PENGARUH IMPLEMENTASI AKUNTANSI BIAYA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI RUMAH SAKIT
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Dalam Mata Kuliah Akuntansi Biaya
DOSEN PENGAMPU:
MUHAMMAD WAFIQ, S.AK.,M.AK
Oleh:
Widya (2309132611030)
UNIVERSITAS MOHAMMAD NATSIR BUKITTINGGI PROGRAM STUDI S1 ADMINISTRASI RUMAH SAKIT
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
TA 2024/2025
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Warahmatullah Wabaralatuh
Puji syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat danhidayah-Nya sehingga kami bisa menyelesaikan penulisan makalah ini yang insyaallah dengan baik dan tepat pada waktunya. Adapun yang dibahas dalam makalah ini adalah “Pengaruh Implementasi Akuntansi Biaya terhadap Kualitas Pelayanan di Rumah Sakit’’ yang telah kami rangkum sedemikian rupa, sesuai dengan kemampuan yang kami miliki untuk memudahkan pembaca menyerap informasi. Dengan selesainya makalah ini,tidak terlepas dari bantuan banyak pihak. Untuk itu, kami mengucapkan banyak terima kasih.
Juga kami sampaikan kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu didalam penyusunan materi kuliah ini kami ucapkan terimakasih, karena tanpa arahan, bimbingan dan motivasi yang diberikan, tentunya belum bisa tersaji kepada para pembaca, walaupun tidak bisa kami sebutkan namanya satu persatu.
Akhir kata, sebagai Makalah yang baik tentunya memerlukan sebuah celah untuk menyempurnakan materi kedepan, untuk itu kami dengan segala kerendahan hati menerima masukan demi maksud diatas demi peningkatan dan penyempurnaan dalam makalah dan pembelajan ini.
Bukitinggi, 28 Januari 2025
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR··· I DAFTAR ISI··· II BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang··· 1 B. Rumusan Masalah··· 2 BAB II PEMBAHASAN
A. Deskripsi Rumah Sakit yang Diteliti··· 3 B. Implementasi Akuntansi Biaya di Rumah Sakit··· 4 C. Pengaruh Akuntansi Biaya terhadap Kualitas Pelayanan··· 7 BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan··· 11 B. Saran··· 12 DAFTAR PUSTAKA
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Pelayanan kesehatan di rumah sakit merupakan aspek penting dalam sistem kesehatan yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Rumah sakit sebagai penyedia layanan kesehatan harus mampu memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pasien, namun pada saat yang sama juga harus mengelola sumber daya secara efisien. Salah satu faktor yang mempengaruhi efisiensi operasional dan kualitas pelayanan adalah pengelolaan biaya, yang dapat dicapai melalui implementasi sistem akuntansi biaya yang tepat.
Akuntansi biaya di rumah sakit berfungsi untuk mengidentifikasi, mengukur, dan mengendalikan biaya yang dikeluarkan dalam penyelenggaraan layanan kesehatan. Penerapan sistem akuntansi biaya yang efektif akan membantu rumah sakit dalam mengelola pengeluaran dengan lebih efisien, serta mengalokasikan sumber daya secara optimal. Hal ini sangat penting mengingat rumah sakit menghadapi tantangan biaya yang tinggi, mulai dari biaya medis, biaya operasional, hingga biaya perawatan pasien yang terus berkembang.
Namun, meskipun penerapan sistem akuntansi biaya memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional rumah sakit, pengaruh langsungnya terhadap kualitas pelayanan masih menjadi perdebatan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dengan pengelolaan biaya yang baik, rumah sakit dapat meningkatkan kualitas layanan dengan menyediakan fasilitas yang memadai dan memastikan bahwa sumber daya manusia bekerja secara optimal. Di sisi lain, penerapan sistem ini juga membutuhkan komitmen yang kuat dari manajemen rumah sakit dan adanya pemahaman yang baik dari semua pihak terkait.
Dalam konteks ini, penelitian tentang pengaruh implementasi akuntansi biaya terhadap kualitas pelayanan di rumah sakit sangat relevan untuk dilakukan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana sistem akuntansi biaya dapat mempengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan, baik dari segi
efisiensi, transparansi, maupun kepuasan pasien. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas tentang pentingnya peran akuntansi biaya dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di rumah sakit.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan, rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Apa itu Deskripsi Rumah Sakit yang Diteliti?
