4

B. Rumusan Masalah ... 5

C. Tujuan ... 5

BAB II PEMBAHASAN ... 6

A. Pengertian HIV/AIDS ... 6

B. Penyebab HIV/AIDS ... 8

C. Tanda Dan Gejala HIV/AIDS ... 9

D. Cara mengetahui seseorang telah terinfeksi HIV/AIDS ... 12

E. Cara Pencegahan HIV/AIDS ... 13

BAB III PENUTUP ... 16

A. Kesimpulan ... 16

B. Saran ... 16

DAFTAR PUSTAKA ... 17

(4)

4 BAB I

PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Acquired Immune Deficiency Syndrome atau yang lebih dikenal dengan AIDS adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus HIV yaitu: H = Human (manusia), I =Immuno deficiency (berkurangnya kekebalan), V = Virus. Maka dapat dikatakan HIV adalah virus yang menyerang dan merusak sel kekebalan tubuh manusia sehingga tubuh kehilangan daya tahan dan mudah terserang berbagai penyakit antara lain TBC, diare, sakit kulit, dll. Kumpulan gejala penyakit yang menyerang tubuh kita itulah yang disebut AIDS.

Maka, selama bertahun-tahun orang dapat terinfeksi HIV sebelum akhirnya mengidap AIDS. Namun penyakit yang paling sering ditemukan pada penderita AIDS adalah sejenis radang paru-paru yang langka, yang dikenal dengan nama pneumocystis carinii pneumonia (PCP), dan sejenis kanker kulit yang langka yaitu kaposi’s sarcoma (KS). Biasanya penyakit ini baru muncul dua sampai tiga tahun setelah penderita didiagnosis mengidap AIDS.Seseorang yang telah terinfeksi HIV belum tentu terlihat sakit. Secara fisik dia akan sama dengan orang yang tidak terinfeksi HIV.

Oleh karena itu 90% dari pengidap AIDS tidak menyadari bahwa mereka telah tertular virus AIDS, yaitu HIV karena masa inkubasi penyakit ini termasuk lama dan itulah sebabnya mengapa penyakit ini sangat cepat tertular dari satu orang ke orang lain. Masa inkubasi adalah periode atau masa dari saat penyebab penyakit masuk ke dalam tubuh (saat penularan) sampai timbulnya penyakit.

B. Rumusan Masalah

1. Apa Yang Dimaksud Dengan HIV/AIDS?

2. Apa Yang Menyebabkan Terjadinya HIV/AIDS?

3. Apakah Tanda Dan Gejala Terjadinya HIV/AIDS?

(5)

5 4. Bagaimana Cara Penularan HIV/AIDS?

5. Bagaimana Cara Pencegahan HIV/AIDS?

C. Tujuan

Untuk mengetahui dan memahami lebih sfesifik mengenai HIV/AIDS serta untuk memenuhi tugas yang telah diberikan oleh dosen matkul.

(6)

6 BAB II

PEMBAHASAN A. Pengertian HIV/AIDS

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyerang sistem imunitas. Infeksi virus ini mampu menurunkan kemampuan imunitas manusia dalam melawan benda–benda asing di dalam tubuh yang pada tahap terminal infeksinya dapat menyebabkan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

HIV adalah virus yang menyerang sel darah putih di dalam tubuh (limfosit) yang mengakibatkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Orang yang dalam darahnya terdapat virus HIV dapat tampak sehat dan belum tentu membutuhkan pengobatan. Meskipun demikian, orang tersebut dapat menularkan virusnya kepada orang lain bila melakukan hubungan seks berisiko danberbagi penggunaan alat suntik dengan orang lain.

HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Jika makin banyak sel CD4 yang hancur, daya tahan tubuh akan makin melemah sehingga rentan diserang berbagai penyakit.

Penyakit HIV/AIDS masih saja menjadi masalah kesehatan dunia. HIV/AIDS seperti Fenomena gunung es (iceberg phenomenon) merujuk pada kondisi penampakan puncak gunung es di atas permukaan air yang sebenarnya merupakan bagian kecil dari bongkahan gunung es di bawah permukaan air yang tidak tampak dan jauh lebih besar.

