• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODUL AJAR SAKU TEMPEL

N/A
N/A
19B@065_ Rohmatul Ummah

Academic year: 2025

Membagikan "MODUL AJAR SAKU TEMPEL"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

Dasar Keahlian Busana 2024/2025

INFORMASI UMUM A. Indentitas Modul

1. Nama Penyusun : Rohmatul Ummah 2. Institusi/Sekolah : SMK Negeri 1 Pogalan 3. Mata Pelajaran : Dasar Keahlian Busana 4. Program Keahlian : Busana

5. Kelas/Fase : X/E

6. Semester : Ganjil

7. Alokasi Waktu : 5 JP x 45’

8. Jumlah Pertemuan : 1 pertemuan

9. Elemen : Teknik Dasar Menjahit

10. Materi : Teknik menjahit sesuai jenis-jenis bahan

11. Sub Materi : Teknik menjahit Saku tempel dan saku dalam/ sisi

B. Kompetensi Awal : - Mampu mengoperasikan dan memperbaiki mesin jahit dan mesin penyelesaian

C. Profil Pelajar Pancasila : - Beriman bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlaq mulia

- Berkebinekaan global - Gotong royong - Kreatif

- Bernalar Kritis - Mandiri

D. Sarana dan Prasarana : - Sarana: Papan tulis, spidol, LCD Proyektor, Laptop, smartphone

- Prasarana: Handout menjahit serip, Modul Ajar, Materi Pembelajaran ( Youtube )

E. Target Peserta Didik : - Peserta didik reguler/tipikal tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.

- Peserta didik tidak memiliki kesulitan belajar, disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik, yaitu melalui visual (dengan pemberian handout)

F. Strategi Pembelajaran : - Observasi - Diskusi - Penugasan

G. Model Pembelajaran : Project Based Learning (PJBL)

H. Kode Modul : E.09

(2)

KOMPONEN INTI

I. Capaian Pembelajaran : Pada akhir fase E, peserta didik mampu menjelaskan cara mengoperasikan dan memperbaiki mesin jahit dan mesin penyelesaian, memahami teknik menjahit sesuai dengan jenis- jenis bahan, memahami standar kualitas dan finishing hasil jahitan dan menjahit busana sederhana.

J. Tujuan Pembelajaran : 1) Peserta didik mampu mendeskripsikan pengertian saku 2) Peserta didik mampu menjelaskan jenis saku

3) Peserta didik mampu menyebutkan macam-macam saku 4) Peserta didik mampu membedakan saku tempel dan saku dalam 5) Peserta didik mampu Menjelaskan kebutuhan alat dan bahan

membuat saku tempel

K. Pemahaman Bermakna : 1) Peserta didik setelah mengikuti pembelajaran ini, akan memahami tentang pengertian saku, macam-macam saku dan fungsi saku.

2) Peserta didik setelah mengikuti pembelajaran ini, akan mampu membuat saku

L. Pertanyaan Pemantik : 1) Pernahkah kalian pernah perhatikan penerapan saku tempel atau saku samping di busana sebagai hiasan atau variasi ? 2) Apakah sama teknik pembuatan saku tempel dan samping ? 3) Apakah kalian tahu teknik menjahit saku tempel ?

M. Persiapan Pembelajaran : Mempersiapan bahan ajar dan sarana prasarana dalam Pembelajaran

N. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1

Pendahuluan (15’) : 1) Guru memberi salam dan dijawab oleh peserta didik.

2) Guru dan peserta didik berdoa bersama 3) Menyanyikan lagu Indonesia Raya

4) Guru memeriksa kehadiran peserta didik dan menanyakan kondisi peserta didik (KSE: Kesadaran Diri)

5) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan memberikan informasi tentang asesment

6) Guru menanyakan kepada peserta didik tentang kesepakatan pembelajaran (perilaku guru: membangun komunikasi positif dan penerapan disiplin positif)

7) Guru memberikan kesempatan untuk mengamati peta konsep yang

(3)

berkaitan dengan materi untuk meningkatkan minat baca peserta didik.

Inti (135’) :

Aktivitas Guru Aktivitas Peserta Didik 1. Pertanyaan

mendasar

- Guru memberikan steatment tentang saku

- Guru menyampaikan materi tentang menjahit saku. Dan memberikan link video tentang teknik menjahit saku tempel

https://www.youtube.com/watch?

v=Bg6xhrs7DE0 Dan saku samping

https://www.youtube.com/watch?

v=QiYmZCxVnGE

agar peserta didik lebih memahaminya

- Peserta didik menyimak steatmen yang dijelaskan oleh guru

- Peserta didik menyimak materi yang disampaikan guru

2. Mendesain Perencanaan Produk

: - Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok yang terdiri dari 5-6 peserta didik.

