LAPORAN PRAKTIKUM
PENANGANAN PASCA PANEN IKAN LELE (Clarias gariepinus)DAN IKAN NILA(Oreochromis niloticus.)
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pasca Panen
DOSEN PENGAMPU: Atma Jaya Salman Muin, S.Pi., M.Si
OLEH
Muhammad Norry Darmawan 1111421015
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO FAKULTAS KELAUTAN DAN TEKNOLOGI PERIKANAN JURUSAN BUDIDAYAPERAIRAN
2024
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan proposal penelitian ini.
Banyak hal yang terjadi berkat kuasa-Nya sehingga segala sesuatunya dimudahkan dalam penyusunan laporan praktikum.
Disadari sepenuhnya bahwa meskipun tulisan ini telah disusun dengan usaha yang semaksimal mungkin, namun bukan mustahil bila di dalamnya terdapat berbagai kekurangan. Oleh karena itu, penulis dengan kerendahan hati akan menerima setiap saran dan kritik untuk perbaikan dari semua pihak demi kesempurnaan proposal ini dan untuk pelajaran dimasa yang akan datang. Harapan penyusun semoga laporan praktikum ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua dan akan menjadi pedoman oleh orang banyak.
Akhir kata, semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan balasan yang setimpal kepada semua pihak yang telah membantu penyusun dalam pengembangan diri dikemudian hari dan senantiasa menunjukkan jalan yang terbaik untuk kita, serta dapat menuntun kita untuk terus berkarya.
Gorontalo, Desember 2024
DAFTAR ISI COVER
KATA PENGANTAR...i
DAFTAR ISI... ii
DAFTAR GAMBAR...iv
DAFTAR TABEL... v
BAB I PENDAHULUAN...1
1.1 Latar Belakang... 1
1.2 Rumusan masalah...1
1.3 Tujuan...1
1.4 Manfaat...2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...3
2.1 Ikan Nila (Oreochromis niloticus)...3
2.1.1 Klasifikasi dan Morfologi Ikan Nila...3
2.1.2 Teknik Budidaya Ikan Nila...4
2.2 Ikan Lele (Clarias gariepinus.)...4
2.2.1 Klasifikasi dan Morfologi Ikan Lele...4
2.2.2 Teknik Budidaya Ikan Lele...5
2.3 Tahapan Pemanenan Ikan Nila dan Lele...6
BAB III METODOLOGI...7
3.1 Waktu Dan Tempat...7
3.2 Alat Dan Bahan...7
3.3 Prosedur...7
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN...9
4.1 Hasil Praktikum...9
4.1.1 Profil Lokasi Penelitian...9
4.1.2 Tahapan Pemanenan Ikan Nila...9
4.1.3 Tahapan Pemanenan Ikan Lele...9
4.2 Pembahasan... 10
4.2.1 Analisis Tahapan Pemanenan Ikan Nila...10
4.2.2 Analisis Tahapan Pemanenan Ikan Lele...10
4.2.3 Kendala dalam Proses Pemanenan...11
BAB V KESIMPULAN...12
5.1 Kesimpulan...12 5.2 Saran...12 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Ikan Nila (Jalai, S, et al., 2020)
Gambar 2. Ikan Lele (Suryani, T. et al., 2021).
Gambar 3. Tempat Budidaya
DAFTAR TABEL Tabel 1. Alat dan bahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor budidaya perikanan. Sebagai salah satu negara maritim terbesar di dunia, Indonesia memiliki keanekaragaman sumber daya ikan yang melimpah. Proses panen ikan menjadi tahapan penting dalam budidaya, yang tidak hanya memengaruhi kualitas hasil panen, tetapi juga menentukan nilai ekonomis produk yang dihasilkan.
Panen ikan yang dilakukan secara terencana dengan teknik dan alat yang sesuai mampu meminimalkan kerusakan fisik ikan dan mempertahankan kualitasnya. Hal ini didukung oleh penelitian yang menyatakan bahwa “teknik pemanenan yang efektif mampu mengurangi tingkat stres pada ikan dan mempertahankan daya hidup ikan setelah panen” (Jalai et al., 2020, hlm. 45).
