MODUL AJAR INFORMASI
UMUM Identitas Modul
1.
Nama Penyusun Wahyu Dwi Suryandari, S.Pd., Gr.2.
Institusi / Sekolah SMKN 1 Mlarak3.
Tahun/ Disusun 20224.
Jenjang Sekolah SMK5.
Kelas/Fase X/E6.
Semester 1(Ganjil)7.
Alokasi Waktu 12 JP ( 12 x 45 Menit = 540 Menit)8.
Jumlah Peserta Didik 18Kompetensi Awal
●
Mengenal alat ukur dan ukuran tubuhProfil Pelajar Pancasila
▪
Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Y M E dan berakhlak Mulia. Yang diterapkan pada setiap pagi sebelum mulai belajar, selalu diawali dan diakhiri dengan berdoa.▪
Bergotong royong dalam melakukan kegiatan , baik di dalam kelas bersama kelompok diskusinya maupun di luar kelas pada saat melakuakan pengamatan / observasi di tempat usaha▪
Bernalar kritis, pada saat melaksanakan observasi , tanggap mengenai sesuatu yang perlu diketahuinya untuk dijadikan bahan pada saat diskusi di dalam kelas▪
Mandiri ,peserta didik selain harus bisa bekerjasama dengan temannya, juga harus bisa bekerja secara mandiriSarana dan Prasarana a. Sarana
Alat LCD, Laptop/komputer, HP, Papan Tulis, dummy, alat ukur, penggaris, pensil, bolpoint.
Bahan Buku costum
Perkiraan biaya Biaya pembelian kuota dan buku costum b. Prasarana
Sumber ajar Buku paket
Media ajar Google internet Lingkungan belajar Ruang kelas
Alternatif Unit Produksi (pelanggan) Metode Pembelajaran
●
Demonstrasi●
Diskusi●
Penugasan●
Latihan Terbimbing Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL)Elemen Dasar pola
Capaian Pembelajaran Pada akhir fase E, peserta didik mampu membuat dan melakukan pengukuran tubuh, serta menerapkan pembuatan pola dasar teknik konstruksi secara mandiri
KOMPETENSI INTI
A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1) Peserta didik mampu menentukkan titik tubuh
2) Peserta didik mampu membuat garis body line pada dummy dan melakukan pengukuran sesuai body line 3) Peserta didik mampu membuat garis body line pada
tubuh manusia dan melakukan pengukuran sesuai body line
B. PEMAHAMAN BERMAKNA 1) Peserta didik setelah mengikuti pembelajaran ini, akan mengetahui dan mampu membuat garis body line pada dummy
2) Peserta didik setelah mengikuti pembelajaran ini, akan mengetahui dan mampu mengambil ukuran pada tubuh manusia
C. PERTANYAAN PEMATIK 1) Jika kamu menjahit baju ke tukang jahit, apakah badan kamu diukur?
2) Apakah kamu mengamati badan mana saja yang diukur?
3) Apakah pada saat diukur, penjahit tersebut mengikat bagian-bagian khusus dari tubuh kalian?
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN PERTEMUAN KE -1
PENDAHULUAN (10 menit)
Orientasi - Guru bersama peserta didik saling memberi dan menjawab salam serta menyampaikan kabarnya masing-masing (Communication-4C)
- Guru meminta salah seorang peserta didik yang datang paling awal untuk memimpin berdoa (religius-menghargai kedisiplinan siswa /PPK)
- Mempersiapkan kelas agar lebih kondusif untuk proses belajar mengajar (kerapian dan kebersihan ruang kelas, presensi absensi, menyiapkan media dan alat serta buku yang diperlukan) (peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab)
Apersepsi - Guru mengingatkan kembali pembelajaran sebelumnya dan tanya jawab dengan peserta didik untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik (Comunication-4C)
Motivasi - Guru kembali memberikan motivasi kepada peserta didik untuk tetap semangat belajar (kerja keras, rasa ingin tahu)
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran KEGIATAN INTI (515 menit)
Start With the Essential Question (Penentuan
pertanyaan
mendasar)
- Bersama-sama peserta didik dan guru melakukan tanya jawab tentang alat dan bahan pengukuran ( Comunication, 4C-Colaboration, saitinfik-Menanya) - Guru menayangkan Powerpoint dan video tentang mempersiapkan alat,
bahan serta langkah-langkah pengukuran tubuh / dummy (rasa ingin tahu) - Guru memberi contoh/mendemonstrasikan cara menentukan titik tubuh, garis
body line dan pengukuran dummy
- Peserta didik menyimak penjelasan guru melalui media pembelajaran tayangan Power point dan video dan demonstrasi tentang cara menentukan titik tubuh, garis body line dan pengukuran dummy
- (saintinfik-mengamati)
- Guru mendorong peserta didik untuk bertanya tentang materi yang ditayangkan / di demonstrasikan (Critical Thingking)
Design a Plan for the Project Statement (mendesain
perencanaan proyek)
- Peserta didik membentuk kelompok belajar menjadi 6 kelompok.