- Guru menyampaikan LKPD untuk menjelaskan projek yang akan dibuat.

- Guru mengarahkan peserta didik untuk melakukan diskusi bersama kelompoknya tentang proyek yang akan dibuat

- Guru memastikan peserta didik memilih dan mengetahui prosedur pembuatan proyek/produk yang akan dihasilkan (penyelesaian tepi serip)

(perilaku guru: membangun kelompok yang fleksibel) (KSE Kesadaran Sosial)

- Peserta didik

berkumpul bersama kelompok yang telah ditentukan

- Peserta didik

memahami penjelasan tentang proyek yang akan dikerjakan

- Peserta didik

melakukan diskusi kelompok untuk membahas proyek yang akan dibuat

3. Menyusun jadwal pembuatan

:

Guru membimbing peserta didik dalam kelompoknya untuk membuat jadwal pembuatan proyek yang meliputi jangka waktu pembuatan proyek, merencanakan peralatan dan bahan yang digunakan untuk pembuatan proyek, pembagian tugas masing-masing anggota kelompok, menentukan batas waktu pengumpulan proyek.

3. Memonitor keaktifan dan perkembangan proyek

- Guru mengarahkan dan bimbing peserta didik dan kelompoknya untuk berdiskusi dan mengerjakan proyek pada proses selanjutnya yaitu membuat teknik menjahit saku

(Ruang Kolaborasi) (perilaku guru : memfasilitasi murid yang bertanya sambil juga memanggil nama mereka dengan nama panggilan sesuai nama asli)

- Peserta didik secara aktif mengerjakan proyek yang akan diciptakan dengan

target kerja

pembuatan

penyelesaian tepi serip selesai 100 % - Peserta didik secara

aktif bertanya dan

(4)

meminta bimbingan guru jika mengalami kendala

4. Menguji hasil Guru memantau diskusi dan membimbing pembuatan laporan sehingga karya setiap peserta didik siap untuk dipresentasikan.

Kelompok melakukan diskusi untuk

menghasilkan solusi pemecahan masalah dan hasilnya

dipresentasikan/disajikan dalam bentuk karya 5. Evaluasi

pengalaman belajar

- Guru membimbing presentasi dan mendorong peserta didik lainnya memberikan tanggapan dan memberikan penghargaan kepada peserta didik yang presentasi (Demonstrasi kontekstual) (perilaku guru: mendorong semua

kelompok untuk berperan dalam kegiatan presentasi dengan cara bertanya dan menanggapi).

- Guru menanggapi hasil pemaparan kelompok

- Guru memberikan evaluasi dari hasil proyek yang telah dibuat oleh tiap-tiap kelompok.

- Guru memberikan kesimpulan dari materi yang telah dipelajari

- Peserta didik secara

aktif bersama

kelompok untuk mempresentasikan hasil proyeknya - Kelompok lain

menanggapi hasil pemaparan kelompok - Kelompok presentasi

melakukan refleksi dan memberikan kesimpulan dari hasil masukan.

Penutup (30’) - Peserta didik menanyakan hal-hal yang masih ragu maupun belum dipahami

- Guru menjelaskan hal-hal yang diragukan maupun yang belum dipahami, sehingga informasi yang diperoleh peserta didik lebih jelas dan tepat.

- Guru memberikan tugas mencari informasi selanjutnya tentang teknik menjahit saku

- Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan untuk tetap belajar

- Pembelajaran diakhiri dengan salam O. Assesmen

(5)

1. Asessmen Formatif

:

Tugas Individu:

1. Buatlah saku tempel dan saku samping dengan Teknik sesuai prosedur !

Tugas Kelompok:

1. Diskusikan bersama kelompokmu apakah kegunaan dari saku yang kalian praktekkan!

2. Amati dan analisislah langkah kerja pembuatan saku yang kalian buat

3. Selama membuat saku tersebut apa saja kendala yang kalian hadapi dan bagiamana solusi untuk mengatasi kendala tersebut!

