MAKALAH
NERACA DAN LAPORAN LABA RUGI
Makalah ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Analyst Credit (Kredit Analis)
Dosen Pengampu : Ade Ratna Sari SE, MM Disusun Oleh : Kelompok 2
Adinda Almaira Shandh 231010505791 Alfina Laili Fauziah 231010506658
Andri Sukma 231010503784
Muthiatul Fitri 231010504467
PROGRAM STUDI MANAJEMEN S1 FAKULTAS EKONOMI & BISNIS
UNIVERSITAS PAMULANG 2023
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan Hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul Teori Neraca dan Laporan Laba Rugi ini tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Analyst Credit. Kami mengucapkan terimakasih kepada Ibu Ade Ratna Sari SE, MM selaku dosen mata kuliah Kredit Analis(Analyst Credit) yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang kami tekuni.
Kami juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membagisebagian pengetahuannya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Kami menyadari,makalah yang kami tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saranyang membangun akan kami nantikan demi kesempurnaan makalah ini
Jakarta, 25 September 2023
Kelompok 2
ii DAFTAR ISI COVER
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ………...……….ii
BAB I ... 1
PENDAHULUAN ... 1
A. Latar belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 1
C. Tujuan ... 2
BAB II ... 3
PEMBAHASAN ... 3
A. Neraca ... 3
1. Pengertian Neraca ... 3
2. Elemen-elemen/Klasifikasi dalam neraca ... 3
3. Bentuk Penyusunan Neraca ... 6
4. Manfaat dari laporan neraca ... 8
B. Laporan Laba Rugi ... 8
1. Pengertian Laba Rugi ... 8
2. Unsur-unsur laporan laba rugi ... 9
3. Elemen dalam Penyusunan Laporan Laba Rugi (income statement) ... 9
4. Manfaat laporan laba rugi bagi perusahaan... 10
BAB III ... 11
PENUTUP ... 11
A. Kesimpulan ... 11
DAFTAR PUSTAKA ... 12
iii
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang
Neraca merupakan salah satu dari laporan keuangan yang paling penting. Hal ini karena neraca berisi mengenai harta kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan pada suatu periode tertentu. Selain itu, neraca juga berisi tentang utang serta modal perusahaan pada saat bersamaan. Neraca memiliki bagian-bagian yang seimbang. Sisi kiri memuat aktiva yang mencerminkan sumberdaya perusahaan. Sedangkan sisi kanan memuat kewajiban dan ekuitas pemilik yang mencerminkan klain terhadap sumberdaya yang dimiliki perusahaan.
Keseimbangan antara sisi kiri dan kanan pada neraca tidak dapat diubah oleh transaksi apapun.
Di suatu akhir periode akuntansi perusahaan ada dua hasil yang sering terjadi, yaitu laba atau rugi. Laporan Laba-Rugi adalah suatu bentuk laporan keuangan yang menyajikan informasi hasil usaha perusahaan yang isinya terdiri dari pendapatan usaha dan beban usaha untuk satu periode akuntansi tertentu.
Laba atau rugi sering dimanfaatkan sebagai ukuran untuk menilai prestasi perusahaan atau sebagai dasar ukuran penilaian yang lain, seperti laba per lembar saham.
Unsurunsur yang menjadi bagian pembentuk laba adalah pendapatan dan biaya. Dengan mengelompokkan unsur-unsur pendapatan dan biaya, akan dapat diperoleh hasil pengukuran laba yang berbeda antara lain: laba kotor, laba operasional, laba sebelum pajak, dan laba bersih.
Maka dari itu, penulis ingin mengajak rekan pembaca untuk mengembangkan cakrawala berpikir untuk lebih berpikir kritis dan lebih banyak tahu tentang neraca dan laba/rugi.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, diidentifikasi permasalahan terkait neraca dan laba/rugi. Dengan demikian, maka dirumuskan masalah sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud neraca ?