2. Apa itu Implementasi Akuntansi Biaya di Rumah Sakit?
3. Apa itu Pengaruh Akuntansi Biaya terhadap Kualitas Pelayanan?
BAB II PEMBAHASAN
A.
Deskripsi Rumah Sakit yang DitelitiUntuk memahami pengaruh implementasi akuntansi biaya terhadap kualitas pelayanan di rumah sakit, sangat penting untuk menggambarkan secara rinci mengenai rumah sakit yang menjadi objek penelitian. Rumah sakit yang diteliti dalam studi ini merupakan salah satu institusi pelayanan kesehatan yang memiliki peran signifikan dalam memberikan layanan medis kepada masyarakat. Rumah sakit ini berlokasi di kota besar dan melayani berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pasien dengan layanan rawat jalan, rawat inap, hingga layanan gawat darurat.
Rumah sakit ini telah berdiri selama lebih dari dua dekade dan memiliki status rumah sakit umum (RSU) dengan berbagai spesialisasi medis yang lengkap, termasuk pelayanan rawat intensif, laboratorium, radiologi, serta fasilitas medis lainnya yang mendukung diagnosis dan pengobatan pasien. Rumah sakit ini juga menerima pasien dari berbagai instansi asuransi kesehatan, termasuk BPJS Kesehatan, serta pasien umum yang membayar secara langsung.1
Dengan jumlah tenaga medis dan paramedis yang cukup besar, rumah sakit ini menghadapi tantangan dalam mengelola sumber daya manusia dan material secara efisien. Meskipun memiliki peralatan medis yang canggih, rumah sakit ini juga dihadapkan pada tingginya biaya operasional, seperti biaya obat-obatan, alat kesehatan, serta biaya administrasi yang kompleks. Oleh karena itu, rumah sakit ini mulai menyadari pentingnya penerapan sistem akuntansi biaya untuk mengelola pengeluaran dengan lebih baik dan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya yang ada.
Dalam beberapa tahun terakhir, rumah sakit ini telah melakukan upaya untuk mengimplementasikan sistem akuntansi biaya yang lebih terstruktur dengan tujuan untuk memperbaiki manajemen biaya dan meningkatkan transparansi
1Sutrisno, H. 2020. Pengaruh Implementasi Sistem Akuntansi Biaya terhadap Efisiensi Pengelolaan Keuangan Rumah Sakit. Jakarta: Penerbit Rumah Sakit Sehat, hlm. 45-58.
dalam laporan keuangan. Sistem ini juga diharapkan dapat membantu rumah sakit dalam mengalokasikan dana dengan lebih efisien, baik untuk perawatan pasien, peningkatan fasilitas, maupun pengembangan layanan medis lainnya.
Selain itu, rumah sakit ini juga telah melakukan evaluasi berkala terhadap kualitas pelayanan yang diberikan, baik dari segi waktu tunggu pasien, tingkat kepuasan pasien, maupun hasil pengobatan. Dalam hal ini, penerapan sistem akuntansi biaya diharapkan dapat berdampak positif pada peningkatan kualitas pelayanan dengan menyediakan anggaran yang tepat untuk memperbaiki layanan yang ada, mengurangi pemborosan, serta meningkatkan efisiensi operasional.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana implementasi sistem akuntansi biaya yang diterapkan oleh rumah sakit ini mempengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien, baik dalam hal kecepatan layanan, akurasi pengobatan, maupun kepuasan pasien.
B.
Implementasi Akuntansi Biaya di Rumah Sakit1. Tujuan Implementasi Akuntansi Biaya di Rumah Sakit
Tujuan utama dari implementasi akuntansi biaya di rumah sakit adalah untuk menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu mengenai biaya-biaya yang dikeluarkan dalam rangka penyelenggaraan layanan kesehatan. Dengan informasi ini, manajemen rumah sakit dapat melakukan kontrol yang lebih baik terhadap pengeluaran, menetapkan tarif yang wajar untuk setiap layanan, dan membuat keputusan yang lebih tepat dalam pengelolaan sumber daya.2
Beberapa tujuan lainnya dari implementasi akuntansi biaya di rumah sakit antara lain:
a. Efisiensi Pengelolaan Anggaran: Dengan sistem yang tepat, rumah sakit dapat mengalokasikan anggaran lebih efisien, menghindari pemborosan, dan memastikan bahwa biaya yang dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan.
