• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menganalisis Kualitas Pelayanan KTP-EL

N/A
N/A
ferry

Academic year: 2024

Membagikan "Menganalisis Kualitas Pelayanan KTP-EL"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Menganalisis Kualitas Pelayanan KTP-EL

Dalam penelitian ini mengarah ke bagaimana kualitas pelayanan KTP-EL dalam melayani masyarakat yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kualitas pelayanan yang sudah disediakan atau dilakukan, apakah pelayanan tersebut sudah baik atau belum. Didalam pelayanan pembuatan KTP-EL terdapat 4 proses yaitu perekaman, pencetakan, pendistribusian, pemanfaatan. Perekaman yang dilakukan tersebut yaitu proses pengambilan datanya seperti melakukan pengumpulan informasi pribadi individu, foto, sidik jari, tanda tangan, dan lain-lain, pencetakan yaitu peroses mencetak di blanko yang diisi dengan indentitas individu, dilanjutkan pendistribusian ke individu yaitu penyerahan KTP-el nya yang dapat diambil oleh pemiliknya di kantor pemerintah setempat atau tempat yang bertanggung jawab, yang terakhir yaitu pemanfaatan dari penggunaan KTP-el nya seperti untuk pembuatan SIM, Pemilu, BPJS, untuk mengisi biodata di RS, Bank dan Sebagainya.

Peraturan tentang pelayanan KTP-el yaitu UU 23/2006, UU 24/2013, PERPRES 96/2018, SIAK PERMENDAGRI. Pembuatan KTP-el ini sebenarnya sudah di buat dan belaku di tahun 2006, Terdapat masalah SIAK system informasi administrasi kependudukan, yang mulai berlaku di dilaksanakannya di tahun 2011, dan mulai diterapkan keseluruhnya di tahun 2012, dan mulai diperbarui 2013,

Pelayanan pembutan KTP-el yang disedikan pertama difabel yaitu seperti orang orang sakit dan yang menyetak hanya satu orang yaitu sama NNA, dan juga untuk orang yang mengalami masalah yang tidak bisa ditangani oleh orang lain, berikutnya menyebar di lokasi 30 kecamatan yang tersedia tempat pencetakan dan setiap kecamatan ada petugas yang menjaga 1 atau 2 orang perkecamatannya tergantung kepadatan penduduknya, disana bisa melakukan perekaman dan pencetakan ktp. Di pelayanan KTP-el ini memiliki 6 gerai layanan publik, gerai ini kebanyakannya terdapat di mall mall, dan memiliki 8 mobil besar dan 2 mobil kecil untuk keliling, 2 yang mendatangi ke kecamatan, kelurahan, dan sekolah.

Pertama, cetak ktp itu paling lama 30 menit kalua warga kota bandung cumin 1 orang, kedua, gangguan jaringan yang dimana satu Indonesia melakukan aktifitas yang sama dan server yang sama, hal tersebut yang akhirnya membuat server menjadi down diakibatkan banyaknya yang ngeakses server tersebut.

Gambaran proses pencetakan ktp, ada individu disuatu kecamatan, dari operator kecamatan data dikirim ke aplikasi SIAK, dilajutkan dikirim ke server kemendagri, dan dibikin di server kemendagri untuk ditunggalkan, dikarenakan nik itu tidak boleh ganda yang dimana kalua nik itu ganda saat direkam maka ktp tersebut tidak bisa dicetak, maka dari itu diolah terlebih dahulu di server kemendagri. Setelah menjadi nik nya menjadi tunggal selanjutnya dimasukan ke server kota dimasukan lagi ke kecamatan dan barulah ktp tersebut bisa dicetak.

Jadi untuk mencetak ktp tersebut harus melalui pusat terlebih dahulu menggunakan aplikasi SIAK untuk mengakses, dan mengolah nik tadi menjadi tunggal terlebih dahulu untuk satu Indonesia.

(2)

Permasalahan yang akhir akhir ini terjadi di disdukcapil terbagi menjadi 2 permasalhan yaitu permasalahan teknis dan non teknis :

1. Permasalahan teknis seperti masalah yang terjadi gangguan jaringan, server menjadi down, maintenance di waktu kerja.

2. permasalahan non teknis seperti usia alat untuk membuatnya yang sudah lansia (2014), kurangnya jumlah blanko dari kemendagrinya, kurangnya ribbon/film atau tintanya untuk membuat ktp.

dan nanti ada yang Namanya IKD yang memungkinan akan menjadi pengganti KTP

Referensi

Dokumen terkait

penelitian ini adalah “ Implementasi Undang-Undang No.23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (Studi Kasus Manajemen Pelayanan Pendaftaran e-KTP di

Kepala Dinas Kependudukan clan Pencatatan Sipil Kabupaten Tanjung Jabung Barat, 20 Maret 2015 Dalam menjalankan fungsi pelayanan KTP-el telah jelas mengenai tugas

Data Wawancara Implementasi Kebijakan Pelayanan KTP-el Di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Samosir1.

Indikator maklumat pelayanan dalam kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pembuaatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Seluruh staf di dinas tersebut melaksanakan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) sesuai dengan peraturan teknis dan pelaksanaan yang telah ditetapkan artinya

Sistem Informasi Kependudukan Terintegrasi Menggunakan KTP Elektronik KTP-el Berbasis NodeMCU dan MySQL Marvin Joseph Manuel Setyawan, Lukas B.. Lestari, “Fungsi e-KTP untuk Mendukung

Menurut hasil wawancara operator perekaman KTP-el di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Fakfak yang ditemui di kantor mengatakan kepada peneliti tentang prosedur yang

Strategi yang dilakukan oleh pegawai dinas kependudukan dan catatan sipil dalam meningkatkan pelayanan dalam pembuatan E-KTP yaitu kerja sama yang baik antar pegawai dinas kependudukan