• Tidak ada hasil yang ditemukan

MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS VII SMPN 3 SUNGAI LOBAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS VII SMPN 3 SUNGAI LOBAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

785

MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS VII SMPN 3 SUNGAI LOBAN

Aulia Sari1

Email : [email protected] ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar PAI dengan menggunakan media Audio-Visual pada siswa kelas VII SMPN 3 Sungai Loban Kabupaten Tanah Bumbu. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 3 Sungai Loban yang berjumlah 9 siswa.

Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dan angket. Sementara instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi, dan lembar angket. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan minat belajar PAI kelas VII SMPN 3 Sungai Loban.

Peningkatan didasarkan pada hasil penelitian siklus I, dimana ada beberapa siswa yang belum mempunyai minat untuk belajar dan memperhatikan pelajaran. Pada penelitian siklus II sudah mulai terlihat hampir seluruh siswa sudah memiliki minat belajar yang tinggi dalam mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan media audio-visual, dimana pada saat pemutaran video pembelajaran siswa terlihat memperhatikan dan merasa senang dengan proses pembelajaran tersebut, dan siswa terlihat sangat berantusias untuk mengikuti pelajaran dan berani untuk bertanya.

Siklus I nilai rata-rata kelas sebesar 78,27 kemudian pada siklus kedua meningkat menjadi 91,31. Jumlah siswa mampu mencapai KKM ≥ 70 pada siklus I ada 5 siswa, dan pada siklus II ada 8 siswa. Persentase ketuntasan pada siklus I sebesar 78,27% dan pada siklus ke II sebesar 91,31%. Selain itu minat belajar siswa dalam mengikuti pelajaran juga meningkat. Hal ini ditandai dengan meningkatnya minat belajar siswa terhadap pelajaran PAI.

Kata Kunci : Media, Audio Visual, Minat Belajar

PENDAHULUAN

Dalam pembelajaran PAI, agar bahan pelajaran yang diberikan lebih mudah dipahami oleh siswa, diperlukan media yang membantu proses penyampaian tersebut. Melalui media (alat bantu), diharapkan akan terjadi persepsi yang sama antara guru dan siswa. Untuk itu diperlukan kemampuan

(2)

786 guru dalam menyampaikan materi/ajaran-ajaran agama Islam agar mudah diathermia dan tidak menimbulkan salah persepsi bagi siswa dalam mengamalkan ajaran agama Islam. Media audio visual ini bisa digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran PAI.

Kegiatan belajar bersama dengan memanfaatkan media audio visual yang kini hampir dimiliki semua sekolah dapat membantu memacu belajar aktif.

Kegiatan belajar dan mengajar di kelas memang dapat menstimulasi belajar aktif. Namun kemampuan untuk mengajar melalui kegiatan kerjasama kelompok kecil dengan memanfaatkan media audio visual akan memungkinkan untuk menggalakkan kegiatan belajar aktif dengan cara khusus. Apa dilihat dan didengar kemudian didiskusikan siswa dengan teman- temannya dan apa yang diajarkan atau disampaikan siswa kepada teman- temannya memungkinkan mereka untuk memperoleh pemahaman dan penguasaan materi pelajaran.

Dari hasil pengamatan di SMPN 3 Sungai Loban ditemukan bahwa pelaksanaan pembelajaran PAI masih kurang menggembirakan. Indikatornya antara lain adanya kecenderungan semakin menurunnya tingkat prestasi belajar siswa dan rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran PAI. Ini bisa dilihat dari hasil ulangan harian PAI siswa kelas VII yang masih menunjukkan kurang menggembirakan, sejumlah faktor yang diduga sebagai faktor penyebab rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI antara lain adalah (1) Penggunaan media pembelajaran kurang maksimal sehingga tidak dapat membantu minat belajar siswa sehingga siswa menjadi kurang aktif dan kurang memahami materi; (2) Guru terlalu banyak memberikan penjelasan sehingga pembelajaran menjadi kurang efektif; (3) Guru kurang memberikan motivasi belajar kepada siswa sebelum pelajaran dimulai sehingga kurang aktif dalam mengikuti pelajaran.