AIDS adalah sindrom menurunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV.Orang yang mengidap AIDS amat mudah tertular oleh berbagai macam

(7)

7 penyakit karena sistem kekebalan tubuh penderita telah menurun. AIDS atau Sindrom Kehilangan Kekebalan tubuh adalah sekumpulan gejala penyakit yang menyerang tubuh manusia seesudah system kekebalannya dirusak oleh virus HIV.Akibat kehilangan kekebalan tubuh, penderita AIDS mudah terkena berbagai jenis infeksi bakteri, jamur, parasit, dan virus tertentu yang bersifat oportunistik.

Selain itu penderita AIDS sering kali menderita keganasan,khususnya sarcoma Kaposi dan imfoma yang hanya menyerang otak. Virus HIV adalah retrovirus yang termasuk dalam family lentivirus.Retrovirus mempunyai kemampuan menggunakan RNA-nya dan DNA pejamu untuk membentuk virus DNA dan dikenali selama periode inkubasi yang panjang. Seperti retrovirus yang lain, HIV menginfeksi tubuh dengan periode imkubasi yang panjang (klinik-laten), dan utamanya menyebabkan munculnya tanda dan gejala AIDS.

HIV menyebabkan beberapa kerusakan system imun dan menghancurkannya.Hal tersebut terjadi dengan menggunakan DNA dari CD4+ dan limfosit untuk mereplikasi diri. Dalam prose itu, virus tersebut menghancurkan CD4+ dan limfosit. Secara structural morfologinya, bentuk HIV terdiri atas sebuah silinder yang dikelilingi pembungkus lemak yang melingkar-melebar. Pada pusat lingkaran terdapat untaian RNA. HIV mempunyai 3 gen yang merupakan komponen funsional dan structural. Tiga gen tersebut yaitu gag, pol, danenv. Gag berarti group antigen, pol mewakili polymerase, dan env adalah kepanjangan dari envelope (Hoffmann, Rockhstroh, Kamps,2006). Gen gag mengode protein inti.

Gen pol mengode enzim reverse transcriptase, protease, integrase. Gen env mengode komponen structural HIV yang dikenal dengan glikoprotein. Gen lain yang ada dan juga penting dalam replikasi virus, yaitu: rev, nef, vif, vpu, dan vpr.

AIDS disebabkan salah satu kelompok virus yang disebuat dengan retroviruses yang sering disebut dengan HIV.Seseorang yang terkena atau terinfeksi HIV AIDS sistem kekebalan tubuhnya akan menurun drastic.Virus AIDS menyerang sel darah putih khusus yang disebut dengan T-lymphocytes. Tanda pertama penderita HIV

(8)

8 biasanya akan mengalami demam selama 3 sampai 6 minggu tergantung daya tahan tubuh. Setelah kondisi membaik orang yang terinfeksi HIV akan tetap sehat dalam beberapa tahun dan secara perlahan kekebalan tubuhnya akan menurun karena serangan demam yang berulang.

B. Penyebab HIV/AIDS

Berikut 7 penyebab utama penularam penyakit HIV/AIDS yang perlu diwaspadai, diantaranya:

1. Berhubungan seksual tanpa pengaman

Hubungan seksual merupakan penyebab utama penularan HIV/AIDS yang paling umum terjadi karena virus dapat menular melalui cairan sperma dan lendir vagina. Berhubungan seksual dengan penderita HIV memiliki risiko tertular paling tinggi. Sebaiknya hindari bergonta-ganti pasangan dan gunakan kondom untuk keamanan Anda.

2. Pengguna jarum suntik bersama

Jarum suntik tidak steril merupakan salah satu media penularan virus HIV/AIDS. Penularan virus HIV melalui jarum suntik banyak terjadi pada pengguna narkoba yang menggunakan jarum suntik secara bergantian. Hal ini disebabkan oleh jarum yang digunakan oleh penderita HIV digunakan oleh orang lainnya, sehingga virus juga ditularkan ke orang yang menggunakan jarum tersebut.

3. Alat tato atau tindik tidak steril

Sama halnya dengan jarum suntik, pembuatan tato di bagian tubuh merupakan salah satu penyebab utama penularan HIV/AIDS. Ini karena alat tato juga menggunakan jarum suntik, bila dipakai secara bergantian meningkatkan risiko terkena HIV dari orang sebelumnya. Penting bagi Anda untuk memastikan jarum steril sebelum melakukan tato atau tindik.