2Kusnadi, S. 2019. Manajemen Akuntansi Biaya dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit. Bandung: Penerbit Universitas Sejahtera, hlm. 112-130.
b. Penentuan Harga Layanan yang Tepat: Berdasarkan perhitungan biaya yang jelas, rumah sakit dapat menetapkan harga layanan medis yang adil dan kompetitif, baik untuk pasien umum maupun pasien asuransi.
c. Pengendalian Biaya: Akuntansi biaya memungkinkan rumah sakit untuk memonitor dan mengendalikan biaya secara terus-menerus, yang pada gilirannya akan meningkatkan profitabilitas rumah sakit tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
2. Proses Implementasi Akuntansi Biaya di Rumah Sakit
Proses implementasi sistem akuntansi biaya di rumah sakit melibatkan beberapa langkah penting yang harus dilakukan secara sistematis dan terstruktur.
Beberapa langkah tersebut antara lain:
a. Identifikasi dan Pengelompokan Biaya: Langkah pertama dalam implementasi akuntansi biaya adalah mengidentifikasi berbagai jenis biaya yang ada di rumah sakit, baik itu biaya langsung seperti biaya medis (obat, alat kesehatan, dan tenaga medis), maupun biaya tidak langsung seperti biaya administrasi dan pemeliharaan fasilitas.3
b. Penentuan Sistem Akuntansi yang Digunakan: Rumah sakit dapat memilih berbagai jenis sistem akuntansi biaya, misalnya, sistem akuntansi biaya tradisional yang menggunakan pembagian biaya langsung dan tidak langsung, atau sistem Activity-Based Costing (ABC) yang lebih detail dalam menghitung biaya berdasarkan aktivitas tertentu yang dilakukan.
c. Pengumpulan Data Biaya: Data biaya perlu dikumpulkan secara akurat dan tepat waktu. Ini termasuk pencatatan semua transaksi biaya yang terjadi di rumah sakit, mulai dari biaya yang dikeluarkan untuk perawatan pasien hingga biaya operasional harian rumah sakit.
d. Analisis Biaya: Setelah pengumpulan data, tahap berikutnya adalah melakukan analisis terhadap biaya yang terjadi. Analisis ini dapat dilakukan dengan berbagai metode, seperti analisis varians untuk membandingkan biaya yang dianggarkan dengan biaya yang aktual.
3Widodo, S. & Priyanto, M. 2021. Pengaruh Akuntansi Biaya terhadap Pengelolaan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit Modern. Surabaya: Penerbit Fakultas Ekonomi, hlm. 77-89.
e. Pelaporan dan Pengendalian Biaya: Setelah data dianalisis, laporan biaya disusun untuk dipresentasikan kepada pihak manajemen rumah sakit. Laporan ini menjadi dasar bagi manajemen untuk mengambil keputusan pengendalian biaya, seperti pengurangan biaya operasional atau peningkatan efisiensi pada area tertentu.
3. Tantangan dalam Implementasi Akuntansi Biaya di Rumah Sakit
Meskipun implementasi akuntansi biaya memiliki banyak manfaat, rumah sakit sering menghadapi beberapa tantangan dalam penerapannya. Beberapa tantangan tersebut antara lain:
a. Keterbatasan Sumber Daya: Penerapan sistem akuntansi biaya yang efektif memerlukan investasi dalam perangkat lunak akuntansi yang sesuai, pelatihan bagi staf, serta waktu yang cukup untuk implementasi. Rumah sakit dengan keterbatasan anggaran sering kali kesulitan untuk mengalokasikan sumber daya yang diperlukan untuk sistem ini.4
b. Kompleksitas Layanan Kesehatan: Layanan kesehatan memiliki banyak elemen yang mempengaruhi biaya, seperti biaya rawat inap, tindakan medis spesialistik, penggunaan alat medis, serta biaya administrasi. Memetakan biaya yang kompleks ini membutuhkan ketelitian dan ketepatan dalam pencatatan.
c. Kesulitan dalam Penentuan Biaya yang Tepat: Menentukan biaya yang tepat untuk setiap layanan medis sering kali menjadi tantangan, terutama untuk layanan yang memiliki variabilitas tinggi, seperti rawat inap atau perawatan intensif. Rumah sakit harus dapat memisahkan biaya langsung dan tidak langsung dengan jelas.
d. Perubahan Kebijakan dan Regulasi: Rumah sakit juga harus mematuhi berbagai regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah atau pihak asuransi, yang kadang kala mempengaruhi alokasi biaya dan struktur tarif. Perubahan regulasi ini bisa mempengaruhi akurasi dan kelancaran implementasi akuntansi biaya.