P. Pengayaan dan Remidial 1. Pengayaan

:

Pembelajaran pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai atau melampaui ketuntasan belajar, dilakssederhanaan dengan belajar mandiri, peserta didik diberi tugas pengayaan dikerjakan secara individu 2. Remidial

:

Pembelajaran remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar, dilakssederhanaan dengan cara:

1. Memberikan pembelajaran ulang dengan strategi dan metode pembelajatan yang berbeda, disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik

2. Membimbing secara individu/perorangan

3. Memberikan tugas-tugas atau latihan-latihan secara khusus sesuai dengan kemampuan peserta didik

4. Dengan menerapkan model pembelajaran tutor sebaya, peserta didik dibantu oleh teman sekelas yang telah mencapai ketuntasan belajar

Q. Refleksi Peserta Didik dan Guru Refleksi Peserta didik

No

. Pernyataan Ya Tidak

(6)

1. Setelah mempelajari materi ini, saya memahami fungsi saku pada busana

2.

Setelah mempelajari materi ini, saya menyebutkan alat dan bahan untuk membuat saku

3. Setelah mempelajari materi ini, Saya dapat menjelaskan teknik menjahit saku

4. Setelah mempelajari materi ini, saya dapat membuat saku

Refleksi Guru No

. Pernyataan Ya Tidak

1. Apakah saya sudah memahami cukup baik materi dan aktifitas pembelajaran ini?

2. Apakah materi ini sudah tersampaikan dengan baik kepada peserta didik?

3.

Apakah 100% peserta didik telah mencapai penguasaan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai?

Pogalan, 05 Oktober 2024 Mengetahui:

Pembimbing PLP Mahasiswa PLP

Dra. TRI YANTIN SAVITRI ROHMATUL UMMAH

NIP. 19670109 199512 2 001 NIM.19050404065

(7)

ASSESSMENT FORMATIF

LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

Nama Sekolah : SMKN 1 Pogalan

Mata Pelajaran : Dasar Keahlian Busana 3

Materi : Serip

Kelas/Fase : X/E

Semester : Ganjil

Tahun Pelajaran : 2024/2025 Alokasi Waktu : 5 X 45 menit Nama :

Kelas : No.Absen :

A. Petunjuk:

1. Bacalah tahapan secara seksama

2. Pastikan identitasmu tertulis secara tepat dan lengkap

3. Lakukan pencarian informasi terkait proyek yang akan dibuat

4. Diskusikan dengan anggota kelompokmu terkait masalah / kendala yang kalian hadapi dalam mengerjakan proyek

5. Konsultasikan hasil pekerjaanmu secara berkala kepada guru

B. Tujuan Pembelajaran

✔ Setelah menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi menjahit saku tempel

✔ Setelah menggali informasi, peserta didik dapat menyebutkan alat dan bahan untuk membuat saku tempel

✔ Setelah menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan penyelesaian saku tempel

✔ Setelah menggali informasi, peserta didik dapat membuat penyelesaian saku tempel

C. Tugas Projek

1. Siapkan alat dan bahan untuk membuat saku tempel sebagai berikut:

a) Mesin jahit.

b) Gunting bahan.

(8)

c) Gunting Benang.

d) Benang jahit.

e) Bahan utama dan bahan saku f) Viselin

f) Pola yang telah disediakan

2. Buatlah saku tempel sesuai dengan prosedur !

NAMA SAKU HASIL JADI MENJAHIT SAKU

3. Tugas Kelompok

1. Diskusikan bersama kelompokmu apakah kegunaan dari saku tempel yang kalian praktekkan!

2. Amati dan analisislah langkah kerja pembuatan saku tempel yang kalian buat

3. Selama membuat kampuh tersebut apa saja kendala yang kalian hadapi dan bagiamana solusi untuk mengatasi kendala tersebut!

4. Presentasikan hasil diskusi kalian

(9)

RUBRIK PENILAIAN TES FORMATIF

MATA PELAJARAN : Dasar Keahlian Busana Element : Teknik dasar menjahit

TOPIK : Teknik menjahit (saku) sesuai jenis-jenis bahan KELAS/SEMESTER : X DPB 2 / 1

NO. NOMOR

PESERTA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

ASPEK YANG DINILAI

SKALA Persiapan Kerja

1. Menyiapkan alat dan bahan untuk membuat saku

1 2

3

4

2. Tempat kerja harus memperhatikan K3

1 2 3

4

Proses Kerja 1. Bekerja dengan

sikap yang baik dengan

memperhatikan K3

1 2

3

4

2. Mengatur tegangan benang sesuai dengan spesifikasi bahan

1 2

3

4

3. Mengatur jarak setikan sesuai dengan spesifikasi bahan

1 2

3

4 4. Memasang jarum 1

(10)

