• Tidak ada hasil yang ditemukan

MK Seminar PPG Prajabatan

N/A
N/A
rezky fazryatu maqviroh

Academic year: 2024

Membagikan " MK Seminar PPG Prajabatan"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

(1)

Cetakan 1

(2)

Cetakan 1

(3)

Seminar Pendidikan Profesi Guru

Mata Kuliah Inti

Pendidikan Profesi Guru Prajabatan Tahun 2022

Cetakan 1

Kurator/Penulis :

Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd.

Penelaah:

Dr. Makbul Muksar, S.Pd, M.Si (UM) Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D.

Lestia Primayanti, S.Psi.

Desain Grafis dan Ilustrasi:

Tim Desain Grafis

Copyright © 2022

Direktorat Pendidikan Profesi Guru

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

Dilarang mengcopy sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan komersial

(4)
(5)

Kata Pengantar Direktur Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan

Dalam Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD). mengamatkan bahwa Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Selanjutnya dalam Pasal 8 UUGD menyatakan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta mampu mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Sesuai dalam Pasal 17 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi bahwa pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang menyiapkan Mahasiswa dalam pekerjaan yang memerlukan persyaratan keahlian khusus.

Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan merupakan program pendidikan yang menyiapkan guru sebagai sumber daya manusia berkualitas untuk memenuhi kondisi ideal guru di Indonesia yang meliputi aspek kuantitas, distribusi, kualifikasi, dan kompetensi. PPG Prajabatan bertujuan menghasilkan guru profesional pemula yang mengamalkan nilai-nilai Pancasila, semangat gotong royong, dan mampu menggunakan teknologi digital, serta melahirkan hal-hal yang inovatif dan kreatif. Selain itu, PPG Prajabatan menekankan pada konsep Merdeka Belajar, yang berpusat kepada peserta didik dan pembelajarannya, berkomitmen menjadi teladan dan pembelajar sepanjang hayat serta memiliki dasar-dasar kepemimpinan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, PPG Prajabatan mengedepankan penguatan kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional melalui clinical practice atau program praktik lapangan yang diintegrasikan dalam perkuliahan. Sebagai calon guru pemula, mahasiswa PPG Prajabatan perlu dibekali pengalaman pembelajaran yang bermakna yang

(6)

dengan perkuliahan berbasis kegiatan dan refleksi yang dikombinasikan dengan praktik lapangan, termasuk di sekolah tempat guru pemula akan ditugaskan.

Pelaksanaan PPG Prajabatan melibatkan pengajar dari unsur akademisi, praktisi pendidikan, dan Guru Penggerak. Keterlibatan pengajar dari berbagai unsur ini bertujuan untuk menjembatani teori dan praktik di lapangan.

Paket-paket modul digunakan dalam perkuliahan yang dilaksanakan selama dua semester melalui tiga kelompok mata kuliah, yaitu: Mata Kuliah Inti, Mata Kuliah Pilihan Selektif, dan Mata Kuliah Pilihan Elektif. Setiap modul perkuliahan mencakup komponen Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dan asesmen, perangkat pembelajaran, dan isi modul. Asesmen ketercapaian CPMK dilaksanakan di antaranya melalui projek, studi kasus, portofolio, dan tes.

Perangkat pembelajaran meliputi Lembar Kerja (LK), media, dan sumber belajar yang dilengkapi dengan pranala ke sumber belajar lainnya sebagai pengayaan.

Isi modul disusun berdasarkan alur MERDEKA, yaitu: Mulai dari diri (M), Eksplorasi konsep (E), Ruang kolaborasi (R), Demonstrasi kontekstual (D), Elaborasi pemahaman (E), Koneksi antar materi (K), dan Aksi nyata (A). Modul dengan alur MERDEKA diharapkan dapat membantu mahasiswa mempersiapkan diri dalam mencapai tuntutan profesi sebagai agen yang mencerdaskan kehidupan bangsa dan mampu mencetak generasi yang membawa perubahan ke hal yang lebih baik.

Kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada tim penyusun dan berbagai pihak yang telah bekerja keras dan berkontribusi positif mewujudkan penyelesaian modul ini serta membantu terlaksananya PPG Prajabatan. Semoga Allah Yang Mahakuasa senantiasa memberkati upaya yang kita lakukan demi pendidikan Indonesia. Amin.

Jakarta, September 2022 Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan,

Dr. Iwan Syahril, Ph.D

(7)

Kata Pengantar Direktur Pendidikan Profesi Guru

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi telah mengambil kebijakan untuk secara bertahap mengganti guru-guru yang memasuki masa pensiun/purna tugas melalui pengangkatan guru baru yang telah lulus Pendidikan Profesi Guru Prajabatan (PPG Prajabatan).

Kebijakan tersebut menuntut kesiapan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) menyelenggarakan PPG Prajabatan dengan jumlah peserta PPG Prajabatan sesuai dengan kebutuhan dan kualitas lulusan untuk menjawab tantangan kebutuhan pendidikan di sekolah.

Menanggapi tuntutan tersebut, Direktorat Pendidikan Profesi Guru (Direktorat PPG) mengkoordinasikan proses peningkatan kapasitas LPTK dalam menyelenggarakan PPG Prajabatan dalam hal jumlah dan mutu pendidikan. Untuk menanggapi tuntutan kualitas penyelenggaraan PPG Prajabatan, salah satu aktivitas yang telah dilakukan oleh Direktorat PPG, di bawah arahan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, telah mengembangkan Modul PPG Prajabatan. Hasil pengembangan tersebut dimuat di dalam dokumen ini.

Modul PPG Prajabatan memuat materi, alur, aktivitas, dan penugasan mahasiswa PPG Prajabatan. Kami berharap dengan adanya Modul PPG Prajabatan ini penyelenggaraan PPG Prajabatan di seluruh LPTK dapat terselenggara secara terstandar agar dihasilkan guru yang memiliki profil dan kompetensi sesuai kebutuhan perkembangan dunia pendidikan secara global.

Kami berterimakasih kepada LPTK penyelenggara PPG Prajabatan atas dukungan dan kerjasama dalam menyelenggarakan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Jakarta, September 2022

Plt. Direktur Pendidikan Profesi Guru,

(8)

Daftar Isi

Hlm.

Kata Pengantar Direktur Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan ... i

Kata Pengantar Direktur Pendidikan Profesi Guru ... iii

Daftar Isi ... iv

Daftar Tabel ... v

BAB 1. Pendahuluan ... 1

A. Pengertian ... 1

B. Landasan ... 2

C. Pengertian Seminar PPG ... 2

D. Tujuan Seminar PPG ... 2

E. Sistem Seminar PPG ... 3

BAB 2. Prosedur Pelaksanaan Seminar PPG ... 4

A. Prosedur Pelaksanaan Seminar PPG ... 4

BAB 3. TANGGUNG JAWAB DAN TUGAS MAHASISWA, DOSEN PEMBIMBING SEMINAR, DOSEN NON DPS, GURU NON GURU PAMONG ATAU PRAKTISI PENDIDIKAN ... 19

A. Tanggung Jawab dan Tugas Mahasiswa PPG ... 19

B. Tanggung Jawab dan Tugas Dosen Pembimbing Seminar (DPS) ... 20

C. Tanggung Jawab dan Tugas Dosen Non Pembimbing Seminar ... 21

D. Tanggung Jawab dan Tugas Guru Non Guru Pamong atau Praktisi Pendidikan 21 BAB 4. PENILAIAN SEMINAR PPG ... 23

A. Penilaian Seminar PPG ... 23

1. Komponen Penilaian ... 23

2. Prosedur Penilaian ... 23

3. Panduan Penilaian ... 25

Penutup ... 42

(9)

