MAKALAH
“AKREDITASI RUMAH SAKIT “ Disusun Untuk Memenuhi
PERBAIKAN MIK
DISUSUN OLEH:
KENJHIROH KAPOH
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN GUNUNG MARIA Administrasi Rumah Sakit T.A 2022/2023
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami haturkan kepada Tuhan karena atas segala rahmat dan berkat-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini untuk memenuhi tugas mata kuliah MIK yang diberikan. Kami sangat berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi pembaca.
Makalah yang kami buat ini berfokus untuk menjelaskan “AKREDITASI RUMAH SAKIT”. Bagi kami sebagai penyusun, merasa bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman kami. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Tomohon, 10 Februari 2023
KENJHIROH KAPOH
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...i
DAFTAR ISI... ii
BAB I...1
1.1 Latar Belakang... 1
1.2 Rumusan Masalah...1
1.3 Tujuan...1
BAB II... 2
A. Akreditasi Rumah Sakit...2
B. Standar Akreditasi Rumah Sakit...3
C. Proses Akreditasi Rumah Sakit...4
D. Tingkat kelulusan Akreditasi... 5
E. Pelayanan Yang Ada di Rumah Sakit...6
BAB III...7
A. Kesimpulan...7
DAFTAR PUSTAKA...8
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Pelayanan kesehatan sangatlah penting dan dibutuhkan oleh setiap manusia. Dalam kehidupan apabila seorang manusia sakit dia butuh penanganan agar bisa sembuh dari penyakitnya. Rumah sakit menjadi lembaga yang sangat besar pengaruhnya dalam peningkatan kesehatan dalam masyarakat. Rumah sakit menjadi tempat bagi setiap orang yang mengalami gangguan kesehatan untuk memeriksakan kondisi dan keadaannya serta mendapatkan penanganan medis. Di Indonesia sendiri, terdapat begitu banyak lembaga kesehatan berupa rumah sakit yang telah berdiri. Badan pusat statistik mencatat jumlah rumah sakit di Indonesia sebanyak 3.112 unit pada tahun 2021. Tentunya hal ini menjadi dasar dari pelayanan rumah sakit yang harus lebih baik lagi. Mutu suatu rumah sakit dapat dilihat melalui suatu kegiatan yang disebut akreditasi rumah sakit. Hal ini tentunya bertujuan untuk dapat meningkatkan pelayanan serta fasilitas kesehatan yang ada di rumah sakit agar dapat menolong dan membantu pasien dalam melawan penyakitnya.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa itu Akreditasi Rumah Sakit ?
2. Apa yang menjadi standar akreditasi RS?
3. Bagaimana proses Akreditasi Rumah Sakit ? 1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Akreditasi RS 2. Untuk mengetahui standar suatu Akreditasi
3. Untuk mengetaui alur proses Akreditasi RS
BAB II ISI A. Akreditasi Rumah Sakit
Akreditasi Rumah Sakit adalah pengakuan terhadap mutu pelayanan, Rumah Sakit, setelah dilakukan penilaianbahwa rumah sakit telah memenuhi Standar Akreditasi.
Akreditasi rumah sakit merupakan sebuah proses penilaian dan penetapan kelayakan rumah sakit berdasarkan standar pelayanan yang telah ditetapkan oleh lembaga independen akreditasi kementerian kesehatan.
Akreditasi diselenggarakan secara berkala setiap 4 (empat) tahun. Akreditasi dilakukan oleh Rumah Sakit paling lambat setelah beroperasi 2 (dua) tahun sejak memperoleh izin operasional untuk pertama kali.
a. Manfaat Akreditasi Rumah Sakit
Manfaat akreditasi rumah sakit untuk mendorong perubahan rumah sakit yang lebih berkualitas dan meningkatkan kerjasama antara lain, disiplin, profesi, dalam melayani pasien. Dapat meningkatkan mutu dan menambah kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit tersebut. Dalam Permenkes No. 12/2012 menjelaskan bahwa akreditasi adalah pengakuan terhadap rumah sakit yang diberikan oleh lembaga independen penyelenggara akreditasi yang ditetapkan oleh Menteri.