2

3

4

5. Memasang benang jahit bagian atas dan bagian bawah sesuai prosedur

1 2

3

4 6. Mencoba setikan

pada kain perca

1 2

3

4 7. Menjahit saku

sesuai prosedur (langkah kerja)

1

2

3

4

Hasil Akhir 1. Tampilan

keseluruhan

1 2

3

4

2. Kebersihan dan kerapian

1

2

3

4

3. Ketepatan waktu dalam membuat saku

1

2

3

4 Berkemas

1. Kebersihan lingkungan kerja

1 2

3

4

Jumlah skor

39 42 42 42 42 42 42 42 39 44 44 42 39 42 44 44 39 44 42 42 44 44 39 44 39 39 46 44 39 39

NILAI AKHIR 75 81 81 81 81 81 81 81 75 85 85 81 75 81 85 85 75 85 81 81 85 85 75 85 75 75 88 85 75 75

(11)

Indikator Penilaian Praktik Persiapan Kerja

1. Menyiapkan alat dan bahan untuk membuat saku tempel

a. Peralatan disiapkan dengan lengkap, siap pakai, bersih dan digunakan sesauai dengan fungsinya (skor 4)

b. Peralatan disiapkan dengan lengkap, siap pakai, bersih (skor 3) c. Peralatan disiapkan dengan lengkap, siap pakai (skor 2) d. Peralatan disiapkan kurang lengkap (skor 1)

2. Tempat kerja disiapkan dengan memperhatikan K3

a. Tempat kerja disiapkan dengan lengkap, siap pakai, bersih dan tidak licin serta cukup cahaya dan ventilasi (skor 4)

b. Tempat kerja disiapkan dengan lengkap, siap pakai, bersih dan tidak licin (skor 3) c. Tempat kerja disiapkan dengan lengkap dan siap pakai (skor 2)

d. Tempat kerja disiapkan kurang lengkap (skor 1) Proses kerja

1. Sikap kerja disesuaikan dengan memperhatikan K3

a. Pada saat menjahit posisi duduk tegak , tenang dan serius, memakai celemek, pandangan mata tidak terhalang oleh rambut dan mengenakan alas kaki (skor 4)

b. Pada saat menjahit posisi duduk tegak, tenang dan serius, memakai celemek, pandangan mata terhalang oleh rambut dan tidak mengenakan alas kaki (skor 3)

c. Pada saat menjahit posisi duduk sedikit membungkuk, tenang dan serius, memakai celemek, pandangan mata terhalang oleh rambut dan tidak mengenakan alas kaki (skor 2)

d. Pada saat menjahit posisi badan membungkuk, tenang dan serius, tidak memakai celemek pandangan mata terhalang oleh rambut dan tidak mengenakan alas kaki (skor 1)

2. Mengatur tegangan benang sesuai dengan spesifikasi bahan

a. Tegangan kedua benang atas dan bawah harus seimbang, kekuatan ukuran harus sama kuat atau tidak longgar dan benang atas dan bawah tepat bersilangan di tengah-tengah lapisan kain(skor4) b. Tegangan kedua benang atas dan bawah harus seimbang, kekuatan ukuran harus sama kuat atau tidak longgar dan benang atas dan bawah kurang tepat bersilangan di tengah-tengah lapisan kain (skor 3)

c. Tegangan kedua benang atas dan bawah harus seimbang, kekuatan ukuran agak longgar dan benang atas dan bawah kurang tepat bersilangan di tengah-tengah lapisan kain (skor 2)

d. Tegangan kedua benang atas dan bawah harus seimbang, kekuatan ukuran longgar dan benang atas dan bawah tidak tepat bersilangan di tengah-tengah lapisan kain (skor 1)

3. Mengatur jarak setikan sesuai dengan spesifikasi bahan

a. Hasil setikan tidak terlalu rapat (kecil-kecil) dan tidak terlalu lebar (skor 4) b. Hasil setikan rapat dan lebar (skor 3)

c. Hasil setikan sangat rapat dan sangat lebar (skor 2) d. Hasil setikan sangat renggang dan sangat lebar (skor 1) 4. Memasang jarum jahit sesuai prosedur

a. Jarum tidak tumpul, lurus (tidak bengkok), tidak berkarat dan memasukkan jarum dengan benar (skor 4)

b. Jarum tidak tumpul, lurus (tidak bengkok), tidak berkarat dan memasukkan jarum dengan kurang benar (skor 3)