2. Bagaimana bentuk penyusunan neraca?
3. Apa manfaat neraca?
4. Apa yang di maksud laba rugi?
2
5. Apa manfaat laporan laba rugi pada perusahaan?
C. Tujuan
1. Untuk menambah pengetahuan mengenai neraca 2. Mengetahui bentuk penyusunan neraca
3. Lebih memahami tentang laba rugi
4. Untuk mengetahui manfaat laporan laba rugi dalam Perusahaan 5. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Analis Kredit
3 BAB II PEMBAHASAN A. Neraca
1. Pengertian Neraca
Neraca adalah laporan keuangan yang menggambarkan posisis keuangan perusahaan dalam suatu tanggal tertentu atau a moment of time, atau sering juga disebut per tanggal tertentu misalnya per tanggal 31 Desember 2009. Posisi yang digambarkan adalah posisi harta, utang dan modal.
Menurut Jumingan (2011;13) neraca adalah suatu laporan yang sistematis tentang aktiva (assets), utang (liabilities), dan modal sendiri (owner’s equity) dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu, biasanya pada saat buku di tutup yakni akhir bulan, akhir triwulan atau akhir tahun.
Menurut Jusup (2011:27), neraca atau laporan posisi keuangan merupakan suatu daftar yang memeberikan gambaran aset (harta kekayaan), kewajiban (hutang), dan modal (ekuitas) yang dimiliki oleh suatu perusahaan pada saat tertentu yang dapat menunjukan keadaan keuangan pada perusahaan tersebut. Sedangkan menurut Munawir (2010:13), neraca merupakan suatu laporan yang sistematis mengenai aktiva, hutang serta modal yang dimiliki suatu perusahaan pada periode tertentu.
2. Elemen-elemen/Klasifikasi dalam neraca a. Aktiva
Aktiva merupakan bentuk dari penanaman modal perusahaan. Bentuknya dapat berupa harta kekayaan atau hak atas kekayaan atau jasa yang dimiliki oleh perusahaan yang bersangkutan. Aktiva merupakan kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan baik itu kekayaan yang berwujud maupun yang tidak berwujud. Selain itu juga termasuk pengeluaran-pengeluaran yang belum dialokasikan atau biaya yang masih harus dialokasikan pada penghasilan yang akan datang, serta aktiva yang tidak berwujud lainnya.
1) Aktiva Lancar (Currrent Asset) : Aset perusahaan yang diharapkan dapat teralisasi dan memberikan manfaat dalam jangka pendek, yaitu sekitar satu tahun. Aktiva lancar dapat berupa investasi jangka pendek, kas, piutang, persediaan, biaya yang harus dibayar, dan penghasilan yang masih diterima.
4
➢ Kas dan setara kas
Menurut PSAK No. 2 (2014) kas dan setara kas adalah investasi yang sifatnya likuid, berjangka pendek, dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan.
➢ Investasi Jangka Pendek
Investasi jangka pendek adalah investasi yang dapat segera dicairkan atau kelebihan dana yang bersifat sementara, yaitu dalam kurun waktu dua belas bulan atau kurang.
➢ Piutang
Piutang adalah penujualan barang dagangan, penyerahan jasa, pemberian pinjaman dana, atau sejenisnya yang pengembalian atau pembayarannya di peroleh di waktu mendatang sesuai kesepakatan.
➢ Persediaan
Menurut PSAK No. 14 (2014) menyatakan persediaan sebagai aset yang siap jual dalam kegiatan usaha untuk proses produksi, dana dalam perjalanan atau dalam bentuk bahan maupun perlengkapan dan kemidian digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa.
➢ Biaya dibayar dimuka
Menurut Kieso (2012), mengatakan bahwa biaya dibayar dimuka adalah biaya yang dapat habis terpakai seiring berjalannya waktu pada masa manfaat lebih dari satu periode akuntansi, dan dicatat sebagai aktiva.
Pembebanan biaya ini berdasarkan waktu atau jumlah terpakai yang sebenarnya.
2) Aktiva Tidak Lancar (Fixed Asset)
Aktiva tidak lancar atau Aktiva tidak tetap adalah aset yang memiliki wujud dan siap untuk digunakan/difungsikan dalam operasional perusahaan untuk jangka panjang (mempunyai umur ekonomis lebih dari satu tahun).
➢ Investasi Jangka Panjang
Yaitu investasi dana yang diputarkan atau dioperasionalkan dan kemudian dapat dicairkan pada kurun waktu paling cepat 1 tahun, namun biasanya lebih dari 1 tahun.
