• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH STANDARISASI AKREDITASI RUMAH SAKIT

N/A
N/A
Tiara Rahmadika

Academic year: 2024

Membagikan "MAKALAH STANDARISASI AKREDITASI RUMAH SAKIT "

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

STANDARISASI AKREDITASI RUMAH SAKIT

Dosen Pengampu : Yosalli SKM., MPH

Oleh :

Tiara Rahmadika

Nim : 21190 051

PRODI D3 ADMISTRASI RUMAH SAKIT FAKULTAS KESEHATAN

KAMPUS III BUKITTINGGI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA BARAT TA. 2023/2024

i

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Akses ke Rumah Sakit dan Kontinuitas Pasien”.

Dalam penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan- kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingatakan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu khususnya dosen pembimbing mata kuliah dan kepada teman-teman yang telah berkontribusi dengan memberikan ide-idenya sehingga makalah ini bisa disusun dengan baik dan rapi.

Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Akhirnya penulis berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal

‘Alamiin.

Bukittinggi, 09 April 2023

Penulis

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...ii

DAFTAR ISI...iii

BAB I PENDAHULUAN...4

1.1 Latar Belakang Masalah...4

1.2 Rumusan Masalah...4

1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan...5

BAB II PEMBAHASAN...6

2.1 Akses ke Rumah Sakit dan Kontinuitas Pelayanan...6

2.2 Hak Pasien dan Keluarga...7

2.3 Assesmen Pasien...8

2.4 Pelayanan dan Asuhan Pasien...10

BAB III PENUTUP...13

3.1 Kesimpulan...13

3.2 Saran...14

DAFTAR PUSTAKA...15

iii

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Rumah Sakit mempertimbangkan bahwa asuhan di rumah sakit merupakan bagian dari suatu sistem pelayanan yang terintregasi dengan para professional pemberi asuhan dan tingkat pelayanan yang akan membangun suatu kontinuitas pelayanan. Dimulai dengan skrining yang tidak lain adalah memeriksa pasien secara cepat, untuk mengidentifikasi kebutuhan pasien.

Tujuan sistem pelayanan yang terintegrasi tersebut adalah menyelaraskan kebutuhan asuhan pasien dengan pelayanan yang terseida di rumah sakit, mengkoordinasikan pelayanan, merencanakan pemulangan dan rindakan selanjutnya.

Hasil yang diharapkan dari proses asuhan di rumah sakit adalah meningkatkan mutu asuhan oasien dan efisiensi penggunaan sumber daya yang tersedia di rumah sakit. Akses ke rumah sakit dan kontinuitas pelayanan sangat penting bagi keberlangsungan rumah sakit agar masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan tertarik untuk berkunjung ke rumah sakit dan memnfaatkan pelayanan kesehatan yang dimiliki rumah sakit.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa itu akses ke rumah sakit dan kontinuits pelayanan?

2. Bagaimana hak pasien dan keluarga?

3. Apa itu assesmen pasien?

4. Bagaimana pelayanan dan asuhan pasien di rumah sakit?

(5)

1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini ialah untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Standardisasi Akreditasi Rumah Sakit yang bertemakan “Akses ke Rumah Sakit dan kontiuitas Pelayanan”. Adapun manfaat penulisan makalah ialah :

1. Mengetahui apa itu akses ke rumah sakit dan kontinuitas pelayanan.

2. Memahami bagaimana hak pasien dan keluarga.

3. Memahami tentang assesmen pasien.

4. Memahami pelayanan dan asuhan pasien di rumah sakit.

v

(6)

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Akses ke Rumah Sakit dan Kontinuitas Pelayanan

Rumah sakit mempertimbangkan bahwa asuhan di rumah sakit merupakan bagian dari suatu sistem pelayanan yang terintegrasi dengan para professional pemberi asuhan dan tingkat pelayanan yang akan membangun suatu kontinuitas pelayanan. Dimulai dengan skrining, ynag tidak lain adalah memeriksa pasien secara cepat, untuk mengidentifiksi kebutuhan pasien. Melakukan peemeriksaan pasien pada dasarnya menggunakan langkah-langkah pengumpulan informasi membuat rencana.

Tujuan sistem pelayanan yang terintegrasi tersebut adalah menyelaraskan kebutuhan asuhan pasien dengan pelayanan yang tersedia di Rumah Sakit, mengkoordinasikan pelayanan, merencakan pemulangan dan tindakan selanjutnya.