(12)

c. Jarum tidak tumpul, lurus (tidak bengkok), tidak berkarat dan memasukkan jarum dengan tidak benar (skor 2)

d. Jarum tumpul,lurus (tidak bengkok), berkarat dan memasukkan jarum dengan tidak benar(skor1)

5. Memasang benang jahit bagian atas dan bagian bawah sesuai prosedur

a. Memasang benang jahit bagian atas sesuai dengan langkah-langkah pemasangan benang atas dan bawah (skor 4)

b. Memasang benang jahit bagian atas kurang sesuai langkah-langkah pemasangan benang atas dan bawah (skor 3)

c. Memasang benang jahit bagian atas tidak sesuai langkah-langkah pemasangan benang atas (skor 2)

d. Memasang benang jahit bagian atas sangat tidak sesuai langkah-langkah pemasangan benang atas (skor 1)

6. Mencoba setikan pada kain perca

a. Hasil setikan mesin pada kain perca terlihat rapi, tidak berkerut/tertarik dan tarikan benang atas dan bawah seimbang (skor 4)

b. Hasil setikan mesin pada kain perca terlihat kurang rapi, sedikit berkerut/tertarik dan tarikan benang atas dan bawah kurang seimbang (skor 3)

c. Hasil setikan mesin pada kain perca terlihat tidak rapi, berkerut/tertarik dan tarikan benang atas dan bawah tidak seimbang (skor 2)

d. Hasil setikan mesin pada kain perca terlihat sangat tidak rapi, berkerut/tertarik dan tarikan benang atas dan bawah tidak seimbang (skor 1)

7. Menjahit saku tempel sesuai prosedur

a. Menjahit saku tempel, dijahit sesuai dengan langkah kerja/prosedur (skor 4) b. Menjahit saku tempel, dijahit kurang sesuai dengan langkah kerja/prosedur (skor 3) c. Menjahit saku tempel, dijahit tidak sesuai dengan langkah kerja/prosedur (skor 2) d. Menjahit saku tempel, dijahit sangat tidak sesuai dengan langkah kerja/prosedur (skor 1) Hasil Akhir

1. Tampilan keseluruhan

a. Hasil jahitan saku tempel sangat baik dan sangat sesuai dengan standar kualitas serta tampilan amat baik (skor 4)

b. Hasil jahitan saku tempel baik dan sesuai dengan standar kualitas serta tampilan baik (skor 3) c. Hasil jahitan saku tempel kurang baik dan kurang sesuai dengan standar kualitas serta tampilan

kurang baik (skor 2)

d. Hasil jahitan saku tempel tidak baik dan tidak sesuai dengan standar kualitas serta tampilan tidak baik (skor 1)

2. Kebersihan dan kerapian dalam menjahit penyelesaian tepi jahitan serip

a. Hasil jahitan saku tempel sangat bersih dan rapi tidak ada sisa-sisa benang (skor 4) b. Hasil jahitan saku tempel bersih dan rapi tidak ada sisa-sisa benang (skor 3)

c. Hasil jahitan saku tempel kurang bersih dan rapi masih ada sisa-sisa benang (skor 2) d. Hasil jahitan saku tempel tidak bersih dan rapi banyak sisa-sisa benang (skor 1) 3. Ketepatan waktu dalam menjahit penyelesaian saku tempel

a. Waktu yang digunakan lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan (skor 4) b. Waktu yang digunakan tepat waktu dari yang telah ditentukan (skor 3)

c. Waktu yang digunakan lebih 5 menit dari waktu yang telah ditentukan (skor 2) d. Waktu yang digunakan lebih 10 menit dari waktu yang telah ditentukan (skor 1)

(13)

Berkemas

1. Kebersihan lingkungan kerja

a. Sangat bersih apabila siswa dapat menjaga kebersihan lingkungan dengan benar dan tidak adanya perca-perca, sisa benang serta alat-alat tersimpan ditempatnya (skor 4)

b. Bersih apabila siswa dapat menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak adanya perca-perca, sisa benang serta alat-alat tersimpan ditempatnya (skor 3)

c. Kurang bersih apabila siswa kurang dapat menjaga kebersihan lingkungan dengan masih adanya perca-perca, sisa benang serta alat-alat kurang tersimpan ditempatnya (skor 2)

d. Tidak bersih apabila siswa tidak dapat menjaga kebersihan lingkungan dengan masih banyak adanya perca-perca, sisa benang serta alat-alat kurang tersimpan ditempatnya (skor 1)

Jumlah skor yang diperoleh

Nilai = X 100 = Jumlah skor maksimal

(14)

Rubrik penilaian diskusi / presentasi

MATA PELAJARAN : Dasar Keahlian Busana Element : Teknik Dasar Menjahit

TOPIK : Teknik menjahit (saku) sesuai jenis-jenis bahan KELAS/SEMESTER : X DPB 2 / 1

No.