b. Tujuan Akreditasi Rumah sakit Akreditasi bertujuan untuk :
1. Meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa rumah sakit menitik beratkan sasarannya pada keselamatan pasien dan mutu pelayanan
2. Menyediakan lingkungan kerja yang aman dan efisien sehingga staf merasa puas
3. Mendengarkan pasien dan keluarga mereka, menghormati hak-hak mereka, dan melibatkan mereka sebagai mitra dalam proses pelayanan
4. Menciptakan budaya mau belajar dari laporan insiden keselamatan pasien 5. Membangun kepemimpinan yang mengutamakan kerja sama. Kepemimpinan
ini menetapkan prioritas untuk dan demi terciptanya kepemimpinan yang berkelanjutan untuk meraih kualitas dan keselamatan pasien pada semua tingkatan.
c. Pelaksana Akreditasi
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2020 Tentang Akreditasi Rumah Sakit :
1. Akreditasi dilaksanakan oleh lembaga independen penyelenggara Akreditasi yang berasal dari dalam atau luar negeri.
2. Lembaga independen penyelenggara Akreditasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri.
B. Standar Akreditasi Rumah Sakit
Akreditasi Rumah Sakit di Indonesia dilaksanakan untuk menilai kepatuhan rumah sakit terhadap standar akreditasi. Standar Akreditasi adalah pedoman yang berisi tingkat pencapaian yang harus dipenuhi oleh rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayan dan keselamatan pasien.
a. Syarat yang harus dipenuhi rumah sakit sebelum dilakukan penilaian
1) Memiliki izin usaha yang masih berlaku dan teregistrasi dengan kemkes 2) Kepala rumah sakit harus dokter yang memiliki kemampuan dan keahlian di
bidang perumahsakitan
3) Memiliki izin pengelolaan limbah cair (IPLC) yang masih berlaku
4) Memiliki izin tempat penyimpanan sementara (TPS) limbah berbahaya dan beracun (B3) yang masih berlaku
5) Memiliki izin pengelolaan limbah padat bahan berbahaya dan beracun (B3) yang masih berlaku atau kerja sama dengan pihak ketiga yang mempunyai izin sebagai pengolah dan atau izin sebagai tranporter limbah B3 yang masih berlaku.
6) Seluruh tenaga medis memiliki STR, SIP yang masih berlaku atau surat tugas sesuai ketentuan peraturan yang berlaku
7) Pemenuhan sarana prasarana dan alat kesehatan minimal 60% dari standar yang ditetapkan dan diinput pada aplikasi ASPAK
8) Rumah sakit bersedia melaksanakan kewahiban dalam meningkatkan mutu dan keselamatan pasien
b. Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit Edisi 1 1) Sasaran Keselamatan Pasien
2) Akses ke Rumah Sakit dan Kontinuitas (ARK) 3) Hak Pasien dan Keluarga (HPK)
4) Asesmen Pasien (AP)
5) Pelayanan Asuhan Pasien (PAP) 6) Pelayan Anestesi dan Bedah (PAB)
7) Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat (PKPO) 8) Manajemen Komunikasi dan Edukasi (MKE)
9) Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) 10) Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
11) Tata Kelola Rumah Sakit (TKRS)
12) Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) 13) Kompetensi & Kewenangan Staf (KKS)
14) Manajemen Informasi dan Rekam Medis (MIRM) 15) Program Nasional
16) Integrasi Pendidikan Kesehatan dalam Pelayanan Rumah Sakit c. Pelayanan Dalam Rumah Sakit
1) Akreditasi Tingkat Dasar Menilai 5 Kegiatan
d. Lembaga akreditasi
Terdapat 6 Lembaga Independen penyelenggara akreditasi RS dengan berbagai akronim yang hampir KARS diantaranya:
1) KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit)
2) LAFKI (Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia)
3) LARS-DHP (Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna) 4) LARS (Lembaga Akreditasi Rumah Sakit)
5) LAM-KPRS (Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit) 6) LARSI (Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Indonesia)