Hasil yang diharapkan dari proses asuhan di rumah sakit adalah meningkatkan mutu asuhan pasien dan efisiensi penggunaan sumber daya yang tersedia di rumah sakit. Beberapa informasi dibutuhakan dalam memberikan asuhan pasien di rumah sakit terkait dengan kebutuhan pasien yang dapat dilayani rumah sakit, pemberian pelayanan yang efisien kepada pasien, rujukan pelayanan lain baik didalam maupun di luar rumah sakit, serta pemulangan pasien yang tepat dan aman ke rumah.

Contoh dari akses ke rumah sakit dan kontinuitas pelayanan adalah anatara lain:

1) Kebutuhan pasien dapat dilayani oleh rumah sakit 2) Pemberian pelayanan yang efisien kepad pasien

3) Rujulan ke pelayanan lain mudah baik di dalam maupun keluar rumah sakit 4) Pemulangan pasien yang tepat dan aman ke rumah

(7)

2.2 Hak Pasien dan Keluarga

Hak pasien dan keluarga adalah suatu kegiatan pelayanan dalam mengidentifikasi, melindungi, memberitahu, memutuskan proses pelayanan, menyepakati atas tindakan pelayanan setelah mendapatkan penjelasan sebagai haknya selama pelayanan dirumah sakit.

Adapun contoh hak pasien dan keluarga yaitu:

1. Memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit

2. Memperoleh informasi tentang hak dan kewajiban Pasien

3. Memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur, dan tanpa diskriminasi 4. Memperoleh layanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar profesi

dan standar prosedur operasional;

5. Memperoleh layanan yang efektif dan efisien sehingga Pasien terhindar dari kerugian fisik dan materi;

6. Mengajukan pengaduan atas kualitas pelayanan yang didapatkan;

7. Memilih dokter, dokter gigi, dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit;

8. Meminta konsultasi tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter lain yang mempunyai Surat Izin Praktik (SIP) baik di dalam maupun di luar Rumah Sakit

9. Mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data medisnya;

10. Mendapat informasi yang meliputi diagnosis dan tata cara tindakan medis, tujuan tindakan medis, alternatif tindakan, risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, dan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan serta perkiraan biaya pengobatan;

11. Memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan dilakukan oleh Tenaga Kesehatan

vii

(8)

12. Didampingi keluarganya dalam keadaan kritis;

13. Menjalankan ibadah sesuai agama atau kepercayaan yang dianutnya selama hal itu tidak mengganggu Pasien lainnya;

14. Memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di Rumah Sakit;

15. Mengajukan usul, saran, perbaikan atas perlakuan Rumah Sakit terhadap dirinya;

16. Menolak pelayanan bimbingan rohani yang tidak sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya;

17. Menggugat dan/atau menuntut Rumah Sakit apabila Rumah Sakit diduga memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar baik secara perdata ataupun pidana; dan

18. Mengeluhkan pelayanan Rumah Sakit yang tidak sesuai dengan standar pelayanan melalui media cetak dan elektronik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

2.3 Assesmen Pasien

Assesmen Pasien adalah suatu proses yang dilakukan secara sengaja, sistematis dan terencana untuk mendapatkan informasi, menganalisis, mengidentifikasi dan menatalaksana keadaan yang membawa seorang pasien datang untuk berobat ke rumah sakit. Proses ini berlangsung sejak dari fase pre-rumah sakit hingga manajemen pasien di rumah sakit.

Contoh assesmen pasien di rumah sakit adalah:

1. Assesmen Medis

DPJP secara menyeluruh dan sistematis mengidentifikasi masalah kesehatan pasien dengan melakukan:

a. Anamnesis 1). Keluhan utama

2). Riwayat penyakit sekarang

3). Riwayat penyakit dahulu dan terapinya

(9)

4). Riwayat alergi

5). Riwayat penyakit dalam keluarga 6). Riwayat pekerjaan

7). Riwayat tumbuh kembang

b. Pemeriksaan fisik 1). Generalis

a). Kepala b). Mata c). THT leher d). Mulut

e). Jantung dan pembuluh darah f). Thoraks, paru-paru dan payudara g). Abdomen

h). Kulit dan sistim limfatik 2). Skrining Nyeri

Semua pasien yang masuk ke rawat inap harus dilakukan skrining nyeri.