Absen

Nama Peserta didik

Skor untuk

Jumlah Skor Nilai Sikap Keaktifan Wawasan Kemampuan

Mengemukakan Pendapat

Kerja Sama

1. Adinda Vika Asmarani 2 3 2 2 3 12 60

2. Afifatul Khoiriyah 3 3 3 3 4 16 80

3. Agista Putri Aureliya 3 3 2 3 3 14 70

4. Ais Pinayungsih 2 3 2 2 3 12 60

5. Darma Nuriyah 4 4 3 4 4 19 95

6. Devina Han Prastyorini 4 4 3 3 4 18 90

7. Fitriani 4 3 3 3 4 17 85

8. Gadis Anas Tasya 3 3 2 3 3 14 70

9. Icha Putri Aprillia 3 3 3 3 3 15 75

10. Intatiana Deva Tianora 4 3 3 3 4 17 85

11. Jofita Dwi Nazizah 4 4 3 4 4 19 95

12. Khoirunisa Nur Suciati 4 3 3 3 4 17 85

13. Lani Mustika Sari 3 3 2 3 4 15 75

14. Lola Amelya Putri Pratama 4 3 3 3 4 17 85

15. Luk Luk Atul Fuadha 4 3 3 3 4 17 85

16. Luna Desvita Kusuma Wardani 4 3 3 3 4 17 85

17. Lutviana Shofiatul Ulumia 3 3 3 3 3 15 75

18. Nainy Syerlina Rahmawati 4 4 3 3 4 18 90

19. Narinda Kusuma Wardani 4 4 3 3 4 18 90

20. Nova Nafta Bela Ayupratiwi 4 4 3 3 4 18 90

21. Okta Fitri Muji Rahayu 4 3 3 3 4 17 85

22. Puput Andri Ani 4 3 3 3 4 17 85

23. Rahmat Novan Putra Wibowo 3 3 3 3 2 14 70

24. Reza Afi Fatun Nuha 4 4 3 3 4 18 90

25. Rusyda Devirta Sari 3 3 3 3 3 15 75

26. Satria Wahyu Pramudita 3 3 3 3 2 14 70

27. Sinta Hidayah 4 3 3 3 4 17 85

28. Umi Ainun Nur Rohmah 4 3 3 3 4 17 85

29. Wanda Destiana Putri 3 3 3 3 3 15 75

30. Yulistiana Karin Nafida 3 3 3 3 3 15 75

Pogalan, 05 Oktober 2024 Guru mata pelajaran,

ROHMATUL UMMAH NIM. 1905040465

(15)

Indikator Skor Kriteria

Sikap

4 Sangat aktif

3 Aktif

2 Kurang aktif 1 Tidak aktif

Keaktifan

4 Sangat aktif

3 Aktif

2 Kurang aktif

1 Tidak berperan aktif dalam pelaksanaan diskusi.

Wawasan

4 Jelas dan menjawab sesuai dengan yang ditanyakan oleh penanya.

3 Jelas dan menjawab sesuai dengan yang ditanyakan oleh penanya, tetapi tidak lengkap.

2 Tidak mampu menjawab, tetapi mencari di buku.

1 Tidak mampu menjawab dan tidak mau berusaha mencari jawaban.

Kemampuan mengemukakan pendapat

4 Sebagai penyaji

3 Aktif menjawab pertanyaan 2 Membantu menjawab pertanyaan 1 Tidak pernah mengemukakan pendapat

Kerja sama

4 Sangat aktif

3 Aktif

2 Kurang aktif

1 Tidak bisa bekerja sama Jumlah skor yang diperoleh

Nilai = X 100 = Jumlah skor maksimal

(16)

4. Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik

KEGIATAN BELAJAR

Teknik menjahit Saku sesuai jenis-jenis bahan

Saku

Adalah salah satu bagian dari busana. Menjahit saku adalah membuat saku pada busana yang berfungsi sebagai pelengkap dan juga hiasan. Jenis saku ini lebih banyak diterapkan pada busana anak sebagai hiasan namun tidak menutup kemungkinan digunakan pada busana orang dewasa seperti kemeja, blus, celana. Saku tempel dibuat dengan cara menempelkan bahan di atas bahan utama.