(Collaboration-4C)
- Guru membagikan handout dan LKPD pada setiap kelompok
- Guru dan peserta didik membicarakan aturan main untuk disepakati bersama
dalam proses penyelesaian proyek.
Create a Schedule Data collection (menyusun jadwal)
- Guru memberitahukan bahwa kegiatan langkah pengukuran pada tubuh/dummy akan dilaksanakan pada pertemuan hari ini dan sesuai dengan jadwal yang sudah disampaikan pada pertemuan sebelumnya . Berikut jadwal peserta didik untuk pelaksanaan proyek
No Kegiatan
1 Meriksa alat dan bahan 2 Menentukan titik tubuh 3 Mengukur tubuh/dummy
4 Mempresentasikan hasil pengukuran
- Peserta didik dengan peserta didik lain dalam satu kelompok memeriksa alat, bahan dalam pengukuran tubuh/dummy (Communication, Collaboration) - Peserta didik melakukan pengukuran pada dummy yang sudah disiapkan
sesuai kreatifitas masing-masing
- Berdasarkan hasil pengukuran dan diskusi, peserta didik dapat melakukan pengukuran tubuh/dummy dengan baik dan benar.
(Critical Thingking, Comunication, Colaboration ) Assess the Outcome
(menguji hasil)
- Guru membantu peserta didik dalam menyiapkan hasil pengukuran yang dilakukan.
- Peserta didik berkolaborasi dan berkomukasi untuk bertukar pendapat, argument, dan ide terhadap hasil pengukuran yang sudah dilakukan secara bergantian dengan peserta didik kelompok lain (Comunication, Colaboration )
- Peserta didik lain memberikan tanggapan terhadap hasil diskusi (komunikatif,kerjasama)
- Peserta didik menerima tanggapan dari peserta didik lain dan guru (komunikatif, tanggung jawab, demokratis)
- Dari presentasi yang dipaparkan masing masing kelompok, guru memberikan apresiasi berupa tanggapan /umpan balik bersama peserta didik yang lain.
Evaluate the
Experience Generalization (mengevalusi pengalaman)
- Peserta didik secara berkelompok melakukan refleksi terhadap aktifitas dan hasil kegiatan yang sudah dijalankan. Hal-hal yang direfleksi adalah kesulitan-kesulitan yang dihadapi dan cara mengatasinya (Critical Thingking, Comuniaction, Colaboration )
- Guru memfasilitasi peserta didik untuk menyimpulkan hasil temuan barunya.
KEGIATAN PENUTUP (15 menit)
- Peserta didik dibantu oleh guru menyimpulkan materi tentang langkah- langkah pengukuran tubuh/dummy (Critical Thingking, Comunication, Colaboration)
- Peserta didik melakukan refleksi tentang pelaksanaan pembelajaran dan pelajaran apa yang diperoleh setelah belajar tentang topik pembelajaran tersebut. (Critical Thingking, Comunication, Colaboration)
- Guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk mempelajari materi untuk pertemuan selanjutnya yang berkaitan dengan pola konstruksi
- Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam (Religius)
E. INSTRUMEN DAN TEKNIK PENILAIAN
NO RANAH KOMPETENSI TEKNIK PENILAIAN BENTUK PENILAIAN
1. Pengetahuan Tes tertulis Pilihan Ganda
2. Keterampilan Produk Portofolio
Unjuk kerja/praktik F. REMIDIAL DAN PENGAYAAN
ELEMEN IPK REMIDIAL
Dasar pola Sesuai Modul Ajar
dilaksanakan dengan cara:
1.
