PENDAHULUAN
Perumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kebiasaan buang air besar sembarangan di Desa Sababangunan Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2018. Untuk mengetahui hubungan pendapatan dengan kebiasaan buang air besar sembarangan di Desa Sababangunan Kecamatan Padang Bolak Padang Kabupaten Lawas. Utara pada tahun 2018.
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
- Defenisi
- Pembentukan Perilaku
- Domain Perilaku
- Perilaku Kesehatan
- Perilaku Buang Air Besar Sembarangan
- Pengertian BABS
- Pengertian Tinja
- Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku/kebiasaan
- Kerangka Teori
- Kerangka Konsep
- Hipotesa Penelitian
Perilaku manusia merupakan kegiatan yang timbul sebagai akibat adanya rangsangan dan tanggapan serta dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan pengertian di atas dapat dirumuskan bahwa perilaku manusia adalah tindakan atau kegiatan manusia itu sendiri yang dapat diamati secara langsung atau tidak dapat diamati oleh pihak luar. Perilaku pasif (respon internal), yaitu perilaku yang masih bersifat tertutup, berlangsung dalam diri individu dan tidak dapat diamati secara langsung.
Skinner mendefinisikan perilaku kesehatan sebagai seluruh aktivitas atau tindakan seseorang, baik yang dapat diamati maupun tidak dapat diamati, yang berkaitan dengan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan (Notoatmodjo, 2010). Bangku terbuka (BABS) merupakan salah satu contoh perilaku tidak sehat. Dari pengalaman dan penelitiannya terbukti bahwa perilaku dasar masyarakat adalah tidak meninggalkan kebiasaan buang air besar di sembarang tempat, padahal mereka lebih tahu tentang bahaya yang mungkin timbul jika buang air besar di sembarang tempat.
Edukasi masyarakat mengenai pemanfaatan jamban sebagai tempat buang air besar juga diperoleh melalui pendidikan, pengetahuan dan berbagai informasi yang digunakan dan diterapkan masyarakat dalam kegiatan pengelolaan. Faktor yang paling penting adalah pengeluaran tak terduga untuk pelayanan kesehatan dan penyediaan fasilitas kesehatan seperti kamar mandi keluarga dan tempat sampah lainnya. Aspek kebiasaan buang air besar sembarangan di taman yang kosong, di sungai atau di halaman belakang rumah dapat dipengaruhi oleh rasa aman dan perasaan senang.
METODE PENELITIAN
- Tempat dan Waktu Penelitian
- Tempat penelitian
- Waktu Penelitian
- Populasi dan Sampel Penelitian
- Populasi Penelitian
- Sampel Penelitian
- Alat Pengumpul Data
- Prosedur pengumpul Data
- Data Primer
- Data Sekunder
- Defenisi Operasional
- Pengolahan dan Analisis Data
- Pengolahan Data
- Analisis Data
Berdasarkan tabel diatas diketahui sebagian besar responden dengan pelatihan SMA-PT mempunyai kebiasaan buang air besar di udara terbuka (BABS) yaitu sebanyak 34 orang (65,4%). Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa mayoritas pengetahuan baik mengenai kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS). Ya sebanyak 33 orang (56,9. Berdasarkan tabel diatas diketahui mayoritas sikap negatif terhadap kebiasaan buang air besar di sembarang tempat (BABS) ya ada 45 orang (78,9.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan buang air besar sembarangan (BAB) di Desa Sababangunan Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2018. Berdasarkan hasil penelitian diketahui mayoritas responden berpendidikan SMA – PT pendidikan mempunyai kebiasaan buang air besar sembarangan ( Buang Air Besar) ya, sebanyak 34 orang (65,4%). Terdapat hubungan antara sikap kepala keluarga dengan kebiasaan buang air besar sembarangan (BAB) dengan hasil analisis chi-square nilai signifikan p = 0,000 (p-value < 0,05) dengan nilai OR ( 95% CI) sebesar 0,182.
Tidak terdapat hubungan antara pendidikan kepala rumah tangga dengan kebiasaan buang air besar sembarangan (BAB) dengan hasil analisis chi-square pada nilai signifikan p = 0,960 (p-value > 0,05) dengan OR (95 % CI ) nilai 1,023. Tidak terdapat hubungan antara pekerjaan kepala rumah tangga dengan kebiasaan buang air besar di udara terbuka (BABS) dengan hasil analisis chi-square nilai signifikan p = 0,099 (p-value > 0,05) dengan Nilai OR (95% CI) sebesar 0,396. Tidak terdapat hubungan antara pendapatan kepala rumah tangga dengan kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS) dengan hasil chi-square pada nilai signifikan p = 0,541 (p-value > 0,05) dengan OR (95% CI) nilai 1,313.
HASIL PENELITIAN
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Desa Sababangunan merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Desa Sababangunan dapat ditempuh dari kantor kecamatan dengan waktu tempuh ± 20 menit jika menggunakan kendaraan bermotor. Selain itu, pekerjaan warga Desa Sabagunan adalah pedagang (wirausahawan), pegawai swasta, dan pejabat pemerintah.