C. Proses Akreditasi Rumah Sakit a. Alur Penyelenggaraan Akreditasi
1. Pengajuan permohonan akreditasi oleh rumah sakit ke salah satu lembaga akreditasi yang dipilih.
2. Lembaga akreditasi yang dipilih memeriksa persyaratan dan penetuan jadwal akreditasi
3. Tahapan akreditasi, secara online pemeriksaan, telusur dan klarifikasi dokumen.
Secara offline dilakukan telusur dan kunjungan lapangan
4. Melaporkan hasil akreditasi dan rekomendasi kepada kemkes oleh lembaga independen
5. Penerbitan dan penenadatangan sertifikat akreditasi
6. Penyerahan salinan sertifikat akreditasi dan rekomendasi akreditasi
7. Penyerahan sertifikat akreditasi dan rekomendasi perbaikan dari lembaga kepada RS
b. Persiapan Akreditasi Rumah sakit
Persiapan akreditasi dilakukan dengan pemenuhan standar dari komite akreditasi dan melakkan penilain mandiri atau (self assessment). Penilaian mandiri (self assesment) merupakan proses penilaian penerapan Standar Pelayanan Rumah Sakit dengan menggunakan Instrumen Akreditasi. Tujuannya untuk mengukur kesiapan dan kemampuan Rumah Sakit dalam rangka survei Akreditasi. Penilaian mandiri (self assesment) dilakukan oleh Rumah Sakit yang akan menjalani proses Akreditasi.
c. Bimbingan Akreditasi
Bimbingan Akreditasi merupakan proses pembinaan Rumah Sakit dalam rangka meningkatkan kinerja dalam mempersiapkan survei Akreditasi. Bimbingan Akreditasi dilakukan oleh pembimbing Akreditasi dari lembaga independen pelaksana Akreditasi yang akan melakukan Akreditasi. Pembimbing Akreditasi merupakan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dan kewenangan dalam membimbing Rumah Sakit untuk mempersiapkan Akreditasi.
d. Pelaksanaan Akreditasi : a) Survey Akreditasi
Merupakan penilaian untuk mengukur pencapaian dan cara penerapan Standar Pelayanan Rumah Sakit. Survei dilakukan oleh surveior Akreditasi dari lembaga independen pelaksana Akreditasi. Surveior Akreditasi merupakan tenaga
kesehatan yang memiliki kompetensi dan kewenangan dalam bidang Akreditasi untuk melaksanakan survei Akreditasi.
b) Penetapan Status Akreditasi
Penetapan status Akreditasi nasional dilakukan oleh lembaga independen pelaksana Akreditasi berdasarkan rekomendasi dari surveior Akreditasi. Selain memberikan rekomendasi penetapan status Akreditasi nasional, surveior Akreditasi harus memberikan rekomendasi perbaikan-perbaikan yang harus dilakukan oleh Rumah Sakit untuk pemenuhan Standar Pelayanan Rumah Sakit. Rumah Sakit yang telah mendapatkan status Akreditasi nasional diwajibkan membuat perencanaan perbaikan strategis sesuai dengan rekomendasi surveior untuk memenuhi Standar Pelayanan Rumah Sakit yang belum tercapai. Lembaga independen pelaksana Akreditasi dan Rumah Sakit wajib menginformasikan status Akreditasi nasional kepada publik.
e. Pasca Akreditasi
Kegiatan pasca Akreditasi dilakukan dalam bentuk survei verifikasi. Survei verifikasi hanya dapat dilakukan oleh lembaga independen pelaksana Akreditasi yang melakukan penetapan status Akreditasi terhadap Rumah Sakit. Survei verifikasi bertujuan untuk mempertahankan dan/atau meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit sesuai dengan rekomendasi dari surveior. Pelaksanaan kegiatan pasca Akreditasi diatur oleh lembaga independen pelaksana Akreditasi.
