Senin, 5 Februari 2024 Anggota Kelompok FG 6:
- Ajeng Pribadi Salam - Anida Setyaa Ningtias - Devita Uli Karen - Eva Latifa Fauzia - Reiza Rahmadani - Zhafira Nurlailani
Notulensi Diskusi Emas
Ajeng Pribadi Salam 1. Dokumentasi dalam asuhan keperawatan di ruang rawat. Mengenai subtopik dokumentasi dalam asuhan keperawatan di ruang rawat, tentunya kita bisa review kembali terlebih dahulu mengenai dokumentasi keperawatan yaitu alat bukti berupa laporan, catatan yang biasanya dijadikan sebagai tanggung jawab dan tanggung gugat dari tindakan perawat dan proses keperawatan yang diberikan perawat kepada pasien.
Tentunya kelengkapan dari dokumentasi akan memberikan dampak terhadap kualitas mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien. Berman, Snyder dan Frandsen (2016) mengungkapkan bahwa dokumentasi merupakan catatan klien sebagai bukti nyata yang sah dan resmi untuk alat komunikasi, merencanakan pelayanan pasien, sebagai landasan hukum jika terjadi permasalahan, serta penilaian institusi kesehatan. Dokumentasi keperawatan berisi seluruh rangkaian proses keperawatan mulai dari tahapan pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi (National Council of State Boards of Nursing).
Tujuan dari dokumentasi yaitu 1) Komunikasi yaitu sebagai media komunikasi antara anggota tim tentang terapi individu, edukasi klien, dan rencana pemulangan, 2) Tagihan keuangan. meliputi pencatatan suatu tempat pelayanan kesehatan, lama perawatan,dan jenis perawatan yang diberikan. 3) Pendidikan, meliputi informasi tentang masalah klien. Dokumentasi dalam pengkajian dibagi menjadi 3 : Dokumentasi pada saat pengkajian awal (Initial Assessment), dimana dokumentasi ini dibuat sebagai data awal ketika pasien pertama kali masuk rumah sakit; Dokumentasi pengkajian lanjutan (Ongoing Assessment), dimana dokumentasi ini berisi perkembangan data pasien untuk melengkapi initial assessment sehingga informasi yang didapatkan dapat mendukung permasalahan kesehatan pasien secara akurat. Biasanya dokumentasi ini dimasukkan pada catatan perkembangan terintegrasi pasien atau pada lembar data penunjang ; dan Dokumentasi pengkajian ulang (Reassessment), dimana perawat mengevaluasi kemajuan data pasien selama proses evaluasi.
2. Upaya peningkatan kualitas KMK. Upaya dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan dan manajemen keperawatan bisa dilakukan dengan berbagai cara salah satunya yaitu bisa dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawatnya terlebih dahulu sehingga selain mengetahui materi secara subtantif namun juga dapat memiliki leadership dan kemampuan mengelola yang baik. Selain itu bisa dengan penataaan lingkungan kerja yang kondusif perlu kinerja perawat dapat efektif dan efisien.
Anida Setya Ningtias 1. Terkait dokumentasi keperawatan dari buku Dasar-dasar keperawatan (Novieastari, dkk., 2020) yang menyebutkan kalau dokumentasi keperawatan adalah tindakan keperawatan yang menghasilkan catatan tertulis mengenai data pasien, keputusan klinis dan intervensi keperawatan, serta tanggapan pasien dalam catatan kesehatan. Kemudian untuk formatnya mungkin seperti yang pernah kita lihat juga saat praktik banyak menggunakan format SOAP (Subjektif, Objektif, Assesment, dan Plan) walaupun ada juga yang menambahkan Intervensi dan Evaluasi menjadi SOAPIE.
2. Untuk upaya peningkatan kualitas kepemimpinan dan manajemen keperawatan mungkin perlu kita pelajari lebih lanjut. Karena aku baru baca sedikit tentang manajemen dalam pengorganisasian dan pengaturan ketenagakerjaan
Devita Uli Karen 1. Ners berperan penting dengan mencatat informasi vital pasien secara sistematis di ruang perawatan. Oleh karena itu, diperlukan dokumentasi yang baik untuk catatan pasien supaya akurat, komunikasi efektif, dan kepatuhan secara hukum. Dalam proses dokumentasi, ners juga bisa melakukan langkah-langkah seperti penilaian pasien, diagnosis keperawatan, perencanaan perawatan, pelaksanaan tindakan, pemantauan, komunikasi tim kesehatan, edukasi pasien, pelaporan kejadian, perencanaan pemulangan, dan pertimbangan hukum dan etika. Hal ini mencakup catatan rinci mulai dari tanda vital hingga tindakan perawatan, serta menjaga catatan kesehatan pasien.
2. Ners berperan penting dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan dan manajemen keperawatan. Strategi efektif termasuk berpartisipasi dalam pelatihan kepemimpinan. Inisiatif perbaikan proses, seperti dapat menciptakan sistem pelaporan kesalahan medis, juga diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan pasien. Pengembangan keterampilan kepemimpinan tim dan komunikasi organisasi menjadi aspek penting, contohnya seperti memberikan arahan jelas kepada tim, memimpin rapat rutin, dan mengembangkan komunikasi dua arah. Keterampilan manajerial, termasuk perencanaan dan pengawasan, juga perlu ditingkatkan,
misalnya dengan menghadiri kursus manajemen sumber daya manusia. Berpartisipasi dalam penelitian keperawatan juga bisa menjadi langkah untuk menerapkan praktik terbaru berdasarkan bukti. Dengan hal tersebut, ners dapat berkontribusi pada pengembangan kepemimpinan dan manajemen, meningkatkan kualitas asuhan keperawatan, dan menciptakan lingkungan kerja yang efektif dan inovatif.