Daftar Tabel

Tabel 2.1. Format Isian Refleksi Diri Terhadap Pengalaman Belajar Setiap

Matakuliah ... 5

Tabel 2.2. Format Isian Desain Invensi/Inovasi Pembelajaran dan Rencana Tindak Lanjut ... 7

Tabel 2.3. Sajian Materi yang Direfleksi pada Setiap Pertemuan ... 9

Tabel 2.4. Sajian Aktivitas Belajar dan Alokasi Waktu Pembelajaran pada Setiap Pertemuan ... 10

Tabel 4.1. Panduan Penilaian E-Portfolio ... 25

Tabel 4.2. Panduan Penilaian Ujian Akhir Semester ... 28

Tabel 4.3. Panduan Penilaian Sikap ... 29

Tabel 4. 4. Rubrik Penilaian E-Portfolio ... 30

Tabel 4.5. Rubrik Penilaian Ujian Akhir Semester ... 37

Tabel 4. 6. Rubrik Penilaian Sikap ... 39

(10)
(11)

BAB 1. Pendahuluan

A. Pengertian

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru merupakan ujung tombak pendidikan yang bertanggung jawab pada kualitas generasi penerus bangsa. Dapat dikatakan, guru menjadi kunci penting keberhasilan pendidikan. Karenanya, sosok guru profesional menjadi hal yang mutlak diwujudkan.

Salah satu karakter yang perlu dimiliki seorang guru untuk memenuhi tuntutan sebagai guru profesional adalah reflektif. Guru yang reflektif adalah guru yang mau

‘melihat’ dirinya sendiri, melakukan refleksi dan introspeksi diri, khususnya terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Selain selalu melihat sisi positif dari setiap saran dan kritik orang lain, guru yang reflektif selalu berusaha mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi peserta didik dan menelaah apakah pembelajaran yang dilakukan telah mengantarkan peserta didik menguasai kompetensi yang diharapkan. Guru yang reflektif tidak dengan mudah merasa puas terhadap pembelajaran yang telah dilakukan dan cenderung ingin mencoba hal baru untuk menyempurnakan pembelajarannya (best practices).

Karenanya, guru yang reflektif bersikap terbuka terhadap perubahan, mau terus belajar, dan menerima nilai-nilai baru yang bersifat dinamis.

Kompetensi refleksi tidak serta merta dapat dimiliki oleh seorang guru. Kompetensi refleksi perlu dilatihkan, diinisiasikan, dan dibiasakan kepada calon guru agar karakter reflektif telah menjadi bagian dari dirinya dan siap diimplementasikan saat mengajar di sekolah. Karenanya, kompetensi berpikir reflektif telah diajarkan pada sesi akhir setiap mata kuliah inti, selektif, maupun elektif yang ditempuh. Untuk menguatkan kompetensi refleksi, secara khusus mahasiswa dilatih melakukan refleksi terhadap proses dan hasil belajar seluruh mata kuliah yang ditempuh selama PPG. Diharapkan, setelah menempuh mata kuliah Seminar PPG ini, terjadi

(12)

B. Landasan

Panduan Seminar PPG Prajabatan ini disusun dan dilaksanakan dengan acuan:

1. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 2. Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

3. Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008 tentang Guru

4. Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2017 tentang Standar Pendidikan Guru 5. Permendikbud No 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi 6. Perdirjen GTK Nomor 2182/B/PD.00.02/2022 Tentang Petunjuk Teknis

Pelaksanaan Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan

C. Pengertian Seminar PPG

Seminar PPG adalah mata kuliah yang memfasilitasi mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan melakukan refleksi secara logis, kritis, dan sistematis terhadap proses dan hasil belajar selama mengikuti PPG. Melalui Seminar PPG mahasiswa diajarkan bagaimana melakukan refleksi pembelajaran sehingga mereka dapat mencerna proses belajar mereka secara kritis dengan mengaitkan seluruh proses pembelajaran untuk mencapai pemahaman berbasis data, serta memahami kekurangan dan kelebihan mereka dalam proses belajar dan cara menindaklanjutinya untuk peningkatan berkelanjutan.

D. Tujuan Seminar PPG

Tujuan umum Seminar PPG adalah agar mahasiswa terampil melakukan refleksi secara logis, kritis, dan sistematis terhadap proses dan hasil pembelajaran selama mengikuti Program PPG. Refleksi dilakukan terhadap setiap mata kuliah dan kaitannya dengan mata kuliah yang ditempuh selama mengikuti Program PPG, baik mata kuliah inti, selektif, maupun elektif dengan memanfaatkan artefak- artefak pembelajaran mata kuliah tersebut.

(13)

E. Sistem Seminar PPG

Pada Seminar PPG ini mahasiswa dibimbing melakukan refleksi secara logis, kritis, dan sistematis terhadap proses dan hasil belajar setiap mata kuliah yang telah ditempuh pada semester I dan sedang ditempuh pada semester II dengan memanfaatkan artefak-artefak pembelajaran yang diperoleh dari setiap matakuliah. Setiap mata kuliah direfleksi dalam satu kali pertemuan, kemudian hasilnya diunggah pada Jurnal Refleksi. Proses refleksi didampingi oleh Dosen Pembimbing Seminar (DPS). Adapun proses unggah hasil refleksi ke Jurnal Refleksi dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa.

Jurnal Refleksi merupakan portofolio digital (e-portfolio) yang menggambarkan peningkatan kemampuan berdasarkan hasil refleksi diri terhadap pengalaman belajar serta artefak-artefak pembelajaran yang diperoleh selama mengikuti pembelajaran suatu mata kuliah. Secara garis besar, artefak pembelajaran dapat dipilah menjadi tiga kategori, yaitu (1) artefak pembelajaran terkait pengembangan diri, (2) artefak pembelajaran terkait perkuliahan, dan (3) artefak pembelajaran terkait praktik lapangan. Artefak pembelajaran terkait pengembangan diri mencakup hasil refleksi diri dengan bukti dukung berupa dokumen yang memuat target (goal setting) yang ingin dicapai mahasiswa sebagai calon guru, instrumen asesmen untuk melihat pengembangan diri, serta dokumen lain yang terkait dengan pengembangan diri. Artefak pembelajaran terkait perkuliahan mencakup hasil refleksi diri dengan bukti dukung berupa dokumen tugas-tugas matakuliah, refleksi akhir dan tengah semester, serta dokumen lain yang terkait dengan perkuliahan. Artefak pembelajaran terkait praktik lapangan mencakup hasil refleksi diri dengan bukti dukung berupa laporan observasi kelas dan sekolah, dokumen pembelajaran peserta didik, foto dan video praktik pembelajaran, materi pembelajaran yang dirancang dan/atau dikembangkan, hasil wawancara dengan peserta didik dan/atau orang tua, catatan anekdotal tentang kembang peserta didik, catatan evaluasi peserta didik, serta catatan observasi dari dosen, guru pamong, guru lainnya, dan/atau calon guru lainnya. Artefak-artefak pembelajaran di atas terdapat dalam LMS mata kuliah terkait dan dapat diunduh sesuai keperluan sebagai bahan refleksi atau sebagai bukti dukung refleksi diri.

(14)

BAB 2. Prosedur Pelaksanaan Seminar PPG

A. Prosedur Pelaksanaan Seminar PPG

Prosedur pelaksanaan refleksi diri untuk setiap mata kuliah yang ditempuh pada semester I dan semester II mengikuti tahap-tahap di bawah ini.

