PENJUALAN PADA PT HADJI KALLA DEGA MAROS CABANG” sebenarnya disusun dan dituliskan di atas dan bukan diambil alih dari tulisan orang lain. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kepercayaan merek dalam meningkatkan volume penjualan di PT Hadji Kalla Cabang Maros (dibimbing oleh Dr. Haeruddin SE., M.Si selaku pembimbing I dan Indrayani Nur, S.pd., SE., M, As pengawas II). Berkat hidayah Allah. dan atas perantaraan Muhammad, penulis akhirnya berhasil menyelesaikan proses penyusunan skripsi yang berjudul “ANALISIS KEPERCAYAAN MEREK DALAM PENINGKATAN VOLUME PENJUALAN PADA PT HADJI KALLA DEGA MAROS”.
Latar Belakang
Penguasaan pangsa pasar sangat bergantung pada kemampuan dalam memanfaatkan kepercayaan merek perusahaan, seperti bagaimana cara mempromosikan suatu harga produk, bagaimana strategi penetapan harga dengan kompetitor yang ada, bagaimana kebijakan promosinya, bagaimana proses distribusi yang benar, cara mempelajari lingkungan pasar, dll. Keinginan konsumen mungkin berbeda satu sama lain, apa yang menyebabkan pemilihan mobil Toyota, alasan pemilihan atau tujuan pemilihan serta faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam membeli mobil Toyota bagi setiap konsumen. juga berbeda. Perusahaan harus mengenali kekuatan dan kelemahan perusahaan dalam persaingan. Hal ini akan sangat membantu dalam mengenali diri sendiri dan memanfaatkan setiap peluang yang ada. Dimana kepercayaan merek merupakan keinginan pelanggan untuk mempercayai suatu merek dengan resiko yang dihadapi karena harapan terhadap merek tersebut akan membawa hasil yang baik. Perusahaan PT Hadji Kalla memiliki pangsa pasar yang sangat luas, (Aswan Amiruddin selaku manajer pemasaran Kalla Toyota) mengatakan pada Oktober 2017 pasarnya mencapai 4.682 unit atau meningkat 9,4 persen dari September 2017. Berdasarkan grafik 1 yaitu pangsa pasar ) yang diraih mobil Toyota, dilihat dari seluruh tipe pada bulan Oktober 2017, terlihat Toyota mempunyai pangsa pasar terbesar dibandingkan kompetitornya, hal ini terlihat dari pangsa pasar penjualan mobil Toyota sebanyak 42,3.
Rumusan Masalah
Dalam roda bisnis, penjualan tidak selalu meningkat, pasti akan terjadi penurunan atau fluktuasi penjualan.Menurunnya volume penjualan disebabkan oleh ketatnya persaingan akibat munculnya beberapa perusahaan pesaing yang menawarkan produk yang sama. Selama ini perusahaan hanya menggunakan strategi bauran pemasaran yang terdiri dari: produk, harga, promosi dan distribusi atau 4P yang terdiri dari: produk, penetapan harga, promosi dan tempat. Namun strategi bauran pemasaran ini belum mampu meningkatkan volume penjualan mobil seperti yang diharapkan oleh perusahaan, karena perusahaan melakukan strategi yang hanya terfokus pada internal perusahaan, dan tidak melihat adanya pangsa pasar atau daya saing perusahaan lain, sehingga Perusahaan dengan fenomena tersebut suatu strategi bisnis harus ditentukan untuk mampu bersaing dengan perusahaan pesaing lainnya, mengingat persaingan pada saat ini begitu ketat sehingga memerlukan upaya atau strategi bagi suatu perusahaan untuk meningkatkan daya saing dan merebut pangsa pasar.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
- Pengertian Pemasaran
- Konsep Pemasaran
- Kepercayaan Merek
- Faktor-faktor yang mmpngaruhi Kepercayaan Merek
- Indikator Kepercayaan Merek (Brand Trust)
- Tipe-tipe Kepercayaan Merek
- Volume Penjualan
- Faktor-faktor yang Mempengaruhi Volume Penjualan
- Kualitas
- Manfaat Kualitas
- Kepuasan konsumen
- Indikator Kepuasan Konsumen
- Faktor – faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Pelanggan
Merupakan dua kelompok yang saling mempengaruhi Oleh karena itu, karakteristik konsumen – merek dapat mempengaruhi kepercayaan terhadapnya. Pelaku usaha harus mewaspadai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penjualan produk atau jasanya, sehingga mampu meningkatkan volume penjualan dan menghasilkan keuntungan yang diharapkan oleh setiap pelaku usaha. Menurut Kottler dalam jurnal Suwardi (2011), kunci mempertahankan pelanggan menunjukkan kepuasan konsumen. Indikator kepuasan akan kembalinya perusahaan dalam mencari barang atau jasa.
