• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN KEARSIPAN - Spada UNS

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "MANAJEMEN KEARSIPAN - Spada UNS"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

MANAJEMEN KEARSIPAN

CHAIRUL HUDA ATMA DIRGATAMA

(2)

Penilaian Arsip

1. Pengertian Penilaian Arsip 2. Nilai Guna Arsip

3. Kriteria Nilai Guna Arsip 4. Kriteria Penilaian Arsip

5. Tahap-Tahap Pelaksanaan Penilaian

(3)

Penilaian Arsip

Penilaian arsip merupakan proses menentukan

nilai arsip dilihat dari aspek fungsi dan subtansi

informasinya serta karakteristik fisik atau nilai

instrinsiknya yang dilakukan melalui Langkah-

Langkah teknis pengaturan secara sistematis

dalam unit-unit informasi (Kepka ANRI No. 7

Tahun 2011)

(4)

Nilai Guna Arsip

Nilai guna arsip adalah nilai arsip yang didasarkan pada kegunaannya bagi kepentingan pengguna arsip (Perka ANRI No. 19/2011).

• Nilai guna arsip, meliputi yaitu nilai guna primer dan nilai guna sekunder (Perka ANRI No. 19/2011).

Nilai Guna Primer adalah nilai arsip yang didasarkan pada kegunaan arsip dilihat dari kepentingan instansi atau perusahaan pencipta arsip (Sambas, 2016). Meliputi:

Nilai Guna Administrasi, Hukum, Keuangan, serta Ilmiah dan Teknologi.

Nilai Guna Sekunder adalah nilai arsip yang didasarkan pada kegunaan arsip bagi kepentingan pengguna arsip di luar pencipta arsip dan kegunaannya sebagai bahan bukti pertanggungjawaban nasional dan memori kolektif bangsa (Sambas, 2016).

Meliputi: Nilai Guna Keberadaan/kebuktian (evidential), Informasional, dan

Intrinsik.

(5)

Kriteria Nilai Guna Arsip

Perka ANRI No. 7 Tahun 2001 NILAI GUNA PRIMER

Nilai Guna Administrasi

Nilai Guna Hukum

Nilai Guna Fiskal atau

Keuangan

Nilai Guna

Ilmiah dan

Teknologi

(6)

Kriteria Nilai Guna Arsip

Perka ANRI No. 7 Tahun 2001 NILAI GUNA SEKUNDER

Bernilai Guna Kebuktian

Bernilai Guna Informasional

Bernilai Guna

Intrinsik

(7)

Kriteria Nilai Guna Arsip

Perka ANRI No. 7 Tahun 2001 TABEL NILAI GUNA ARSIP

Nilai Guna Definisi Batasan

Administrasi Tanggung Jawab kedinasan Selesai urusan

Hukum Bukti berkekuatan hukum atas hak dan kewajiban, tanggung jawab, wewenang

Kewenangan dilakukan, haknya habis

Keuangan Tanggung Jawab Keuangan Bukti keuangan dipertanggungjawabkan

Ilmiah dan Teknologi Data ilmiah dan teknologi sebagai hasil penelitian murni atau terapan

Simpan lebih lama

Evidential Bukti keberadaan Lembaga Sejarah Lembaga, Struktur, Fungsi policy Informational Kebutuhan riset dan kesejahteraan Berhubungan dengan orang, benda, kejadian

dan tempat

Intrinsik Keunikan maupun kelangkaan Berhubungan dengan isi, struktur, konteks, dan karakter arsip

(8)

Kriteria Penilaian Arsip

Nilai guna arsip (Primer dan Sekunder).

Bobot informasi (Arsip biasa, Arsip Penting, Arsip Sangat Penting, Arsip Bernilai Sejarah)

Frekuensi penggunaan (Arsip Aktif, Arsip Inaktif)

• Peraturan perundang-undangan yang berlaku.

• Kepentingan lembaga pencipta arsip.

• Pertanggungjawaban nasional

(9)

Tahap Penilaian Arsip

1. Cermati fungsi unit-unit kerja dalam struktur organisasi instansi yang bersangkutan

2. Konversikan setiap butir fungsi tersebut ke dalam pokok masalah yang mendasari seri arsip.

3. Cermati jenis-jenis kegiatan dalam setiap butir fungsi untuk menentukan pengelompokan informasi pada tingkat kegiatan yang tercermin dalam bentuk berkas atau file.

4. Cermati jenis-jenis transaksi untuk setiap kegiatan untuk menentukan pengelompokan informasi pada setiap butir informasi yang tercermin dalam folder atau naskah.

