PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
- Landasan Teori
- Morfem
- Afiks
- Morfofonemik
- Proses Pembubuhan Afiks (Afiksasi)
- Proses Pengulangan (Reduplikasi)
- Proses Pemajemukan (Komposisi)
- Metode Dasar
- Lokasi dan Sumber Data
- Instrumen Penelitian
- Metode Pengumpulan Data
- Metode Analisis Data
Sedangkan menurut Muslich (2007:41), imbuhan adalah bentuk kebahasaan terikat yang hanya mempunyai makna gramatikal dan merupakan unsur langsung suatu kata, tetapi bukan merupakan bentuk dasar yang mempunyai kemampuan membentuk kata baru. Awalan selalu ditempelkan sebelum bentuk dasar seperti meN-, ber-, di-, ter-, peN- dan seterusnya. Sedangkan menurut Muslich (2007:38), proses afiksasi adalah peristiwa pembentukan kata dengan cara menempelkan imbuhan pada bentuk dasarnya.
Pengulangan penuh adalah pengulangan seluruh bentuk dasar tanpa mengubah fonemnya dan tidak digabungkan dengan proses keterikatan, misalnya buku, rumah, kuda, sesekali, jalan-jalan, makan dan sebagainya (Ramlan 1983: 60). . Pada bentuk pengulangan yang ketiga ini, bentuk dasar diulang seluruhnya dan digabungkan dengan proses afiksasi, artinya pengulangan itu terjadi bersamaan dengan proses afiksasi dan juga secara bersama-sama mendukung satu fungsi (Ramlan 1983: 64). Reduplikasi penuh adalah pengulangan bentuk dasar secara keseluruhan, tanpa digabungkan dengan imbuhan dan tanpa mengubah fonem.
Pengulangan gabungan penambahan imbuhan adalah pengulangan bentuk dasar yang disertai penambahan imbuhan secara bersama-sama atau bersamaan dan bersama-sama juga mendukung satu makna. Batang kata merupakan satuan gramatika yang tidak dapat berdiri sendiri dalam tuturan biasa dan gramatikal serta tidak mempunyai ciri tersendiri yang dapat dijadikan bentuk dasar suatu kalimat.
ANALISIS PROSES MORFOLOGI BAHASA MELAYU TAMIANG
Morfem Bebas
Morfem Terikat
Afiks
Jenis Afiks
Pada pembahasan kali ini penulis hanya akan membahas tentang awalan (prefixes), akhiran (suffixes) dan simulfixes (gabungan sufiks) yang terdapat dalam bahasa Melayu Tamiang. Simulfiks adalah pelekatan lebih dari satu afiks majemuk pada suatu kata dasar secara berurutan, baik di awal maupun di akhir.
Morfofonemik
Proses Pembubuhan Afiks (Afiksasi)
Proses pengaturan plugin dapat mengubah kelas kata dan fungsi kata dasar tergantung pada plugin yang dipasang. Dari contoh di atas dapat dibuktikan bahwa pelekatan sufiks pada bentuk dasar menyebabkan perubahan kelas kata, perubahan bentuk dan perubahan makna yang dilambangkannya. Di bawah ini penulis akan memaparkan analisis proses pelekatan imbuhan berdasarkan proses morfofonemik yang terjadi pada imbuhan.
Prefiks (Awalan)
- Prefiks me-
- Prefiks pe-
- Prefiks be-
- Prefiks te-
- Prefiks di-
- Prefiks ke-
- Prefiks se-
Sufiks (Akhiran)
- Sufiks -an
- Sufiks -ke
- Sufiks -nye
Pada contoh di atas terlihat bahwa awalan se dalam bahasa Melayu Tamiang dapat mengubah kelas kata dasar dari kata benda menjadi kata keterangan, kata kerja menjadi kata keterangan, dan kata sifat menjadi kata keterangan. Dari contoh di atas kita dapat melihat bahwa ketika awalan se ditambahkan pada kelas kata benda, maka kata dasarnya akan berubah menjadi kelas kata keterangan dan kata benda tersebut akan menyebutkan satu. Akhiran -an dalam bahasa Melayu Tamiang dapat ditambahkan pada kata dasar yang berakhiran vokal dan fonem konsonan.
Berikut ini penulis akan menyajikan contoh dan menganalisis fungsi akhiran -an dalam bahasa Melayu Tamiang. Pada contoh di atas terlihat bahwa akhiran -an dalam bahasa Melayu Tamiang dapat mengubah kelas kata dasar dari verba menjadi nomina, verba menjadi adverbia, dan adjektiva menjadi adverbia. Dari contoh di atas kita dapat melihat bahwa ketika akhiran -an dilekatkan pada kelas kata benda, maka kata dasar akan tetap menjadi kelas kata benda, dan kata benda tersebut merupakan suatu benda yang merupakan hasil kerja.