Kerangka Pikir
Hipotesis
MetodePengumpulan Data
TeknikPengumpulan Data
JenisdanSumber Data .1 Jenis data .1 Jenis data
SemberData
Data sekunder yaitu data yang diperoleh berupa buku, jurnal dan catatan yang berkaitan dengan materi tersebut.
MetodeAnalisis
Dalam penelitian ini analisis regresi berganda berfungsi sebagai teknik statistik yang digunakan untuk menguji apakah terdapat pengaruh bauran pemasaran (marketing mix) terhadap volume penjualan. X3 = Konsumen – Karakteristik kebakaran (variabel independen/bebas). Variabel bebas/bebas) a = Nilai tetap atau tetap yaitu rata-rata dari nilai Y apabila nilai X1, X2 dan X3 sama dengan nol b1 = Koefisien regresi parsial yang mengukur rata-rata nilai Y setiap perubahan pada X1 dengan asumsi X2 dan X3 konstan b2 = Koefisien regresi parsial, mengukur nilai rata-rata Y setiap perubahan X2 dengan asumsi konstan X1 dan X3 b3 = Koefisien regresi parsial, mengukur nilai rata-rata Y setiap perubahan X3. Dimana Fhitung > Ftabel maka H1 diterima atau secara bersama-sama variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen secara simultan. Sebaliknya jika Fhitung< Ftabel maka H0 diterima atau secara bersama-sama variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.
Untuk mendeteksi pengaruh signifikan atau non-jointly variabel independen terhadap variabel dependen digunakan probabilitas sebesar 5% (α = 0,05). Digunakan untuk mengetahui kontribusi masing-masing variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen, dengan menggunakan uji koefisien regresi masing-masing variabel independen berpengaruh signifikan atau tidak terhadap variabel dependen.
DefinisiOperasional
Gamabaran Umum Perusahaan
- Sejarah Singkat Perusahaan
- Profil PT Hadji Kalla
- Visi dan Misi PT Hadji Kalla Cabang Maros
- Struktur Organisasi
- Kondisi Karyawan
Manajer divisi Toyota terdiri dari 1 orang yang bertugas mengawasi departemen penjualan Toyota, departemen servis, suku cadang dan koordinator cabang regional, selain itu beliau juga mengkoordinasikan seluruh kegiatan penjualan antar departemen cabang atau perwakilan yang berada di bawah divisi Toyota, untuk itu divisi. manajer terlibat dalam penyusunan anggaran perusahaan untuk membantu manajemen menyiapkan rencana anggaran. Manajer divisi perdagangan umum berjumlah 1 orang, bertugas mengawasi bagian ekspor/impor dan departemen perdagangan umum, oleh karena itu manajer divisi perdagangan umum ikut terlibat dalam penyusunan rencana anggaran perusahaan sehingga manajer dapat menyusun rencana anggaran perusahaan. dengan tepat. Kepala bagian penjualan Toyota berjumlah 1 orang, dengan tambahan 3 orang karyawan yang membantunya dalam penjualan produk PT Hadji Kalla, termasuk kepala bagian penjualan Toyota dan stafnya.
Kepala bagian pelayanan berjumlah 1 orang, dan staf departemen berjumlah 3 orang, dan kepala bagian pelayanan bertugas mengawasi dan mengkoordinasikan teknisi/karyawan di bidang pelayanan pelanggan. Manajer departemen servis dan stafnya bekerja sama dalam rencana penganggaran untuk membantu manajer departemen Toyota dalam memberikan informasi kepada manajemen. Kepala departemen suku cadang berjumlah 1 orang, dengan pegawai di departemennya sebanyak tiga orang, kepala departemen suku cadang bertugas mengawasi, memeriksa dan mengkoordinasikan penyediaan suku cadang di PT Hadji Kalla, kepala departemen dan jajarannya berpartisipasi dalam rencana penganggaran untuk membantu kepala departemen Toyota dalam memberikan informasi kepada manajemen.