5. Himpun folder atau naskah yang berasal dari kegiatan yang sama dalam berkas dan himpun berkas dari kegiatan dalam butir fungsi yang sama ke dalam seri arsip.

Kepka ANRI No 7 Tahun 2001

(10)

Tahap Penilaian Arsip

6. Lakukan penilaian dari aspek fungsi untuk setiap seri arsip untuk menentukan apakah seri arsip tersebut masih aktif atau sudah inaktif.

7. Lakukan penilaian dari aspek informasinya untuk setiap berkas dari seri tersebut untuk mengetahui apakah arsip harus dimusnahkan setelah jangka waktu tertentu atau harus dilestarikan sebagai arsip bernilai guna permanen karena memiliki nilai guna pertanggungjawaban nasional.

8. Lakukan penilaian apakah arsip yang bernilai guna permanen tersebut masih operasional sehingga harus disimpan di instansi yang bersangkutan atau harus diserahkan ke ANRI, sebagai arsip statis karena sudah tidak operasional lagi.

9. Lakukan langkah-langkah prosedural sesuai ketentuan hukum yang berlaku untuk kepentingan pemusnahan kembali atau penyerahan ke ANRI.

(11)

Tahap Penilaian Arsip

10. Identifikasi hasil penilaian tiap seri dan himpunan masing-masing penilaian yang sama ke dalam empat daftar yaitu :

a. Daftar arsip yang diusulkan musnah.

b. Daftar arsip yang diusulkan untuk disimpan sampai jangka waktu tertentu.

c. Daftar arsip bernilai guna permanen yang masih operasional.

d. Daftar arsip bernilai guna permanen yang sudah tidak operasional sehingga harus diserahkan ke lembaga kearsipan sebagai arsip statis.

(12)

Rinci Proses Tahap Penilaian Arsip

1. Deskripsikan setiap folder atau naskah yang sekurang- kurangnya memuat informasi mengenai jenis kegiatan, jenis transaksi, isi informasi, dan kurun waktu transaksi.

2. Himpun kartu deskripsi atau folder atau naskah dari kegiatan yang sama dalam satu berkas.

3. Himpun berkas dalam satu seri arsip.

4. Lakukan penilaian untuk tiap seri, baik dari aspek

fungsi maupun informasinya.

(13)

Seri arsip diisi sesuai butir fungsi dari unit-unit kerja.

Berkas arsip diisi informasi mengenai arsip atau himpunan arsip yang menceminkan tiap butir kegiatan.

• Folder atau naskah diisi informasi mengenai tiap butir transaksi .

Isi informasi diisi materi informasi yang terkadang dalam folder atau naskah yang bersangkutan.

Kurun waktu diisi tahun, mencakup seluruh isi folder

Rinci Proses Tahap Penilaian Arsip

(14)

TERIMA KASIH

SALAM VOKASI: VOKASI KUAT, MENGUATKAN INDONESIA

Referensi

Dokumen terkait

Proses penyerahan arsip statis dari organisasi atau perorangan ke Lembaga Kearsipan (ANRI) dilakukan dengan berita acara penyerahan arsip statis. Dalam bab ini diuraikan

Arsip merupakan pusat ingatan dari setiap organisasi, apabila arsip yang dimiliki oleh organisasi kurang baik pengelolaannya, maka akibatnya akan mempengaruhi

Setelah mempelajari arsip menurut kata, asal usul dari beberapa sumber di atas, maka dapat disimpulkan bahwa arsip adalah kumpulan data/warkat/surat/ naskah berupa kertas,

5 kesimpulan bahwa Jadwal Retensi Arsip merupakan komponen dari manajemen kearsipan yang menggambarkan jenis-jenis arsip dari lembaga pencipta arsip (creating

Setelah mempelajari arsip menurut kata, asal usul dari beberapa sumber diatas, maka dapat disimpulkan bahwa arsip adalah kumpulan data/warkat/surat/naskah berupa

Setelah mempelajari arsip menurut kata, asal usul dari beberapa sumber di atas, maka dapat disimpulkan bahwa arsip adalah kumpulan data/warkat/surat/ naskah berupa kertas,

Jika penyerahan hanya dilakukan pada bagian tertentu dari lokasi kerja maka PPK dapat dianggap telah menunda pelaksanaan pekerjaan tertentu yang terkait dengan bagian lokasi kerja

Kesenian modern  Kesenian modern yaitu suatu bentuk seni yang penggarapannya didasarkan pada cita rasa baru dikalangan masyarakat pendukungya, akibat pengaruh dari luar dan bahkan