➢ Aktiva Tetap
5
Yaitu aset atau harta berwujud yang memiliki umur lebih dari satu tahun dan tidak mudah diubah menjadi kas atau uang serta digunakan untuk kegiatan produksi barang atau jasa dan penggunaannya secara terus menerus.
➢ Aktiva Tak Berwujud
Yaitu aset yang diidentifikasikan tanpa wujud fisik secara nyata serta dimiliki untuk menghasilkan maupun menyerahkan suatu hasil produksi barang maupun jasa, dan sering juga untuk disewakan maupun hanya untuk tujuan administrasi. Aktiva tak berwujud diakui apabila perusahaan berpotensi akan mendapatkan manfaat ekonomi dimasa yang akan datang dari aset tersebut dan biaya dalam perolehannya bisa diukur dengan handal.
➢ Aktiva Tidak Lancar Lainnya
Yaitu semua aktiva yang tidak dapat dikelompokkan dalam 3 kelompok sebelumnya.
b. Hutang / Kewajiban
Utang menunjukkan sumber modal yang berasal dari kreditur. Pemenuhan kewajiban ini dapat berupa pembayaran uang, penyerahan barang atau jasa kepada pihak yang telah memberikan pinjaman kepada perusahaan. Hutang merupakan segala kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang belum terlunasi dan harus dipenuhi sebelum jatuh tempo.
1) Kewajiban Lancar (Current liabilities)
adalah kewajiban yang dapat diselesaikan dalam jangka waktu siklus operasi normal perusahaan (kurang dari dua belas bulan). Kewajiban jangka lancar digolongkana sebagai berikut:
➢ Hutang Usaha
Yaitu kewajiban yang pembayarannya dalam jangka waktu singkat, muncul karena transaksi pembelian secara kredit.
➢ Beban yang Masih Harus Dibayar
Yaitu biaya-biaya yang harus dibayarkan oleh perusahaan kepada pihak lain atau jasa-jasa yang telah dilakukan oleh pihak lain demi kepentingan perusahaan.
➢ Pendapatan diterima di Muka
Yaitu suatau aliran kas masuk atau kenaikan aktiva yang berasal dari penjualan barang atau jasa yang merupakan aktivitas utama perusahaan.
6 2) Kewajiban Tidak Lancar
Kewajiban tidak lancar adalah segala kewajiban yang tidak tergolong kedalam kewajiban lancar (kewajiban jangka pendek) atau kewajiban yang diperkirakan tidak akan dibayar dalam jangka waktu dua belas bulan dalam siklus operasi normal perusahaan. Yang tergolong kedalam kewajiban tidak lancar adalah sebagai berikut:
Hutang Jangka Panjang Yaitu merupakan pinjaman yang diperoleh perusahaan dari pihak ketiga atau kreditor, yang jatuh temponya lebih dari satu tahun, dan dilunasi dengan sumber-sumber yang bukan dari aktiva lancar, serta jumlah hutang jangka panjang tersebut tidak boleh melebihi jumlah modal sendiri.
➢ Kewajiban Pajak Penghasilan yang Ditangguhkan Yaitu jumlah pajak penghasilan yang terutang untuk periode mendatang sebagai akibat perbedaan tmporer kena pajak (taxavle temporary differences).
➢ Kewajiban Tidak Lancar Lainnya Yaitu semua kewajiban yang tidak dapat dikelompokan kedalam kelompok sebelumnya
c. Modal / Ekuitas
Equity adalah suatu hak yang tersisa atas aktiva suatu lembaga (entity) setelah dikurangi kewajibannya. Modal/ekuitas, merupakan hak atau bagian dari seorang yang dimiliki dalam perusahaan dan ditunjukan dalam pos modal (modal saham), surplus dan laba yang ditahan. Atau kelebihan nilai aktiva yang dimiliki oleh perusahaan terhadap seluruh hutang-hutangnya
Bersama-sama dengan modal yang berasal dari kreditur kemudian ditanamkan dalam berbagai bentuk aktiva perusahaan.
3. Bentuk Penyusunan Neraca
Neraca biasanya disajikan berdasarkan likuiditas perkiraannya.