1. Review pengalaman belajar. Pada tahap ini mahasiswa mereviu seluruh pengalaman belajar mereka untuk setiap mata kuliah yang telah ditempuh pada semester I dan yang sedang ditempuh pada semester II. Aktivitas mereviu seluruh pengalaman belajar dapat dilakukan dengan mengingat kembali praktik-praktik baik atau pengalaman mengesankan yang diperoleh dalam suatu matakuliah. Mahasiswa dapat membuka kembali artefak-artefak pembelajaran yang telah diunggah sebelumnya dalam LMS guna membantu mengingat kembali pengalaman belajar pada suatu matakuliah. Selanjutnya, mahasiswa memilih satu atau dua pengalaman belajar yang akan direfleksi lebih lanjut.

2. Refleksi pengalaman belajar. Pada tahap ini mahasiswa melakukan refleksi terhadap pengalaman belajar yang telah dipilih. Aktivitas refleksi pengalaman belajar dilakukan dengan berusaha menjawab pertanyaan: (a)

“Apa yang telah terjadi?”, (b) “Mengapa hal tersebut dapat terjadi?” Dari pertanyaan butir (a) dan (b) mahasiswa akan memahami secara mendalam permasalahan atau pengalaman baik yang diperoleh dari suatu matakuliah.

Mahasiswa juga dapat menghubungkan satu pengalaman belajar dengan pengalaman belajar yang lain dari satu mata kuliah atau lintas mata kuliah untuk memperoleh rangkaian pengalaman belajar yang komprehensif.

3. Analisis artefak pembelajaran. Pada tahap ini mahasiswa menanyakan: (c)

“Artefak-artefak pembelajaran mana yang dapat saya jadikan bukti dukung hasil refleksi pengalaman belajar?”. Untuk menjawab pertanyaan ini, mahasiswa disarankan mencermati kembali artefak-artefak pembelajaran mata kuliah terkait, memilih beberapa di antaranya yang sesuai dengan pengalaman belajar yang akan direfleksi, menganalisis keterkaitannya dengan pengalaman belajar, kemudian menyusunnya sebagai bukti dukung hasil refleksi.

(15)

4. Unggah hasil refleksi dan dokumen pendukung. Mahasiswa menuliskan hasil refleksi dalam form refleksi yang telah disediakan, kemudian mengunggah form tersebut beserta dokumen pendukungnya ke Jurnal Refleksi.

Berikut disampaikan format isian refleksi diri terhadap pengalaman belajar setiap matakuliah.

Tabel 2.1. Format Isian Refleksi Diri Terhadap Pengalaman Belajar Setiap Matakuliah

Nama Matakuliah (tuliskan nama mata kuliah yang pengalaman belajarnya akan direfleksi)

Review pengalaman belajar. (tuliskan hasil review berupa pengalaman belajar yang dipilih untuk direfleksi lebih lanjut:

Apa yang telah saya pelajari di mata kuliah ini?)

Refleksi pengalaman belajar yang dipilih

(tuliskan refleksi terhadap pengalaman belajar terpilih: 1) Mengapa topik-topik tersebut penting dipelajari? 2) Bagaimana saya mempelajari topik-topik yang ada pada mata kuliah tersebut?

3)Apakah strategi yang diimplementasikan dalam mempelajari topik-topik tersebut penting bagi saya? Mengapa?)

Analisis artefak pembelajaran (cantumkan visual artefak pembelajaran yang mendukung hasil refleksi pengalaman belajar atau tautannya di sini, beserta analisis Anda terhadap artefak pembelajaran tersebut.)

(16)

Pembelajaran bermakna (good practices)

(tuliskan garis besar makna yang diperoleh dari aktivitas refleksi diri terhadap pengalaman belajar mata kuliah ini: Bagaimana saya akan menggunakan apa yang sudah dipelajari untuk memperbaiki diri saya sebagai individu dan sebagai guru, serta membawa perubahan terhadap siswa?

Setelah mahasiswa melaksanakan refleksi diri untuk seluruh mata kuliah sebagaimana di atas, menjelang akhir semester mahasiswa menyusun desain invensi/inovasi pembelajaran dan rencana tindak lanjut. Penyusunan desain invensi/inovasi dan rencana tidak lanjut ini didasarkan pada penentuan pengalaman dan praktik pembelajaran terbaik yang pernah dialami mahasiswa.

Penyusunan desain invensi/inovasi dan rencana tindak lanjut dilaksanakan dengan mengikuti lima prosedur yang sudah ditentukan.

1. Review seluruh unggahan pada Jurnal Refleksi. Pada tahap ini mahasiswa mereviu seluruh hasil refleksi beserta artefak pendukungnya yang telah diunggah di Jurnal Refleksi. Review didasarkan pada pengalaman- pengalaman pembelajaran bermakna (good practices) yang diperoleh selama mengikuti perkuliahan di Program PPG.

7. Menentukan satu atau dua hasil refleksi yang paling bermakna. Setelah mereviu seluruh hasil refleksi, mahasiswa menentukan satu atau dua hasil refleksi yang paling bermakna dan dipandang sebagai praktik pembelajaran terbaik (best practice) dari seluruh pengalaman belajar yang dimiliki. Sangat dimungkinkan kompilasi beberapa hasil refleksi diri mampu memberikan nilai- nilai baru bagi mahasiswa, khususnya dalam kapasitasnya sebagai calon guru profesional.

8. Desain invensi/inovasi pembelajaran. Diawali dengan pertanyaan (a) “Hal apa yang dapat saya tarik sebagai pembelajaran bermakna?”, mahasiswa akan menemukan makna dari hasil refleksi terhadap pengalaman belajar dan

(17)

artefak pembelajaran. Selanjutnya, mahasiswa menanyakan (b) “Hal berbeda apa yang sekiranya dapat saya lakukan?”. Dari pertanyaan tersebut mahasiswa mendesain satu atau beberapa alternatif invensi atau inovasi pembelajaran yang disusun berdasarkan proses refleksi sebelumnya. Invensi pembelajaran dimaksudkan sebagai penemuan bidang pembelajaran yang benar-benar baru, belum ada sama sekali sebelumnya. Adapun inovasi pembelajaran dimaksudkan sebagai penemuan bidang pembelajaran yang dirasakan dan diamati sebagai sesuatu yang baru, tetapi mungkin sudah ada penemuan sejenis di lokal yang lain. Diharapkan, invensi/inovasi yang dihasilkan memadai dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran setelah mereka menjadi guru di sekolah.

9. Rencana tindak lanjut. Pada tahap ini aktivitas mahasiswa berkaitan dengan pertanyaan “Rencana tindak lanjut apa yang dapat saya lakukan?”. Dalam hal ini mahasiswa menyusun rencana dan strategi bagaimana invensi/inovasi yang telah dibuat dapat diimplementasikan dalam pembelajaran di sekolah.

10. Unggah desain inovasi atau info. Mahasiswa menuliskan desain invensi/inovasi pembelajaran dan rencana tindak lanjutnya dalam form yang telah disediakan, kemudian mengunggah form tersebut beserta dokumen pendukungnya ke Jurnal Refleksi.

Berikut disampaikan format isian desain invensi/inovasi pembelajaran dan rencana tindak lanjut.