Kepala Departemen Ekspor/Impor berjumlah 1 orang dan staf Departemen berjumlah 3 orang. Kepala Departemen Suku Cadang bertugas mengawasi ekspor/impor barang produksi PT Hadji Kalla. Kepala Departemen Perdagangan Umum terdiri dari satu orang, dengan tiga orang staf departemen. Kepala departemen ini bertanggung jawab kepada Manajer Divisi Perdagangan Umum atas kegiatan perdagangan di PT Hadji Kalla, oleh karena itu kepala departemen dan stafnya ikut serta. dalam rencana penyusunan anggaran perusahaan. Kepala departemen keuangan berjumlah satu orang, dengan tiga personel departemen, yang bertugas mengelola dan mengalokasikan dana perusahaan secara efisien. Oleh karena itu, pimpinan departemen ini beserta jajarannya diikutsertakan dalam rencana penyusunan anggaran.
Kepala Bagian Akuntansi berjumlah 1 orang, dengan 3 orang pegawai bagian yang bertugas membantu kepala bagian keuangan dalam memberikan informasi keuangan kepada manajemen, sehingga kepala bagian beserta jajarannya masuk dalam rencana penyusunan anggaran. Kepala Bagian Tata Usaha berjumlah 1 orang dengan 3 pegawai bagian yang bertugas menangani kegiatan administrasi perusahaan, kepala bagian beserta pegawainya terlibat dalam penyusunan anggaran perusahaan, sehingga dapat membantu Kepala bagian administrasi umum departemen mengenai memberikan informasi kepada manajemen. Kepala bagian umum berjumlah 1 orang dengan pegawai bagian 3 orang yang bertugas mengurus kegiatan umum perusahaan, kepala bagian beserta jajarannya terlibat dalam penyusunan rencana anggaran untuk memberikan informasi dan ide kepada pihak manajemen pada saat menyusun anggaran. anggaran.
Deskripsi DataKarakteristik Responden
Jenis Kelamin Responden
Usia Responden
Pekerjaan Responden
Dari tabel di atas terlihat bahwa rata-rata responden yang memiliki pekerjaan sebagai pencari nafkah adalah 15 orang atau 33,3% dan yang bekerja sebagai PNS sebanyak 7 orang atau 15,6% dan responden yang bekerja sebagai wiraswasta adalah. sebanyak 23 orang atau 51,1%.
Deskripsi Data Variabel Penelitian Pada PT Hadji Kalla Cabang Maros Penelitian ini menggunakan variabel independen yaitu Karakteristik Merek Penelitian ini menggunakan variabel independen yaitu Karakteristik Merek
- Variabel X1 : Karakteristik Merek (Brand Characteristics)
- Variabel X2 : Karakteristik Perusahaan (Company Characteristics) Adapun tanggapan respond dari beberapa pertanyaan yang diajukan dapat Adapun tanggapan respond dari beberapa pertanyaan yang diajukan dapat
- Variabel V3 :Karakteristik Pelanggan – Merek (Consumer – Brand Charateristics)
- Variabel Y : Volume Penjualan
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa sebanyak 27 responden atau 60,0% menyatakan sangat setuju dengan atribut merek PT Hadji Kalla cabang Maros dan sebanyak 18 responden atau 40,0%. Berdasarkan tabel diatas terlihat sebanyak 25 responden atau 55,6% sangat setuju bahwa pilihan tipe dan pilihan warna mobil Toyota banyak dan menarik, sebanyak 20 responden atau setara. Berdasarkan tabel diatas terlihat sebanyak 23 responden atau 51,1% sangat setuju bahwa saya mempercayai perusahaan PT Hadji Kalla karena hasil kinerjanya melalui produknya baik, sebanyak 22 responden atau 48,9% setuju sama saya percayakan pada perusahaan PT Hadji Kalla karena hasil kinerjanya melalui produk yang baik.
