Tujuan peneliti melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana soliditas permodalan PT Bank Panin Dubai Syariah Tahun 2015-2017 ditinjau dari Surat Edaran OJK Nomor 10/SEOJK.03/2014 dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 21/POJK .03/2014. Data yang diperoleh dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang berasal dari laporan keuangan dan laporan tahunan PT Bank Panin Dubai Syariah tahun 2015-2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dilihat dari permodalan yang dimiliki, kecukupan modal PT Bank Panin Dubai Syariah terus mengalami penurunan selama tahun 2015-2017.
Pada tahun 2015 dan 2016 untuk kesehatan permodalan PT Bank Panin Dubai Syariah menduduki peringkat I (Sangat Sehat).
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Namun pada tahun 2017, total modal PT Bank Panin Dubai Syariah mengalami penurunan yang cukup drastis, yakni turun menjadi Rp691,237 miliar dari tahun sebelumnya. Penurunan kinerja PT Bank Panin Dubai Syariah seiring dengan peningkatan kredit bermasalah yang berujung pada peningkatan. Penurunan modal di sejumlah segmen di PT Bank Panin Dubai Syariah tentu akan berdampak pada kesehatan permodalan perseroan.
Tujuan dari analisis rasio ini adalah untuk mengetahui kecukupan modal saham yang dimiliki oleh PT Bank Panin Dubai Syariah.
Rumusan Masalah
Penelitian Relevan
Tesis yang ditulis oleh Ammar Nashir, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang tentang “Analisis Pengaruh Struktur Modal Terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dana nasabah dan pendanaan jangka pendek, rasio permodalan, risiko, biaya operasional dan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia yang diproksikan dengan return on assets (ROA). Tesis yang ditulis oleh Ita Akmala Nur Muharomah, mahasiswa Program Studi Keuangan Islam, Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, berjudul “Pengaruh rasio keuangan terhadap kecukupan modal bank umum syariah di Indonesia.” Penelitian ini menyelidiki dan menganalisis variabel ROE, FDR, BOPO dan NFP terhadap CAR pada Bank Umum Syariah di Indonesia, dengan periode pengamatan Maret 2006 sampai September 2012.16.
16 Ita Akmala Nur Muharomah, “Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Kecukupan Modal Bank Umum Syariah di Indonesia,” FM-UINSK-BM-05-02/R0.
Kesehatan Bank
- Pengertian Kesehatan Bank Syariah
- Komponen Penilain Kesehatan Bank Syariah
- Peringkat Penilaian Kinerja atau Kesehatan Bank Syariah
- Jenis Modal Bank
- Kecukupan Modal Bank
- Pengungkapan Permodalan
- Penyediaan Modal Minimum
Penetapan peringkat komposit dikategorikan menjadi lima peringkat, yaitu Peringkat Komposit 1 (PK 1), Peringkat Komposit 2 (PK 2), Peringkat Komposit 3 (PK 3), Peringkat Komposit 4 (PK 4) dan Peringkat Komposit 5 (PK 5). ) )20, maka uraian masing-masing peringkat komposit (composite rating) sebagai berikut. 20 Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan, Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum dan Unit Usaha Syariah (Nomor 10/SEOJK.03/2014), h. Peringkat Komposit 1 (PK 1), mencerminkan bank yang bersangkutan sangat baik dan mampu mengatasi dampak negatif kondisi perekonomian dan industri keuangan.21.
Skor komposit 2 (PC 2) mencerminkan bank tersebut tergolong baik dan mampu mengatasi dampak negatif kondisi perekonomian dan industri keuangan, namun bank tersebut masih memiliki kelemahan minor yang dapat segera diperbaiki melalui tindakan rutin. 30 Harmono, Manajemen Bank: Berbasis Balanced Scorecard (Jakarta: Bumi Aksara, 2014), hal. Modal bank dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu modal inti atau modal penyertaan dan modal tambahan. Bank wajib menyediakan modal inti minimal 6%. enam persen) dari ATMR, baik secara individu maupun secara konsolidasi dengan anak perusahaan.33 Dana yang dikumpulkan dari para pemilik ini terdiri dari berikut ini.