Tabel 2.2. Format Isian Desain Invensi/Inovasi Pembelajaran dan Rencana Tindak Lanjut

Pengalaman yang paling bermakna (best practise)

(tuliskan pengalaman pembelajaran yang paling bermakna)

Desain invensi atau inovasi (tuliskan desain invensi atau inovasi yang dikembangkan berdasarkan hasil kerja pada butir 2 dan 3)

(18)

Rencana tindak lanjut (tuliskan rencana tindak lanjut implementasi desain invensi atau inovasi di sekolah/kelas)

Dalam prosedur pelaksanaan refleksi diri untuk setiap mata kuliah ini DPS berperan membimbing mahasiswa dalam mereviu pengalaman belajar, merefleksi pengalaman belajar, menganalisis artefak pembelajaran, mendesain inovasi dan invensi pembelajaran, serta menyusun rencana tindak lanjut. Adapun pengunggahan hasil refleksi dan artefak pembelajaran pendukung refleksi ke Jurnal Refleksi dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa.

Pembimbingan oleh DPS dilakukan dengan metode diskusi. Proses diskusi dapat melibatkan teman sejawat, dosen, guru, atau siapapun yang dianggap dapat memberikan kontribusi memadai terhadap proses refleksi diri. Secara garis besar, prosedur Seminar PPG dapat dilihat pada bagan berikut.

Review pengalaman

belajar

Refleksi pengalaman

belajar

Analisis artefak pembelajaran

Desain invensi atau inovasi pembelajaran

Penyusunan rencana tindak

lanjut

Dilakukan terhadap seluruh matakuliah yang ditempuh selama PPG

(pertemuan 2--13)

Dilakukan di akhir semester (pertemuan 14)

(19)

Bagan 1. Prosedur Seminar PPG

Seminar PPG ditempuh oleh mahasiswa pada semester II. Dengan beban studi 1 sks, pertemuan untuk Seminar PPG dilaksanakan satu kali per minggu dengan rincian waktu 100 menit tatap muka dan 70 menit tugas mandiri. Tatap muka dilakukan dengan metode diskusi bersama dosen pembimbing dan teman sejawat yang tergabung dalam kelompok yang sama. Materi diskusi pada setiap kali pertemuan tatap muka adalah refleksi terhadap satu mata kuliah yang pernah ditempuh (pada semester I) atau sedang ditempuh (pada semester II) selama pelaksanaan Program PPG.

Tabel 2.3. Sajian Materi yang Direfleksi pada Setiap Pertemuan

Pertemuan ke- Materi yang direfleksi

1 Orientasi mata kuliah Seminar PPG 2 Filosofi Pendidikan

3 Peserta Didik dan Pemahamannya

4 Prinsip Pengajaran dan Asesmen yang Efektif I 5 Projek Kepemimpinan I

6 PPL I

7 Mata kuliah selektif semester I 8 Mata Kuliah elektif semester I 9 Pembelajaran Sosial Emosional

10 Prinsip Pengajaran dan Asesmen yang Efektif II 11 Projek Kepemimpinan II

12 PPL II

13 Mata kuliah selektif semester II

(20)

14 Desain invensi/inovasi pembelajaran dan penyusunan rencana tindak lanjut

15 Paradigma tentang makna guru (pasca mengikuti mata kuliah Seminar PPG)

16 UAS

Tabel 2.4. Sajian Aktivitas Belajar dan Alokasi Waktu Pembelajaran pada Setiap Pertemuan

Pertemuan Ke-

Aktivitas Belajar Alokasi Waktu

1 Orientasi mata kuliah Seminar PPG:

1. Menyimak penjelasan tentang ruang lingkup Seminar PPG dan Jurnal Refleksi.

2. Mengisi form pre-test (tentang makna guru menurut mahasiswa sebelum melakukan refleksi).

3. Pre Test: Menuliskan pandangan awal mahasiswa tentang makna guru.

1 x 50’ tatap muka (orientasi mata kuliah)

1 x 60’ tugas terstruktur (mempelajari Panduan Seminar PPG)

1 x 60’ tugas mandiri (mempelajari hal-hal lain terkait bahan kajian dalam Seminar PPG)

2 Refleksi pengalaman belajar mata kuliah Filosofi Pendidikan:

1. Mereviu pengalaman belajar mata kuliah Filosofi Pendidikan dan memilih pengalaman belajar yang akan direfleksi lebih lanjut.

2. Merefleksi pengalaman belajar yang dipilih dari mata kuliah Filosofi Pendidikan.

3. Menganalisis artefak pembelajaran yang diunduh dari LMS mata kuliah Filosofi Pendidikan.

1 x 100’ tatap muka (no 1-5, bersama DPS).

1 x 70’ tugas terstruktur (no 6, mandiri)

(21)

Pertemuan Ke-

Aktivitas Belajar Alokasi Waktu

4. Mengunggah hasil refleksi pada mata kuliah Filosofi Pendidikan ke Jurnal Refleksi.

3 Refleksi pengalaman belajar mata kuliah Peserta Didik dan

Pemahamannya:

1. Mereviu pengalaman belajar mata kuliah Peserta Didik dan

Pemahamannya dan memilih pengalaman belajar yang akan direfleksi lebih lanjut.

2. Merefleksi pengalaman belajar yang dipilih dari mata kuliah Peserta Didik dan Pemahamannya.

3. Menganalisis artefak pembelajaran yang diunduh dari LMS mata kuliah Peserta Didik dan Pemahamannya.

4. Mengunggah hasil refleksi pada mata kuliah Peserta Didik dan Pemahamannya ke Jurnal Refleksi

1 x 100’ tatap muka (no 1-5, bersama DPS).

❖ 1 x 70’ tugas terstruktur (no 6, mandiri)

4 Refleksi pengalaman belajar mata kuliah Prinsip Pengajaran dan Asesmen yang Efektif I:

1. Mereviu pengalaman belajar mata kuliah Prinsip Pengajaran dan Asesmen yang Efektif I dan memilih pengalaman belajar yang akan direfleksi lebih lanjut.

2. Merefleksi pengalaman belajar yang dipilih dari mata kuliah Prinsip Pengajaran dan Asesmen yang Efektif I.

1 x 100’ tatap muka (no 1-5, bersama DPS).

1 x 70’ tugas terstruktur (no 6, mandiri)

(22)

Pertemuan Ke-

Aktivitas Belajar Alokasi Waktu

3. Menganalisis artefak pembelajaran yang diunduh dari LMS mata kuliah Prinsip Pengajaran dan Asesmen yang Efektif I.

4. Mengunggah hasil refleksi pada mata kuliah Prinsip Pengajaran dan Asesmen yang Efektif I ke Jurnal Refleksi.

5 Refleksi pengalaman belajar mata kuliah Proyek Kepemimpinan I:

1. Mereviu pengalaman belajar mata kuliah Projek Kepemimpinan I dan memilih pengalaman belajar yang akan direfleksi lebih lanjut.

2. Merefleksi pengalaman belajar yang dipilih dari mata kuliah Projek Kepemimpinan I.

3. Menganalisis artefak pembelajaran yang diunduh dari LMS mata kuliah Projek Kepemimpinan I.

4. Mengunggah hasil refleksi pada mata kuliah Projek Kepemimpinan I ke Jurnal Refleksi.

1 x 100’ tatap muka (no 1-5, bersama DPS).

1 x 70’ tugas terstruktur (no 6, mandiri)

6 Refleksi pengalaman belajar mata kuliah PPL I :

1. Mereviu pengalaman belajar mata kuliah PPL I dan memilih

pengalaman belajar yang akan direfleksi lebih lanjut.

2. Merefleksi pengalaman belajar yang dipilih dari mata kuliah PPL I.

1 x 100’ tatap muka (no 1-5, bersama DPS).