Penelitian lainnya menunjukkan bahwa penggunaan jaring pengumpul dalam proses panen ikan nila dapat meningkatkan efisiensi waktu serta mengurangi kerusakan akibat metode panen manual yang kurang terorganisir (Nurhadi et al., 2018, hlm. 15).
Melihat pentingnya aspek panen dalam budidaya perikanan, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui metode panen yang efektif di kolam budidaya.
Harapannya, dengan proses panen yang tepat, kualitas ikan dapat dijaga, serta produktivitas usaha budidaya ikan dapat meningkat.
1.2 Rumusan masalah
A. Bagaimana tahapan proses panen ikan yang dilakukan oleh pembudidaya di kolam budidaya?
B. Apa tantangan yang dihadapi saat proses panen ikan?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari Praktikum ini yaitu untuk:
A. Mengidentifikasi tahapan-tahapan proses panen ikan yang dilakukan oleh pembudidaya di kolam budidaya.
B. Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas proses panen ikan.
1.4 Manfaat
Adapun manfaat dari praktikum ini diharapkan dapat menjadi referensi ilmiah dalam pengembangan ilmu pengetahuan baik untuk mahasiwa, para pembudidaya, khususnya dalam bidang budidaya perikanan, dengan fokus pada aspek panen ikan di kolam budidaya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Ikan Nila (Oreochromis niloticus)
2.1.1 Klasifikasi dan Morfologi Ikan Nila
Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan.
Menurut penelitian (Hassanien et al., 2021) klasifikasi taksonomi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) adalah sebagai berikut:
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Perciformes
Famili: Cichlidae
Genus: Oreochromis
Spesies: Oreochromis niloticus
Gambar 1. Ikan Nila (Susanto, 2003)
Ikan nila dikenal karena ciri morfologinya yang khas, yang berkontribusi pada kemampuan beradaptasi dan kesesuaiannya untuk akuakultur. Tubuh ikan nila memanjang dan terkompresi secara lateral, dengan mulut terminal yang besar dan sedikit menonjol. Ikan ini memiliki satu sirip punggung yang memanjang dari kepala hingga pangkal ekor, dengan bagian anterior memiliki jari-jari berduri dan bagian posterior memiliki jari-jari lunak. Sirip dada terletak tepat di belakang tutup insang, sedangkan sirip perut terletak di bawah sirip dada. Sirip ekor biasanya
bercabang, sehingga ikan memiliki kemampuan berenang yang efisien (Moges et al., 2022). Ikan nila diketahui menunjukkan dimorfisme seksual, dengan ikan jantan biasanya berukuran lebih besar dan memiliki dahi yang lebih menonjol serta sirip punggung dan sirip dubur yang memanjang dibandingkan dengan ikan betina (Huicab-Pech dan Landeros-Sánchez, 2016; Dias et al., 2019; Yan et al., 2012).Ukuran tubuh ikan nila bervariasi sesuai dengan umur dan kondisi lingkungannya, namun dalam kondisi budidaya optimal, ikan ini dapat mencapai panjang hingga 30–50 cm dengan berat 1–2 kg per ekor. Ciri khas lain dari ikan nila adalah kemampuan hidupnya yang baik di lingkungan dengan kadar oksigen rendah dan toleransi tinggi terhadap perubahan suhu (Jalai et al., 2020).
2.1.2 Teknik Budidaya Ikan Nila
Teknik budidaya ikan nila mencakup beberapa tahapan, seperti persiapan kolam, penebaran benih, pemberian pakan, hingga proses panen. Dalam penelitian Yuliani et al. (2020) yang dipublikasikan dalam Jurnal Perikanan dan Kelautan, ikan nila membutuhkan pH air 6,5–8, suhu 25–30°C, dan kadar oksigen minimal 4 mg/L untuk pertumbuhan optimal.
Tahap panen dilakukan setelah ikan nila mencapai ukuran konsumsi (300–
500 gram per ekor), biasanya dalam waktu 4–6 bulan. Penanganan pasca-panen seperti pencucian dan pendinginan sangat penting untuk menjaga kualitas ikan (Yuliani et al., 2020, hlm. 21).