Memberikan pembelajaran ulang dengan strategi dan metode pembelajaran yang berbeda, disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik2.
Membimbing secara individu/perorangan3.
Memberikan tugas-tugas atau latihan- latihan secara khusus sesuai dengan kemampuan peserta didik4.
Dengan menerapkan model pembelajaran tutor sebaya, peserta didik dibantu oleh teman sekelas yang telah mencapai ketuntasan belajarPENGAYAAN
dilaksanakan dengan:
1.
Belajar kelompok, peserta didikdikelompokkan dan diberi tugas pengayaan diluar jam pelajaran sekolah
2.
Belajar mandiri, peserta didik diberi tugas pengayaan dikerjakan secara individu https://youtu.be/hDywfcYxeac
https://youtu.be/zrwdwZ1wRrY
https://youtu.be/J2TvSzXJ9mM
https://youtu.be/K2voJt83hPc
Mengetahui, Kepala Sekolah
SMKN 1 Mlarak Ponorogo
SUTIKNO, S.Pd.
NIP.19691106 199802 1 002
Ponorogo, Juli 2022 Guru Mapel
WAHYU DWI SURYANDARI, S.Pd., Gr.
NIP.19910716 202221 2 026 LAMPIRAN
LAMPIRAN
1. ALAT DAN BAHAN
a. Boneka jahit (dress form/dummy)
b. Kapur jahit
c. Body line type (pita dari bahan saten lebar 0.3-0,5 cm)
Cara meletakan body line adalah dengan cara ditempelkan dengan bantuan jarum pentul yang tidak berkepala dan pendek dengan ukuran 2 cm sampai 2,5 cm. Hindari penggunaan jarum pentul yang berlebihan, karena akan mengganggu kelenturan jatuhnya pita pada body dummy.
d. Jarum pentul tanpa kepala
Digunakan untuk menyematkan pita yang tidak mempunyai perekat
e. Alat ukur
2. TITIK TUBUH
Dalam menentukan letak titik dan garis tubuh pada model/pelanggan yang akan di ukur, maka perlu diperhatikan
1. Memahami macam-macam bentuk tubuh model/pelanggan
2. Memahami titik point atau titik fokus garis batas ukuran untuk tiap-tiap bagian tubuh
3. Melakukan praktik pengukuran yang dibutuhkan sesuai desain dan ukuran tubuh model/pelanggan
4. Membuat catatan ukuran dan catatan lain yang dibutuhkan dalam pengukuran
5. Membuat catatan dari hasil analisa dari hasil pengukuran dengan bentuk tubuh dan desain model/pelanggan
Dalam menentukan letak titik dan garis tubuh berdasarkan kebiasaan berpakaian, yang perlu diperhatikan adalah
1.
Menentukan teknik dan melakukan analisis sesuai letak titik dan garis tubuh berdasarkan kebiasaan berpakaian2.
Menyesuaikan ukuran dan model/desain dengan kebiasaan berpakaian pada model/pelanggan3.
Kekurangan dari bentuk tubuh yang disebabkan karena kebiasaan berpakaian hendaknya dapat ditutupi dengan pemilihan model busana yang tepatSikap kerja yang diperlukan dalam menganalisa bentuk tubuh. Harus bersikap.
1.
Teliti dalam menganalisa bentuk tubuh2.
Memperlihatkan sikap sopan dan santun dalam menganalisa bentuk tubuh model, baik bahasa, tutur kata maupun perlakuan3.