1 x 70’ tugas terstruktur (no 6, mandiri)

(23)

Pertemuan Ke-

Aktivitas Belajar Alokasi Waktu

3. Menganalisis artefak pembelajaran yang diunduh dari LMS mata kuliah PPL I.

4. Mengunggah hasil refleksi pada mata kuliah PPL I ke Jurnal Refleksi.

7 Refleksi pengalaman belajar mata kuliah selektif semester I:

1. Mereviu pengalaman belajar mata kuliah selektif semester I dan memilih pengalaman belajar yang akan direfleksi lebih lanjut.

2. Merefleksi pengalaman belajar yang dipilih dari mata kuliah selektif semester I.

3. Menganalisis artefak pembelajaran yang diunduh dari LMS mata kuliah selektif semester I.

4. Mengunggah hasil refleksi pada mata kuliah selektif semester I ke Jurnal Refleksi.

1 x 100’ tatap muka (no 1-5, bersama DPS).

1 x 70’ tugas terstruktur (no 6, mandiri)

8 Refleksi pengalaman belajar mata kuliah elektif semester I:

1. Mereviu pengalaman belajar mata kuliah elektif semester I dan memilih pengalaman belajar yang akan direfleksi lebih lanjut.

2. Merefleksi pengalaman belajar yang dipilih dari mata kuliah elektif semester I.

3. Menganalisis artefak pembelajaran yang diperoleh dari mata kuliah elektif semester I.

1 x 100’ tatap muka (no 1-5, bersama DPS).

1 x 70’ tugas terstruktur (no 6, mandiri)

(24)

Pertemuan Ke-

Aktivitas Belajar Alokasi Waktu

4. Mengunggah hasil refleksi pada mata kuliah elektif semester I ke Jurnal Refleksi.

9 Refleksi pengalaman belajar mata kuliah Pembelajaran Sosial Emosional:

1. Mereviu pengalaman belajar mata kuliah Pembelajaran Sosial

Emosional dan memilih pengalaman belajar yang akan direfleksi lebih lanjut.

2. Merefleksi pengalaman belajar yang dipilih dari mata kuliah Pembelajaran Sosial Emosional.

3. Menganalisis artefak pembelajaran yang diunduh dari LMS mata kuliah Pembelajaran Sosial Emosional.

4. Mengunggah hasil refleksi pada mata kuliah Pembelajaran Sosial Emosional ke Jurnal Refleksi.

❖ 1 x 100’ tatap muka (no 1-5, bersama DPS).

1 x 70’ tugas terstruktur (no 6, mandiri)

10 Refleksi pengalaman belajar mata kuliah Prinsip Pengajaran dan Asesmen yang Efektif II:

1. Mereviu pengalaman belajar mata kuliah Prinsip Pengajaran dan Asesmen yang Efektif II dan memilih pengalaman belajar yang akan direfleksi lebih lanjut.

2. Merefleksi pengalaman belajar yang dipilih dari mata kuliah Prinsip Pengajaran dan Asesmen yang Efektif II.

1 x 100’ tatap muka (no 1-5, bersama DPS).

1 x 70’ tugas terstruktur (no 6, mandiri)

(25)

Pertemuan Ke-

Aktivitas Belajar Alokasi Waktu

3. Menganalisis artefak pembelajaran yang diunduh dari LMS mata kuliah Prinsip Pengajaran dan Asesmen yang Efektif II.

4. Mengunggah hasil refleksi pada mata kuliah Prinsip Pengajaran dan Asesmen yang Efektif II ke Jurnal Refleksi.

11 Refleksi pengalaman belajar mata kuliah Proyek Kepemimpinan II:

1. Mereviu pengalaman belajar mata kuliah Projek Kepemimpinan II dan memilih pengalaman belajar yang akan direfleksi lebih lanjut.

2. Merefleksi pengalaman belajar yang dipilih dari mata kuliah Projek Kepemimpinan II.

3. Menganalisis artefak pembelajaran yang diunduh dari LMS mata kuliah Projek Kepemimpinan II.

4. Mengunggah hasil refleksi pada mata kuliah Projek Kepemimpinan II ke Jurnal Refleksi.

1 x 100’ tatap muka (no 1-5, bersama DPS).

❖ 1 x 70’ tugas terstruktur (no 6, mandiri)

12 Refleksi pengalaman belajar mata kuliah PPL II:

1. Mereviu pengalaman belajar mata kuliah PPL II dan memilih

pengalaman belajar yang akan direfleksi lebih lanjut.

2. Merefleksi pengalaman belajar yang dipilih dari mata kuliah PPL II.

1 x 100’ tatap muka (no 1-5, bersama DPS).

1 x 70’ tugas terstruktur (no 6, mandiri)

(26)

Pertemuan Ke-

Aktivitas Belajar Alokasi Waktu

3. Menganalisis artefak pembelajaran yang diunduh dari LMS mata kuliah PPL II.

4. Mengunggah hasil refleksi pada mata kuliah PPL II ke Jurnal Refleksi.

13 Refleksi pengalaman belajar mata kuliah selektif semester II:

1. Mereviu pengalaman belajar mata kuliah selektif semester II dan memilih pengalaman belajar yang akan direfleksi lebih lanjut.

2. Merefleksi pengalaman belajar yang dipilih dari mata kuliah selektif semester II.

3. Menganalisis artefak pembelajaran yang diunduh dari LMS mata kuliah selektif semester II.

4. Mengunggah hasil refleksi pada mata kuliah selektif semester II ke Jurnal Refleksi.

1 x 100’ tatap muka (no 1-5, bersama DPS).

1 x 70’ tugas terstruktur (no 6, mandiri)

14 Desain invensi/ inovasi pembelajaran dan rencana tindak lanjut:

1. Mereviu seluruh unggahan pada Jurnal Refleksi.

2. Memilih satu atau dua hasil refleksi yang paling bermakna.

3. Mendesain invensi atau inovasi pembelajaran.

4. Menyusun rencana tindak lanjut.

1 x 100’ tatap muka (no 1-5, bersama DPS).

1 x 70’ tugas terstruktur (no 6, mandiri)

(27)

Pertemuan Ke-

Aktivitas Belajar Alokasi Waktu

5. Mengunggah desain invensi atau inovasi pembelajaran dan rencana tindak lanjut ke Jurnal Refleksi.

15 Paradigma tentang makna guru:

1. Memikirkan secara komprehensif makna guru berdasarkan pandangan mahasiswa pasca mengikuti mata kuliah Seminar PPG.

2. Menuliskan perubahan paradigma mahasiswa tentang makna guru setelah melakukan serangkaian refleksi pengalaman belajar melalui mata kuliah Seminar PPG (sebagai post-test) dan mengunggahnya di Jurnal Refleksi.

3. Menyusun bahan presentasi Seminar PPG.

a. Memilih hasil refleksi terhadap satu atau dua pengalaman belajar yang dianggap paling unggul dan bermakna.

b. Merumuskan perubahan paradigma mahasiswa tentang makna guru setelah melakukan serangkaian refleksi pengalaman belajar melalui mata kuliah Seminar PPG.

c. Membuat bahan presentasi (untuk dua hal di atas) yang

1 x 100’ tatap muka (no 1-5, bersama DPS).

1 x 70’ tugas terstruktur (no 6, mandiri)

(28)

Pertemuan Ke-

Aktivitas Belajar Alokasi Waktu

informatif, kreatif, atraktif, dan menarik tentang hasil refleksi yang dipilih.