2.2 Ikan Lele (Clarias gariepinus.)
2.2.1 Klasifikasi dan Morfologi Ikan Lele
Ikan lele (Clarias gariepinus) dikenal sebagai ikan air tawar yang mudah dibudidayakan dan memiliki tingkat produktivitas tinggi. Menurut Suryani et al.
(2021) dalam Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan, ikan lele mampu tumbuh dengan baik pada kondisi lingkungan yang minim oksigen dan kolam dengan kepadatan tinggi.
Klasifikasi ikan lele adalah:
Kingdom: Animalia Phylum: Chordata Class: Actinopterygii
Order: Siluriformes Family: Clariidae Genus: Clarias
Species: Beragam, seperti Clarias gariepinus dan Clarias batrachus.
Gambar 2. Ikan Lele (Suryani, T. et al., 2021).
Ciri khas utama ikan lele adalah adanya empat pasang sungut (barbel) di sekitar mulutnya, yang berfungsi sebagai alat peraba. Sungut ini membantu ikan lele mencari makanan, terutama di lingkungan dengan visibilitas rendah. Sirip ikan lele terdiri dari sirip dada yang kuat dan memiliki patil tajam sebagai alat perlindungan, sirip punggung memanjang, serta sirip ekor yang berbentuk membulat. Selain itu, lele memiliki kulit yang tebal dengan kelenjar lendir yang berfungsi untuk melindungi tubuhnya dari infeksi dan predasi (Suryani et al., 2021, hlm. 33).
2.2.2 Teknik Budidaya Ikan Lele
Budidaya ikan lele dilakukan dalam kolam tanah, terpal, atau beton. Menurut penelitian Nurhadi et al. (2018) dalam Jurnal Agri Sains, kualitas air sangat memengaruhi pertumbuhan ikan lele. Suhu optimal adalah 28–32°C dengan oksigen terlarut minimal 3 mg/L.
Proses panen biasanya dilakukan setelah ikan mencapai berat konsumsi (200–
400 gram per ekor) dalam waktu 3–4 bulan. Penanganan pasca-panen seperti sortasi dan pencucian sangat penting untuk menjaga kualitas produk akhir (Nurhadi et al., 2018, hlm. 18).
`2.3 Tahapan Pemanenan Ikan Nila dan Lele
Pemanenan ikan nila dan lele mencakup beberapa langkah:
1. Pengeringan Kolam: Mengurangi volume air agar ikan mudah ditangkap.
2. Penangkapan dengan Jaring: Menggunakan jaring atau serok untuk meminimalkan kerusakan fisik.
3. Sortasi: Memisahkan ikan berdasarkan ukuran dan kualitas.
4. Pembersihan: Membersihkan ikan dari kotoran sebelum pengemasan.
Penelitian menunjukkan bahwa teknik pemanenan yang baik dapat mengurangi tingkat kerusakan fisik ikan. Menurut Nurhadi et al. (2018), penggunaan alat panen seperti jaring pengumpul mampu mengurangi waktu panen hingga 40%. Selain itu, pengelolaan air selama panen juga memengaruhi kualitas hasil (Yuliani et al., 2020).
BAB III METODOLOGI 3.1 Waktu Dan Tempat
Adapun kegiatan praktikum ini dilakukan pada tanggal 06 desember 2024 berlokasi di kolam budidaya noby taruna remaja.
Gambar 3. Tempat Budidaya 3.2 Alat Dan Bahan
Adapun alat dan bahanyang di gunakan dalam praktikum ini dapat di lihat pada tabel berikut :
Tabel 1. Alat dan bahan
No Alat dan bahan Kegunaan 1 Kamera handpone Untuk dokumentasi 2 Buku dan pulpen Alat tulis
3.3 Prosedur
Identifikasi Masalah
Menentukan fokus penelitian, yaitu tahapan pemanenan dan penanganan pasca panen ikan nila (Oreochromis niloticus) dan lele (Clarias sp.).
Penentuan Lokasi Praktikum
Memilih lokasi budidaya ikan nila dan lele yang relevan dengan penelitian.
Penyusunan Instrumen Praktikum
Membuat daftar pertanyaan wawancara, panduan observasi, dan format dokumentasi untuk pengumpulan data.