4. Trasplantasi organ tubuh dari penderita HIV/AIDS

(9)

9 Penularan virus HIV/AIDS dapat terjadi melalui proses transplantasi organ tubuh, misalnya ketika seseorang mendapat transplantasi organ dari penderita HIV/AIDS, virus di dalam organ tersebut dapat masuk ke dalam tubuh pasien.

Hal ini perlu diwaspadai baik oleh petugas medis maupun pasien dengan memastikan seluruh kondisi kesehatannya terlebih dahulu. Tak hanya itu, transfusi darah tanpa melalui proses screening bisa menularkan HIV pada Anda.

5. Pekerja rumah sakit lebih rentan

Bekerja di rumah sakit sakit meningkatkan risiko seseorang tertular virus HIV/AIDS. Ini karena mereka yang bekerja sebagai petugas medis cenderung melakukan kontak dengan darah atau jarum suntik yang telah terkontaminasi virus HIV/AIDS. Meskipun petugas medis telah melakukan beragam pengamanan dengan baik, risiko ini tetap harus diwaspadai.

6. Asi dari ibu HIV/AIDS

Virus HIV dapat ditularkan melalui ASI dari ibu dengan HIV/AIDS, maka dari itu perlu pertimbangan dokter mengenai pemberian ASI pada bayi. Agar kondisi ini tidak terjadi pada bayi Anda nantinya, konsultasikan dengan dokter kandungan Anda untuk memulai program kehamilan. Tes HIV juga dapat dilakukan bagi mereka yang telah menginjak masa kehamilan.

7. Diturunkan dari ibu ke janin dalam kandungan

HIV dapat ditularkan oleh ibu hamil yang menderita HIV kepada janin selama di dalam kandungan. Akibatnya janin yang terlahir ke dunia berisiko mengalami HIV karena virus dapat menembus sawar plasenta. Untuk mencegahnya, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

C. Tanda Dan Gejala HIV/AIDS

Gejala AIDS adalah hasil dari kondisi umumnya tidak terjadi pada individu dengan system kekebalan yang sehat. Kebanyakan kondisi ini adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, fungi dan parasit yang dalam keadaan normal bisa dikendalikan oleh elemen sistem.

Tanda-Tandanya diantaranya yaitu:

1. Demam

Demam ringan adalah gejala awal yang paling umum terjadi saat seseorang terpapar virus HIV. Demam ringan ini seringkali disertai dengan sakit

(10)

10 tenggorokan, kelelahan yang ekstrim, dan pembekakan kelenjar getah bening.Demam adalah reaksi dari sistem kekebalan tubuh sebagai akibat dari masuknya virus HIV ke aliran darah dengan jumlah yang berlipat ganda.

2. Nyeri otot

Nyeri otot dan persendian tak hanya dialami oleh orang-orang yang mengalami gejala penyakit hepatitis dan sifilis, tapi juga dirasakan seseorang yang telah terpapar virus HIV.Gejala ini seringkali diabaikan hingga paparan virus HIV benar-benar masuk ke tingkat yang mengkhawatirkan.

3. Ruam kulit

Ruam bisa berupa bercak-bercak kemerahan pada kulit atau benjolan menyerupai jerawat dalam jumlah banyak yang tak sembuh-sembuh. Gejala ini akan muncul jika paparan virus HIV telah mencapai pada tingkat yang lebih parah.

4. Mual muntah dan diare

Antara 30- 60 persen pengidap HIV akan mengalami gejala singkat mual, muntah, dan serangan diare. Selain sebagai gejala HIV tahap lanjut, gejala- gejala di atas juga bisa muncul sebagai efek samping dari terapi pengobatan.

5. Berat Badan Turun Drastis

Berat badan turun drastis merupakan gejala tahap lanjut bahwa tubuh telah terinfeksi HIV. Berat badan turun drastis bisa terjadi akibat diare atau kurangnya nutrisi tubuh akibat sering memuntahkan makanan.

6. Batuk Kering

Biasanya batuk kering akan terjadi setelah satu tahun terjangkit virus HIV, sekaligus menjadi tanda bahwa penyakit ini semakin memburuk. Penggunaan obat batuk sekali pun tidak dapat meredakan batuk akibat paparan virus HIV.

7. Perubahan pada Kuku

Tanda lain dari infeksi HIV adalah perubahan pada kuku seperti penebalan, kuku melengkung, dan perubahan warna seperti kuku menghitam atau muncul garis coklat vertikal atau horisontal dipermukaan kuku. “Perubahan kuku ini dapat terjadi akibat infeksi jamur seperti kandida. Mengingat penderita HIV mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh, maka jamur tersebut bisa sangat mudah berkembang,” kata Horberg.