(bahan presentasi memuat hasil refleksi yang diunggulkan atau dianggap paling bermakna, artefak pembelajaran yang mendukung, serta pandangan mereka tentang perubahan paradigma guru pasca melakukan serangkaian refleksi pada mata kuliah Seminar PPG.)

16 Ujian akhir semester @ 60 menit

(29)

BAB 3. TANGGUNG JAWAB DAN TUGAS

MAHASISWA, DOSEN PEMBIMBING SEMINAR, DOSEN NON DPS, GURU NON GURU PAMONG ATAU PRAKTISI PENDIDIKAN

Mata kuliah Seminar PPG melibatkan mahasiswa dan Dosen Pembimbing Seminar (DPS) secara aktif dalam proses perkuliahannya. Adapun untuk proses ujian, selain mahasiswa dan DPS, mata kuliah Seminar PPG juga melibatkan dosen non dosen pembimbing seminar, serta guru non guru pamong atau praktisi pendidikan.

Setiap DPS membimbing sekelompok mahasiswa yang terdiri atas lima sampai enam mahasiswa PPG. Dalam hal ini, DPS boleh diperankan oleh dosen yang sama dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) pada mata kuliah Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) II. Dengan demikian, DPS dapat sekaligus menjadi DPL bagi kelompok mahasiswa yang sama.

Berikut disampaikan tanggung jawab dan tugas mahasiswa yang memprogram mata kuliah Seminar PPG, Dosen Pembimbing Seminar (DPS), dosen non dosen pembimbing seminar, serta guru non guru pamong atau praktisi pendidikan dalam mata kuliah Seminar PPG.

A. Tanggung Jawab dan Tugas Mahasiswa PPG

Dalam mata kuliah ini mahasiswa bertanggung jawab penuh terhadap pengisian Jurnal Refleksi yang menjadi luaran dari mata kuliah Seminar PPG. Pengisian Jurnal Refleksi dilakukan secara berkala, yaitu seminggu sekali setelah mahasiswa selesai melakukan refleksi diri terhadap matakuliah-mata kuliah yang pernah ditempuh pada semester I dan sedang ditempuh pada semester II.

(30)

Tugas mahasiswa dalam mata kuliah Seminar PPG disampaikan sebagai berikut:

1. Mereviu pengalaman belajar mata kuliah tertentu dan memilih pengalaman belajar yang akan direfleksi lebih lanjut,

2. merefleksi pengalaman belajar yang dipilih dari mata kuliah tertentu,

3. menganalisis artefak pembelajaran yang diunduh dari lms mata kuliah tertentu, 4. mendesain invensi atau inovasi pembelajaran,

5. menyusun rencana tindak lanjut,

6. mengunggah hasil refleksi pada mata kuliah tertentu ke jurnal refleksi,

7. membuat bahan presentasi hasil refleksi yang diunggulkan atau yang dianggap paling bermakna, dan

8. mendeskripsikan makna guru menurut mahasiswa sebelum mengikuti Seminar PPG (sebagai pre-test) dan mendeskripsikan perubahan paradigma tentang makna guru menurut mahasiswa setelah mengikuti Seminar PPG (sebagai post-test)

Tugas-tugas di atas dikerjakan dalam bimbingan DPS dan secara mandiri sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Di akhir semester (pertemuan ke-16) mahasiswa menempuh ujian akhir semester berupa presentasi dan ujian lisan dalam forum seminar.

B. Tanggung Jawab dan Tugas Dosen Pembimbing Seminar (DPS)

Dalam mata kuliah ini DPS bertanggung jawab terhadap kinerja mahasiswa dalam pengisian Jurnal Refleksi. Dalam hal ini DPS bertanggung jawab memastikan bahwa pada setiap pertemuan mahasiswa telah melakukan refleksi dengan benar, kemudian mengunggahnya pada Jurnal Refleksi. DPS juga bertanggung jawab membimbing mahasiswa dalam menyusun desain invensi/inovasi pembelajaran dan rencana tindak lanjutnya, serta mendampingi mahasiswa dalam menemukan paradigma baru tentang makna guru. Di akhir semester DPS bertanggung jawab menyelenggarakan ujian akhir semester untuk setiap mahasiswa yang dibimbingnya dalam forum seminar, serta memberikan penilaian untuk mengetahui penguasaan kompetensi mahasiswa dalam mata kuliah Seminar PPG.

(31)

Tugas Dosen Pembimbing Seminar (DPS) disampaikan sebagai berikut:

1. Membimbing mahasiswa mereviu pengalaman belajar mata kuliah tertentu dan memilih pengalaman belajar yang akan direfleksi lebih lanjut,

2. membimbing mahasiswa merefleksi pengalaman belajar yang dipilih dari mata kuliah tertentu,

3. membimbing mahasiswa menganalisis artefak pembelajaran yang diunduh dari lms mata kuliah tertentu,

4. membimbing mahasiswa mendesain invensi/inovasi pembelajaran, 5. membimbing mahasiswa menyusun rencana tindak lanjut,

6. membimbing mahasiswa menemukan paradigma baru mengenai makna guru pasca mengikuti serangkaian kegiatan refleksi di mata kuliah Seminar PPG, 7. menguji mahasiswa di akhir semester dalam forum seminar, dan

8. memberi penilaian terhadap kinerja mahasiswa dalam mata kuliah Seminar PPG.

C. Tanggung Jawab dan Tugas Dosen Non Pembimbing Seminar

Dosen Non Dosen Pembimbing Seminar (Non-DPS) bertanggung jawab pada proses pengujian dan penilaian kompetensi mahasiswa dalam mata kuliah Seminar PPG yang dilakukan di akhir semester.

Tugas Dosen Non-DPS disampaikan sebagai berikut:

1. Menguji mahasiswa di akhir semester dalam forum seminar dan

2. memberi penilaian terhadap kompetensi mahasiswa dalam mata kuliah Seminar PPG.

D. Tanggung Jawab dan Tugas Guru Non Guru Pamong atau Praktisi Pendidikan

Guru non guru pamong (Non-GP) atau praktisi pendidikan bertanggung jawab pada proses pengujian dan penilaian kompetensi mahasiswa dalam mata kuliah

(32)

Tugas Guru Non-GP disampaikan sebagai berikut:

1. menguji mahasiswa di akhir semester dalam forum seminar dan

2. memberi penilaian terhadap kinerja mahasiswa dalam mata kuliah Seminar PPG.

(33)

BAB 4. PENILAIAN SEMINAR PPG

A. Penilaian Seminar PPG

1. Komponen Penilaian

Komponen yang dinilai dan bobot penilaian dalam mata kuliah Seminar PPG ini meliputi:

a. E-Portfolio (50%) b. Ujian akhir semester (30%)

c. Sikap (20%)

2. Prosedur Penilaian

Prosedur penilaian masing-masing komponen dijelaskan di bawah ini.

a. Penilaian e-portfolio

Penilaian terhadap e-portfolio dilakukan per pertemuan, tepatnya setiap saat setelah mahasiswa mengunggah hasil refleksi pengalaman belajar suatu mata kuliah ke Jurnal Refleksi. Terdapat enam prosedur penilaian e-portfolio per mata kuliah.

1) DPS mengakses e-portfolio mahasiswa pada Jurnal Refleksi (tautan Jurnal Refleksi).

2) DPS membaca tulisan hasil refleksi mahasiswa yang telah diunggah pada Jurnal Refleksi.

3) DPS memeriksa kelengkapan dan ketepatan artefak yang menjadi bukti dukung tulisan refleksi mahasiswa.