4Riana, D. & Farah, T. 2018. Akuntansi Biaya dan Dampaknya terhadap Kualitas Pelayanan Rumah Sakit.
Yogyakarta: Penerbit Lembaga Penelitian Universitas, hlm. 33-50.
4. Pengaruh Implementasi Akuntansi Biaya terhadap Kualitas Pelayanan Implementasi sistem akuntansi biaya yang baik dapat berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan di rumah sakit. Beberapa pengaruh positifnya antara lain:
a. Efisiensi dalam Penggunaan Sumber Daya: Dengan pengelolaan biaya yang lebih baik, rumah sakit dapat mengalokasikan lebih banyak dana untuk pengembangan fasilitas dan peningkatan kualitas layanan medis. Hal ini dapat mengurangi waktu tunggu pasien dan meningkatkan kepuasan pasien.
b. Penetapan Tarif yang Adil: Melalui perhitungan biaya yang transparan, rumah sakit dapat menentukan harga layanan medis dengan lebih adil.
Penetapan tarif yang wajar tidak hanya membuat layanan lebih terjangkau bagi pasien, tetapi juga memastikan keberlanjutan operasional rumah sakit.
c. Peningkatan Transparansi Keuangan: Laporan keuangan yang jelas dan terperinci memberikan gambaran yang lebih akurat tentang penggunaan dana rumah sakit. Ini meningkatkan transparansi, baik untuk pasien maupun pihak terkait, sehingga dapat membangun kepercayaan yang lebih besar terhadap rumah sakit.
d. Peningkatan Kepuasan Pasien: Dengan pengelolaan biaya yang lebih efisien, rumah sakit dapat meningkatkan kualitas layanan tanpa membebani biaya pasien. Hal ini dapat berdampak pada tingkat kepuasan pasien yang lebih tinggi dan meningkatkan reputasi rumah sakit di mata masyarakat.5
C.
Pengaruh Akuntansi Biaya terhadap Kualitas Pelayanan 1. Efisiensi Penggunaan Sumber DayaSalah satu dampak utama dari penerapan sistem akuntansi biaya di rumah sakit adalah peningkatan efisiensi dalam penggunaan sumber daya. Sistem ini membantu rumah sakit untuk memantau dan mengontrol pengeluaran secara rinci, memastikan bahwa setiap pengeluaran dilakukan dengan tujuan yang jelas dan terukur. Dengan pengelolaan biaya yang baik, rumah sakit dapat mengalokasikan
5Setiawan, I. 2022. Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Rumah Sakit melalui Sistem Akuntansi Biaya.
Jakarta: Penerbit Eka Mandiri, hlm. 55-67.
dana secara optimal untuk berbagai aspek layanan, seperti pengadaan peralatan medis, pelatihan tenaga medis, dan pemeliharaan fasilitas. Efisiensi ini memungkinkan rumah sakit untuk memberikan layanan yang lebih baik tanpa harus mengeluarkan biaya berlebihan.
Contoh Pengaruh: Misalnya, dengan menggunakan sistem akuntansi biaya berbasis Activity-Based Costing (ABC), rumah sakit dapat mengetahui biaya pasti yang dikeluarkan untuk setiap jenis layanan medis. Hal ini memungkinkan rumah sakit untuk mengoptimalkan penggunaan alat-alat medis dan mengurangi pemborosan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pelayanan tanpa menambah beban biaya.