8. Infeksi Jamur pada Mulut

(11)

11 Infeksi jamur tak hanya menyerang permukaan kuku, tapi juga organ lain seperti mulut. Jika jamur sudah menginfeksi mulut, maka pengidap HIV akan sulit untuk mengunyah dan menelan makanan.

9. Kebingungan dan Sulit Konsentrasi

Masalah kognitif bisa menjadi tanda demensia terkait HIV. Selain mengalami kebingungan dan sulit berkonsentrasi, demensia terkait HIV juga dapat mempengaruhi memori dan masalah perilku seperti mudah marah dan tersinggung. Gejala ini diiringi dengan menurunnya keampuan motoris tubuh seperti menjadi ceroboh, menurunnya kordinasi tubuh, dan bahkan hilangnya kemampuan untuk menulis.

10. Herpes Genital

Herpes genital yang terjadi pada penderita HIV umumnya tidak memiliki gejala yang khas. Namun luka yang muncul cenderung lebih besar dan lebih dalam. Penyakit ini lebih banyak menular melalui hubungan kontak kulit dengan penderita, terutama saat berhubungan seks. Umumnya gejalanya adalah timbul bintil-bintil di bagian luar alat kelamin yang bentuknya memerah dan membengkak.

Gejala HIV/AIDS pada wanita 1. Gejala awal : 0-1 bulan

Menderita penyakit seperti flu dalam seminggu atau sebulan disebut sebagai infeksi HIV akut. sistem kekebalan tubuh, sebagai bagian dari pertahanan tubuh, mengembangkan antibodi terhadap HIV. Proses tersebut terlihat dari antibodi yang disebut serokonversi. Gejala meliputi demam, sakit kepala nyeri tubuh, sakit tenggorokan, kelenjar getah bening, ruam kulit, masalah sistem pencernaan. Gejala-gejala ini cenderung tidak diperhatikan atau disalah artikan sebagai penyakit lain yang juga menunjukkan berbagai gejala yang sama. Tes HIV dilakukan sebelum serokonversi tidak membantu dalam mendeteksi virus.Pada beberapa wanita, serokonversi dapat terjadi dalam waktu satu bulan.

2. Gejala terakhir : 1 bulan – 10 tahun

Setelah tingkat gejala di ataas dapat diturunkan dengan obat-obatan, penyakit ini masuk ke dalam fase asimptomatik.tidak ada gejala HIV yang

(12)

12 diperlihatkan oleh wanita setelah 1 tahun. Tahap tanpa gejala dapat berlangsung selama sekitar 10 tahun. Dengan demikian, perempuan positif HIV tidak menunjukkan gejala HIV selama sekitar 10 tahun setelah terkena gejala seperti flu biasa. Tetapi meski demikian, virus tetap ada dalam tubuh mereka, mereka tidak sadar secara terus-menerus menularkan vrus kepada orang lain melalu hubungan badan tanpa pengaman dan juga melalui transfusi darah atau melalui berbagi jarum suntik. Jika seorang wanita hamil, anak- anak mereka ikut terkena HIV/AIDS.Setelah 5-6 tahun, wanita yang mengidap HIV positif mungkin terlihat pada penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, masalah sisem pencernaan, infeksi kulit, tetapi hal ini biasanya diabaikan atau disalahartikan.

D. Cara mengetahui seseorang telah terinfeksi HIV/AIDS

Untuk mengetahui seseorang mengidap HIV hanya bisa melalui pemeriksaan darah. Pemeriksaan yang saat ini mudah dan cepat adalah dengan menggunakan tes cepat (rapid test) dengan tiga pemeriksaan secara serial.

1. Nucleic Acid Test (NAT)

Pemeriksaan ini dilakukan dengan pengambilan sampel darah yang akan diuji untuk mendeteksi virus dalam darah. Dengan melakukan NAT, tim medis dapat mengetahui seberapa banyak virus dalam tubuh atau test viral load. Meskipun pemeriksaan ini dinilai paling efektif untuk mendeteksi HIV/AIDS, tetapi tes ini memerlukan biaya yang cukup mahal. Hasil dari tes ini membutuhkan waktu beberapa hari. Tes ini dapat menunjukkan hasil positif jika kamu melakukan tes setelah 10–33 hari setelah paparan virus HIV.