4) DPS mengakses form penilaian Seminar PPG mahasiswa (tautan Google Form penilaian Seminar PPG).

5) DPS melakukan penilaian e-portfolio dengan berfokus pada ketajaman hasil refleksi, ketepatan pemberian bukti dukung, kemutakhiran invensi atau inovasi, serta ketepatan penyusunan rencana tindak lanjut (lihat panduan penilaian e-portfolio).

(34)

6) DPS memberikan komentar terhadap hasil kerja mahasiswa pada kolom komentar.

b. Penilaian ujian akhir semester

Ujian akhir semester (UAS) dilakukan pada minggu ke-16 dalam forum seminar yang dihadiri oleh tim penguji yang terdiri atas DPS, dosen non DPS, dan guru non GP. Materi ujian mencakup hasil refleksi pengalaman belajar paling bermakna, desain invensi/inovasi pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan hasil refleksi tersebut, serta rencana tidak lanjut yang telah disusun.

Prosedur seminar disampaikan sebagai berikut:

1) DPS memimpin sidang Seminar PPG,

2) DPS mempersilakan mahasiswa menyampaikan bahan presentasinya selama 10 menit di hadapan dewan penguji,

3) DPS memberikan kesempatan kepada tim penguji untuk mengajukan pertanyaan atau saran, kemudian langsung ditanggapi oleh mahasiswa, 4) DPS mempersilakan mahasiswa keluar forum seminar selama 5 menit,

sementara tim penguji berdiskusi untuk menentukan kelulusan mahasiswa, dan

5) DPS mempersilakan mahasiswa masuk kembali ke dalam forum untuk menerima keputusan kelulusan.

Catatan:

1) Penilaian UAS mencakup penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

2) Diharapkan tim penguji mengajukan pertanyaan kritis yang mengarah pada upaya penajaman hasil refleksi mahasiswa, serta pengoptimalan makna hasil refleksi untuk pengembangan kualitas diri mahasiswa dalam kapasitas sebagai calon guru. Evaluasi dilakukan sebagai assessment for learning dan assessment of learning.

3) Alokasi waktu ujian per mahasiswa sekitar 60 menit.

(35)

c. Penilaian sikap

Penilaian sikap dilakukan dengan cara mengamati sikap dan perilaku mahasiswa selama proses ujian. Aspek yang dinilai meliputi kedisiplinan dan keaktifan selama proses perkuliahan, tanggung jawab terhadap orisinalitas e- portfolio (anti plagiarisme), kemandirian dalam menyelesaikan tugas e- portfolio, serta ketepatan waktu pengunggahan dokumen ke Jurnal Refleksi.

Penilaian dilakukan oleh tim peneliti dengan mengikuti panduan penilaian.

3. Panduan Penilaian

Panduan penilaian akan digunakan oleh DPS, dosen non DPS, dan guru non GP sebagai panduan dalam memberikan penilaian kepada mahasiswa.Panduan penilaian e-portfolio dan panduan penilaian sikap digunakan oleh DPS untuk memandu pemberian nilai e-portfolio dalam Jurnal Refleksi dan sikap mahasiswa selama mengikuti mata kuliah Seminar PPG. Panduan penilaian UAS akan digunakan oleh DPS, dosen non DPS, dan guru non GP untuk memandu pemberian nilai sikap, pengetahuan, dan keterampilan mahasiswa ketika melaksanakan ujian akhir semester.

a. Panduan Penilaian E-Portfolio (50%)

Tabel 4.1. Panduan Penilaian E-Portfolio

CPMK Sub-CPMK Indikator Bobot

Terampil memberikan tanggapan berdasarkan hasil refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah inti keilmuan secara mandiri, logis,

Terampil melakukan refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah Filosofi Pendidikan.

1. Ketajaman hasil refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah Filosofi Pendidikan.

2. Ketepatan pemberian bukti dukung hasil refleksi. 60 Terampil melakukan

refleksi terhadap pengalaman belajar

1. Ketajaman hasil refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah

(36)

CPMK Sub-CPMK Indikator Bobot

kritis, dan sistematis.

Pemahaman tentang Peserta Didik dan Pemahamannya.

Peserta Didik dan Pemahamannya.

3. Ketepatan pemberian bukti dukung hasil refleksi.

Terampil melakukan refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah Prinsip Pengajaran dan Asesmen yang Efektif.

1. Ketajaman hasil refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah Prinsip Pengajaran dan Asesmen yang Efektif I.

4. Ketepatan pemberian bukti dukung hasil refleksi.

1. Ketajaman hasil refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah Prinsip Pengajaran dan Asesmen yang Efektif II.

5. Ketepatan pemberian bukti dukung hasil refleksi.

Terampil melakukan refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah

Pembelajaran Sosial Emosional.

1. Ketajaman hasil refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah Pembelajaran Sosial Emosional.

6. Ketepatan pemberian bukti dukung hasil refleksi.

Terampil melakukan refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah Projek Kepemimpinan.

1. Ketajaman hasil refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah Projek Kepemimpinan I.

7. Ketepatan pemberian bukti dukung hasil refleksi.

(37)

CPMK Sub-CPMK Indikator Bobot

1. Ketajaman hasil refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah Projek Kepemimpinan II.

8. Ketepatan pemberian bukti dukung hasil refleksi.

Terampil melakukan refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah PPL.

1. Ketajaman hasil refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah PPL I.

2. Ketepatan pemberian bukti dukung hasil refleksi.

1. Ketajaman hasil refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah PPL II.

9. Ketepatan pemberian bukti dukung hasil refleksi.

Terampil memberikan tanggapan berdasarkan hasil refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah selektif dan elektif secara mandiri, logis, kritis, dan sistematis.

Terampil melakukan refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah selektif.

1. Ketajaman hasil refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah selektif yang ditempuh pada semester I.

10. Ketepatan pemberian bukti dukung hasil refleksi.

20 1. Ketajaman hasil refleksi

terhadap pengalaman belajar mata kuliah selektif yang ditempuh pada semester II.

11. Ketepatan pemberian bukti dukung hasil refleksi.

(38)

CPMK Sub-CPMK Indikator Bobot

Terampil melakukan refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah elektif.

1. Ketajaman hasil refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah elektif.

12. Ketepatan pemberian bukti dukung hasil refleksi.

Terampil mendesain pembelajaran yang inovatif

Terampil mendesain invensi/inovasi pembelajaran dan rencana tindak lanjut

1. Kemutakhiran invensi atau inovasi pembelajaran yang didesain.

13. Ketepatan penyusunan rencana tindak lanjut.

10

Terampil membangun paradigma baru terhadap makna guru.

Terampil membangun paradigma baru terhadap makna guru.

14. Ketepatan dalam mereviu hasil refleksi terhadap pengalaman belajar seluruh mata kuliah yang telah diunggah dalam Jurnal Refleksi.

15. Ketepatan dalam membangun paradigma baru tentang makna guru pasca melakukan

serangkaian refleksi dalam mata kuliah Seminar PPG.

