DRAINASE
PERKOTAAN
Kode MK: TSUWP6211 (2 SKS)
Institut Teknologi Garut
Oleh : Alan Wijaya, ST., MPSDA
1
MINGGU 01
2
Alan Wijaya, ST., MSPSDA
Teknik Sipil – Institut Teknologi Garut
Riwayat Pendidikan:
1. S2 - Magister Pengelolaan Sumber Daya Air Institut Teknologi Bandung (2018)
2. S1 - Teknik Sipil
Universitas Jenderal Achmad Yani (2015) 3. DIII – Teknik Sipil Konsentrasi Pengairan
Politeknik Negeri Ujung Pandang (2012)
Institut Teknologi Garut
Teknik Sipil & Perencanaan
Riwayat Pekerjaan:
1. PT. RAYAKONSULT
Drafter & Tenaga Ahli Sumber Daya Air 2. PT. LAPI ITB
Tenaga Ahli Sumber Daya Air 3. KONSULTAN INDIVIDUAL
Tenaga Ahli Sumber Daya Air
Skills:
1. Photopshop, Word, Excel, Power Point 2. Autodesk AutoCAD
3. Autodesk Civil 3D
4. ArcGIS (Pemetaan) 5. Quantum GIS (Pemetaan)
6. HEC-RAS (Modeling Hidrolika & Banjir) 7. HEC-HMS (Modeling Hidrologi)
8. Mike Zero (Modeling Hidrolika & Banjir) 9. FREEWAT (Modeling Air Tanah)
10. ArcSWAT (Modeling Sedimen & Erosi) 3
Outline:
2. Tata Tertib
1. Rencana Pembelajaran
4. Fungsi Drainase
3. Pengertian Drainase
5. Tujuan Drainase 6. Pedoman
Institut Teknologi Garut
Teknik Sipil & Perencanaan
4
Rencana Pembelajaran Minggu ke-1 & ke-2
Mahasiswa mampu menjelaskan jenis-jenis drainase
Sub-CPMK
Institut Teknologi Garut
Teknik Sipil & Perencanaan
1.1 Ketepatan menjelaskan fungsi dari drainase
1.2 Ketepatan menjelaskan jenis drainase perkotaan 1.3 Ketepatan menjelaskan jenis drainase jalan
1.4 Ketepatan menjelaskan jenis drainase bandara 1.5 Ketepatan menjelaskan jenis drainase stadion Indikator
: :
Materi Pembelajaran:
- Drainase Perkotaan - Drainase Jalan
- Drainase Bandara, dan - Drainase Stadion
5
Jadwal Kuliah:
- Kelas A : 8.00 s/d 9.40 (Jumat) - Kelas B : 8.00 s/d 9.40 (Sabtu) - Kelas C : 13.00 s/d 14.40 (Kamis) - Kelas D : 9.40 s/d 11.20 (Sabtu)
Perkuliahan:
- 14 Kali Pertemuan - UTS
- UAS - Tugas
Syarat Kelulusan, Kehadiran Minimal 75%
*Kuliah Tatap Muka
Tata Tertib
Pakaian Rapih Menggunakan Kemeja & Sopan
Institut Teknologi Garut
Teknik Sipil & Perencanaan
6
DRAINASE
PERKOTAAN
1
7
Pengertian Drainase
Institut Teknologi Garut
Teknik Sipil & Perencanaan
Drainase secara umum didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari usaha untuk
mengalirkan air yang berlebihan
dalam suatu konteks pemanfaatan tertentu.Drainase perkotaan adalah ilmu yang diterapkan mengkhususkan pengkajian pada kawasan
perkotaan yang erat kaitannya dengan kondisi lingkungan social yang ada di kawasan kota.
Drainase perkotaan / terapan merupakan sistem pengiringan dan pengaliran air dari wilayah perkotaan yang meliputi:
- Permukiman
- Kawasan Industri
- Kampus dan Sekolah
- Rumah Sakit dan Fasilitas Umum - Lapangan Olaharaga
- Lapangan Parkir
- Pelabuhan Udara (Bandara)
8
Tujuan Drainase
Institut Teknologi Garut
Teknik Sipil & Perencanaan
Untuk meningkatkan dan menjaga kesehatan lingkungan permukiman.
Pengendalian kelebihan air permukaan terhadap daya rusak yang dilakukan secara aman, lancar dan efisien, serta sejauh mungkin dapat mendukung kelestarian lingkungan.