2. Tes Antigen/Antibodi

Tes ini digunakan untuk mencari antigen maupun antibodi HIV. Antibodi akan diproduksi oleh tubuh ketika kamu terpapar virus HIV. Sedangkan antigen merupakan zat asing yang menyebabkan kekebalan tubuh menjadi aktif. Dalam kasus penyakit HIV, antigen yang dicari adalah p24. Antigen ini diproduksi oleh tubuh sebelum antibodi berkembang. Tes ini juga dilakukan dengan

(13)

13 pengambilan sampel darah pada ujung jari dan hasilnya dapat diketahui dalam waktu 30 menit. Virus HIV dapat terdeteksi dalam darah setelah 18–45 hari paparan virus.

3. Tes Antibodi HIV

Seperti yang telah dijelaskan, tes ini guna mencari antibodi HIV dalam darah maupun cairan pada mulut. Tes ini bisa dilakukan dengan pengambilan sampel darah dari ujung jari maupun cairan dari dalam mulut. Hasilnya? Kamu bisa mendapatkan dalam waktu 20 menit. Tes antibodi menjadi tes paling cepat yang bisa digunakan untuk mendeteksi HIV.

Namun yang perlu diingat, tidak semua tes HIV dapat langsung mendeteksi setelah paparan virus. Tes antibodi HIV dalam mendeteksi virus dalam darah setelah 23–90 hari setelah paparan virus.

E. Cara Pencegahan HIV/AIDS

Beberapa cara mencegah HIV/AIDS tersebut di antaranya dengan melakukan hubungan seksual yang aman, menghindari penggunaan alat pribadi bersama, melakukan sunat ke pria, rutin melakukan skrining HIV, dan lain sebagainya.

Adapun penjelasan lengkap tentang cara mencegah HIV/AIDS adalah sebagai berikut:

1. Melakukan hubungan seksual yang aman

Penting untuk diketahui, cara mencegah HIV/AIDS yang utama adalah dengan melakukan hubungan seksual yang aman. Anda disarankan untuk melakukan hubungan seksual menggunakan kondom sebagai upaya pencegahan penularan HIV/AIDS. Selain itu, hindari juga melakukan hubungan seksual dengan bergonta-ganti pasangan.

2. Menghindari penggunaan alat pribadi bersama orang lain

Alat pribadi seperti sikat gigi dan alat cukur, sebaiknya tidak digunakan bersama dengan orang lain. Hal ini bertujuan untuk menghindari resiko penularan berbagai penyakit dan infeksi akibat kontak langsung dengan cairan tubuh orang lain yang tidak diketahui riwayat penyakitnya.

3. Menghidari penggunaan jarum suntik bersama

(14)

14 Penggunaan jarum suntik bersama dapat menjadi jalur penularan HIV/AIDS.

Pasalnya, jarum suntik yang sempat digunakan oleh orang lain akan menyisakan darah. Apabila jarum suntik tersebut telah digunakan oleh orang dengan HIV/AIDS, tentu risiko penularan HIV/AIDS menjadi lebih tinggi.

Apabila Anda sedang melakukan donor darah, sebaiknya perhatikan penggunaan jarum suntiknya. Pastikan bahwa jarum suntik yang digunakan baru dikeluarkan dari pembungkus bersegel agar bisa dipastikan kesterilannya.

4. Melakukan sunat untuk pria

Cara mencegah HIV/AIDS selanjutnya adalah melakukan sunat untuk pria. Ya, sunat yang dilakukan untuk menjaga kebersihan alat kelamin pria tersebut diketahui juga dapat mencegah terjadinya infeksi HIV/AIDS.

Hal ini telah dipastikan oleh Lembaga Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC dari Amerika Serikat. CDC Amerika Serikat menyatakan bahwa sunat yang dilakukan oleh pria dapat mengurangi risiko infeksi HIV/AIDS hingga 60 persen.

5. Menghindari penggunaan obat-obatan terlarang

Cara mencegah HIV/AIDS berikutnya yaitu dengan menghindari penggunaan obat-obatan terlarang. Penggunaan obat-obatan terlarang dapat memicu seseorang untuk bertindak kompulsif.

Penggunaan obat-obatan terlarang dapat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam mengontrol tindakannya. Apabila tidak mampu mengontrol tindakannya, maka dapat menyebabkan orang tersebut melakukan tindakan berisiko, seperti berhubungan seksual yang tidak aman.