Sama halnya dengan desa lainnya, masyarakat Desa Sababangunan mempunyai sikap ramah, mempunyai solidaritas yang tinggi dan juga suka bekerja sama.
Hasil Penelitian
- Analisis Univariat
- Analisis Bivariat
Hal ini menunjukkan bahwa kepala rumah tangga yang memiliki kebiasaan buang air besar sembarangan yang berpendidikan menengah PT berpeluang 1023 kali lebih besar untuk mengalami kebiasaan buang air besar sembarangan dibandingkan kepala rumah tangga yang berpendidikan SD-SMP. Berdasarkan tabel di atas diketahui mayoritas pekerjaan adalah petani, wiraswasta dengan kebiasaan buang air besar di alam (BAB) Ya sebanyak 51 orang (68,9. Dari perhitungan odds rasio, nilai OR ( 95% CI ) adalah 0,317, hal ini menunjukkan bahwa kepala rumah tangga yang memiliki kebiasaan buang air besar sembarangan dengan pengetahuan baik memiliki risiko 0,317 kali lebih besar untuk mengalami kebiasaan buang air besar sembarangan dibandingkan kepala rumah tangga yang memiliki pengetahuan buruk.
Dari perhitungan Odds Ratio diperoleh nilai OR (95% CI) sebesar 0,182 hal ini menunjukkan bahwa kepala rumah tangga dengan kebiasaan buang air besar sembarangan dan bersikap negatif mempunyai risiko sebesar 0,182 kali lipat risiko mengalami kebiasaan buang air besar sembarangan dibandingkan dengan kepala rumah tangga. . dengan sikap positif. Hal ini menunjukkan bahwa kepala rumah tangga yang memiliki kebiasaan buang air besar sembarangan dan berpendidikan SLTA-SMP memiliki risiko 1023 kali lebih besar untuk mengalami kebiasaan buang air besar sembarangan dibandingkan dengan kepala rumah tangga yang berpendidikan SD-SMP. Berdasarkan hasil penelitian diketahui sebagian besar responden mempunyai pengetahuan yang baik tentang kebiasaan buang air besar sembarangan (BAB) yaitu ada 33 orang (56,9.
Dari hasil analisis data pengetahuan kepala keluarga dengan pendidikan diperoleh chi square mempunyai nilai signifikan p = 0,025 (p value < 0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan pendidikan. kepala keluarga dan kebiasaan buang air besar sembarangan (buang air besar). Berdasarkan hasil survei diketahui bahwa mayoritas mempunyai sikap negatif terhadap kebiasaan buang air besar di udara terbuka (BABS) sebanyak 45 orang (78,9), saya mengumumkan akan melakukan survei bertajuk “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebiasaan Buang Air Besar di Udara Terbuka ( BABS) v. Desa Sababangunan Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2018.”
PEMBAHASAN
Hubungan Pendidikan dengan Kebiasaan BABS
Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sigalingging (2016) mengenai hubungan karakteristik individu dengan kepemilikan jamban keluarga yang buang air besar sembarangan di Desa Sosor Tolong Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan. Dengan menggunakan uji chi-square diperoleh sikap (p=1,010) Tidak ada hubungan antara pendidikan dengan buang air besar sembarangan. Dan dari perhitungan Odds Ratio diperoleh nilai OR (95% CI) sebesar 0,396 hal ini menunjukkan bahwa kepala rumah tangga dengan kebiasaan buang air besar sembarangan yang bekerja sebagai petani kontraktor mempunyai risiko 0,395 kali lipat untuk mengalami kebiasaan buang air besar sembarangan dibandingkan kepada kepala keluarga yang bekerja sebagai PNS. Dari perhitungan Odds Ratio diperoleh nilai OR (95% CI) sebesar 1,313 hal ini menunjukkan bahwa kepala rumah tangga dengan kebiasaan buang air besar sembarangan dengan pendapatan > Rp2.000.000 mempunyai risiko 1,313 kali untuk melakukan kebiasaan buang air besar sembarangan dibandingkan kepala rumah tangga dengan pendapatan < 1.000. 000 Rp.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat pendapatan dengan perilaku buang air besar rumah tangga di Desa Kerjokidul Kecamatan Ngadirojo 13 Kabupaten Wonogiri. Nilai OR (95% CI) diperoleh sebesar 0,317 dari perhitungan Odds Ratio. Hal ini menunjukkan bahwa kepala rumah tangga yang melakukan praktik buang air besar sembarangan dan berpengetahuan baik memiliki risiko 0,317 kali lebih besar untuk melakukan praktik buang air besar sembarangan dibandingkan kepala rumah tangga yang memiliki pengetahuan buruk. . Nilai OR (95% CI) diperoleh sebesar 0,182 dari perhitungan Odds Ratio. Hal ini menunjukkan bahwa kepala rumah tangga yang mempunyai kebiasaan buang air besar sembarangan dengan sikap negatif mempunyai kemungkinan 0,182 kali lebih besar untuk mengalami kebiasaan buang air besar sembarangan. terbuka dibandingkan kepala rumah tangga yang mempunyai sikap positif.
Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat menggali faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini yang mungkin mempengaruhi kebiasaan masyarakat buang air besar sembarangan. Wijayanti, dkk, 2016, Faktor-faktor yang berhubungan dengan buang air besar di jamban di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pulo Sari, Kabupaten Pemalang, Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Volume 4 Nomor 1 Januari 2016 (ISSN: 236-3346). Izin penelitian dapat diberikan di Desa Sibabangunan untuk pengumpulan data guna penulisan skripsi dengan judul “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Desa Sababangunan Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2018”.
Kebiasaan anak bermain di luar rumah dan anak sering ingin buang air besar sambil bermain. Apabila masyarakat masih buang air besar di tempat terbuka, kotoran manusia dapat mencemari air dan makanan.
Hubungan Pekerjaan dengan Buang Air Besar
Hubungan penghasilan dengan Buang Air Besar
Hubungan Pengetahuan dengan Buang Air Besar
Peneliti berpendapat bahwa promosi toilet harus dilakukan secara maksimal sebagai upaya untuk menggerakkan dan memberdayakan masyarakat, yaitu melalui pemberian informasi secara terus menerus dan pemantauan terus menerus terhadap sasaran pembangunan, diharapkan sasaran (responden) berubah dari tidak tahu, sehingga dia tahu. , kesadaran dari kesadaran ke kesiapan dan dari kesiapan ke kemampuan untuk melakukan perilaku yang diperkenalkan. Menurut Kamria dkk (2013), tingkat pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan lingkungan sangat penting karena akan mempengaruhi perilaku masyarakat selanjutnya dalam hal penyediaan atau fasilitas toilet keluarga dan mengenai penggunaan dan pemeliharaan toilet keluarga. Kurniawati (2015), mengutip pendapat Soekidjo (2007), menyatakan bahwa pengetahuan adalah hasil pengetahuan setelah mempersepsikan suatu objek tertentu.
Apabila pengetahuan yang terbentuk adalah pengetahuan yang cukup tentang kesehatan, maka hal ini akan tercermin pada pola perilaku masyarakat.
Hubungan Sikap dengan Buang Air Besar Sembarangan . 36
Dari hasil analisis data sikap kepala keluarga dengan pendidikan chi square mempunyai nilai signifikan p = 0,000 (p-value < 0,05), hal ini menunjukkan terdapat hubungan antara sikap kepala keluarga dengan pendidikan. kepala keluarga dan kebiasaan buang air besar di tempat terbuka (open defecation). Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Kurniawati (2017) tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kepala rumah tangga dalam menggunakan jamban di pemukiman kampung nelayan Tambak Lorok, Semarang. Dengan menggunakan uji chi-square diperoleh p-value sebesar 0,008 < 0,05 (RP CI. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap kepala keluarga dengan perilaku menggunakan toilet. Terus membuat upaya dan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap buang air besar sembarangan, memberikan dukungan kepada masyarakat untuk mengubah perilaku.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Kepala Rumah Tangga Dalam Menggunakan Jamban Di Permukiman Perkampungan Nelayan Tambak Lorok Semarang, Skripsi, Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebiasaan Membuang Feses Masyarakat Gampong Persiapan Rumoh Panyang Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya, Skripsi Program Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar Meulaboh – Aceh Barat. Sari, 2018, Analisis Implementasi Program Air Bersih dan Sanitasi Total Berbasis Komunitas Pilar Pertama, STOP Buang Air Besar Sembarangan (Buang Air Besar Sembarangan) di Desa Gunung Baringin, Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas, Skripsi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara Medan.
Simanjuntak, D, 2009, Faktor Penentu Perilaku Buang Air Besar Masyarakat (Studi Pendekatan Sanitasi Total Berbasis Komunitas pada Masyarakat Desa Wilayah Kerja Puskesmas Pagelaran Kabupaten Pandeglang Jakarta Universitas Indonesia. Sutedjo, 2012 , Analisis Perilaku Masyarakat Dalam Penggunaan Toilet Rumah Tangga di Dua Desa di Kabupaten Rembang Universitas Dipenogoro Semarang Triyono, A, 2014, Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Toilet Saya yang bertanda tangan di bawah ini adalah mahasiswa STIKes Aufa Royhan Padangsidimpuan program studi Ilmu Kesehatan Masyarakat.
Untuk menyelesaikan studi pada program studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Aufa Royhan Padangsidimpuan, kami mohon bantuannya kepada mahasiswa dibawah ini. Kebiasaan tidak buang air besar di jamban masih banyak terjadi di masyarakat, termasuk tetangga. Apakah Anda setuju jika tetangga Anda buang air besar di kebun atau di dekat rumah Anda?
Kesimpulan
Saran