Untuk mengurangi / menghilangkan genangan-genangan air yang menyebabkan bersarangnya
nyamuk malaria dan penyakit-penyakit lain seperti: demam berdarah, disentri serta penyakit lain yang disebabkan kurang sehatnya lingkungan permukiman.
Untuk memperpanjang umur ekonomi sarana-sarana fisik antara lain: jalan, kawasan
permukiman, kawasan perdagangan dari kerusakan serta gangguan kegiatan akibat tidak berfungsinya sarana drainase.
9
Institut Teknologi Garut
Teknik Sipil & Perencanaan
Sumber : https://www.garutkab.go.id/
Kerusakan Jalan akibat tidak
adanya saluran drainase sehingga aliran dan genangan air
menyebabkan gerusan dan lubang pada jalan.
Sumber : https://bandung.viva.co.id/
Kawasan permukiman yang memiliki sistem drainase yang buruk
sehingga tidak dapat mengalirkan
air limpasan secara maksimal pada saat hujan deras.
10
Institut Teknologi Garut
Teknik Sipil & Perencanaan
Sumber : https://rejabar.republika.co.id/
Longsor pada badan jalan akibat tidak adanya drainase sehingga
aliran air hujan menggerus tanah yang ada pada sela-sela jalan
dan tanah.
11
Fungsi Drainase Perkotaan Secara Umum
Institut Teknologi Garut
Teknik Sipil & Perencanaan
Mengeringkan bagian wilayah kota dari genangan sehingga tidak menimbulkan dampak negatif.
Mengalirkan air permukaan ke badan air penerima terdekat secepatnya.
Mengendalikan kelebihan air permukan yang dapat dimanfaatkan untuk persedian air dan kehidupan akuatik.
Meresapkan air permukaan untuk menjaga kelestarian air tanah (konservasi air).
12 Melindungi sarana dan prasarana yang sudah
terbangun.
Sumber : https://www.bukabangunan.com/
Berdasarkan Fungsi Layanan
Institut Teknologi Garut
Teknik Sipil & Perencanaan
Sistem Drainase Lokal
Yang termasuk sistem drainase lokal adalah saluran awal yang melayani suatu kawasan kota tertentu seperti komplek
permukiman, areal pasar, perkantoran, areal industri dan komersial. Sistem ini melayani areal kurang dari 10 ha.
Pengelolaan sistem drainase lokal menjadi tanggung jawab masyarakat, pengembang atau instansi lainnya.
Sistem Drainase Utama
Yang termasuk dalam sistem drainase utama adalah saluran
drainase primer, sekunder, tersier beserta bangunan pelengkapnya yang melayani kepentingan sebagian besar warga masyarakat.
Pengelolaan sistem drainase utama merupakan tanggung jawab pemerintah kota.
Pengendalian Banjir (Flood Control)
Sungai yang melalui wilayah kota yang berfungsi mengendalikan air sungai, sehingga tidak mengganggu dan dapat memberi manfaat
bagi kehidupan masyarakat. Pengelolaan pengendalian menjadi tanggung jawab Direktorat Jenderal SDA.
13
Sumber : Buku Ajar PEMODELAN DAN PERENCANAAN DRAINASE
Berdasarkan Fisiknya
Institut Teknologi Garut
Teknik Sipil & Perencanaan
Sistem Saluran Primer
Adalah saluran utama yang menerima masukan aliran dari saluran sekunder. Dimensi saluran ini relatif besar Dimana akhir saluran primer adalah badan penerima air.
Sistem Saluran Sekunder
Adalah saluran terbuka atau tertutup yang berfungsi menerima aliran air dari saluran tersier dan limpasan air dari permukaan sekitarnya, dan meneruskan air ke saluran primer. Dimensi saluran tergantung pada debit yang dialirkan
Sistem Saluran Tersier
Adalah saluran drainase yang menerima air dari saluran drainase lokal.
14
Jenis Drainase Menurut Asalnya
Institut Teknologi Garut
Teknik Sipil & Perencanaan
15
Saluran Alam ( Natural )
Terbentuk alami oleh aliran atau gerusan air yang begerak.
Saluran Buatan ( Artificial )
Dibuat dengan tujuan tertentu yang memerlukan bangunan penunjang seperti (pipa, dsb)
Jenis Drainase Menurut Letak Saluran
Institut Teknologi Garut
Teknik Sipil & Perencanaan
16
Drainase Permukaan ( Surface Drainage )
Berfungsi mengalirkan air limpasan
permukaan
Media drainase berada dibawah permukaan tanah
Drainase Bawah Permukaan
( Subsurface Drainage )
Institut Teknologi Garut
Teknik Sipil & Perencanaan
Saluran terbuka yaitu saluran yang lebih cocok untuk drainase air hujan yang
terletak di daerah yang mempunyai luasan yang cukup, ataupun untuk drainase air non-hujan yang tidak membahayakan
kesehatan/ mengganggu lingkungan.