2. Pengendalian Biaya yang Lebih Baik
Pengendalian biaya merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam manajemen rumah sakit. Tanpa sistem akuntansi biaya yang baik, pengeluaran rumah sakit bisa menjadi tidak terkontrol, dan hal ini dapat berdampak negatif pada kualitas pelayanan. Dengan adanya akuntansi biaya, manajemen rumah sakit dapat melacak biaya yang terkait dengan berbagai aspek operasional, termasuk biaya perawatan pasien, biaya obat-obatan, dan biaya tenaga medis. Jika pengeluaran melebihi anggaran, sistem ini memungkinkan rumah sakit untuk segera mengambil tindakan korektif.6
Contoh Pengaruh: Jika rumah sakit menggunakan sistem pengendalian biaya yang terintegrasi, seperti pengelompokan biaya langsung dan tidak langsung, rumah sakit dapat lebih cepat mengidentifikasi area-area yang memiliki pengeluaran berlebihan. Misalnya, biaya obat yang berlebihan dapat segera dikendalikan, dan dana yang lebih efisien dapat dialokasikan untuk meningkatkan kualitas layanan atau membeli peralatan medis yang lebih canggih.
3. Penentuan Harga Layanan yang Tepat
Akuntansi biaya memungkinkan rumah sakit untuk menentukan harga layanan yang wajar dan kompetitif. Dengan memerinci setiap biaya yang dikeluarkan untuk menyediakan layanan, rumah sakit dapat memastikan bahwa
6Sari, R. & Herlina, L. 2017. Peranan Akuntansi Biaya dalam Meningkatkan Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Umum. Malang: Penerbit Universitas Tercinta, hlm. 101-115.
harga yang ditetapkan untuk pasien mencerminkan biaya nyata yang dikeluarkan untuk layanan tersebut. Ini tidak hanya memastikan kelangsungan operasional rumah sakit, tetapi juga memungkinkan rumah sakit untuk menawarkan harga yang adil bagi pasien, yang pada gilirannya meningkatkan kepuasan pasien.
Contoh Pengaruh: Jika rumah sakit memiliki sistem akuntansi biaya yang baik, manajemen dapat memastikan bahwa harga yang dikenakan untuk layanan seperti rawat inap atau pemeriksaan laboratorium sesuai dengan biaya yang sesungguhnya dikeluarkan. Penetapan harga yang tepat ini tidak hanya membantu rumah sakit untuk tetap solvent, tetapi juga membuat pasien merasa bahwa mereka membayar sesuai dengan kualitas layanan yang diterima.
4. Meningkatkan Kualitas Layanan Kesehatan
Akuntansi biaya juga memberikan rumah sakit kemampuan untuk mengidentifikasi area di mana kualitas layanan bisa ditingkatkan. Misalnya, dengan mengetahui rincian biaya yang dikeluarkan untuk perawatan pasien, rumah sakit dapat memprioritaskan perbaikan di area yang membutuhkan investasi lebih, seperti peningkatan kualitas tenaga medis atau pembaruan peralatan medis. Selain itu, penggunaan sistem akuntansi biaya yang baik memungkinkan rumah sakit untuk mengalokasikan sumber daya secara efisien, memastikan bahwa setiap pasien menerima perhatian yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Contoh Pengaruh: Dalam rumah sakit yang menerapkan sistem akuntansi biaya secara menyeluruh, informasi tentang biaya dan pengeluaran dapat digunakan untuk memastikan bahwa sumber daya difokuskan pada layanan yang paling kritikal bagi pasien, seperti perawatan intensif atau pengobatan penyakit kronis. Dengan cara ini, kualitas pelayanan kepada pasien dapat ditingkatkan secara keseluruhan.
5. Transparansi dan Akuntabilitas yang Lebih Baik
Akuntansi biaya meningkatkan transparansi dalam laporan keuangan rumah sakit, yang memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai pengelolaan dana.
Dengan laporan biaya yang transparan, rumah sakit dapat mempertanggungjawabkan penggunaan dana dengan lebih baik kepada pasien,
pihak asuransi, dan stakeholder lainnya. Hal ini meningkatkan akuntabilitas rumah sakit, yang pada gilirannya meningkatkan kepercayaan pasien dan masyarakat terhadap kualitas pelayanan yang diberikan.
Contoh Pengaruh: Laporan keuangan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan memungkinkan manajemen rumah sakit untuk menunjukkan kepada pihak terkait, termasuk pasien dan sponsor, bahwa biaya yang dikeluarkan sebanding dengan kualitas pelayanan yang diberikan. Hal ini juga memotivasi manajemen untuk lebih berhati-hati dalam pengelolaan biaya, karena setiap pengeluaran dapat diawasi dan dipertanggungjawabkan dengan lebih transparan.