33 Peraturan Bank Indonesia, Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum (Nomor 15/12/PBI/2013), h. digunakan untuk biaya pendirian dan promosi untuk menarik minat masyarakat terhadap bank yang didirikan. Modal pelengkap terdiri dari cadangan yang dibentuk bukan dari laba setelah pajak dan pinjaman yang dalam hal tertentu disamakan dengan ekuitas dan dalam keadaan lain dapat disamakan dengan hutang. 41 Dalam laporan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (MCRR), rincian modal pelengkap terdiri atas , sebagai berikut. Giro merupakan simpanan nasabah pada suatu bank yang penarikannya dapat dilakukan sewaktu-waktu dengan menggunakan cek atau wesel atau wesel, termasuk penarikan melalui ATM.
10 Tahun 1998 adalah simpanan tetap, yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu berdasarkan kontrak antara lembaga penyimpan dan bank.”51. 54 Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan, Penilaian Tingkat Kekuatan Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah (10/SEOJK.03/2017), h.
Aset Tertimbang Menurut Resiko (ATMR)
Kecukupan Modal yang berisi penjelasan mengenai pendekatan yang digunakan BUS dalam menilai kecukupan modal untuk menunjang kegiatan yang dilakukan, baik saat ini maupun di masa yang akan datang. Bank Sentral (Bank Indonesia) menetapkan kewajiban penyediaan modal minimum yang harus dimiliki oleh setiap bank umum yang telah ditetapkan sebagai Kewajiban Penyediaan Modal Minimum. modal minimal 8% dari aset tertimbang risiko (ATMR) 59. Untuk mengetahui besarnya ATMR, perlu dilakukan perhitungan perkalian nilai nominal aset dengan bobot risiko masing-masing aset sesuai dengan tingkat risikonya. terkandung dalam setiap elemen aset itu sendiri.
Risiko kredit adalah risiko yang diakibatkan oleh tidak mampunya suatu perusahaan atau nasabah atau pihak lain memenuhi kewajibannya kepada bank sesuai perjanjian yang telah disepakati 60 2. Risiko operasional adalah risiko kerugian yang disebabkan oleh kurang memadainya proses internal, kesalahan proses internal, kesalahan manusia. kesalahan, kegagalan sistem dan/atau adanya kejadian eksternal yang mempengaruhi operasional bank 61. Berikut matriks perhitungan untuk mengukur kecukupan modal bank dalam menyerap kerugian dan memenuhi persyaratan CAR yang berlaku.
M Level 1 = Modal Dasar (Modal yang berasal dari perusahaan) DPK = Dana Pihak Ketiga (Tabungan, Giro dan Deposito Berjangka).
Fungsi Penilaian Modal (Capital)
- Sifat Penelitian
Penelitian kepustakaan adalah penelitian yang dilakukan di ruang perpustakaan untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari perpustakaan, baik berupa buku-buku seperti narasi sejarah, dokumen, maupun bahan pustaka lainnya yang dapat dijadikan sumber acuan dalam menyusun suatu laporan ilmiah. . Dokumen-dokumen tersebut berupa laporan keuangan dan laporan tahunan (annual report yang dapat diperoleh dari situs resmi PT Bank Panin Dubai Syariah dan Bursa Efek Indonesia (BEI), serta sumber lain berupa buku atau lainnya. dokumen Penelitian kuantitatif dengan format deskriptif bertujuan untuk menjelaskan dan merangkum berbagai keadaan, situasi yang berbeda atau variabel yang berbeda yang terjadi di masyarakat yang menjadi subjek penelitian, berdasarkan apa yang terjadi.
Dalam penelitian ini penulis mencoba mendeskripsikan atau menggambarkan tingkat keandalan permodalan pada PT Bank Panin Dubai Syariah tahun 2015-2017 melalui ketentuan yang relevan. Penilaian ini akan dianalisis dengan menggunakan rasio utama yaitu Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (CAR) dan dua rasio yang mendukung kecukupan modal.
Sumber Data
Teknik Pengumpulan Data
Teknis Analisis Data
Profil Bank Panin Dubai Syariah
- Sejarah Singkat PT Bank Panin Dubai Syariah 74
- Struktur Organisasi PT Bank Panin Dubai Syariah
Menjadi bank syariah yang progresif di Indonesia, menawarkan produk dan layanan keuangan yang komprehensif dan inovatif untuk semua. Suatu badan usaha dalam menjalankan kegiatan usahanya merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan oleh struktur organisasi yang baik dan teratur demi kelancaran pelaksanaan tugas-tugas usaha badan usaha tersebut. PT Bank Panin Dubai Syariah Capital Development 2015-2017 Bank PT Bank Panin Dubai Syariah selalu berusaha mempertahankan.