Biasanyaperkiraan yang paling lancar dan paling dekat dengan konversi ke kas dicatat paling atas. Kewajiban yang paling cepat harus dibayar, harus dicantumkan paling atas dalam kelompoknya. Modal yang harus ditunaikan terlebih dahulu harus ditempatkan di atas.Dalam menyajikan neraca dapat dibagi dalam tiga bentuk berikut ini.
a. Bentuk Neraca Staffel atau Report Form
Neraca ini dilaporkan satu halaman vertikal. Disebelah atas dicantumkan total aktiva dan dibawahnya disajikan pos kewajiban dan pos modal.
7
b. Bentuk Kedua Neraca Skontro atau T-Account From
Laporan bentuk skontro atau rekening menyajikan rekening dalam dua sisi.
Disini aktiva disajikan di sebelah kiri berisi semua akun klasifikasi Aktiva dan sebelah kanan biasanya disebut Pasiva terdiri dari Kewajiban dan Modal, sehingga penyajiannya sebelah menyebelah.
c. Bentuk yang menyajikan Posisi Keuangan (Financial Position Form)
Dalam bentuk ini posisi keuangan tidak dilaporkan seperti dalam bentuksebelumnya yang berpedoman pada persamaan akuntansi. Dalam bentuk inipertama-tama dicantumkan aktiva lancar dikurangi utang lancar
8
danpengurangannya diketahui modal kerja. Modal kerja ditambah aktiva tetap dan aktiva lainnya kemudian dikurangi utang jangka panjang, maka akan diperoleh modal pemilik.
4. Manfaat dari laporan neraca
Manfaat dari laporan neraca adalah aspek likuiditas dan fleksibilitas keuangan perusahaan. Likuiditas dan fleksibilitas keuangan merupakan kondisi tertentu yang harus dipelihara pada kapasitas yang mungkin untuk menghasilkan laba. Likuiditas adalah suatu alat ukur untuk menilai kemampuan perusahaan untuk menunaikan utang- utangnya tepat pada waktu yang telah disepakati. Para pemasok dana jangka pendek sangat berkepentingan dengan likuiditas perusahaan. Sedangkan para pemasok dana jangka panjang lebih memantau fleksibilitas keuangan perusahaan. Fleksibilitas keuangan adalah suatu alat ukur untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mendapatkan sumber dana. Alat-alat likuiditas dan utang-utang perusahaan merupakan titik api dalam pembahasan mengenai likuiditas dan fleksibilitas keuangan.Kedua- duanya merupakan komponen neraca, sahingga neraca relevan untuk dipelajari oleh para pengambil keputusan.
B. Laporan Laba Rugi 1. Pengertian Laba Rugi
Laporan laba-rugi adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang menggambarkan apakah suatu perusahaan mengalami laba atau rugi dalam satu periode akuntansi. Setiap jangka waktu tertentu, umumnya satu tahun, perusahaan perlu memperhitungkan hasil usaha perusahaan yang dituangkan dalam bentuk laporan laba rugi.
Menurut Kieso (2007:142), laporan laba rugi merupakan laporan keuangan yang memberikan penilaian tentang keberhasilan dalam operasi perusahaan selama periode tertentu dan sebagai mendia informasi yang dapat digunakan investor maupun kreditor dalam menentukan atau memperkirakan jumlah, penetapan waktu, dan ketidakpastian dari arus kas dimasa akan dating.
9
Sedangkan menurut Munawir (2010:26), laporan laba rugi merupakan suatu laporan yang disusun secara sistematis mengenai penghasilan, biaya, laba rugi yang diperoleh oleh perusahaan pada periode tertentu.
Prinsip-prinsip yang umumnya diterapkan dalam penyusunan laporan laba rugi adalah:
a. Pertama, penghasilan yang ditunjukkan diperoleh berasal dari usaha pokok perusahaan atau lembaga diikuti dengan harga pokok dari barang atau jasa yang dijual, sehingga diperoleh laba kotor.
b. Kedua, biaya-biaya operasional yang ditunjukkan terdiri dari biaya penjualan dan biaya umum atau administrasi.
c. Ketiga, menunjukkan hasil-hasil yang diperoleh dari operasi pokok perusahaan, yang diikuti dengan biaya-biaya yang terdiri diluar usaha pokok perusahaan atau lembaga.
d. Keempat, laba rugi yang ditunjukkan insidentil sehingga pada akhirnya akan diperoleh laba bersih sebelum dikenakan pajak pendapatan atau penghasilan.