2. Assesmen keperawatan a) Assesmen awal keperawatan

Serangkaian proses yang berlangsung saat pasien masuk rawat inap untuk dilakukan pemeriksaan secara sistematis untuk mengidentifikasi masalah keperawatan kepada pasien, antara lain :

1) Keluhan utama :

a) Riwayat penyakit sekarang b) Riwayat penyakit dahulu c) Riwayat alergi

2) Kemyamanan nyeri : a) Digunakan skala 1-10

b) Kualitas terbakar, tajam, tumpul, tertekan c) Waktu hilang timbul, terus-menerus, lamanya

ix

(10)

d) Lokasi

3) Aktifitas dan istirahat :

a) Bedrest, ambulasi tidur, ambulasi jalan

b) Ambulasi jalan tidak ada kesulitan, penurunan kekuatan otot, sering jatuh c) Tidur menggunakan 1 bantal, 2 bantal, >2 bantal

4) Proteksi :

a) Status mental orientasi baik, disorentasi, gelisah, tidak respon b) Resiko jatuh tidak resiko, rendah, tinggi

5) Nutrisi :

a) Tinggi badan, berat badan, lingkar lengan kiri b) Status gizi kurang, normal, over weight, obesitas c) Nafsu makan menurun, baik, meningkat

d) Kondisi berhubungan dengan makan mual, muntah, anoreksia dll 6) Eliminasi :

a) BAB normal, konstipasi / obstipasi, diare, colostomy, ileostomy b) BAK normal, retensi, hematuri, disuri dll

7) Respon emosi : takut, tegang, marah, sedih, menangis, senang, gelisah 8) Sistem sosio spiritual:

a) Ketaatan menjalankan ibadah rutin, kadang-kadang b) Kondisi rumah lantai 1, lantai 2 dll

c) Luas rumah

2.4 Pelayanan dan Asuhan Pasien

Tanggung jawab rumah sakit dan staf yang terpenting adalah memberikan asuhan dan pelayanan pasien yang efektif dan aman. Hal ini membutuhkan komunikasi yang efektif, kolaborasi, dan standardisasi proses untuk memastikan bahwa rencana, koordinasi, dan implementasi asuhan mendukung serta merespons setiap kebutuhan unik pasien dan target.

(11)

Asuhan tersebut dapat berupa upaya pencegahan, paliatif, kuratif, atau rehabilitatif termasuk anestesia, tindakan bedah, pengobatan, terapi suportif, atau kombinasinya, yang berdasar atas pengkajian awal dan pengkajian ulang pasien.

Area asuhan risiko tinggi (termasuk resusitasi dan transfusi) serta asuhan untuk pasien risiko tinggi atau kebutuhan populasi khusus yang membutuhkan perhatian tambahan.

Asuhan pasien dilakukan oleh profesional pemberi asuhan (PPA) dengan banyak disiplin dan staf klinis. Semua staf yang terlibat dalam asuhan pasien harus memiliki peran yang jelas, ditentukan oleh kompetensi dan kewenangan, kredensial, sertifikasi, hukum dan regulasi, keterampilan individu, pengetahuan, pengalaman, dan kebijakan rumah sakit, atau uraian tugas wewenang (UTW).

Beberapa asuhan dapat dilakukan oleh pasien/keluarganya atau pemberi asuhan terlatih (caregiver). Pelaksanaan asuhan dan pelayanan harus dikoordinasikan dan diintegrasikan oleh semua profesional pemberi asuhan (PPA) dapat dibantu oleh staf klinis. Asuhan pasien terintegrasi dilaksanakan dengan beberapa elemen:

a) Dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) sebagai pimpinanklinis/ketua tim PPA (clinical leader).

b) PPA bekerja sebagai tim interdisiplin dengan kolaborasi interprofesional, menggunakan panduan praktik klinis (PPK), alur klinis/clinical pathway terintegrasi, standing order, dan catatan perkembangan pasien terintegrasi

(CPPT).

c) Manajer Pelayanan Pasien (MPP)/Case Manager menjaga kesinambungan pelayanan.

xi

(12)

d) Keterlibatanserta pemberdayaan pasien dan keluarga dalam asuhan bersama PPA harus memastikan:

1) Asuhan direncanakan untuk memenuhi kebutuhan pasien yang unik berdasar atas hasil pengkajian;

2) Rencana asuhan diberikan kepada tiap pasien;

3) Respons pasien terhadap asuhan dipantau; dan

4) Rencana asuhan dimodifikasi bila perlu berdasarkan respons pasien.

Contoh Standar Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP) meliputi:

1) Pemberian pelayanan untuk semua pasien

2) Pelayanan pasien risiko tinggi dan penyediaan pelayanan risiko tinggi;

3) Pemberian makanan dan terapi nutrisi;

4) Pengelolaan nyeri; dan

5) Pelayanan menjelang akhir hayat.