17
Jenis Drainase Menurut Konstruksi
Saluran Terbuka
Saluran tertutup yaitu saluran yang pada umumnya
sering dipakai untuk aliran kotor (air yang mengganggu kesehatan/lingkungan) atau untuk saluran yang terletak di kota/permukiman.
Saluran Tertutup
Jenis Drainase Menurut Fungsi
Institut Teknologi Garut
Teknik Sipil & Perencanaan
18
Single Purpose
Single purpose yaitu saluran yang berfungsi mengalirkan
satu jenis air buangan,
misalnya air hujan saja atau jenis air buangan yang lainnya seperti limbah domestik, air limbah industri dan lain – lain.
Multi purpose yaitu saluran yang berfungsi mengalirkan beberapa jenis air buangan baik secara bercampur
maupun bergantian
Multi Purpose
Pola Jaringan Drainase (1)
Institut Teknologi Garut
Teknik Sipil & Perencanaan
Pola Siku
- Dibuat pada daerah yang mempunyai topografi sedikit lebih tinggi dari pada sungai.
- Sungai sebagai saluran pembuang akhir berada akhir berada di tengah kota.
19
Keterangan:
Saluran Utama
Saluran Cabang
Pola Jaringan Drainase (2)
Institut Teknologi Garut
Teknik Sipil & Perencanaan
Pola Paralel
Saluran utama terletak sejajar dengan saluran cabang. Dengan saluran cabang (sekunder) yang cukup banyak dan pendek-pendek, apabila terjadi perkembangan kota, saluran-saluran akan dapat menyesuaikan diri.
20
Keterangan:
Saluran Utama
Saluran Cabang
Pola Jaringan Drainase (3)
Institut Teknologi Garut
Teknik Sipil & Perencanaan
Pola Grid Iron
Untuk daerah dimana sungainya terletak di pinggir kota, sehingga saluran-saluran cabang dikumpulkan dulu pada saluran pengumpulan.
21
Keterangan:
Saluran Utama
Saluran Cabang
Pola Jaringan Drainase (4)
Institut Teknologi Garut
Teknik Sipil & Perencanaan
Pola Alamiah
Sama seperti pola siku, hanya beban sungai pada pola alamiah lebih besar.
22
Keterangan:
Saluran Utama Saluran Cabang
Pola Radial
Pada daerah berbukit, sehingga pola saluran memencar ke segala arah.
Bangunan Penunjang Draiase
Institut Teknologi Garut
Teknik Sipil & Perencanaan
23
Untuk menjamin berfungsinya saluran drainase secara baik maka diperlukannya bangunan-bangunan pelengkap di tempat-tempat tertentu. Jenis bangunan
pelengkap yang dimaksud meliputi:
- Bangunan Silang (Gorong-Gorong);
- Bangunan Pemecah Energi
(Bangunan Terjun & Saluran Curam);
- Bangunan Pengaman Erosi
(Ground Sill / Leveling Structure);
- Bangunan Inlet (Grill Samping / Datar);
- Bangunan Outlet (Kolam Locat Air);
- Bangunan Pintu Air;
- Bangunan Rumah Pompa;
- Bangunan Kolam Tandem / Pengumpul;
- Bangunan Box Kontrol;
- Bangunan Instalasi Pengolahan Limbah:
- Bangunan Siphon;
- Bangunan Pelimpah; dan lain sebagainya
Peraturan
Institut Teknologi Garut
Teknik Sipil & Perencanaan
24
SNI Drainase Jalan Pd.T 02-2006-B
SNI Drainase Perkotaan
SNI 02-2406-1991
Referensi
Institut Teknologi Garut
Teknik Sipil & Perencanaan
Bambang Triatmodjo, 2008, Hidrologi Terapan, Beta Offset, Yogyakarta.
Chow, Maidment, Mays, 1988, Applied Hydrology, MacGraw-Hill.
Suripin, 2003, Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan, Andi, Yogyakarta.
Ponce, Victor Miguel, 1989, Engineering Hydrology.
25 Jurnal-jurnal berkaitan yang terindex.
Terima Kasih
26