Pengerukan Alur dan Area Sandar Kapal PT Kilang
Pertamina Internasional Cilacap
PT. SOGA TEKNIK UTAMA
Dredging Solution
Background
Saat ini alur dan tempat sandar kapal di dermaga milik PT Kilang Pertamina Refinery unit IV Cilacap sudah mengalami pendangkalan yang mengakibatkan terganggunya aktifitas keluam masuk dan sandar kapal ketika air surut terhambat, maka dari itu perlu di adakan kegiatan perawatan / pemeliharaan alur dengan melakukan kegiatan pengerukan hingga mencapai kedalaman minimal -8m yang sudah di sesuaikan dengan draft kapal yang akan sandar.
Dikarenakan pengerukan berada di 2 jenis area yang berbeda maka pihak PT Kilang Pertamina Internasional meminta kontraktor untuk meyediakan 2 jenis alat keruk berupa TSHD dan Grab Dredger (Clamshell). Untuk area alur akan dikeruk menggunakan TSHD sedangkan di area tempat sandar kapal akan dikeruk menggunakan Grab Dredger guna keselamatan kegiatan pengerukan.
PT. SOGA TEKNIK UTAMA Data Teknis
A. Jenis Pekerjaan : Maintenance Dredging
B. Lokasi Pekerjaan : Alur Sungai donan dan Kolam Dermaga 64, 67, 68, RWI Tersus area 60 Tersus Migas Refinery Unit IV Pertamina Cilacap, C. Volume Pekerjaan : 493.135 m3
D. Jenis Material : Material Sedimentasi (Soft Clay) NSPT <10
E. Design Kedalaman : -8 mlws
F. Sloope : 1 : 5
G. Existing : -6 s/d -7 meter
H. Jarak Dumping : 12 Nm
PT. SOGA TEKNIK UTAMA Layout Area Keruk
Legend
Kolam RWI 60
Alur
Kolam 64, 67, 68
PT. SOGA TEKNIK UTAMA Layout Lokasi Dumping
Legend
Lokasi Dumping
Alur Pelayaran 12 Nm
Lokasi Keruk
PT. SOGA TEKNIK UTAMA Rencana Pemilihan Peralatan
Dengan permintaan Spesifikasi TSHD dengan produksi 10.000 m3 perhari maka peralatan saat ini yang mendekati adalah hopper berkapasitas 2000 m3 dengan estimasi 3 - 4 trip per hari.
Dengan kekurangan produksi tersebut maka target produksi akan di optimalkan di peralatan Grab dredger supaya produktifitas harian tetap tercapai dengan volume 12.000m3 / hari.
PT. SOGA TEKNIK UTAMA Rencana Pemilihan Peralatan
Peralatan kedua yang akan dipakai merupakan peralatan keruk mechanical berjenis Grab dredger.
dikarenakan area keruk bersebelahan dengan area keruk TSHD maka pengerjaan tidak dapat dilaksanakan menggunakan jangkar untuk positioning, sehingga untuk positioning perlu menggunakan peralatan berupa SPUD supaya pekerjaan dapat berjalan secara paralel. dan dengan penggunaan spud maka ketika mengeruk di depan RWI akan lebih aman karena posisi crane barge tetap stabil / tidak bergeser.
Peralatan ketiga adalah hopper barge, peralatan tersebut bertugas sebagai pembawa material keruk menuju lokasi dumping. Hopper barge yang dapat dipakai di alur sungai akan lebih mudah manuvernya jika mempunyai mesin sendiri / self propeller. dengan penggunaan self propeller maka proses dumping akan lebih cepat dibandingkan dengan hopper non-selfpropeller.
jadi pengerukan akan menggunakan hopper berjenis self propeller.