Bahan saku dapat dengan menggunakan bahan dan warna yang sama dengan bahan utama, bahan dengan motif berbeda atau warna yang berbeda.

Hal tersebut disesuaikan dengan tujuannya. Apabila ingin menonjolkan sebagai pusat perhatian dapat menggunakan bahan yang berbeda ataupun warna yang berbeda.

Macam-macam saku

1. Saku tempel

Saku tempel ada yang dibuat hanya 1 buah pada kemeja bagian kiri atas dan ada pula diletakkan 2 buah pada bagian kiri dan kanan atas.

Apabila kalian membuat sepasang atau 2 buah saku tempel, perlu

diperhatikan dengan seksama bentuk dan ukuran saku yang dibuat

(17)

Macam- macam saku tempel

A. Saku tempel tidak memerlukan bahan pembantu sepertu vliselin untuk mendukung jatuhnya saku pada pakaian.

Dengan menggunakan bahan itu sendiri sudah cukup baik jatuhnya. Tetapi terkadang ada juga yang masih menggunakan pelapis tergantung design yang diinginkan.

B. Bentuk saku tempel dapat dibedakan bentuknya yaitu bentuk bulat, persegi, segi tiga dan variasi. Bentuk bagian bawah saku tempel ada yang berbentuk datar, runcing dan serong pada bagian sudutnya.

C. Untuk keindahan biasanya saku tempel menggunakan top stitching baik pada bagian kelim atas maupun pada bagian sisi atau sekeliling saku.

Agar pakaian tersebut mempunyai nilai tinggi tanpa mengabaikan fungsi dari saku maka kita harus pintas dalam menempatkan saku pada pakaian. Saku pada blus, kemeja diletakkan pada bagian atas muka dan di bawah apabila berbentuk blazer. Pada rok dan celana dapat diletakkan pada bagian muka, sisi dan belakang.

Langkah awal menjahit saku tempel tentunya saku terlebih dahulu dibentuk sesuai dengan desain kemudian ditempelkan pada bagian luar pakaian sesuai langkah kerja.

2.

Saku dalam

Jenis saku ini bila dilihat dari luar kurang dapat kelihatan karena

letaknya di bagian dalam. Perhatikan saku pada bagian belakang dan

depan pantalon kemudian bagian sisi rok. Semua itu termasuk dalam saku

dalam. Marilah kita bahas satu persatu.

(18)

Model saku samping

Saku yang berada di sisi pakaian atau busana disebut dengan saku sisi. Melihat dari letaknya, saku sisi ada yang berada tepat pada garis sisi dan ada pula yang berada agak masuk kebagian dalam. Saku sisi yang berada tepat pada garis sisi banyak digunakan pada pakaian wanita, rok dan kadang ada juga pada pantalon. Konstruksi pola saku ini memiliki pola yang sama antara bagian atas dan bawah. Cara menjahitnya pun lebih mudah.

Saku sisi yang berada lebih kedalam, memiliki 2 pola yang berbeda. Pola saku dan pola yang merupakan bagian dari pakaian itu sendiri. Bagian saku dapat menggunakan bahan yang sama dengan bahan utama namun dapat pula menggunakan bahan pelapis namun untuk bagian sisi harus menggunakan bahan yang sama dengan bahan utama karena merupakan bagian dari pakaian itu sendiri.

Karena bentuk saku agak serong dan agar tidak mulur pada bagian serong maka bahan utama perlu diberikan penguat dengan menggunakan vliselin. Penyelesaian tepi kampuh saku dapat diselesaikan dengan menggunakan obras atau setik balik.

3. Saku passepoille

Saku passepoille atau paspol pada bagian belakang celana

memberikan kesan formal dan rapi. Saku ini memiliki dua lajur,

(19)

bagian atas dan bawah, dengan bagian tengah yang berfungsi sebagai tempat memasukkan tangan. Ada juga saku paspol dengan satu lajur yang umumnya lebih lebar.

Saku Passepoille

4. Saku vest

Saku vest dapat ditemui pada berbagai jenis pakaian, termasuk celana, jas, kemeja, dan jaket. Bentuknya mirip dengan saku passepoile dengan satu lajur, namun dengan penambahan tutup pada saku. Beberapa saku vest bahkan dapat tersembunyi di balik baju.

Saku Vest

5.