Kesehatan Permodalan PT Bank Panin Dubai Syariah Tahun 2015-2017 Modal merupakan uang yang ditanamkan oleh pemilik usaha sebagai
- Perhitungan KPMM PT Bank Panin Dubai Syariah
- Rasio Penunjang I (Modal Inti)
- Rasio Penunjang II (EDR)
Kinerja suatu bank atau tingkat kesehatan suatu bank akan tercermin dari salah satu aspek pemenuhan modal minimum. KPMM bertujuan untuk mengukur kemampuan modal bank dalam menyerap kerugian dan memenuhi ketentuan KPMM yang berlaku. Cadangan umum aset produktif PPA yang akan dibentuk untuk aset produktif (maks. ATMR risiko kredit).
Kemudian untuk aset tertimbang menurut risiko (ATMR) yang dimiliki PT Bank Panin Dubai Syariah adalah sebagai berikut. Rasio Dukungan II (EDR) bertujuan untuk mengukur kemampuan modal inti dalam menutupi kerugian dana pihak ketiga jika terjadi likuidasi. Modal dasar (Kelas 1) Modal yang berasal dari perusahaan itu sendiri, DPK dana pihak ketiga (Tabungan, Giro dan Deposito).
Pada tahun 2016, tingkat KPMM yang dimiliki PT Bank Panin Dubai Syariah masih menduduki peringkat I (Sangat Sehat) yaitu sebesar 18,17. Jika dilihat dari modal yang dimiliki PT Bank Panin Dubai Syariah dari tahun 2015 hingga tahun 2016 memang mengalami peningkatan. PT Bank Panin Dubai Syariah tidak mampu menyeimbangkan modalnya dengan aset tertimbang menurut risiko.
Pada tahun berikutnya yakni tahun 2017, KPMM milik PT Bank Panin Dubai Syariah kembali mengalami penurunan yang cukup signifikan yakni selisih 6,66% dari tahun sebelumnya. Kepemilikan KPMM sebesar 11,51% membuat PT Bank Panin Dubai Syariah menduduki peringkat II (Seahat) untuk KPMM-nya. Kemudian untuk rasio pendukung dilihat dari modal inti menunjukkan kemampuan modal inti yang dimiliki PT Bank Panin Dubai Syariah dalam menutup kerugian jika terjadi kerugian juga sehat.
PT Bank Panin Dubai Syariah mencatatkan kerugian sebesar Rp 968,851 miliar pada tahun ini yang menjadi faktor pengurangan cadangan tambahan. Meski demikian, berdasarkan rasio tersebut, PT Bank Panin Dubai Syariah masih menduduki peringkat 1 yang artinya sangat sehat. Sejak tahun 2015 hingga tahun 2017, permodalan PT Bank Panin Dubai Syariah terus mengalami penurunan, namun masih tergolong sehat.
Selain itu, penyebab menurunnya kinerja permodalan PT Bank Panin Dubai Syariah terkait dengan meningkatnya tingkat risiko dengan tingginya pembiayaan bermasalah dan beban operasional sepanjang tahun 2017 yang terus meningkat. Terbukti pada tahun 2017 kesehatan permodalan PT Bank Panin Dubai Syariah menduduki peringkat kedua jika dilihat dari analisis yang telah peneliti lakukan.
PENUTUP
Saran
Setelah dilakukan penelitian, peneliti ingin memberikan saran mengenai kinerja permodalan PT Bank Panin Dubai Syariah. Kinerja permodalan PT Bank Panin Dubai Syariah cukup baik, namun perlu perbaikan lebih lanjut agar CAR tetap stabil dan tidak menurun. Selain itu, PT Bank Panin Dubai Syariah juga perlu menyeimbangkan modal dan aset tertimbang menurut risiko serta pengendalian pendanaan operasional.
Dan apabila kecukupan modal PT Bank Panin Dubai Syariah tetap berfungsi dengan stabil maka dapat meminimalisir jumlah dana yang tidak terpakai sehingga dana tersebut akan lebih produktif. Peraturan Bank Indonesia (PBI), Sistem Penilaian Peringkat Bank Umum Berdasarkan Prinsip Syariah, Nomor: 9/1/PBI/2007. Ita Akmala Nur Muharomah, “Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Kecukupan Modal Bank Umum Syariah di Indonesia,” FM-UINSK-BM-05-02/R0.
Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan, Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, Nomor 10/SEOJK.03/2017. Surat Edaran Bank Indonesia, Sistem Penilaian Bank Umum Berdasarkan Prinsip Syariah, NO. 24/09/DPBS.