PT. SOGA TEKNIK UTAMA Peralatan yang dipakai
1. TSHD MEKAR 501
Ø Type : TSHD
Ø Capacity : 2000 m3
Ø Navigation : GPS Syestem, Radar, Ais, Tranduser
Ø System Dumping : Split Barge
Ø Speed : 3 - 5 Knot
PT. SOGA TEKNIK UTAMA Peralatan yang dipakai
Ø Type : Grab Dreger
Ø Capacity : 150 Ton
Ø Positioning : GPS Syestem, Anchore, Spud 17m Ø Clamshell Capsity : 7 m³
2. CB SOGA 07
PT. SOGA TEKNIK UTAMA Peralatan yang dipakai
3. HB SOGA 05
Ø Type : Hopper Barge
Ø Capacity : 1000 m³
Ø System Dumping : Bottom Door
Ø Sailing : Self Propeller
Ø Speed : 4 - 5 Knot
PT. SOGA TEKNIK UTAMA Peralatan yang dipakai
4. HB SOGA 06
Ø Type : Hopper Barge
Ø Capacity : 1400 m³
Ø System Dumping : Bottom Door
Ø Sailing : Self Propeller
Ø Speed : 4 - 5 Knot
PT. SOGA TEKNIK UTAMA Peralatan yang dipakai
5. TB GARUDA PERSADA
Ø Type : Tug Boat
Ø Capacity : 700 HP
Ø Navigation : GPS Syestem, Radar, Ais, Tranduser
Ø Jobdesk : Assist & Towing Mobilisasi
Ø Speed : 3 - 5 Knot
PT. SOGA TEKNIK UTAMA Pengurusan Perizinan
Alur Perijinan
Ø Melengkapi persyaratan permohonan ijin pengerukan
Ø Mengajukan Permohonan pengerukan ke Ditjen Perhubungan Laut jakarta Ø Mengajukan Permohonan pertimbangan teknis pengerukan ke Disnav Cilacap Ø Pengajuan Permohonan aspek keselamatan pelayaran ke syahbandar Cilacap Ø Tinjauan lokasi (Lokasi Keruk dan Dumping)
Ø Presentasi pengerukan
Ø Pengesahan peta pengerukan dan dumping dari kesyahbandaran Ø Sosialisasi terkait dampak lingkungan dengan nelayan cilacap Ø Penerbitan ijin Persetujuan Kegiatan Kerja Keruk PK3.
Dengan volume pekerjaan diatas 100.000 m3 maka proses dan penerbitan perijinan SPK3 menjadi wewenang perhubungan laut jakarta.
Penyerahan laporan mingguan yang harus di serahkan ke syahbandar setempat. Pelaporan pekerjaan meliputi area keruk, jam kerja serta foto koordinat lokasi dumping yang di foto pada GPS hopper / TSHD. Selain laporan mingguan juga disertai dengan laporan hasil bathimetry untuk mengecek kedalaman pengerukan serta batasan area keruk agar sesuai dengan batasan dan kedalaman yang sudah di ijinkan.
PT. SOGA TEKNIK UTAMA Mobilisasi
Ø Rute Mobilisasi : Aceh - Cilacap Ø Jarak Tempuh
: 1.479 Nm Ø Waktu Tempuh
: 25 Hari Ø Peralatan
: TB Garuda Persada
HB. SOGA 07, HB SOGA 05
Ø Rute Mobilisasi : Bali - Cilacap Ø Jarak Tempuh
: 1012 Nm Ø Waktu Tempuh
: 10 Hari Ø Peralatan
: HB SOGA 06
PT. SOGA TEKNIK UTAMA Metode Pelaksanaan
D a l a m p e n g e r u k a n diperlukan adanya pembagian pias atau sp ot pengerukan untuk mempermudan penyebutan dalam koordinasi dan pengawasan.
Selain itu spot juga digunakan sebagai penanda area yang sudah dikeruk dan belum dikeruk
.
Pembagian p ias pengerukan memiliki lebar 5 meter per pias Untuk area TSHD dan untuk grab dredger dibagi per segmen karena lebar area tidak mencapai 30 meter.
PT. SOGA TEKNIK UTAMA Metode Pelaksanaan
Peralatan Sounding : 1. GPS (Trimble) 2. Echosounder
3. Software Kalkulasi Volume 4. Data Pasang Surut
5. Peralatan pelaksanaan (Perahu, barcheck dll)
Pelaksanaan predredge sounding perlu dilakukan sebelum kegiatan pengerukan untuk mengetahui kondisi volume saat ini. kegiatan predredge sounding akan di saksikan juga oleh instansi terkait seperti syahbandar dan distrik navigasi setempat
PT. SOGA TEKNIK UTAMA Metode Pelaksanaan
Untuk mempertahankan posisi kapal CB SOGA 07 akan menggunakan spud dengan panjang 17 m yang sudah terpasang pada tongkang dan untuk penentuan posisi / spot pengerukan menggunakan GPS Trimble yang dipasang pada ruang operator. Penanda area keruk akan dimasukan spot yang sudah di design pada saat pembagian pias.
Sedangkan TSHD akan berjalan sesuai spot dan ketika sudah sampai ujung dan putar balik akan kembali lagi ke pias yang sama karena per pias memiliki lebar 5 meter, sehingga perlu 2 kali untuk mengeruk 1 pias TSHD.