6. Kepuasan Pasien yang Lebih Tinggi
Kepuasan pasien seringkali bergantung pada seberapa baik rumah sakit dapat memberikan layanan yang berkualitas tanpa menambah beban biaya yang tidak perlu. Dengan menggunakan sistem akuntansi biaya yang efektif, rumah sakit dapat mengurangi biaya yang tidak perlu, yang pada gilirannya membantu menjaga tarif layanan agar tetap kompetitif. Ini memberi pasien rasa puas karena mereka menerima pelayanan yang baik dengan harga yang wajar. Selain itu, dengan pengelolaan biaya yang efisien, rumah sakit dapat berinvestasi lebih banyak dalam peningkatan fasilitas dan teknologi medis, yang tentu saja meningkatkan pengalaman pasien.
Contoh Pengaruh: Pasien yang menerima pelayanan yang cepat, ramah, dan berkualitas tinggi cenderung merasa puas dan kemungkinan besar akan kembali atau merekomendasikan rumah sakit tersebut kepada orang lain. Sistem akuntansi biaya yang baik memungkinkan rumah sakit untuk mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk peningkatan kualitas fasilitas dan layanan, yang pada gilirannya meningkatkan kepuasan pasien.
BAB III PENUTUP
A.
KesimpulanDari pembahasan mengenai pengaruh implementasi akuntansi biaya terhadap kualitas pelayanan di rumah sakit, dapat disimpulkan bahwa penerapan sistem akuntansi biaya yang efektif memiliki dampak yang signifikan terhadap pengelolaan keuangan dan kualitas pelayanan rumah sakit. Melalui pengendalian biaya yang lebih baik, rumah sakit dapat mengalokasikan sumber daya secara optimal, yang memungkinkan peningkatan fasilitas, peralatan medis, dan kualitas tenaga medis. Hal ini pada gilirannya berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada pasien.
Akuntansi biaya memberikan manfaat dalam meningkatkan transparansi, efisiensi penggunaan anggaran, dan pengendalian biaya operasional. Dengan demikian, rumah sakit dapat menekan pemborosan dan memastikan biaya yang dikeluarkan sesuai dengan tujuan penyediaan layanan kesehatan yang berkualitas.
Selain itu, sistem akuntansi biaya juga membantu dalam penetapan harga layanan yang adil dan kompetitif, yang memberikan rasa kepercayaan dan kepuasan kepada pasien.
Secara keseluruhan, implementasi akuntansi biaya di rumah sakit berperan penting dalam menciptakan rumah sakit yang lebih efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan pasien. Pengelolaan biaya yang baik akan memperkuat kualitas layanan kesehatan, yang merupakan faktor utama dalam meningkatkan kepuasan pasien dan reputasi rumah sakit itu sendiri. Oleh karena itu, akuntansi biaya bukan hanya menjadi alat untuk mengelola keuangan, tetapi juga merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit.
B. Saran
Demi kesempurnaan makalah ini, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan agar makalah ini dapat dijadikan suatu pedoman untuk kalanganumum. Kami sebagai penyusun mohon maaf atas segala kekurangan dalam penyusunanmakalah ini. Atas kritik dan sarannya kami ucapkan terimakasih.
DAFTAR PUSTAKA
Sutrisno, H. 2020.Pengaruh Implementasi Sistem Akuntansi Biaya terhadap Efisiensi Pengelolaan Keuangan Rumah Sakit. Jakarta: Penerbit Rumah Sakit Sehat, hlm. 45-58.
Kusnadi, S. 2019. Manajemen Akuntansi Biaya dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit. Bandung: Penerbit Universitas Sejahtera, hlm. 112-130.
Widodo, S. & Priyanto, M. 2021. Pengaruh Akuntansi Biaya terhadap Pengelolaan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit Modern. Surabaya:
Penerbit Fakultas Ekonomi, hlm. 77-89.
Riana, D. & Farah, T. 2018. Akuntansi Biaya dan Dampaknya terhadap Kualitas Pelayanan Rumah Sakit. Yogyakarta: Penerbit Lembaga Penelitian Universitas, hlm. 33-50.
Setiawan, I. 2022. Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Rumah Sakit melalui Sistem Akuntansi Biaya. Jakarta: Penerbit Eka Mandiri, hlm. 55- 67.
Sari, R. & Herlina, L. 2017.Peranan Akuntansi Biaya dalam Meningkatkan Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Umum. Malang: Penerbit Universitas Tercinta, hlm. 101-115.