10

b. Panduan Penilaian Ujian Akhir Semester (30%)

Tabel 4.2. Panduan Penilaian Ujian Akhir Semester

Indikator Bobot

Sikap:

1. Berpakaian bersih dan rapi yang menampilkan citra seorang calon guru.

20

(39)

Indikator Bobot

2. Bersikap terbuka terhadap masukan.

3. Menunjukkan sikap yang menggambarkan etika seorang calon guru.

Pengetahuan:

1. Mampu menjawab pertanyaan tim penguji secara tepat, mendalam, dan sistematis.

2. Mampu memberikan jawaban yang menunjukkan pemahaman mahasiswa secara teori maupun terapan.

50

Keterampilan:

1. Terampil mengomunikasikan bahan presentasi secara jelas dan sistematis.

2. Terampil menyajikan bahan presentasi secara informatif, kreatif, atraktif, dan menarik.

30

c. Panduan Penilaian Sikap (20%)

Tabel 4.3. Panduan Penilaian Sikap

Indikator Bobot

Kedisiplinan dan keaktifan dalam proses pembimbingan penyusunan Jurnal Refleksi.

20

Bertanggung jawab terhadap orisinalitas e-portfolio yang dihasilkan. 30

Kemandirian dalam menyelesaikan tugas e-portfolio sesuai arahan DPS. 30

Tepat waktu dalam pengunggahan dokumen dan hasil refleksi ke dalam Jurnal Refleksi.

20

(40)

4. Rubrik penilaian

Rubrik penilaian merupakan format yang akan digunakan oleh DPS, dosen non DPS, dan guru non GP untuk memberikan penilaian kepada mahasiswa. Dalam hal ini, rubrik penilaian e-portfolio dan rubrik penilaian sikap diisi oleh DPS untuk menilai e-portfolio dalam Jurnal Refleksi mahasiswa dan sikap mahasiswa selama mengikuti pembelajaran mata kuliah Seminar PPG. Adapun rubrik penilaian UAS diisi oleh DPS, dosen non DPS, dan guru non GP dalam menilai sikap, pengetahuan, dan keterampilan mahasiswa ketika mengikuti ujian akhir semester.

a. Rubrik Penilaian E-Portfolio

Tabel 4. 4. Rubrik Penilaian E-Portfolio

No Sub CPMK Indikator

Skor

Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 Terampil

melakukan refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah Filosofi Pendidikan.

Ketajaman hasil refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah Filosofi Pendidikan.

Ketepatan pemberian bukti dukung hasil refleksi.

2 Terampil melakukan refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah Pemahaman

Ketajaman hasil refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah Pemahaman tentang Peserta

(41)

No Sub CPMK Indikator

Skor

Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 tentang Peserta

Didik dan Pemahamannya.

Didik dan

Pemahamannya.

Ketepatan pemberian bukti dukung hasil refleksi.

3 Terampil melakukan refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah Prinsip Pengajaran dan Asesmen yang Efektif.

Ketajaman hasil refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah Prinsip Pengajaran dan Asesmen yang Efektif I.

Ketepatan pemberian bukti dukung hasil refleksi.

Ketajaman hasil refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah Prinsip Pengajaran dan Asesmen yang Efektif II.

(42)

No Sub CPMK Indikator

Skor

Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Ketepatan

pemberian bukti dukung hasil refleksi.

4 Terampil melakukan refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah

Pembelajaran Sosial

Emosional.

Ketajaman hasil refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah

Pembelajaran Sosial

Emosional.

Ketepatan pemberian bukti dukung hasil refleksi.

5 Terampil melakukan refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah Projek Kepemimpinan.

Ketajaman hasil refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah Projek Kepemimpinan I.

Ketepatan pemberian bukti dukung hasil refleksi.

(43)

No Sub CPMK Indikator

Skor

Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Ketajaman hasil refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah Projek Kepemimpinan II.

Ketepatan pemberian bukti dukung hasil refleksi.

6 Terampil melakukan refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah PPL.

Ketajaman hasil refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah PPL I.

Ketepatan pemberian bukti dukung hasil refleksi.

Ketajaman hasil refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah PPL II.

(44)

No Sub CPMK Indikator

Skor

Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Ketepatan

pemberian bukti dukung hasil refleksi.

7 Terampil melakukan refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah selektif.

Ketajaman hasil refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah selektif yang ditempuh pada semester I.

Ketepatan pemberian bukti dukung hasil refleksi.

Ketajaman hasil refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah selektif yang ditempuh pada semester II.

Ketepatan pemberian bukti

(45)

No Sub CPMK Indikator

Skor

Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 dukung hasil

refleksi.

8 Terampil melakukan refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah elektif.

Ketajaman hasil refleksi terhadap pengalaman belajar mata kuliah elektif.

Ketepatan pemberian bukti dukung hasil refleksi.

9 Terampil mendesain invensi/inovasi pembelajaran dan rencana tindak lanjut

Kemutakhiran invensi atau inovasi pembelajaran yang didesain.

Ketepatan penyusunan rencana tindak lanjut.

10 Terampil membangun paradigma baru

Ketepatan dalam mereviu hasil refleksi terhadap pengalaman

(46)

No Sub CPMK Indikator

Skor

Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 terhadap makna

guru.

belajar seluruh mata kuliah yang telah diunggah dalam Jurnal Refleksi.

Ketepatan dalam membangun paradigma baru tentang makna guru pasca melakukan serangkaian refleksi dalam mata kuliah Seminar PPG.

(47)

b. Rubrik Penilaian Ujian Akhir Semester

Tabel 4.5. Rubrik Penilaian Ujian Akhir Semester

No Aspek Indikator

Skor

Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 Sikap Bersikap terbuka

terhadap masukan.

Menunjukkan sikap yang

menggambarkan etika seorang calon guru.

Berpakaian bersih dan rapi yang menampilkan citra seorang calon guru.

2 Pengetahuan Mampu menjawab pertanyaan tim penguji secara sistematis, logis, dan jelas.

Mampu memberikan jawaban yang menunjukkan pemahaman mahasiswa secara

Gambar

Tabel 2.1. Format Isian Refleksi Diri Terhadap Pengalaman Belajar Setiap Matakuliah
Tabel 2.2. Format Isian Desain Invensi/Inovasi Pembelajaran dan Rencana Tindak Lanjut
Tabel 2.3. Sajian Materi yang Direfleksi pada Setiap Pertemuan
Tabel 2.4. Sajian Aktivitas Belajar dan Alokasi Waktu Pembelajaran pada Setiap  Pertemuan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Melalui penelitian mata kuliah seminar ini diharapkan dapat mengetahui korelasi antara mata kuliah gambar arsitektur terhadap hasil perancangan arsitektur mahasiswa JAFT UNDIP

Mata kuliah Seminar adalah salah satu mata kuliah puncak di Jurusan Pendidikan Seni Rupa UNY, yang dirancang untuk mengembangkan wawasan mahasiswa tentang

TOR seminar Kuliah dan diskusi, small group discussion (TM;2x(2x50”)  Presentasi dan diskusi  Dosen memberikan ulasan/ refleksi  Pemberian tugas Mahasiswa mempresentasikan

Mata kuliah ini bertujuan untuk membekali mahasiswa calon guru untuk memahami dan memecahkan masalah-masalah yang ada dalam ruang lingkup ilmu manajemen, khususnya

Mata kuliah ini membekali mahasiswa keterampilan dalam berbagai aspek kehidupan berekonomi, yang membekali mahasiswa dengan sikap kritis terhadap berbagai

Mata Kuliah Seminar Kekuasaan dan Kewenangan membekali mahasiswa dengan kemampuan dalam menganalisis dan mensikapi segala bentuk kekuasaan dan kewenangan dalam segala bidang

CPL 1, CPL2, CPL3 CPMK2 Di akhir perkuliahan mahasiswa mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan

CP Mata Kuliah 1 Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang memperhatikan