PT. SOGA TEKNIK UTAMA Metode Pelaksanaan
Pergerakan Kapal
Proses pengerukan diawali dengan pengaturan posisi CB SOGA 7 berada area kolam 64, 67, 68. kemudian maju hingga selesai dan di lanjutkan ke area kolam RWI.
Setelah kolam RWI selesai CB SOGA 7 akan mengambil material di area keruk TSHD / di area alur di bagian tepi dan pembuatan parit untuk slope alur.
Untuk urutan area keruk TSHD akan dimulai dari area terluar alur pias nomer 4 atau sisi alur bagian barat.
Sedangkan Pias 1,2,3 TSHD akan dikerjakan CB SOGA 07.
jadi ketika area kolam sudah selesai dikerjakan, maka area yang berdekatan dengan area kolam sudah tidak ada CB SOGA 7 lagi karena sudah berpindah di area alur.
sehingga pengerukan di sisi alur timur dapat dikeruk seluruhnya karena tidak terganggu dengan kapal CB SOGA 07
Posisi awal pengerukan
Posisi akhir pengerukan
PT. SOGA TEKNIK UTAMA Metode Pelaksanaan
Pengambilan Material
qMetode pengambilan material menggunakan clamshell cara menurunkan clamshell hingga ke permukaan material clay, qUntuk material sedimen softclay tidak terlalu banyak di ambil karena jika hanya mengambil material lunak atau bagian atas
hasil pengerukan akan cepat terpenuhi lagi dengan material sedimen.
qSedangkan dengan metode pengambilan material jenuh / clay, lumpur halus akan turun dan mengisi area yang sudah dikeruk sehingga meskipun hasil sounding tahun berikutnya menunjukan kedalaman -7m tetapi masih aman digunakan untuk sandar kapal karena yang mengisi area tersebuh hanya lumpur halus / material yang mengambang.
PT. SOGA TEKNIK UTAMA Metode Pelaksanaan
Kedalaman Pengerukan
Untuk mengetahui kedalaman yang sudah dikeruk selain dapat menggunakan penanda pada wire bucket, juga dapat menggunakan jumlah volume dikarenakan yang di ambil material dasar. System perhitungan menggunakan metode pengalian volume yaitu luasan per spot dikalikan dengan ketebalan yang harus dikeruk kemudian disesuaikan dengan kapasitas muatan hopper yaitu 1000 m3 / trip. Semisal ketebalan pada suatu spot yang perlu diambil 2m (20x10x2 = 400) maka untuk memenuhi 1 hopper memerlukan area 2 spot untuk hopper HB SOGA 05.
.
PT. SOGA TEKNIK UTAMA Metode Pelaksanaan
Posisi Pengerukan
Material akan di dumping setelah material di hopper penuh 1000 m3 dan 2000 m3 untuk TSHD Mekar 501. sebelum hopper berangkat sebelumnya akan di ukur dulu ketinggan material di hopper untuk menghitung volume angkut apakah sudah maksimal atau belum. Proses dumping material menggunakan hopper selfpropeller akan di assist menggunakan Tugboat Garuda Persada untuk putar haluan.
HB SOGA 05
PT. SOGA TEKNIK UTAMA Perhitungan Produksi
Crane Barge = CB SOGA 07
Hopper Barge 1
Hopper Barge 2 =
= HB SOGA 05 HB SOGA 06
Tugboat = Garuda Persada
Produktivitas
Kapasitas Bucket = 7 m3
Muatan Terangkat = 5 m3
Time Swing = 50 /jam
Produksi / jam = 250 m3
Waktu Shifting & Olah Gerak = 0.5 Jam
Kapasitas Hopper = 1000 m3
Muatan Solid = 800 m3
Waktu Muat = 4 Jam
Waktu Dumping
Jarak Dumping = 12 Nm
Kecepatan Kapal Isi = 3 Kn
Kecepatan Kapal Kosong = 5 Kn
Waktu Dumping = 7 Jam
PT. SOGA TEKNIK UTAMA Perhitungan Produksi
TSHD = TSHD MEKAR 501
Produktivitas
Produksi Pompa = 2000 m3/jam
Muatan Solid = 500 m3/jam
Muatan Palka = 2000 m3
Muatan Solid = 1600 m3
Waktu Shifting & Olah Gerak = 0.5 Jam
Waktu Muat = 4 Jam
Waktu Dumping
Jarak Dumping = 12 Nm
Kecepatan Kapal Isi = 4 Kn
Kecepatan Kapal Kosong = 6 Kn
Waktu Dumping = 6 Jam