Apabila akhiran -an dilekatkan pada kelas kata sifat, maka kelas kata tersebut akan berubah menjadi kelas kata keterangan dan kata benda tersebut bersifat perkiraan. Akhiran -ke dalam bahasa Melayu Tamiang dapat dilekatkan pada kata dasar yang berakhiran vokal dan fonem konsonan. Berikut ini penulis akan menyajikan contoh dan menganalisis fungsi akhiran -ke dalam bahasa Melayu Tamiang.
Pada contoh di atas terlihat bahwa akhiran -ke dalam bahasa Melayu Tamiang dapat mengubah kelas kata dasar dari kata benda menjadi kata kerja, kata sifat menjadi kata kerja, dan numeralia menjadi kata kerja. Dari contoh di atas kita dapat melihat bahwa ketika akhiran -ke dilekatkan pada kelas kata benda, maka kata dasarnya akan berubah menjadi kelas kata kerja dan kata benda tersebut akan melakukan tugasnya. Di bawah ini penulis akan menyajikan contoh dan menganalisis fungsi akhiran -nye dalam bahasa Melayu Tamiang.
Pada contoh di atas terlihat bahwa akhiran -nye dalam bahasa Melayu Tamiang dapat mengubah kelas kata dasar dari kata sifat menjadi kata benda. Dari contoh di atas, kita dapat melihat bahwa jika akhiran -nye dilekatkan pada kelas kata benda, maka kata dasarnya akan berubah menjadi kelas participle, dan kata benda tersebut menyatakan kepemilikan. Ketika akhiran -nye dilekatkan pada kelas kata dari kata sifat, kelas kata tersebut berubah menjadi kelas kata benda dan kata benda tersebut mengungkapkan suatu situasi.
Simulfiks (Afiks Gabung)
- Simulfiks be- + ... + -ke
- Simulfiks di- + ... + -ke
- Simulfiks di- + ... + -i
- Simulfiks me- + ... + -i
- Simulfiks me- + ... + -ke
- Simulfiks pe- + ... + -an
Berdasarkan analisis penulis, fitur pengulangan dalam bahasa Melayu Tamiang tidak mengubah kelas kata sesuai dengan jenis kata yang diulang. Ada beberapa contoh perubahan fungsi kelas kata setelah melalui proses pengulangan, antara lain kelas kata kata sifat menjadi kelas kata adverbial. Terdapat beberapa contoh kata duplikat yang mengubah fungsi kelas kata melalui proses pengulangan, antara lain dari kelas kata numeralia ke kelas verba dan dari kelas kata kata sifat menjadi kelas kata adverbial.
Berikut ini penulis akan memaparkan bentuk-bentuk kata majemuk dalam bahasa Melayu Tamiang berdasarkan kelas kata pembentuk unsur-unsurnya. Berikut ini penulis akan memaparkan fungsi kata majemuk dalam bahasa Melayu Tamiang berdasarkan golongan kata pembentuk unsurnya. Berdasarkan unsur pembentuk nomina + nomina, fungsi yang dihasilkan berupa kata yang tercipta adalah kelas nomina dan kelas kata sifat dan kelas nomina merupakan kelas kata dominan yang muncul setelah proses komposisi.
Berdasarkan unsur pembentukan kata nama + kata kerja fungsian yang dihasilkan dalam bentuk kata nama, golongan kata nama dan golongan kata nama menjadi golongan kata yang dominan selepas proses pemajmukan. Berdasarkan unsur pembentukan kata nama + kata adjektif, fungsi yang dihasilkan dalam bentuk kata nama ialah golongan kata nama dan golongan kata adverba dan golongan kata nama menjadi golongan kata dominan yang berlaku selepas proses pemajmukan. Berdasarkan unsur pembentuk kata adjektif + kata nama, fungsi yang dihasilkan dalam bentuk kata nama ialah golongan kata adjektif dan golongan kata adjektif menjadi golongan kata dominan yang berlaku selepas proses pemajmukan.
Berdasarkan unsur pembentuk verba + nomina, fungsi yang dihasilkan berupa kata yang tercipta merupakan kelas kata adverbial dan kelas kata adverbial merupakan kelas kata dominan yang muncul setelah proses pemajemukan. Berikut ini penulis akan menyajikan hidung kata majemuk dalam bahasa Melayu Tamiang berdasarkan golongan kata pembentuk unsurnya. Berdasarkan unsur-unsur pembentuk kata benda + kata benda, maka fungsi yang dihasilkan dalam bentuk kata yang diciptakan adalah kelas kata benda dan kelas kata sifat serta kata benda tersebut adalah orang yang istimewa, orang yang mempunyai sifat egois.
Berdasarkan unsur pembentukan kata nama + kata kerja fungsi yang dihasilkan dalam bentuk kata nama, ia merupakan golongan kata nama dan konsepnya ialah tempat membersihkan, benda untuk ditulis, benda untuk tidur, dan benda untuk diteliti. Berdasarkan unsur pembentukan kata adjektif + kata nama, fungsi yang terbentuk dalam bentuk kata nama ialah golongan kata adjektif, dan kata nama pula ialah pencuri, seorang yang sukar diurus, suka mengutuk, suka menolong, dan kekurangan diri. -keyakinan. keyakinan diri. Berdasarkan unsur formatif kata kerja + kata nama, fungsi yang dihasilkan dalam bentuk kata kerja ialah golongan kata adverba dan kata kerja dan kata nama, seperti dongkol, berjalan, menutup mata, dan berjabat tangan.
Proses Pengulangan (Reduplikasi)
- Bentuk Kata Ulangan
- Fungsi Pengulangan (Reduplikasi)
- Nosi Pengulangan (Reduplikasi)
Kata Majemuk (Komposisi)
- Bentuk Kata Majemuk (Komposisi)
- Fungsi Kata Majemuk (Komposisi)
- Nosi Kata Majemuk (Komposisi)
Berdasarkan unsur pembentuk kata benda + kata sifat maka fungsi yang dihasilkan pada bentuk kata yang dihasilkan adalah kelas kata benda dan kelas kata sifat dan kata benda adalah orang yang melahirkan anak, tempat berobat, benda duduk bersantai, benda. untuk menjelaskan situasi dan benda yang dianggap sakral. Awalan me- akan berubah bentuk menjadi m- bila digabungkan dengan kata dasar yang diawali fonem /b/ dan /p/. Awalan me- akan berubah bentuk menjadi n- bila digabungkan dengan kata dasar yang diawali fonem /c/, /d/, /j/, dan /t/.
Awalan me- akan berubah bentuk menjadi ng- apabila dilekatkan pada kata dasar yang diawali fonem vokal /a/, /i/, /u/, /e/. Awalan me- berubah bentuk menjadi ny- bila dilekatkan pada kata dasar yang diawali fonem /s/. Awalan pe- akan berubah bentuk menjadi pena- apabila dilekatkan pada kata dasar yang diawali fonem /c/, /j/, /d/, dan /t/.
Awalan pe- akan berubah bentuk menjadi pem- apabila dilekatkan pada kata dasar yang diawali fonem /b/ dan /p/. Awalan pe- akan berubah bentuk menjadi peng- apabila dilekatkan pada kata dasar yang diawali dengan fonem vokal /a/, /i/, /u/, /e/ dan /o/, awalan pe- juga akan mengalami perubahan bentuk apabila mengalami perubahan bentuk menjadi peng- apabila dilekatkan pada kata dasar yang diawali fonem konsonan /h/, /g/ dan /k/. Awalan pe- akan berubah bentuk menjadi pe- apabila dilekatkan pada kata dasar yang diawali fonem /s/.
Awalan ke- tidak berubah bentuk jika dilekatkan pada kata dasar, baik yang diawali dengan fonem vokal /e/ maupun fonem konsonan /l/, /d/, dan /t/. Proses pengulangan (reduplikasi) dalam bahasa Melayu Tamiang mempunyai empat bentuk, yaitu bentuk kata utuh, bentuk kata digabungkan dengan sufiks, reduplikasi sebagian, dan reduplikasi dengan perubahan fonem. Proses pemajemukan (komposisi) dalam bahasa Melayu Tamiang yang penulis bahas mempunyai lima unsur penyusunnya, yaitu kata benda + kata benda, kata benda + kata kerja, kata benda + kata sifat, kata sifat + kata benda, dan kata kerja + kata benda.
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran
Penulis berharap skripsi ini dapat menjadi bahan dokumentasi bahasa daerah dan dapat menjadi bahan acuan bahan ajar muatan lokal bahasa daerah serta peneliti mendapatkan rumusan yang tepat dalam mempelajari bahasa daerah. Seperti kita ketahui, penggunanya sudah mulai meninggalkan bahasa daerah, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar bahasa daerah agar warisan budaya nenek moyang kita tidak hilang atau punah.