Oleh karena itu, menghindari penggunaan obat terlarang dapat dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya penularan HIV/AIDS.

6. Rutin melakukan skrining HIV

Rutin melakukan skrining HIV adalah cara mencegah HIV/AIDS yang sangat penting untuk dilakukan. Anda yang sudah aktif secara seksual sangat disarankan untuk melakukan skrining HIV minimal 6 bulan sekali.

(15)

15 Skrining HIV ini juga dapat membantu seseorang mendeteksi infeksi penyakit tersebut mungkin. Pasalnya, infeksi HIV yang terdeteksi sebenarnya bisa mencegah terjadinya komplikasi penyakit serius lain dan tidak berkembang menjadi AIDS.

7. Terbuka dengan pasangan

Langkah berikutnya untuk mencegah HIV/AIDS adalah terbuka dengan pasangan. Anda lebih baik berdiskusi dan menjelaskan riwayat penyakit masing- masing bersama pasangan. Dengan begitu, Anda dan pasangan bisa menangani penyakit yang dimiliki terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan seksual.

(16)

16 BAB III

PENUTUP A. Kesimpulan

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4, sehingga merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun. HIV terdapat dalam cairan tubuh seseorang seperti darah, cairan kelamin (air mani/ sperma atau cairan vagina yang telah terinfeksi) dan air susu ibu yang telah terinfeksi.

B. Saran

Sebagai tenaga kesehatan kita harus membarikan penyuluhan terutama kepada remaja tentang HIV/ADIS an menghimbau agar tidak melakukan seks bebas, sehingga kesadaran individu terhadap bahaya seks diluar nikah, yang dapat menyebabkan penyakit menular seksual dan harus adanya peran orang tua dalam mengontrol anaknya agar tidak melakukan pergaulan bebas.

(17)

17 DAFTAR PUSTAKA

Hospital, S. (2022, DESEMBER). 8 Cara Mencegah HIV/AIDS Yang Penting Mengingat Sejak Dini. pp. https://www.siloamhospitals.com/en/informasi-

siloam/artikel/cara-mencegah-hiv.

Keluarga, M. (2022, SEPTEMBER). Ketahui Perbedaan HIV dan AIDS, Serta Cara Pengobatannya. pp. https://www.mitrakeluarga.com/artikel/artikel- kesehatan/perbedaan-hiv-dan-aids.

Novita Agustina, N. M. (2022, JULI). Ayo Cari Tahu Apa Itu HIV. pp.

https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/754/ayo-cari-tahu-apa-itu-hiv.

Saputra, d. A. (2022, MARET). Ketahui 7 Penyebab Utama Penularan HIV/AIDS Berikut Ini. pp. https://aido.id/health-articles/ketahui-7-penyebab-utama-penularan- hiv-aids-berikut-ini/detail.

Referensi

Dokumen terkait

HIV adalah singkatan dari (Human Immunodeficiency Virus) , yaitu virus yang menyebabkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) dengan cara menyerang sel darah putih

AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah sekumpulan gejala atau penyakit yang disebabkan oleh menurunnya kekebalan tubuh akibat infeksi oleh virus HIV (Human

Salahsatu jenis antibody yang berbeda pada sel darah putih adalah sel CD4, fungsinya seperti saklar yang menghidupkan dann memadamkan kegiatan system kekebalan tubuh, tergantung

Maka dapat dikatakan HIV adalah virus yang menyerang dan merusak sel kekebalan tubuh manusia sehingga tubuh kehilangan daya tahan dan mudah terserang berbagai

AIDS disebabkan oleh infeksi HIV atau Human Immuno-deficiency Virus (Depkes, 2005). HIV dapat menimbulkan AIDS dengan langkah melawan sel darah putih yang disebut sel

Virus AIDS menyerang sel darah putih ( limfosit T4 ) yang merupakan sumber kekebalan tubuh untuk menangkal berbagai penyakit infeksi.. Dengan memasuki sel T4 , virus

AIDS muncul setelah virus HIV menyerang sistem kekebalan tubuh kita selama lima hingga sepuluh tahun atau lebih.11 HIV Human Immunodeficiency Virus merupakan virus yang dapat

HIV/AIDS adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, dan AIDS adalah stadium paling lanjut dari penyakit akibat penularan