Dari hasil refleksi awal terhadap masalah di atas, penulis berpendapat bahwa untuk meningkatkan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran PAI, diperlukan teknik pembelajaran yang sesuai. Adapun teknik yang penulis pilih adalah memanfaatkan media audio visual sebagai media pembelajaran.

METODOLOGI PENELITIAN 1. Jenis Penelitian

Penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian Tindakan Kelas atau yang lebih dikenal dengan sebutan classroom action research merupakan kajian sistematik tentang upaya meningkatkan mutu praktik pendidikan oleh seklompok masyarakat melalui tindakan praktis yang mereka lakukan dan merefleksi hasil tindakannya (Surawan : 2019).

2. Tempat dan Subjek Penelitian

(3)

787 Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 3 Sungai Loban yang beralamatkan di Jalan Blok C Desa Sungai Dua Laut Kecamatan Sungai Loban Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan. Sedangkan subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di SMPN 3 Sungai Loban yang berjumlah 9 orang, dengan jumlah siswa laki-laki sebanyak 7 orang dan siswa perempuan 2 orang.

3. Teknik Pegumpulan Data

a. Observasi, terdiri dari Lembar Observasi Guru, dan Observasi Siswa.

b. Angket c. Tes

d. Dokumentasi 4. Teknik Analisis Data

Analisis data yang digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Analisis deskriptif yang digunakan ini adalah untuk menggambarkan bahwa tindakan yang dilaksanakan dapat menimbulkan perbaikan, peningkatan minat belajar, dan perubahan ke arah yang lebih baik lagi dari sebelumnya.

Untuk analisis tingkat keberhasilan atau persentase minat belajar siswa setelah proses belajar mengajar pada setiap siklusnya, maka dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir pembelajaran. Analisis ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Keterangan : S = nilai yang dicari atau diharapkan R = skor mentah yang diperoleh siswa

N = skor maksimum ideal dari tes yang bersangkutan 100 = bilangan tetap (Ngalim Purwanto, 2006 : 112).

5. Prosedur / Langkah-langkah Penelitian S = R/N x 100

Permasalahan Perencanaan Tindakan 1 Pelaksanaan Tindakan I SIKLUS I

Permasalahan Baru Hasil Refleksi

Refleksi I

Perencanaan Tindakan II SIKLUS II

Penyimpulan dan Pemaknaan

Hasil

Refleksi II

Jika permasalahan belum Terselesaikan

Lanjutkan ke Siklus

Observasi II Observasi I

Pelaksanaan Tindakan II

(4)

788 Gambar 1. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus yang masing-masing terdiri dari empat tindakan, yaitu:

1. Perencanaan

a. Menemukan suatu masalah berdasarkan hasil diskusi atau wawancara dengan guru kelas

b. Merencanakan langkah-langkah pembelajaran PAI melalui pembelajaran yang menggunakan media audio-visual

c. Menyusun sebuah instrumen sebagai pedoman observasi dalam melaksanakan pembelajaran

2. Melaksanakan pembelajaran PAI dengan menggunakan media audio- visual

a. Tindakan b. Pengamatan c. Refleksi

HASIL PENELITIAN

Hasil Prasiklus

Adapun hasil lembar observasi minat belajar siswa dalam pembelajaran PAI materi Semua Bersih, Hidup Jadi Nyaman pada langkah prasiklus adalah sebagai berikut:

Hasil Penelitian Siklus I

Dari pengerjaan soal evaluasi diperoleh nilai siklus I. Adapun rincian dari nilai-nilai tersebut yaitu:

Tabel 1. Data Hasil Belajar Siklus I

Jumlah Siswa Persentase Rata-

rata kelas Tunta

s

Belum Tuntas

Tunta s

Belum Tuntas

5 4 56% 44% 78,27

Berdasarkan tabel diatas dapat diuraikan sebagai berikut, dari 9 siswa sebanyak 5 siswa atau 56% sudah tuntas atau mencapai KKM. Sebanyak 4 siswa atau 44% belum tuntas atau belum mencapai KKM.