Saku dalam dengan klep

Klep adalah bagian penutup saku. Bermacam jemis bentuk klep,

ada yang berbentuk kotak, membulat pada bagian sudutnya ataupun

berupa passpoile, saku klep juga dapat di terapkan pada saku tempel.

(20)

Saku Klep

6. Saku Kargo

Saku kargo, atau kantong kargo, biasanya terdapat pada celana dengan ukuran yang besar. Saku ini juga dikenal sebagai saku kempol. Ukurannya yang besar memungkinkan untuk menyimpan berbagai jenis barang dalam jumlah yang cukup banyak, menjadikannya populer untuk aktivitas outdoor.

Fungsi macam-macam saku

1. Saku tempel ideal untuk pakaian sehari-hari, menyediakan tempat penyimpanan yang nyaman untuk barang-barang kecil seperti kunci atau kotak saku.

2. Saku samping, yang terletak di sisi celana atau rok, umumnya digunakan untuk menyimpan barang-barang kecil seperti kunci, ponsel, atau dompet.

3. Saku cargo dapat untuk menyimpan berbagai jenis barang dalam jumlah yang cukup banyak

4. Fungsi klep pada saku untuk menutup lubang saku atau sebagai hiasan.

(21)

Alat dan Bahan untuk membuat penyelesaian tepi jahitan serip

Alat

1 Mesin jahit.

2 Mesin obras

3 Gunting bahan.

4 Gunting Benang.

5 Benang jahit.

6 Jarum pentul

7 Rader

(22)

8 Kapur jahit

9 Setrika

Bahan 1 Kain

2 Viselin

3 Kertas karbon

(23)

LANGKAH KERJA PEMBUATAN SAKU TEMPEL

a) Siapkan bahan utama atau baju yang akan dipasang saku b) Siapkan pola dan bahan untuk saku

No Gambar Keterangan

1

Rapikan dengan setrika lipat kearah dalam atau bagian buruk saku

2 Jahit lurus bagian muka saku yang

telah dilipat

3

Lipat dan setrika seluruh bagian kampuh saku kearah dalam agar mempermudah menjahit

4 Jahit tepi lipatan saku dengan

mengikuti bentuk saku, dan

memberi jahitan kotak pada awal

dan akhir jahitan saku untuk

memeperkuat jahitan saku

(24)

5 Hasil jahitan saku tempel

A. Glosarium

Kampuh (Jarak antara garis pola atau jahitan dan tepi potongan kain )

Inchi (Ukuran panjang)

Vliselin (Bahan pelapis)

B. Daftar Pustaka

Dwijanti, dkk. 2013. Dasar Teknologi Menjahit II. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah, Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan, Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.

Bahankain. 2022

Mengenal 7 variasi model dan jenis saku pada busana”.

Https://Mengenal 7 Variasi Model Dan Jenis Saku Pada Pakaian

Cock, valerie I. 2000.

Belajar Membuat Busana. Humaniora Utama Press.

Bandung

Referensi

Dokumen terkait

Dengan susunan buku saku tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu media yang dapat dijadikan sebagai bahan ajar pendukung untuk menarik perhatian dan minat siswa

Siswa juga mengisi pendapatnya tentang manfaat bahan ajar buku saku geografi bagi mereka, dengan hasil rata-rata presentase sebesar 85,4% yang terdiri dari Buku saku

Sebelum melakukan pengukuran dan pembuatan pola busana, kita perlu mempelajari dimana letak titik tubuh yang akan di ukur, agar pada saat menganalisa

Secara keseluruhan untuk proses pengembangan buku saku digital berbasis android sebagai pendukung bahan ajar pada materi PPh pasal 21 kelas XII akuntansi telah

Mengingat pesatnya perkembangan teknologi, sehingga menjadi alasan peneliti dalam pembuatan bahan ajar berbasis teknologi dengan judul penelitian “Pengembangan bahan

Langkah-langkah prose pembuatan udang rebon menjadi snack sumpia 1 Siapkan semua bahan-bahan 2 Sangrai udang rebon 3 Potong-potong halus bawang merah dan putih lalu goreng hingga

Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Urutan Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 2 Pada pertemuan sebelumnya, peserta didik sudah berkelompok dan membuat bahan presentasi terkait sistem

Bahan bacaan guru dan peserta didik Pola Kalimat Bahasa Indonesia dan Contohnya Pengertan Pola Kalimat Pola kalimat adalah sebuah pola untuk menyusun sebuah kalimat menggunakan unsur