Wawancara
Melakukan wawancara dengan pembudidaya mengenai proses pemanenan dan penanganan pasca panen. Topik wawancara meliputi persiapan sebelum
panen, teknik pemanenan, peralatan yang digunakan, penanganan ikan pasca panen, dan kendala yang dihadapi.
Observasi
Mengamati langsung proses pemanenan ikan nila dan lele, mulai dari persiapan kolam hingga sortasi dan pengemasan. Mendokumentasikan proses pemanenan dengan foto atau video sebagai bukti pendukung.
Dokumentasi
Mengumpulkan catatan tertulis dari wawancara dan observasi.
Mendokumentasikan gambar atau foto yang menunjukkan tahapan proses panen.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Praktikum
4.1.1 Profil Lokasi Penelitian
Lokasi praktikum dilakukan di kelompok pembudidaya ikan Noby Taruna Remaja kelurahan Tuladenggi Kec. Dungingi Kota. Gorontalo, yang merupakan area budidaya ikan nila dan lele. Kolam budidaya menggunakan sistem bioflok, dengan ukuran kolam berdiameter 3 m2. Jumlah kolam budidaya di lokasi penelitian adalah 10 kolam, dengan rata-rata kapasitas produksi sebesar 1,2 ton per siklus budidaya.
4.1.2 Tahapan Pemanenan Ikan Nila
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, tahapan pemanenan ikan nila dilakukan sebagai berikut:
1. Persiapan Sebelum Panen
Pengeringan kolam dilakukan secara bertahap untuk mempermudah penangkapan ikan.
Pengontrolan kualitas air dilakukan untuk mengurangi risiko stres pada ikan.
2. Teknik Pemanenan
Penangkapan ikan dilakukan menggunakan jaring serok dengan ukuran mata jaring sesuai standar.
Ikan disortir berdasarkan ukuran dan kualitas, seperti ikan sehat, ikan dengan luka, atau ikan kecil.
3. Penanganan Pasca Panen
Ikan yang telah dipanen dibilas menggunakan air bersih untuk menghilangkan kotoran.
Ikan dikemas menggunakan wadah berisi es atau air bersuhu rendah untuk menjaga kesegaran selama transportasi.
4.1.3 Tahapan Pemanenan Ikan Lele
Proses pemanenan ikan lele memiliki beberapa perbedaan dengan ikan nila, yakni:
1. Persiapan Sebelum Panen
Air kolam diturunkan hingga ketinggian tertentu (±20 cm) untuk mempermudah penangkapan.
Ikan diberi pakan terakhir sekitar 24 jam sebelum panen untuk mengurangi sisa metabolisme di tubuhnya.
2. Teknik Pemanenan
Penangkapan dilakukan menggunakan jaring serok atau ember, dengan penekanan pada penanganan yang hati-hati agar tidak melukai ikan.
Penyortiran dilakukan berdasarkan ukuran dan berat ikan sesuai permintaan pasar.
3. Penanganan Pasca Panen
Ikan yang telah dipanen disortir ulang dan dimasukkan ke dalam wadah berisi air untuk menjaga kelangsungan hidupnya.
Pengemasan ikan hidup dilakukan dengan kantong plastik berisi oksigen untuk tujuan transportasi jarak jauh.
4.2 Pembahasan
4.2.1 Analisis Tahapan Pemanenan Ikan Nila
Proses pemanenan ikan nila di lokasi penelitian menunjukkan efektivitas yang tinggi dalam mempertahankan kualitas ikan. Metode pengeringan kolam sebelum panen membantu mempermudah penangkapan ikan sekaligus meminimalkan risiko kerusakan fisik pada ikan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Jalai et al. (2020), yang menyatakan bahwa pengeringan kolam dapat mengurangi stres pada ikan selama proses panen.
Sortasi ikan berdasarkan ukuran dan kualitas juga menjadi faktor penting dalam menjaga nilai jual ikan nila. Proses ini sesuai dengan rekomendasi dari Suryani et al. (2021), yang menekankan pentingnya penyortiran untuk memenuhi standar pasar.