Percaya diri dan fokus pada saat menganalisa bentuk tubuh model Menentukan titik tubuh adalah langkah awal untuk menentukan garis tubuh dalam pengambilan ukuran. Sebelum melakukan pengukuran dan pembuatan pola busana, kita perlu mempelajari dimana letak titik tubuh yang akan di ukur, agar pada saat menganalisa bentuk tubuh dan pada saat mengukur tubuh, kita akan tau dimana garis tubuh tersebut dimulai dan dimana garis tubuh itu berakhir, disamping itu dengan mempelajari titik tubuh, kita akan mampu mengidentifikasi tentang dimulai dari mana dan berakhir dimana suatu ukuran yang kita ambil.Diawali dengan mengenal titik tubuh pada boneka, kemudian kita akan lebih mudah mencoba menentukan titik-titik tubuh tersebut pada tubuh manusia atau model yang akan kita buatkan pola busananya. Apabila kita akan melakukan pemberian tanda titik tubuh pada model atau dummy, kita dapat membubuhkan tanda dengan menggunakan alat bantu seperti spidol tekstil, kertas berwarna yang ada perekat atau lemnya, atau alat bantu lain yang dapat digunakan untuk memberi
tanda yang dapat dilihat dengan jelas pada saat memasang bodi line/garis tubuh.
Keterangan:
1.
Titik puncak kepala2.
Titik dahi3.
Titik tulang punggung belakang4.
Titik leher pada bahu5.
Titik leher muka6.
Titik bahu7.
Titik bawah lengan bagian muka8.
Titik bawah lengan bagian belakang9.
Titik puncak (payudara)10.
Titik siku11.
Titik pergelangan tangan12.
Titik tinggi panggul13.
Titil lututDalam menentukan letak titik dan garis tubuh yang akan di ukur, maka keterampilan yang diperlukan oleh seorang guru adalah
1.
Memahami macam-macam bentuk tubuh model/pelanggan2.
Memahami titik point garis batas ukuran untuk tiap-tiap bagian tubuh3.
Melakukan praktik pengukuran yang dibutuhkan sesuai desain dan ukurantubuh model/pelanggan
4.
Membuat catatan ukuran dan catatan lain yangdibutuhkan dalam pengukuran
5.
Membuat catatan dari hasil analisa dari hasil pengukuran dengan bentuk tubuh dan desain model/pelanggan3. BODY LINE
Cara meletakan pita pada body line adalah dengan cara ditempelkan langsung (body line type) pada dress form yang menghubungkan titik point yang telah dibuat. Sedangkan pita yang tidak berperekat dapat ditempelkan dengan bantuan jarum pentul yang tidak berkepala (2 cm sampai 2,5 cm) sebagai penyematnya. Hindari penggunaan jarum pentul yang berlebihan, karena akan
mengganggu kelenturan jatuhnya pita pada body dress form / dummy. Urutan kerja pemasangan body line dapat diikuti materi sebagaimana yang dipaparkan di bawah ini.
Menentukan Titik (poin) pada tubuh yang akan di ukur dan di pasang body line
Garis tengah muka (TM) atau centre front line (CF)
Garis tengah belakang (TB) atau centre back line (CB)
Garis lingkar badan atau bust line
Garis lingkar pinggang atau waist line
Garis lingkar panggul atau hip line
Garis lingkar leher atau neck line
Garis kerung lengan atau arm hole
Garis bahu dan garis sisi atau shoulder line and side line
Garis prinses bagian muka atau front princes line
Garis prinses bagian belakang back princes line
Sebelum meletakkan body line pada dummy, yakinkan titik-titik (poin) yang akan di ukur sudah di beri tanda dengan benar sebab tanda ini nantinya yang akan dijadikan sebagai patokan dalam pemasangan body line. Untuk melihat ketepatan letak garis atau titik yang telah di pasang, lihatlah dari jarak jauh kira-kira 2 meter sampai 2,5 meter.
4. PENGAMBILAN UKURAN
a. Alat
Sebelum mengukur tubuh, kita perlu menyiapkan alat yang dibutuhkan, antara lain.