D. Tingkat kelulusan Akreditasi
Adapun tingkatan yang dimaksud adalah sebagai berikut:
a. Tidak lulus akreditasi
Dalam akreditasi, ada 15 bab yang akan disurvey. Setiap bab tentunya mendapat point. Nah, bila ke-15 bab tersebut mendapat point yang kurang dari 60%, maka rumah sakit tidak lulus akreditasi. Rumah sakit dapat mengajukan akreditasi ulang setelah rekomendasi dari surveyor dilaksanakan
b. Akreditasi tingkat dasar
Rumah sakit akan mendapat status akreditasi tingkat dasar bila dari 15 bab yang disurvey, hanya ada 4 bab yang mendapat nilai minimum 80% dan 11 bab lainnya tidak ada yang mendapat nilai di bawah 20%
c. Akreditasi tingkat madya
Syarat yang harus dipenuhi oleh rumah sakit untuk mendapat status akreditasi ini adalah 8 bab nya mendapat nilai minimal 80% dan 7 bab lainnya tidak ada yang mendapat nilai di bawah 20%
d. Akreditasi tingkat utama
Rumah sakit akan menerima status akreditasi tingkat utama bias dari 15 bab yang disurvey, ada setidaknya 12 bab yang bernilai 80% dan 3 bab lainnya tidak ada yang mendapat nilai di bawah 20%
e. Akreditasi tingkat paripurna
Akreditasi paripurna adalah hasil yang paling bagus. Rumah sakit akan menerima status ini jika ke-15 bab yang disurvey semuanya mendapat nilai minimal 80%
E. Pelayanan Yang Ada di Rumah Sakit 1. Layanan Medis
a) Poliklinik masing-masing spesialis b) Bagian unit gawat darurat
c) Ruang operasi d) Laboratorium klinis
e) Radiologi, ruang Tunggu Pasien 2. Layanan Rawat Inap
a) Ruang tidur rawat inap b) Ruang obat
3. Layanan Keperawatan a) Farmasi
b) Ruang perawat c) Perawatan poliklinik d) Rekam medik 4. Layanan Administrasi
Layanan ini bertugas mengurus masalah-masalah administrasi, meliputi data-data pasien, data staff, pembayaran pengobatan dan administrasi lainnya.
5. Layanan Housekeeping dan Teknis
BAB III PENUTUP A. Kesimpulan
Akreditasi rumah sakit merupakan sebuah proses penilaian dan penetapan kelayakan rumah sakit berdasarkan standar pelayanan yang telah ditetapkan oleh lembaga independen akreditasi kementerian kesehatan. Akreditasi juga mendorong perubahan rumah sakit yang lebih berkualitas dan meningkatkan kerjasama antara lain, disiplin, profesi, dalam melayani pasien.
Akreditasi jug sebagai pedoman yang berisi tingkat pencapaian yang harus dipenuhi oleh rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
DAFTAR PUSTAKA
https://krakataumedika.com/info-media/artikel/akreditasi-rumah-sakit https://grhasia.jogjaprov.go.id/berita/62/akreditasi-rumah-sakit-versi-
2012.html#:~:text=Akreditasi%20bertujuan%20untuk%20%3A,program%20pemerintah%20di
%20bidang%20kesehatan.
Ensiklopedi Nasional Indonesia. 2004. Bekasi: Delta Pamungkas. ISBN 979-9327-00-8. Hal.213.
https://smartplusconsulting.com/2019/06/tingkat-kelulusan-akreditasi-rumah-sakit/
(Inggris)Accreditation of Certification Bodies Diarsipkan 2008-05-09 di Wayback Machine., Forest Stewardship Council website (accessed January 25, 2008)
https://krakataumedika.com/info-media/artikel/akreditasi-rumah-sakit
https://dataindonesia.id/ragam/detail/indonesia-miliki-3112-rumah-sakit-pada-2021