(13)

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Rumah sakit mempertimbangkan bahwa asuhan di rumah sakit merupakan bagian dari suatu sistem pelayanan yang terintegrasi dengan para professional pemberi asuhan dan tingkat pelayanan yang akan membangun suatu kontinuitas pelayanan. Tujuan sistem pelayanan yang terintegrasi tersebut adalah menyelaraskan

xiii

(14)

kebutuhan asuhan pasien dengan pelayanan yang tersedia di Rumah Sakit, mengkoordinasikan pelayanan, merencakan pemulangan dan tindakan selanjutnya.

Dalam asuhan pelayanan pasien terdapat Hak pasien dan keluarga yaaitu suatu kegiatan pelayanan dalam mengidentifikasi, melindungi, memberitahu, memutuskan proses pelayanan, menyepakati atas tindakan pelayanan setelah mendapatkan penjelasan sebagai haknya selama pelayanan dirumah sakit.

Adapun Assesmen Pasien adalah suatu proses yang dilakukan secara sengaja, sistematis dan terencana untuk mendapatkan informasi, menganalisis, mengidentifikasi dan menatalaksana keadaan yang membawa seorang pasien datang untuk berobat ke rumah sakit. Proses ini berlangsung sejak dari fase pre-rumah sakit hingga manajemen pasien di rumah sakit.

Tanggung jawab rumah sakit dan staf yang terpenting adalah memberikan asuhan dan pelayanan pasien yang efektif dan aman. Hal ini membutuhkan komunikasi yang efektif, kolaborasi, dan standardisasi proses untuk memastikan bahwa rencana, koordinasi, dan implementasi asuhan mendukung serta merespons setiap kebutuhan unik pasien dan target.

Asuhan tersebut dapat berupa upaya pencegahan, paliatif, kuratif, atau rehabilitatif termasuk anestesia, tindakan bedah, pengobatan, terapi suportif, atau kombinasinya, yang berdasar atas pengkajian awal dan pengkajian ulang pasien.

3.2 Saran

Demikian makalah ini kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca.

Apabila ada saran dan kritik yang ingin di sampaikan, silahkan sampaikan kepada kami.

Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan makalah, mohon diamaafkan dan memakluminya, karana kami sebagai penulis masih dalam tahap belajar dan hamba Allah yang tak luput dari salah, khilaf, alfa dan lupa.

(15)

DAFTAR PUSTAKA

https://snars.web.id/rs/4-pelayanan-dan-asuhan-pasien-pap-akreditasi-kemenkes- kmk-1128/

https://www.ligarmandiriconsulting.com/artikel/akses-rumah-sakit-dan-kontinuitas- pelayanan-ark-0

http://rsp.unand.ac.id/artikel/hak-dan-kewajiban-pasien-dan-keluarga

https://grhasia.jogjaprov.go.id/berita/66/kelompok-standar-pelayanan--berfokus- pada-pasien-asesmen-pasien-ap.html#:~:text=Proses%20asesmen%20pasien

%20adalah%20proses,social%20dan%20riwayat%20kesehatan%20pasien.

https://snars.web.id/rs/4-pelayanan-dan-asuhan-pasien-pap-akreditasi-kemenkes- kmk-1128/

xv

(16)

Referensi

Dokumen terkait

pelayanan obat pasien umum dan akan ditagih ke bagian keuangan rumah sakit. setelah pasien meninggalkan

Rumah sakit mengidentifikasi pelayanan lanjutan pasien yang mana dalam resume yang pertama dilaksanakanc. Rumah sakit mengidentifikasi bagaimana resume pelayanan dijaga

rumah sakit tidak bisa menyediakan asuhan dan pelayanan.. Komunikasi dan pendidikan kepada pasien dan keluarga diberikan dalam format. dan bahasa yang dapat dimengerti. 2) Maksud

Tujuan umum akreditasi adalah mendapat gambaran seberapa jauh rumah sakit-rumah sakit di Indonesia telah memenuhi standar yang telah ditetapkan sehingga mutu pelayanan rumah

Ada tim yang ditugaskan membuat keputusan resmi memperbaharui izin setiap anggota staf medis untuk dapat meneruskan memberikan pelayanan asuhan medis di rumah sakit..

Asuhan pasien yang seragam di seluruh rumah sakit merupakan proses pelayanan yang dilakukan oleh seluruh rumah sakit kepada pasien untuk memenuhi kebutuhan pasien

Penyakit TB dapat menyerang berbagai organ tubuh manusia sehingga pasien TB di rumah sakit dapat datang ke berbagai spesialis di rumah sakit, oleh karena itu untuk

Akreditasi internasional penting bagi rumah sakit untuk memberikan pelayanan kesehatan berkualitas tinggi di tingkat lokal dan