a. Buku catatan
b. Alat tulis (pulpen/pensil) c. Peterban
d. Pita ukuran (meteran)
e. Penggaris (kalau diperlukan)
f. Daftar jenis ukuran atau daftar macam-macam ukuran yang akan diambil g. Model/orang yang akan atau pakaian jadi, yang dijadikan pedoman untuk
ukuran
h. Kertas karton atau sejenisnya untuk alat bantu pada saat mengukur laingkar pinggul
b. Pengukuran Pelanggan
Ukuran pada pembuatan pola busana adalah bilangan yang menunjukkan besar kecilnya satuan ukuran atau satuan suatu benda. Dalam pembuatan busana ukuran sangat diperlukan dengan tujuan untuk pembuatan pola dan untuk melakukan penilaian hasil akhir dari busana yang dibuat supaya dapat diketahui hubungan antara ukuran pola, bentuk badan dan bentuk pakaian. Fungsi ukuran adalah
Sebagai data dalam pembuatan pola dasar, baik pola dasar flat pattern
maupun pola pulir
Sebagai dasar untuk pengembangan desain-desain baru
Merupakan refrensi di dalam pengecekan pola
Membantu didalam pengepasan
Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan dalam mengambil ukuran tubuh. Lakukanlah persiapan sebelum melakukan pengukuran, jagalah etika dalam mengukur pelanggan
1) Persiapan mengukur
Buku catatan ukuran
Alat tulis (pulpen/pensil)
Peterban/pita kecil
Pita ukuran (meteran)
Penggaris (kalua diperlukan)
Daftar jenis ukuran atau daftar macam-macam ukuran yang akan diambil
Model/orang yang akan diukur
Kertas karton atau sejenisnya untuk alat bantu pada saat mengukur
lingkar panggul
Untuk mendapatkan ukuran yang tepat, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian, sebagaimana yang tercantum di bawah ini.
Model yang akan di ukur sebaiknya memakai busana yang pas badan
seperti baju senam atau baju renang atau memakai kamisol
Sebelun mengambil ukuran pastikan model berdiri dengan posisi yang
benar, yaitu
o Badan tegak dan lurus (tidak memiringkan badan, tidak menundukkan kepala, tidak membesarkan dada dan juga tidak membungkuk
o Garis pandang sejajar dengan letak tinggi mata o Kedua kaki rapat
o Tangan lurus pada sisi 2) Etika mengukur
a) Posisi di depan sebelah kanan model yang di ukur
b) Ujung pita ukuran yang ber angka kecil ada di tangan kiri
c) Bila pita ukuran di lingkarkan atau di gantung pada leher, maka pita ukuran yang ber angka kecil, ada di tangan kanan
d) Pastikan pita ukuran tidak terlipat atau tidak melintir e) Mulailah mengukur dengan sopan dan teliti
f) Usahakan model tidak berpindah tempat atau berputar mengikuti keinginan yang mengukur
g) Jangan memasang pita ukuran di sekeliling tubuh dengan ketat, sehingga menekan otot
h) Sebaiknya letakkan pita ukuran dengan tekanan yang ringan dan merata, untuk mendapatkan ukuran yang benar
i) Akan lebih lengkap lagi apabila kita juga mengetahui berat badan model, supaya dapat diketahui apakah model mempunyai tubuh yang seimbang antara berat badan dengan tinggi badan
3) Latihan mengukur
Sebelum mengukur tubuh model atau mengukur tubuh manusia sebaiknya lakukan latihan sesering mungkin tentang bagai mana cara mengukur dan dimana letak atau tempat- tempat yang perlu di ukur.
Untuk itu lakukan lah latihan mengukur dengan menggunakan boneka
jahit atau dummy.
4) Meletakkan pita ukur
Perhatikan letak pita ukuran atau garis tubuh yang akan di ukur. Pita ukuran haruslah dipasang atau diletakkan rata dari muka sampai ke belakang.
5) Cara mengambil ukuran a) Lingkar leher
b) Lingkar badan
c) Lingkar pinggang
d) Lingkar panggul
e) Tinggi panggul
f) Panjang punggung
g) Lebar punggung
h) Panjang sisi
i) Panjang muka
j) Lebar muka
Diukur dengan menyelakan penggaris ke bawah sampai ke bawah veter ban pinggang dikurangi 2 sampai 3 cm.
j) Tinggi dada
k) Panjang bahu
l) Lingkar lubang lengan
Diukur dari lekuk leher di bahu atau bahu yang paling tinggi sampai titik bahu yang terendah atau paling ujung.
m) Pajang lengan
n) Lebar dada
Diukur jarak dari kedua puncak buah dada. Ukuran ini tergantung dari (B.H.) bustehouder atau kutang pendek yang dipakai.
Ukuran ini tidak dipakai untuk konstruksi pola hanya untuk ukuran pemeriksa.
Diukur lengan sampai
dari ke
puncak bawah panjang yang diinginkan.