Peneliti melakukan observasi dari awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran sampai akhir pembelajaran pada siklus I. Observasi ini dilakukan untuk mengamati aktivitas mengajar guru dan aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan media audio-visual yang berkaitan dengan lembar observasi yang diamati oleh observer dan hasil tes evaluasi pada

(5)

789 siklus I masih ada sebagian siswa yang belum menampakkan indikasi memahami tentang materi taharah . Dan hanya beberapa siswa yang sudah memiliki pemahaman yang baik mengenai materi yang telah diajarkan.

Setelah dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran audio visual pada siklus I, selanjutnya dilaksanakan refleksi terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Secara umum, pelaksanaan pembelajaran PAI pada materi taharah telah sesuai dengan RPP yang telah disusun. Namun demikian, masih terdapat beberapa hambatan yang muncul saat pelaksanaan yang perlu dilakukan perbaikan. Hasil pengamatan yang dilakukan pada siklus pertama yang terdiri dari dua pertemuan, maka refleksi yang dapat diambil adalah sebagai berikut:

Tabel 2. Refleksi Siklus I

No. Temuan Kekurangan Rencana Perbaikan Untuk Siklus Kedua

1 Video yang dipilih sebagai media pembelajaran masih kurang lengkap dalam memberikan informasi materi, hanya berupa gambar saja dan tidak ada teksnya

Memilih video yang lebih lengkap dalam memberikan informasi materi, yaitu yang memuat gambar dan teks

2 Perhatian siswa pada pelajaran kurang baik

Penggunaan media dimaksimalkan agar menarik perhatian siswa, cara memaksimalkannya yaitu dengan cara pada saat pemutaran video guru ikut menjelaskan gambar atau materi yang sedang ditayangkan.

3 Siswa belum terlalu Memahami materi pembelajaran

Siswa sudah harus bisa memahami materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru

4 Siswa belum bisa menjawab soal-soal evaluasi dengan benar

Sudah bisa menjawab soal-soal evaluasi yang diberikan oleh guru dengan benar

Hasil Penelitian Siklus II

Dari pengerjaan soal evaluasi diperoleh nilai siklus I. Adapun rincian dari nilai-nilai tersebut yaitu:

Tabel 3. Data Hasil Belajar Siklus II

Jumlah Siswa Persentase Rata-rata

kelas Tunta

s

Belum Tuntas

Tunta s

Belum Tuntas

(6)

790

8 1 89% 11% 91,31

Berdasarkan tabel diatas dapat dijabarkan sebagai berikut, dari 9 siswa sebanyak 8 siswa atau 89% sudah tuntas atau mencapai KKM. Sebanyak 1 siswa atau 11% belum tuntas atau belum mencapai KKM.

Dari hasil observasi dan tes evaluasi pada siklus II, sudah menampakkan hasil yang sangat optimal dibandingkan dengan siklus I. Hal ini dapat dilihat dari pemahaman terhadap materi atau konsep yang disampaikan oleh guru, rasa ingin tahu yang dimiliki oleh siswa serta kemampuan siswa untuk mengemukakan pendapat dari semua pernyataan teman-teman satu kelas atau oleh guru, dan dari hasil evaluasi yang didapat oleh masing-masing siswa sudah menunjukkan peningkatan sehingga penelitian dihentikan pada siklus II.

Hasil observasi untuk aktivitas belajar siswa pada siklus II dalam pembelajaran dengan menggunakan media audio-visual sangat menarik perhatian siswa, sehingga menunjukkan adanya peningkatan. Suasana pembelajaran terasa berbeda dari yang sebelumnya.

Pada siklus II pembelajaran PAI, materi taharah dengan menggunakan media audio-visual sudah berjalan dengan sangat baik, lancar dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Berdasarkan hasil refleksi pada siklus II maka tindakan yang dilakukan dalam siklus dihentikan. Karena hasil yang diharapkan sudah maksimal dan sesuai dengan indikator keberhasilan yang diharapkan.