4.2.2 Analisis Tahapan Pemanenan Ikan Lele
Pemanenan ikan lele memerlukan perhatian lebih pada kondisi ikan, terutama karena ikan lele cenderung lebih aktif dan memiliki patil yang tajam. Teknik penurunan ketinggian air kolam untuk mempermudah penangkapan terbukti efektif di lokasi penelitian, seperti yang juga disarankan oleh Supriyadi et al. (2022).
Proses pengemasan ikan lele hidup menggunakan kantong plastik berisi oksigen memastikan ikan tetap dalam kondisi segar hingga sampai ke konsumen.
Pendekatan ini menunjukkan efisiensi dalam menjaga nilai ekonomi ikan lele, sesuai dengan temuan dari Hasan et al. (2020).
4.2.3 Kendala dalam Proses Pemanenan
Berdasarkan wawancara dengan pembudidaya, beberapa kendala utama dalam proses pemanenan adalah:
Kualitas air kolam yang menurun menjelang waktu panen, sehingga memengaruhi kondisi ikan.
Risiko kerusakan fisik pada ikan akibat peralatan panen yang kurang memadai.
Penurunan kualitas ikan akibat kesalahan dalam penanganan pasca panen, seperti suhu penyimpanan yang tidak konsisten.
BAB V KESIMPULAN 5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian mengenai tahapan pemanenan dan penanganan pasca panen ikan nila (Oreochromis niloticus) dan ikan lele (Clarias sp.) di lokasi penelitian, dapat disimpulkan Proses pemanenan ikan nila melibatkan pengeringan kolam secara bertahap, penyortiran ikan berdasarkan ukuran dan kualitas, serta penanganan pasca panen menggunakan metode pencucian dan pendinginan. Teknik pemanenan yang dilakukan telah efektif dalam mempertahankan kualitas ikan dan meminimalkan kerusakan fisik pada ikan.
Kendala utama dalam proses pemanenan meliputi risiko stres pada ikan akibat transportasi ikan dari pembudidaya ke pembeli yang mengakibatkan kualitias ikan menurun. Melalui wawancara ini, kami mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang langkah-langkah yang dilakukan oleh para petani ikan untuk mencapai tujuan tersebut. Pengelolaan pasca panen yang baik tidak hanya meningkatkan nilai jual ikan, tetapi juga membantu dalam menjaga keberlanjutan usaha budidaya ikan..
5.2 Saran
Perlu meningkatkan manajemen transportasi ikan dari pembudidaya kepada konsumen, seperti pengaplikasian coolbox dalam transpostasi ikan agar menjaga kualitas ikan.
Memberikan pelatihan rutin kepada pembudidaya tentang teknik pemanenan dan penanganan pasca panen sesuai dengan standar mutu. Memfasilitasi akses pembudidaya terhadap teknologi pengemasan dan penyimpanan ikan, seperti wadah pendingin portabel.
DAFTAR PUSTAKA
Jalai, S., Prasetya, R., & Widodo, A. (2020). Teknik pemanenan ikan budidaya.
Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 11(2), 45–60.
Nurhadi, M., Amin, R., & Lestari, F. (2018). Efektivitas pemasangan jaring pengumpul dalam panen ikan nila. Jurnal Agri Sains, 2(2), 12–25.
Suryani, T., Haryanto, A., & Nugroho, P. (2021). Analisis teknik budidaya ikan lele intensif. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan, 10(3), 30–40.
Jalai, S., Prasetya, R., & Widodo, A. (2020). Teknik pemanenan ikan nila. Samakia:
Jurnal Ilmu Perikanan, 11(2), 45–50.
Yuliani, R., Wahyudi, T., & Farhan, A. (2020). Pengelolaan kualitas air pada ikan nila. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 7(1), 20–25.
Supriyadi, S., Nugroho, A., & Widiastuti, R. (2022). Teknik Pemanenan dan Penanganan Pasca Panen Ikan Nila pada Sistem Budidaya Intensif. Jurnal Perikanan Tropis, 10(3), 45-55.
Hasan, H., Karim, M., & Yuliana, R. (2020). Pengemasan dan Transportasi Ikan Lele Hidup pada Pasar Lokal. Jurnal Teknologi Hasil Perikanan, 7(2), 23- 31.
LAMPIRAN