Dengan begitu, peran ners tidak cuma terbatas pada tugas klinis, tetapi juga melibatkan pembentukan arah dan kualitas layanan keperawatan.
Eva Latifa Fauzia 1. Dokumentasi asuhan keperawatan sendiri merupakan sebuah bukti pendataan atau pelaporan tindakan yang telah dilakukan oleh tim kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan. seorang ners dapat menerapkan dokumentasi itu sendiri sesuai dengan tujuan dari dokumentasi tersebut, diantara bertujuan untuk:
- merencanakan asuhan keperawatan - menganalisis layanan kesehatan
- penelitian yang meliputi data statistik kelainan, komplikasi, terapi, dll dalam penerapannya sendiri seorang ners perlu untuk tau jenis dokumentasi asuhan keperawatan apa yang tepat untuk diterapkan. (Potter & Perry, 2017) 2. Upaya peningkatan kualitas: kepemimpinan dan
Manajemen Keperawatan (KMK) itu sendiri, seorang ners dapat menetapkan prioritas dalam merencanakan perawatan itu sendiri, kemudian perlu untuk berpikir kritis dalam melakukan tindakan, perlu berkolaborasi dengan tetap menghormati individu serta menurut saya sebagai seorang ners perlu memiliki keterampilan dalam hal berkomunikasi agar dapat menyampaikan serta menerima informasi dengan baik. tentunya berbagai keterampilan di atas perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut untuk mencapai hasil yang maksimal.
Reiza Rahmadani 1. Dari pengertian dokumentasi keperawatan di ruang rawat inap itu sendiri merupakan tools yang berisikan informasi atau medical record pasien, baik itu status pasien dan asuhan keperawatan. Nah catatan atau dokumentasi ini nanti akan terintegrasi dengan sistem rumah sakit yang ada, biasanya disebut dengan CPPT atau catatan perkembangan pasien terintegrasi yang berisikan SOAP pasien dan diisi langsung oleh perawat pelaksana sebagai penanggung jawab. Dokumentasi ini juga akan mempengaruhi kuallitas perawatan yang nantinya akan diberikan karena kalau dokumentasinya akurat dan benar, maka akan mempengaruhi hasil terapi saat pasien berobat. Referensi journal:
https://jki.ui.ac.id/index.php/jki/article/download/892/654/
3402
2. Untuk bagaimana cara kita meningkatkan kualitas kepemimpinan manajemen keperawatan, bisa dimulai
dari kita mahasiswa sudah berani mengemukakan pendapat kita terkait tugas dan materi perkuliahan sehingga membangun rasa percaya diri dan terus belajar untuk meningkatkan pengetahuan. Berdasarkan referensi journal artikel, kepemimpinan atau nursing leadership dan manajemen itu penting dalam memfasilitasi dan meningkatkan kinerja kita sebagai perawat nantinya, yang juga sejalan dengan memberikan perawatan yang berkualitas dan memastikan keselamatan pasien. Referensi artikel:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC10265372 Zhafirah Nurlailani 1. Seperti yang kita tahu kan ya, kalau dokumentasi asuhan keperawatan itu penting dilakukan agar kita sesama perawat ataupun tenaga kesehatan lainnya dapat mengetahui perkembangan pasien apalagi di ruang rawat, selain itu dokumentasi dilakukan juga untuk laporan pertanggung jawaban terhadap perawat kepada pasien. Jadi dokumentasi yang dilakukan itu harus mencakup informasi dari hasil pemeriksaan, gejala yang dirasakan pasien, tindakan apa yang dilakukan, respon pasien terhadap tindakan, komunikasi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan lainnya, serta rangkuman singkat apa yang berikutnya harus dilakukan. Dengan begitu, perawat dapat memastikan kondisi kesehatan pasien rawat secara berangsur-angsur dengan tetap memberikan informasi kepada tenaga kesehatan lainnya 2. Terkait upaya dalam peningkatan kualitas KMK. Menurut
saya upaya tersebut dapat dilakukan dengan cara seperti melakukan latihan untuk meningkatkan keterampilan sebagai seorang pemimpin dengan mengikuti seminar kepemimpinan, lalu bagaimana seorang ners berupaya dalam mengambil keputusan asuhan keperawatan, seorang ners juga harus mampu dalam beradaptasi dengan perubahan, karena ners yang dapat beradaptasi dengan perubahan maka dia akan siap dalam menghadapi perubahan yang mungkin terjadi pada sistem kesehatan sehingga dapat menunjukkan kepemimpinan yang siap akan perubahan.
Pembagian Tugas 1
● Link PPT Kelompok:
https://docs.google.com/presentation/d/1dmSIz83R5DI-qzPaP7tawKLTo0axYV6i6ly6 z7tDlYQ/edit?usp=sharing
● Materi PPT kelompok
○ Nomor 9 Dokumentasi dalam asuhan keperawatan di ruang rawat - Definisi, tujuan dokumentasi dan karakteristik peningkatan KMK - Jenis dan contoh (examples of documentation systems include
source oriented, problem oriented, PIE, ffocus charting, charting by exception, computerized documentation, and case management
○ Nomor 10 Upaya peningkatan kualitas KMK - Definisi
- Tujuan dan model pendekatan (PDSA, FADE)
- Upaya peningkatan (koordinasi perawat klinis, komunikasi dalam tim, pendelegasian yang efektif, membangun pengetahuan)
● Hasilladderpembagian tugas
-