Dengan menggunakan media audio-visual selama dua siklus telah menunjukkan peningkatan minat belajar PAI siswa kelas VII SMPN 3 Sungai Loban. Ini dibuktikan dengan adanya peningkatan minat belajar siswa, keaktifan dalam pembelajaran pada siklus I dan siklus II.

Hal diatas dapat dilihat langsung dari peningkatan hasil belajar siswa yaitu nilai rata-rata yang didapat oleh siswa pada setiap siklus. Siklus I nilai rata-rata kelas sebesar 78,27 kemudian pada siklus kedua meningkat menjadi 91,31. Jumlah siswa mampu mencapai KKM ≥ 70 pada siklus I ada 5 siswa, dan pada siklus II ada 8 siswa. Persentase ketuntasan pada siklus I sebesar 78,27%

dan pada siklus ke II sebesar 91,31%.

Berdasarkan hasil yang telah diperoleh dari penelitian siklus I dan siklus II dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan media audio-visual dapat meningkatkan minat belajar PAI siswa kelas kelas VII SMPN 3 Sungai Loban

KESIMPULAN

Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media audio-visual dalam penelitian ini dilakukan berdasarkan langkah-langkah sebagai berikut:

(7)

791 (a) Guru menyampaikan materi, (b) Menjelaskan kepada siswa penggunaan media audio-visual dalam proses pembelajaran, (c) Menyajikan informasi, (d) Memberikan pertanyaan-pertanyaan menantang, (e) Evaluasi.

Penggunaan media audio-visual dalam pembelajaran PAI dapat meningkatkan minat belajar siswa. Pada penelitian tindakan siklus I guru menjelaskan kepada siswa bahwa pembelajaran kali ini akan menggunakan media audio-visual (video), sehingga siswa merasa lebih tertarik untuk mengikuti proses pembelajaran. Kemudian pada tindakan siklus ke II guru membuat pembelajaran tersebut lebih menarik lagi dengan cara pada saat siswa menonton video pembelajaran, guru tidak hanya berdiam diri tetapi guru ikut menjelaskan materi berdasarkan tayangan di dalam video, sehingga siswa lebih cepat memahami materi pembelajaran dan lebih tertarik lagi untuk mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media audio-visual.

DAFTAR PUSTAKA

Anderson, Ronald. H. 1994. Pemilihan dan Pengembangan Media Video Pembelajaran. Jakarta: Grafindo.

Aprilian, Eva. 2014. Media Audio-Visual. Diakses dari http://evaaprilian27.blogspot.com/2014/01/media-audio-visual.html. Pada tanggal 3 Februari 2015, jam 15.51 WIB.

Aqib, Zainal. 2013. Model-model Media dan Strategi Pembelajaran Kontekstual (Inovatif). Bandung: Penerbit Yrama Widya

Arifin, Zainal. 2012. Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.

Arsyad, Azhar. 2014. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Arikunto, Suharsimi. 2010. Penelitian Tindakan. Yogyakarta: Aditya Media.

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Bundu, Patta. 2006. Penilaian Ketrampilan Proses dan Sikap Ilmiah Dalam Pembelajaran Sains SD. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Daryanto. 2011. Penelitian Tindakan Kelas dan Penelitian Tindakan Sekolah.

Yogyakarta: Penerbit Gava Media.

Dwi, N. 2012. Minat Belajar. Diakses dari

http://eprints.uny.ac.id/7781/3/bab%202%20-%2008108249137.pdf. Pada tanggal 10 Februari 2015, jam 14.24 WIB.

Elizabeth, Hurlock B. 1999. Perkembangan Anak. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Haryanto. 2010. Pengertian Minat Belajar. Diakses dari http://belajarpsikologi.com/pengertian-minat.html. Pada tanggal 3 Februari 2015, jam 10.52 WIB.