2. Unsur-unsur laporan laba rugi
Adapun unsur-unsur laporan laba rugi adalah sebagai berikut:
a) Penjualan
b) Harga pokok penjualan c) Depresiasi
d) Bunga
e) Pendapatan sebelum pajak f) Pajak
g) Laba setelah pajak
3. Elemen dalam Penyusunan Laporan Laba Rugi (income statement)
Dalam penyusunan laporan laba rugi atau income statement didasarkan pada elemen-elemen berikut:
1) Pendapatan atau Revenue
Pendapatan merupakan pemasukan atau penambahan aktiva pada entitas bisnis melalui penjualan maupun pemberian jasa perusahaan.
2) Beban atau Expense
10
Beban merupakan pengeluaran atau penggunaan aktiva dalam proses produksi atau pengeluaran yang dikeluarkan untuk menjual produk
perusahaan.
3) Laba atau Profit Keuntungan
Merupakan penambahan ekuitas dari transaksi utama perusahaan atau lebih hasil yang didapat dari selisih pendapatan dengan beban yang
dikeluarkan perusahaan.
4) Rugi atau Loss
Rugi merupakan penurunan ekuitas dari transaksi utama perusahaan atau kurang hasil yang didapat dari selisih pendapatan dengan beban yang dikeluarkan perusahaan.
4. Manfaat laporan laba rugi bagi perusahaan
Laporan laba/rugi yang disajikan perusahaan jasa pada akhir periode memiliki manfaat, antara lain:
a. Menilai perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari kegiatan usahanya (rentabilitas).
b. Menganalisis pemakaian modal usaha selama satu periode akuntansi.
c. Mengetahui perkembangan perusahaan pada masa mendatang.
d. Menjadikan laporan laba/rugi sebagai dasar pengambilan keputusan.
11 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan
Neraca adalah laporan posisi keuangan perusahaan yang menggambarkan suatu aset/harta, hutang/kewajiban, dan modal perusahaan pada waktu/tanggal tertentu. Neraca memiliki beberapa 3 elemen yaitu : a) Aktiva, berupa penanaman modal perusahaan, b) Hutang/Kewajiban, sumber modal perusahaan, yaitu kewajiban yang belum terlunasi. c) Modal/Ekuitas, yaitu hak atau bagian dari seorang yang dimiliki dalam Perusahaan atau kelebihan nilai aktiva yang dimiliki oleh perusahaan terhadap seluruh hutang-hutangnya Adapun bentuk penyusunan neraca dibagi dalam 3 bentuk, Bentuk Neraca Staffel atau Report Form, Neraca Skontro atau T-Account From, dan Bentuk yang menyajikan Posisi Keuangan (Financial Position Form).
Sedangkan, laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang berisi mengenai penghasilan, biaya, laba dan rugi Perusahaan dalam periode tertentu. Dalam penyusunan laporan laba rugi atau income statement didasarkan pada elemen-elemen berikut: 1) Pendapatan atau Revenue, 2) Beban atau Expense, 3) Laba atau Profit Keuntungan, 4) Rugi atau Loss.
Laporan dalam bentuk apapun sangat penting dalam pengevaluasian perkembangan perusahaan. Dengan laporan kita bisa mengetahui :
1) Menilai perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari kegiatan usahanya (rentabilitas).
2) Menganalisis pemakaian modal usaha selama satu periode akuntansi.
3) Mengetahui perkembangan perusahaan pada masa mendatang.
4) Menjadikan laporan laba/rugi sebagai dasar pengambilan keputusan
5) Memberikan informasi tentang posisi keuangan perusahaan pada saat tertentu
12
DAFTAR PUSTAKA
https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/16685/05.2%20bab%202.pdf?seque nce=
Makalah Kelompok 7 - Teori Akuntansi - MAKALAH LAPORAN KEUANGAN NERACA Makalah ini Disusun Untuk - Studocu
https://www.scribd.com/doc/235134897/Laporan-Keuangan-Neraca-Dan-Laporan- Laba-Rugi-1