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa sebanyak 30 responden atau 66,7% sangat setuju dengan perusahaan PT Hadji Kalla. Dari tabel diatas terlihat bahwa sebanyak 23 responden atau 51,1% setuju saya membeli mobil Toyota karena memenuhi keinginan dan harapan saya, sebanyak 21 responden atau 46,7% setuju saya membeli mobil Toyota karena memenuhi. keinginan saya. Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa sebanyak 22 responden atau 48,9% showroom mobil Toyota nyaman dan menarik minat untuk membeli sebanyak 21 responden atau 46,7%.
Berdasarkan tabel diatas terlihat sebanyak 9 responden atau 20,0% sangat setuju bahwa lokasi penjualan di PT Hadji Kalla sangat strategis, sebanyak 29 responden atau 64,4% setuju bahwa lokasi penjualan di PT Hadji Kalla sangat strategis dan Sekitar 7 orang atau 15,6% menyatakan sangat setuju bahwa lokasi penjualan di PT Hadji Kalla sangat strategis. Berdasarkan tabel diatas ternyata sekitar 5 responden atau 11,1% sangat setuju PT Hadji Kalla sibuk. Berdasarkan tabel diatas ternyata sekitar 8 responden atau 17,8% setuju bahwa produk di PT Hadji Kalla memiliki banyak varian, sebanyak 30 responden atau 66,7%.
Berdasarkan tabel diatas terlihat sebanyak 15 responden atau 33,3% sangat setuju Karyawan PT Hadji Kalla ramah dalam melayani konsumen sebanyak 23 responden atau 51,1%.
Analisis Data
- Analisis Regresi Linear Berganda
- Analisis Koefisien Determinasi (R 2 )
- Uji F
- Uji T
Koefisien regresi sebesar 0,233 yang berarti atribut merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap volume penjualan dan. Koefisien regresi sebesar 0,454 yang berarti karakteristik perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap volume penjualan, dan jika variabel karakteristik perusahaan meningkat sebesar satu satuan, maka volume penjualan akan meningkat sebesar 0,454 satuan dengan asumsi X1 dan X3 konstan. Koefisien regresi sebesar 0,627 yang berarti atribut pelanggan-merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap volume penjualan, dan jika variabel atribut pelanggan-merek meningkat sebesar satu satuan, maka volume penjualan akan meningkat sebesar 0,627 satuan, dengan asumsi X1 dan X2 adalah konstan.
Nilai koefisien determinasi antara karakteristik merek, karakteristik perusahaan, karakteristik merek pelanggan terhadap volume penjualan dapat dilihat pada tabel berikut. Artinya seluruh variabel independen yaitu karakteristik merek (X1), karakteristik perusahaan (X2) dan karakteristik merek pelanggan (X3) mempunyai kontribusi secara bersama-sama sebesar 75,1% terhadap variabel dependen (Y) yaitu volume penjualan. Sisanya sebesar 24,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian. Dan pada uji F diatas diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0,000, karena nilai signifikansi jauh lebih kecil dari 0,05 maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi karakteristik merek, karakteristik perusahaan, dan karakteristik merek pelanggan yang secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan. dampaknya terhadap pendapatan.
Hasil uji SPSS untuk variabel karakteristik merek (X1) terhadap volume penjualan (Y) menghasilkan nilai t = 1,686 dengan tingkat signifikansi 0,099. Hasil uji SPSS untuk variabel karakteristik perusahaan (X2) terhadap volume penjualan (Y) menghasilkan nilai t = 3,640 dengan tingkat signifikansi 0,001. Hasil pengujian dengan SPSS untuk variabel karakteristik pembeli-merek (X3) terhadap volume penjualan (Y) diperoleh nilai t = 6,546 z.
Hasil pengujian dengan SPSS untuk variabel X secara keseluruhan pada volume penjualan (Y) mengambil nilai tabel t = 1,679 sebagai acuan.
Pembahasan
Kesimpulan
Saran
The Relationship between Brand Trust, Brand Affect, Attitudinal Loyalty and Behavioral Loyalty: A Field Study of Sports Shoe Consumers in Turkey. John W & Walker Jr, Orville C. 2013).Marketing Management A Strategic Kotlerdan Keller, 2007.ManajemenPemasaran, Edisi 12, Jilid 1, PT.Indeks,. C, (2008), "The Moderator Effect of Monetary Promotion on the Relationship Between Beetwen Brand Trust and Purchase Behavior", "Journal of Brand Management, Vol.
VOLUME PENJUALAN