Jahja, Yudrik. 2011. Psikologi Perkembangan. Jakarta: PT Kharisma Putra Utama.

Khairani, H Makmun. 2013. Psikologi Belajar. Yogyakarta: Penerbit Aswaja Pressindo.

(8)

792 Mastarmudi. 2010. Pengertian Observasi. Diakses dari http://mastarmudi.blogspot.com/2010/07/pengertian-observasi.html. Pada tanggal 15 Februari 2015, jam 23.34 WIB.

Miranda, M. 2012. Penggunaan Media Audio-Visual Dalam Pembelajaran IPA.

Diakses dari http://digilib.uin-

suka.ac.id/7607/1/BAB%20I,%20IV,%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf

Naili, Rochmatun. 2012. Media Audio-Visual. Diakses dari http://rochmatun- naili.blogspot.co.id/2012/05/media-audio-visual.html. Pada tanggal 03 Oktober 2015, jam 21.05 WIB.

Nurul. 2012. Minat Belajar Siswa. Diakses dari http://forumgurunusantara.blogspot.co.id/2012/minat-belajar-siswa.html.

Pada tanggal 04 Oktober, jam 11.46 WIB.

Pinarac. 2012 . Fungsi Minat dalam Belajar. Diakses dari https://pinarac.wordpress.com/2012/04/06/fungsi-minat-dalam-

belajar.html Pada tanggal 10 Februari 2015, jam 11.40 WIB.

Rahayu, Candra Wiwit. 2011. Pengaruh Seni Mengajar Guru Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas 5 SD Negeri Kutasari, Kutasari, Purbalingga Pada Pokok Bahasan Kesebangunan dan Simetri Pada Bangun Datar.Skripsi. FIP UNY.

Sadiman, Arif S. dkk. 2014. Media Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Samatowa, Usman. 2011. Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jakarta: PT Indeks.

Sanjaya, Wina. 2011. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses pendidikan.

Jakarta: Kencana Prenada Media.

Sanaky, Hujair AH. 2013. Media Pembelajaran Interaktif Inovatif. Yogyakarta: Kau- kaba Dipantara.

Sari, Ratna Juwita. 2012. Media Pembelajaran Audio-Visual. Diakses dari http://ratnajuwitasari08.blogspot.com/2012/12/media-pembelajaran-audio- visual-dalam.html. Pada tanggal 17 Februari 2015, jam 22.29 WIB.

Sri, W. 2012. Deskriptif Teoretik Minat Belajar. Diakses dari http://eprints.uny.ac.id/9511/3/bab%202-06209241010.pdf. Pada Tanggal 3 Februari 2015, Jam 9.46 WIB.

Surawan, 2019. "Pernikahan Dini; Ditinjau dari Aspek Psikologi". Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, Vol. 2 No. 2.

Yoni, Acep dkk. 2010. Menyusun Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Familia.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil pelaksanaan tindakan siklus I dan siklus II melalui penerapan strategi pembelajaran melalui Media Audio Visual yang dilaksanakan di SDN II Manjung

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL AIDS DALAM MENINGKATKAN MINAT SISWA PADA PEMBELAJARAN PAI (KUASI EKSPERIMEN PADA KELAS VIII SMP PASUNDAN 6 BANDUNG). Disetujui

Berdasarkan data hasil penelitian yang dilaksanakan pada siklus I dan siklus II yang telah diuraikan di atas, menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual dapat

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa media Audio Visual dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam materi Jujur, Amanah

Data penelitian yang diperoleh adalah data observasi berupa pengamatan keaktifan siswa untuk mengetahui minat belajarrya saat menerapkan media

Pada siklus II rata-rata persentase keberhasilan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru sebesar 97,60%; (2) Penggunaan media audio visual dalam

Dari tabel 3.5 di atas dapat diketahui bahwa intensitas penggunaan media audio visual pada mata pelajaran PAI, apakah media audio visual digunakan oleh guru

SIMPULAN DAN SARAN Dari penelitian yang dilakukan di kelas 4 SDN Kedungsukodani dalam 2 siklus dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar